Artikel Lingkungan Pemerintah Kota Metro

Sosialisasi New Normal dan Perwali No 39, Melalui Mobil Keliling Kominfo

Melihat situasi Covid-19 saat ini terus bertambah di Indonesia khususnya di Provinsi Lampung, Pemerintah Kota Metro melakukan sosialisasi mobil keliling terkait New Normal dan Gerakan 3 M, Kamis (24/09/2020).

Sosialisasi mobil keliling  yang dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Metro tersebut, bertujuan untuk mensosialisasikan tata cara new normal dan gerakan 3 M (Menggunakan masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan).

Tak hanya itu, saat berkeliling para petugas turut menyuarakan tentang sanksi bagi pelanggar Protokol Kesehatan sesuai dengan Perwali Nomor 39 Tahun 2020.

Dimana pelanggar akan mendapatkan sanksi berupa teguran lisan dan tertulis, kerja sosial dan penghentian, penutupan sementara penyelenggaraan usaha. (Sr)

Operasi Yustisi Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan di Kota Metro

Apel Kesiapan Operasi Yustisi Penegakan Protokol Kesehatan berlangsung di Jalan A.H Nasution, Senin (21/09/2020).

Walikota Metro Achmad Pairin, menyampaikan kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat umum khususnya kepada semua pihak yang terlibat dalam terselenggaranya apel gabungan kali ini.

“Covid-19 telah menjadi pandemi global yang berpengaruh, terjadinya penurunan ekonomi mengakibatkan para pegawai dirumahkan, oleh karenanya Pemerintah Kota Metro telah memutuskan menjalankan kebiasaan normal baru untuk memulihkan perekonomian di Kota Metro,” ungkapnya.

Lanjutnya, Pairin menegaskan akan memberikan teguran dan sanksi kepada warga yang tidak menjalankan protokol kesehatan menurut Perwali Nomor 39 Tahun 2020.

“Diantaranya teguran lisan dan tertulis untuk tidak mengulangi atau menandatangani perjanjian, sanksi sosial berupa megucapkan Pancasila, menyanyikan lagu Indonesia Raya, membersihkan fasilitas umum 30 menit serta penutupan usaha selama 3 x 24 jam ataupun sampai 14 hari,” tegasnya.

Peraturan Walikota Metro Nomor 39 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian corona virus disease 2019 di Kota Metro.

Menurut Dandim 0411/LT Letkol Inf Andri Hadiyanto klaster Covid-19 yang pertama merupakan pusat perkantoran.

“Klaster sekarang yang sedang diantisipasi yaitu di pusat perkantoran. Tolong Perwali Nomor 39 dipelajari, dipahami dan pelaksanaanya bisa sampai ke jajarannya dan terlibat langsung sampai satuan terbawah untuk melakukan protokol kesehatan. Mohon juga untuk Walikota agar dikoreksi Perwalinya, sehingga berguna bagi kita bersama,” ujarnya.

Kapolres AKBP Retno Prihawati mengatakan sebagai aparat negara harus bisa membantu masyarakat dalam membangun kesadaran akan disiplin untuk menjalankan protokol kesehatan.

“Yang harus dipahami adalah penegakan disiplin ini bukan untuk bersikap arogan, melainkan untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan,” tuturnya. (Gt/Tm)

Kunjungan Wagub Lampung Menjelang Pilkada Metro

Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim mengadakan kunjungan kerja dalam rangka pelaksanaan Pilkada serentak di ruang OR Setda Kota Metro, Kamis (17/09/2020).

Kunjungan kerja ini menunjukan pentingnya menjaga kesehatan dalam pemilihan yang demokratis sesuai dengan asas-asas Pemilu, serta mencegah pencegahan pelanggaran antara peserta Pemilu yang berkompetisi mengikuti Pilkada. 

Chusnunia menyampaikan, ada 8 (delapan) kabupaten/kota yang melakukan Pemilu dan salah satunya adalah Kota Metro. Dalam suasana yang berbeda di tahun ini kita harus melaksanakan Pilkada dengan antisipasi yang ketat.

“Kita harus tetap menjelaskan protokol kesehatan agar tetap terhindar dari virus corona. Saya tidak mau apabila nanti setelah Pilkada ada klaster baru dalam virus corona,” jelas Chusnunia.

Chusnunia juga mengingatkan, agar KPU bisa memperkecil faktor gangguan alam dan kemananan, menghindari konflik antara calon dan tim sukses. “Saya ingin dengan adanya Pilkada di tengah pandemi ini, tetap harus menjadi Pilkada yang sehat,” ujarnya.

Sementara Walikota Metro Achmad Pairin juga menyampaikan bahwa, ASN harus selalu bersikap netral dan nasional dalam Pilkada ini. “Saya juga berharap semua berjalan baik dan lancar,” ujarnya

Kepala KPU Nurris Septa Pratama, menyampaikan menjelang Pilkada sudah menerima 4 bakal pasangan calon dan pada 24 September akan diadakan pengundian nomor urut.

“Kemudian kami juga akan menindaklanjuti apabila ada masyarakat yag tidak melakukan protokol kesehatan dengan tepat. Tahun ini merupakan tahapan kampanye yang cukup sulit. Saya akan meminimalisir perkumpulan orang karena Pilkada kali ini harus menggunakan protokol kesehatan,” ujar Nurris. (Ian/Ns)

Sosialisasi Komunitas Intelijen Daerah Menjelang Pilkada

Asisten I Pemerintah Kota Metro Ridhwan menghadiri acara sosialisasi tim Komunitas Intelijen Daerah (KOMINDA), yang berlangsung di LEC Kartika Kota Metro, Kamis (17/09/2020).

Kepala Kantor Kesbangpol Kota Metro Deni Ferdinan, menyampaikan sosialisasi ini diharapkan dapat mencegah, serta mengendalikan konflik yang terjadi di setiap wilayah. Hal ini agar dalam pelaksanaan Pilkada tidak terjadi suatu kesalahan yang dapat menimbulkan ketidak harmonisan pada setiap hak pilih. 

Sementara itu, Asisten I Ridhwan mengatakan dengan dibentuknya KOMINDA merupakan wadah untuk dapat saling bertukar data dan informasi.

“Saya mengajak para peserta dan masyarakat untuk mendeteksi sedini mungkin segala kemungkinan ancaman yang dapat mempengaruhi stabilitas politik, sosial, budaya serta keamanan. Hal ini agar terhindar dari isu sara dan aliran sesat,” ujar Ridhwan.

Lanjutnya, Ridhwan menekankan bahwa stabilitas politik, ekonomi, sosial, budaya sangat diperlukan demi kelancaran dan keamanan pemerintah daerah, khususnya menjelang Pilkada di tengah masa pandemi Covid-19.

“Oleh karena itu, saya berharap dengan kegiatan ini, masyarakat dapat mengantisipasi terjadinya konflik sosial guna deteksi dini, sebelum munculnya bahaya resiko yang nyata. Dan untuk mempersiapkan tindakan yang dirasa perlu untuk meminimalisir kemungkinan resiko yang terjadi, serta menciptakan suasana yang kondusif dan aman dalam pelaksanaan Pilkada,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Danramil Trimurjo, Kasat Intel Polres Metro, Kasat Intel Kejari Metro, Kepala Kesbangpol, Kepala Satpol-PP,  Badan Intelijen Negara Metro. (Cv/Va) 

Tim Gugus Tugas Perketat Tracing Pasien Konfirmasi

Pasien Nomor 19 Positif Covid-19 Kota Metro, beralamat di Metro Pusat tutup usia pada tanggal 15 September 2020. Jenazah langsung dikebumikan di tempat pemakaman khusus Covid-19 di Rejomulyo, Metro Selatan.

