Wali Kota Metro melepas keberangkatan rombongan Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Provinsi Lampung untuk mengikuti ajang Internasional Ngontel Asia Pasifik Bumi Jenggolo 3 di Sidoarjo, Jawa Timur. Prosesi pelepasan berlangsung di halaman rumah dinas Wali Kota Metro, Rabu (28/10/2026).
Keikutsertaan KOSTI Lampung dalam kegiatan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan kekayaan tradisi, identitas, dan budaya Lampung kepada masyarakat dari berbagai daerah maupun negara yang berpartisipasi dalam kegiatan bersepeda tersebut.
Dalam sambutannya, Wali Kota Metro, menekankan bahwa partisipasi dalam ajang berskala internasional tidak semata-mata menjadi kegiatan olahraga dan pelestarian sepeda tua, tetapi juga merupakan ruang diplomasi budaya untuk memperkuat pengenalan identitas daerah di tingkat yang lebih luas.
Salah satu upaya yang direncanakan adalah menampilkan peserta bersepeda dengan mengenakan pakaian adat Lampung yang akan menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada para peserta dan pengunjung.
“Harapannya, tradisi dan budaya yang kita miliki dari Provinsi Lampung dapat diperkenalkan melalui kegiatan ini. Bahkan, ke depan, kita berharap Lampung, khususnya Kota Metro, dapat menjadi tuan rumah penyelenggaraan ajang serupa,” ungkapnya.
Di balik optimisme tersebut, Wali Kota Metro juga menyampaikan pandangan realistis mengenai tantangan yang dihadapi dalam mendukung kegiatan komunitas, terutama di tengah kondisi fiskal pemerintah daerah yang memerlukan pengelolaan anggaran secara cermat.
Sebagai pembina KOSTI, ia menyampaikan permohonan maaf karena pemerintah daerah belum dapat memberikan dukungan pendanaan secara langsung untuk keberangkatan rombongan kali ini.
Menurutnya, semangat kebersamaan dan komitmen para anggota tetap menjadi modal penting dalam menjaga keberlangsungan gerakan pelestarian sepeda tua dan budaya daerah. Namun, ia juga menegaskan bahwa perjuangan untuk mencapai tujuan bersama membutuhkan kontribusi, konsistensi, dan pengorbanan dari setiap pihak.

Ia secara khusus mengapresiasi dedikasi Ketua KOSTI Provinsi Lampung yang dinilainya memiliki semangat luar biasa dalam mendampingi komunitas. Komitmen tersebut, menurutnya, menjadi teladan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat.
Wali Kota Metro turut menyampaikan komitmennya untuk mendukung apabila pada masa mendatang Kota Metro memperoleh kesempatan menjadi tuan rumah kegiatan bersepeda berskala nasional.
Ia menegaskan bahwa pemerintah kota tidak akan tinggal diam apabila peluang tersebut dapat direalisasikan. Dukungan dapat dipertimbangkan melalui mekanisme penganggaran daerah, termasuk APBD, dengan tetap memperhatikan tahapan perencanaan, ketentuan administrasi, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Menurutnya, pengajuan dukungan anggaran membutuhkan proses yang terencana dan tidak dapat dilakukan secara mendadak. Oleh karena itu, koordinasi dan persiapan sejak awal menjadi faktor penting agar penyelenggaraan kegiatan dapat berjalan optimal tanpa mengabaikan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
Pernyataan tersebut sekaligus membuka peluang bagi KOSTI untuk membangun perencanaan jangka panjang bersama pemerintah daerah, sehingga kegiatan komunitas tidak hanya bergantung pada dukungan sesaat, tetapi dapat berkembang menjadi agenda yang terukur dan berkelanjutan.

Menutup sambutannya, Wali Kota Metro berpesan agar seluruh rombongan KOSTI Lampung menjaga nama baik daerah, menunjukkan penampilan terbaik, serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan tradisi dan kebudayaan Lampung secara positif.
Sebagai Wali Kota Metro, ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, para peserta dapat mengikuti agenda dengan baik, dan rombongan kembali ke Kota Metro dengan selamat.
“Keberangkatan KOSTI Lampung ini diharapkan tidak berhenti pada partisipasi dalam sebuah ajang bersepeda, tetapi menjadi langkah konkret dalam memperluas promosi budaya, memperkuat jejaring antarkomunitas, dan membuka peluang bagi Kota Metro untuk tampil sebagai salah satu pusat kegiatan pelestarian sepeda tua dan kebudayaan di Indonesia,”ungkapnya.
Dengan semangat kebersamaan, pelestarian tradisi, dan perencanaan yang matang, partisipasi tersebut menjadi pengingat bahwa identitas budaya daerah memiliki potensi besar untuk diperkenalkan melalui berbagai ruang kolaborasi, termasuk kegiatan olahraga dan komunitas lintas wilayah. (Yl/Yd/Bgs)

