0 Comments

Jalan Sehat Bahagia Meriahkan HUT RI ke-81 di Metro Selatan, Wali Kota Ajak Warga Budayakan Hidup Sehat

Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa meriah di Kecamatan Metro Selatan. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, melepas peserta Jalan Sehat Bahagia yang dipusatkan di Lapangan Pasar Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan, Jumat (21/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA dari berbagai sekolah di wilayah Metro Selatan. Para peserta tampil dengan beragam kostum unik yang menambah semarak suasana sekaligus menciptakan nuansa kebersamaan dalam perayaan kemerdekaan. Camat Metro Selatan, Kuswidaryanto, mengatakan kegiatan tersebut melibatkan peserta dari 18 sekolah se-Kecamatan Metro Selatan. Selain memeriahkan HUT RI, kegiatan itu menjadi sarana menanamkan semangat kebangsaan, kebersamaan, dan pola hidup sehat kepada generasi muda. “Kami dari Kecamatan Metro Selatan mengumpulkan para siswa dari 18 sekolah untuk mengikuti Jalan Sehat Bahagia. Semoga seluruh peserta diberikan kesehatan dan anak-anak kita dapat meraih kesuksesan di masa depan,” ujarnya. Tidak hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan, kegiatan tersebut turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memanfaatkan keramaian untuk menawarkan beragam produk, mulai dari makanan dan minuman hingga kebutuhan masyarakat. Tingginya antusiasme masyarakat yang memadati lokasi kegiatan memberikan peluang bagi para pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan peringatan kemerdekaan juga dapat menjadi ruang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi kerakyatan. Kemeriahan semakin bertambah dengan berbagai hadiah yang disiapkan bagi peserta. Salah satu hadiah utama berupa satu unit sepeda listrik yang disponsori Sekolah Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro dan disambut antusias oleh para peserta. Dalam sambutannya, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso mengatakan peringatan HUT Kemerdekaan RI tidak semestinya hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi kesempatan untuk memperkuat nasionalisme, persatuan, kebersamaan, sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan. “Jalan sehat yang kita laksanakan hari ini merupakan kegiatan sederhana, namun memiliki manfaat yang besar. Selain menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh, kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi serta membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat,” kata Bambang. Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat Metro Selatan yang turut menyemarakkan berbagai kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81. “Saya mengapresiasi antusiasme masyarakat Metro Selatan untuk merayakan Hari Kemerdekaan RI ke-81 ini. Semangat tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai perjuangan dan kebersamaan masih hidup dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Metro,” ungkapnya. Bambang juga mengajak masyarakat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai pengingat untuk membudayakan pola hidup sehat sekaligus meningkatkan kepedulian sosial. “Kesehatan adalah modal utama bagi kita untuk berkarya, bekerja, belajar, dan memberikan kontribusi terbaik bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan Kota Metro,” ujarnya. Selain itu, Wali Kota mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga ketertiban, keselamatan, dan kebersihan selama kegiatan berlangsung. Ia berharap kegiatan serupa tidak hanya mendorong masyarakat untuk aktif berolahraga, tetapi juga memperkuat persaudaraan, kepedulian terhadap lingkungan, dan semangat gotong royong. “Semoga melalui kegiatan seperti ini, masyarakat Kota Metro semakin sehat, semakin kompak, dan semakin peduli terhadap lingkungan serta sesama,” pungkasnya. (Tm/Yud/Md/Sr)

0 Comments

KUA-PPAS APBD 2027 Kota Metro Disepakati, Pemkot Fokus Perkuat Pembangunan dan Kemandirian Fiskal

