35 Orang Termasuk Bayi 7 Bulan Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Metro

Untuk saat ini kasus terbanyak terjadi pada hari ini, sebanyak 33 orang terkonfirmasi Covid-19 di Kota Metro. hal ini disampaikan oleh Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kota Metro Misnan, pada Sabtu (23/01/2021).

35 orang tersebut diantanya,

  1. Pasien 423 ; Ny. S, umur 46 tahun
  2. pasien 424 ; Nn. RHL, umur 16 tahun
  3. Pasien 425 ; Nn. RNS, umur 20 tahun. Ketiganya merupakan warga Kelurahan Metro, Metro Pusat dan merupakan sekeluarga yang mengeluh denam dan batuk.
  4. pasien 426 ; Ny LE, umur 47 tahun warga Kelurahan Metro, Metro Pusat yang merupakam istri dari Tn. DF (P336), yang positif.
  5. Pasien 427 ; Ny R, umur 33 tahun warga Imopuro Metro Pusat, yang merupakan nakes RSUD Tanggamus.
  6. Pasien 428 ; Ny. NRJ, umur 28 tahun warga Kelurahan Hadimulyo Barat Metro Pusat.
  7. Pasien 429 ; Tn. RA, umur 47 tahun warga Hadimulyo Barat, Metro Pusat, yang merupakan ayah dari Pasien An. R (P320) yang Positif.
  8. Pasien 430 ; Ny VH, umur 36 tahun, alamat Yosomulyo, Metro Pusat, yang merupakan Nakes Rumah Sakit Metro, juga merupakan istri dari Tn. CS (P419), yang positif.
  9. Pasien 431 ; An. M AF (L) umur 11 tahun warga Tejoagung, Metro Timur, merupakan anak dari Ny. SM (P418).
  10. pasien 432 ; Tn. DSB umur 32 tahun
  11. Pasien 433 ; Ny. NP umur 27 tahun
  12. Pasien 434 ; An. MRB (L) umur 7 bulan warga Iringmulyo, Metro Timur.
    Dimana bertiga sekeluarga ayah, ibu dan anak. Dengan kronologi ayah bekerja di Bank di Punggur Lampung Tengah yang mengeluh hilang penciuman dan sesak. Dan disusul anak demam, batuk, pilek dan diare. Saat ini Ibu dan anak saat ini dirawat di Rumah Sakit.
  13. Pasien 435 ; Tn. S umur 48 tahun warga Iringmulyo Metro Timur yang merupakan suami dari Ny. J(P387) yang positif.
  14. Pasien 436 ; Ny. H umur 50 tahun warga Iringmulyo, Metro Timur Kota Metro.
  15. Pasien 437 ; Tn. S umur 55 tahun warga Rejomulyo Metro selatan Kota Metro yang merupakam suami dari Ny. SR (P283).
  16. Pasien 438 ; Tn. BN umur 38 tahun warga Rejomulyo Metro Selatan yang merupakan suami dari Ny. S (P318).
  17. Pasien 439 ; Ny. SY umur 41 tahun warga Margorejo Metro Selatan, merupakam istri dari BY (P390) .
  18. Pasien 440 ; Tn. SW umur 60 tahun warga Imopuro Metro Pusat, yang merupakan tenaga medis di Rumah Sakit.
  19. Pasien 441 Ny. SS umur 79 tahun warga Hadimulyo Barat, Metro Pusat.
  20. Paswin 442 ; Ny. IR unur 40 tahun warga Purwosari, Metro Utara.
  21. Pasien 443; Ny. EG umur 39 tahun warga Banjarsari Metro Utara.
  22. Pasien 444 ; Ny U umur 52 tahun warga Metro, Metro Pusat.
  23. Pasien 445 ; Ny. DS umur 36 tahun warga Ganjar Asri Metro Barat Kota Metro yang juga merupakan adik Tn HT (P370) alm.
  24. Pasein 446 ; Tn. M S umur 62 tahun warga Mulyojati Metro Barat.
  25. Pasien 447 ; Tn. A DA umur 26 tahun warga Yosodadi Metro Timur.
  26. Pasien 448 ; Ny. FHP umur 21 tahun warga Sumber Sari, Metro Selatan yang juga nakes RS.
  27. Pasien 449 ; Ny. S umur 51 tahun warga Hadimulyo Timur, Metro Pusat dengan keluhan batuk dan sakit pinggan.
  28. Pasien 450 ; Tn F umur 39 tahun warga Yosomulyo, Metro Pusat.
  29. Pasien 451 ; Tn. RIC umur 34 tahun warga Hadimulyo Barat, Metro Pusat.
  30. Pasien 452 ; Tn. N umur 56 tahun warga Iringmulyo Metro Timur.
  31. Pasien 453 ; Ny. ZD umur 30 tahun , Pasien 454 : Nn. DPW (p) umur 18 tahun dan Pasien 455 ; Tn. EG umur 60 tahun warga Ganjar Asri Metro Barat. Bertiga saudara tinggal serumah dan kontak erat Ny. N (P305).
  32. Pasiem 456 ; Tn. M DG umur 60 tahun warga Ganjar Asri Metro Barat.
    35.Pasien 457; Tn. DCW umur 49 tahun warga Ganjar Asri Metro Barat.

