Ekspose Rencana Pembangunan SPBE PSO di Kota Metro

0 Comments

Pemerintah Kota Metro bersama PT. Margo Gas Metro melakukan rapat terkait rencana pembangunan SPBE di wilayah Kota Metro yang berlangsung di Ruang OR Setda, Rabu (30/06/2021).

Walikota Metro Wahdi mengatakan keinginannya agar banyak orang yang berinvestasi di Kota Metro. Kemudian untuk proses pembangunan, tetap harus memperhatikan kualitas dan kuantitas pembangunan tanpa merusak lingkungan.

“Saya senang sekali ada yang mau ekspos tentang investasi. Namun harus diperhatikan kembali baik dari simulasi jalur, kekuatan jalan untuk dilintasi kendaraan berat. Kemudian tolong dilihat legalitas perusahaan dan dampak bagi masyarakat sekitar, sehingga kedepannya mampu menjadi padat karya,” kata Wahdi.

Wakil Walikota Metro Qomaru Zaman menyampaikan, perlu adanya persiapan dalam pemadam, aspek dampak lingkungan dan tentang pemberdayaan ekonomi kerakyatan, serta mendorong UMKM sekitar.

“Oleh sebab itu, ekspose ini adalah penguatan yang menjadi perhatian serius bagi Kota Metro, sebagai proyeksi kedepannya yang tidak mungkin akan bertahan di satu titik. Pasti ada pengembangan baik dari sisi positif untuk masyarakat,” ujar Qomaru.

Sekda Kota Metro Bangkit Haryo Utomo, menjelaskan bahwa untuk tinjauan tata ruang, rencana pembangunan SPBE yang berdasarkan Perda Nomor 1 tahun 2012, lokasinya tepat di Kelurahan Karangrejo, Metro Utara.

Sementara itu, dari penyampaian Komisaris PT. Margo Gas Metro Suparman, memaparkan SPBE PSO merupakan stasiun pengisian Bulk Elpiji yang telah mendapat seluruh persetujuan dan perizinan sesuai ketentuan yang berlaku dan dipersyaratkan oleh Pertamina.

“Kegiatan SPBE ini nantinya meliputi menerima LPG dari supply point yang ditunjuk Pertamina, menyimpan serta mengisi LPG PSO sesuai ketentuan Pertamina. Untuk rencana pembangunannya berlokasi di Jl. Atmo Sentono, Karang Rejo Metro Utara,” jelasnya.

Lebih lanjutnya, tujuan dibangunnya SPBE PSO ini meliputi menyukseskan program konversi yang dicanangkan oleh pemerintah sejak tahun 2007. Kemudian memperlancar pendistribusian LPG PSO ke masyarakat, pemerataan titik lokasi agen dan pangkalan Kota Metro. Serta mengurangi pengangguran di kawasan sekitar, karena dalam perekrutan karyawan memprioritaskan lingkungan tetangga sekitar lokasi SPBE.

“Untuk acuan pembangunan dan produksi meliputi pembangunan telah disesuaikan dengan standar Pertamina. Selain itu juga, dengan dibangunnya sarana SPBE di wilayah Metro, diharapkan pasokan bahan bakar LPG SPO terpenuhi dan dapat membuka lapangan pekerjaan. Tak hanya itu Pemerintah terbantu dengan meningkatnya kesejahteraan rakyat, khususnya masyarakat tingkat menengah ke bawah pengguna produk elpiji 3 kg,” papar Suparman. (Tm/Ag)
.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *