Bandar Lampung – Sebanyak 2.202 mahasiswa Universitas Malahayati akan melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (KKLPPM) di Kota Metro.
Kehadiran ribuan mahasiswa tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat program pemberdayaan masyarakat, akan tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal melalui meningkatnya aktivitas pelaku UMKM, rumah makan, transportasi, hingga sektor penginapan dan rumah kos.
Pelepasan secara simbolis mahasiswa KKLPPM dilaksanakan di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Senin (6/7/2026).

Program yang mengusung tema “GREGET PPM BERDAMPAK (Gerak Revolusioner Keilmuan dan Generasi Tangguh untuk Transformasi Masyarakat yang Berkelanjutan)” akan berlangsung di Kota Metro mulai 13 Juli hingga 20 Agustus 2026, dengan penempatan mahasiswa di lima kecamatan, yakni Metro Pusat, Metro Barat, Metro Timur, Metro Utara, dan Metro Selatan.
Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menyambut baik kepercayaan yang diberikan Universitas Malahayati kepada Kota Metro sebagai lokasi pelaksanaan KKLPPM. Menurutnya, kehadiran lebih dari dua ribu mahasiswa menjadi momentum yang memberikan manfaat ganda, baik dari sisi pembangunan masyarakat maupun pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Universitas Malahayati yang telah mempercayakan Kota Metro sebagai lokasi pelaksanaan KKLPPM. Kehadiran 2.202 mahasiswa tentu akan membawa manfaat yang luas,” ungkapnya.
Selain menjadi mitra pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat, Bambang juga menegaskan bahwa program ini pasti akan melalui berbagai inovasi dan pengabdian. “Dimana aktivitas mahasiswa selama berada di Metro juga dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Bambang.
Ia menambahkan, tema GREGET PPM BERDAMPAK sangat selaras dengan arah pembangunan Kota Metro yang menekankan kolaborasi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
“Saya berharap seluruh mahasiswa mampu mengoptimalkan ilmu pengetahuan yang dimiliki dengan berkolaborasi bersama pemerintah daerah, aparatur kelurahan, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga. Jadilah agen perubahan yang mampu mendengar kebutuhan masyarakat, sehingga hasil pengabdian benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Ketua Pelaksana KKLPPM, Eka Yudha, mengatakan bahwa pelaksanaan KKLPPM tahun ini dirancang agar tidak hanya memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga menghasilkan program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.
“KKLPPM tahun ini kami desain agar mahasiswa hadir sebagai problem solver di tengah masyarakat. Mereka akan melakukan penelitian, pengabdian, serta pemberdayaan yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan wilayah. Kami berharap seluruh program yang dijalankan mampu memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat,” kata Eka Yudha.
Sementara itu, Rektor Universitas Malahayati, Muhammad Khadafi, menegaskan bahwa mahasiswa harus mampu menjadi generasi yang membawa perubahan positif melalui ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Tema GREGET PPM BERDAMPAK merupakan komitmen Universitas Malahayati untuk menghadirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Kami berharap seluruh mahasiswa menjaga nama baik almamater, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta menghasilkan inovasi yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi Kota Metro,” ujar Muhammad Khadafi.
Melalui pelaksanaan KKLPPM ini, Pemerintah Kota Metro berharap sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dapat terus diperkuat dalam mendorong pembangunan yang inklusif, meningkatkan kualitas pemberdayaan masyarakat, sekaligus menumbuhkan aktivitas ekonomi lokal yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Metro. (BSR)

