0 Comments

Wali Kota Metro Resmikan Mural “Malu Buang Sampah Sembarangan”, Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan

Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, meresmikan mural bertajuk “Malu Buang Sampah Sembarangan” yang dirangkaikan dengan kegiatan Senam Sampah Sehat Bersama dan Bazar Produk UMKM Sampah di Kota Metro, Minggu (9/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Metro bersama masyarakat, dalam meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus mendorong pengelolaan sampah agar memiliki nilai guna dan ekonomi. Dalam sambutannya, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso mengatakan, peresmian mural tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi salah satu media komunikasi publik untuk menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. “Kegiatan hari ini bukan sekadar seremoni peresmian sebuah mural. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan membangun kesadaran dan budaya masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Bambang. Menurutnya, pesan “Malu Buang Sampah Sembarangan” memiliki makna sederhana, tetapi kuat dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat. Kesadaran menjaga kebersihan perlu dibangun mulai dari kebiasaan sehari-hari. Bambang juga menegaskan, kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun petugas kebersihan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. “Menjaga kebersihan bukan hanya tugas pemerintah, petugas kebersihan, atau komunitas lingkungan, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya. Ia mengajak masyarakat Kota Metro membangun budaya malu membuang sampah sembarangan dan menumbuhkan kebanggaan dalam menjaga lingkungan tetap bersih. Selanjutnya, Bambang juga menegaskan bahwa program dan kebijakan pemerintah akan berjalan lebih optimal apabila diikuti perubahan perilaku masyarakat. Karena itu, kesadaran dan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. Dalam kesempatan tersebut, Bambang juga mengaitkan kebersihan lingkungan dengan kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan Senam Sampah Sehat Bersama, masyarakat diajak membangun kesadaran bahwa lingkungan yang bersih turut mendukung kehidupan yang sehat. Ia mengingatkan, sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan persoalan lingkungan dan berpotensi mengganggu kesehatan. Karena itu, pengelolaan sampah perlu dimulai dari sumbernya, terutama lingkungan rumah tangga. “Mari kita mulai dari hal-hal sederhana, mulai dari kurangi sampah, pilah sampah dari rumah, gunakan kembali barang yang masih layak, dan buang sampah pada tempatnya,” katanya. Selain aspek lingkungan dan kesehatan, kegiatan tersebut juga menampilkan potensi ekonomi melalui Bazar Produk UMKM Sampah. Bambang mengapresiasi kreativitas masyarakat yang mampu mengolah dan memanfaatkan sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.“Dengan kreativitas dan inovasi, sampah dapat dipilah, diolah, didaur ulang, dan memiliki nilai ekonomi,” ujarnya. Menurutnya, pengembangan usaha masyarakat berbasis pengelolaan sampah dapat menjadi salah satu upaya mengurangi timbulan sampah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Tambahnya di akhir acara, Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah secara bertanggung jawab, mulai dari mengurangi penggunaan barang yang menghasilkan sampah, memilah sampah, hingga memanfaatkan kembali barang yang masih memiliki nilai guna. “Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan menjadi momentum untuk memperkuat gerakan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan Kota Metro,” harap Bambang. Setelah menyampaikan sambutan, Wali Kota Metro secara resmi meresmikan mural “Malu Buang Sampah Sembarangan” sebagai bagian dari kampanye perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Metro, jajaran Asisten Sekda, kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Metro, Kepala Cabang BNI Metro, Camat Metro Utara, Lurah Banjarsari, Founder Kampung Sampah Banjarsari, serta para undangan dan masyarakat. Peresmian mural tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai simbol visual di ruang publik, tetapi dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk membangun kebiasaan mengurangi dan memilah sampah dari sumbernya, memanfaatkan kembali barang yang masih layak, serta bersama-sama mewujudkan Kota Metro yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (YD/SR)

0 Comments

Wali Kota Metro Tinjau Langsung Penanganan Drainase dan Air Lindi di TPAS Karang Rejo

Pemerintah Kota Metro terus memperkuat penataan dan pembenahan sistem pengelolaan lingkungan di kawasan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Karang Rejo. Upaya tersebut ditinjau langsung oleh Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso untuk memastikan pembangunan drainase serta penanganan aliran air hujan dan air lindi berjalan optimal, Minggu (09/08/2026). Peninjauan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Metro dalam meningkatkan pengelolaan TPAS Karang Rejo secara bertahap dan berkelanjutan, sekaligus memastikan infrastruktur yang dibangun dapat berfungsi dengan baik. Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso mengatakan, penanganan TPAS Karang Rejo perlu dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan aspek lingkungan serta kondisi masyarakat di sekitar kawasan. “Kami melihat langsung kondisi di lapangan untuk memastikan penanganan TPAS Karang Rejo berjalan dengan baik. Salah satu yang menjadi perhatian adalah bagaimana aliran air hujan dapat dipisahkan dari air lindi, sehingga pengelolaannya bisa lebih baik,” ujar Bambang. Ia menegaskan, Pemerintah Kota Metro terus mendorong proses pembenahan TPAS secara bertahap, dari sistem open dumping menuju control land fill atau sanitary land fill. Salah satu bagian penting dalam proses tersebut adalah penanganan dan pengelolaan air lindi yang berada di sekitar kawasan TPAS. Dalam peninjauan tersebut, Bambang melihat langsung pembangunan drainase konvensional menggunakan batu belah. Infrastruktur ini disiapkan untuk mengoptimalkan aliran air hujan dari bagian hulu menuju hilir, sekaligus menjaga agar aliran tersebut tidak bercampur dengan air lindi. Lebih lanjut Bambang Iman Santoso menegaskan, pembangunan dan pembenahan infrastruktur di TPAS Karang Rejo akan terus dikawal agar pelaksanaannya sesuai dengan kebutuhan teknis dan kondisi di lapangan. “Yang terpenting, pembangunan ini memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Kami akan terus melakukan pengawasan dan pembenahan secara bertahap agar pengelolaan TPAS Karang Rejo semakin baik,” pungkas Bambang. Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Metro Sri Mulyani menjelaskan, penanganan secara teknis dilakukan dengan memisahkan jalur aliran air hujan dan air lindi. “Secara teknis, kami melakukan pemisahan antara aliran air hujan dan air lindi. Untuk aliran air lindi, kami memasang pipa HDPE yang fleksibel dan berpori atau berlubang, sehingga alirannya dapat diarahkan dan ditangani dengan lebih optimal,” jelas Sri Mulyani. Selain pemasangan pipa HDPE, DPUTR Kota Metro juga melakukan pembangunan box culvert pada sejumlah titik untuk mendukung pemisahan aliran air hujan dan air lindi.Pada jalur air lindi, turut dipasang U-Ditch untuk membantu mengoptimalkan aliran sehingga pengelolaannya dapat dilakukan secara lebih terarah. Sri Mulyani menambahkan, berbagai pekerjaan tersebut merupakan bagian dari langkah pembenahan TPAS Karang Rejo, khususnya dalam meningkatkan sistem drainase dan pengelolaan air lindi. Menurutnya, pemisahan aliran air hujan dan air lindi menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pengelolaan TPAS yang lebih tertata dan berwawasan lingkungan. Langkah ini merupakan bagian dari tindak lanjut terhadap keputusan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait pengelolaan TPAS Karang Rejo, sekaligus sebagai upaya Pemerintah Kota Metro dalam mengakomodasi aspirasi masyarakat untuk mewujudkan penyelenggaraan dan pengelolaan sampah yang lebih baik, tertata, dan berkelanjutan. (Bsr/Sr)

