Serang Banten – Lurah Rejomulyo, Margono, menjadi salah satu tokoh dari Lampung yang berhasil mengharumkan nama daerah di tingkat nasional melalui ajang Peacemaker Justice Award 2025. Dalam ajang tersebut, Margono masuk sebagai 3 peacemaker terbaik nasional bersama kepala desa/lurah lain dari daerah berbeda di Indonesia.
Bentuk apresiasi yang diraih berupa dua capaian sebagai Terpilih sebagai peserta terbaik nasional (Top 3) yang merupakan pencapaian utama yang menunjukkan kualitas kepemimpinan di tingkat nasional. Kedua sebagai pengakuan sebagai pelopor penyelesaian masalah hukum di masyarakat (Non Litigation Peacemaker/NLP). Hal ini bisa diartikan sebagai Lurah yang dinilai aktif menyelesaikan konflik warga melalui pendekatan mediasi tanpa pengadilan.
Prestasi ini tidak lepas dari peran aktif lurah dalam membentuk Pos Bantuan Hukum (Posbankum) di kelurahan. Menyelesaikan konflik masyarakat secara damai dan humanis. Dan yang terakhir mendorong akses keadilan berbasis masyarakat. Program ini bahkan menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat akses keadilan (access to justice) di tingkat desa/kelurahan.

Dalam hal ini, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso merasa bangga dan senang atas capaian Lurah Rejomulyo yang berhasil mengharumkan nama Lampung karena, masuk Top 3 nasional Peacemaker Justice Award 2025 dan diakui sebagai pelopor penyelesaian konflik hukum berbasis masyarakat.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa inovasi di tingkat kelurahan bisa berdampak hingga level nasional. Dengan ini menandakan bahwa kinerja lurah melalui penekanan pada kualitas pelayanan, kepemimpinan, dan peran penting kelurahan dalam pembangunan daerah telah berhasil,” ujar Bambang, Rabu (08/04/2026).
Selain itu juga, Bambang berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat peran dalam melayani masyarakat, serta membangun budaya penyelesaian konflik yang konstruktif di tengah kehidupan sosial.
“Pemerintah Kota Metro akan terus memberikan dukungan penuh terhadap program-program yang mendorong peningkatan kapasitas aparatur, serta penguatan akses keadilan bagi masyarakat,” ungkapnya. (Sr)

