Cegah Penularan Covid-19, Kota Metro Siap Sterilisasi Wilayah

Polres Metro melakukan rapat gabungan bersama TNI, guna sterilisasi beberapa titik jalur masuk wilayah di Aula Polres Kota Metro, Minggu (29/03/2020).

Kapolres Metro AKBP Retno Prihawati mengatakan Kota Metro belum banyak terkontaminasi, maka dari itu harus dilakukan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kita harus tetap menjaga kondisi dan situasi tetap seperti ini, agar tidak banyak masyarakat yang tertular,” ujarnya. 

Retno juga mengimbau untuk menghitung kendaraan yang masuk ke Kota Metro, baik dari luar kota maupun angkutan umum. Hal ini bertujuan untuk tidak menurunkan penumpang di sembarang tempat, sebelum sampai ke terminal berikutnya, guna mencegah penyebaran dari virus tersebut.

“Sedangkan terdapat delapan jalur masuk kota yang akan dijaga ketat diantaranya Dam Raman Sritejo, Banjar Sari, Ganjar Agung, Metro Kibang, Yosodadi 21- Pekalongan, Kodim Bedeng 20 – Lampung Tengah, Tejo Agung – Batanghari dan daerah Kampus-Batanghari 38. Sedangkan untuk lokasi sterilisasi ada empat jalur padat yaitu Banjar Sari, Ganjar Agung – Trimurjo, Metro Selatan Kibang dan Yosodadi 21- Pekalongan,” paparnya.

Sedangkan Dandim 0411/LT CZI Burhannudin menjelaskan ada dua tahapan yang harus dilakukan untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

“Tahapan pertama yaitu kita semua saling gotong royong melaksanakan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan, cuci tangan dan sosialisasi bagaimana gejala virus itu bermula. Sosialisasi ini seperti pemasangan banner dan baliho, serta memberikan stiker 14 hari karantina mandiri yang akan dipasang di seluruh rumah masyarakat, agar masyarakat tetap di dalam rumah, jika tidak ada keperluan,” ungkap Burhannudin.

Tambahnya, Burhannudin mengatakan tahapan kedua dengan melakukan pengawasan secara ketat, terlebih kepada orang-orang yang baru datang dari wilayah luar kota terdekat dan wilayah zona merah Covid-19. (Tm/Ian)

Sekolah dan Pasar, Menjadi Target Sosialisasi Covid-19 Pemkot Metro

Pemerintah Kota Metro bekerja sama dengan aparat setempat melakukan apel pagi di Ruas Jalan A.H. Nasution, Kamis (19/04/2020).

Target untuk sosialisasi kali ini bertempat di SMA, pasar dan tempat-tempat ramai di Kota Metro.

Wakil Walikota Metro Djohan terjun langung untuk mensosialisasikan kepada masyarakat dan pelajar SMA/SMK.

Pasar yang dikunjungi Wakil Walikota diantaranya Pasar Margorejo, Pasar Sumbersari, Pabrik kue Metro Selatan. Untuk SMA/SMK yang dikunjungi untuk sosialisasi yaitu SMK Negeri 4 Metro.

Kapolres Metro AKBP Retno Prihawati mengatakan, hasil sosialisasi kemarin telah mendapatkan respon yang baik dari masyarakat.

“Mari kita sosialisasikan pencegahan Covid-19 dengan menarik, agar mereka tertarik mendengarkan kita. Hari ini juga merupakan hari kedua dan apel terakhir, untuk 12 hari kedepannya akan diadakan di halaman kecamatan masing-masing,” ungkap Retno.

Retno juga meminta kepada Dinas Kesehatan untuk segera melakukan penyemprotan disinfektan ketempat-tempat pelayanan.

“Hal ini kita lakukan berdasarkan laporan kehawatiran dari petugas pelayanan. Untuk petugas, kami siap kerahkan anggota,” tutur Retno. (Sr/Dk).

Sekda Kota Metro Imbau Masyarakat Hindari Bersalaman

Sekda Kota Metro A.Nasir AT imbau masyarakat untuk sementara waktu hindari bersalaman terkait penularan corona/covid-19 saat car free day minggu ketiga Bulan Maret, di Lapangan Samber Kota Metro, Minggu (15/03/2020).

“Untuk sementara waktu hindari dulu yang namanya bersalaman dan cupika cupiki minimal sampai corona atau covid-19 hilang musnah dari bumi Indonesia,” tandasnya.

Pada kesempatan ini, car free day turut dimeriahkan dengan senam zumba dan senam lampung berkarya. Di puncak acara, Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Pariwisata I. Putu Ganepo menyerahkan sepeda gunung kepada dua warga yang beruntung. (nv/in)

Walikota Metro Gelar Rakorsus Penanganan Covid-19

Walikota Metro Achmad Pairin memimpin Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) penanganan Covid-19 di OR Setda Metro, Sabtu Malam (14/03/2020).