“Dari data pasien di atas terdapat balita usia 7 bulan dan lansia umur 79 tahun yang terkonfirmasi Covid-19. Dari semua pasien yang tardata banyak yang gejala awal mengeluhkan demam, batuk, flu dan hilangnya rasa penciumanny. Saya tekan kan kembali untuk tetap waspada,” ungkap Misnan. (Sr)

Kesbangpol Metro, Gelar Mediasi Terkait Pekerjaan Transportasi di Pasar

Pemerintah Kota Metro melalui Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Metro mengadakan Rapat Koordinasi untuk membahas mediasi terkait pekerja tranportasi, Rabu (20/01/2021).

Acara yang berlangsung di Aula Kantor Kesbangpol Kota Metro, menghadirkan Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (FSPTI) guna mencari solusi untuk menyejahterakan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). Hal ini terkait masalah pekerjaan transportasi di Pasar Kota Metro.

Kesimpulan berdarkan diskusi para pekerja permasalahan atas perebutan kerja operasional di lapangan. Chaidirsyah selaku ketua FSPTI Kota Metro sebagai pihak satu, dan Lilik Irawan Eka Saputra dari Organisasi Buruh Formal Indonesia (OBFI) Kota Metro selaku pihak kedua secara bersama-sama menerangkan beberapa hal. Bahwa, OBFI sudah terbentuk selama 4 (empat) tahun yang dimana saat itu FSPTI masih keadaan vakum sampai waktu yang tidak dapat ditentukan. Kemudian pada bulan November 2020 FSPTI muncul kembali dan akhirnya memicu perselisihan terkait perebutan dana/jasa OBFI yang telah berjalan.

Menurut Ketua DPC FSPTI Kota Metro apabila mereka sudah melakukan pekerjaan sesuai dengan SK, kemudian dari OBFI berdebat dikarenakan dianggap merebut dana/jasa ongkos bongkar muat barang bagian FSPTI, yang kemudian direbut kembali oleh OBFI. Kedua belah pihak dengan ini tidak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan diatas secara damai dan kekeluargaan karena keberadaan organisasi bongkar muat di Pasar Kota Metro dinilai menimbulkan permasalahan.

Pemkot Metro mengimbau pedagang Pasar Kota Metro untuk tidak menggunakan jasa bongkar muat dari pihak manapun. Sehingga Pemkot Metro mengeluarkan peraturan terkait tidak adanya jasa bongkar muat/organisasi bongkar muat di Kota Metro. Pemkot Metro akan menyurati Kemenlu Ham terkait keberadaan kedua Ormas tersebut di Kota Metro.

