0 Comments

Wali Kota Metro Dorong Lahirnya “Generasi Metro Bahagia” Lewat Penguatan Kompetensi Kepala Sekolah

Wali Kota Metro, Hi. Bambang Iman Santoso, secara resmi membuka kegiatan peningkatan kompetensi kepala sekolah jenjang TK, SD, dan SMP se-Kota Metro Tahun 2026, Rabu (6/5/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Generasi Metro Bahagia: Investasi Pendidikan Demi Kebahagiaan Masa Depan” ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan melalui kepemimpinan yang unggul di tingkat satuan pendidikan. Dalam sambutannya, Bambang menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membentuk sumber daya manusia yang mampu bersaing di tengah dinamika perkembangan zaman. “Pendidikan harus menjadi fokus utama pembangunan. Dari sinilah kita mencetak generasi yang produktif, kompeten, dan berakhlak mulia,” tegasnya. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik semata, tetapi juga harus mampu membentuk karakter serta kecakapan hidup peserta didik secara menyeluruh. “Pendidikan bukan sekadar soal kelulusan, tetapi bagaimana anak-anak kita mampu menjalani kehidupan yang bermakna dan bertanggung jawab,” lanjutnya. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga memperkenalkan konsep Generasi Metro Bahagia sebagai pendekatan jangka panjang dalam dunia pendidikan. Konsep ini menempatkan kebahagiaan sebagai bagian penting dari kapasitas hidup, yang selaras dengan pengembangan kecerdasan dan karakter. “Ini adalah fondasi untuk melahirkan generasi masa depan yang seimbang antara intelektualitas dan kepribadian,” ujarnya. Bambang turut menekankan peran strategis kepala sekolah sebagai pemimpin visioner, sekaligus agen perubahan di lingkungan pendidikan. Ia berharap kegiatan ini mampu memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan visi tersebut melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, Dr. Agus Muhammad Septiana, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kepemimpinan kepala sekolah, baik dalam pengelolaan satuan pendidikan maupun evaluasi kinerja secara mandiri. Sebanyak 106 kepala sekolah dari jenjang PAUD, SD, dan SMP mengikuti kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 5–6 Mei 2026, di Aula Ahmad Dahlan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro. Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Wali Kota Metro, Kepala Disdikbud, serta akademisi Universitas Lampung, Dr. Darmawan Purba. Agus juga menyoroti tantangan besar yang dihadirkan oleh perkembangan teknologi, yang kini memengaruhi tidak hanya peserta didik, tetapi juga orang tua dan tenaga pendidik. “Kita memiliki tanggung jawab besar untuk membentengi karakter generasi muda di tengah arus teknologi yang begitu deras,” ujarnya. Ia menegaskan pentingnya penguatan nilai-nilai karakter seperti integritas, toleransi, gotong royong, hingga cinta tanah air. Menurutnya, integritas merupakan kunci utama yang harus dimiliki setiap individu. “Integritas itu sederhana, kesesuaian antara apa yang dipikirkan, dikatakan, dan dilakukan,” tegasnya. Selain itu, kepala sekolah didorong untuk terus bertransformasi, khususnya dalam mengimplementasikan kurikulum, termasuk Kurikulum Merdeka, secara kreatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. “Teknologi tidak bisa dihindari, tetapi harus dimanfaatkan secara bijak agar mampu mendukung kesinambungan pendidikan dari PAUD hingga SMP,” tambahnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan para kepala sekolah mampu menjadi teladan, memperkuat manajemen sekolah, serta menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.Dengan demikian, visi besar menghadirkan Generasi Metro Bahagia—generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia—dapat terwujud secara nyata di masa depan. (Yl/Bsr/Sr)

0 Comments

Puluhan Perusahaan di Kota Metro Buka Lowongan Kerja, 89 Posisi Siap Diisi Pencari Kerja

