Wali Kota Metro H. Bambang Iman Santoso secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) VI Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Metro, sebagai momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat kontribusi LDII dalam pembangunan daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPW LDII Provinsi Lampung, Ketua DPD LDII Kota Metro, jajaran Forkopimda Kota Metro, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Metro, Ketua MUI Kota Metro, Ketua FKUB Kota Metro, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Metro, pimpinan pondok pesantren, alim ulama, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, komunitas, serta tamu undangan lainnya.
Musda VI LDII Kota Metro menjadi agenda penting seiring berakhirnya masa bakti kepengurusan DPD LDII Kota Metro periode 2021–2026 pada 12 September 2026. Forum tersebut menjadi wadah tertinggi organisasi di tingkat daerah untuk melakukan evaluasi terhadap program kerja sekaligus merumuskan arah kebijakan dan program LDII ke depan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Metro menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar LDII Kota Metro yang telah berkomitmen menjalankan peran organisasi di tengah masyarakat. Ia berharap Musda VI dapat berlangsung lancar serta menghasilkan keputusan terbaik dan kepengurusan yang amanah, solid, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Semoga Musda VI ini dapat berjalan dengan lancar, menghasilkan keputusan-keputusan terbaik serta melahirkan kepengurusan yang amanah, solid dan mampu membawa LDII Kota Metro semakin maju serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Bambang.
Menurutnya, Musda tidak semata-mata menjadi agenda untuk memilih kepengurusan baru tetapi juga menjadi momentum melakukan evaluasi menyusun langkah strategis memperkuat konsolidasi dan merumuskan program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Bambang berharap hasil Musda VI LDII Kota Metro mampu menghadirkan gagasan konstruktif dan program yang memberikan manfaat nyata, terutama dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial kemasyarakatan, pembinaan generasi muda, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilaksanakan oleh pemerintah secara sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi dan partisipasi seluruh elemen masyarakat termasuk organisasi kemasyarakatan dan organisasi keagamaan.
“Pemerintah Kota Metro menyadari bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Kita membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan dan keagamaan,” kata Bambang.

Dalam konteks tersebut Wali Kota menilai keberadaan LDII memiliki arti penting sebagai salah satu mitra strategis Pemerintah Kota Metro dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, berkarakter, serta memiliki kepedulian sosial.
Bambang juga mendorong LDII Kota Metro untuk terus mengambil bagian dalam pembinaan generasi muda agar tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, produktif, sekaligus memiliki semangat kebangsaan.
Sementara itu Wakil Ketua DPW LDII Provinsi Lampung menegaskan bahwa LDII tidak hanya berfokus pada kegiatan internal organisasi dan dakwah, tetapi juga menempatkan semangat kebangsaan sebagai bagian penting dalam menjalankan perannya sebagai organisasi kemasyarakatan.
Ia menyampaikan bahwa LDII memiliki kepedulian terhadap kondisi bangsa dan berkomitmen mengambil peran dalam berbagai agenda pembangunan yang dapat disinergikan bersama pemerintah. Menurutnya, LDII siap menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Metro dalam melaksanakan program yang dapat dikerjakan secara bersama-sama.
“Sebagai organisasi kemasyarakatan, kami siap melaksanakan agenda dan membantu pemerintah. Kami ingin mengambil peran yang memang bisa kita laksanakan bersama-sama, terutama di era yang tidak mudah seperti sekarang,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya memastikan setiap program organisasi tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi memberikan kontribusi yang dapat dirasakan masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan semangat LDII melalui tiga kata kunci yakni kerja, komunikasi, dan kontribusi.

Ketua DPD LDII Kota Metro dalam laporannya menyampaikan bahwa Musda VI diikuti 68 peserta yang terdiri atas unsur Dewan Pimpinan Daerah LDII Provinsi Lampung, pengurus pleno DPD LDII Kota Metro, perwakilan pimpinan cabang di tingkat kecamatan, serta perwakilan pimpinan anak cabang di tingkat kelurahan.
Ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kota Metro atas dukungan serta fasilitas yang diberikan dalam penyelenggaraan Musda VI LDII Kota Metro. Dukungan tersebut dinilai menjadi bagian dari sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan dalam membangun Kota Metro.
Musda VI LDII Kota Metro diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus meningkatkan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Metro dan seluruh elemen masyarakat. Melalui kepengurusan dan program kerja yang baru, LDII diharapkan semakin mampu menghadirkan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan Kota Metro yang religius, harmonis, berkarakter, dan berkelanjutan. (Md/Sr)

