Pemerintah Kota Metro Perkuat Budaya Literasi, Gelar Diskusi di Lima Kecamatan untuk Tingkatkan IPLM
tim diskominfo
30 Juli 2026 16:19
Berita, info Kota Metro, Kota Metro
34
Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusarda) Kota Metro menggelar Diskusi Literasi di lima kecamatan sebagai upaya memperkuat budaya baca masyarakat sekaligus meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM). Kegiatan tersebut berlangsung secara bertahap pada 20, 21, 22, 23, hingga 29 Juli 2026.
Diskusi dilaksanakan di Kecamatan Metro Pusat, Metro Timur, Metro Barat, Metro Utara, dan Metro Selatan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan sebagai bagian dari evaluasi sekaligus penyusunan strategi pengembangan literasi di Kota Metro.
Kegiatan ini merupakan langkah Pemerintah Kota Metro dalam mendekatkan akses masyarakat terhadap bahan bacaan sekaligus mengoptimalkan fungsi perpustakaan sebagai pusat belajar, pemberdayaan, dan pengembangan masyarakat.
Empat agenda utama yang menjadi fokus dalam setiap pelaksanaan diskusi meliputi:
Inisiasi pendirian perpustakaan kecamatan, guna memperluas akses layanan perpustakaan sebagai ruang belajar yang inklusif dan pusat kegiatan literasi masyarakat.
Monitoring dan evaluasi (monev) perpustakaan kelurahan, melalui peninjauan terhadap pengelolaan, keaktifan, dan pelayanan 22 perpustakaan kelurahan selama Semester I Tahun 2026.
Peningkatan nilai Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dengan menyusun strategi bersama lintas sektor.
Diskusi literasi, sebagai wadah menyerap aspirasi, mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, serta menghimpun gagasan inovatif dalam pengembangan literasi.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusarda) Kota Metro, para camat, lurah, Bunda Literasi Kelurahan, Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpustakaan Nasional RI, tokoh masyarakat, pengurus Karang Taruna, serta jajaran Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Dispusarda Kota Metro.
Dalam arahannya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusarda) Kota Metro Farida, menegaskan bahwa penguatan budaya membaca tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Perpustakaan saat ini bukan lagi sekadar tempat menyimpan koleksi buku, tetapi harus menjadi pusat aktivitas masyarakat, ruang berdiskusi, serta sarana pemberdayaan berbasis literasi bagi semua kalangan,” ujarnya.
Melalui evaluasi yang dilakukan selama pelaksanaan kegiatan, Dispusarda Kota Metro memperoleh berbagai masukan dan rekomendasi strategis untuk meningkatkan kualitas pengelolaan 22 perpustakaan kelurahan.
Hasil diskusi tersebut akan menjadi dasar penyusunan program pengembangan perpustakaan, termasuk percepatan pendirian perpustakaan di tingkat kecamatan dan peningkatan nilai IPLM Kota Metro.
Pemerintah Kota Metro berharap sinergi antara pemerintah, relawan literasi, dunia pendidikan, serta masyarakat dapat terus diperkuat sehingga budaya membaca semakin tumbuh dan perpustakaan mampu menjadi pusat pembelajaran sepanjang hayat yang mendorong terwujudnya masyarakat Kota Metro yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing. (Sr)
Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusarda) Kota Metro menggelar Diskusi Literasi di lima kecamatan sebagai upaya
Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro menegaskan bahwa penanganan kasus tuberkulosis (TBC) dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro, Ahmad Hariyanto, menerima audiensi jajaran Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Lampung yang didampingi Ketua
Sekretaris Daerah Kota Metro, Ahmad Hariyanto, mewakili Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menginstruksikan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
Setelah melalui serangkaian proses seleksi yang ketat, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Metro terpilih mengikuti tahapan Virtual Assessment
Pemerintah Kota Metro terus memperkuat tata kelola pemerintahan melalui sinergi lintas sektor di bidang pertanahan. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan kehadiran
Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) terus berkomitmen meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui