Artikel Kesehatan Pemerintah Kota Metro

PPKM Berskala Mikro dan Optimalisasi Check-Point, Walikota Metro Minta Masyarakat Ikut Berperan Aktif

Walikota Metro Wahdi menjadi narasumber dalam sosialaisasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro dan Optimalisasi Check-Point, yang diadakan oleh TP-PKK Metro untuk Organisasi Wanita di Kota Metro, Senin (10/05/2021).

Ketua TP-PKK Kota Metro Silfia Naharani mengatakan, kegiatan ini bertujuan dan berharap agar PKK pro aktif dalam mengatasi pandemi sampai tingkat bawah. Sebagai contoh, Dasawisma minimal mengerti apa itu PPKM.

Dalam acara yang berlangsung di OR Setda ini, dr. Candra selaku anggota Satgas Covid-19 sekaligus moderator menjelaskan, bahwa dalam menangani kasus ini terdapat 10 Provinsi yang mengikuti tren.

“Tren disini berupa penanganan dan penekanan bertambahnya kasus kenaikan, salah satunya Provinsi Lampung, diantaranya Kota Metro. Penanganan ini salah satunya dengan Walikota Metro mengeluarkan surat edaran untuk ASN agar tidak mudik,” ujarnya.

Walikota Metro Wahdi menjelaskan zona orange di Kota Metro sejak awal Januari. “Dari sisi ini, kami berpikir bagaimana caranya menurunkan zonanya. Salah satunya ada 15 indikator zonasi Covid-19 berdasarkan kajian epidemiologi, seperti penurunan jumlah kasus terkonfirmasi, positif, dan angka kematian,” tuturnya.

Lanjutnya, Wahdi membeberkan PPKM yang digerakkan adalah masyarakat. Apa yang sudah dilakukan Kota Metro seperti operasi yustisi, pengetatan prokes, percepatan vaksinasi, basisnya adalah Kelurahan Tangguh Nusantara yang sudah diresmikan di 22 kelurahan. Maka perlu adanya dukungan aktif dari masyarakat Kota Metro.

“Adapun 4 fungsi PPKM yaitu pencegahan, penanganan, pembinaan dan pendukung. Setiap ada orang datang lakukan tracing, treatment dan isolasi. Bukan isolasi di rumah, sehingga pegawai Puskesmas harus selalu mengawasi,” ujar Wahdi.

Sementara itu, Kapolres Metro Retno Prihawati menambahkan bahwa, sasaran PKK untuk Dasawisma yang berada di setiap RT, harus mengetahui zona tempat tinggalnya.

“Dimana pelaksanaan PPKM Mikro dilakukan bersamaan, dengan PPKM kabupaten/kota yang terdiri dari membatasi tempat kerja. Melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring, serta melakukan pengaturan pemberlakuan pembatasan seperti jam operasional pusat perbelanjaan atau mall sampai pukul 21.00 dengan penerapan prokes yang ketat,” tegas Retno.

Pada waktu yang sama Kapolres Metro menginformasikan mengenai Pos Check Point ada di 5 titik, yaitu pos perbatasan Metro-Punggur (Banjarsari), Ganjar Agung-Trimurjo (Ganjar Agung), Metro-Batanghari, Metro – Metro Kibang (Rejomulyo), dan Metro-Pekalongan (Yosodadi). (Tm/Gt)

Walikota Metro Tinjau 4 Rumah Sakit, Tangani Covid-19 di Kota Metro

Walikota Metro Wahdi Siradjuddin mengunjungi empat rumah sakit pemerintah maupun swasta, Senin (10/05/2021).

Walikota Metro memilih 4 rumah sakit tertentu yang khusus menangani Covid-19, di antaranya Rumah Sakit Muhammadiyah, Rumah Sakit Jendral A Yani, Rumah Sakit Mardi Waluyo dan Rumah Sakit Islam.

Dalam kunjungan ini, Wahdi memastikan masing-masing rumah sakit menambah pelayanan ruang isolasi Covid-19, memfasilitasi ruangan, dan juga menambah sumber daya manusianya.

 “Kunjungan ini agar masing-masing rumah sakit siap dalam kondisi apapun. Sangat mungkin, jika nanti salah satu atau dua rumah sakit bisa menjadi rumah sakit khusus Covid-19,” kata Wahdi.

Lanjutnya, Wahdi juga menyampaikan perlu bersiap-siap menghadapi kemungkinan terburuk dalam hal penanganan Covid-19. Terutama apabila melihat lonjakan kasus positif Covid-19 selama beberapa waktu terakhir.

“Alhamdulillah kemaren kita sempat memasuki beberapa daerah yang zonanya merah, sekarang kita sudah memasuki beberapa kecamatan zona hijau. Saya kira penting ya rumah sakit dengan mempertimbangkan perkembangan kasus berat dan ringan. Daripada membuat rumah sakit darurat lebih baik membuka rumah sakit khusus Covid-19,” ungkapnya.

Tambahnya, Wahdi mengatakan RS khusus Covid-19 Karanganyar akan memiliki komposisi 80 persen total tempat tidur untuk isolasi pasien Covid-19. Sisanya, 20 persen untuk pasien umum.

“Untuk menjadi rumah sakit khusus Covid-19, pemerintah sudah memberlakukan sistem PPKM di kecamatan. Jadi, apa yang kita inginkan dapat berjalan sesuai harapan. Hal itu berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan peralatan dan anggaran,” tutur Wahdi. (Ins/Gt)

Walikota Metro dan Ketua TP-PKK Berikan Bantuan Sembako untuk Pasukan Orange dan Hijau

Walikota Metro Wahdi bersama Ketua TP-PKK Kota Metro Silfia Naharani berikan bantuan kepada pasukan orange (petugas kebersihan) dan pasukan hijau (petugas kebersihan dan pertamanan) Kota Metro, di Guest house rumah Dinas Walikota, Jumat (07/05/2021).

Ketua TP-PKK Kota Metro mengajak pasukan orange dan pasukan hijau untuk tetap menggunakan masker dan tetap disiplin prokes meskipun sedang bekerja menyapu jalanan dan merawat tanaman, sehingga dapat mencegah Covid-19 dengan maksimal.

“Pada bulan Ramadan ini PKK dibantu GOW dan DWP memiliki program pembagian takjil dan sembako tepat sasaran. Dengan harapan menjadikan berkah yang menerima dan yang terdampak Covid-19. Bantuan in ditujukan kepada penderita penyakit kronis, penyakit kanker dan yang berkebutuhan khusus, serta bagi pasukan orange dan pasukan hijau,” ujar Silfia Naharani.

Lanjutnya, Silfia Naharani mengatakan bahwa, bantuan yang diberikan baru sebanyak 230 paket. “Adapun sumber dana didapat dari dana yang tidak mengikat yakni pelaku usaha, pelaku kesehatan, swasta, muslim Singapur, GOW, PKK, serta DWP, semoga walaupun bantuannya sedikit namun dapat bermanfaat,” ucapnya.

Walikota Metro Wahdi, mengajak petugas kebersihan dan pertamanan untuk bersama sama membangun Kota Metro dengan cara membersihkan Masjid Taqwa, Taman Kota dan setiap sudut jalan di kota tercinta ini.

Wahdi juga mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan program PKK yakni pemberian bantuan sembako. “Jangan menilai bantuan dari nilai rupiahnya, sebab kebaikan yang diberikan walaupun hanya sedikit itu bernilai ibadah. Di masa pandemi seperti ini memiliki dampak yang sangat signifikan dalam tata kelola kehidupan dan bangsa,” ujarnya. (Gt/Nv).

Wahdi Salurkan Bantuan Rumah Ibadah di Masjid Al-Jihad

Pemerintah Kota Metro melalui Walikota dan Wakil Walikota Metro menjalankan Salat Jumat berjemaah dan memberikan bantuan kepada Masjid Al-Jihad Kecamatan Metro Pusat, Jumat (07/05/2021).

Adapun jemaah yang mengikuti Salat Jumat seluruhnya mematuhi prokes yakni menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan dan membawa perlengkapan salat sendiri dari rumah.

Nasrianto Perwakilan Pengurus Masjid, melaporkan awal mulai berdirinya masjid yakni pada tahun 2000/2003 lalu, dan sehubungan dengan Covid-19 pengurus masjid memperketat prokes bagi jemaah yang hendak menjalankan ibadah di Masjid Al-Jihad.

“Bahkan untuk pendatang dari luar kota atau kurang enak badan, diperkenankan tidak memasuki area rumah ibadah demi kenyamanan bersama. Kemudian kegiatan-kegiatan ibadah tetap dilaksanakan, guna untuk memakmurkan Masjid Al-Jihad,” tutur Nasrianto.

Walikota Metro Wahdi mengatakan, saat ini sudah dilakukan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro, mulai dari tingkat bawah RT/RW. Dengan harapan dilakukan PPKM berskala mikro, agar masyarakat semakin terjaga dari Covid-19.

“Kota Metro masih dalam zona orange dan ini sangat rawan sekali. Oleh karena itu kita harus proaktif dilingkungan masyarakat dari bawah, harus lebih giat lagi, mengawasi warga di sekitarnya. Kita juga harus sabar dalam menghadapi masa pandemi seperti saat ini, jangan mengganggap kalau Covid-19 itu tidak ada. Sehingga kita menjadi terlena dan angka penularan terus meningkat,” ujarnya.

