Zona Merah, Pemkot Metro Minta RT/RW Lebih Peduli Warga Isolasi

0 Comments

Walikota Metro melakukan Monitoring dan Evaluasi dengan Kepala OPD, Camat dan Lurah se-Kota Metro, tentang pencegahan dan pengendalian Covid-19 secara zoom meeting, di Guest House, Kamis (19/08/2021).

Walikota Metro Wahdi dalam hal ini meminta kepada para pegawai untuk tetap bekerja seperti biasa dan tetap melakukan analisis.

“Pandemi Covid-19 memang menjadi perhatian utama, akan tetapi kita tetap bekerja seperti biasa dengan melakukan aksi perencanaan yang baik. Perencanaan ini dapat dilakukan analisis resiko kegagalan. Mudah-mudahan kita bisa bekerja dengan selalu menjaga kesehatan. Untuk pegawai Puskesmas saya minta tetap pantau rumah isolasi di KTN di lingkungan masing-masing,” ujar Wahdi.

Wakil Walikota Metro Qomaru Zaman, juga menyampaikan tentang tanggap darurat yang muncul di masyarakat untuk dipahami.

“Bertepatan Kota Metro memasuki zona merah, semalam kami Pemerintah Kota Metro bersama TNI dan Polri melakukan operasi yustisi, untuk memberikan edukasi terkait PPKM diperketat. Dan ternyata reaksi masyarakat Kota Metro sudah memahami dan menghargai peraturan yang berlaku saat ini,” papar Qomaru.

Qomaru Zaman mengimbau seluruh jajaran pemerintah harus bergerak semua, dalam menangani dan berupaya meningkatkkan kinerja pegawai OPD dalam tangani pandemi.

Dalam kesempatan yang sama, Sekda Kota Metro Bangkit Haryo Utomo, saat ini Kota Metro masuk dalam zona merah.

“Kita tidak perlu khawatir karena Rumah Sakit di Kota Metro menjadi Rumah Sakit rujukan. Pada saat ini terdapat 48 pasien Covid-19 yang dirawat, namun dari jumlah tersebut hanya 8 warga Kota Metro. Untuk angka BOR sudah menurun, baik di 2 rumah sakit yaitu di RS Mardi Waluyo dan RS Islam,” terang Bangkit.

Bangkit juga menyinggung negara Singapura yang telah membuat buku panduan hidup dan mati bersama Covid-19. “Terkait Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang akan dilaksanakan pada minggu depan, Pemkot Metro akan melakukan simulasi terlebih dahulu. Maka itu, saya tekankan Satpol PP dan BPBD untuk memantau kegiatan simulasi tersebut,” katanya.

Sementara itu, Asisten II Yeri Ehwan mengungkapkan bahwa kinerja RT/RW di lapangan perlu ditingkatkan kembali, dikarenakan banyaknya warga yang isolasi mandiri banyak tidak terdata dan mendapatkan bantuan.

“Saya juga mendapat laporan bahwa di lapangan RT/RW kinerjanya kurang maksimal dalam memantau di lapangan. Banyaknya warga isoman dan dilakukan tes oleh Puskesmas, namun tidak terdata dan banyak tidak mendapat dukungan dari pemerintah,” tandasnya.

Yeri juga meminta para Lurah, untuk memberi pemahaman kepada RT/RW untuk meningkatkan kinerjanya. “Terkait bantuan sembako tahap ke-3 dari Tim Satgas Sembako akan menyalurkan 10 ton beras. Penyaluran ini berasal dari 4 perusahaan di Kota Metro,” tutupnya. (Cv/Tm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *