Walikota Metro Wahdi meresmikan Kelurahan Tangguh Nusantara ke-19 di Kelurahan Purwosari, Metro Selatan, Jumat (26/03/2021). Gunarso selaku Ketua KTN Kelurahan Purwosari, melaporkan bahwa ada 14 kasus Covid-19, dengan data 10 orang sembuh, 2 meninggal dunia, 2 lagi masih dalam tahap isolasi di Wisma Alvaro. “KTN Kelurahan Purwosari telah memiliki struktur organisasi yang lengkap, dan selalu melakukan sosialisasi 5M kepada masyarakat,” papar Gunarso. Walikota Metro Wahdi mengatakan, bahwa peluncuran Kelurahan Tangguh Nusantara ini merupakan program dalam upaya percepatan penanganan Covid-19. “KTN Purwosari dibuat untuk masyarakat, agar masyarakat lebih mudah menangani penyebaran Covid-19, perlu diingat untuk tetap menjaga kestabilan daya tahan tubuh masyarakat,” tegasnya. Tidak hanya itu Wahdi juga mengapresiasi Kelurahan Purwosari, karena telah melakukan banyak kegiatan yang membangun untuk masyarakatnya. “Saya juga ingin mengingatkan kembali kepada masyarakat untuk berkolaborasi dalam membangun KTN Purwosari yang asri,” ujarnya. (Ins/Gt)
Walikota Metro : Upaya Percepat Penanganan Covid-19 Dengan Peresmian KTN Purwosari
Salat Jumat, Walikota Metro Isi Khotbah
Walikota Metro Wahdi melakukan dan menjadi khotib pada Sholat Jumat di Masjid Ar-Rahman, Kelurahan Purwosari, Metro Utara, Jumat (26/03/2021). Dalam kesempatan khotbahnya, Walikota Metro menyampaikan tentang pentingnya menjaga diri senantiasa bersih dan bersuci. Dimana kita harus menjaga diri senantiasa bersih dan bersuci sesuai dengan perintah agama, sehingga terhindar dari berbagai macam virus termasuk Covid-19. Terlebih juga pada masa pandemi saat ini,” ujar Wahdi. (Sr)
Walikota Metro Meresmikan Kelurahan Tangguh Nusantara di Rejomulyo
Walikota Metro Wahdi meresmikan Kelurahan Tangguh Nusantara ke-18 di Kelurahan Rejomulyo, Metro Selatan, Jumat (26/03/2021). Pada kesempatan ini, Walikota Metro Wahdi mengatakan bahwa peluncuran Kelurahan Tangguh Nusantara ini merupakan program dalam upaya percepatan penangan Covid-19 di Indonesia khususnya di Kota Metro. “Kelurahan Tangguh Nusantara atau KTN di Rejomulyo merupakan penanganan Covid-19 berbasis masyarakat. Jadi seluruh masyarakat terlibat dalam penanganan Covid-19,” tegasnya. Di akhir sambutan, Wahdi berpesan kepada masyarakat Rejomulyo agar kegiatan seperti ini jangan dijadikan kegiatan seremonial saja, tetapi harus dilaksanakan dengan baik. Dalam kesempatan ini, Kapolres Metro Retno Prihawati, mengatakan bahwa Kampung Tangguh ini dapat menjadi pemberdayaan dan ketahanan pangan bagi warga. “Seluruh ketahanan diterapkan di KTN, mulai dari ketahanan pangan hingga ketahanan keamanan. Sehingga dari terbentuknya KTN ini menjadi modal penting dalam situasi saat masa pandemi ini,” jelasnya. (Ins/Gt)
Walikota Metro Sambangi Rumah Duka Bocah Tenggelam di Sungai
