KPID Lampung Koordinasi dengan LPPL Radio Metropolis Kota Metro

Menjelang pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020, KPID Lampung berkoordinasi dengan Lppl Radio Metropolis Kota Metro, Kamis (17/9/2020).

Wirdayati selaku Wakil Ketua KPID Lampung berharap, Lppl Radio Metropolis sebagai salah satu Lembaga Penyiaran Publik Lokal Milik Pemerintah Daerah Kota Metro, yang dapat netral dan tidak memihak salah satu calon kepala daerah.

Sementara itu, Koordinator Pengawas Sri Wahyuni juga berharap agar Lppl Radio Metropolis dapat selalu berkoordinasi dengan KPID Lampung guna menyukseskan Pilkada yang akan segera dilaksanakan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Umum Lppl Radio Metropolis Antonius Heryuniadi juga menyambut baik atas arahan dari KPID Lampung.Menurutnya, informasi dari KPID Lampung sangat penting, sebab ini terkait regulasi dan kedudukan Lppl Metropolis dalam kenetralan pelaksanaan pemilukada dan kampanye.

“Jangan sampai menimbulkan masalah dikemudian hari dengan tetap mengikuti Pedoman Prilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS),”Jelasnya. (va,si)

Tim Gugus Tugas Perketat Tracing Pasien Konfirmasi

Pasien Nomor 19 Positif Covid-19 Kota Metro, beralamat di Metro Pusat tutup usia pada tanggal 15 September 2020. Jenazah langsung dikebumikan di tempat pemakaman khusus Covid-19 di Rejomulyo, Metro Selatan.

Walikota Metro, Achmad Pairin saat diwawancari di Halaman Kantor Walikota Metro (16/09) mengatakan, nantinya pencarian orang yang telah kontak fisik dengan pasien nomor 19 konfirmasi Covid-19 akan ditindaklanjuti sesuai prokes selama 14 hari.

“Tadi malam jenazah tersebut langsung dimakamkan di Metro Selatan, dan untuk jumlah tracing keseluruhan masih ditindaklanjuti oleh tim satgas covid,” jawab Pairin.

Diketahui, dalam pemakaman jenazah pasien nomor 19 tersebut melibatkan anggota TNI Polri, Anggota PolPP/Damkar, dan dari Dinas PKP Metro. Pemakaman dilakukan sesuai dengan aturan Prokes. (dk)

Pemkot Metro Gelar Rapat Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Prokes

Pemerintah Kota Metro adakan rapat sosialisasi Peraturan Walikota Metro Nomor 39 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 di Kota Metro, yang berlangsung di OR Setda, Rabu (16/09/2020).

Perwali penerapan disiplin dan penegakan hukum prokes tersebut ditetapkan oleh Walikota yang terdiri dari 9 bab dan beberapa pasal, dan diperlukan sanksi tegas bagi pelanggar khususnya di Kota Metro.

Kabag Hukum Pemkot Metro, Ika Pusparini A.J yang juga selaku pemateri mengatakan, penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan ditujukan kepada perorangan, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat (fasilitas umum), Aparatur Sipil Negara (ASN), dan tenaga kontrak.

“Penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan juga akan diberlakukan pada tempat dan fasilitas umum seperti tempat pembelajaran, fasilitas pelayanan kesehatan, perkantoran/tempat kerja, tempat ibadah, pusat perbelanjaan/pasar, taman dan area publik lainnya, serta transportasi umum,” terang Ika.

Rancangan peraturan ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari penularan Covid-19, meningkatkan partisipasi warga masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Lanjutnya, dalam arahan Kapolres Metro AKBP Retno Prihawati menyampaikan, bahwa permasalahan Covid-19 ini merupakan tanggung jawab kita semua.

“Sekarang penambahan Kasus Positif Covid-19 di Kota Metro semakin banyak. Dengan adanya Perwali Nomor 39 tahun 2020 ini, mudah-mudahan menjadi salah satu upaya dalam mencegah penyebaran Covid-19,” ujar Kapolres Metro.

Tambahnya, Kapolres mengatakan, dalam penegakan disiplin melalui Operasi Yustisi, telah dilakukan secara masif dan serentak, dilaksanakan secara statis dan mobile, operasi dilaksanakan secara humanis memperhatikan kearifan lokal.

Sementara itu, Dandim 0411/LT , Letkol Inf Andri Hadiyanto menyampaiakan harapan untuk semua OPD harus konsisten dan kerja sama dalam upaya mencegah penyebarluasan Covid-19 ini.

