Misnan Ikuti Apel Siaga Bencana

Pj. Sekda Kota Metro Misnan bersama dengan Dandim 0411/LT Letkol Inf Andri Hadiyanto beserta jajaran, Kapolres Kota Metro AKBP Retno Prihawati beserta jajaran, Satpol-PP, Dishub, dan BPBD Kota Metro melaksanakan Apel Siaga Bencana yang berlangsung di Mapolres Kota Metro (06/11), dalam rangka kesiapan antisipasi bencana alam dan pencegahan Covid-19 di Kota Metro.

Apel Siaga Bencana ini dilaksanakan dengan tujuan agar setiap anggota lebih memahami tugas dan tanggung jawabnya ketika terjadi bencana seperti banjir, longsor, angin puting beliung, gempa bumi dan lainnya. Dengan apel siaga ini, setiap individu harus siap secara fisik maupun materiil. Selain itu, juga digelar alat perlengkapan seperti kendaraan, perahu LCR, pelampung, ban karet, gergaji mesin dan lain-lain guna antisipasi penanganan bencana agar lebih cepat, tanggap dan maksimal. (dk)

Operasi Yustisi Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan di Kota Metro

Apel Kesiapan Operasi Yustisi Penegakan Protokol Kesehatan berlangsung di Jalan A.H Nasution, Senin (21/09/2020).

Walikota Metro Achmad Pairin, menyampaikan kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat umum khususnya kepada semua pihak yang terlibat dalam terselenggaranya apel gabungan kali ini.

“Covid-19 telah menjadi pandemi global yang berpengaruh, terjadinya penurunan ekonomi mengakibatkan para pegawai dirumahkan, oleh karenanya Pemerintah Kota Metro telah memutuskan menjalankan kebiasaan normal baru untuk memulihkan perekonomian di Kota Metro,” ungkapnya.

Lanjutnya, Pairin menegaskan akan memberikan teguran dan sanksi kepada warga yang tidak menjalankan protokol kesehatan menurut Perwali Nomor 39 Tahun 2020.

“Diantaranya teguran lisan dan tertulis untuk tidak mengulangi atau menandatangani perjanjian, sanksi sosial berupa megucapkan Pancasila, menyanyikan lagu Indonesia Raya, membersihkan fasilitas umum 30 menit serta penutupan usaha selama 3 x 24 jam ataupun sampai 14 hari,” tegasnya.

Peraturan Walikota Metro Nomor 39 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian corona virus disease 2019 di Kota Metro.

Menurut Dandim 0411/LT Letkol Inf Andri Hadiyanto klaster Covid-19 yang pertama merupakan pusat perkantoran.

“Klaster sekarang yang sedang diantisipasi yaitu di pusat perkantoran. Tolong Perwali Nomor 39 dipelajari, dipahami dan pelaksanaanya bisa sampai ke jajarannya dan terlibat langsung sampai satuan terbawah untuk melakukan protokol kesehatan. Mohon juga untuk Walikota agar dikoreksi Perwalinya, sehingga berguna bagi kita bersama,” ujarnya.

Kapolres AKBP Retno Prihawati mengatakan sebagai aparat negara harus bisa membantu masyarakat dalam membangun kesadaran akan disiplin untuk menjalankan protokol kesehatan.

“Yang harus dipahami adalah penegakan disiplin ini bukan untuk bersikap arogan, melainkan untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan,” tuturnya. (Gt/Tm)

Pasien 09 Corona di Kota Metro Meninggal Dunia

Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Metro Achmad Pairin, mengumumkan satu pasien Covid-19 meninggal dunia pada hari ini. Pasien yang bernama Kusmiati berusia 41 tahun asal Kelurahan Purwosari, Metro Utara, Rabu (02/09/2020).

Achmad Pairin mengatakan, pasien 09 memiliki riwayat perjalanan dari Madura, Jawa Timur untuk mengantarkan anaknya ke pesantren. Selama 19 hari, dari tanggal 8-27 Agustus pasien 09 tinggal di sekitar pondok pesantren.

“Tanggal 27 Agustus pulang ke Lampung dalam keadaan kurang sehat, sehingga pasien 09 berobat selama 2 hari di klinik. Setelah itu langsung dirujuk ke RSUD Ahmad Yani selama 3 hari. Tepatnya pada malam hari ini, pasien 09 menghembuskan nafas terakhir,” jelas Pairin.

Pairin juga mengungkapkan bahwa pasien 09 memiliki penyakit bawaan diabetes dan asma. “Kemudian untuk prosesi pemakaman bertempat di TPU Purwosari. Hal ini dikarenakan pihak keluarga yang meminta dan warga tidak mempermasalahkannya,” ujarnya.

Lanjutnya, Pairin  mengingatkan kembali kepada masyarakat mengenai masa new normal, untuk menghindari acara berkumpul-kumpul terlebih dahulu. Terlebih lagi untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dengan benar, agar tetap dalam keadaan sehat dan terhindar dari virus corona. (sr/dk)

Sosialisasi Pelaksanaan Tatanan Normal Baru di Rejomulyo

Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Siti Aisyah Djohan meminta kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan, tetap menggunakan masker dan rajin mencuci tangan agar terhindar dari virus Covid-19.

Hal tersebut disampaikan pada saat Sosialisasi Pelaksanaan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Metro, yang berlangsung di Aula Kelurahan Rejomulyo, Selasa (24/08/2020).