Walikota Metro Wahdi menyambangi rumah duka keluarga korban tenggelam di saluran sungai Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Metro Selatan, Rabu (24/3/2021). Korban yang berinisial MR berusia 8 tahun merupakan putra dari Bapak Lukman warga Rejomulyo, Metro Selatan. Berdasarkan cerita warga sekitar, korban sempat terlihat bermain bersama temannya di tepi aliran sungai, kemudian tergelincir dan jatuh. Berdasarkan informasi dari Kasi Pencegahan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Metro Rohmad, mengatakan tim evakuasi segera melakukan pencarian di lokasi kejadian, setelah adanya laporan pada pukul 12.45 WIB hingga ditemukan sekitar pukul 14.00 WIB. “Selama 1 jam lebih dalam pencarian warga dan tim BPBD Kota Metro, korban ditemukan sejauh 300 meter dari titik korban tenggelam dengan keadaan tidak sadarkan diri,” katanya. Tambahnya, Rohmad menjelaskan bahwa timnya segera bergegas membawa korban ke Puskesmas Sumbersari untuk mendapatkan pertolongan medis. “Setelah sampai di Puskesmas dan diperiksa, korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak Puskesmas Sumbersari Bantul,” ungkapnya. (Nv/Cv) ,
Peresmian Kelurahan Tangguh Nusantara Margodadi Oleh Walikota Metro
Walikota Metro Wahdi menghadiri dan meresmikan Kelurahan Tangguh Nusantara (KTN) yang berlokasi di Margodadi, Metro Selatan, Rabu (24/03/2021). Suaji selaku Ketua KTN melaporkan bahwa, KTN di Kelurahan Margodadi ini merupakan bentuk kerja sama seluruh unsur masyarakat, yang saling bahu membahu untuk membantu yang terdampak Covid-19. “Adapun untuk menunjang kampung tangguh maka didirikannya rumah isolasi, Posko Kesehatan Posyandu. Untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 diberikan bantuan berupa bahan pokok, beras, mi instan,” kata Suaji. Kompol Zulkifli menyampaikan, kampung tangguh ini adalah kampung yang ke-15 terbentuk di Kota Metro. Adapun fungsi utama dari KTN adalah untuk memberantas dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang telah mewabah selama kurang lebih satu tahun di Indonesia. Walikota Metro Wahdi mengatakan, selamat atas peresmian KTN yang ke-15. Dengan harapan peresmian ini selesai dalam bulan Maret. Seperti yang telah dijelaskan tadi, bahwa KTN adalah milik kita semua. “Yang dimaksud dengan milik kita yaitu, bagaimana kita dapat sesegera mungkin menyelesaikan masalah Covid-19. Diharapkan Kota Metro menjadi kota percontohan oleh daerah lain. Dalam 100 hari kerja, Pemerintah Kota Metro berkonsentrasi kepada penanggulangan Covid-19. Maka kami meminta kepada seluruh elemen untuk saling bergotong-royong cegah dan tangani Covid-19,” papar Wahdi. Tambahnya, Wahdi berpesan kepada warga sekitar untuk memunculkan kreatifitas. “Banyak sekali lahan kosong yang nanti bisa dibudidayakan dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan warga. Diharapkan Metro menjadi kota yang layak huni, dan dapat membanggakan untuk nusa dan bangsa,” katanya (Nv/Cv)
Pemkot Metro Gelar Ekspose Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Bulan Ramadan
Walikota Metro Wahdi membuka dan memimpin rapat terkait Ekspose Pencegahan dan Penanganan Covid-19, dalam rangka menyambut Bulan Ramadan tahun 2021, yang bertempat di OR Setda, Rabu (24/03/2021). Kepala Dinas Kesehatan drg. Erla Andrianti, melaporkan catatan kasus terkonfirmasi terendah selama satu tahun yakni pada Kelurahan Margodadi, Rejomulyo, Sumbersari Bantul, Purwosari dan Mulyosari. Kemudian kasus terkonfirmasi terendah pada satu bulan terakhir pada tanggal 1 – 23 Maret yakni Kelurahan Mulyosari, Sumbersari, Purwoasri dan