Artikel Pertanian Pemkot Metro

Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI di JUT Metro

Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja di JUT (Jalan Usaha Tani)- Poktan Panca Usaha Mulyosari, Metro Barat. Jumat (16/10/2020).

Kunjungan kerja para wakil rakyat tersebut dihadiri Porum Bulog, PT. Pupuk Indonesia (holding), dan BUMN serta bidang pertanian lainnya. Adapun tujuan dari Kunjungan kerja ini yakni dalam rangka melakukan peninjauan dan dialog dengan Petani Jalan Usaha Tani (JUT) di Kota Metro.

Ketua Kelompok Tani, Lasmiyati dalam sambutannya berharap bahwa setelah ini ada peningkatan JUT (Jalan Usaha Tani) seperti pembangunan tersier di kanan dan kiri jalan agar tidak terjadi longsor.

Selanjutnya, Komisi IV DPR RI menyerahan bantuan kepada beberapa kelurahan yang ada di Kecamatan Mulyosari berupa Alsintan Handsprayer, Alsintan Pompa Air, Alsintan Cultivator, dan Alsintan Traktor Roda Dua.

Walikota Ahmad Pairin berharap bantuan tersebut dapat digunakan petani dengan sebaik-baiknya, dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Terakhir, acara dilanjutkan dengan Kunjungan Kerja di TPA Karangrejo.(tm/ta/dw).

Masa Tanam Jagung Perdana di Kota Metro

Pemerintah Kota Metro bersama Forkopimda dan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan melakukan Gerakan Percepatan Tanam Jagung Hibrida Perdana Musim Tanam Palawija di Hamparan Poktan Laksana II Rejomulyo, Metro Selatan, Rabu (24/06/2020).

Pada MT (musim tanam) ke-II ini petani di wilayah saluran irigasi Sekampung Batanghari tidak menanam padi, melainkan melakukan percepatan budidaya tanam jagung hibrida dengan baik sehingga dapat menghasilkan produksi jagung berkuantitas tinggi yang berdampak pada ketersediaan pangan dan kesejahteraan petani, berkat adanya bantuan berupa benih dari Pemkot sejumlah 19.650 kilogram (19,65 ton).

Heri Wiratno menegaskan bahwa seluas 48 hektar pada MT I, padi sudah selesai dipanen namun produksi yang dihasilkan berbeda dikarenakan kondisi lingkungan, angin dan cuaca yang buruk sehingga padi menjadi roboh di beberapa tempat, akan tetapi hasil masih tetap dikatakan baik. Dan pada MT kedua ini akan segera dilakukan percepatan tanam jagung hibrida musim tanam palawijja tahun 2020.

Sementara Walikota Metro Achmad Pairin mengucapkan selamat kepada para petani yang telah berhasil mengelola sawah di MT I dan berhasil dengan cukup baik. Untuk itu diperlukan partisipasi dari semua pihak pemerintah terutama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, agar dapat memberikan berbagai kemudahan kepada para petani dalam mendapatkan sarana produksi dan mengurangi biaya produksi.

“Hal itu dapat dilakukan dengan cara berkoordinasi, memberi bimbingan dan pengawalan pada saat menyediakan benih, pupuk bersubsidi, air yang cukup dan peralatan pertanian yang efektif,” tuturnya. (Nv/Ian)

Panen Raya Poktan Tejo Makmur I

Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro melakukan Panen Raya di Hamparan Poktan Tejo Makmur I, Kelurahan Tejosari, Rabu (20/05/2020).

Luas  tanam padi di Metro Timur 462 hektar, dan panen saat ini seluas 30 hektar. Apabila dihitung maka produksi padi untuk MT I/2020 mencapai 21.002,4 ton atau setara dengan 16.8-1,92 gabah kering giling dan apabila diversikan menjadi beras menghasilkan 10.081,15 ton,” jelas Kepala Dinas KP3.

Selanjutnya, Heri Wiratno pun menegaskan bahwa akan segera dilakukan percepatan tanam padi yakni sekitar bulan Mei (usai Lebaran). Dengan target tanam seluas 71 hektar sehingga pada awal juli sudah dapat tutup tanam seluas 1.434 hektar.

