Aan Fergian sukses meraih juara pertama dalam Lomba Cipta Motif Batik kategori umum melalui karyanya, Motif Batik Saka Pena, setelah berhasil menyisihkan 55 peserta. Sementara itu, pada kategori pelajar, Nareswari Pavita Abinaya keluar sebagai juara pertama dengan karya Motif Batik Belangan Sinar.
Puncak acara berlangsung meriah dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang yang dilakukan langsung oleh Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, di Halaman Kantor Dekranasda Kota Metro, Sabtu (4 April 2026).
Karya-karya pemenang dinilai unggul dari berbagai aspek, mulai dari kekuatan filosofi, komposisi desain, hingga kemampuan mengangkat identitas lokal yang khas dibandingkan peserta lainnya. Ajang ini menjadi wadah penting bagi para perajin dan desainer batik untuk menyalurkan kreativitas, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal melalui karya wastra. Prestasi ini juga mencerminkan besarnya potensi generasi muda dalam mengembangkan seni batik sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.

Lomba cipta motif batik ini telah dimulai sejak 16 Februari 2026, melalui serangkaian tahapan yang meliputi pendaftaran, pengumpulan karya, hingga proses penjurian yang berlangsung ketat dan objektif oleh tim juri.
Dari seluruh peserta, dewan juri menetapkan 20 finalis terbaik yang dinilai unggul dari segi estetika, makna filosofis, serta inovasi desain yang mencerminkan kearifan lokal Kota Metro.

Dalam sambutannya, Bambang Iman Santoso menegaskan bahwa lomba desain motif batik ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wujud nyata komitmen dalam melestarikan budaya sekaligus mendorong kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda.
“Batik bukan sekadar kain, tetapi juga identitas, cerita, dan nilai-nilai luhur yang mencerminkan kearifan lokal daerah. Kegiatan seperti ini sangat strategis dalam memperkuat karakter budaya daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap melalui ajang ini akan lahir motif-motif batik khas Kota Metro yang mampu menjadi ikon daerah, memperkaya khazanah budaya, serta memiliki nilai ekonomi tinggi dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Sementara itu, Sekretaris Dekranasda Provinsi Lampung, Dendi Mashuri, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi semata, tetapi dapat berlanjut pada pengembangan karya menjadi produk unggulan yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
“Kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wujud nyata komitmen dalam melestarikan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Provinsi Lampung. Hasil karya wastra dari perlombaan ini juga berpeluang didaftarkan pada ajang Griya Nusa maupun Inakraf sebagai desain baru karya pengrajin Kota Metro,” tuturnya. (Tm/Yd/Md)