“Sekarang kondisi Covid-19 semakin meningkat di Kota Metro, jika kita bergerak bersama kita bisa melawan Covid-19. Dan selanjutnya, sesuai dengan Perwali ini kami siap mendukung,” tegas Dandim 0411/LT tersebut. (In/La)

Walikota Metro Beri Sanksi Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Pemkot Metro akan berikan sanksi tegas kepada perusahaan yang melanggar protokol kesehatan. “Sanksinya ada 2 kategori yakni untuk perseorangan dan perusahaan, mulai dari teguran sampai pembekuan sementara izin usaha,” terang Walikota Metro, Selasa (15/09/2020).

Meski demikian, Achmad Pairin yang saat itu didampingi Kabag Hukum Setda Kota Metro menjelaskan, bagi masyarakat yang melanggar juga akan diberikan sanksi berupa menyanyikan lagu Indonesia Raya dan membacakan butir-butir Pancasila. Namun, untuk yang berkali melanggar maka akan dikenakan sanksi membersihkan fasilitas umum selama 30 menit, dan dalam menegakkan aturan ini nantinya akan diturunkan tim dari Satuan Pol PP. 

“Pemberlakuan aturan tersebut dilakukan dengan Peraturan Walikota Metro Nomor 39 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakkan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian corona virus diseases 2020 di Kota Metro. 

“Selain itu, tempat berkerumun juga akan ditinjau dengan harapan Covid-19 di Metro menurun dan dapat memutus mata rantai penyebaran, sehingga dapat menjadi zona hijau kembali,” pungkas Achmad Pairin. 

Pasien 09 Corona di Kota Metro Meninggal Dunia

Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Metro Achmad Pairin, mengumumkan satu pasien Covid-19 meninggal dunia pada hari ini. Pasien yang bernama Kusmiati berusia 41 tahun asal Kelurahan Purwosari, Metro Utara, Rabu (02/09/2020).

Achmad Pairin mengatakan, pasien 09 memiliki riwayat perjalanan dari Madura, Jawa Timur untuk mengantarkan anaknya ke pesantren. Selama 19 hari, dari tanggal 8-27 Agustus pasien 09 tinggal di sekitar pondok pesantren.

“Tanggal 27 Agustus pulang ke Lampung dalam keadaan kurang sehat, sehingga pasien 09 berobat selama 2 hari di klinik. Setelah itu langsung dirujuk ke RSUD Ahmad Yani selama 3 hari. Tepatnya pada malam hari ini, pasien 09 menghembuskan nafas terakhir,” jelas Pairin.

Pairin juga mengungkapkan bahwa pasien 09 memiliki penyakit bawaan diabetes dan asma. “Kemudian untuk prosesi pemakaman bertempat di TPU Purwosari. Hal ini dikarenakan pihak keluarga yang meminta dan warga tidak mempermasalahkannya,” ujarnya.

Lanjutnya, Pairin  mengingatkan kembali kepada masyarakat mengenai masa new normal, untuk menghindari acara berkumpul-kumpul terlebih dahulu. Terlebih lagi untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dengan benar, agar tetap dalam keadaan sehat dan terhindar dari virus corona. (sr/dk)

TP-PKK Sosialisasikan Tatanan Normal Baru

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Metro beserta jajaran Polres Metro menghadiri sosialisasi pelaksanaan tatanan normal baru di Kecamatan Metro Barat, Kamis (27/8/2020).

Ketua PKK Heriyati Pairin mengharapkan masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dimanapun berada. “Diharapkan masyarakat Kota Metro dapat beradaptasi dengan tatanan normal baru selama 5 bulan terakhir. Selalu memakai masker dan jaga jarak terutama untuk di wilayah pasar ini. Karena pedagang disini pasti selalu berinteraksi dengan warga lainnya, ditakutkan virus tersebut akan menyebar,” harapnya.

Kapolres Kota Metro Retno Prihawati mengatakan masyarakat harus memahami terlebih dahulu pengertian dari adaptasi normal baru. “Masyarakat harus mengerti terlebih dahulu apa itu normal baru, dikarenakan banyak dari mereka salah mengartikan normal baru yang tadinya tidak menggunakan masker sekarng harus memakai masker kemanapun dan dimanapun, mencuci tangan dan menjaga jarak. Nantinya akan diresmikan Perwali tentang penggunaan masker agar masyarakat tetal disiplin mematuhi protokol kesehatan,” ungkapnya.

Sebelumnya tim TP-PKK beserta rombongan melakukan pembagian masker kepada masyarakat di sekitar Pasar Shopping dan anggota dasawisma. (Tm/Gt).