0 Comments

Bekali 31 Calon Paskibraka, Wali Kota Metro Tekankan Karakter Kepemimpinan dan Cinta Tanah Air

Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso mengingatkan 31 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Metro Tahun 2026, agar menjadikan momentum Paskibraka sebagai bagian dari proses pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kecintaan terhadap tanah air. Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Metro saat menjadi narasumber dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Desa Bahagia bagi calon Paskibraka Kota Metro Tahun 2026, yang berlangsung di Aula Aidea Grande Hotel, Sabtu malam (8/8/2026). “Jangan hanya Merah Putih yang kalian kibarkan di lapangan. Namun bentangkan juga semangatnya dalam kehidupan,” pesan Bambang kepada para calon Paskibraka. Menurutnya, menjadi Paskibraka bukan semata-mata sebuah kehormatan untuk melaksanakan tugas pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Lebih dari itu, proses tersebut menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk memahami arti tanggung jawab, kedisiplinan, persatuan, kepemimpinan, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara. Sebanyak 31 calon Paskibraka yang mengikuti diklat terdiri atas 16 putra dan 15 putri. Mereka merupakan siswa-siswi SMA/SMK sederajat, baik negeri maupun swasta, se-Kota Metro yang telah dinyatakan lulus dalam seleksi calon Paskibraka Tahun 2026. Bambang meminta seluruh peserta mengikuti proses pendidikan dan pelatihan dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, proses yang dijalani selama sepuluh hari tidak hanya bertujuan membentuk kemampuan teknis, tetapi juga membangun karakter dan mental generasi muda. “Mungkin kalian akan merasa lelah. Mungkin ada saatnya kalian ingin mengeluh, bahkan ingin menyerah. Tetapi jangan berhenti. Kalian sedang ditempa. Setiap keringat yang keluar hari ini, suatu saat akan menjadi cerita yang kalian banggakan,” ujarnya. Ia juga mengajak para calon Paskibraka memahami bahwa Merah Putih memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar simbol negara. “Ketika nanti kalian berdiri di lapangan dan memegang sang pusaka Merah Putih, jangan melihatnya hanya sebagai sebuah bendera. Di sana ada sejarah bangsa, ada perjuangan para pahlawan, ada air mata, pengorbanan, dan harapan dari seluruh rakyat Indonesia,” kata Bambang. Karena itu, lanjutnya, wawasan kebangsaan dan cinta tanah air harus diwujudkan melalui perilaku sehari-hari. Nilai-nilai Pancasila, persatuan, gotong royong, kedisiplinan, serta penghormatan terhadap sesama harus menjadi bagian dari karakter generasi muda. “Cinta tanah air bukan hanya ketika kalian berdiri tegap di depan bendera. Cinta tanah air adalah ketika kalian jujur, disiplin, menghargai perbedaan, menjaga persatuan, menghormati orang tua dan guru, belajar dengan sungguh-sungguh, serta mau memberikan sesuatu yang terbaik untuk bangsa,” tuturnya. Bambang berharap pengalaman selama menjadi calon Paskibraka dapat memberikan bekal bagi para peserta untuk menjadi teladan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Ia menekankan, predikat Paskibraka seharusnya tidak berhenti setelah selesainya upacara peringatan Hari Kemerdekaan. Semangat dan nilai yang diperoleh selama mengikuti pendidikan diharapkan terus dibawa dalam kehidupan mereka. “Saya ingin kalian tidak hanya menjadi Paskibraka untuk satu hari. Jadilah Paskibraka dalam sikap dan kehidupan kalian. Jadilah anak-anak muda yang ketika melihat persoalan tidak hanya mengeluh, tetapi berani mengambil peran dan memberikan solusi,” tegasnya. Bambang juga mengingatkan bahwa 31 calon Paskibraka tersebut merupakan bagian dari generasi yang kelak akan mengambil peran dalam pembangunan Kota Metro maupun Indonesia. “Kalian masih muda. Jalan kalian masih panjang. Suatu hari nanti mungkin ada di antara kalian yang menjadi guru, dokter, pengusaha, birokrat, pemimpin, atau profesi apa pun. Ke mana pun kalian melangkah, jangan pernah tinggalkan nilai-nilai yang kalian pelajari di sini. Tetaplah menjadi manusia yang mencintai Indonesia,” pesannya. Sementara itu, Diklat Desa Bahagia calon Paskibraka Kota Metro Tahun 2026 berlangsung selama 10 hari, mulai 8 hingga 18 Agustus 2026. Selama mengikuti kegiatan, para peserta menjalani rangkaian pendidikan dan pelatihan sejak pukul 06.00 hingga 22.00 WIB. Materi yang diberikan mencakup wawasan kebangsaan, Pancasila, pembentukan karakter dan kepemimpinan, serta pembinaan dan latihan teknis pengibaran dan penurunan Bendera Pusaka. Melalui rangkaian tersebut, Pemerintah Kota Metro berharap para calon Paskibraka tidak hanya memiliki kemampuan teknis dalam menjalankan tugas, tetapi juga tumbuh sebagai generasi muda yang memiliki karakter kuat, disiplin, berintegritas, serta memiliki rasa cinta dan tanggung jawab terhadap bangsa dan negara. Sebab, tugas mengibarkan Merah Putih mungkin hanya berlangsung dalam hitungan menit. Namun, nilai tentang persatuan, perjuangan, pengorbanan, dan cinta tanah air yang menyertainya diharapkan terus hidup dalam diri mereka. Diujung sesi sebagai pemateri Walikota Metro berpesan kepada para peserta bahwa Merah Putih boleh dikibarkan di tiang pada satu momentum, Tetapi semangatnya harus tetap berkibar dalam kehidupan (Bsr/Sr)