Pada kesempatan ini juga dihadiri  Ketua FSPTI, Kapolsek Metro Pusat, Kepala Dinas Perhubungan Kota Metro, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan para anggota Ormas di Kota Metro. (Lia/Ian)

Sosialisasi Pencegahan Covid-19 di Kecamatan Metro Timur

Walikota Metro Achmad Pairin, Kapolres Kota Metro, dan Dandim 0411/ LT bersama tim gabungan melakukan sosialisasi pencegahan Covid-19 di Kecamatan Metro Timur, Kamis (14/01/21).

Pemerintah Kota Metro melakukan sosialisasi untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 di sepanjang Jl. Ahmad Yani, Pasar 24 Kota Metro, Rusunawa Kota Metro, dan kembali ke Taman Kota Metro.

Achmad Pairin menyampaikan bahwa warga yang terpapar positif Covid-19 di Kota Metro mencapai 361 orang, pasien sembuh 203 orang, 139 pasien yang diisolasi dan 9 pasien yang telah meninggal dunia.



Dalam sosialisasinya Achmad Pairin mengimbau agar tetap menerapkan protokol kesehatan bila ingin bepegian keluar rumah, menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan mengurangi kerumunan.

“Pada bulan April nanti Kota Metro akan melakukan vaksinasi untuk pencegahan Covid-19. Saya berharap agar warga Kota Metro tidak takut untuk divaksin,” kata Pairin.

Sedangkan Kapolres Kota Metro AKBP Retno Prihawati menyampaikan telah melakukan upaya-upaya penyuluhan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Masyarakat yang melanggar akan diberikan tindakan tegas, tindakan tegas ini bukan tindak arogansi melainkan tindakan yang dilakukan untuk menyelamatkan warga Kota Metro dari penyebaran virus Covid-19,” ujar Retno.

Kemudian Dandin 0411/LT Andri Hadianto, menambahkan akan menjadi orang pertama yang akan disuntik vaksin, tindakan yang dilakukannya agar warga percaya bahwa vaksin yang disuntikan aman (Cv2).

Sosialisasi Keliling Percepatan Penanganan Covid-19 di Metro Barat

Dalam rangka penegakkan disiplin, Pemerintah Kota Metro mengadakan sosialisasi keliling ke seluruh pelosok Kecamatan Metro Barat.

Adapun Kelompok III yang diketuai oleh Dandim 0411/LT dan didampingi oleh Staf Ahli Bidang III serta kepala OPD, mendatangi Pondok Pesantren Darul Amal Mulyojati, dan Islamic Boarding School SMP TMI berbasis Pesantren Mulyojati, Kamis (14/01/2021).

Camat Metro Barat Abdul Kadir Shofari, menjelaskan bahwa untuk mengantisipasi perkembangan Covid-19 di Kota ini, maka diimbau untuk tetap melakukan gerakan 3M (Memakai masker bila keluar rumah, Mencuci tangan pakai sabun/air mengalir,  Menjaga jarak dan mengurangi kerumunan).

“Kita juga dituntut untuk melakukan perilaku hidup bersih, dan sehat di lingkungan masing-masing. Diharapkan pula warga yang sedang isolasi mandiri di rumah, untuk jangan keluar rumah. Kemudian untuk melindungi masyarakat dari Covid-19, Pemerintah akan melaksanakan vaksinasi bagi masyarakat rentan dan masyarakat umum lainnya, pada bulan April 2021 sampai dengan Maret 2022.

Di akhir penyampaiannya, Camat Metro Barat juga mengingatkan kepada masyarakat, agar tidak terpancing isu atau hoaks yang belum jelas kebenarannya, dan tetap menjaga situasi yang kondusif.  (Ian/Nv)

Wakil Walikota Metro Ingatkan Masyarakat Untuk Terapkan 3M

Wakil Walikota Metro Djohan memimpin Kelompok IV dalam melaksanakan sosialisasi pencegahan Covid-19 Kota Metro di Kecamatan Metro Selatan, Kamis (14/01/2021).