Pemerintah Kota Metro bersama DPRD Kota Metro menyepakati Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Kota Metro Tahun Anggaran 2027. Kesepakatan tersebut ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Metro yang berlangsung Kamis (20/08/2026) Malam. Rapat paripurna tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam penyusunan APBD 2027, sekaligus menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan arah kebijakan pembangunan dan penganggaran pada tahun mendatang.Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso dalam penyampaiannya mengatakan, kesepakatan KUA dan PPAS APBD 2027 telah melalui rangkaian pembahasan, diskusi, asistensi, serta hearing antara Pemerintah Kota Metro dan DPRD Kota Metro.Menurutnya, dalam proses tersebut telah disepakati sejumlah asumsi makro yang menjadi landasan penyusunan struktur anggaran, termasuk prioritas program, kegiatan, dan subkegiatan yang diarahkan untuk mendukung pencapaian visi dan misi RPJMD Kota Metro Tahun 2025-2029. Bambang menjelaskan, kondisi keuangan daerah pada 2027 menghadapi sejumlah tantangan akibat adanya perubahan kebijakan fiskal yang berdampak terhadap target pendapatan, belanja, maupun pembiayaan daerah. Kondisi tersebut, kata dia, menuntut pemerintah daerah untuk semakin efektif dan efisien dalam mengelola anggaran serta melaksanakan pembangunan. “Ketergantungan fiskal yang cukup tinggi terhadap pemerintah pusat memberikan dorongan agar ke depan kita dapat memaksimalkan pendapatan dari pos Pendapatan Asli Daerah,” ujar Bambang dalam rapat paripurna tersebut.Ia menilai peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik sekaligus pengembangan berbagai sumber pendapatan daerah yang potensial. Dalam KUA-PPAS APBD 2027, Pemerintah Kota Metro juga menetapkan 19 Indikator Kinerja Utama yang menjadi target pembangunan daerah. Indikator tersebut mencakup sektor pendidikan, kesehatan, pemerintahan, ekonomi, kemiskinan, ketahanan pangan, lingkungan hidup, infrastruktur, kebencanaan hingga kebudayaan. Target tersebut antara lain Indeks Pembangunan Manusia sebesar 80,64, Angka Harapan Lama Sekolah 14,952 tahun, Rata-Rata Lama Sekolah 11,208 tahun, serta Usia Harapan Hidup 75,86 tahun. Di bidang kesehatan, pemerintah menargetkan prevalensi stunting balita berada pada angka 10,67. Sementara di bidang tata kelola pemerintahan, target yang ditetapkan meliputi Indeks Reformasi Birokrasi sebesar 79,10, Indeks Pemerintah Digital 1,99, Indeks Pelayanan Publik 4,66, dan Indeks Kepuasan Masyarakat sebesar 85,00. Pada sektor ekonomi, Pemerintah Kota Metro menargetkan Indeks Daya Saing Daerah sebesar 4,24 dan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,68 persen. Tingkat kemiskinan ditargetkan berada pada kisaran 5,80 hingga 6,30 persen.Selain itu, pemerintah daerah juga menetapkan target Indeks Ketahanan Pangan sebesar 86,53, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup 66,05, Indeks Pembangunan Infrastruktur 0,665, serta Indeks Risiko Bencana sebesar 53,74. Sementara itu, target lainnya meliputi Indeks Harmoni Indonesia sebesar 7,20 dan Indeks Pemajuan Kebudayaan sebesar 55,73. Seluruh indikator tersebut diharapkan menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan Kota Metro sepanjang 2027.Dari sisi anggaran, proyeksi pendapatan daerah yang sebelumnya sebesar Rp890,196 miliar mengalami penyesuaian berdasarkan hasil Rapat Paripurna Khusus DPRD Kota Metro sebesar Rp10 miliar. Dengan demikian, pendapatan daerah yang disepakati menjadi sekitar Rp900,197 miliar. Pada sisi belanja, anggaran yang semula diproyeksikan sebesar Rp893,197 miliar juga mengalami penyesuaian sebesar Rp10 miliar. Berdasarkan kesepakatan, total belanja daerah menjadi sekitar Rp903,197 miliar. Dengan struktur pendapatan dan belanja tersebut, APBD Kota Metro Tahun Anggaran 2027 mengalami defisit sebesar Rp3 miliar. Defisit tersebut akan ditutupi melalui pos pembiayaan daerah. Sumber pembiayaan tersebut berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran Sebelumnya sebesar Rp5 miliar, serta pengeluaran pembiayaan berupa penyertaan modal pada Bank Lampung sebesar Rp2 miliar.Wali Kota menegaskan bahwa angka pendapatan, khususnya pendapatan transfer dalam dokumen KUA-PPAS tersebut, masih menggunakan nilai Tahun Anggaran 2026. Angka tersebut nantinya akan disesuaikan kembali setelah besaran transfer pemerintah pusat kepada daerah untuk Tahun Anggaran 2027 ditetapkan secara resmi. Bambang menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kota Metro atas kerja sama serta sumbang pemikiran selama proses pembahasan KUA dan PPAS APBD 2027. Ia berharap seluruh pihak dapat terus memperkuat koordinasi dan komunikasi agar penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Kota Metro Tahun Anggaran 2027 dapat diselesaikan secara efektif meskipun memiliki waktu pembahasan yang relatif singkat. “Waktu yang cukup singkat akan kita maksimalkan melalui koordinasi dan komunikasi yang efektif,” tegasnya.Dengan disepakatinya KUA dan PPAS APBD 2027, Pemerintah Kota Metro dan DPRD selanjutnya akan melanjutkan tahapan pembahasan menuju penyusunan Raperda APBD 2027. Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi landasan dalam mewujudkan pembangunan yang efektif, efisien, berkelanjutan, serta berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Metro. (Md/Sr)