0 Comments

Pemkot Metro Buka Diklat “Desa Bahagia” bagi 31 Calon Paskibraka 2026

Pemerintah Kota Metro resmi membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Desa Bahagia bagi 31 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Metro Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, serta penguatan nilai-nilai Pancasila bagi generasi muda. Diklat secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro, Ahmad Hariyanto, di Hotel Aidia Metro. Sebanyak 31 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 16 putra dan 15 putri yang merupakan siswa-siswi SMA/SMK sederajat, baik negeri maupun swasta, se-Kota Metro yang telah dinyatakan lulus seleksi calon Paskibraka Tahun 2026, Sabtu (8/8/2026). Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Metro, Bangkit Hariyo Utomo, dalam laporannya menyampaikan bahwa Diklat Desa Bahagia merupakan salah satu tahapan pembentukan Paskibraka Kota Metro Tahun 2026. Pelaksanaannya mengacu pada ketentuan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), serta regulasi dan keputusan Pemerintah Kota Metro. “Diklat Desa Bahagia calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Kota Metro Tahun 2026 diikuti 31 peserta, terdiri dari 16 putra dan 15 putri,” ujar Bangkit. Ia menjelaskan, pendidikan dan pelatihan dilaksanakan selama 10 hari, mulai 8 hingga 18 Agustus 2026, dengan rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak pukul 06.00 hingga 22.00 WIB. Selama mengikuti diklat, peserta akan menjalani dua rangkaian utama. Pertama, pembelajaran aktif melalui pemberian materi wawasan kebangsaan, Pancasila, karakter dan kepemimpinan. Kedua, peserta mendapatkan pembinaan dan latihan teknis pengibaran serta penurunan Bendera Pusaka. Latihan teknis tersebut melibatkan pelatih dari unsur TNI, Polri dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Metro. Kolaborasi ini diharapkan dapat membentuk peserta menjadi generasi muda yang disiplin, tangguh, bertanggung jawab, serta mampu bekerja sama dalam satu tim. Bangkit turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Diklat Desa Bahagia, khususnya jajaran TNI dan Polri, PPI Kota Metro, para pelatih, pamong, tenaga kesehatan, serta seluruh panitia. Sementara itu, Sekda Kota Metro Ahmad Hariyanto, mengapresiasi seluruh pihak yang telah mempersiapkan dan mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, Diklat Desa Bahagia tidak semata-mata menjadi persiapan teknis menuju pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga menjadi ruang pembinaan generasi muda. “Pendidikan dan pelatihan ini bukan sekadar persiapan teknis menjelang upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Lebih dari itu, diklat ini merupakan proses pembentukan karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, serta penanaman nilai-nilai Pancasila, nasionalisme dan cinta tanah air,” ujar Ahmad. Ia menegaskan, Paskibraka merupakan bagian dari proses kaderisasi calon pemimpin bangsa yang berkarakter Pancasila. Karena itu, 31 peserta yang telah berhasil melewati proses seleksi dinilai sebagai putra-putri terbaik Kota Metro yang mendapat kepercayaan untuk mengemban tugas mulia sebagai pengibar Bendera Pusaka. Ahmad juga mengingatkan bahwa Paskibraka bukanlah aktivitas individual, melainkan kerja tim yang membutuhkan kekompakan, kedisiplinan dan rasa tanggung jawab dari setiap anggota. “Paskibraka itu tim, bukan individu. Jangan menonjolkan ego sendiri. Kalian berasal dari berbagai sekolah dan mungkin sebelumnya belum saling mengenal. Selama mengikuti pelatihan, ego pribadi harus dilepaskan dan digantikan dengan semangat kebersamaan,” tegasnya. Ia meminta seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan serius dan penuh konsentrasi. Menurutnya, latihan baris-berbaris tidak hanya berkaitan dengan gerakan dan ketepatan formasi, tetapi juga menjadi sarana membangun konsentrasi, kepatuhan terhadap perintah, kedisiplinan dan tanggung jawab. “Selama 10 hari ke depan, saya mengingatkan kalian untuk fokus mengikuti pelatihan. Satu orang tidak siap, maka persiapan tim secara keseluruhan dapat terganggu. Karena itu, seluruh peserta harus memiliki komitmen yang sama,” katanya. Selain kemampuan teknis, Ahmad berharap para calon Paskibraka mampu mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi teladan, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.Ia juga mendorong peserta untuk menumbuhkan semangat persatuan, cinta tanah air, jiwa kepemimpinan, rasa tanggung jawab dan semangat rela berkorban demi bangsa dan negara. “Tanamkan disiplin, jaga kesehatan, bangun kekompakan, saling menghormati dan patuhi arahan para pelatih. Jalani seluruh proses ini dengan semangat, rasa syukur dan kebersamaan,” pesannya. Diklat Desa Bahagia Tahun 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan Paskibraka yang mampu menjalankan tugas pada upacara peringatan kemerdekaan, tetapi juga membentuk generasi muda Kota Metro yang tangguh, berintegritas, berprestasi dan memiliki karakter Pancasila. Pelaksanaan kegiatan tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Metro Tahun Anggaran 2026 melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Metro. Melalui Diklat Desa Bahagia, Pemerintah Kota Metro berharap seluruh peserta dapat mengikuti proses pembinaan secara optimal, menjalankan tugas pengibaran Bendera Pusaka pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan penuh tanggung jawab, serta menjadi kebanggaan bagi keluarga, sekolah, daerah dan bangsa. (Yd/Sr)

