Sosialisasi Pencegahan Covid-19 di Kecamatan Metro Timur

Walikota Metro Achmad Pairin, Kapolres Kota Metro, dan Dandim 0411/ LT bersama tim gabungan melakukan sosialisasi pencegahan Covid-19 di Kecamatan Metro Timur, Kamis (14/01/21).

Pemerintah Kota Metro melakukan sosialisasi untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 di sepanjang Jl. Ahmad Yani, Pasar 24 Kota Metro, Rusunawa Kota Metro, dan kembali ke Taman Kota Metro.

Achmad Pairin menyampaikan bahwa warga yang terpapar positif Covid-19 di Kota Metro mencapai 361 orang, pasien sembuh 203 orang, 139 pasien yang diisolasi dan 9 pasien yang telah meninggal dunia.



Dalam sosialisasinya Achmad Pairin mengimbau agar tetap menerapkan protokol kesehatan bila ingin bepegian keluar rumah, menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan mengurangi kerumunan.

“Pada bulan April nanti Kota Metro akan melakukan vaksinasi untuk pencegahan Covid-19. Saya berharap agar warga Kota Metro tidak takut untuk divaksin,” kata Pairin.

Sedangkan Kapolres Kota Metro AKBP Retno Prihawati menyampaikan telah melakukan upaya-upaya penyuluhan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Masyarakat yang melanggar akan diberikan tindakan tegas, tindakan tegas ini bukan tindak arogansi melainkan tindakan yang dilakukan untuk menyelamatkan warga Kota Metro dari penyebaran virus Covid-19,” ujar Retno.

Kemudian Dandin 0411/LT Andri Hadianto, menambahkan akan menjadi orang pertama yang akan disuntik vaksin, tindakan yang dilakukannya agar warga percaya bahwa vaksin yang disuntikan aman (Cv2).

Pemkot Metro Gelar Rakor Bulan Januari

Walikota Metro Achmad Pairin memimpin Rapat Koordinasi Bulanan Pemerintah Daerah Kota Metro bulan Januari, berlangsung di OR  Setda setempat (13/01/2021).

Dalam rakor bulan Januari ini, beberapa OPD, kelurahan, dan kecamatan melaporkan hasil kerja di tahun 2020. Salah satunya Dinas Kesehatan melaporkan bahwa mereka menerima vaksin sebanyak 2.286 dosis.

“Vaksin sudah diterima dan disimpan di ruang farmasi,” ujar Kadis Kesehatan Kota Metro, Erla. Didalam rapat ini Erla menyampaikan bahwa pelaksanaan dan jumlah penerima yang akan menerima vaksin, masih menunggu instruksi dari provinsi. Adapun lokasi yang akan menjadi tempat vaksinasi diantaranya 11 puskesmas, 6 rumah sakit dan 3 klinik, serta 2 rumah sakit cadangan.

Sementara itu, Asisten I Sekda Metro, Ridhwan, juga mengatakan bahwa pelaksanaan Musrenbang tahun ini nantinya akan dilakukan secara virtual, dan juga streaming Youtube sesuai dengan Kondisi Pandemi Covid-19.

“Pembukaan Musrenbang akan dilaksanakan pada tanggal 19 Januari, secara virtual,” ujarnya.

Di akhir rapat, Walikota Metro menyampaikan akan melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat, agar tetap selalu mematuhi aturan pemerintah dan protokol kesehatan mengingat penyebaran Covid-19 terus bertambah. (Ins/Ian)

Kota Metro Ikuti Rapat Pemberian Vaksin Untuk Masyarakat

Walikota Metro Achmad Pairin mengikuti rapat tentang Vaksinasi Covid-19 dan Kesiapan Protokol Kesehatan bersama Menteri, secara Zoom Meeting di Ruang Rapat OR Setda Kota Metro, Selasa (05/01/2021).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi, menyampaikan bahwa vaksinasi akan diedarkan secara bertahap pada setiap Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di setiap daerah.

“Jumlah kebutuhan vaksin sebanyak 181,5 juta jiwa. Dimana vaksin tersebut diprioritaskan untuk tenaga kesehatan, yang berhubungan dan berkontak fisik langsung dengan pasien Covid-19,” kata Budi Gunadi.

Lanjutnya, Budi Gunadi memaparkan bahwa, proses penyuntikan pertama vaksin akan diterima oleh Presiden RI, kemudian diikuti jajaran Menteri, Gubernur dan Pemerintah Pusat, yang dilakukan pada tanggal 13 Januari 2021 mendatang.

“Sementara pada tanggal 14 dan 15 Januari akan dilaksanakan secara serentak penyuntikan vaksin di 34 Provinsi Indonesia. Kita menargetkan penyuntikan vaksinasi akan selesai pada bulan Februari 2021,” ujarnya.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, mengatakan bahwa penyuntikan vaksinasi dilakukan pertama pada pemerintah pusat, bertujuan agar kepercayaan masyarakat terhadap vaksinasi meningkat. Sebab saat ini masih banyak masyarakat yang tidak percaya terhadap adanya virus Corona dan vaksin.

“Saat ini juga sebanyak 30.346 Sumber Daya Manusia (SDM) telah menerima pelatihan untuk melakukan vaksinasi. Saya juga minta kepada seluruh dinas terkait, untuk lebih memfokuskan alat-alat kesehatan terkait vaksinasi,” ungkap Tito Karnavian.

Tambahnya Tito Karnavian, mengungkapkan bahwa saat penyuntikan dilakukan harus menjadi dua kloter, untuk mengurangi penumpukan masyarakat yang akan menerima vaksinasi.

“Untuk vaksinasi akan diberikan kepada masyarakat dengan rentang usia 18 tahun sampai dengan 59 tahun.

Dan vaksinasi ini juga akan diberikan dan difokuskan kepada manula. Hal ini terkait masih banyaknya manula yang terpapar Covid-19,” kata Tito Karnavian. (Ins/Cv)