Pada kesempatannya, Walikota Metro mengucapkan rasa syukur dimana panen kali ini mengalami peningkatan yang semula perkiraan 70 saat ini mencapai 72 ton.  “Tahun depan akan ada penyempurnaan irigasi, setelah program itu terlaksana mudah-mudahan cukup 1 kali panen yang digilir, sehingga kedepannya 2.980 hektar lahan tanam padi dapat teraliri semua,” ujarnya.

“Harga gabah hari ini agak turun, mungkin dampak dari covid, ya mudah-mudahan akan segera berakhir. Dan harganya sekitar 36-37, namun harga beras masih tinggi,”papar Achmad Pairin.

Pemkot Metro Tinjau Gudang, Distributor dan Agen.

Walikota dan Wakil Walikota lakukan monitoring dibeberapa gudang, distributor, dan agen bahan pangan pokok di wilayah Metro, diantaranya agen daging sapi Prawoto di Hadimulyo Timur, gudang beras Atok Karang Rejo, agen telur Cik Lina Iring Mulyo, UD.bawang lanang Tejo Agung, serta panen raya di kelompok Tejomakmur 1, jl. Adipati Raya Tejosari.
Dalam peninjauan ini, Achmad Pairin didampingi oleh Djohan, Sekda Kota Metro A.Nasir, Forkopimda, Kepala OPD, Babinsa, Babinkamtibmas, Polisi.
“Saya berharap harga bahan pangan pokok di Kota Metro ini dapat tetap normal tidak ada pelonjakan harga terkait H-4 Idul Fitri, agar masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan kebutuhan pangan di tengan pandemi seperti ini,” tuturnya. (NV/GT)

Walikota Metro Berharap, Program Kartu Tani Berjaya Mampu Sejahterakan Petani

Walikota Metro Achmad Pairin memimpin sosialisasi Program Kartu Tani Berjaya (PKTB) bersama Tim PKTB Provinsi Lampung di OR Setda Metro, Jumat (13/03/2020).

Achmad Pairin mengatakan jumlah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kota Metro sebanyak 18 orang. Kemudian hasil panen pada tahun ini yang ditargetkan 45.000 ton telah melampaui target sebanyak 47.000 ton. Dengan adanya PKTB, semoga dapat membuat hasil panen petani di Kota Metro meningkat.

“Kemudian harga Sembako di pasaran Kota Metro meliputi beras pagi ini berkisar Rp. 9.775-11.000, Gula pasir dari Rp. 15.200-16.500-, Cabai rawit Rp. 33.000-, Bawang merah Rp. 28.000-, bawang putih kateng Rp. 43.000 bawang  biasa Rp. 35.500. Sedangkan untuk minyak goreng curah Rp. 12.875/ liter dan Bimoli  Rp. 13.875-, dan telur ayam mencapai Rp. 24.000-,” kata Pairin.

Prof. Dr. Ir. Muhammad Yusuf Sulfarano Barusman, MBA selaku Ketua Tim PKTB Provinsi Lampung mengutarakan bahwa, Kota Metro termasuk penyumbang nilai IPM tertinggi di Lampung, diantaranya juga Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Pringsewu.

“Permasalahan di Provinsi Lampung  yang membuat nilai IPM terendah di Indonesia bahkan Pulau Sumatra yaitu  kemiskinan  dan ketimpangan. Namun lain halnya, Kota Metro menjadi primadona penyumbang nilai tinggi dari 3 faktor yaitu ekonomi, kesehatan dan pendidikan,” ungkap M. Yusuf.

M. Yusuf juga menjelaskan mengenai PKTB yang sudah diolah selama 1 tahun. Kartu ini berisi program yang berbeda dengan Kartu Tani, dimana Kartu Tani sebagai alat bayar dari program negara. Sementara Program Kartu Petani Berjaya (PKPB) yang tertuang dalam Pergub No 9 Tahun 2020.

“Keunikan PKPB itu sendiri sebagai rencana usaha tani, laporan usaha tani, keanggotaan pertanian dan semua pihak terkait terdaftar dalam suatu sistem, serta proses transfer dan arus transaksi secara otomatis diatur dalam sistem KPB,” kata M. Yusuf.