0 Comments

Menteri Agama RI Hadir dalam Pengukuhan Lima Guru Besar UIN Jurai Siwo Lampung di Kota Metro

Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A., menghadiri pengukuhan lima guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung di Kota Metro, Sabtu (08/08/2026). Kehadiran Menteri Agama menjadi momentum penting bagi perkembangan pendidikan tinggi keagamaan Islam, khususnya setelah IAIN Metro resmi beralih status menjadi UIN Jurai Siwo Lampung. Dalam kegiatan tersebut, selain pengukuhan lima guru besar, agenda juga dilanjutkan dengan launching UIN Raden Intan Lampung serta peresmian laboratorium terintegrasi enam lantai yang menyatu dengan perpustakaan. Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Ida Umami, menyampaikan ucapan selamat datang kepada Menteri Agama RI sekaligus mengungkapkan rasa syukur atas perubahan status perguruan tinggi tersebut dari IAIN menjadi UIN. “Selamat datang Pak Menteri Agama. Inilah kampus UIN Jurai Siwo Lampung yang di tangan beliau kita berubah status dari IAIN menjadi UIN Jurai Siwo Lampung,” ujar Ida Umami. Pada kesempatan tersebut, Ida memohon agar pengukuhan lima guru besar, launching UIN Raden Intan Lampung, dan peresmian laboratorium terintegrasi enam lantai yang menyatu dengan perpustakaan dapat diresmikan langsung oleh Menteri Agama RI. “Bapak Menteri yang bersama-sama kita hormati, dalam kesempatan ini kami mohon untuk dapat mengukuhkan lima orang guru besar utama dan kemudian kegiatan akan dilanjutkan dengan launching UIN Raden Intan Lampung dan juga peresmian laboratorium terintegrasi enam lantai, menyatukan dengan perpustakaan kita,” pintanya. Ida Umami juga menyampaikan sejumlah capaian UIN Jurai Siwo Lampung setelah beralih status dari IAIN menjadi UIN, salah satunya penghargaan UI GreenMetric dengan peringkat keempat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia. “Beberapa hal yang kita bersama kemajuan selain memiliki alih status dari IAIN menjadi UIN, beberapa keberhasilan kita adalah menerima penghargaan UI GreenMetric nomor empat atau ranking empat PTKIN se-Indonesia. Walaupun masih tetap orang tua kita yaitu Prof. Jam’ah, UIN Raden Intan Lampung adalah ranking satu dan kita akan terus berburu ke UIN Raden Intan Lampung,” ujarnya. Selain menyampaikan capaian tersebut, Rektor UIN Jurai Siwo Lampung juga meminta dukungan Menteri Agama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama, dan Wali Kota Metro untuk membantu pendirian Ma’had Al-Jami’ah. “Saat ini, salah satu fasilitas yang belum dimiliki oleh UIN Jurai Siwo Lampung adalah Ma’had Al-Jami’ah. Oleh karena itu, pada kesempatan yang berbahagia ini, kami berharap dukungan dari berbagai pihak agar pendirian Ma’had Al-Jami’ah dapat segera diwujudkan di lingkungan UIN Jurai Siwo Lampung sebagai bagian dari upaya membentuk mahasiswa yang beriman, memiliki integritas dan moralitas, berakhlakul karimah, serta memiliki semangat nasionalisme,” katanya. Sementara itu, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menyampaikan ucapan selamat datang kepada Menteri Agama RI di Kota Metro. Menurutnya, kehadiran Menteri Agama merupakan suatu kehormatan sekaligus motivasi bagi kemajuan pendidikan, khususnya pendidikan tinggi keagamaan Islam di Provinsi Lampung dan Kota Metro. “Atas nama Pemerintah Kota Metro, saya menyampaikan selamat datang kepada Menteri Agama Republik Indonesia, Bapak Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A., di Kota Metro. Kehadiran Bapak Menteri Agama merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami serta menjadi motivasi bagi kemajuan pendidikan, khususnya pendidikan tinggi keagamaan Islam di Provinsi Lampung khususnya Kota Metro,” ujar Bambang. Bambang juga menyampaikan selamat dan apresiasi kepada para akademisi yang dikukuhkan sebagai guru besar UIN Jurai Siwo Lampung.“Pengukuhan ini merupakan pencapaian akademik tertinggi yang mencerminkan dedikasi, integritas, dan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya. Ia berharap para guru besar yang dikukuhkan dapat terus menjadi pelopor inovasi, penggerak kemajuan pendidikan, serta memberikan kontribusi strategis dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan bangsa. “Kami berharap para Guru Besar yang dikukuhkan dapat terus menjadi pelopor inovasi, penggerak kemajuan pendidikan, serta memberikan kontribusi strategis dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan bangsa. Sinergi antara Kementerian Agama Republik Indonesia, Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung, dan Pemerintah Kota Metro dapat terus diperkuat dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” lanjutnya. Menurut Bambang, kolaborasi antarinstansi diharapkan mampu melahirkan berbagai program inovatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan berakhlak mulia menuju Indonesia Emas 2045. “Kolaborasi yang erat antarinstansi ini diharapkan mampu melahirkan berbagai program inovatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan berakhlak mulia menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya. Bambang berharap acara Pengukuhan Guru Besar UIN Jurai Siwo Lampung dapat berjalan lancar dan membawa manfaat besar bagi kemajuan dunia pendidikan, masyarakat, daerah, dan bangsa Indonesia. Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengukuhan lima guru besar tersebut merupakan modal intelektual yang sangat penting bagi UIN Jurai Siwo Lampung. “Tentu yang sangat berbahagia pada hari ini, lima orang yang kita putuskan menjadi guru besar luar biasa ini merupakan modal intelektual yang akan dimiliki UIN Jurai Siwo Lampung. Pengukuhan guru besar biasanya hanya dua orang, tetapi kali ini langsung lima guru besar. Hal ini juga tidak terlepas dari motivasi Ibu Rektor yang memang sangat progresif dalam mengurus dan mendorong pengembangan akademik di UIN Jurai Siwo Lampung,” ungkap Nasaruddin. Nasaruddin juga menyoroti peran perempuan dalam kepemimpinan perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Agama yang menurutnya saat ini terdapat 11 rektor perempuan yang memimpin perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Agama. “Kita memiliki sekarang ini sudah 11 rektor perempuan di lingkungan Kementerian Agama yang menjadi pimpinan di perguruan tinggi. Dan ini mempunyai ciri khas tersendiri adalah lingkungan yang penuh kembang, asri dan serba hijau. Termasuk juga di daerah Lampung juga terkenal sebagai salah satu kampus yang terasri di lingkungan Kementerian Agama,” tuturnya. Menurut Nasaruddin, perubahan status dari IAIN menjadi UIN merupakan sebuah prestasi luar biasa sekaligus menjadi kebanggaan bagi pemerintah daerah. “Tentu ini adalah suatu prestasi yang luar biasa dan menjadi tambahan bagi kita semuanya. Kalau bisa, seluruh IAIN menjadi seperti ini, tentu itu yang menjadi harapan kita. Namun, hal tersebut tidak mungkin dapat dilakukan tanpa melalui prosedur dan kriteria yang sangat ketat,” katanya. Disisi lain, ia juga menegaskan bahwa perubahan status IAIN menjadi UIN bukan hanya berkaitan dengan perkembangan intelektual dan akademik, tetapi juga menjadi social utility atau keunggulan dan kebanggaan tersendiri bagi pemerintah daerah. Dalam sambutannya, Nasaruddin mengibaratkan perkembangan kelembagaan pendidikan Islam dari institut menjadi universitas seperti perubahan dari kolam kecil menjadi samudra. “Saya perhatikan agama Islam itu ibaratnya adalah sebuah kolam kecil. Institut Agama Islam itu ibaratnya sebuah

