Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) mengadakan bakti sosial dengan menyantuni sebanyak 75 orang masyarakat tidak mampu di Kota Metro. Dalam santunan yang digelar di Aula Mulyojati, Metro Barat, Jumat (24/9/2021). Pemberian santunan yang berupa sembako dan uang saku ini dihadiri Walikota Metro, Asisten III Metro Misnan, Ketua DPP IKAPTK Lampung Sulpakar, serta jajaran pengurus IKAPTK Lampung, dan seluruh jajaran IKAPTK Metro. Ketua DPP IKAPTK Lampung Sulpakar, dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini merupakan komitmen dari pengurusan provinsi berupaya mendatangi para senior dan adik-adik di kabupaten/kota. “Secara umum, kita bangga dengan Walikota Metro yang sangat sayang dengan alumni. Begitu dengar Bapak Walikota baik sekali kepada alumni, saya semangat sekali kemari. Keberhasilan kita di lapangan bukan hanya intelektual belaka, tetapi juga kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual,” katanya. Lanjutnya, kegiatan bakti sosial oleh IKAPTK dengan kolaborasi dengan PKK Provinsi Lampung berupa bedah rumah. Kegiatan selanjutnya adalah dari Kota Metro ke Lampung Timur. “Tidak bisa kita pungkiri, yang namanya Covid-19 meningkatkan pengangguran, mengurangi pendapatan, dan hilangnya mata pencaharian. Hal inilah tujuan kami, untuk sedikit meringankan mereka yang membutuhkan,” katanya. Sedangkan dalam kegiatan ini, Walikota Metro Wahdi mengapresiasi kegiatan bakti sosial dari IKAPTK. Dengan begitu atas nama Pemerintah Kota Metro mengapresiasi dan menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan ini. “Dengan harapan seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan sukses . Serta mudah-mudahan dapat memberikan manfaat bagi kita semua,” ujarnya. Selanjutnya, Wahdi mengucapakan selamat datang di Kota Metro Bumi Sai Wawai, kepada para Anggota IKAPTK Provinsi Lampung. Dia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. (Ysf)
Pemerintah Kota Metro Berencana Mendirikan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS)
Pemerintah Kota Metro melakukan diskusi Penyampaian Laporan Kemajuan dan Laporan Akhir Studi Kelayakan Usaha Pendirian BUMD, Laporan Naskah Akademik Raperda Pendirian BUMD dan Penyertaan Modal, di Guest House Rumah Dinas Walikota Metro, Kamis (23/09/2021). Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Metro, berencana mendirikan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS). Rencananya pendirian BPR Syariah ini membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kajian dan analisis soal pendirian BPRS tersebut sudah dilakukan. Saat ini proses pendiriannya tinggal menunggu Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang disahkan. Untuk bussiness plan sudah dievaluasi oleh pemerintah melalui tim kajian investasi independen yang terdiri dari pakar bisnis dan akademis. Walikota Metro Wahdi, dalam kesempatan ini mengatakan pendirian BPRS tersebut tentunya berdasarkan kajian dan keberadaan BPRS dibutuhkan di Kota Metro. Sebagaimana kota yang terus tumbuh pesat, terutama di bidang perekonomian, tentunya keberadaan BPRS ini sangat penting dan tentunya juga ini memiliki profit bisnis pula. “Sementara untuk memperoleh laba dan atau keuntungan, sebagai pengembangan usaha BUMD guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan perekonomian daerah. Tak hanya itu, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan pendapatan daerah dan memenuhi ketentuan modal BUMD untuk memperkuat struktur permodalan BUMD,” ungkap Wahdi. (Ins/Cv)
Pasangan Pengantin Rumadi Dan Maharani Manfaatkan Fasilitas Nikah di KUA
