0 Comments

IDS Sumatra 2026 Resmi Mengaspal di Kalianda, Lampung Cetak Sejarah Baru Dunia Drift Nasional

Kalianda — Deru mesin dan kepulan asap ban memenuhi arena Way Handak Expo, Kalianda, Sabtu (23/5/2026), saat Indonesia Drift Series (IDS) Sumatra 2026 resmi dibuka. Ajang balap drifting bergengsi ini mencatat sejarah sebagai penyelenggaraan pertama di Provinsi Lampung sekaligus pertama di Pulau Sumatra. Ribuan penonton yang memadati arena tampak antusias menyaksikan aksi para drifter dari berbagai daerah. Suasana semakin semarak ketika puluhan mobil drift beradu teknik dan adrenalin di lintasan yang telah disiapkan khusus untuk kompetisi nasional tersebut. Opening ceremony IDS Sumatra 2026 turut dihadiri Wali Kota Metro bersama sejumlah kepala daerah dan tokoh penting lainnya. Kehadiran Wali Kota Metro menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan sport tourism serta kemajuan dunia otomotif di Provinsi Lampung. Turut hadir Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama bersama Ketua TP PKK Lampung Selatan sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani yang meninjau langsung paddock para peserta. Sebanyak 25 mobil drift dari berbagai daerah seperti Jakarta, Pekanbaru, Bandar Lampung, hingga tuan rumah Lampung Selatan memadati arena perlombaan. Para peserta datang membawa semangat untuk menjadikan IDS Sumatra 2026 sebagai panggung otomotif terbesar di wilayah Sumatra. Wali Kota Metro menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya event otomotif berskala nasional tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti IDS tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan sektor pariwisata daerah. “Ajang Indonesia Drift Series ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Lampung karena pertama kali digelar di Sumatra. Kami sangat mendukung kegiatan positif seperti ini karena dapat memperkenalkan potensi daerah, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta menjadi ruang kreativitas bagi generasi muda di bidang otomotif,” ujarnya. Sementara itu, Bupati Lampung Selatan menegaskan bahwa kehadiran IDS menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pariwisata melalui konsep sport tourism. “Selamat datang di Lampung Selatan, Spirit of Krakatoa. Lampung Selatan memiliki keindahan alam dan potensi luar biasa yang harus terus kita perkenalkan kepada masyarakat luas,” kata Egi di sela peninjauan arena. Ia berharap event nasional seperti IDS mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, menggerakkan perekonomian masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Lampung Selatan sebagai destinasi baru sport tourism di Sumatra. Aksi drifting para pembalap yang memukau ribuan penonton menutup pembukaan dengan meriah. IDS Sumatra 2026 pun menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga otomotif di Lampung yang kini mulai mendapat perhatian di tingkat nasional. (Bsr/Yud/Sr)

0 Comments

Delegasi Kota Metro Bersinar di Grand Final Muli Mekhanai Lampung 2026, Raih Top II dan Dua Gelar Bergengsi

Bandar Lampung — Delegasi Kota Metro kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang bergengsi Pemilihan Muli Mekhanai Provinsi Lampung Tahun 2026 yang digelar di Ballroom Hotel Radisson, Bandar Lampung, Kamis (21/05/2026) malam. Dalam ajang tersebut, perwakilan Kota Metro sukses meraih posisi Top II sekaligus membawa pulang gelar Muli Favorit dan Muli Intelegensia, mengukuhkan kualitas generasi muda Metro di tingkat Provinsi Lampung. Kegiatan ini turut dihadiri Wali Kota Metro, Gubernur Lampung yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Lampung, M. Firsada, serta sejumlah kepala daerah dan tamu undangan dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. Dalam sambutan tertulis Gubernur Lampung yang dibacakan M. Firsada, menyampaikan apresiasi atas semangat dan antusiasme para finalis Muli Mekhanai sebagai representasi generasi muda terbaik dari masing-masing daerah. Menurutnya, ajang Muli Mekhanai bukan hanya kompetisi kecantikan dan intelektualitas semata, tetapi juga menjadi wadah strategis dalam membentuk karakter, kepemimpinan, serta kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah. “Ajang Muli Mekhanai ini merupakan wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kualitas diri yang sesungguhnya. Tidak hanya cerdas dan pandai berbicara, tetapi juga memiliki karakter kuat, wawasan budaya, kepedulian sosial, dan kepekaan terhadap perkembangan zaman,” ujar M. Firsada. Ia juga menekankan pentingnya generasi muda Lampung untuk terus menjunjung tinggi nilai budaya daerah seperti Piil Pesenggiri dan Nemui Nyimah di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan era digital. “Anak muda Lampung harus percaya diri, kreatif, inovatif, dan melek teknologi agar mampu bersaing di masa depan,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Tony Ferdinansyah, menjelaskan bahwa ajang tahun ini diikuti oleh 45 finalis terbaik dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Para peserta telah melalui proses seleksi ketat dan pembekalan selama masa karantina, mulai dari materi kepariwisataan, budaya, public speaking, personal branding, entrepreneurship hingga etika kepribadian. Prestasi yang diraih delegasi Kota Metro pun mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota Metro. Bambang Iman Santoso, menyebut capaian tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda Metro memiliki potensi besar dalam bidang budaya, kreativitas, dan pengembangan diri. “Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kota Metro. Saya berharap capaian ini dapat memotivasi generasi muda lainnya untuk terus berkarya, meningkatkan kemampuan diri, dan mengharumkan nama daerah melalui prestasi serta kreativitas,” ujar Wali Kota Metro. (Bsr/Sr)