Tejosari. “Berdasarkan Perwali No. 39 tahun 2020, maka kewajiban pengurus tempat ibadah harus menyiapkan petugas untuk mengawasi prokes di area rumah ibadah, melakukan pembersihan dan disinfektan secara berkala di area rumah ibadah. Pengurus harus mempersingkat waktu ibadah, melakukan sosialiasi dan edukasi, melarang warga yang terkena flu untuk masuk ke rumah ibadah. Dan bagi jemaah yang datang dari luar kota, maka harus dipersiapkan tempat ibadah secara khusus dan terpisah,” ujar Erla. Lanjutnya, Kadis Kesehatan menyinggung terkait pelaksanaan Safari Ramadan, maka Tim Safari Ramadan harus membatasi tim peserta, mempersingkat acara, tidak memberi makan minum pada saat acara berlangsung, tidak bersalaman, dan harus terapkan 5M. Sementara itu Walikota Metro Wahdi, saat menanggapi hal tersebut mengatakan bahwa, kelemahan yang ada di Kota Metro adalah keinginan manusia untuk beribadah sangat tinggi. Sehingga sulit untuk meniadakan ibadah, bahkan sampai menutup tempat ibadah itu sendiri. Yang mengakibatkan angka penderita Covid-19 terus meningkat dan tidak akan pernah hilang, jika sikap manusia itu sendiri tidak dapat dijaga. “Alangkah baiknya apabila kegiatan Safari Ramadan ditiadakan. Ditakutkan pemerintah dinilai memberi contoh tidak baik kepada masyarakat, namun apabila tetap ingin diadakan maka benar-benar harus menerapkan upaya penanganan melalui 5M. Dan menempelkan larangan yang bertulis, Dilarang Masuk Masjid Apabila Tidak Memakai Masker,” tandas Wahdi. Dalam arahanya juga, Wahdi meminta tim teknis untuk merundingkan kembali. Dimana pemerintah harus melindungi bukan memberi contoh tidak baik. “Silakan dijadwalkan kembali dengan Kementerian Agama dan Ormas untuk merencanakan kembali program-program di Bulan Ramadan. Apakah baiknya tetap dilaksanakan safari atau digantikan di jam menjelang Salat Maghrib,” tuturnya. (Nv/Cv)
Rapat TKPRD Perizinan Pembangunan Perumahan di Kelurahan Mulyojati
Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) Kota Metro melakukan rapat terkait investasi pembangunan perumahan Tentrem Residence, di Aula Pemerintah Kota Metro, Rabu (24/03/2021). Rapat yang dipimpin oleh Asisten II Pemerintah Kota Metro Yerri Ehwan mengatakan, rencananya pembangunan Perumahan Tentrem Residence yang terletak di Jalan Arjuna No. 12 RT. 027 RW. 006 Kelurahan Mulyojati Metro Barat. Perwakilan dari Perumahan Tentrem Residence memaparakan, pembangunan ini akan memiliki 2 (dua) sertifikat tanah. Dimana lahan pertama memiliki luas tanah 1.570 m2 dan lahan kedua memiliki luas tanah 1.570 m2 dengan jumlah keseluruhan luas tanah 3.140 m2. “Untuk luas tanah perkavling 87,50 m2 yang akan dibangun dengan jumlah rumah 28 unit bangunan dengan tipe rumah per unit 45 m2. Dengan sumber air masing-masing per unit menggunakan sumur bor, serta septik tank masing-asing unit rumah,” ujarnya. Sedangkan Kepala BPN Fauzimar menjelaskan, setelah melakukan survei dan melihat sertifikat lahan tanah mempunyai 2 (dua) sertifikat. “Diharapkan sebelum pembangunan, sebaiknya ada penggabungan sertifikat, sehingga 2 sertifikat ini menjadi 1. Hal ini merupakan syarat untuk mendapatkan APD pembangunan,” kata Rahmad. Sedangkan pada penyampaian Kepala Dinas