Pemerintah Kota Metro menggelar rapat koordinasi dalam rangka memperkuat persiapan Hari Jadi Kota Metro ke-89 yang akan diperingati pada 9 Juni 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di OR Setda Kota Metro, dengan melibatkan sejumlah OPD dan panitia pelaksana guna mematangkan seluruh rangkaian kegiatan peringatan hari jadi, Senin (11/05/2026).
Dalam arahannya, Pj. Sekretaris Daerah Kota Metro, Kusbani, menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi Kota Metro harus menjadi amanah bersama demi mewujudkan harapan masyarakat terhadap kemajuan daerah.
“Ini juga menjadi suatu amanah, sehingga apa yang menjadi harapan kepada kita semua juga menjadi harapan warga Kota Metro,” ujar Kusbani.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil rapat sebelumnya, panitia kecil telah dibentuk untuk membahas berbagai persiapan, mulai dari tema, logo, hingga draf Surat Keputusan (SK) kepanitiaan.
“Rapat hari ini juga mengacu pada rapat sebelumnya. Panitia kecil sudah tersusun berkaitan dengan rencana kegiatan Hari Jadi Kota Metro, termasuk pembahasan tema, logo, dan draf SK,” katanya.
Meski demikian, Kusbani menegaskan bahwa seluruh rancangan tersebut masih bersifat draf dan terbuka terhadap berbagai masukan dari seluruh pihak terkait.
“Mudah-mudahan dengan inisiatif efisiensi anggaran dan hemat waktu bersama, hari ini sudah bisa dimunculkan rencana peringatan Hari Jadi Kota Metro Tahun 2026,” lanjutnya.

Menurutnya, momentum Hari Jadi Kota Metro juga menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk menghargai perjuangan para perintis yang telah membangun Kota Metro sejak awal berdiri.
“Sebagai masyarakat, kita memiliki tanggung jawab untuk meneruskan cita-cita dan perjuangan para pendahulu yang telah lebih dahulu membangun Kota Metro,” ujarnya.
Terkait draf SK kepanitiaan, Kusbani meminta seluruh OPD memberikan masukan apabila terdapat posisi atau pembagian tugas yang belum sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.
“Itu juga nantinya bisa diusulkan untuk dipindahkan sesuai dengan poksi-poksi yang ada. Jadi, hal ini belum menjadi acuan yang baku dan masih dapat disesuaikan dengan masukan dari Bapak/Ibu sekalian,” jelasnya.

Dalam rapat tersebut, Sekretaris Dinas Kominfotik Kota Metro, Mulia Apriani, turut memaparkan logo resmi Hari Jadi Kota Metro ke-89 yang akan diusulkan sebagai identitas visual peringatan tahun 2026 tersebut terdiri dari tiga warna utama yang memiliki makna filosofis tersendiri.
“Warna biru tua pada logo melambangkan kepercayaan dan stabilitas pemerintahan, sedangkan biru muda menggambarkan inovasi dan digitalisasi sebagai representasi transformasi Metro menuju Smart City,” terangnya.
Sementara itu, warna hijau mencerminkan pertumbuhan berkelanjutan dan komitmen pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang ramah lingkungan, serta inklusif.
“Warna hijau mencerminkan pertumbuhan yang berkelanjutan, sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Metro dalam menjaga pembangunan yang ramah lingkungan, inklusif, dan berorientasi masa depan,” jelasnya.
Mulia juga memaknai angka 8 pada logo sebagai simbol fleksibilitas pemerintah dalam membangun kolaborasi bersama masyarakat.
“Angka 8 itu mengartikan bahwa pemerintah tidak ‘kaku’. Pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat bersama-sama, berkolaborasi, berdampingan memajukan pembangunan Kota Metro secara berkelanjutan menuju Kota Cerdas dan Berbudaya,” ungkapnya.
Sementara angka 9 dimaknai sebagai simbol semangat dan optimisme masyarakat Kota Metro dalam membangun daerah yang diilustrasikan sebagai kepala tangan.

Di sisi lain, Kepala Bapperida Kota Metro, Yerri Ehwan, menjelaskan bahwa tema disusun dengan mempertimbangkan sejarah panjang Kota Metro sebagai kota multikultur yang dibangun melalui semangat gotong royong antara masyarakat pendatang dan pribumi.
“Kita semua harus memahami bahwa Metro dibangun dari perpaduan kolonisasi masyarakat Pulau Jawa dengan masyarakat asli pribumi dari Marga Nuban sehingga terjadi asimilasi budaya,” jelasnya.
Tak hanya itu, istilah Metro maupun Mitra dalam bahasa Jawa juga memiliki makna persahabatan dan kemitraan yang menjadi dasar filosofi pembangunan Kota Metro hingga saat ini.
“Tahun ini kami mengambil tema harmoni. Harmoni berarti kekompakan, kebersamaan, dan persaudaraan yang kemudian menginspirasi tema dan tagline yang diusung,” tambahnya.
Selain membahas tema dan logo resmi, rapat tersebut juga mematangkan rangkaian kegiatan Hari Jadi Kota Metro ke-89, mulai dari upacara bendera di Stadion Tejosari, ziarah makam pahlawan, rapat paripurna DPRD, hingga rencana karnaval, kegiatan UMKM, dan pagelaran budaya daerah.
Seluruh rangkaian ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga mampu memperkuat semangat kebersamaan, menggerakkan ekonomi masyarakat, serta meneguhkan identitas Kota Metro sebagai kota yang harmonis, cerdas, dan membahagiakan. (Yl)