0 Comments

Metro Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak, RSUD Ahmad Yani Didorong Jadi Rujukan Unggulan Lampung

Pemerintah Kota Metro terus memperkuat kualitas layanan kesehatan ibu dan anak melalui audiensi bersama tim visitasi RS Persahabatan Jakarta dalam program pengampuan tenaga ahli kesehatan bagi RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro. Kegiatan yang berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Metro, Jumat (22/05/2026), menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring pelayanan kesehatan nasional sekaligus mendorong percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Ketua Tim Visitasi RS Persahabatan Jakarta, dr. Ernie Meliane Yulisye, A.Md.F.T., menjelaskan bahwa tim yang hadir merupakan bagian dari program pengampuan kesehatan ibu dan anak yang melibatkan Persatuan Dokter Anak bersama sejumlah tenaga kesehatan spesialis. “Program ini bertujuan mendampingi rumah sakit-rumah sakit di Provinsi Lampung dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan ibu dan anak,” ujarnya. Ia menambahkan, tim pengampu terdiri dari tenaga kesehatan ibu dan anak, dokter spesialis, tenaga elektromedik, hingga perawat intensif anak yang melakukan pendampingan teknis sekaligus evaluasi lapangan. Menurutnya, program monitoring dan evaluasi dari Kementerian Kesehatan tersebut diarahkan untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi yang masih menjadi tantangan nasional. Dalam visitasi tersebut, tim melakukan simulasi penanganan kegawatdaruratan ibu dan bayi secara menyeluruh, mulai dari proses penerimaan pasien di IGD, penanganan ibu hamil, resusitasi bayi, hingga tindakan penyelamatan nyawa bayi dalam kondisi kritis. Tim visitasi juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kesiapan sarana dan prasarana RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro, khususnya fasilitas MICU yang dinilai memiliki peralatan modern dan lengkap. “Untuk sarana dan prasarana MICU di RSUD Ahmad Yani Metro ini luar biasa. Peralatannya sangat baik dan bahkan ada yang belum dimiliki rumah sakit lain,” ungkap dr. Ernie. Meski demikian, pihaknya menilai penguatan sumber daya manusia tetap menjadi prioritas penting melalui pelatihan berkelanjutan dan resertifikasi tenaga kesehatan agar kualitas pelayanan berjalan seimbang dengan teknologi yang tersedia. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso menyambut baik hasil visitasi tersebut dan menegaskan bahwa masukan dari tim pengampu menjadi bahan evaluasi penting dalam memperkuat layanan kesehatan daerah. Menurutnya, pengembangan rumah sakit tidak hanya sebatas penyediaan alat kesehatan modern, tetapi juga harus dibarengi peningkatan kualitas SDM serta sistem manajemen rumah sakit berbasis digital. “Sistem pelayanan rumah sakit ke depan harus semakin modern, terintegrasi, dan berbasis digital agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat dan optimal,” ujarnya. Bambang juga berharap pendampingan dari RS Persahabatan dapat membuka akses yang lebih luas terhadap dukungan pemerintah pusat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan alat kesehatan dan tenaga dokter subspesialis yang masih terbatas di daerah. Ia menegaskan, penguatan RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro memiliki dampak strategis karena Kota Metro menjadi salah satu daerah penyangga layanan kesehatan di Provinsi Lampung yang melayani pasien dari berbagai kabupaten/kota. Karena itu, sinergi antara Pemerintah Kota Metro, Dinas Kesehatan, Pemerintah Provinsi Lampung, dan RS Persahabatan diharapkan terus diperkuat demi menghadirkan layanan kesehatan ibu dan anak yang semakin berkualitas, cepat, dan berstandar nasional. (Yol/Sr)