Dalam melanjutkan program 100 hari kerja Walikota dan Wakil Walikota Metro periode 2021-2026, Pemerintah Kota Metro memfasilitasi pernikahan bagi pasangan pengantin yang menikah di KUA Kota Metro. Pasangan pengantin Rumadi dan Maharani Ika Purwanti melangsungkan akad nikah dengan mengikuti program fasilitasi pernikahan, di KUA Metro Barat, Kamis (23/09/2021). Staf Ahli Bidang I Juni Kuswati, mengatakan pernikahan ini merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. Juni Kuswanti juga menegaskan bahwa, kegiatan yang difasilitasi ini merupakan rangkaian program kerja 100 hari kerja Walikota dan Wakil Walikota bagi masyarakat Kota Metro yang ingin menikah di KUA. “Nikah Gratis ini dilaksanakan di 5 kecamatan di Kota Metro. Para pengantin langsung menerima KTP dan Kartu Keluarga yang baru apabila pasangan berdomisili di Kota Metro, sertifikat dari Walikota Metro dan juga kudapan serta nasi kotak untuk pasangan. Tak hanya itu, Pemerintah Kota Metro juga mengabadikan momen pernikahan ini melalui foto,” ungkap Staf Ahli. (Tm/Ian)
Pemerintah Kota Metro Adakan Acara Penguatan Guru Untuk Masa Depan
Pemerintah Kota Metro gelar Sosialisasi Peraturan Kepegawaian Bagi PNS Guru Kota Metro tahun 2021, yang dilaksanakan di UPTD SMPN 3 Metro Pusat, Kamis (23/09/2021). Wakil Walikota Metro Qomaru Zaman, mengatakan kegiatan ini adalah sebuah proses untuk penguatan peran strategis guru di Kota Metro. “Bagaimanapun juga guru kedepannya harus mampu membaca perubahan yang hebat agar tidak ketinggalan jaman. Saat ini kita memasuki bagian resolusi dan revolusi pendidikan. Sehingga kedepan yang harus diisi guru-guru hebat, yang mempunyai jaringan masa depan untuk memperkuat hasil kerja dan didik,” ujar Qomaru. Sementara itu Kepala BKPSDM Welly Adiwantra, mengungkapkan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Metro untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta wawasan, khususnya bagi para rekan-rekan guru bagi CPNS baru, maupun guru senior. “Memang kedepan kita akan mendorong guru senior yang bisa membimbing bagi para juniornya. Dengan harapkan dapat mewujudkan Kota Metro sebagai kota pendidikan dengan kuatnya, maupun hebatnya guru-guru fungsional yang ada di Kota Metro,” kata Welly. Tambahnya, Welly juga menuturkan bahwa selama ini banyak sekali guru-guru yang sudah CPNS maupun senior, tetapi pengetahuan yang masih kurang karena waktu, kurang mengerti artinya induksi dalam rangka tujuan menjadi guru pamong. Sehingga banyak sekali yang belum bisa diangkat menjadi guru fungsional. “Oleh karena itu, dari acara ini diharapkan kedepannya para rekan-rekan guru bisa beralih menjadi guru pamong,” tandasnya (Ian/Tm)
Hari Ketiga Kunjungan IKM/UKM, Komarudin Berharap Bahan Usaha Tersedia Di Daerah Sendiri
Hari ketiga Staf Ahli Bidang III Komarudin beserta rombongan yang terdiri dari Bagian Ekonomi dan Perekonomian, BAPPEDA, Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian, Tim Percepatan Pembangunan dan Inovasi Kota Metro, kembali kunjungi 6 lokasi IKM/UMK di Kota Metro, Rabu (22/09/2021). Komarudin merasa bangga terhadap produk lokal warga Kota Metro, yang kedepannya Pemerintah Kota Metro bersama akan mendorong agar bahan-bahan mentah yang biasa digunakan untuk produk-produk industri rumahan, bahkan yang berskala besar bisa didapatkan dari dalam daerah setempat. “Sebab dari IKM dan UMK telah membantu Pemkot dalam menangani pengangguran dengan menciptakan lapangan pekerjaan. Saya pribadi berharap, marketing IKM/UMK di Kota Metro dapat semakin ditingkatkan, terutama segi pemasaran agar lebih masif di sosial media,” ujarnya. Adapun lokasi yang dikunjungi pada hari ini yaitu Keripik Tempe Restu Ananda di Mulyojati, Kopi Kuda Baru Yosomulyo, Sulam Usus Mawar di Metro Timur, Yuli Purnomo atau Puer Craft di Mulyojati, Handmade Khata Craft, Rajut Sepatu Samsu Rizal di Imopuro. (bgs/nv)
Inspektorat Provinsi Lampung, Lakukan Pembinaan dan Pengawasan Berkala di Pemda Kota Metro
Pemerintah Kota Metro melakukan pembinaan dan pengawasan berkala, sesuai dengan Keputusan Gubernur Lampung tentang Program Kerja Pengawasan Tahunan 2021, yang dilaksanakan di OR Setda Kota Metro, Rabu (22/09/21). Dalam membuka rapat ini Wakil Walikota Metro Qomaru Zaman, mengingatkan kepada para OPD yang hadir, akan pentingnya rasa tanggung jawab untuk membangun Kota Metro. “Negara ini tidak akan menjadi negara yang hebat, jika tidak bergerak bersama-sama dengan tujuan yang sama, untuk membangun negara yang lebih maju,” kata Qomaru Zaman. Kepala Inspektur Provinsi Lampung Fredy berharap, pemeriksaan berkala di Kota Metro Tahun 2021, dapat lebih baik lagi dari tahun yang lalu. Terkait dari temuan Hasil Pemeriksaan, Tata Kelola Keuangan dan Good Government dalam menciptakan pemerintahan yang bersih. “Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu bagaimana komitmen walikota sampai pada jajaran yang paling bawah, dalam menanamkan integritas yaitu kejujuran dan konsisten yang harus sesuai dengan perbuatan,” ujarnya. Lanjutnya, yang kedua harus ada delegasi wewenang dan penilaian di dalam pelaksanaan kegiatan dengan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum melakukan penandatanganan. “Disini saya bersama tim ada untuk melakukan pembinaan dan pengawasan, bukan untuk mencari kesalahan, tetapi memperbaiki yang salah, selama masih bisa diperbaiki,” ungkap Fredy. Sementara itu, Inspektur Kota Metro Jihad Helmi meminta kepada seluruh OPD untuk menindaklanjuti yang tertunda tahun ini, untuk diselesaikan pada tahun ini juga. “Mudah-mudahan dengan kedatangan Kepala Inspektur Provinsi Lampung bersama tim bermanfaat bagi kita semua dan menambah pengetahuan seluruh OPD Kota Metro,” ucapnya. (Yl/Bgs)
Walikota Metro Hadiri Kegiatan Vaksin Mahasiswa Nasional
Walikota Metro Wahdi menghadiri Gerakan Vaksin Mahasiswa Nasional dengan tema “Kolaborasi Mahasiswa Bersama POLRI Dalam Rangka Penanggulangan Covid-19 Melalui Vaksinasi Nasional”, berlangsung di IAIN Metro, Rabu (22/09/2021). Walikota Metro Wahdi melalui video converence menyaksikan arahan Presiden RI Joko Widodo yang menyampaikan pentingnya memakai masker. “Vaksinasi sangat diperlukan dalam rangka melindungi kita semua dari Covid-19, dan juga jaga selalu protokol kesehatan, serta kepada masyarakat harus tahu bahwa sangat pentingnya memakai masker,” paparnya. Pada kesempatan yang sama, Walikota Metro Wahdi, juga lakukan pengecekan terhadap mahasiswa yang sedang melakukan vaksinasi. Dengan harapan capaian target memenuhi 70% kumulatif imunitif harus tercapai segera. “Saat ini Kota Metro telah pencapaian sasaran mencapai 124.380 jiwa dari total penduduk Kota Metro 172.000 jiwa, saat ini sudah mencapai sasaran 50,5% untuk vaksin pertama dan 31% ada vaksin kedua. Untuk minggu ini akan menghabiskan 13.000 vaksin tahap pertama, dengan harapan pada bulan September bisa mencapai 60% ssehingga dapat dilakukan vaksinasi tahap kedua.(Lia/Ag)
Pemkot Bersama Kajari Metro, Melakukan Sosialisasi Penanganan Masalah Hukum