0 Comments

HUT ke-79 Korem 043/Gatam dan Hari Pelanggan PLN Ramaikan CFD Kota Metro

Pemerintah Kota Metro bersama Korem 043/Garuda Hitam (Gatam) menggelar rapat koordinasi persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Korem 043/Gatam yang akan dirangkaikan dengan pelaksanaan Car Free Day (CFD) Kota Metro. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan kegiatan olahraga dan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk menggerakkan aktivitas ekonomi daerah melalui peningkatan kunjungan masyarakat ke Kota Metro. Wali Kota Metro yang diwakili Sekretaris Daerah Kota Metro, Ahmad Hariyanto, mengatakan pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan Korem 043/Gatam untuk merangkaikan peringatan HUT ke-79 dengan agenda CFD Kota Metro. Menurutnya, keberadaan Korem 043/Gatam memiliki nilai historis bagi Kota Metro karena berkaitan dengan sejarah perkembangan Kodam Raden Intan dan keberadaan Korem yang berada di wilayah Kota Metro. Ahmad menjelaskan, CFD selama ini telah berkembang menjadi ruang publik yang dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas, mulai dari jogging, bersepeda, senam bersama, pertunjukan seni hingga aktivitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). “CFD memiliki potensi ekonomi yang besar karena mampu menghadirkan masyarakat untuk beraktivitas sekaligus berbelanja. Karena itu, kami mengembangkan konsep one week one event dengan menghadirkan berbagai kegiatan seperti olahraga, seni, musik, seminar, dan kegiatan lainnya,” ujarnya. Ia menambahkan, berbagai kegiatan tersebut diharapkan mampu menarik masyarakat dari luar daerah untuk berkunjung ke Kota Metro. Dampaknya, aktivitas ekonomi masyarakat dapat meningkat dan turut memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya melalui sektor perhotelan, restoran, perdagangan, dan jasa lainnya. Ahmad juga menegaskan bahwa Kota Metro memiliki posisi strategis dan relatif mudah diakses dari berbagai wilayah di Lampung. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi Kota Metro untuk terus dikembangkan sebagai salah satu pusat penyelenggaraan berbagai kegiatan dan event berskala regional. Sementara itu, perwakilan Korem 043/Gatam menyampaikan bahwa rangkaian HUT ke-79 Korem tidak hanya menjadi momentum internal bagi jajaran TNI, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. “Kami berharap dapat bergabung dan berinteraksi langsung dengan masyarakat Kota Metro. Di antaranya melalui jalan sehat dan hiburan. Kami juga akan menggelar kegiatan donor darah di Makorem dengan mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi,” ungkapnya. Dalam rangka memeriahkan kegiatan, Korem 043/Gatam juga menyiapkan sejumlah doorprize bagi anggota Korem dan masyarakat yang mengikuti rangkaian kegiatan CFD. Rangkaian kegiatan akan diawali dengan senam bersama untuk menghimpun peserta, kemudian dilanjutkan dengan jalan sehat dengan jarak kurang lebih tiga kilometer. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Ekonomi Kreatif Kota Metro, Subehi, menambahkan bahwa pelaksanaan CFD mendatang akan diramaikan dengan dua agenda besar, yakni peringatan HUT ke-79 Korem 043/Gatam dan perayaan Hari Pelanggan Nasional PLN. PLN juga akan menghadirkan hiburan dari artis lokal serta melakukan pemantauan kelistrikan guna memastikan kebutuhan listrik selama kegiatan dapat berjalan dengan baik. Menurut Subehi, koordinasi lintas sektor telah dilakukan bersama Polres Metro, Korem 043/Gatam, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta para pelaku UMKM untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat. Penataan kawasan CFD menjadi salah satu perhatian utama, terutama terkait lokasi parkir, area berjualan UMKM, serta sterilisasi jalur olahraga dari kendaraan bermotor. “Masih ditemukan pedagang yang berjualan di trotoar dan kendaraan yang memasuki area CFD sebelum kegiatan selesai. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan dan penataan yang lebih optimal agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” kata Subehi. Ia menjelaskan, area Taman Merdeka di depan Bank Lampung tidak diperkenankan digunakan sebagai lokasi parkir. Sebagai alternatif, masyarakat dapat menggunakan area Gedung Sesat Agung sebagai lokasi parkir. Sementara itu, halaman Rumah Dinas Wali Kota Metro telah diizinkan untuk dimanfaatkan sebagai lokasi berjualan bagi pelaku UMKM. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendukung penataan kawasan sekaligus memberikan ruang yang lebih tertib bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Adapun rute jalan sehat akan dimulai dari Jalan ZA Pagar Alam, kemudian menuju Jalan A.H. Nasution melalui kawasan Bank Lampung, melewati Tugu Pena, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Mayjen Ryacudu, Lapangan Samber, Jalan Kunang, Jalan Jenderal Ahmad Yani, dan kembali finis di Jalan ZA Pagar Alam. Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kota Metro berharap rangkaian HUT ke-79 Korem 043/Gatam bersama CFD dapat menjadi ruang interaksi antara TNI, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat sekaligus mendorong geliat ekonomi di Kota Metro. (Tm/Sr)

0 Comments

Pemkot Metro Perkuat Sinergi Sukseskan Sensus Ekonomi melalui Monitoring dan Evaluasi

Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Sensus Ekonomi yang digelar di Aula Pemerintah Kota Metro, Rabu (19/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan memastikan pelaksanaan pendataan Sensus Ekonomi di wilayah Kota Metro berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, serta menghasilkan data yang akurat dan berkualitas. Monev dilakukan untuk mengevaluasi perkembangan pelaksanaan pendataan di lapangan sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi petugas sensus. Berbagai persoalan tersebut dibahas bersama agar dapat segera ditindaklanjuti melalui koordinasi dan kolaborasi lintas sektor. Selain mengevaluasi progres pendataan, pertemuan ini juga membahas strategi penguatan sinergi antara pemerintah kelurahan, pengurus RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), serta petugas sensus. Kolaborasi seluruh unsur kewilayahan dinilai penting untuk memastikan proses pendataan berjalan lancar dan mampu menjangkau seluruh sasaran secara optimal. Dalam sambutannya, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, menyampaikan apresiasi kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Metro, seluruh petugas sensus, serta berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi. “Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BPS Kota Metro, seluruh petugas sensus, serta seluruh pihak yang telah bersinergi menyukseskan kegiatan ini, termasuk jajaran Pemerintah Kota, kecamatan, kelurahan, hingga instansi vertikal seperti Kementerian Agama yang turut melibatkan madrasah dalam pendataan,” ujar Bambang. Dalam acara ini juga, Bambang menegaskan, bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi tidak hanya menjadi tanggung jawab BPS maupun petugas sensus, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh unsur pemerintahan, serta masyarakat. Menurutnya, data yang dihasilkan melalui Sensus Ekonomi memiliki peran strategis dalam mendukung pemerintah menyusun kebijakan pembangunan, khususnya di bidang perekonomian. Data yang akurat akan membantu pemerintah dalam memetakan kondisi dan potensi ekonomi daerah, merancang program pemberdayaan usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Karena itu, saya mengajak seluruh jajaran dan pemangku kepentingan untuk terus memperkuat koordinasi dan memberikan dukungan terhadap petugas sensus di lapangan. Semakin baik data yang kita miliki, semakin tepat pula kebijakan pembangunan yang dapat kita susun,” lanjutnya. Sementara itu, Kepala BPS Kota Metro Arum Purbowati, S.ST., dalam sambutannya menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mendukung keberhasilan Sensus Ekonomi. Ia mengedukasi masyarakat agar memberikan informasi kepada petugas sensus secara benar, lengkap, dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Menurut Arum, keterbukaan dan partisipasi aktif masyarakat merupakan salah satu faktor penting dalam menghasilkan data statistik yang berkualitas, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. “Data yang benar dan lengkap sangat penting karena akan menjadi bagian dari dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dan memberikan data sesuai kondisi sebenarnya kepada petugas sensus,” jelasnya. Dimana sampai saat ini, kegiatan Monitoring dan Evaluasi Sensus Ekonomi berlangsung tertib dan lancar. Melalui forum tersebut, Pemerintah Kota Metro bersama BPS dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat sinergi, guna mendukung keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi. Pemerintah Kota Metro berharap kolaborasi yang telah terbangun hingga tingkat kecamatan, kelurahan, dan lingkungan masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan dukungan seluruh pihak, Sensus Ekonomi diharapkan mampu menghasilkan basis data ekonomi yang valid sebagai pijakan dalam mewujudkan perencanaan pembangunan Kota Metro yang lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan berbasis data. (Bg/Mdn/Sr)