Wakil Walikota Metro Djohan, pada sosialisasi mengimbau kepada masyarakat agar dapat patuh melakukan gerakan 3 M (memakai masker, sering mencuci tangan dengan air mengalir, menjaga jarak) dan melakukan hidup sehat agar bisa kembali ke zona hijau kembali.

“Saat ini Kota Metro sudah zona merah, maka dari itu saya berharap agar masyarakat lebih patuh dan menerapkan protokol kesehatan. Sehingga Kota Metro yang kita cintai ini kembali menjadi zona hijau,” ujar Djohan.

Di akhir sosialisasi Djohan juga mengatakan bahwa, Pemerintah akan melaksanakan vaksinisasi kepada masyarakat Metro pada bulan April 2021 sampai dengan Maret 2022.

“Sosialisasi ini tidak cukup sampai disini, mohon kita membagikan informasi kepada masyarakat sekitar agar patuh kepada protokol kesehatan,” kata Djohan di akhir penyampaian.

Dimana Kelompok IV ini terdiri dari Wakil Walikota Metro, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Tokoh Agama, Ketua KPUD Kota Metro, Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kadis Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata, Kadis Penanaman Modal dan PTSP, Kadis Perdagangan dan Pasar, Kepala Kantor BPN, Kabag Administrasi Pembangunan Setda Kota Metro, Kabag Organisasi Setda, Camat Metro Selatan, Pimpinan Bank Metro Mandiri, Dewan Pendidikan, Pimpinan Dharma Wacana, Kepala BNNK Kota Metro, Ketua GOW Kota Metro, ICMI Kota Metro, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Metro.

Yang didampingi oleh personil dari TNI 6 (enam) orang, Polres 6 (enam) orang, Sat Pol PP 4 (empat) orang, Dinas Kesehatan 2 (dua) orang, Dinas Perhubungan 2 (dua orang, Dinas Kominfo 2 orang, Dinas Pertanian 2 orang, BPBD 2 orang, Kecamatan/Kelurahan 6 orang. Melakukan sosialisasi di Kecamatan Metro Selatan diberbagai lokasi seperti Pasar Margorejo Metro, Pasar Sumber Sari, Kantor Margorejo Metro Selatan. (Lia/Agn)

Pasar Pagi 28, Menjadi Tempat Sosialisasi Pencegahan penanganan Covid-19

Kelompok V Pencegahan penanganan Covid 19 yang di pimpin Ketua DPRD Kota Metro M Tondi MG Nasution bersama, Camat Metro Utara dan Lurah mensosialisasikan pencegahan Corona kepada masyarakat , Kamis (14/01/2021).

Kegiatan sosialisasi ini dilakukan di tempat ramai seperti Pasar pagi 28 Purwosari, Metro Utara, yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Bukan hanya itu saja, kegiatan ini juga membagikan masker kepada masyarakat yang tidak menggunakan masker saat berkendara atau pun berbelanja.

Ketua Tim Kelompok V menyampaikan, sesuai dengan protokol kesehatan di himbauan untuk tetap menggunakan masker, menjaga jarak dalam mensosialisasikan penangan Covid-19.

Camat dan Lurah Metro Utara bersama pengawas Protokol Covid-19, juga menegur kepada masyarakat yang tetap melaksanakan hajatan, di Kelurahan Metro Utara.

Nedi pengawas Protokol Covid-19 mengatakan kami melakukan kegiatan sosialisasi ini untuk mengurangi kerumunan dan mengedukasi masyarakat . Peringatan ini, untuk tidak ada pertambahan lagi pasien covid 19.

“Kegiatan ini juga untuk kepentingan bersama, jumlah pengunjung hanya boleh 25% yang datang di hajatan, tidak boleh ada orkes, tidak boleh ada prasmanan, makanan disajikan di dalam kotak, waktu pelaksanaan juga di batasi sampai jam 9. Maksud dan tujuan ini juga kepentingan bersama untuk mengurangi cluster terbaru,” ujarnya. (Ins/Pls).