“Saat ini kita tengah berhadapan dengan penyakit yang tidak nyata namun ada di sekeliling kita, untuk itu mari kita terapkan hidup sehat agar menghentikan penyebaran virus ini. Ajari diri sendiri, keluarga dan anak-anak kita untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan hindari kerumunan seperti arisan, dasawisma, pengajian dan lain sebagainya,” tandasnya.

Juanda Camat Metro Selatan, menyampaikan bahwa momen ini adalah yang pertama kalinya diadakan pasca pandemi. Dirinya berharap agar acara demi acara dapat berjalan dengan lancar.

Retno Prihawati Kepala Kepolisian Resor Kota Metro mengatakan bahwa angka penularan di Kota Metro pada saat diterapkannya stay at home menurun, akan tetapi ketika dicanangkan bahwa akan diadakan percobaan new normal masyarakat berkerumun menuju tempat pariwisata sehingga angka penularan menjadi meningkat.

“Dunia ini sedang berada pada gelombang kedua yakni new normal, yang kita ketahui bahwa gelombang pertama adalah stay at home. Ketika Metro mencanangkan percobaan new normal, masyarakat salah mengartikannya sehingga keluar untuk menuju tempat rekreasi dan hal tersebut menyebabkan penularan menjadi meningkat,” kata Retno.

Tambahnya, Retno mengajak para kader PKK untuk menyampaikan tentang 3M, yaitu mencuci tangan, menggunakan masker dan menghindari kerumunan.

“Dimana dari kader inilah merupakan lapisan terbawah keluarga yang paling dekat dan mampu menjangkau masyarakat. Dari beberapa upaya saat ini masih banyak yang perlu di evaluasi, salah satunya meminta bantuan gugus tugas terdekat yakni Polsek dan Puskesmas. Karena kita tidak tau dari mana virus itu datang. Maka dari itu gunakan masker untuk mencegahnya,” tuturnya. (in/va)

Apel Gabungan Sosialisasi, Bahas Covid-19 Belum Usai

Apel Gabungan Gugus Tugas Covid-19 Kota Metro guna sosialisasi tahap ke dua, berlangsung di Jalan A.H Nasution depan kantor Pemda Kota Metro, Senin (18/05/2020).

Walikota Metro Achmad Pairin menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada Gugus Tugas Covid-19 Kota Metro yang telah ikut serta dalam penanganan Covid-19 ini.

“Saat ini Kota Metro sudah memasuki tahap ke 2 sterilisasi. Dengan harapan Covid-19 di Kota Metro segera berakhir,” ungkapnya.

Kapolres Metro AKBP Retno Prihawati mengatakan, Indonesia urutan ke-33 dunia. Data ini berdasarkan hasil pengamatan per 17 Mei.

“Pandemi ini merupakan gelombang ke-2, dimana data tersebut berdasarkan dari daerah yang awalnya zero, namun mulai bermunculan kembali seperti Negara Iran, Korea dan Cina,” ungkapnya.

Dandim 0411/LT Burhannudin mengatakan,
pandemi Covid-19 ini belum berakhir. Saat ini sudah memasuki gelombang 2 (dua), hari ini sampai minggu depan akan melakukan sosialisasi kembali.

“Saat ini Indonesia dalam urutan ke-33 dari 219 Negara yang terdampak Covid-19. Terkait dengan pandemi ini di setiap negara lain masih melaksanakan antisipasi, oleh karena itu Pemerintah Kota Metro sedang menyiapkan rancangan dalam berdampingan dengan Covid-19,” tambahnya.

Burhannudin juga memaparkan pasien positif di Kota Metro bertambah 1 orang dan 8 orang pasien dari Kabupaten Lampung Tengah terkena Covid-19.

“Artinya Pandemi ini masih ada dan berada di dekat kita. Seluruh gugus tugas diharapkan dapat mensosialisasikan kepada masyarakat , untuk diingatkan kembali bahwa Covid-19 di Kota Metro belum selesai,” tutupnya.

Apel dalam rangka pelaksanaan sentralisasi tahap 2 (dua) ini dihadiri langsung oleh Walikota Metro, Wakil Walikota Metro, Dandim 0411/LT Letkol Czi Burhannudin, Kapolres Kota Metro AKBP Retno Prihawati, serta Sat Pol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan, Dinas Perhubungan, Dinas Kominfo, dan BPBD. (Li/Sr/Dk)

Penertiban Pasar untuk Physical Distancing (Jaga Jarak)

Tim Satgas Covid-19 Kota Metro melakukan sosialisasi dan penertiban pasar untuk physical distancing (jaga jarak) antar penjual dan pembeli, di area Pasar Cendrawasih, Mega Mall dan Pasar Kopindo, Sabtu (02/05/2020).

Turun langsung Wakil Walikota, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim 0411/LT dan Kepala Kejaksaan Metro ke kerumunan para pedagang untuk sosialisasi pentingnya mengunakan masker, jaga jarak dan menghindari dari kerumunan.

Wakil Walikota Metro Djohan mengatakan, pencegahan ini merupakan tanggung jawab kita bersama, bukan hanya aparat setempat.

Sedangkan Kapolres Metro Retno Prihawati, menuturkan bahwa distribusi ekonomi tidak boleh terhenti, terutama kebutuhan pokok.

“Mari rekan-rekan kita lakukan sosialisasi ini dengan pendekatan persuasif namun tegas,” ungkapnya. (Sr/Dk/Gt/In)