Pemerintah Kota Metro melakukan kegiatan sosialisasi bersama Kejaksaan Negeri, dalam Pembangunan Daerah dan Penanganan Permasalahan Hukum Pemerintah Kota Metro, yang berlokasi di Aula Pemda setempat, Senin (22/09/21). Dimana acara ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Kesepakatan Bersama (MoU) antara Pemerintah Kota Metro dan Kejaksaan Negeri Metro dalam Kerja Sama Penanganan Permasalahan Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Kegiatan ini langsung dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri Metro, Asisten I, Asisten III, Kepala OPD, Camat dan Lurah se-Kota Metro. Kepala Bagian Hukum Ika Pusparini, melaporkan kegiatan sosialisasi penanganan permasalahan hukum Pemerintah Kota Metro tahun 2021 dengan melakukan diskusi dan tanya jawab. Hal ini guna membantu Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan hukum dan menambah wawasan dan pengetahuan. Walikota Metro yang terwakili oleh Asisten III Misnan, menyambut baik kegiatan sosialisasi ini guna meningkatkan koordinasi, mencegah terjadinya pelanggaran hukum dan membantu penyelesaian permasalahan hukum. Tak hanya itu dari ini juga dapat menambah wawasan, maupun pengetahuan bagi para aparatur di lingkungan Pemerintah Kota Metro. “Kegiatan sosialisasi ini merupakan kegiatan yang berkelanjutan bagi OPD untuk memberikan pengetahuan bidang hukum, mengenai Peraturan Perundang-Undangan, Perjanjian Kerja Sama, dan serta dinamika hukum yang baru. Selain itu, memberikan informasi, saran dan masukan yang berkaitan dengan permasalahan hukum dan bantuan hukum,” paparnya. (Yl/Bgs)
Penandatanganan Peningkatan Ketahanan Gizi Keluarga Melalui P2L, KTN dan Kebun Kolektif
Pemerintah Kota Metro melakukan penandatanganan kesepakatan bersama peningkatan ketahanan gizi keluarga melalui gerakan Pekarangan Pangan Lestari (P2L), Kelurahan Tangguh Nusantara (KTN) dan Kebun Bibit Kelurahan/Kebun Kolektif. Acara berlangsung di Area Kelompok Lestari Jaya Mandiri, Kelurahan Margodadi (Depan SMKN 4 Metro). Hery Wiratno selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan menyampaikan, bahwasannya Dinas Pertanian nantinya akan ada aplikasi pemasaran. Aplikasi ini khusus hasil dari kelolaan PKK, kelompok wanita tani dan kebun-kebun yang ada di pekarangan rumah masyarakat terutama kawasan pangan lestari. “Dalam kegiatan tersebut diperlukan pendampingan dari berbagai pihak, seperti kerja sama dari Kodim, Kepolisian dan PKK, untuk ketahanan pangan peningkatan gizi keluarga dan yang terpenting mengurangi stunting,” kata Hery, Rabu (22/09/2021). Hery juga mengatakan, ketahanan pangan di Kota Metro dapat mensuplai 1.000 ton produksi beras. Saat ini seluas 25 hektar yang mengalami masa tanam dan jenis padi yang dipakai berusia 70 hari setelah tanam, menggunakan jenis padi MD70. Sementara dalam sambutan Walikota Metro Wahdi, mengucapkan selamat kepada para petani yang telah berhasil mengelolah sawah di lokasi Optimalisasi Peningkatan Indeks Pertanian (OPIP). “Saya sampaikan selamat kepada para petani yang telah berhasil mengelola sawah khususnya di lokasi kegiatan OPIP Kota Metro tahun 2021. Untuk mencapai target hasil produksi petani, kita memerlukan partisipasi dari semua pihak, terutama jajaran pemerintah agar dapat memberikan berbagai kemudahan kepada para petani dalam mendapatkan sarana produksi dan mengurangi mengurangi biaya produksi,” ucapnya. Lanjutnya dalam kesempatan ini, Wahdi ingin meningkatkan sinergitas kerja sama dan integrasi pembinaan terhadap gerakan P2L, KTN dan kebun bibit kelurahan ataupun kolektif. “Diawali dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan, Kepolisian Resor Metro, Komandan Distrik Militer 0411/Metro dan tim penggerak TP-PKK Kota Metro. Dengan harapan kedepan dapat berjalan dengan baik dan lancar, sehingga membawa manfaat yang lebih baik bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat kita,” jelasnya. Di akhir sambutan Wahdi, menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Kapolres Metro, Kodim 0411/Metro dan juga ketua tim penggerak PKK Kota Metro, serta kepada seluruh anggota kelompok tani. “Kami juga berharap dapat tetap membangun semangat dan optimis dalam menjalankan budidaya tanaman pertanian di tengah berbagai tantangan yang ada,” paparnya. (Ag/Lia)
Rapat Paripurna Terkait Penandatanganan MoU Kesepakatan KUPA
DPRD Kota Metro mengadakan rapat paripurna terkait penandatanganan MoU Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) prioritas dan plafon anggaran sementara APBD Kota Metro tahun anggaran 2021, di lantai 2 Ruang Sidang DPRD, Senin (20/09/2021). Dalam laporan badan anggaran DPRD Kota Metro memaparkan perubahan asumsi makro yang melandasi penyusunan struktur perubahan anggaran, untuk membiayai program dan kegiatan pada tahun 2021, yang menjadi titik awal pelaksanaan pembangunan periode RPJMD Kota Metro Tahun 2021-2026. Adapun laju pertumbuhan ekonomi yang semula diharapkan berada di angka 5,7 persen, dikoreksi kembali menjadi 3-4 persen. Kemudian untuk tingkat pengangguran yang semula diproyeksikan sebesar 4,5 persen dikoreksi menjadi 5,4 persen. Sedangkan angka kemiskinan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) membaik, yakni di angka 8,01 persen, untuk angka kemiskinan dan 77,6 untuk IPM. Walikota Metro Wahdi, dalam sambutanya mengatakan proses perencanaan dan penganggaran tahun 2021, dihadapkan mengalami perubahan dalam regulasi yang sangat dinamis dan sangat cepat. Sehingga pada awal tahun, perubahan kebijakan keuangan dari pemerintah pusat harus diakomodir oleh daerah dalam rangka sinkronisasi kebijakan dalam menghadapi pandemi Covid-19. “Keseluruhan asumsi makro tersebut, dikoreksi dengan melihat hasil pembangunan tahun 2020 lalu, serta pelaksanaan pembangunan sampai dengan triwulan ke-2 tahun 2021 di Kota Metro. Penetapan asumsi makro juga berlandaskan pada penetapan perubahan asumsi makro secara nasional, maupun di tingkat Provinsi Lampung,” jelas Wahdi. Lanjutnya, Wahdi memaparkan dokumen KUPA perubahan PPAS tahun 2021, yang proyeksi pendapatan daerah disepakati sebesar Rp. 921,285 milyar yang sebelumnya diproyeksikan sebesar Rp. 910,828 milyar. “Adapun kenaikan pendapatan tersebut berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang artinya di tengah kondisi pandemi Covid-19, kita masih dapat mengandalkan PAD untuk pembiayaan pembangunan. Untuk belanja disepakati angka Rp. 991,648 milyar yang semula di angka Rp. 958,828 milyar dan mengalami defisit sebesar Rp. 70,362 milyar, ditutupi oleh pos pembiayaan yang berasal dari sisa lebih pembiayaan anggaran,” papar Wahdi. Wahdi juga mengatakan, proses ini telah melalui proses diskusi, asistensi, dan hearing, telah disusun prioritas pembangunan yang akan dilaksanakan pada tiga bulan terakhir di tahun ini. “Dalam waktu tiga bulan pelaksanaan kegiatan pembangunan, bukanlah waktu yang cukup jika tidak merencanakannya dengan baik. Namun dalam kurun waktu ini menjadi sangat panjang untuk pelaksanaan kegiatan pembangunan, jika perencanaannya matang, dengan komitmen yang tinggi dari para pelaksanaanya,” ujarnya. Dalam kesempatan ini, Wahdi juga mengajak semua yang hadir dalam sidang untuk bekerja lebih keras lagi untuk sampai kepada kesepakatan atas Raperda Perubahan APBD Tahun 2021. “Untuk itu saya mengimbau kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Metro, untuk memantapkan kembali hasil kesepakatan KUPA dan Perubahan PPAS APBD dalam dokumen Perubahan RAPBD Tahun 2021,” tutupnya. Dilanjutkan dengan penandatanganan MOU kesepakatan KUPA prioritas dan plafon anggaran sementara APBD Kota Metro tahun anggaran 2021. (Bgs/Nv)