Lanjutnya, M. Yusuf juga memaparkan manfaat PKPB untuk Petani yaitu mendapatkan kepastian ketersediaan pupuk, benih, obat-obatan, baik yang digunakan pada tanaman pangan perkebunan, peternakan dan perikanan yang bersubsidi dan non subsidi. Memudahkan permodalan baik dari bank atau lembaga keuangan.

“Selain itu juga PKPB dapat mendukung asuransi usaha tani padi, maupun asuransi usaha. Mendapatkan fasilitas sosial seperti beasiswa anak petani. Mendapatkan kepastian pemasaran hasil panen. Mendapatkan pembinaan dan penyuluhan usaha. Mendapatkan informasi dan laporan keuangan usaha. Mendapatkan informasi terkait teknologi usaha. Mendapatkan data dan informasi yang akurat dan meningkatkan efektivitas program seperti pupuk subsidi, benih, KUR, bantuan sosial,” jelas M. Yusuf. (Sr/Dk).

Forgab OPD Kota Metro, Lakukan Rapat Membahas Bidang Ekonomi

Pemerintah Kota Metro melalui Forum Gabungan (Forgab) OPD Kota Metro melakukan rapat yang membahas Bidang Ekonomi, yang berlangsung di OR Setda Kota Metro (14/03/2019).

Dalam Rapat ini dipimpin oleh Plt. Asisten III Pemerintah Kota Metro Suwandi, dan dihadiri para Staf Ahli, Kepala Bappeda, Kepala Badan Retribusi Pajak Daerah Kota Metro, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro, Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Kota Metro, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Dinas PMPTSP) Kota Metro, serta para Camat dan Lurah se-Kota Metro.

Dalam penyampaian Kepala Bappeda Bangkit Haryo Utomo mengatakan, rapat dalam Forgab hari ini merupakan tahap akhir, yang sebelumnya sudah berlangsung selama 3 hari.

“Pada rapat pada pagi ini, merupakan langkah kita dalam menyinkronisasikan dari hasil Musrenbang Kelurahan dan Kecamatan, yang akan di sesuai dengan program daerah.
Dimana bidang ekonomi memang sangatlah penting, yang mengungkit perekonomian di Kota Metro, guna meningkatkan UMKM dan menurunkan angka kemiskinan di Kota Metro,” ungkap Bangkit.

Sedangkan dalam arahan Plt. Asisten III Suwandi mengatakan, rapat ini akan mengadakan ekspos pada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian, Dinas Perdagangan, dan Dinas PMPTSP.

“Dari pemaparan ke 4 OPD ini akan di sinkronisasikan dan menetapkan prioritas dibidang ekonomi. Serta Forgab pada hari ini terkait dengan rencana kerja daerah tahun 2020, yang terkait juga dengan RPJMD tahun ke 4 di Pemerintahan Walikota Achmad Pairin. Yang lebih pentingnya juga, program yang kita bahas ini akan menggunakan sistem e-planning dan e-budgeting,” katanya.

Sementara dalam pemaparan Dinas Ketahan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro, mengusulkan mesin alat tanam, dan pengolahan hasil panen. Serta pembangunan sumur bor, benih tanaman dan bibit ikan dan ternak yang akan di berikan kepada Kelompok Tani se-Kota Metro yang telah mengusulkan.

Sedangkan dari pemaparan Dinas Koperasi,  UMKM dan Perindustrian Kota Metro mengusulkan mengenai, alat kerajinan, mesin pengolahan susu cair menjadi bubuk, mesin penggilingan bakso dan pemotongan, serta pelatihan di bidang las dan mebel.

Kemudian pada pemaparan Dinas  Perdagangan akan melakukan sistem e-tribusi, guna memudahkan dalam transaksi dan akan di uji cobakan pada 3 pasar di Kota Metro.

“Sedangkan untuk penataan pasar saat ini, yang masih menjadi primadona permasalahan di tahun 2018, maka kami lakukan penertiban melalui pengiriman 3 surat peringatan. Dan pada hari ini kita telah mengirimkan surat peringatan yang ke dua, yang berisikan batas akhir perpindahan para pedagang kaki lima ke lantai 2 pada tanggal 11 Juni,” papar Kadis Perdagangan.

figcaption { font-size: 10px; text-align: center; }