0 Comments

BPS: Ekonomi Kota Metro Tumbuh 5,20 Persen pada 2025, Kemiskinan dan Pengangguran Terus Menurun

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Metro mencatat perekonomian Kota Metro menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,20 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 4,88 persen, sekaligus mencerminkan membaiknya aktivitas ekonomi di berbagai sektor. Berdasarkan publikasi Metro Terkini Edisi Agustus 2026, pertumbuhan ekonomi tersebut didukung oleh sejumlah lapangan usaha yang mengalami peningkatan signifikan. Sektor industri pengolahan tumbuh 9,24 persen, penyediaan akomodasi dan makan minum 10,85 persen, serta pertanian, kehutanan, dan perikanan yang meningkat hingga 9,11 persen. Di sisi lain, sektor perdagangan tetap menjadi penyumbang terbesar terhadap struktur ekonomi Kota Metro dengan kontribusi 18,29 persen, disusul industri pengolahan sebesar 16,80 persen. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Kota Metro juga meningkat dari Rp8,48 triliun pada 2024 menjadi Rp9,19 triliun pada 2025. Sementara itu, PDRB per kapita naik menjadi Rp51,74 juta, dibandingkan Rp48,26 juta pada tahun sebelumnya. Dari sisi kesejahteraan masyarakat, angka kemiskinan di Kota Metro terus mengalami penurunan. Jumlah penduduk miskin berkurang dari 15,32 ribu jiwa pada 2021 menjadi 11,58 ribu jiwa pada 2025. Persentase penduduk miskin juga turun dari 8,93 persen menjadi 6,44 persen. Penurunan tersebut diikuti membaiknya Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dari 1,27 menjadi 0,55 dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) dari 0,28 menjadi 0,07, yang menunjukkan kondisi kemiskinan semakin berkurang baik dari sisi jumlah maupun tingkat keparahannya. Kualitas pembangunan manusia di Kota Metro juga menunjukkan peningkatan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dari 80,41 pada 2024 menjadi 81,22 pada 2025. Peningkatan tersebut didukung oleh naiknya umur harapan hidup menjadi 75,86 tahun, harapan lama sekolah 14,97 tahun, rata-rata lama sekolah 11,19 tahun, serta meningkatnya pengeluaran riil per kapita masyarakat. Pada sektor ketenagakerjaan, kondisi pasar kerja juga membaik. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun menjadi 3,54 persen pada 2025, sementara jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja meningkat menjadi 91.074 jiwa. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat sebesar 69,80 persen. Sementara itu, perkembangan inflasi Kota Metro pada Juli 2026 secara tahunan (year-on-year) tercatat sebesar 2,48 persen, sedangkan secara bulanan (month-to-month) mengalami deflasi 0,26 persen. Angka tersebut masih berada dalam kisaran yang relatif terkendali. Publikasi Metro Terkini Edisi Agustus 2026 yang diterbitkan BPS Kota Metro memuat berbagai indikator strategis sosial dan ekonomi sebagai gambaran perkembangan pembangunan daerah, sekaligus menjadi rujukan bagi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat dalam memahami kondisi perekonomian Kota Metro secara komprehensif. Ingin mendapatkan versi lengkap? Silakan unduh melalui link berikut.https://drive.google.com/file/d/1wOrCa0diuRsCS0KksDA2xET4wpUMu8sj/view?usp=sharing

0 Comments

Pemkot Metro Tata Ulang Car Free Day, Prioritaskan Keamanan Pengunjung dan Penguatan UMKM

