Rakor Pemerintah Kota Metro Bulan Desember 2020

Walikota Metro memimpin Rapat Koordinasi Pemerintah Kota Metro secara virtual yang berlangsung di Ruang OR Setda Kota Metro, Selasa (01/12/2020) .

Dalam laporannya Kepala BPKAD, Supriyadi menyampaikan bahwa untuk kebutuhan dana terkait Pilkada telah terealisasi dari Pemda Kota Metro. Serta mengingatkan kepada instansi berkaitan batas waktu laporan SPD dan lainnya agar memperhatikan surat edaran dari Walikota Metro.

Selanjutnya, Walikota Metro Achmad Pairin dalam kesempatannya mengimbau agar seluruh pegawai atau pejabat dapat merealisasikan yang telah disampaikan oleh BPKAD dan jangan menunda waktu yang ada.

Selanjutnya, Pj. Sekda Kota Metro Misnan pun menegaskan agar setiap instansi dapat merealisasikan perencanaan sebelum berakhirnya tahun 2020.

Forum Silaturahmi Kamtibmas Metro, Berembuk Sukseskan Pilkada di Tengah Pandemi

Walikota Metro Achmad Pairin menghadiri Forum Silaturahmi Kamtibmas (FSK), dengan tema acara “Kita Ciptakan Pilkada yang Aman Damai dan Sehat”, di Gedung MSI Mart Banjarsari, Selasa (24/11/2020).

Selaku Ketua Satgas Covid-19, Achmad Pairin menyampaikan, Kota Metro telah berupaya menyukseskan Pilkada tahun 2020 di tengah pandemi dengan mengikuti Instruksi Presiden Nomor 6 tahun 2020. Salah satunya dengan peningkatan disiplin, penegakan hukum protokol kesehatan dan pengendalian Covid-19.

“Adapun upaya yang sudah dilakukan berupa sosialisasi protokol kesehatan, penegakan disiplin protokol kesehatan, dan operasi yustisi yang merupakan penerapan dari Perwali,” ujar Pairin.

Lanjutnya, Pairin berpesan kepada undangan yang hadir atas pelaksanaan Pilkada, masyarakat wajib menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta berolah raga dalam meningkatkan imunitas badan.

Kapolres Metro Retno Prihawati, menyampaikan beberapa upaya dari Polres Metro menyambut Pilkada yaitu mewujudkan kondisi aman damai dan sehat.

“Untuk itu Pilkada tahun ini dilaksanakan dengan sehat, yang artinya keselamatan masyarakat, para pemilih, para penyelenggara Pemilu . Sementara, aman disini adalah pengamanan di atas segalanya. Jangan sampai pada saat Pilkada timbul klaster baru yang dikhawatirkan pemerintah,” katanya.

Tambahnya, Retno berharap pemerintah harus melakukan upaya tambahan mencegah penularan Covid-19.

“Maka dari itu harus ada kerangka hukum yang adaptable, dimulai dari Perwali dan UU tentang karantina kesehatan. Kemudian KUHP yang sudah terbentuk, untuk menjerat para pelaku pelanggar protokol kesehatan,” pungkas Retno. (Nv/Dk).

KIM Yosodadi Metro Ikuti Webinar Sosialisasi Pilkada Serentak

Pegiat KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) dari Kelurahan Yosodadi Kecamatan Metro Timur, Suwarti dan Eni Astuti mewakili Kota Metro mengikuti kegiatan Forum Sosialisasi (Online) KIM Wilayah Indonesia Barat dengan format webinar yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Direktorat Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik, Selasa, (10/11/2020).

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat membekali pegiat KIM dengan wawasan dan pemahaman serta kesiapan yang perlu dilakukan dalam menghadapi kondisi yang mengharuskan masyarakat menjadi pemilih yang cerdas pada Pilkada Serentak 2020, namun tetap damai dan aman dari Covid-19. Karena peran masyarakat sebagai pemilih sangat signifikan dalam menentukan masa depan pembangunan daerahnya. Meskipun  pandemi Covid-19 masih terus meningkat, masyarakat dituntut harus tetap cerdas memilih kepala daerahnya dan disiplin menjaga kesehatannya serta turut menciptakan situasi pemilihan yang damai. Maka dari itu, dibutuhkan pengetahuan dan kesadaran semua pihak dan masyarakat untuk memperhatikan setiap ketentuan pelaksanaan Pilkada yang berlaku.

Kadis Kominfo Farida mengapresiasi dan menyambut baik acara tersebut bahwa merujuk pada Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Urusan Pemerintah Konkuren Bidang Komunikasi dan Informatika, maka Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) menjadi salah satu mitra strategis pemerintah dimana  KIM dapat berperan sebagai motor penggerak untuk mengedukasi masyarakat agar tetap berpartisipasi aktif dan cerdas dalam Pilkada Serentak 2020 dengan memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari Covid-19.

“Melalui sosialisasi  ini diharapkan nanti para pegiat KIM yang selama  ini menjadi mitra Pemerintah Kota Metro dalam diseminasi informasi dapat ikut menyebarluaskan informasi pelaksanaan Pilkada pada tanggal 9 Desember nanti yang  harus tetap mengedepankan protokol kesehatan. Sehingga partisipasi pemilih khususnya di Kota Metro dapat tetap tinggi meski dalam situasi pandemi,” tandasnya.