Lingkungan Hidup Eka Irianta menyampakan, masalah septik tank pada perumahan untuk menggunakan septik tank komunal (satu tempat). Hal ini dikarenakan dari segi biaya lebih murah. “Serta disarankan untuk memakai air PAM dan membangun tower untuk PAM. Untuk masalah sampah, bisa menghubungi Dinas Lingkungan Hidup, sehingga nantinya mendapatkan layanan pengambilan sampah di perumahan tersebut,” ungkap Eka Irianta. Kadis Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Edwin Soni, menyampaikan saran untuk Tentrem Residence dalam pelaksanaan pembangunan, supaya dapat melibatkan warga setempat. Di akhir rapat, terbentuk keputusan bersama bahwa permohonan diterima dengan catatan sesuai dengan rekomendasi berlaku 1 tahun, apabila keberlakuan itu tidak dilaksanakan maka rekomendasi tersebut gugur. (Lia/Ian)
Kabar Gembira, Kelompok Tani dan Ternak di Kota Metro Dapat Bantuan
Untuk mendukung kesejahteraan petani dan peternak di Kota Metro, Pemerintah Kota Metro memberikan bantuan secara simbolis ke beberapa Kelompok Tani dan Ternak di Kota Metro saat panen perdana di Purwoasri Metro Utara, Rabu (24/03/2021). Walikota Metro Wahdi mengatakan, penyerahan bantuan ini sebagai upaya pemerintah dalam memberikan perhatian yang sungguh-sungguh, dalam pembangunan sektor pertanian dan telah berkomitmen untuk mewujudkan kedaulatan pangan serta kesejahteraan petani dan peternak. “Dari kegiatan diharapkan mampu meningkatakan hasil produktifitas para petani agar lebih maksimal dan mendukung program kerja kami dalam 100 hari kerja,” kata Wahdi. Dalam laporan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro Hery Wiratno mengatakan, penyerahan ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk Kelompok Tani dan Kelompok Ternak se-Kota Metro. Penyerahan bantuan ini diantaranya untuk kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L), sumber dana DAK Nonfisik untuk 7 Kelompok Wanita Tani, masing-masing sejumlah Rp 55.000.000,- diwakili oleh KWT Tani Jaya Kelurahan Purwoasri, Kecamatan Metro Utara. “Bantuan untuk 5 kelompok lumbung pangan masyarakat, masing-masing sejumlah Rp 7.740.000,- diwakili oleh LPM Setuju Kelurahan Purwosari, Kecamatan Metro Utara. Bantuan untuk kegiatan Pengembangan Jalan Usaha Tani, sumber dana APBN untuk 3 kelompok tani masing-masing-masing sebesar Rp 100.000.000,- diwakili oleh Kelompok Tani Sri Makmur,” ujar Hery Wiratno. Lanjutnya, untuk kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier, dana dari Direktorat Jenderal PSP untuk 12 kelompok P3A masing-masing sebesar Rp 75.000.000,- diwakili oleh P3A Guna Tirta II, Kelurahan Purwoasri, Kecamatan Metro Utara. Kegiatan Pembangunan Irigasi Perpompaan, dari Direktorat Jenderal PSP untuk 1 kelompok tani sebesar Rp 107.600.000,- diwakili oleh Kelompok Tani Setia Karya I, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Metro Utara. “Untuk kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier sumber dana APBD Kota Metro untuk 13 kelompok tani masing-masing sebesar Rp 100.000.000,- diwakili oleh Kelompok Tani Karya Maju II, Kelurahan Banjarsari. Kegiatan pembangunan Jalan Usaha Tani dari dana APBD Kota Metro, untuk 5 kelompok tani masing-masing sebesar Rp 