Pemkot Metro Ikuti Penilaian STBM Award Tahun 2021

0 Comments

Pemerintah Kota Metro mengikuti penilaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Awards yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Lampung secara virtual, Kamis (16/09/2021).

Pada acara yang berlangsung di Rumah Dinas Walikota Metro ini, Wahdi mengatakan kepada para tim penilai, bahwa Kota Metro untuk kedua kalinya di tahun ini mengikuti STBM award dan pada tahun lalu Kota Metro telah berhasil melaksanakan deklarasi STBM pilar 1 yaitu stop buang air besar sembarangan.

“Hal ini merupakan kosentrasi yang harus dilaksanakan, dan tentunya ini sudah masuk ke dalam visi misi dan program Kota Metro kedepannya. Keberhasilan Kota Metro untuk mencapai ODF (Open Defecation Free)pada tahun 2019 dan penghargaan STBM Nasional tahun 2020, tidak menyurutkan langkah Kota Metro untuk meningkatkan capaian target STBM berkelanjutan,” kata Wahdi.

Lanjutnya, secara umum peningkatan capaian target di Provinsi Lampung untuk 2 sampai 5 dari tahun ke tahun terus meningkat.

“Sehingga setelah mencapai akses jamban 100 persen, Kota Metro terus berupaya meningkatkan kualitas ODF dengan strategi pasca ODF, antara lain mencegah terjadinya kembali ke perilaku buang air besar sembarangan,” tegas Wahdi.

Sementara itu, Sekda Kota Metro Bangkit Haryo Utomo, memaparkan progres capaian STBM di Kota Metro sebagai bentuk apresiasi dari kemitraan Dinas Kesehatan Metro dengan pihak ketiga.

‚ÄúPemerintah Kota Metro telah menjalin kemitraan dengan masyarakat dan pihak ketiga untuk mendukung program STBM berkelanjutan. Salah satunya dengan membuka peluang bagi seluruh stakeholder untuk berpartisipasi dan berkontribusi di dalam sektor kesehatan dan program STBM menuju sanitasi aman,” jelas Bangkit.

Bangkit menjelaskan beberapa diantara kemitraan yang telah dijalin antara lain, kelompok ibu-ibu, TP-PKK Kota Metro di seluruh tingkatan, Yayasan Konservasi Way Seputih, SNVNetherlands Development, serta Organisasi Profesi dan Bank.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Kota Metro Erla Andrianti, menuturkan bahwa kaitan inovasi dalam peningkatan STBM pada tahun 2020 masih dalam kondisi Covid-19. Untuk itu perlu adanya inovasi seperti melakukan pembinaan secara online kepada masyarakat untuk terus menggalakkan STBM pilar 1 dan pilar 5.

“Sedangkan saat ini kami sudah mendorong anggota Dinkes dan Puskesmas untuk melakukan pelatihan kepada kader-kader konseling, untuk melatih dan diingatkan kembali terkait tugas mereka,” kata Erla (Gt/Tm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *