Workshop Persiapan Pelaksanaan Konvergensi Pencegahan Stunting Terintegrasi Kota Metro

 > Berita, Kesehatan, Kota Metro, pemerintah kota metro >  Workshop Persiapan Pelaksanaan Konvergensi Pencegahan Stunting Terintegrasi Kota Metro
0 Comments

Walikota Metro Wahdi secara resmi membuka Workshop persiapan pelaksanaan konvergensi pencegahan stunting terintegrasi, sejalan dengan semangat penurunan stunting di tingkat nasional. Pemerintah Kota Metro telah mencanangkan gerakan peran serta dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan anak dan ibu yang berkualitas dalam bentuk “Jaringan Masyarakat Peduli Anak dan Ibu (JAMA-PAI)” yang merupakan strategi pembangunan kesehatan masyarakat menuju Generasi Emas Metro Cemerlang (GEMERLANG).

Tujuan dari JAMA PAI sendiri adalah untuk menurunkan AKI sebesar 60 per 100.000 KH, menurunkan AKB kurang dari 8 per 1000 KH dan menurunkan prevalensi stunting pada balita kurang dari 8 persen di tahun 2024. Kegiatan workshop ini dilakukan secara virtual, di OR Setda setempat, Kamis (12/08/2021).

I Gede Made Suwanda, Plt Kepala Bappeda Kota Metro dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan diadakannya kegiatan tersebut adalah untuk membangun SDM berkualitas menjadi prioritas, dengan visi Terwujudnya Kota Metro Berpendidikan, Sehat, Sejahtera dan Berbudaya. Diharapkan juga akan terlahir Generasi Emas Metro Cemerlang (GEMERLANG) yaitu generasi cerdas yang mempunyai daya saing di tingkat nasional dan global dengan mengedepankan nilai-nilai agama dan ideologi Pancasila. Untuk meraih visi dan misi tersebut sangat penting untuk memastikan bahwa generasi yang terlahir bebas dari stunting.

Sementara itu, Walikota Metro, Wahdi, saat membuka workshop juga menyampaikan bahwa stunting merupakan permasalahan serius mengingat dampaknya terhadap kualitas sumber daya manusia dan generasi mendatang.

Diketahui, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yaitu dari janin hingga anak berusia 2 tahun.

“Disamping beresiko pada hambatan pertumbuhan fisik dan kerentanan anak terhadap penyakit, stunting juga menyebabkan hambatan perkembangan kognitif yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan. Pengalaman dan bukti internasional menunjukkan bahwa stunting dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan mengakibatkan hilangnya 11% GDP (Gross Domestic Products). Selain itu, stunting juga berkontribusi pada melebarnya kesenjangan sehingga mengurangi 10% dari total pendapatan seumur hidup dan menyebabkan kemiskinan antar-generasi,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, di tingkat nasional, prevalensi stunting Indonesia di tahun 2019 berada di angka 27,7 persen, menurun dari tahun sebelumnya, 2018 yang tercatat sebesar 30,8 persen. Dalam RPJMN 2020-2024, pemerintah menargetkan prevalensi stunting turun di angka 14 persen pada 2024. Untuk itu kita semua diharapkan dapat bersinergi dan turut berkontribusi dalam percepatan penurunan stunting melalui konvergensi program pusat dan daerah.

Wahdi berharap, peserta workshop dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya dan tanyakan langsung kepada narasumber jika terdapat hal-hal yang kurang dimengerti. Setelah mengikuti workshop, hendaknya juga para peserta menindaklanjuti dengan menyusun rencana kerja sesuai dengan tupoksinya masing-masing.

“Mari kita laksanakan konvergensi penurunan stunting terintegrasi yang bersinergi dengan JAMA-PAI. Semoga upaya kita untuk meningkatkan kualitas kehidupan yang lebih baik dapat tercapai sesuai dengan visi Kota Metro yaitu Terwujudnya Kota Metro Berpendidikan, Sehat, Sejahtera dan Berbudaya. Kepada narasumber dari Kemendagri saya ucapkan terima kasih atas kesediaannya untuk melakukan pendampingan dan penguatan kapasitas bagi para stakeholder di Kota Metro,” ujarnya. (nv/cv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.