100.000.000,- diwakili oleh Kelompok Tani Gembira I, Kelurahan Karangrejo,” kata Hery Wiratno. Kemudian bantuan untuk Alsintan Traktor Roda 4, sumber dana APBN untuk 1 Kelompok Tani yaitu Kelompok Tani Hadimakmur Satu, Kelurahan Hadimulyo Timur. Alsintan Traktor Roda II, dana APBN untuk 3 Kelompok Tani yang diwakili oleh Kelompok Tani Giat I, Kelurahan Hadimulyo Barat. Alsintan Pompa Air 4 inch sumber dana APBN untuk 10 Kelompok Tani diwakili oleh Kelompok Tani Maju I, Kelurahan Purwosari. “Lalu untuk bantuan Benih Padi Inbrida varietas Inpari 32, Inpari 42, dan Mekongga sejumlah 66.675 kg untuk kelompok tani se-Kota Metro diwakili oleh Kelompok Tani Jaya, Kelurahan Purwoasri. Untuk bantuan pakan konsentrat 4.000 kg untuk 20 ekor sapi bunting, diwakili Kelompok Ternak Makmur Rezeki 28 Kelurahan Purwoasri,” terangnya. Tak hanya itu, Hery Wiratno juga memaparkan bantuan sarana prasarana budidaya lele, sumber dana DAK 2021, untuk 4 Pokdakan masing-masing Rp 50.000.000,- diwakili Pokdakan Tunas Makmur Margodadi Jaya, Kelurahan Margodadi. “Bantuan sarana prasarana budidaya gurame, sumber dana DAK 2021 untuk 4 Pokdakan masing-masing Rp 50.000.000,- diwakili Pokdakan Bintang Abadi Sejahtera Kelurahan Purwosari. Dan yang terakhir Hibah Barang dan Jasa Percontohan Pertanian Perkotaan sumber dana APBD Kota Metro, untuk 1 KWT senilai Rp. 23.154.000, diwakili KWT Seroja Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan,” tuturnya. (Nv/Cv)
Panen Padi Perdana di Tahun 2021, di Purwoasri Metro Utara
Walikota Metro Wahdi mengikuti Panen Padi Sawah MT. I Rendeng secara simbolis, di hamparan sawah Kelompok Tani Jaya, Purwoasri Metro Utara, Rabu (24/03/2021). Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro Hery Wiratno melaporkan bahwa, dari luas lahan sawah di Kota Metro sesuai Kementerian ATR/BPN yaitu 2.948 hektar petani di Kota Metro dapat menanam padi seluas 2.918 hektar (98,98%). Syukur alhamdulillah, bahwa sampai dengan musim tanam ini, para petani kita telah mampu menanam padi selama 4 kali berturut-turut dengan produktivitas yang cukup baik yaitu berkisar antara 6,4 – 7,2 ton per hektar Gabah Kering Panen,” ucap Hery Wiratno. Dalam kesmepatan ini, Walikota Metro Wahdi mengatakan, dalam pembangunan nasional sektor pertanian memiliki peranan yang sangat penting dan sangat strategis dalam memajukan perekonomian nasional. Sektor pertanian bukan hanya berperan menyediakan bahan pangan, tetapi juga menjadi penopang keberhasilan pengentasan kemiskinan. Dan sektor pertanian juga menjadi lahan tersedianya lapangan kerja dan sumber pendapatan bagi sebagian besar masyarakat. “Pemerintah memberikan perhatian yang sungguh-sungguh dalam pembangunan sektor pertanian dan telah berkomitmen untuk mewujudkan Kedaulatan Pangan serta Kesejahteraan Petani. Demikian juga pemerintah daerah telah menempatkan kesejahteraan sebagai hal yang utama, sebagaimana tertuang dalam Visi Kota Metro yaitu Terwujudnya Kota Metro Berpendidikan, Sehat, Sejahtera dan Berbudaya,” ujar Wahdi. Lanjutnya, Wahdi menambahkan Kota Metro sendiri, dengan luas lahan sawah 2.948 hektar, dengan rata-rata produktivitas 6,4 ton per hektar, maka target produksi pada tahun 2021 diprediksi