Pemerintah Kota Metro mulai melakukan penataan ulang pelaksanaan Car Free Day (CFD) sebagai upaya menciptakan kawasan publik yang lebih aman, tertib, nyaman, sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah mewakili Wali Kota Metro. Rapat tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Wali Kota Metro, serta masukan dari Wakil Wali Kota terkait kondisi pelaksanaan CFD sebelumnya yang dinilai masih memerlukan pembenahan, khususnya dalam aspek keselamatan, ketertiban lalu lintas, pengelolaan parkir, dan penataan pedagang UMKM. Pemerintah menargetkan hasil penataan dapat mulai diterapkan pada pelaksanaan CFD hari Minggu mendatang. Selama ini, kegiatan Car Free Day di Kota Metro berlangsung setiap bulan pada hari Minggu pertama pukul 06.00 hingga 10.00 WIB. Namun, pengelolaan resmi oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) hanya dilakukan pada minggu pertama setiap bulan, sehingga pada pekan-pekan berikutnya pengaturan kawasan belum berjalan optimal. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk menghadirkan sistem pengelolaan yang lebih konsisten setiap pekan. Dalam skema baru, Pemerintah Kota Metro akan menerapkan zonasi yang lebih jelas antara area aktivitas masyarakat, kawasan pedagang UMKM, serta lokasi parkir kendaraan. Penataan ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan sekaligus memberikan kenyamanan bagi seluruh pengunjung. Salah satu kebijakan utama adalah mensterilkan kawasan Taman Merdeka beserta jalur lambatnya dari parkir kendaraan roda dua maupun roda empat. Sebagai penggantinya, pemerintah telah menyiapkan sejumlah kantong parkir terpusat di beberapa lokasi strategis, di antaranya Wisma Haji, Sumur Bandung, Gedung Sesat, kawasan Shopping, Perpustakaan Daerah, Wedana, hingga area Jalan Seminung di seberang rumah sakit. Selain menciptakan tata ruang yang lebih rapi, sistem parkir terpusat tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan retribusi daerah. Pemerintah juga menyiapkan mekanisme buka-tutup jalur untuk memastikan kendaraan darurat, seperti ambulans, tetap memiliki akses yang cepat apabila terjadi keadaan mendesak. Penataan juga menyasar para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pemerintah akan menertibkan pedagang yang selama ini berjualan di trotoar maupun di sepanjang kawasan hingga depan rumah dinas Wakil Wali Kota. Seluruh aktivitas perdagangan nantinya akan dipusatkan dalam satu zona khusus di kawasan Jalan Seminung sehingga lebih tertata dan mudah diakses masyarakat. Sekretaris Daerah Kota Metro menegaskan bahwa penataan ulang CFD bukan bertujuan membatasi aktivitas masyarakat maupun pelaku usaha, melainkan menghadirkan ruang publik yang aman, nyaman, dan tertib bagi seluruh pengunjung.Menurutnya, dengan masyarakat mulai terbiasa menggunakan kantong parkir yang telah disediakan serta beraktivitas sesuai zonasi yang ditetapkan, pelaksanaan Car Free Day akan berlangsung lebih teratur dari waktu ke waktu. Pemerintah optimistis penataan tersebut akan meningkatkan jumlah pengunjung sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM. Kawasan CFD yang lebih tertib juga diyakini mampu menjadi wajah baru Kota Metro sebagai ruang publik yang ramah bagi masyarakat. Selain mendukung aktivitas ekonomi, penataan kawasan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Metro dalam menjaga kebersihan, ketertiban, dan kualitas tata ruang perkotaan. Upaya tersebut sekaligus mendukung peningkatan kualitas lingkungan yang menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian penghargaan Adipura. Melalui langkah penataan yang terintegrasi, Pemerintah Kota Metro berharap Car Free Day tidak hanya menjadi ruang olahraga dan rekreasi masyarakat, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan UMKM, peningkatan pelayanan publik, serta cerminan wajah kota yang aman, bersih, dan berkelanjutan. Usai rapat koordinasi, Sekretaris Daerah Kota Metro Ahmad Hariyanto bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait langsung meninjau kawasan yang menjadi lokasi pelaksanaan Car Free Day (CFD). Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lapangan, mulai dari titik parkir, lokasi aktivitas masyarakat, area pedagang UMKM, hingga akses lalu lintas yang akan menjadi fokus penataan. Hasil peninjauan tersebut menjadi dasar dalam penyempurnaan skema penataan agar pelaksanaannya lebih efektif saat diterapkan pada Car Free Day pekan mendatang.( yd/Sr ).