Lanjutnya Wahdi mengharapkan masyarakat agar terus memakai masker. Adapun pemberian bantuan ini merupakan salah satu dari program 100 hari kerja Walikota dan Wakil Walikota Metro dan penanggulangan dampak Covid-19 di Kota Metro.

Dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis berupa dua unit AC dan dari Kementerian Agama memberikan bantuan berupa uang tunai. (gt/nv/

Walikota Metro Buka Pengajian Rutin Online Ramadan 1442 H

Pemerintah Kota Metro bekerja sama dengan PKK-GOW-Majelis Ta’lim Masjid Taqwa Kota Metro dan Komunitas ACM, menyelenggarakan pengajian rutin online Ramadan tahun 1442 H/2021 M, di Guest House Rumah Dinas Walikota Metro, Selasa (04/05/2021)

Pengajian rutin yang diselenggarakan secara virtual pada bulan suci ramadan ini diisi oleh Ustad Haikal Haris Djamhari dan dibuka oleh Walikota Metro Wahdi Siradjuddin.

Walikota Metro Wahdi, dalam sambutan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pelaksanaan kegiatan ini yang diprakasai oleh TP. PKK Kota Metro, Dharma Wanita Kota Metro, dan GOW.

“Dimana kegiatan ini saya rasa  sangat mulai dalam membentuk perempuan-perempuan di Kota Metro menjadi sosok teladan. Perlu diketahui dengan adanya kegiatan ini, dapat membantu mewujudkan tujuan dan cita-cita Kota Metro, yaitu menjadikan masyarakat yang baldatun toyyibah dalam kehidupannya,” ucapnya.

Lanjutnya, Wahdi berharap pengajian rutin seperti ini dapat meningkatkan kebersamaan, kekeluargaan akan terus terbina dan ditingkatkan.

“Pada kesempatan ini juga, saya mengajak masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan (5M),” ujarnya. (Ins/Gt)

Wahdi Serahkan Bantuan dari Baznas dan IPHI Kepada Mustahik

Wali Kota Metro Wahdi Siradjuddin memberikan kultum salat zuhur sekaligus menyerahkan bantuan dari Baznas dan IPHI, di Masjid Taqwa, Minggu (02/05/2021).

Adapun paket bantuan yang diberikan oleh Baznas pusat berupa 1000 paket beras ke Baznas Kota Metro dan didistribusikan kepada mustahik. Tidak hanya itu, IPHI juga memberikan bantuan yang terdiri dari 100 paket bantuan, dan masing-masing paketnya berisi 20 bungkus mie instan dan juga uang sebesar 250.000,-.

“Itu semua diberikan untuk para mustahik dan beberapa kecamatan untuk warga yang terdampak Covid-19 langsung,” ucap Walikota.

Wahdi berharap, bantuan berupa logistik ini dapat meringankan beban masyarakat. Penyaluran bantuan sembako Paket Logistik Keluarga merupakan upaya BAZNAS, IPHI dan pemerintah dalam meminimalisir terjadinya kekurangan logistik terutama bahan pangan pada keluarga kurang mampu dan para pekerja informal maupun kelompok rentan yang terpaksa kehilangan pendapatan hariannya selama diberlakukan pembatasan aktivitas sosial-ekonomi akibat pandemi Covid-19.

“Di saat bulan Ramadan, warga berada di rumah masing-masing berdoa agar Covid-19 berakhir. Hindari kegiatan berkelompok, dan jaga jarak, serta rajin cuci tangan, agar dapat terhindar dari penyebaran virus corona,” pungkasnya.

Wahdi juga menjelaskan kebaikan yang diberikan walaupun hanya sedikit itu bernilai ibadah. Di masa pandemi seperti ini memiliki dampak yang sangat signifikan dalam tata kelola kehidupan dan bangsa,

“Kita harus menjalani tatanan kehidupan yang baru, harus mematuhi protokol kesehatan setiap saat. Adanya pandemi ini merupakan ujian dari Allah,” ucapnya.

Di akhir kultum, Wahdi menegaskan bahwa kebijakan dan peraturan di masa pandemi sudah dibuat. Pemerintah dalam hal ini juga tidak bisa berbuat banyak apabila tidak ada dukungan dari masyarakat. Kami juga dalam 100 hari masa kerja kami sudah menekankan pengurangan aktivitas masyasrakat dengan PPKM Mikro, dengan adanya sinkronisasi yaitu dengan selalu mematuhi protokol kesehatan dan selalu memakai masker. inz/ia)