0 Comments

Pemkot Metro Raih Nilai 92,1 Kategori AA pada IRH 2026, Sekda Terima Penghargaan di Kanwil Kemenkum Lampung

Pemerintah Kota Metro meraih prestasi membanggakan dalam Penilaian Indeks Reformasi Hukum (IRH) Tahun 2026 dengan memperoleh nilai 92,1 dan masuk dalam kategori AA (Istimewa). Capaian tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola hukum, regulasi, serta penyelenggaraan pemerintahan yang berlandaskan kepastian hukum. Penghargaan atas hasil Penilaian IRH Tahun 2026 tersebut diterima Pemerintah Kota Metro dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Pengayoman ke-81 Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Lampung, Rabu, 19 Agustus 2026.Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kanwil Kemenkum Lampung, Taufiqurrakhman, S.Sos., S.H., M.Si., kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro Ahmad Hariyanto, sebagai perwakilan Pemerintah Kota Metro. Capaian nilai 92,1 dari nilai maksimal 100 tersebut menempatkan Kota Metro dalam kategori AA atau Istimewa. Hasil ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas berbagai upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas reformasi hukum dan tata kelola regulasi di daerah. Hasil Penilaian IRH Tahun 2026 tersebut disampaikan oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kementerian Hukum Republik Indonesia melalui Surat Nomor PHN-UM.01.01-547 tanggal 28 Juli 2026 tentang Hasil Penilaian Indeks Reformasi Hukum Tahun 2026. Penilaian IRH merupakan salah satu instrumen yang digunakan Kementerian Hukum untuk mengukur pelaksanaan reformasi hukum di lingkungan pemerintah daerah. Instrumen tersebut menjadi bagian dari upaya nasional untuk mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang semakin tertib, efektif, akuntabel, transparan, dan memiliki kepastian hukum. Dalam proses penilaian, terdapat sejumlah variabel dan indikator yang menjadi perhatian. Di antaranya tingkat koordinasi Kementerian Hukum dengan pemerintah daerah dalam melakukan harmonisasi peraturan perundang-undangan. Selain itu, penilaian juga mencakup kompetensi perancang peraturan perundang-undangan atau legal drafter yang berkualitas, kualitas re-regulasi maupun deregulasi berbagai peraturan berdasarkan hasil reviu, serta penataan peraturan perundang-undangan. Aspek harmonisasi regulasi menjadi bagian penting dalam reformasi hukum karena diperlukan untuk memastikan berbagai kebijakan pemerintah daerah tetap selaras dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. Harmonisasi tersebut juga diharapkan mampu mencegah terjadinya tumpang tindih regulasi yang berpotensi menghambat pelaksanaan pembangunan, investasi, maupun pelayanan kepada masyarakat. Sementara itu, deregulasi diarahkan untuk mendorong penyederhanaan berbagai aturan yang sudah tidak relevan sehingga kebijakan pemerintah dapat dilaksanakan secara lebih efektif dan efisien. Bagi Pemerintah Kota Metro, capaian nilai 92,1 kategori AA (Istimewa) bukan hanya menjadi sebuah penghargaan, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembentukan dan penataan regulasi daerah.Pemerintah Kota Metro berkomitmen agar setiap kebijakan dan produk hukum yang dihasilkan memiliki landasan hukum yang kuat, harmonis dengan ketentuan yang berlaku, serta mampu memberikan kepastian hukum kepada masyarakat. Penguatan reformasi hukum juga memiliki hubungan erat dengan peningkatan kualitas pelayanan publik. Regulasi yang tertata dan harmonis akan membantu pemerintah menghadirkan pelayanan yang lebih terarah, transparan, efektif, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Kehadiran Sekda Kota Metro dalam penyerahan penghargaan tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Metro dalam memperkuat sinergi dengan Kanwil Kemenkum Lampung di bidang hukum dan regulasi.Sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Hukum diharapkan terus diperkuat melalui koordinasi, konsultasi, harmonisasi, serta evaluasi terhadap berbagai produk hukum dan kebijakan yang diterapkan di daerah. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kepala Kanwil Kemenkum Lampung Taufiqurrakhman bertindak sebagai Inspektur Upacara dan membacakan sambutan Menteri Hukum Republik Indonesia Supratman Andi Agtas. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa keberhasilan reformasi hukum tidak lagi hanya diukur dari banyaknya regulasi yang dihasilkan, program yang dijalankan, maupun capaian kinerja secara administratif. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana kehadiran pemerintah melalui reformasi hukum mampu memberikan manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa reformasi hukum harus berorientasi pada hasil dan manfaat bagi masyarakat. Regulasi yang baik tidak hanya harus tertib secara administratif, tetapi juga mampu menjadi instrumen untuk menciptakan pelayanan publik yang lebih berkualitas dan memberikan kepastian hukum. Dengan diraihnya nilai 92,1 kategori AA (Istimewa), Pemerintah Kota Metro diharapkan mampu mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian tersebut pada periode berikutnya. Prestasi ini menjadi bagian dari perjalanan Pemerintah Kota Metro dalam membangun tata kelola pemerintahan yang semakin berkualitas, memperkuat kepastian hukum, serta menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat. Capaian IRH Tahun 2026 tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota Metro untuk terus melakukan pembenahan dan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Melalui konsistensi reformasi hukum, harmonisasi regulasi, serta penguatan sinergi dengan Kementerian Hukum, Pemerintah Kota Metro menegaskan komitmennya untuk mewujudkan pemerintahan yang efektif, akuntabel, tertib hukum, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Yd/Sr)

