Sebanyak 80 Peserta Ikuti Bimtek Kelompok Informasi Masyarakat (KIM)

Informasi Pemerintah Kota Metro  > Berita >  Sebanyak 80 Peserta Ikuti Bimtek Kelompok Informasi Masyarakat (KIM)
0 Comments

Asisten II Pemerintah Kota Metro Yerri Ehwan membuka acara Bimtek KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) yang berlangsung di Aula Kelurahan Ganjar Agung, Kamis (24/11/2022).

.

Acara Bimtek KIM diikuti oleh 80 peserta dari 2 Kecamatan Metro Selatan dan Kecamatan Metro Barat, yang turut menghadirkan Staf Ahli Walikota Metro Bidang I sekaligus Ketua PKK Kota Metro Silfia Naharani dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Subehi sebagai Narasumber.

.

Asisten ll Pemerintah Kota Metro Yerri Ehwan, mengucapkan terimakasih atas nama Pemerintah Kota Metro, kepada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Metro atas segala upaya yang telah dilakukan sehingga Bimtek ini dapat terselenggara dengan baik.

.

“Sekarang ini kehidupan manusia tidak lepas dari kemajuan teknologi mengingat zaman sudah berkembang pesat dan tidak dapat dipungkiri, keberadaan teknologi telah mempengaruhi masyarakat dan lingkungan disekitarnya seiring dengan perkembangan zaman. Dimana dengan teknologi mampu membantu dalam berbagai hal-hal seperti mempermudah berkomunikasi mencari dan menyebarluaskan informasi secara cepat dan luas, ” ucapnya.

.

Yerri Ehwan juga menjelaskan bahwa adanya Undang-Undang 14 Tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik semakin mendorong pentingnya kehadiran Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sebagai media pelayan informasi.

.

“Melalui kegiatan yang kita laksanakan ini diharapkan setiap kecamatan dan kelurahan yang ada di Kota Metro nantinya dapat terbentuk kelompok-kelompok informasi masyarakat lokal dengan ciri khas dan karakteristik masing-masing baik dari baik dari potensi sumber daya manusianya maupun sumber dava alam, “ungkap Yerri.

Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), mendukung masyarakat untuk memperoleh atau mengakses informasi dan teknologi komunikasi agar memberikan nilai tambah bagi kehidupan masyarakat seperti sebagai penggerak usaha kecil menengah, penggerak dalam mitigasi bencana memajukan budaya, sosial, pertanian dan perikanan lokal.

.

“Pada akhirnya memang kemajuan teknologi informasi dan komunikasi harus dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan hidup masyarakat yang merupakan alat untuk mewujudkan bangsa yang berbudaya, sejahtera dan maju, ” paparnya

.

Asisten II Pemerintah Daerah Kota Metro menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta sosialisasi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Kota Metro ini, baik yang berasal dari anggota RT/RW Wanita Tani Kesenian/Paguyuban dan lainnya yang ada di kecamatan Metro Barat dan Metro Pusat serta partisipasinya yang diharapkan dapat menjadi stakeholder Pemerintah Kota Metro dalam penyebarluasan informasi pembangunan.

.

“Sejalan dengan pentingnya pelaksanaan kegiatan ini kami minta kepada seluruh peserta Bimtek, untuk dapat mengikuti kegiatan bimtek ini dengan sebaik-baiknya. Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Tahun 2022, secara resmi saya nyatakan DIBUKA, ” tutup Yerri.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Metro Subehi, melaporkan tujuan Pelaksanaan kegiatan KIM adalah untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya kelompok informasi masyarakat secara mandiri sebagai wahana informasi dalam masyarakat dan meningkatkan KIM arus antar peran dalam memperlancar informasi antara anggota masyarakat dan pemerintah dengan masyarakat.

.

“Sebelumnya istilah Kelompok Informasi Masyarakat atau yang disingkat KIM pada sekitar tahun 80-90 an dikenal dengan Kelompencapir yang artinya Kelompok Pendengar, Pembaca dan Pirsawan. Pada masanya tersebut kelompencapir adalah kegiatan pertemuan untuk petani dan nelayan di Indonesia yang dicetuskan pada masa pemerintahan Presiden Suharto, “ujarnya.

.

Lebih lanjut, Subehi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengikutkan petani-petani berprestasi dari berbagai daerah yang diadu kepintaran dan pengetahuannya seputar pertanian, antara lain soal cara bertanam yang baik dan pengetahuan tentang pupuk dengan model mirip cerdas cermat yang programnya ikut andil kala Indonesia mencapai mendapatkan swasembada penghargaan pangan dan dari FAO (Organisasi pangan dan pertanian PBB) pada tahun 1984.

.

“Karena keberhasilan tersebut, Pemerintah pusat saat ini menjadikan KIM sebagai program unggulan di Komunikasi dan Informatika melalui pembentukan KIM di setiap kabupaten/kota maka diharapkan dapat mengembangkan dan memberdayakan kelompok informasi yang ada di masyarakat, juga sebagai mitra dialog dengan pemerintah dalam merumuskan kebijakan publik, dan sebagai sarana peningkatan pemberdayaan masyarakat di bidang informasi, “tambahnya.(In/Yl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *