Sebanyak 1.223 guru dan tenaga kependidikan sekolah dasar se-Kota Metro mengikuti Pekan Olahraga Guru dan Karyawan (PORGUKA) Tahun 2026 yang secara resmi dibuka oleh Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso, S.Sos., M.Pd.I., Sabtu (31/10/2026), di Lapangan Sumbersari, Bantul, Kota Metro.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat solidaritas ant pendidik, membangun jejaring kolaborasi lintas sekolah, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan sportivitas dalam menunjang profesionalisme tenaga pendidikan.
Kegiatan tersebut, diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) Sekolah Dasar se-Kota Metro, PORGUKA 2026 melibatkan guru dan tenaga kependidikan dari satuan pendidikan negeri maupun swasta, serta unsur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro.
Besarnya partisipasi tersebut mencerminkan antusiasme komunitas pendidikan dalam membangun kebersamaan melalui kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas fisik, tetapi juga penguatan hubungan sosial dan profesional.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, Dr. Agus Muhammad Septiana, S.IP., M.H., menjelaskan bahwa PORGUKA merupakan bagian dari upaya membangun kohesi dan solidaritas di lingkungan tenaga pendidik dan kependidikan sekolah dasar yang dirancang untuk menanamkan nilai-nilai sportivitas, disiplin, kerja sama, serta mempererat tali persaudaraan antar guru lintas satuan pendidikan.
Menurut Agus, PORGUKA tidak semestinya dimaknai sebatas agenda olahraga maupun kompetisi antar peserta. Lebih jauh, kegiatan tersebut merupakan ruang interaksi yang memungkinkan para pendidik membangun komunikasi, memperluas relasi, dan memperkuat semangat kebersamaan dalam mendukung kemajuan pendidikan di Kota Metro.
“Rangkaian kegiatan PORGUKA 2026 meliputi defile peserta, senam bersama, serta berbagai perlombaan olahraga,” paparnya.
Seluruh agenda tersebut dirancang untuk menghadirkan suasana kebersamaan sekaligus memberikan kesempatan kepada para guru dan tenaga kependidikan untuk menjaga kebugaran serta mengembangkan potensi diri di luar tanggung jawab pembelajaran sehari-hari.

Dari aspek pembiayaan, Agus menyampaikan bahwa penyelenggaraan kegiatan didukung melalui partisipasi berbagai pihak yang dikoordinasikan oleh peserta dan panitia pelaksana sesuai ketentuan yang berlaku.
“Keberpihakan pemerintah daerah terhadap pengembangan kapasitas para guru merupakan salah satu elemen penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas, kompetitif, dan berkarakter,”ujarnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menempatkan profesi guru sebagai salah satu pilar fundamental pembangunan sumber daya manusia yang memiliki tanggung jawab pendidik tidak hanya terbatas pada transfer pengetahuan, tetapi juga mencakup pembentukan karakter, penanaman nilai kedisiplinan, serta pengembangan kapasitas generasi muda agar mampu menghadapi tantangan masa depan.
“Guru merupakan sosok penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia. Tugas seorang guru bukan hanya menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, serta mempersiapkan generasi penerus bangsa agar memiliki kemampuan dan daya saing,” tegas Bambang.
Bambang juga secara khusus menyoroti pentingnya pendidikan karakter pada jenjang sekolah dasar yang merupakan fondasi awal dalam membentuk kepribadian, pola pikir, dan perilaku anak yang akan memengaruhi perjalanan mereka pada jenjang pendidikan berikutnya.

Sebagai Wali Kota Metro, ia optimistis bahwa kompetensi, dedikasi, dan kapasitas profesional para guru sekolah dasar di Kota Metro mampu menjadi kekuatan utama dalam melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki integritas, karakter dan daya saing.
Lebih lanjut, Wali Kota Metro menilai bahwa peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan beriringan dengan perhatian terhadap kesehatan fisik dan mental para pendidik.
Guru dan tenaga kependidikan, menurutnya, membutuhkan ruang untuk menjaga kebugaran, mengembangkan potensi personal, serta membangun interaksi sosial yang produktif di luar rutinitas pembelajaran.
“Pendidik tidak hanya dituntut memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga perlu didukung kondisi fisik yang sehat, mental yang tangguh, dan semangat pengabdian yang konsisten,” ungkapnya.
Dalam konteks tersebut, PORGUKA dinilai memiliki relevansi lebih luas karena dapat menjadi medium pertukaran pengalaman dan praktik baik antarsekolah.
“Interaksi yang terbangun diharapkan mampu membuka ruang pembelajaran bersama, sehingga keberhasilan maupun inovasi yang dikembangkan suatu sekolah dapat menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya,” tutur Bambang.
Tidak hanya itu, ia juga berharap hubungan kolaboratif antara sekolah dasar negeri dan swasta dapat semakin kuat sehingga kemajuan pendidikan tidak berjalan secara parsial, melainkan tumbuh melalui sinergi dan kontribusi seluruh elemen pendidikan di Kota Metro.
Pada bagian lain sambutannya, Wali Kota mengingatkan bahwa esensi PORGUKA tidak semata-mata terletak pada pencapaian prestasi atau keberhasilan meraih gelar juara tetapi dapat terbentuknya persaudaraan, solidaritas, kedisiplinan, dan sikap saling menghargai di antara seluruh peserta.
Ia mengajak para guru dan tenaga kependidikan menjadikan setiap pertandingan sebagai ruang untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai kejujuran dan sportivitas.
“Jadikan setiap pertandingan sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik, tetapi tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, kejujuran, disiplin, dan rasa saling menghormati,” pesannya.

Menurut Bambang, semangat kebersamaan yang tumbuh melalui kegiatan olahraga diharapkan tidak berhenti ketika seluruh rangkaian perlombaan berakhir.
Sebaliknya, nilai-nilai tersebut perlu diterjemahkan menjadi budaya kolaborasi dalam pelaksanaan tugas profesional, khususnya dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan kepada masyarakat.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa hubungan yang harmonis antar tenaga pendidik merupakan modal sosial yang penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, inklusif, dan berorientasi pada kemajuan bersama.
“Penyelenggaraan PORGUKA 2026 memperlihatkan bahwa pembangunan pendidikan memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar peningkatan capaian akademik dan penyediaan infrastruktur pembelajaran. Penguatan kapasitas sumber daya manusia, kesehatan tenaga pendidik, serta solidaritas antarpelaku pendidikan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun sistem pendidikan yang berkelanjutan, “pungkasnya.
Untuk itu, Bambang meminta kolaborasi antara pemerintah daerah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, organisasi profesi guru, serta seluruh satuan pendidikan menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif dan kompetitif.
“Dengan melibatkan 1.223 peserta, saya berharap PORGUKA 2026 tidak hanya meninggalkan kesan sebagai agenda olahraga tahunan, tetapi juga menghasilkan dampak positif berupa semakin kuatnya komunikasi, solidaritas, dan komitmen kolektif para pendidik dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Metro,”pintanya. (Yl/Sr)