Kegiatan diikuti oleh perwakilan 200 orang pegiat KIM provinsi/kabupaten/kota di wilayah penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak, dimana masing masing kota diwakili oleh 2 pegiat KIM. (va/ys)

Bawaslu Metro Berikan Arahan Pilkada di Masa Pandemi Covid-19

Bawaslu Kota Metro melalukan talkshow bersama Radio Metropolis, dengan bahasan pemilihan kepala daerah ditengah pandemi Covid 19, Senin (12/10/2020).

Ketua Bawaslu Kota Metro Mujib S.Ag mengatakan, Provinsi Lampung pada tahun 2020 menggelar Pilkada serentak sebanyak 8 dari 15 kabupaten/kota yakni Kota Bandar Lampung, Kota Metro Kabupaten Lampung Timur, Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Way Kanan, Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Pesisir Barat dan Kabupaten Lampung Selatan.

“Dimana tugas Bawaslu sebagai pencegah, penindakan, pengawasan dan penyelesaian sengketa. Hal ini kami lakukan sebagai tujuan yaitu, memastikan Pilkada berjalan LUBER (Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia) dan JURDIL ( Jujur dan Adil). Kemudian kami juga bertugas sebagai menyadarkan tentang pentingnya pendidikan pemilih. Serta mendorong partisipasi pemilih dalam mewujudkan Pilkada berkualitas,” papar Mujib.

Wajib juga mengatakan, bahwa Bawaslu mempunyai kewajiban untuk bersikap adil, tidak pilih kasih, bersikap netral kepada pasangan calon dan masyarakat.

“Untuk saat ini KPU telah menetapkan 4 Paslon, kemudian sekarang ini memasuki tahapan kampaye dari tanggal 26 September sampai tanggal 5 Desember. Kemudian saat ini sudah tercatat 115.844 pemilih,” ujarnya.

Tambahnya, Wajib menegaskan mengenai bebrapa hal yang perlu mendapat perhatian secara serius dalam melaksanakan kampanye yaitu, tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Ada beberapa tahapan yang dilakukan paslon terkait dengan pelaksanaan kampanye yaitu paslon harus meminta seluruh kegiatan kampanye harus mempunyai surat pemberitahuan kepada polisi, dan rekomendasi dari satgas covid,” ungkapnya.

Lanjutnya, para petugas akan mengawasi, memastikan seluruh prokes sudah terlaksana. Peserta kampanye tidak boleh melebihi 50 orang. “Tidak boleh melibatkan anak kecil, ibu hamil dan para lansia. Jika 2 ketentuan itu tidak di taati, kami akan memberikan teguran, mengeluarkan surat tertulis akan memberikan sanksi kepada pelanggar tersebut,” tegas Mujib. (TM/Ian)

KPU Metro Gelar Talk Show Pilkada Damai dan Sehat

KPU Metro Gelar Talk Show Pilkada Damai dan Sehat, yang berlangsung di Lembaga Penyiaran Publik Lokal Radio Metropolis, Senin (05/10/2020).

Dalam rangka pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Metro yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan talk show terkait “Pilkada Damai dan Sehat”.

Komisioner KPU Metro, Yunita Dewi Nurbaya dari Bidang Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM menyampaikan, bahwa tujuan dilaksanakan sosialisasi lewat media ini adalah untuk menyebarluaskan informasi tahapan Pilkada Metro untuk diketahui secara luas oleh masyarakat Kota Metro, yang sebentar lagi akan menggelar Pilkada.

Yunita juga menjelaskan bahwa Total TPS sebanyak 310 yang tersebar luas di Kota Metro, selain itu KPU juga menyediakan 1 TPS untuk narapidana, yaitu TPS 26 yang berlokasi di Metro Timur.

“Yang terpenting dalam setiap pelaksanaan harus tetap tertib dan patuh terhadap protokol kesehatan, mengingat pelaksanaan tahun ini masih dalam situasi pandemi Covid-19,” ujarnya. (cv/nez)

KPU Metro Sosialisasikan PKPU Nomor 13, tentang Kampanye yang Dilarang

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia mengadakan sosialisasikan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020, di Aula Kantor KPU, Selasa (29/09/20).

Berdasarkan penyampaian Komisioner KPU Metro Yunita Dewi Nurabaya mengatakan, pemilihan 2020 saat ini telah memasuki masa kampanye. Tahapan ini juga penting dan harus diikuti dengan pemahaman yang baik dari semua pihak.

“Terlebih lagi dalam penyelenggaraan dan keterkaitan dengan penerapan protokol kesehatan. Sebagaimana digariskan dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020, tentang pelaksanaan pemilihan Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota serentak, dalam Kondisi Bencana Non-alam Corona Virus Disease (Covid-19),” ujarnya.

Lanjutnya, pertemuan kampanye pada masa pandemi Covid-19 yang diadakan di dalam gedung dibatasi, paling banyak 50 orang. Dapat juga dilakukan melalui media sosial atau media daring.

Yunita juga mengatakan, pada PKPU No 13 tahun 2020 juga dijelaskan bahwa KPU dengan tegas melarang sejumlah kegiatan kampanye seperti rapat umum, kegiatan kebudayaan berupa pentas seni, panen raya, konser musik, kegiatan olahraga berupa gerak jalan santai, sepeda santai dan perlombaan, kegiatan sosial berupa bazar, donor darah serta peringatan hari ulang tahun partai politik.

“Bagi yang melanggar ketentuan tersebut, KPU mengatur sanksi sesuai Pasal 88C ayat (2) berupa penghentian dan pembubaran kegiatan berdasarkan koordinasi Bawaslu,” papar Yunita. (Sr)

figcaption { font-size: 10px; text-align: center; }