0 Comments

Pemkot Metro Percepat Digitalisasi Pengelolaan Keuangan Daerah

Pemerintah Kota Metro mulai memperkuat digitalisasi pengelolaan keuangan daerah melalui penerapan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Online. Sistem ini diharapkan mampu memangkas rantai birokrasi, mempercepat pencairan anggaran, sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas transaksi pemerintah daerah. Penerapan SP2D Online tersebut disosialisasikan kepada para bendahara pengeluaran dan operator SIPD Penatausahaan Keuangan di lingkungan Pemerintah Kota Metro, Jumat (7/8/2026). Kegiatan tersebut turut melibatkan PT Bank Lampung sebagai mitra dalam implementasi sistem. Dikesempatan ini Sekretaris Daerah Kota Metro, Ahmad Hariyanto, mengatakan transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah merupakan bagian penting dari tuntutan modernisasi birokrasi. “Pengelolaan keuangan berbasis digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan dalam era modernisasi birokrasi,” kata Ahmad Hariyanto. Menurutnya, pemanfaatan fitur SP2D Online pada Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD-RI) menjadi langkah strategis untuk menciptakan proses transaksi pemerintahan yang lebih cepat, efisien dan dapat dipertanggungjawabkan. Selama ini, proses pengajuan hingga penerbitan SP2D secara konvensional membutuhkan koordinasi dan proses administrasi yang cukup panjang. Dengan sistem terintegrasi, proses tersebut dapat dilakukan secara digital sehingga alur pencairan dana menjadi lebih sederhana dan mudah dipantau. “Dengan integrasi sistem SP2D Online ini, kita memangkas birokrasi dan menghadirkan berbagai efisiensi,” ujarnya. Lebih lanjut dirinya menjelaskan, penerapan sistem tersebut memberikan sejumlah manfaat, mulai dari mempercepat proses transaksi, meningkatkan transparansi, hingga mengurangi potensi kesalahan dalam penginputan data. Setiap tahapan pencairan juga dapat dilacak secara lebih akurat. Hal tersebut dinilai penting untuk memastikan proses pengelolaan keuangan berjalan sesuai ketentuan sekaligus memperkuat pengawasan terhadap transaksi pemerintah daerah. “Setiap tahapan pencairan dapat dilacak secara akurat, sehingga kita dapat meminimalisasi risiko kesalahan input data manual maupun potensi human error,” jelasnya. Selain mempercepat transaksi, SP2D Online juga mendukung efisiensi operasional melalui pengurangan penggunaan dokumen berbasis kertas (paperless). Integrasi antara perangkat daerah, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Metro, serta Bank Daerah diharapkan membuat proses administrasi keuangan menjadi lebih sederhana. Namun, dirinya menekankan bahwa keberhasilan digitalisasi tidak hanya ditentukan oleh sistem dan teknologi. Kesiapan aparatur yang menjalankan sistem menjadi faktor penting agar penerapan SP2D Online dapat berjalan optimal. “Keberhasilan implementasi SP2D Online ini tidak hanya bergantung pada kecanggihan aplikasi atau sistem yang kita gunakan, tetapi sangat ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia yang mengoperasikannya,” tegasnya. Karena itu, ia meminta seluruh peserta sosialisasi mengikuti materi teknis secara serius dan aktif menyampaikan kendala yang mungkin ditemui dalam penerapan sistem tersebut. Ahmad Hariyanto berharap proses transisi dari mekanisme konvensional menuju sistem digital dapat berlangsung secara bertahap dan lancar tanpa mengganggu pelayanan pemerintahan maupun pelaksanaan program pembangunan. “Kita samakan persepsi dan komitmen agar masa transisi menuju sistem digital ini dapat berjalan mulus tanpa mengganggu ritme pelayanan publik dan pelaksanaan program pembangunan di Kota Metro,” katanya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Lampung beserta tim teknis yang telah mendukung pelaksanaan sosialisasi SP2D Online. Melalui penerapan sistem tersebut, Pemerintah Kota Metro menegaskan komitmennya untuk terus mendorong tata kelola pemerintahan yang semakin cepat, transparan, efisien, akuntabel, dan berbasis teknologi, sejalan dengan agenda transformasi digital pemerintah daerah. (Bsr/Sr)

0 Comments

260 Warga Karang Rejo Kembali Nikmati JKN, Bukti Nyata Komitmen UHC Pemkot Metro

Komitmen Pemerintah Kota Metro dalam memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan kembali dibuktikan melalui langkah konkret. Sebanyak 260 warga Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Metro Utara, kini kembali memiliki kepesertaan aktif Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) setelah pembiayaannya dialihkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Metro. Kebijakan ini menjadi implementasi nyata Universal Health Coverage (UHC) yang terus diperkuat Pemkot Metro, sehingga masyarakat tetap mendapatkan perlindungan kesehatan tanpa terkendala status kepesertaan. Reaktivasi kepesertaan JKN tersebut merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam Dialog Penanganan Sampah di Kelurahan Karang Rejo pada 15 Juli 2026. Menindaklanjuti masukan tersebut, Pemerintah Kota Metro bergerak cepat melakukan koordinasi lintas perangkat daerah untuk memastikan warga yang membutuhkan kembali memperoleh jaminan kesehatan. Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso, S.Sos., M.Pd.I., menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab menghadirkan layanan kesehatan yang mudah diakses seluruh masyarakat. “Pemerintah Kota Metro berkomitmen memastikan seluruh masyarakat mendapatkan perlindungan kesehatan. Ketika terdapat warga yang membutuhkan kepastian layanan, pemerintah harus hadir memberikan solusi secara cepat dan tepat,” ujar Bambang. Menurutnya, keberhasilan program UHC tidak hanya diukur dari capaian administrasi, tetapi juga dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. “Program UHC harus hadir dalam bentuk pelayanan nyata. Masyarakat harus mendapatkan kemudahan akses kesehatan dan merasa terlindungi ketika membutuhkan layanan medis,” tambahnya. Berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Dinas Sosial Kota Metro, terdapat 363 warga Kelurahan Karang Rejo yang mengalami perubahan status kepesertaan Penerima Bantuan Iuran J260 Warga Karang Rejo Kembali Nikmati JKN, Bukti Nyata Komitmen UHC Pemkot Metro Jaminan Kesehatan (PBI JK) Pusat sejak awal 2026. Merespons kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Kota Metro bersama BPJS Kesehatan dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) melakukan penyisiran serta sinkronisasi data pada 15–16 Juli 2026. Hasil verifikasi administrasi dan faktual menunjukkan 260 warga memenuhi persyaratan untuk dialihkan pembiayaannya ke APBD Kota Metro melalui segmen Peserta Bukan Penerima Upah Pemerintah Daerah (PBPU Pemda). Setelah seluruh proses administrasi bersama BPJS Kesehatan rampung, kepesertaan JKN mereka kembali aktif sehingga dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan sesuai ketentuan. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, dr. Fitri Agustina, M.KM., menjelaskan bahwa seluruh proses reaktivasi dilakukan secara akuntabel dan mengacu pada regulasi yang berlaku.Pelaksanaannya berpedoman pada Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan sebagaimana telah diubah terakhir melalui Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020, Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program JKN, serta Keputusan Wali Kota Metro Nomor 400.7.3.6-99 Tahun 2026 tentang Pelayanan Peserta JKN dalam rangka Optimalisasi UHC.”Reaktivasi ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Metro dalam menjaga keberlanjutan UHC. Pemerintah daerah terus memastikan masyarakat yang membutuhkan tetap memperoleh akses layanan kesehatan sesuai mekanisme yang berlaku,” jelas dr. Fitri.Ia menambahkan, Pemkot Metro terus memperkuat sistem pelayanan kesehatan melalui pemutakhiran data, koordinasi lintas sektor, dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.Pelayanan Menjangkau Hingga LingkunganSelain mengaktifkan kembali kepesertaan JKN, Pemkot Metro juga memperkuat layanan kesehatan promotif dan preventif melalui UPTD Puskesmas Karangrejo.Dalam dua bulan terakhir, tenaga kesehatan melaksanakan kegiatan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di RT 33 RW 09 Kelurahan Karang Rejo yang menjangkau 84 warga. Kegiatan tersebut dilengkapi layanan kunjungan rumah (home visit), edukasi kesehatan, pembagian masker, hingga pemberian vitamin.Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota Metro dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga mengedepankan pencegahan dan deteksi dini penyakit.Reaktivasi kepesertaan JKN bagi 260 warga Karang Rejo menjadi bukti bahwa status Universal Health Coverage (UHC) di Kota Metro tidak berhenti sebagai capaian administratif, melainkan diwujudkan melalui pelayanan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (Bsr)