0 Comments

Polsek Metro Pusat Masuk Lima Besar Kompolnas Award 2026, Tim Juri Lakukan Visitasi Lapangan

Polsek Metro Pusat masuk dalam nominasi lima besar Kompolnas Award 2026 kategori Polsek Rural. Untuk memastikan kesesuaian antara hasil penilaian tahap pertama dengan kondisi nyata di lapangan, Tim Penilaian Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melakukan visitasi penilaian tahap kedua di Polsek Metro Pusat, Kota Metro. Kapolres Metro AKBP Hangga Utama Darmawan, S.I.K., mengatakan visitasi penilaian tahap kedua Kompolnas Award 2026 bukan semata-mata merupakan tahapan penilaian atau proses untuk mendapatkan penghargaan. “Lebih dari itu, visitasi ini merupakan kesempatan bagi kami untuk menunjukkan secara nyata berbagai upaya inovasi dan komitmen Polres Metro dalam memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” ujarnya. Menurutnya, apa yang apa yanh telah disampaikan pada penilaian tahap pertama harus dapat dibuktikan melalui implementasi nyata di lapangan. Karena itu, Polres Metro menyambut visitasi tersebut dengan penuh keterbukaan dan siap memberikan data, informasi, dokumentasi maupun eviden yang dibutuhkan oleh tim visitasi. “Kami juga menyadari bahwa keberhasilan suatu program tidak hanya dilihat dari bagaimana program tersebut dirancang, tetapi yang lebih penting adalah sejauh mana program tersebut memberikan manfaat, dampak, dan kemudahan bagi masyarakat,” katanya. Atas dasar tersebut, Polres Metro terus mendorong setiap satuan fungsi dan jajaran untuk menghadirkan pelayanan yang mudah, cepat, transparan, responsif, dan humanis serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat. “Berbagai inovasi yang dilaksanakan diharapkan bukan hanya sebatas kegiatan administratif maupun dokumentasi, tetapi benar-benar hadir dan dapat dirasakan oleh masyarakat, “tuturnya. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga menyampaikan kepada seluruh personel Polres Metro agar menjadikan prestasi ini sebagai momentum untuk menunjukkan kondisi yang sebenarnya di lapangan. “Tidak ada yang perlu ditutup-tutupi dan tidak ada yang perlu dibuat-buat. Apa yang kami tampilkan merupakan hasil dari proses kerja dan komitmen personel dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya. Ia menambahkan, penghargaan bagi Polres Metro bukan hanya tentang sebuah penghargaan. Lebih utama, penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus berbuat lebih baik, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta membangun Polri yang semakin profesional, transparan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. “Kami berharap seluruh rangkaian visitasi dapat berjalan dengan lancar, objektif, transparan, dan memberikan gambaran yang utuh mengenai pelaksanaan program serta pelayanan yang dapat kami laksanakan,” ujarnya. Kapolres Metro juga mengucapkan selamat datang kepada Tim Juri Kompolnas Award 2026 di Polres Metro, khususnya di Polsek Metro Pusat, sekaligus menyampaikan permohonan maaf apabila dalam proses penyambutan terdapat hal-hal yang kurang berkenan. “Semoga kegiatan visitasi ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua dan menjadi bahan dari upaya bersama dalam mewujudkan pelayanan kepolisian yang semakin baik dan semakin dipercaya masyarakat,” pungkasnya. Sementara itu, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, S.Sos., M.Pd.I., atas nama Pemerintah Kota Metro menyampaikan selamat datang kepada Tim Penilai Kompolnas Awards 2026 di Kota Metro, khususnya di Polsek Metro Pusat. Kehadiran Tim Penilai Kompolnas Awards 2026, menurut Bambang menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi Pemerintah Kota Metro untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Metro. “Kegiatan visitasi ini merupakan momentum yang sangat baik untuk melihat secara langsung berbagai upaya dan inovasi yang telah dilakukan jajaran Polsek Metro Pusat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Bambang. Pemerintah Kota Metro juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dan sinergi yang selama ini telah terjalin dengan baik dan harmonis antara Pemerintah Kota Metro dengan jajaran Kepolisian, khususnya Polres Metro dan Polsek Metro Pusat. Berbagai program dan kegiatan dalam menjaga keamanan, ketertiban, pelayanan masyarakat, serta mendukung pembangunan di Kota Metro dapat berjalan dengan baik karena adanya komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang terus dibangun bersama. “Kami meyakini bahwa keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya. Karena itu, Pemerintah Kota Metro akan terus mendukung dan memperkuat sinergi dengan jajaran kepolisian bersama seluruh elemen masyarakat, sehingga tercipta Kota Metro yang aman, nyaman, tertib, dan kondusif. Bambang berharap hubungan yang harmonis dan kolaboratif tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Dengan semangat kebersamaan, seluruh pihak diharapkan dapat memberikan pelayanan publik yang semakin baik serta menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat Kota Metro. “Kepada Tim Penilai Kompolnas Awards 2026, kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan dan kehadirannya di Kota Metro. Semoga proses visitasi ini berjalan dengan lancar dan memberikan penilaian yang objektif terhadap berbagai upaya serta kinerja yang telah dilakukan oleh Polsek Metro Pusat,” katanya. Bambang berharap Polsek Metro Pusat dapat meraih Kompolnas Awards 2026. Namun lebih dari sekadar penghargaan, proses penilaian tersebut dipandang sebagai bagian penting dari upaya membangun institusi kepolisian yang semakin profesional, humanis, responsif, dan semakin dekat dengan masyarakat. “Semoga Polsek Metro Pusat mampu memberikan yang terbaik dan meraih Kompolnas Awards 2026 sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdiannya kepada masyarakat,” paparnya. Wali Kota Metro juga memberikan apresiasi terkait kinerja Polsek Metro Pusat dalam berbagai aspek, mulai dari pelayanan dan administrasi yang telah berinovasi melalui aplikasi Smart Polsek Metro Pusat sehingga masyarakat sangat merasakan kemudahan yang diberikan. Selain itu, terdapat Program Patroli Janji Jaga yang membuat patroli lebih rutin dan terlihat sehingga keamanan lingkungan menjadi lebih baik. Sementara melalui Siger Presisi Lampung, masyarakat lebih mudah melaporkan apabila melihat adanya tindak pidana maupun kecelakaan lalu lintas. Di sisi lain, Ketua Tim Penilaian Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Gufron, S.H.I., M.Hub.Int., menjelaskan bahwa Kompolnas Award 2026 telah menghantarkan Polsek Metro Pusat masuk dalam nominasi Kompolnas Award tahun 2026. Gufron menjelaskan, visitasi di Polsek Metro Pusat merupakan bagian dari proses penilaian yang dilakukan tim juri terhadap satuan kerja dan anggota Polri yang telah ditetapkan sebagai nominasi. “Kalau di level Polsek itu kita bagi ada dua kategori. Pertama kategori Polsek urban dan Polsek rural. Jadi, Polsek Metro Pusat masuk nominasi untuk kategori Polsek rural,” jelasnya. Menurut Gufron, proses verifikasi lapangan bertujuan memperoleh gambaran secara komprehensif mengenai implementasi kinerja, inovasi, kualitas pelayanan publik, tata kelola organisasi serta dampak yang dilaksanakan oleh peserta. Kehadiran para pemangku kepentingan menjadi penting bagi tim penilai untuk mendapatkan pandangan secara langsung terkait kinerja Polsek Metro Pusat. Penilaian, pandangan, dan harapan tersebut menjadi gambaran penting sebagai masukan yang komprehensif dalam melakukan penilaian terhadap Polsek Metro Pusat. “Visitasi ini tentu saja tujuannya adalah untuk memastikan kesesuaian antara indikator penilaian yang didapatkan dari video dan paparan yang dikirimkan oleh satuan wilayah Polda, Polres, Polsek, dalam hal ini Polsek Metro Pusat, dengan kondisi nyata di lapangan,” katanya. Pada