Walikota Metro, Achmad Pairin saat diwawancari di Halaman Kantor Walikota Metro (16/09) mengatakan, nantinya pencarian orang yang telah kontak fisik dengan pasien nomor 19 konfirmasi Covid-19 akan ditindaklanjuti sesuai prokes selama 14 hari.

“Tadi malam jenazah tersebut langsung dimakamkan di Metro Selatan, dan untuk jumlah tracing keseluruhan masih ditindaklanjuti oleh tim satgas covid,” jawab Pairin.

Diketahui, dalam pemakaman jenazah pasien nomor 19 tersebut melibatkan anggota TNI Polri, Anggota PolPP/Damkar, dan dari Dinas PKP Metro. Pemakaman dilakukan sesuai dengan aturan Prokes. (dk)

Rakor Bulan September, KPU Metro Paparkan 12 Hal Baru dalam Pilkada

Walikota Achmad Pairin pimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bulanan, melalui video conference dengan pejabat se-Kota Metro di OR Setda, Senin (14/09/2020). 

Pada kesempatan ini, Achmad Pairin mengucapkan selamat dan apresiasi kepada para lurah, yang kelurahannya menjadi juara dalam perlombaan penanganan Covid-19.

“Namun saya ingatkan kembali untuk lebih introspeksi diri lagi, karena kasus Covid-19 di Kota Metro penderita sudah mencapai 16 orang,” ujarnya.

Sementara itu Ketua KPU Kota Metro Nurris Septa Prtama, melakukan sosialisasi mengenai protokol kesehatan mengenai tahapan Pemilu tahun 2020 dengan aman dan sehat.

“Terkait pemungutan suara mendatang, akan ada 12 (dua belas) hal baru dalam pelaksanaan Pilkada, yakni jumlah TPS hanya akan dibatasi sebanyak 500 pemilih maksimal. Yang sebelumnya telah dilakukan coklit, KPPS sehat akan dilakukan rapid test untuk seluruh petugas TPS.

Lanjutnya, adapun pengaturan kedatangan akan diberikan nama dan jam waktu pengaturannya ketika proses. Pemilih dan petugas diwajibkan menggunakan masker, namun apabila pemilih tidak memakai masker pihak KPU akan menyediakan masker, sarung tangan plastik, serta disediakannya tempat cuci tangan, cek suhu badan, dan hand sanitizer. 

“Petugas akan menggunakan face shield, dan jarak bilik suara tidak berdekatan, sehingga syarat TPS adalah harus luas dan berada di luar ruangan. Setiap tiga jam sekali TPS akan disemprot desinfektan. Kemudian tinta tetes akan diberikan secara langsung, sehingga pemilih tidak bersentuhan secara langsung, sebab KPU tidak ingin pada Pemilu kali ini ada klaster baru oleh karena itu untuk pemilih dengan suhu badan lebih dari 37° maka akan diberikan bilik khusus,” jelas Ketua KPU Metro.

Pj. Sekda Misnan berpesan kepada ASN untuk terus berhati-hati. “Apabila ada yang terbukti ikut berpartisipasi dengan memposting atau berkampanye, maka akan diberikan sanksi dari BKN,” tegasnya.

Asisten I Ridhwan, menyampaikan bahan rakor pada bulan ini yakni terkait pindahnya pelayanan Puskesmas Rejomulyo dan Sumbersari Bantul yang dialihkan ke Puskesmas Margorejo.

“Kantor Kesbangpol untuk mengimbau dan menginformasikan kepada OPD, agar tidak berpihak kepada salah satu Paslon, serta ingatkan seluruh pegawai di lingkungan masing-masing, agar menjaga netralitas Pilkada serentak Pilkada 2020. Kemudian untuk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk mendukung dan membantu petugas sensus dalam bertugas di beberapa daerah,” ujar Ridhwan. (Cv/Va/Sr)