Pemkot Metro Adakan Rakor Kota Literasi

0 Comments

Pemerintah Kota Metro melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) tentang Kota Literasi. Acara yang berlangsung di Ruang OR Setda Kota Metro, Kamis 13/01/2022.

.

Dalam Rakor ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Metro Bangkit Haryo Utomo, dan dihadiri Bunda Literasi Metro, dr. Silfia Naharani, Kadispusarda Farida, Kadisdikbud Suwandi.

.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Suwandi, mengatakan dalam gerakan literasi daerah, pendidikan akademisi penting terlibat dalam proses pembangunan literasi. Selain itu juga, media menjadi penting untuk proses publikasi.

Terkait kampanye penggerak literasi, perlu adanya komunitas internal yang mempunyai kegiatan. Soal kegiatan tersebut, bisa diekspos ataupun tidak. Yang terpenting komunitas mempunyai kegitan yang efektif dan branding,” ucapnya.

.

Selaku Bunda Literasi, Silfia mengajak peserta rapat untuk dapat mensosialisasikan kepada masyarakat tentang literasi Kota Metro. Dan sejauh mana melibatkan komunitas  dalam menyukseskan Metro sebagai Kota Literasi.

.

“Saya berharap, semua sudah memahami posisinya masing-masing. Jangan sampai kita menjelaskan pemahaman yang kita sendiri belum paham,” tegasnya.

.

Tambahnya, ia juga meminta agar kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) membuat ruang baca. Ada beberapa ruang publik yang bisa diefektifkan sebagai ruang baca baik itu, halte buku atau taman literasi.

.

Ia juga mengatakan, saat ini perpustakaan tidak pasif lagi dikunjungi. Saharusnya rumah pintar dan perpustakaan harus digerakan disetiap kelurahan.  Terkait penempatan sebaiknya di tempat keramaian, agar masyarakat mudah menjangkaunya.

.

Sekda Kota Metro Bangkit, mengajak para peserta Rakor untuk bersama-sama dalam menentukan kegiatan yang bersinergi. Terkait CSR pembangunan perekonomian, akan diarahkan menyukseskan Kota Metro, sebagai Kota Literasi.

.

Kadis Pusarda Kota Metro Farida, menjelaskan saat ini kegiatan dari Dispusarda Tahun 2022 berupa kelas menulis, seperti cerpen dan puisi dengan sasarannya siswa anak SMP dan SMA. Selain itu pembinaan di rumah pintar, pembinaan perpustakaan kelurahan, pembinaan perpustakaan sekolah.

.

Tambah lagi juga perlu adanya lomba menulis, berupa lomba menulis pidato, puisi, baca berita agar lebih menarik peminat,” pungkas Farida. (Ys/Hs)

Leave a Reply

Your email address will not be published.