0 Comments

Pemkot Metro Tutup KKLPPM Universitas Malahayati Tahun 2026

Pemerintah Kota Metro secara resmi menutup kegiatan Kuliah Kerja Lapangan Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKLPPM) Universitas Malahayati Lampung Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 40 hari tersebut dilaksanakan di sejumlah wilayah di Kota Metro. Penutupan KKLPPM dipimpin Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso dan dihadiri jajaran Universitas Malahayati, perangkat daerah, camat, lurah, serta mahasiswa peserta KKLPPM, di Aula Pemerintah Kota Metro. Dalam sambutannya, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan rangkaian pengabdian kepada masyarakat. Menurut Bambang, KKLPPM menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan secara langsung di tengah masyarakat. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan memperkuat semangat gotong royong. “Keberhasilan seorang mahasiswa tidak hanya diukur dari prestasi akademiknya, tetapi juga dari seberapa besar ilmu dan kompetensinya dapat memberikan manfaat bagi orang lain,” ujar Bambang. Sementara itu, Wakil Rektor IV Universitas Malahayati, Drs. Suharman, M.Pd., menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Metro, aparatur kecamatan dan kelurahan, hingga RT dan RW yang telah memberikan dukungan selama pelaksanaan KKLPPM.Ia menilai sinergi antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan program pengabdian tersebut. Perwakilan mahasiswa KKLPPM Universitas Malahayati juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan selama pelaksanaan kegiatan di Kota Metro. Menurutnya, mahasiswa memperoleh pengalaman berharga melalui keterlibatan langsung bersama pemerintah dan masyarakat. Sejak awal pelaksanaan, mahasiswa mendapatkan sambutan, pendampingan, serta dukungan dari pemerintah daerah, aparatur wilayah, dan masyarakat yang terbuka terhadap berbagai program pengabdian. Antusiasme dan partisipasi aktif masyarakat dalam mengikuti program yang dijalankan turut menjadi faktor penting dalam pelaksanaan kegiatan. Selain menerapkan ilmu pengetahuan, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman mengenai kehidupan sosial dan budaya masyarakat serta nilai gotong royong yang berkembang di Kota Metro. Mahasiswa juga mengaku bangga dapat berkontribusi melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk inovasi di bidang lingkungan dan kesehatan. Program-program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Para mahasiswa berharap berbagai program yang telah dilaksanakan dapat terus dimanfaatkan, dikembangkan, dan dilanjutkan oleh masyarakat setempat. Mereka juga berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus terjaga untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diharapkan sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Melalui penutupan KKLPPM Tahun 2026, Pemerintah Kota Metro dan Universitas Malahayati berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus dilanjutkan melalui berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.(Md/Sr)

0 Comments

Wakil Wali Kota Metro Hadiri Upacara Penurunan Bendera Merah Putih, Momentum Refleksi HUT ke-81 Kemerdekaan

