Berlangsung di RIS Dokter Swoning, Walikota Metro Berbincang Dengan Taufik Komisi III DPR RI

0 Comments

Walikota Metro Wahdi berbincang bersama Taufik Basari (Komisi III DPR RI) serta Penayangan Film Dokter Swoning, di halaman Rumah Informasi Sejarah Dokter Swoning, Kota Metro, Minggu (17/10/2021).

Pada perbincangannya, Wahdi mengatakan Rumah Informasi Sejarah (RIS) adalah lambang peradaban sebuah bangsa, dan tingkat kemajuan bangsa tercermin dari komitmen memelihara serta memperhatikannya.

“Semakin peduli, semakin kuat, komitmennya di dalam menangani, memelihara, mengembangkan, dan memperhatikan Rumah Informasi Sejarah di Kota Metro, biasanya semakin tinggilah tingkat peradaban sebuah Kota itu,” kata Wahdi.

Dalam kesempatan tersebut, Wahdi juga menyampaikan komitmen pemerintah untuk memajukan Rumah Informasi Sejarah Dokter Swoning serta memajukannya adalah tanda bahwa Metro mengalami kemajuan yang signifikan.

Taufik Basari dalam hal ini, mengaku senang karena saat ini mulai banyak kesadaran dari masyarakat, dan para pemuda untuk mengunjungi RIS. Pihaknya mengatakan RIS nantinya bisa menjadi destinasi wisata yang rekreatif sekaligus mendidik.

“Hampir seluruh wilayah Indonesia punya gairah baru bahwa RIS itu menjadi tempat destinasi wisata yang sehat, mendidik, dan memberi inspirasi kepada pengunjung dan yang diajak berkunjung. Terutama para peserta didik dan anak-anak yang ingin mendapatkan rekreasi, ingin mendapatkan suasana rekreatif, tapi juga menyehatkan,” ucap Taufik.

Menurut Taufik, sarana dan prasarana di RIS perlu lebih variatif agar tidak membosankan. “Karena itu, ke depan, kita harus betul-betul melengkapi berbagai macam sarana dan prasarana RIS dan harus lebih variatif sehingga tidak membosankan. Dan kalau perlu, ada event-event tertentu setiap saat secara periodik sehingga memang selalu ada suasana inovatif, ada suasana yang baru,” tuturnya.

Imbuhnya, Komisi III DPR RI tersebut juga menyampaikan bahwa atas nama DPR RI, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang selama ini menekuni, menggeluti bidang permuseuman dalam kapasitas apa saja. Mulai kepala museum, pengelola, pemerhati, pemelihara, dan tentu saja juga para penggemar untuk berkunjung di museum,” ucap Taufik.

Tidak hanya itu saja, Taufik juga memberikan Gong yang berusia 70 tahun, dan juga lukisan tempat-tempat di Kota Metro pada zaman dahulu. (ins/bgs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *