Lazismu Kota Metro kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat melalui program Rumah Layak Huni. Kali ini, sebuah rumah yang dibangun untuk Rohim resmi diserahkan kepada penerima manfaat dalam acara serah terima kunci yang dihadiri jajaran Pemerintah Kota Metro, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Metro, pengurus Lazismu, tokoh masyarakat, serta warga Kelurahan Rejomulyo.
Mewakili Wali Kota Metro yang berhalangan hadir karena menjalankan agenda pemerintahan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Metro, Kusbani, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Muhammadiyah dan Lazismu dalam menghadirkan program-program sosial yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, gerakan kemanusiaan yang dijalankan Lazismu menjadi bukti nyata sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Metro, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada keluarga besar Muhammadiyah dan Lazismu yang terus membantu masyarakat. Program seperti ini membuktikan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih tumbuh kuat di tengah masyarakat,” ujar Kusbani.
Ia menambahkan, Muhammadiyah selama ini tidak hanya berkontribusi di bidang pendidikan dan dakwah, tetapi juga aktif memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial melalui program pemberdayaan masyarakat, termasuk pembangunan rumah layak huni bagi warga yang membutuhkan.
Kusbani juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat budaya berbagi dan bersedekah. Menurutnya, kepedulian yang dilakukan secara bersama-sama akan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Lazismu Kota Metro, H. Bekti Satriadi, menjelaskan pembangunan rumah layak huni untuk Rohim menghabiskan anggaran sebesar Rp44.549.000. Dana tersebut berasal dari penghimpunan zakat, infak, dan sedekah melalui Lazismu Kota Metro sebesar Rp24.900.000, bantuan material bangunan senilai Rp6.565.000, serta dukungan gotong royong berbagai pihak yang jika dinominalkan mencapai Rp13.084.000.
Bekti menegaskan seluruh penggunaan dana dikelola secara transparan dan akuntabel. Masyarakat, kata dia, dapat mengakses laporan administrasi pembangunan melalui kantor Lazismu Kota Metro.
Dalam kesempatan itu, Bekti juga meluruskan anggapan bahwa bantuan Lazismu hanya diperuntukkan bagi warga Muhammadiyah. Ia menegaskan seluruh program kemanusiaan Lazismu terbuka bagi siapa saja yang memenuhi kriteria sebagai penerima manfaat, tanpa membedakan latar belakang organisasi maupun golongan.

“Siapa pun yang memenuhi kriteria berhak menerima bantuan. Tidak harus warga Muhammadiyah. Warga NU, LDII, maupun masyarakat umum lainnya juga dapat menerima bantuan apabila memang membutuhkan,” katanya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada para muzaki dan donatur yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekah melalui Lazismu. Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi kunci keberhasilan berbagai program sosial yang selama ini dijalankan.
Dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Lazismu Kota Metro juga menggelar sejumlah kegiatan sosial. Di antaranya memberikan santunan kepada 150 anak yatim, piatu, dan penyandang disabilitas berupa tas sekolah, buku, perlengkapan belajar, hingga sepatu. Pada kegiatan serah terima rumah tersebut, Lazismu juga menyalurkan 50 paket sembako kepada warga Kelurahan Rejomulyo.
Selain itu, Lazismu akan melaksanakan pembinaan bagi guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) serta program pembinaan dan pemberdayaan mualaf di Kota Metro. Bekti mengajak masyarakat yang memiliki kelapangan rezeki untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah agar semakin banyak warga yang merasakan manfaat program-program kemanusiaan.
Pada kesempatan yang sama, Lazismu Kota Metro juga mulai mendukung pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis melalui kemitraan dengan Kementerian Kesehatan dan Muhammadiyah. Program ini bertujuan meningkatkan cakupan pemeriksaan kesehatan masyarakat sekaligus mempermudah akses layanan kesehatan, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan dalam menjangkau fasilitas kesehatan.
Serah terima rumah layak huni tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, para donatur, dan masyarakat mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan sosial. Semangat gotong royong yang terus dijaga diharapkan dapat memperluas manfaat program kemanusiaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Metro.(Yd/Sr)