Wakil Wali Kota Metro Rafieq Adi Pradana menghadiri upacara penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026) sore. Upacara penurunan bendera tersebut berlangsung di Lapangan Stadion Tejosari 24, Kota Metro, dengan diikuti jajaran pemerintah daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparatur sipil negara (ASN), TNI-Polri, organisasi kemasyarakatan, pelajar, serta masyarakat. Kehadiran Wakil Wali Kota Metro menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang dilaksanakan Pemerintah Kota Metro sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan bangsa. Prosesi penurunan Bendera Merah Putih berlangsung secara khidmat dan tertib. Seluruh peserta upacara mengikuti setiap tahapan dengan penuh penghormatan hingga Sang Saka Merah Putih diturunkan. Momentum tersebut menjadi penutup rangkaian upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Metro yang telah berlangsung sejak pagi hari. Wakil Wali Kota Metro menyampaikan bahwa peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk kembali mengingat sejarah panjang perjuangan bangsa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Menurutnya, semangat perjuangan para pahlawan harus terus diwariskan kepada generasi penerus melalui kerja nyata, pengabdian, persatuan, serta kepedulian terhadap pembangunan daerah dan bangsa. “Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan kerja nyata, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta menjaga persatuan dan kesatuan,” ujar Wakil Wali Kota Metro. Ia menegaskan, kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendahulu memiliki tanggung jawab besar bagi generasi saat ini untuk dijaga dan diisi dengan berbagai kegiatan positif. Menurutnya, Pemerintah daerah, memiliki peran penting dalam memastikan pembangunan berjalan secara berkelanjutan serta mampu memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat Kota Metro. Semangat kebersamaan tersebut dinilai menjadi salah satu modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Wakil Wali Kota juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kondusivitas, keamanan, dan persatuan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang nyaman bagi seluruh warga. Ia berharap semangat nasionalisme tidak hanya terlihat dalam pelaksanaan upacara, tetapi juga diwujudkan melalui sikap disiplin, kepedulian sosial, serta kontribusi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Bagi generasi muda, peringatan kemerdekaan diharapkan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan rasa cinta tanah air sekaligus mendorong mereka berperan aktif dalam pembangunan. Pendidikan, kreativitas, inovasi, serta prestasi generasi muda menjadi bagian penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu membawa Indonesia semakin maju. Sementara itu, pelaksanaan upacara penurunan bendera di Lapangan Stadion Tejosari 24 berlangsung dengan suasana penuh khidmat. Para peserta memberikan penghormatan ketika Bendera Merah Putih secara perlahan diturunkan. Setelah prosesi penurunan bendera selesai, rangkaian kegiatan ditutup dengan suasana tertib dan penuh kebersamaan antara unsur pemerintah daerah, Forkopimda, peserta upacara, serta masyarakat yang hadir. Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Metro diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh elemen daerah dalam melanjutkan pembangunan.Dengan semangat “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh” dan nilai-nilai perjuangan para pahlawan, Pemerintah Kota Metro mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan serta berkontribusi dalam mewujudkan daerah yang maju, sejahtera, dan berdaya saing. Kehadiran Wakil Wali Kota Metro dalam upacara penurunan Bendera Merah Putih di Stadion Tejosari 24, sekaligus menjadi simbol komitmen pemerintah daerah untuk terus menanamkan nilai nasionalisme, menghormati jasa para pahlawan, dan mengisi kemerdekaan melalui pelayanan serta pembangunan yang berpihak kepada masyarakat. (Yd/Md/Sr).

0 Comments

Wali Kota Metro Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Luncurkan Mobil Sehat

Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Stadion Tejosari 24, Kota Metro, Senin (17/8/2026). Upacara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan dengan dihadiri para veteran, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), jajaran pejabat dan staf di Pemerintah Kota Metro serta para pelajar dan masyarakat. Dalam amanatnya Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, mengatakan Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat semangat persatuan, gotong royong, dan pengabdian dalam melanjutkan pembangunan Kota Metro. “Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini bukan hanya menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dan membangun Kota Metro secara bersama-sama,” ujar Bambang. Menurutnya, semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kerja dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Pemerintah, kata dia, tidak dapat bekerja sendiri dalam mewujudkan kemajuan daerah. “Semangat kemerdekaan harus kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, karena kemajuan Kota Metro membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda,” lanjutnya. Dalam upacara tersebut, Kapten Inf Rudiyanto yang menjabat Danramil 411-01/Metro Pusat bertindak sebagai Komandan Upacara. Sementara Kapten Inf Rusli, Danramil 411-05/Punggur, bertindak sebagai cadangan Komandan Upacara. Adapun Komandan Pasukan Pengawal dipercayakan kepada Kapten Inf Gunawan, Danramil 411-09/Seputih Surabaya. Pada rangkaian penaikan Bendera Merah Putih, tugas pembawa baki dipercayakan kepada Nabila Aufa Nadhifa dari SMA Negeri 1 Kota Metro, dengan Ibadina Syafira Azmi dari MAN 1 Kota Metro sebagai pendamping baki. Sementara itu, petugas pengibar bendera terdiri atas Putu Gheta Agni Sivananda dan Dewandra Qaisar M. Tarius dari SMA Negeri 1 Kota Metro, serta Muhammad Zaki Falih Arifin dari SMA Negeri 4 Kota Metro. Keterlibatan para pelajar tersebut menjadi bagian penting dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Mereka tidak hanya menjalankan tugas dalam upacara, tetapi juga menjadi representasi generasi muda yang diharapkan mampu meneruskan nilai-nilai perjuangan serta menjaga semangat kebangsaan. Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Metro kemudian dilanjutkan dengan peluncuran Mobil Sehat Kota Metro RSUD Sumber Sari Bantul. Peluncuran tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Metro dalam memperkuat pelayanan kesehatan, dengan menghadirkan akses layanan yang lebih dekat dan mudah dijangkau masyarakat. “Mobil Sehat ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Metro untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kita ingin masyarakat mendapatkan pelayanan yang mudah, cepat, dan berkualitas,” kata Bambang. Ia berharap keberadaan Mobil Sehat dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung akses pelayanan kesehatan di berbagai wilayah. “Harapan kita, semangat kemerdekaan ini benar-benar dirasakan masyarakat melalui peningkatan pelayanan publik dan program-program yang memberikan manfaat langsung. Kemerdekaan harus kita isi dengan kerja dan pengabdian,” pungkasnya. Peluncuran Mobil Sehat tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui kerja nyata pemerintah dalam meningkatkan pelayanan publik dan kualitas hidup masyarakat. Dengan semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pemerintah Kota Metro terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, dan berbagai elemen lainnya untuk bersama-sama membangun Kota Metro yang semakin maju, sehat, dan sejahtera. (Bsr/Sr)

