Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, mengapresiasi kehadiran Pesantren Bank Sampah sebagai inisiatif luar biasa dalam mendorong kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah, sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, Minggu (12/4/2026).
“Inisiatif tersebut merupakan langkah luar biasa dalam mendorong kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” kata Bambang.
Ia berharap, program tersebut tidak hanya berhenti di satu wilayah, tetapi dapat menjadi contoh dan berkembang ke seluruh kelurahan di Kota Metro.
“Kalau bisa, Pesantren Bank Sampah ini nantinya hadir di 22 kelurahan. Dengan begitu, dampaknya akan lebih luas dalam membantu mengatasi persoalan sampah,” tambahnya.

Selain itu, Pemerintah Kota Metro juga siap memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan program tersebut. Bentuk dukungan yang dimaksud mencakup kolaborasi dengan berbagai pihak serta penyediaan sarana dan prasarana pendukung.
“Kami akan mensupport dan mempersiapkan bentuk dukungan yang dibutuhkan. Jika diperlukan kolaborasi, pemerintah siap hadir memberikan solusi terbaik, termasuk penyediaan fasilitas seperti tempat sampah agar gerakan ini tidak hanya menjadi slogan,” jelasnya.
Sementara itu, ia juga menekankan pentingnya membangun budaya malu membuang sampah sembarangan di tengah masyarakat. Menurutnya, kesadaran kolektif menjadi kunci keberhasilan program pengelolaan sampah.

“Ayo bersama-sama kita jadikan Kota Metro ini kota yang bersih, sehat, dan membahagiakan bagi seluruh warganya,” kata Wali Kota Metro.
Hal yang sama juga disampaikan Fonder Pesantren Bank Sampah Slamet Riyadi, bahwa sebagai pengelola Pesantren Bank Sampah, pihaknya berkomitmen terus bergerak dan berkembang dalam semangat pemberdayaan masyarakat.
“Ke depan, tidak hanya pembangunan fasilitas yang menjadi fokus, tetapi juga peningkatan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah,” ungkapnya.

Dirinya bercita-cita menjadikan lingkungan RT 43 RW 09 Banjarsari sebagai pusat edukasi dan aktivitas pengelolaan sampah. “Di mana masyarakat dapat belajar, bertransaksi, serta memperdalam pemahaman tentang sampah secara berkelanjutan. Dengan ini saya berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif untuk peduli terhadap sampah sekaligus mewujudkan mimpi bersama menuju lingkungan yang lebih bersih dan berdaya,” pungkasnya. (Bgs/Sr)