Kabar menggembirakan datang bagi masyarakat Kota Metro dan sekitarnya. Berdasarkan hasil kegiatan job canvassing yang dilakukan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Ketenagakerjaan Kota Metro pada minggu ke-IV April 2026, tercatat sebanyak 22 perusahaan membuka lowongan pekerjaan dengan total kebutuhan mencapai 89 tenaga kerja. Lowongan yang tersedia sangat beragam, mulai dari sektor ritel, keuangan, kesehatan, pendidikan, hingga kuliner. Hal ini menunjukkan geliat ekonomi Kota Metro yang terus berkembang dan membuka peluang luas bagi pencari kerja dengan berbagai latar belakang pendidikan. Sejumlah perusahaan besar turut membuka peluang, seperti PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk yang membutuhkan 10 tenaga sales, serta PT Bank Woori Saudara yang membuka 10 posisi marketing funding untuk lulusan S1 semua jurusan. Selain itu, PT Federal International Finance juga membuka 10 posisi Marketing Credit Executive (MCE). Di sektor pendidikan, SD Islam Terpadu Wahdatul Ummah membuka beberapa posisi guru, mulai dari guru kelas, PJOK, Bahasa Arab, hingga guru Al-Qur’an. Sementara di bidang kesehatan, sejumlah apotek seperti Apotek Metro Medika Seminung dan Apotek Gama membuka peluang bagi tenaga farmasi dan asisten apoteker. Tak hanya itu, sektor UMKM dan usaha lokal juga turut meramaikan bursa kerja. Yo’ Bakery membuka lowongan pramuniaga, sementara Lacosta Cafe membutuhkan tenaga waiter dan staf dapur. Peluang juga tersedia di bidang distribusi dan logistik seperti staf gudang, sopir, hingga staf produksi. Mayoritas posisi mensyaratkan pendidikan minimal SMA/SMK, dengan beberapa posisi khusus membutuhkan keahlian tertentu seperti farmasi, pendidikan, atau keterampilan komunikasi dan pemasaran. Batas usia umumnya berkisar antara 18 hingga 35 tahun, tergantung kebutuhan masing-masing perusahaan. Pencari kerja diimbau untuk membawa langsung surat lamaran ke alamat perusahaan yang dituju. Khusus bagi warga Kota Metro, disarankan melampirkan Kartu Pencari Kerja (AK-1) yang dapat dibuat melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Ketenagakerjaan Kota Metro. Dengan banyaknya peluang yang tersedia, ini menjadi momentum tepat bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan sesuai minat dan keahlian. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh dengan mengunjungi kantor dinas terkait di Jalan AH Nasution No. 15, Kota Metro. (Sr)

0 Comments

ITech Metro Resmi Jadi Akademi Komunitas

Akademi Komunitas ITech Metro diresmikan sebagai lembaga pendidikan tinggi vokasi yang berfokus pada pengembangan keterampilan dan kesiapan kerja di bidang teknologi digital. Peresmian yang digelar di Kota Metro ini dihadiri unsur pemerintah daerah, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah II, Direktorat Kursus dan Pelatihan Kementerian Pendidikan, serta mitra dunia usaha dan industri. Direktur Akademi Komunitas ITech Metro, Elda Susilowaty Tambara, mengatakan pendirian akademi tersebut merupakan hasil proses panjang sejak 2022, saat LKP ITech mendapat pembinaan dari pemerintah pusat untuk bertransformasi menjadi pendidikan tinggi vokasi. “Setelah melalui tahapan verifikasi, visitasi, dan berbagai perbaikan, akhirnya SK pendirian terbit pada 15 Januari 2026,” ujarnya. Pada tahap awal, ITech Metro membuka program studi Diploma 2 Desain Digital dengan masa pendidikan 1–2 tahun. Program ini diarahkan untuk mencetak lulusan siap kerja di bidang digital seperti pemasaran digital, penulisan konten dan periklanan daring. Perwakilan Direktorat Kursus dan Pelatihan Kementerian Pendidikan, Supriyono, menyebut peresmian tersebut sebagai dari transformasi pendidikan nasional yang menekankan kompetensi. “Pendidikan tidak lagi cukup dengan ijazah. Kompetensi dan sertifikasi keahlian menjadi hal utama,” katanya. Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah II, Prof. Ishaq Iskandar, menilai akademi komunitas memiliki peran strategis sebagai penghubung antara lulusan pendidikan menengah dan dunia kerja. Menurutnya, pendidikan tinggi harus mengintegrasikan aspek teknologi, keterampilan dan karakter agar lulusan tidak hanya kompeten, tetapi juga berintegritas. Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana, dalam sambutannya menyatakan bahwa kehadiran ITech Metro menjadi langkah penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan dunia kerja. “Sekarang yang dibutuhkan bukan hanya gelar, tetapi keterampilan. Dunia kerja melihat apa yang bisa dilakukan,” ujarnya. Ia juga mendorong agar ITech Metro berperan sebagai pusat inovasi dan kewirausahaan, khususnya dalam pengembangan ekonomi kreatif, serta mengajak dunia usaha untuk menyerap lulusan lokal. Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun sebagai lembaga pelatihan, ITech Metro diharapkan mampu mencetak tenaga kerja terampil yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global. (Mdn/Sr)

0 Comments

Rakor Inflasi Virtual : Sekjen Kemendagri Tegur Daerah, Apresiasi Lampung Tekan Inflasi di Bawah 1%

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri RI) menggelar rapat koordinasi pengendalian inflasi yang diselenggarakan secara virtual ,diikuti oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Metro,Selasa (05/05/2026). Dalam arahannya, Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir meminta kepala daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk lebih proaktif dalam memantau harga komoditas di lapangan. “Saya minta untuk seluruh teman-teman kepala daerah dan jajarannya khususnya TPID, jangan hanya mengikuti rapat tetapi betul-betul turun. Turun ke pasar, cek dan melaksanakan upaya-upaya,” tegas Tomsi Tohir. Tomsi menyoroti sejumlah provinsi, kabupaten, dan kota yang angka inflasinya masih berada di atas rata-rata nasional (2,42%) serta melampaui batas ideal sebesar 2,5%. Di tingkat provinsi,Provinsi Lampung menjadi provinsi dengan tingkat inflasi tahunan (year-on-year) terendah di Indonesia sebesar 0,53% pada periode April 2026. Berdasarkan data yang dipaparkan, beberapa komoditas pangan masih menunjukkan tren kenaikan di sejumlah wilayah. Minyak goreng mengalami kenaikan di 240 kabupaten/kota, disusul bawang merah di 227 daerah, gula pasir di 193 daerah, dan cabai merah di 148 daerah. Selain itu, komoditas beras juga menjadi perhatian karena masih mengalami kenaikan di 116 daerah. Tomsi mengingatkan para pejabat daerah agar tidak mengabaikan kenaikan harga meskipun dalam nominal yang kecil. Menurutnya, akumulasi kenaikan harga harian akan sangat membebani masyarakat. “Walaupun naiknya Rp100, Rp200, Rp500, itu tetap naik. Saya tidak ingin para peserta rapat dengan kenaikan harga-harga yang seperti itu merasa ‘ah naiknya seperti itu’. Ya kalau setiap hari naiknya 100-100-100 kan akan terasa. Naik Rp100 pun tidak boleh terjadi harusnya, terutama berkaitan dengan komoditas yang diatur oleh pemerintah,” ucapnya. Di sisi lain, Sekjen Kemendagri menyampaikan apresiasi kepada daerah yang berhasil menekan angka inflasi hingga berada di posisi terendah. Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa secara nasional kondisi inflasi Indonesia pada April 2026 berada pada angka yang terkendali, yakni 0,13% secara bulanan (month-to-month) dan 2,42% secara tahunan. “Secara tahunan (y-on-y), April 2026 dibandingkan dengan April 2025, inflasi sebesar 2,42%. Secara tahun kalender atau biasa year-to-date, perbandingan April 2026 terhadap Desember 2025 adalah 1,06%,” ujar Ateng Hartono. Ateng menekankan bahwa meski terdapat tekanan pada sektor transportasi akibat kenaikan harga avtur, beberapa daerah menunjukkan performa yang baik dalam menekan laju harga kebutuhan pokok. “Kalau kita cermati provinsi-provinsinya berdasarkan year-on-year-nya, ini yang terendah adalah Provinsi Lampung, mengalami inflasi di April secara year-on-year-nya 0,53%,” ungkapnya. Rendahnya angka inflasi di Lampung menunjukkan efektivitas sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga rantai pasok dan stabilitas harga pangan. Secara nasional, BPS mencatat beberapa komoditas pangan seperti daging ayam ras, cabai rawit, dan telur ayam ras memberikan andil deflasi yang cukup besar pada bulan April, sehingga mampu meredam gejolak inflasi nasional. Di sisi lain, pemerintah daerah diminta tetap waspada terhadap kelompok pengeluaran transportasi dan penyediaan makanan minuman yang masih menunjukkan tren kenaikan. “Meskipun kita mengalami inflasi month-to-month yang relatif rendah, tetapi perlu untuk diwaspadai tadi ada beberapa komoditas yang masih year-on-year-nya itu cukup tinggi sekali,” pungkasnya. Kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi Ekonomi yang dipaparkan oleh Kepala BPS Kota Metro, Arum Purbowati. Dalam arahannya, BPS Kota Metro akan melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) pada 1 Mei sampai 31 Agustus 2026 untuk mendata seluruh aktivitas ekonomi Indonesia, dari UMKM hingga perusahaan besar secara door to door. Sensus ini bertujuan memotret struktur usaha dan ekonomi digital/lingkungan guna menyusun kebijakan ekonomi nasional.(tm)

0 Comments

Peringatan Hardiknas 2026: Wali Kota Metro Bacakan Pidato Menteri, Paparkan 5 Kebijakan Strategis Pendidikan Nasional

Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, membacakan pidato resmi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dalam Upacara Bendera peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026, yang digelar di halaman Kantor Wali Kota Metro, Senin (04/05/2026). Peringatan tahun ini diangkat sebagai momentum refleksi dan penguatan semangat membangun pendidikan yang memanusiakan manusia sesuai nilai-nilai luhur bangsa. Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini dimaknai sebagai ajang refleksi bersama untuk meneguhkan sekaligus menghidupkan kembali semangat pendidikan nasional. Dalam pidato yang dibacakan, ditekankan bahwa pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan upaya tulus dan penuh kasih dalam memanusiakan manusia. “Pada hakikatnya pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih dan sayang untuk memanusiakan manusia,” demikian disampaikan dalam pidato tersebut. Pendidikan juga dimaknai sebagai proses menemukan serta menumbuhkembangkan fitrah dan potensi manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia. Nilai-nilai dasar pendidikan yang diwariskan oleh Bapak Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara kembali ditegaskan, yakni sistem among yang mencakup asah (ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh (pendampingan dan pembinaan). Prinsip ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003. Lebih lanjut, pendidikan disebut sebagai proses mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membangun watak dan peradaban. Tujuannya adalah membentuk insan yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, serta memiliki kepribadian yang kuat dan bertanggung jawab. Dalam konteks pembangunan nasional, pendidikan juga selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan penguatan sumber daya manusia sebagai kunci menuju Indonesia yang maju, makmur, dan bermartabat. Sebagai langkah konkret, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai program prioritas dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Pendekatan ini diyakini mampu mendorong proses belajar yang lebih bermakna dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik. Pidato tersebut juga menyoroti adagium populer yang menyatakan bahwa kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya, dan perbaikan pendidikan harus dimulai dari ruang kelas. Oleh karena itu, Pembelajaran Mendalam menjadi salah satu ikhtiar strategis dalam mencapai cita-cita pendidikan nasional. Dalam implementasinya, pemerintah menetapkan lima kebijakan strategis. Pertama, pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Hingga tahun 2025, program ini telah menyasar 16.167 satuan pendidikan, sementara papan interaktif digital telah digunakan di lebih dari 288.000 sekolah. Kedua, peningkatan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru. Pemerintah memberikan beasiswa sebesar Rp3.000.000 per semester bagi guru yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan S1 melalui program RPL. Tahun 2025, program ini menjangkau 12.500 guru dan meningkat menjadi 150.000 guru pada 2026. Selain itu, guru juga mendapatkan pelatihan di berbagai bidang seperti Pembelajaran Mendalam, bimbingan konseling, koding, kecerdasan artifisial, kepemimpinan sekolah, dan bahasa Inggris. Pemerintah juga meningkatkan kesejahteraan melalui tunjangan sertifikasi yang kini ditransfer langsung setiap bulan serta insentif bagi guru honorer. Ketiga, penguatan karakter melalui penciptaan lingkungan sekolah yang aman, sehat, bersih, dan indah sesuai konsep ASRI. Sekolah diharapkan menjadi rumah kedua yang nyaman bagi peserta didik sekaligus ruang untuk membangun integrasi sosial. “Program penguatan karakter juga diwujudkan melalui Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pagi Ceria, kegiatan pramuka, hingga pembelajaran berbasis pengalaman dan kurikulum tersembunyi. Peluncuran lagu anak juga menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai kebersamaan dan toleransi,”ungkap Bambang dalam pidatonya. Keempat, peningkatan kualitas pembelajaran melalui penguatan literasi, numerasi, serta pengembangan STEM dan Tes Kemampuan Akademik (TKA). TKA tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur kemampuan, tetapi juga sebagai dasar intervensi peningkatan mutu pendidikan. Kelima, perluasan akses pendidikan yang inklusif dan merata. Pemerintah membuka berbagai jalur layanan seperti sekolah satu atap, pendidikan jarak jauh, sekolah terbuka, hingga komunitas belajar. “Layanan ini juga mencakup pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus melalui penguatan sekolah inklusi dan sekolah luar biasa, “jelasnya. Dalam kurun waktu 18 bulan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah membangun fondasi pendidikan bermutu untuk semua melalui integrasi empat pusat pendidikan, yakni sekolah, keluarga, masyarakat, dan media. Namun demikian, ditekankan bahwa keberhasilan seluruh kebijakan tersebut sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak, termasuk masyarakat dan dunia usaha. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam memajukan pendidikan nasional. “Kebijakan pendidikan juga ditentukan oleh tiga hal utama, yakni mindset yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus. Tanpa ketiganya, program pendidikan hanya akan menjadi formalitas tanpa dampak nyata, untuk itu terus memperkuat kerja sama dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, demi Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat,”tutupnya. (Bsr/Bgs/Yl)

0 Comments

Gas Amal Trail Adventure di Metro Dongkrak UMKM dan Galang Dana Pembangunan Masjid

Ratusan pecinta otomotif trail dari berbagai daerah di Provinsi Lampung, memadati Lapangan SMP Negeri 9 Mulyosari, Metro Barat, dalam kegiatan Gas Amal Trail Adventure yang digelar Gabungan Trail Kota Metro, Minggu (03/05/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 500 peserta tersebut tidak hanya menjadi ajang penyaluran hobi dan silaturahmi antar komunitas trail, namun juga membawa misi sosial melalui penggalangan dana untuk pembangunan Masjid Aryirod di Kelurahan Mulyosari, Metro Barat. Ramainya peserta dan pengunjung yang hadir turut memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang membuka lapak di area kegiatan. Berbagai jenis makanan, minuman, hingga produk lokal tampak ramai diserbu pengunjung sejak pagi hari. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut mengapresiasi kolaborasi komunitas trail dengan masyarakat dalam menghadirkan kegiatan yang bernilai ekonomi dan sosial. “Kegiatan ini sangat positif karena bukan hanya menjadi sarana olahraga dan silaturahmi, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat, serta membantu penggalangan dana pembangunan masjid. Ini bentuk kebersamaan dan gotong royong yang patut diapresiasi,” ujar Bambang. Menurutnya, kegiatan berbasis komunitas seperti Gas Amal Trail Adventure dapat menjadi ruang promosi daerah sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM lokal di Kota Metro. “Kami melihat antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Kehadiran peserta dari berbagai daerah tentu memberikan dampak ekonomi bagi pedagang kecil dan UMKM sekitar. Pemerintah Kota Metro akan terus mendukung kegiatan masyarakat yang mampu memberikan manfaat luas bagi daerah,” tambahnya. Salah satu pelaku UMKM, Siti Rohani, pedagang makanan di sekitar lokasi kegiatan, mengaku mengalami peningkatan penjualan selama acara berlangsung. “Alhamdulillah dagangan hari ini ramai sekali. Banyak peserta dan pengunjung yang membeli makanan dan minuman. Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan karena sangat membantu pedagang kecil seperti kami,” katanya. Suasana kegiatan semakin meriah saat Wali Kota Metro, turut mencoba lintasan trail bersama para peserta. Kehadiran orang nomor satu di Kota Metro itu disambut antusias oleh peserta maupun masyarakat yang hadir di lokasi kegiatan. Selain mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi bukti bahwa event komunitas dapat menghadirkan manfaat sosial, ekonomi, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat. (Bsr/Mdn/Sr)

0 Comments

CFD Kota Metro Semarak, Peringati Hari Hipertensi Sedunia ke-21 Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis

Ribuan warga memadati kawasan pertigaan Masjid Taqwa Kota Metro pada Minggu pagi (03/05/2026) untuk mengikuti Car Free Day (CFD) yang kali ini tampil lebih semarak. Tak sekadar ajang olahraga dan rekreasi, kegiatan ini juga dirangkai dengan peringatan Hari Hipertensi Sedunia ke-21, serta peresmian Senam PKK Bahagia dengan diiringi berbagai layanan kesehatan gratis untuk masyarakat. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menjelaskan bahwa pelaksanaan CFD merupakan agenda rutin yang digelar setiap Minggu pertama. Namun, khusus pada bulan Mei ini, kegiatan dikemas lebih semarak dukarenakan bertepatan dengan peringatan Hari Hipertensi Sedunia dan melibatkan kolaborasi bersama Dinas Kesehatan. “Pelaksanaan Car Free Day hari ini terasa istimewa karena bertepatan dengan peringatan Hari Hipertensi Sedunia ke-21, serta melibatkan kolaborasi aktif dengan Dinas Kesehatan. Dalam kegiatan ini, Dinas Kesehatan mengambil peran yang lebih dominan dengan menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, sebagai upaya memastikan masyarakat tetap sehat,” ujarnya. Menurutnya, hal ini menjadi upaya konkret pemerintah dalam mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya. Lebih lanjut, Bambang juga mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut mendapat sambutan positif, tidak hanya dari masyarakat tetapi juga dari para tenaga medis. Ia menyebutkan bahwa para dokter menunjukkan antusiasme tinggi karena dapat berkontribusi langsung dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada warga. “Melalui kegiatan ini, para dokter secara tidak langsung mengabdikan diri untuk melayani masyarakat Kota Metro, dan kita ingin memastikan masyarakat kita dalam kondisi sehat,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Fitri Agustina, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata dan Dinas Kesehatan serta didukung oleh berbagai pemangku kepentingan dan organisasi profesi kesehatan se-Kota Metro. Ia menjelaskan bahwa sejumlah layanan kesehatan gratis disediakan dalam kegiatan tersebut, mulai dari konsultasi dokter spesialis penyakit dalam, anak, THT, mata, hingga layanan akupunktur. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan edukasi terkait hipertensi, pemeriksaan kesehatan gratis dari seluruh puskesmas, pemeriksaan prolanis, layanan fisioterapi, hingga kegiatan donor darah. “Kegiatan ini sejalan dengan visi dan misi Wali Kota Metro dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat . Dan kita terus mengupayakan hal tersebut yang dibuktikan dengan menunjukkan hasil meningkatnya angka harapan hidup masyarakat di Kota Metro,” tuturnya. Terkait kondisi hipertensi, dirinya mengungkapkan bahwa saat ini angka prevalensi hipertensi di Kota Metro berada di kisaran 27 persen, sehingga diimbau kepada masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat guna menekan angka tersebut. “Melalui pola makan yang sehat, aktivitas fisik yang cukup, rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, serta menjaga pola hidup bersih dan teratur, diharapkan angka hipertensi dapat terus menurun,” pungkasnya.(Tm/Yud)

0 Comments

2.168 GTK Metro Semarakkan Hardiknas 2026 Lewat Shibori dan Nyeruit

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2026, Komunitas Guru dan Tenaga Pendidik (GTK) Kota Metro menggelar kegiatan budaya dan edukasi bertema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” di Taman Merdeka Kota Metro, Sabtu (02/05/2026). Acara yang diikuti sebanyak 2.168 orang guru dan tenaga kependidikan ini juga dihadiri oleh Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, jajaran Forkopimda, perwakilan instansi pendidikan provinsi, serta tokoh masyarakat. Kepala Dinas Pendidikan Kota Metro, Agus Muhammad Septiana, mengungkapan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh komunitas GTK Kota Metro, dimana Dinas Pendidikan, Wali Kota Metro, dan Ketua hanya men-support dan menjadi pengarah saja dalam kegiatan tersebut. Sebagai Kepala Dinas, dirinya juga mengungkapkan bahwa khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, sepenuhnya akan mendukung setiap kegiatan yang dilaksanakan GTK Metro dan aktivitas yang positif yang dikembangkan oleh komunitas guru dan tenaga kependidikan. “Selama ini kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh komunitas guru dan tenaga kependidikan di bawah bimbingan PGRI mampu menyatukan semua guru baik di lingkup PAUD, SD, hingga SMP yang melintasi sekat-sekat satuan pendidikan serta mengedepankan praktik baik berbasis kearifan lokal,” jelasnya. Ia juga menyampaikan bahwa pada kegiatan tersebut terdapat dua agenda besar dengan melibatkan sebanyak 2.168 guru dan tenaga kependidikan yang bersama Forkopimda. Sedangkan, Ketua DPRD akan melakukan membatik shibori secara bersama-sama, serta mengikuti kegiatan nyeruit sebagai upaya melestarikan budaya Lampung, sekaligus mempererat silaturahmi antar insan pendidikan. “Komunitas GTK bukanlah struktur resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro. Ini adalah ruang terbuka sukarela di mana mereka belajar bersama-sama untuk menjadikan ruang ini sebagai ruang praktik baik untuk saling membina, saling bersilaturahim, dan saling membagi informasi di kalangan guru dan tenaga kependidikan di Kota Metro,” tuturnya. Agus berharap, agar komunitas GTK terus diberikan ruang untuk berkreasi sehingga pendidikan di Kota Metro semakin maju, berkembang, dan menjadi yang terdepan di Provinsi Lampung. “Saya juga ingin menyampaikan pesan, bahwa jangan pernah berhenti belajar, berkarya, dan berkolaborasi. Kehadiran Anda semua di dalam komunitas GTK adalah bukti bahwa guru di Metro siap menjadi agen perubahan,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala BGTK Provinsi Lampung yang diwakili Ketua Tim Fasilitasi Kemitraan dan Publikasi, Lilis Setya Rini, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar berkumpul, melainkan merayakan makna menjadi pendidik dan penjaga peradaban, karena pendidikan bukan hanya tentang ruang kelas, tetapi juga tentang rasa, nilai, dan bagaimana menanamkan jati diri kepada generasi masa depan. “Dan hari ini, melalui kegiatan membatik Shibori dan Nyeruit bersama, kita sedang bersama-sama melakukan ikhtiar besar yang bermakna yang sedang menghidupkan budaya, kita sedang merawat identitas, dan kita sedang menanamkan karakter,” tegasnya. Tak hanya itu, Lilis juga menekankan bahwa membatik bukan hanya soal motif, tetapi tentang kesabaran, ketekunan, dan keindahan proses, sedangkan nyeruit bukan sekadar makan bersama, melainkan tentang kebersamaan, kesetaraan, dan rasa memiliki. “Sesuai tema kita pada pagi hari ini, yaitu kolaborasi budaya dan kreasi GTK menuju pendidikan berkarakter, adalah sebuah panggilan. Panggilan untuk