sekitar 35.545,6 ton gabah kering panen. Pada musim tanam I seluas 2.923 hektar dan musim tanam II seluas 2.631,5 hektar. “Hal ini dipengaruhi oleh wilayah di Indonesia sebagian besar mengalami kemarau. Dan ditambah saluran irigasi Sekampung Batanghari, mulai pintu air KBH 8A masih mengalami perbaikan, sehingga ada sebaian wilayah yang tidak dapat jatah gadu,” kata Wahdi. Tambahnya, Wahdi mengungkapkan bahwa, dari kondisi tersebut mengakibatkan sekitar 10% areal persawahan, terutama di wilayah ujung atau yang posisi lahan lebih tinggi mengalami kurangnya aliran air. Sehingga di wilayah tersebut ditanami jagung atau tanaman palawija lainnya. “Saya minta para jajaran, agar dapat memberikan berbagai kemudahan kepada para petani dalam mendapatkan sarana produksi dan mengurangi biaya produksi. Hal itu dapat dilakukan dengan berkoordinasi, bimbingan dan pengawalan menyediakan subsidi benih, pupuk bersubsidi, alat. Serta pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga yang rendah yaitu 5% per tahun. Tak lupa Hasil produksi para petani harus pula dihargai sesuai dengan patokan harga pasar yang wajar. Diakhir sambutan, Wahdi juga mengucapkan terimaksih kepada para petani, yang telah memetik jerih payahnya melalui panen padi yang berhasil. “Dan saya ucapkan terimakasih kepada semua jajaran yang telah berupaya membimbing dan membina para petani serta memaksimalkan potensi lahan pertanian sehingga dapat dicapai hasil yang menggembirakan,” tutupnya. (Nv/Cv)
Walikota Metro Meresmikan KTN ke-14 di Hadimulyo Timur
Peresmian Kelurahan Tangguh Nusantara (KTN) di Kota Metro oleh Walikota Metro Wahdi, kali ini merupakan launching KTN yang ke-14. Dimana lokasi launching KTN hari ini bertempat di Jl. Kijang Hadimulyo Timur, Metro Pusat, Rabu (24/03/2021). Ibroni Sinaga selaku Ketua KTN melaporkan bahwa, tercatat 44 orang yang terpapar Covid-19, dengan rincian 39 orang sembuh, 1 (satu) orang meninggal dan 4 (empat) orang sedang isolasi mandiri. Walikota Metro Wahdi dalam sambutannya mengatakan, peresmian KTN yang ke-14 ini diharapakan kelurahan dapat memanfaatkan dan mengupayakan lahan kosong sebagai lahan produktif. “Mudah-mudahan dengan peresmian KTN di Kelurahan Hadimulyo Timur dapat berlanjut, sehingga memperoleh prestasi yang membanggakan untuk kedepannya,” tuturnya. Dalam kesempatan ini, Kapolres Metro Retno Prihawati juga menyampaikan, terciptanya KTN ini adalah sebagai cikal bakal untuk menghimpun masyarakat dalam memutus mata rantai penularan Covid-19. “Sebab saat ini masyarakat tidak harus mengandalkan Pemerintah Kota, Polres, dan Kodim saja. Melainkan masyarakat sendiri yang harus langsung bergerak turun kebawah,” ujar Retno. Tambahnya, Kapolres Metro mengingatkan kepada masyarakat untuk saling membantu agar terhidar dari wabah Covid-19. “Salah satunya dengan memperhatikan siapa saja yang keluar masuk ke kelurahan, hingga mendata, bahkan mengisolasi secara mandiri para pendatang dari luar kota, sampai benar-benar dinyatakan tidak membawa virus Covid-19. Namun saya berharap kegiatan tersebut harus berkembang sesuai situasi dan kondisi. Untuk itu kita tetap harus memperkuat kebersamaan dan perekonomian di KTN ini sendiri. (Nv/Cv)