0 Comments

LPAI Kota Metro Audiensi dengan Sekda, Siapkan Seminar Parenting Nasional Hadirkan Shahnaz Haque

Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kota Metro melakukan audiensi dengan Sekretaris Daerah Kota Metro, Ahmad Hariyanto, di ruang kerjanya, Jumat (07/08/2026). Audiensi dilakukan dalam rangka koordinasi terkait rencana pelaksanaan Seminar Parenting Nasional yang akan digelar di Kota Metro pada 22 November 2026 mendatang. Ketua Komisi Kajian Analisis Standar Pelayanan Hak Anak LPAI Kota Metro, Gatot Subroto, mengatakan audiensi tersebut dilakukan untuk menyampaikan sejumlah rencana sekaligus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Metro terkait pelaksanaan Seminar Parenting Nasional yang ditargetkan dihadiri sekitar 500 hingga 600 peserta. Dalam pertemuan tersebut, Gatot berharap Pemerintah Kota Metro dapat memberikan dukungan, khususnya terkait lokasi pelaksanaan kegiatan, mengingat jumlah peserta yang cukup banyak. “Kalau untuk lokasi, mengingat peserta yang akan kami hadirkan diperkirakan sekitar 500-600 orang, kami tentu membutuhkan tempat yang cukup luas. Karena itu, kami ingin berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah untuk mendapatkan dukungan penggunaan atau pinjam pakai tempat seperti aula Gedung Sesat, seperti kegiatan pada tahun 2023 lalu yang menghadirkan Kak Seto,” jelas Gatot. Sebelumnya, LPAI Kota Metro juga telah berkoordinasi dengan Dinas P3P2KB dan Dinas Pendidikan Kota Metro. Koordinasi tersebut dilakukan karena sebagian besar peserta yang ditargetkan hadir dalam kegiatan Seminar Parenting Nasional berasal dari kalangan pendidikan, khususnya guru dan wali murid. “Alhamdulillah Kadis Pendidikan dan Kadis P3P2KB dalam hal ini men-support kami untuk kegiatan ini,” ungkapnya.Selain dukungan tempat, LPAI Kota Metro berharap kegiatan yang menghadirkan narasumber utama Shahnaz Haque tersebut dapat dibuka oleh Wali Kota Metro, mengingat kegiatan ini juga dapat menjadi bagian dari dokumentasi dan mendukung pemenuhan indikator Kota Layak Anak di Kota Metro. “Karena menghadirkan narasumber profesional, tentu kami membutuhkan biaya yang cukup besar. Oleh karena itu, seminar tersebut akan dilaksanakan secara berbayar, dan setiap peserta nantinya akan mendapatkan sertifikat,” jelas Gatot. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Kota Metro, Ahmad Hariyanto, menyambut baik rencana LPAI Kota Metro menghadirkan narasumber nasional dalam kegiatan Seminar Parenting Nasional tersebut. “Kami Pemerintah Kota Metro tentu akan mendukung terselenggaranya kegiatan seminar yang akan menghadirkan Kak Seto dan Kak Shahnaz Haque di Kota Metro pada bulan November mendatang,” ujar Ahmad Hariyanto. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang edukasi bagi masyarakat, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk lebih mengenalkan Kota Metro kepada masyarakat luas di luar daerah. “Yang pertama mungkin lebih mengenalkan lagi Kota Metro ke masyarakat luas di luar Metro. Kemudian tentunya kegiatan ini juga akan membuka wawasan bagi nanti para peserta, khususnya mungkin nanti yang dilibatkan juga dari Dinas Pendidikan, dari guru-guru, yang mana tentunya akan lebih memahami bagaimana sih parenting anak itu,” katanya. Ahmad Hariyanto berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pola pengasuhan dan pendidikan anak yang sesuai dengan perkembangan zaman. “Kemudian supaya ke depannya juga sumber daya manusia kita, khususnya pemahaman tentang bagaimana menjaga anak, bagaimana mendidik anak di Kota Metro akan lebih kekinian lagi,” tuturnya. Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan yang terus berjalan perlu diikuti dengan peningkatan pemahaman masyarakat, khususnya dalam pola pengasuhan dan pendidikan anak.“Ilmu itu kan berkembang terus kan. Kalau kita disiram terus setiap hari dengan ilmu-ilmu baru yang kekinian, insyaallah ke depan masa depan anak-anak Kota Metro akan lebih cerah,” ujarnya. Sekretaris Daerah juga menilai kehadiran narasumber yang memiliki kompetensi di bidangnya menjadi salah satu nilai penting dalam kegiatan tersebut.“Kita dari Pemerintah Kota Metro siap support terkait dengan kegiatan ini. Tadi sudah disampaikan mungkin untuk kegiatan publikasinya, sosialisasinya ke depan,” ujarnya. Ia juga berharap para narasumber yang hadir dapat berkesempatan bertemu dengan Wali Kota Metro serta memberikan masukan bagi Pemerintah Kota Metro, khususnya dalam bidang pendidikan dan perlindungan anak. “Mudah-mudahan juga nanti kan dengan datangnya Kak Shahnaz, Kak Seto juga akan memberi masukan untuk Kota Metro, terutama tentang bagaimana apa namanya terkait dengan pendidikan anak-anak di Kota Metro,” pungkasnya. Melalui pelaksanaan Seminar Parenting Nasional tersebut, Ahmad Hariyanto juga berharap masyarakat, khususnya orang tua dan tenaga pendidik semakin mendapatkan pemahaman mengenai pola pengasuhan, perlindungan, serta pendidikan anak yang sesuai dengan perkembangan zaman.(Yl/Sr)