tidak berjalan sendiri, panggilan untuk saling menguatkan, panggilan untuk menjadikan budaya sebagai fondasi pendidikan yang hidup,” ujarnya. Ia mengajak para guru untuk terus bergerak tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik dengan hati serta menghadirkan makna dalam setiap pembelajaran. “Anak-anak kita tidak hanya membutuhkan guru yang pintar, tetapi juga membutuhkan guru yang berjiwa yang mampu menghadirkan makna dalam setiap pembelajaran dan mampu menghubungkan ilmu dalam kehidupan,” ungkapnya. Dalam kesempatan ini juga, dirinya melihat itu semua ada di sini, di semangat kolaborasi, kreativitas yang tumbuh, kebersamaan yang hangat pagi ini. “Mari kita buktikan bahwa pendidikan di Kota Metro tidak hanya maju secara pengetahuan, tetapi juga dalam karakter, kaya dalam budaya dan kokoh dalam hati,” tambahnya. Lilis berharap seluruh peserta yang hadir dapat jadikan BGTK Lampung bukan hanya tempat singgah tetapi tempat bertumbuh, bukan hanya tempat bertemu tetapi tempat menyatu dalam visi yang sama. “Karena ketika kita bersama, bukan hanya program yang akan kita jalankan, tetapi masa depan yang kita bangun bukan hanya mengajar tapi menginspirasi,” paparnya. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang dinilai mampu memperkuat karakter dan budaya dalam dunia pendidikan, mengingatkan pentingnya keseimbangan antara pengetahuan dan karakter dalam pendidikan. Ia mengutip ayat pertama Al-Qur’an, “Iqra bismi robbikal ladzi kholaq”, sebagai dasar pendidikan yang memadukan ilmu dan keimanan. “Membaca itu bukan hanya sekedar membaca buku atau tulisan, tapi juga membaca alam semesta yang menjadikan kita pintar sekaligus memiliki karakter yang benar. Kita harapkan lahir generasi yang komplit: pintar juga benar, benar juga pintar,” ujarnya. Bambang juga menuturkan bahwa Pemerintah Kota Metro, akan terus mendukung berbagai kegiatan inovatif yang digagas oleh komunitas pendidikan, serta berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan berkembang lebih besar di masa mendatang. “Guru itu ibarat orang tua, harus selalu prihatin dalam mendidik. Namun keprihatinan ini bukan berarti harus kekurangan, tetapi keprihatinan adalah bentuk ketulusan. Pemerintah juga terus berupaya meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik. Oleh karena itu, marilah kita doakan agar bangsa ini selalu diberi rezeki melimpah, sehingga kesejahteraan guru dan seluruh masyarakat Kota Metro terus meningkat,” jelasnya. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota turut menyampaikan berbagai informasi terkait perkembangan Kota Metro, termasuk rencana kegiatan besar yang akan berdampak pada peningkatan perekonomian daerah. “Mudah-mudahan PON 2032 nanti beberapa cabang olahraga digelar di Metro, antara lain silat kuras dan sepak bola perempuan. Stadion Tejosari kemungkinan akan direnovasi menjadi megah, dan harapannya cabang renang serta tenis juga masuk ke Metro,” ucapnya. Selain itu, pada Juli-Agustus mendatang akan hadir sekitar 5.000 mahasiswa dari dua perguruan tinggi besar yang melaksanakan KKL, PPL, dan KKN di seluruh kelurahan Metro. “Ini akan berdampak positif bagi perekonomian warga, karena perputaran uang akan meningkat signifikan,” tambahnya. Di akhir sambutan, Wali Kota Metro kembali mengapresiasi inisiatif GTK yang menyelenggarakan kegiatan ini secara mandiri tanpa menggunakan dana APBD. “Ini contoh nyata kemandirian dan kreativitas. Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, semoga kegiatan ini menjadi awal dari gerakan pendidikan yang lebih besar dan membawa kemajuan bagi Kota Metro tercinta,” pungkasnya. (Yl/Bsr)

0 Comments

Dua Siswa Kota Metro Lolos Seleksi Nasional Calon Paskibraka

Kabar membanggakan datang dari Kota Metro. Dua pelajar terbaik berhasil lolos dalam seleksi tingkat nasional calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Jasmine Alya Nur Syarafana, siswi dari SMAN 1 Metro, berhasil terpilih sebagai wakil putri untuk melaju ke tingkat nasional. Prestasi ini menjadi bukti dedikasi dan kerja kerasnya selama mengikuti seluruh tahapan seleksi yang ketat. Sementara itu, Muhyi Dermawan Agung, siswa dari SMAN 3 Metro, ditetapkan sebagai calon cadangan putra. Meski berstatus cadangan, pencapaian tersebut tetap menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah maupun masyarakat Kota Metro. Seleksi calon Paskibraka dikenal memiliki proses yang panjang dan kompetitif, mulai dari tingkat daerah hingga nasional, dengan penilaian meliputi aspek fisik, mental, kedisiplinan, serta wawasan kebangsaan. Pemerintah daerah dan pihak sekolah turut memberikan apresiasi atas pencapaian kedua siswa tersebut. Mereka berharap, keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lain untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama daerah. (Sr)

0 Comments

Terima Rekomendasi DPRD atas LKPJ 2025, Wali Kota Metro Paparkan 4 Langkah Strategis Pembangunan

Wali Kota Metro menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Metro dalam rangka penyampaian Surat Keputusan (SK) DPRD tentang rekomendasi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Metro Tahun Anggaran 2025, yang menjadi titik penting dalam rangka evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah selama satu tahun anggaran. Rapat paripurna yang berlangsung di ruang rapat DPRD Kota Metro, dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Metro dan dihadiri oleh unsur pimpinan serta anggota dewan, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, para kepala perangkat daerah, serta tamu undangan lainnya. Dalam agenda utama rapat, DPRD Kota Metro secara resmi menyampaikan SK berisi rekomendasi terhadap LKPJ Wali Kota Metro Tahun Anggaran 2025, yang merupakan rekomendasi dari hasil pembahasan dan kajian mendalam DPRD terhadap pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah daerah selama tahun berjalan. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD, khususnya Panitia Khusus (Pansus) LKPJ 2025, atas dedikasi dan pemikiran konstruktif dalam mengkaji dokumen Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025, kepala daerah yang menjadi bagian penting dalam evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah, serta penguatan fungsi pengawasan legislatif terhadap kinerja eksekutif. Untuk itu, Bambang menegaskan bahwa sinergi antara eksekutif dan legislatif merupakan kunci dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, serta keberpihakan pada kesejahteraan masyarakat. “Rekomendasi DPRD yang mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2024 bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan instrumen evaluasi berbasis hasil (outcome) dan rekomendasi yang akan menjadi pedoman dalam penyempurnaan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), optimalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), serta perbaikan kebijakan pembangunan ke depan,”ungkap Bambang dalam rapat tersebut, Kamis (30/04/2026). Dalam pemaparannya, Wali Kota Metro juga menyampaikan sejumlah capaian indikator makro pembangunan sepanjang tahun 2025 yang telah menunjukkan tren positif, mulai dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang tercatat mencapai 81,22, rata-rata lama sekolah 11,19 tahun, Indeks Reformasi Birokrasi sebesar 77,97, serta cakupan Universal Health Coverage (UHC) mencapai 99,96 persen. “Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah aspek mikro yang perlu mendapat perhatian dan penyempurnaan,”tuturnya. Sebagai tindak lanjut, Wali Kota Metro juga menguraikan empat langkah strategis yang akan dilakukan pemerintah daerah yaitu, pertama optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui ekstensifikasi dan digitalisasi, termasuk penguatan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, serta pemanfaatan aplikasi dalam peningkatan retribusi dan pengawasan sektor usaha. “Kedua, penguatan manajemen infrastruktur terpadu di tengah keterbatasan fiskal akibat penurunan dana transfer dari pemerinpinggiran,”jelasnya. Meski demikian, Bambang menekankan bahwa Pemerintah Kota Metro tetap berkomitmen menjalankan pembangunan secara efisien dan terukur, termasuk dalam penanganan sistem drainase perkotaan serta pelaksanaan program penerangan jalan umum di wilayah pinggiran. “Ketiga, percepatan penanganan stunting secara terintegrasi dengan prevalensi stunting sebesar 14,8 persen pada tahun 2024, untuk itu pemerintah daerah akan mengoptimalkan intervensi lintas sektor mulai dari layanan kesehatan, sanitasi, penyediaan air bersih hingga edukasi keluarga.Serta melakukan peningkatan kualitas layanan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit yang juga, menjadi prioritas utama,”tegasnya.. Keempat, Pemerintah Kota Metro juga akan melakukan pembenahan tata kelola aset daerah serta penguatan sistem merit dalam manajemen aparatur sipil negara (ASN) dalam penertiban legalitas aset dan penerapan prinsip meritokrasi guna meningkatkan profesionalisme birokrasi. Tak sampai disitu, Wali Kota Metro juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan hexa-helix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, komunitas, dan media dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. “Saya juga meminta seluruh perangkat daerah untuk segera menyusun rencana aksi (action plan) berdasarkan rekomendasi DPRD dengan indikator yang terukur dan evaluasi berkala, mengingat keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari dokumen perencanaan, tetapi dari implementasi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”ungkap Bambang. Sebagai Wali Kota Metro, Bambang juga berharap sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan terus terjaga guna mewujudkan visi pembangunan daerah, yakni “Metro Kota Cerdas Berbasis Jasa dan Budaya yang Religius,” serta mendorong kemajuan yang berkelanjutan. (Yud/Sr)