Pemaparan Hasil SSGI Kota Metro Tahun 2021 Serta Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi Tahun 2022

0 Comments

Walikota Metro Wahdi memimpin Rapat Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Kota Metro Tahun 2021 serta Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi Tahun 2022 yang berlangsung di Guest House Rumah Dinas Walikota, Selasa (04/01/22).

.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Erla Andrianti menyampaikan rapat koordinasi bersama antar sektor dan pelaksanaan dalam aksi pencegahan stunting yang terintergrasi serta menyinergikan kegiatan upaya percepatan penurunan stunting melalui kegiatan program Jaringan Masyarakat Peduli Anak dan Ibu (JAMA-PAI) Kota Metro.

.

Erla berharap dengan adanya kegiatan ini Kota Metro dapat menjadi lebih baik sehingga survei hasil stunting kita dapat menghasilkan yang terbaik.

.

“Percepatan pencegahan stunting merupakan prioritas nasional yang dilaksanakan secara multi sektor baik melalui intervensi gizi spesifik maupun intervensi sensitif. Dengan ditetapkannya Kota Metro sebagai salah satu Kabupaten/Kota Lokasi Fokus Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi Tahun 2022 berdasarkan Keputusan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor KEP.10/M.PPN/ HK/02/2021 tentang Penetapan Perluasan Kabupaten/Kota Lokasi Fokus Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi Tahun 2022 maka pelaksanaan 8 aksi konvergensi stunting menjadi instrumen penilaian dalam mengukur kinerja penurunan stunting terintegrasi di wilayah Kota Metro”, ujarnya.

.

Sementara itu, Walikota Metro Wahdi, mengatakan intervensi penurunan stunting terintegrasi dilaksanakan melalui 8 (delapan) aksi, yaitu terdiri dari Analisis Situasi Program Penurunan Stunting, Penyusunan Rencana Kegiatan, Rembuk Stunting, Peraturan Bupati/Walikota tentang Peran Desa, Pembinaan Kader Pembangunan Manusia, Sistem Manajemen Data Stunting, Pengukuran dan Publikasi Data Stunting, dan Reviu Kinerja Tahunan.

.

Lanjut Wahdi, Kota Metro juga telah mengeluarkan Surat Keputusan Walikota Metro Nomor 416/KTPS/B-02/2021 tentang Penetapan Kelurahan Lokasi Fokus Penurunan dan Pencegahan Stunting di Kota Metro terdiri dari 11 Kelurahan Lokus Stunting tahun 2022.

.

Dirinya mengatakan, dalam upaya penanggulangan stunting diperlukan komitmen dari semua pihak yang dipersatukan dalam satu tim yaitu tim konvergensi dengan punya tugas turunkan angka stunting.

.

“Tugas menurunkan angka stunting bukan hanya tupoksi jajaran kesehatan, tetapi diperlukan satu kesatuan yang terintegrasi mulai dari seluruh OPD, Camat, Lurah, para pelaku usaha, hingga elemen masyarakat lainnya”, ucapnya

.

“Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kinerja dalam merealisasikan program JAMAPAI, uakni dapat menyelesaikan masalah sosial, kesehatan, dan kesejahteraan khususnya pada ibu dan anak,” lanjut Walikota Metro.

.

Masih ditempat yang sama, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Uki Basuki menjelaskan berdasarkan data yang ada Kota Metro pada proporsi pendek/kerdil (stunting) mengalami penurunan, hal ini terlihat dari data tahun 2019 Kota Metro ada di posisi 25,03% sementara pada tahun 2021 yakni 19,7%.

.

Selain itu, pada proporsi underweight Kota Metro berada di 14,3 % dan wasting 7%, prevalensi Wasting (berat badan menurut tinggi badan) pada balita Kota Metro tahun 2018 berada di 7,87% dan 2021 berada di 7% dan ePPGBM berada di 4,9%.

.

“Prevalensi Underweight (berat badan menurut umur) pada balita di Kota Metro pada Riskesdes 2018 berada pada 10,31% dan SSDGI 2021 pada 14,3% dengan ePPGBM berada pada 6,9%,” terangnya.

.

Uki Basuki menilai perlunya percepatan di Kota Metro untuk melakukan verifikasi dan validasi untuk memperoleh hasil yang berkualitas dan dapat dijadikan perbandingan survei pada data ePPGBM, sesuai dengan tujuan pengumpulan data dan publikasi yang sangat dibutuhkan sebagai bahan analisis untuk mendapatkan kantong-kantong masalah gizi di tingkat kecamatan, desa dan keluarga kemudian diintervensi spesifik dan sensitif sebagai pemecah masalah advokasi. (yl/agr)

Leave a Reply

Your email address will not be published.