Achmad Pairin meminta seluruh stakeholder terkait, untuk bisa mensosialisasikan pencegahan Covid-19, hal ini agar masyarakat tidak panik dan resah.

“Kami berharap anggota Babinsa dan Bhabinkamtibmas, juga ikut mensosialisasikan pencegahan virus Covid-19 atau Corona, saat menjadi inspektur upacara di 62 Sekolah Dasar, 27 SMP dan 44 SMA, serta kepada masyarakat,” ungkap Pairin.

Lanjutnya, Pairin juga meminta kepada seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit untuk bekerja sama dalam menggencarkan sosialisasi pada unit-unit terkait, serta melakukan screening terhadap warga yang pulang dari luar negeri.

“Jika masyarakat ada yang mengalami batuk, demam tinggi, dan gangguan pernafasan (sesak nafas) segera periksa ke layanan kesehatan terdekat atau hubungi Posko Penanganan COVID-19,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Erla Andrianti, menuturkan pada dasarnya penyakit yang disebabkan oleh virus itu belum ada obatnya, berbeda dengan bakteri.

“Yang bisa melawan virus adalah sistem kekebalan tubuh (imunitas) itu sendiri. Jadi yang lebih penting adalah menjaga pola hidup sehat agar tidak mudah tertular Covid-19,” ucap Erla Andrianti.

Spesialis Paru-paru dr. Andreas Infianto menjelaskan tentang Covid-19 atau yang lebih dikenal dengan corona, yakni virus yang berasal dari hewan ke hewan seperti (unta, ular, kucing, kelelawar dan musang), kini dari manusia ke manusia yang berawal sejak 31 Desember 2019.

“Dengan adanya Virus Covid-19 ini pola hidup sehat sangat dianjurkan, dengan menjaga gizi makanan yang dikonsumsi, seperti perbanyak sayuran dan buah-buahan, lalu olahraga teratur, dan istirahat yang cukup. Jika pola hidup sehat ini telah dijalankan, maka tidak perlu cemas akan terjangkit Covid-19,” ungkapnya.

Andreas juga mengatakan, orang sehat tidak perlu pakai masker. Yang diwajibkan pakai masker itu hanya orang yang sedang sakit, batuk-batuk, dan petugas kesehatan yang sedang memeriksa pasien.

“Kita harus membiasakan cuci tangan setelah beraktifitas di tempat umum. Hindari menyentuh wajah, jika keadaan tangan dalam keadaan kotor. Tidak dianjurkan untuk memegang makanan, sebab kuman akan masuk dalam tubuh saat makan. Terlebih juga pahami cara cuci tangan yang benar, pakailah sabun dan bilaslah dengan air yang mengalir,” jelas Andreas. (Ins/Gt)

Walikota Metro Datangkan Dokter Spesialis Paru Bahas Corona Di Rakor Bulanan

Walikota Metro Achmad Pairin meminta langsung Dokter spesialis Paru RSUD Jend A. Yani agar hadir saat Rakor dan menerangkan mengenai permasalahan Hoaks Corona yang merebak di Kota Metro belakangan ini, di Aula Pemerintah Kota Metro, Kamis (05/03/2020).


dr. Andreas Infianto menjelaskan tentang Covid-19 atau yang lebih dikenal dengan corona, yakni virus yang berasal dari hewan ke hewan seperti (unta, ular, kucing, kelelawar dan musang), kini dari manusia ke manusia. Berawal sejak 31 Desember 2019, pneumonia mulai merebak hingga 06 Maret 2020. Di China angka penderita mulai menurun, akan tetapi di luar China justru meningkat. 

“Pada Oktober lalu, Brunei Darussalam, Indonesia dan Arab Saudi merupakan negara yang belum terinfeksi covid-19 dikarenakan virus takut dengan cuaca panas iklim tropis. Usia rentan kemungkinan terjangkit adalah 48 tahun yang memiliki riwayat diabetes, jantung serta struk dengan angka kematian 2%. Perlu diketahui, virus ini hanya menyerang dua organ tubuh yakni saluran nafas dan pencernaan, dan hanya mampu bertahan 4-5 jam saja diluar tubuh. Apabila merasakan demam, batuk, pegal linu, nafas sesak, diare, dan sakit kepala maka segera untuk memeriksakan diri atau berjemur dibawah sinar matahari langsung untuk membuat virus tersebut pergi dari tubuh kita,” tandasnya.

dr. Andreas menanggapi pernyataan Walikota Metro mengenai hoaks penggunaan masker. “Sebenarnya, masker diperuntukan untuk yang sakit atau terinfeksi, hanya saja disarankan untuk menggunakan masker apabila berada di tempat ramai. Kabar gembira, pemerintah sudah memaklumat bagi penimbun masker yang melonjakkan harga jual, akan ditindak pidana, sehingga dalam waktu dekat harga akan kembali normal. Adapun cara efektif untuk menangkal berbagai macam penyakit adalah berwudhu pada air mengalir dan sholat 5 waktu,” tuturnya.


Sementara Pairin meminta kepada masyarakat untuk tidak terlalu takut dengan corona karena angka kematian dalam persentase lebih sedikit dibanding penyakit TBC yang sudah ada sejak dulu.


Sekda Kota Metro A. Nasir menegaskan mengenai virus yang menjadi momok bagi masyarakat. “Kita tidak perlu terlalu khawatir karena virus ini akan bermutasi, dan akan ada virus berikutnya. Untuk itu biasakan hidup bersih, apabila muslim berwudhulah dengan benar, untuk agama lain lakukan sesuai anjuran agama masing-masing, serta perbanyaklah berolahraga dan keluar di bawah sinar matahari, konsumsi disinfektan seperti sirih dan gambir.

Ikut hadir Staf ahli, Asisten, Kepala OPD, Camat Lurah se-Kota Metro. (nv/in)

Rakor Daerah Sensus Penduduk 2020 di Kota Metro

Rapat Koordinasi Daerah Sensus Penduduk Tahun 2020 Kota Metro, berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kota Metro, Selasa (18/02/2020).

Turut dihadiri Walikota Metro, Wakil Walikota, Ketua DPRD Kota Metro, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Metro, Kepala OPD se-Kota Metro, perwakilan tokoh agama di Kota Metro.

Mimik Nurjanah selaku Kepala BPS Kota Metro, memaparkan bahwa kegiatan ini bertujuan mengawali Sensus 2020 secara online. Sensus Penduduk 2020 (SP2020) bertujuan untuk menyediakan data, jumlah komposisi, distribusi dan karakteristik penduduk Indonesia menuju satu data kependudukan Indonesia.

“Mengenai tahapan waktu pelaksanaan Sensus Penduduk (SP) 2020 baik secara online pada tanggal 15 Febuari – 31 Maret 2020 melalui https://sensus.bps.go.id dan bagi masyarakat yang belum melakukan sensus online, maka petugas akan melakukan sensus penduduk wawancara mulai pada 1 – 31 Juli 2020 kerumah-rumah,” papar Mimik Nurjanah.

Tambahnya, Mimik Nurjanah mengungkapkan, agenda 10 tahun ini membutuhkan peran serta seluruh masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali di manapun Anda berada bacaan dan negara tercatat. 

“Informasi yang dikumpulkan dari SP antara lain jenis kelamin, status perkawinan, tempat dan tanggal lahir, serta ketersediaan akte kelahiran, kewarganegaraan, suku, bangsa, agama tingkat pendidikan, pekerjaan, serta karakteristik perumahan. Saya juga minta kepada camat untuk mensosialisasikan kepada lurah dan pamong setempat mengenai Sensus Penduduk Online (SPO). Kami juga bersedia untuk pendampingan SPO. ” kata Mimik Nurjanah berdasarkan liputan Tim Kominfo Metro.

Walikota Metro Achmad Pairin dalam sambutan mengatakan, sensus penduduk ini bertujuan untuk menyediakan data dasar yang dapat digunakan untuk membuat kebijakan di berbagai bidang seperti pangan, pendidikan, kesehatan, perumahan, dan lain sebagainya, guna sebagai dasar menetapkan kebijakan pemerintah.

“Pada tahun ini BPS melakukan inovasi dan pembaruan metode pada sensus penduduk dengan memanfaatkan data akuntarisasi kependudukan sebagai data dasar. Kemudian sensus penduduk akan dilakukan secara 2 tahap, yakni secara online dan wawancara,” ungkap Pairin.

Walikota Metro juga berharapkan kepada peserta rapat , untuk berperan aktif dalam penyebaran informasi mengenai sensus penduduk secara online.

“Kami juga harapkan kepada bapak/ ibu untuk mendampingi petugas sensus dengan memberikan jawaban yang jujur. Dimana kegiatan ini sangat penting dalam menyukseskan sensus penduduk di Kota Metro, yang nantinya menjadi dasar perencanaan pembangunan daerah,” ujarnya.

Lanjutnya, Pairin menginformasikan bahwa target sensus penduduk online secara nasional sebanyak 20,19%. Hal ini memerlukan partisipasi dan peran kita semua yang hadir.  “Oleh karena itu sensus penduduk secara online ataupun wawancara akan melibatkan para lurah dan aparatur yang terkecil seperti RT dan RW,” tutupnya. (Sr/Ian)