0 Comments

HUT ke-81 RI, 244 Warga Binaan Lapas Metro Terima Remisi, 13 Langsung Bebas

Sebanyak 244 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Metro menerima Remisi Umum (RU) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dari jumlah tersebut, 13 warga binaan langsung bebas setelah mendapatkan remisi. Penyerahan remisi dan pengurangan masa pidana dilaksanakan secara simbolis dalam kegiatan Penyerahan Remisi Umum bagi Narapidana dan Pengurangan Masa Pidana Umum bagi Anak Binaan di Lapas Kelas IIA Metro, Senin (17/8/2026) Plh. Kepala Lapas Kelas IIA Metro, Mujiarto, dalam laporannya menyampaikan bahwa pemberian remisi dan pengurangan masa pidana merupakan hak narapidana yang diberikan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pemberian remisi mengacu pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, Keputusan Presiden Nomor 174 Tahun 1999 tentang Remisi, serta Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2018 tentang Syarat Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Bersyarat, dan Bebas. Selain itu, pemberian remisi juga mengacu pada Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 7 Tahun 2022 tentang Program Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat. “Pemberian remisi juga berdasarkan Surat Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-PK.01.02-1148 tanggal 22 Juni 2026 perihal pelaksanaan pemberian Remisi Umum 17 Agustus Tahun 2026 kepada narapidana,” ujarnya. Mujiarto menjelaskan, dari total 244 penerima remisi, sebanyak 231 warga binaan memperoleh Remisi Umum I (RU I), sedangkan 13 warga binaan memperoleh Remisi Umum II (RU II) atau langsung bebas. Untuk RU I, penerima remisi satu bulan sebanyak 57 orang, dua bulan sebanyak 57 orang, tiga bulan sebanyak 57 orang, empat bulan sebanyak 24 orang, lima bulan sebanyak 23 orang, dan enam bulan sebanyak 13 orang. Sementara itu, untuk RU II, sebanyak 10 orang memperoleh remisi dua bulan, dua orang memperoleh remisi tiga bulan, dan satu orang memperoleh remisi empat bulan. Adapun penerima remisi satu bulan, lima bulan, dan enam bulan tidak ada. “Jumlah narapidana yang bebas pada hari tersebut sebanyak 13 orang,” jelas Mujiarto. Berdasarkan rekapitulasi Remisi Umum Tahun 2026, jumlah penghuni Lapas Kelas IIA Metro per 17 Agustus 2026 sebanyak 482 orang. Dari jumlah tersebut, 244 orang menerima remisi, sedangkan 238 orang belum mendapatkan remisi. Adapun warga binaan yang belum mendapatkan remisi terdiri atas tahanan sebanyak 105 orang, warga binaan yang tercatat dalam register F atau melakukan pelanggaran tata tertib sebanyak 112 orang, warga binaan yang sedang menjalani subsider sebanyak delapan orang, serta warga binaan yang belum menjalani pidana selama enam bulan sebanyak 13 orang. Mujiarto menjelaskan, pemberian remisi memiliki sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh warga binaan. Salah satunya adalah berkelakuan baik selama menjalani masa pidana dan mengikuti program pembinaan yang diselenggarakan oleh Lapas. “Remisi merupakan bentuk penghargaan atau hadiah dari negara kepada narapidana yang telah menunjukkan perilaku baik,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, mengatakan pemberian remisi menjadi momentum bagi warga binaan untuk memanfaatkan pengurangan masa pidana dengan sebaik-baiknya serta terus memperbaiki diri. Menurutnya, pemberian remisi tidak hanya menjadi penghargaan atas perilaku baik warga binaan, tetapi juga diharapkan dapat menjadi motivasi untuk menjalani proses pembinaan dengan sungguh-sungguh. “Tujuannya adalah agar warga binaan dapat memanfaatkan pengurangan masa pidana atau remisi ini dengan sebaik-baiknya dan betul-betul menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,” tutur Bambang.Ia berharap keberadaan Lapas di Kota Metro tidak hanya menjadi tempat bagi warga binaan menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan untuk mempersiapkan mereka kembali ke tengah masyarakat. “Harapannya, keberadaan Lapas di Kota Metro tidak hanya berfungsi sebagai tempat bagi warga binaan menjalani hukuman atas kesalahan yang telah dilakukan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan dan memberikan efek jera agar mereka tidak mengulangi kesalahan yang sama,” jelasnya. Bambang menambahkan, proses pembinaan di Lapas perlu diarahkan pada pemberian keterampilan dan bekal yang dapat dimanfaatkan warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana. Dengan demikian, mereka diharapkan mampu hidup mandiri, berkarya, dan memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat. “Dengan harapan, warga binaan dapat betul-betul mendapatkan pembinaan, bahkan berbagai keterampilan untuk mempersiapkan diri ketika nantinya sudah bebas dari Lapas dan kembali ke tengah masyarakat, sehingga benar-benar bisa berkarya dan menjadi lebih baik lagi,” katanya. Bambang juga berpesan kepada warga binaan yang menerima remisi agar menjadikan pemberian tersebut sebagai motivasi untuk terus memperbaiki diri, terlebih remisi diberikan bertepatan dengan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. “Hari ini kita juga memperingati kemerdekaan. Bagi mereka yang mendapatkan hadiah dari negara ini, manfaatkan dengan sebaik-baiknya serta terus menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” pesannya. Sementara itu, bagi warga binaan yang belum memperoleh remisi, Bambang meminta agar hal tersebut dijadikan sebagai bahan introspeksi dan motivasi untuk memperbaiki perilaku serta mengikuti seluruh proses pembinaan dengan sungguh-sungguh. “Bagi narapidana yang melakukan kesalahan sehingga negara belum dapat memberikan hadiah berupa remisi, tentunya hal tersebut harus menjadi bahan introspeksi diri untuk berperilaku baik dan mengikuti pembinaan dengan sungguh-sungguh, sehingga ke depannya negara dapat memberikan penghargaan berupa remisi,” pungkasnya. (Yl/Yd/Sr)