0 Comments

Kota Metro Jadi Percontohan Nasional Digitalisasi Bansos 2026

Pemerintah Kota Metro resmi mendukung pelaksanaan Program Digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) Tahun 2026 sebagai bagian dari transformasi pelayanan sosial nasional yang lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Kota Metro bahkan dipercaya menjadi salah satu dari 42 kabupaten/kota di Indonesia sebagai daerah percontohan digitalisasi bansos berbasis Digital Public Infrastructure (DPI). Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Digitalisasi Bantuan Sosial Tahun 2026, yang dihadiri perwakilan Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP), Bank Indonesia Provinsi Lampung, OPD terkait, camat, lurah, hingga berbagai unsur pelayanan masyarakat. Dalam sambutan Wali Kota Metro yang dibacakan Helmi Zain, sebagai Assisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Kota Metro, disebutkan bahwa program digitalisasi bansos menjadi langkah penting untuk memperbaiki persoalan penyaluran bantuan sosial, yang selama ini masih menimbulkan keluhan masyarakat akibat data penerima yang belum sepenuhnya akurat. “Kita masih sering mendengar masyarakat yang dinilai mampu justru tetap menerima bantuan, sementara warga yang benar-benar membutuhkan belum tersentuh bantuan sosial,” ujarnya. Menurut Helmi, kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari subjektivitas pendataan, lemahnya sistem verifikasi, hingga keterlambatan pembaruan data penerima bantuan. Karena itu, digitalisasi dinilai menjadi solusi untuk meminimalkan kesalahan data sekaligus meningkatkan ketepatan sasaran bantuan sosial. Melalui sistem baru ini, penyaluran bansos akan terintegrasi dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sistem administrasi kependudukan nasional, serta menggunakan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai sarana verifikasi utama guna mencegah duplikasi penerima bantuan. Program digitalisasi bansos juga dirancang dengan pendekatan people centric atau berorientasi pada masyarakat. Nantinya, masyarakat dapat melakukan pendaftaran bantuan sosial secara mandiri, melalui Portal Perlinsos maupun dengan bantuan agen pendamping melalui proses verifikasi biometrik dan integrasi data lintas lembaga. Selain meningkatkan akurasi penyaluran bantuan, program ini juga diharapkan mampu memperkuat transparansi, efisiensi anggaran, serta mempercepat penurunan angka kemiskinan. Bahkan, berdasarkan estimasi pemerintah pusat, digitalisasi bansos berpotensi menghemat anggaran negara hingga Rp101 triliun sampai Rp127 triliun secara nasional. Pemerintah pusat, melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Dr. Handayani Ningrum, S.E., M.Si mengatakan, Pemerintah Kota Metro terus mempersiapkan penerapan Program Digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) Tahun 2026 sebagai bagian dari transformasi pelayanan sosial nasional berbasis teknologi digital. Program ini bertujuan mewujudkan penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel melalui integrasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), Identitas Kependudukan Digital (IKD), serta sistem pembayaran digital. Masyarakat nantinya dapat mendaftar bansos secara mandiri melalui aplikasi Perlinsos, sementara dana bantuan akan langsung masuk ke rekening penerima dan dapat digunakan melalui mobile banking, QRIS, ATM, maupun agen perbankan. “Digitalisasi bansos juga diharapkan mampu mengurangi kesalahan data penerima bantuan, mempercepat pelayanan, meningkatkan inklusi keuangan masyarakat, serta mendukung percepatan penurunan angka kemiskinan di Kota Metro,” papar Handayani Ningrum. Aulia Fahrunnisa dari Bank Indonesia Provinsi Lampung, menyampaikan bahwa DPI ke 42 kabupaten/kota merupakan program yang menggunakan Portal Perlinsos dengan verifikasi biometrik dan Identitas Kependudukan Digital (IKD), serta terhubung dengan data lintas lembaga guna memastikan validitas penerima bantuan. Pilot project di Banyuwangi, menunjukkan hasil positif dengan 359 ribu keluarga berhasil terdaftar dalam waktu kurang dari satu bulan. Pemerintah menilai sistem digital ini mampu mengurangi kesalahan sasaran penerima bansos dan meningkatkan akuntabilitas penyaluran bantuan. “Selain itu, digitalisasi bansos juga diharapkan meningkatkan efisiensi anggaran negara serta menjadi persiapan menuju implementasi sistem bansos digital secara nasional,” harapnya di akhir sambutan. (Md/Sr)

0 Comments

Pemkot Metro Umumkan Hasil Penilaian Kompetensi Seleksi JPT Pratama 2026

Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemerintah Kota Metro resmi mengumumkan hasil penilaian kompetensi (assessment) dalam rangka seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama Tahun 2026. Berikut dasar-dasar yang tercantum dalam dokumen pengumuman tersebut: Pemerintah Kota Metro menegaskan seleksi dilakukan secara terbuka dan kompetitif sesuai ketentuan manajemen ASN, guna mendapatkan pejabat yang profesional dan berintegritas dalam mendukung pelayanan pemerintahan daerah. Untuk melihat data lebih lengkapnya sudah terlampiran berikut ini PENGUMUMAN PENILAIAN KOMPETISI SALTER JPTP KOTA METRO

0 Comments

Wakil Wali Kota Metro Siapkan Strategi Pembinaan STQ Lebih Efektif

Wakil Wali Kota Metro sekaligus Ketua LPTQ Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, memimpin rapat evaluasi dan pembahasan persiapan pembinaan peserta Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) di ruang kerja Wakil Wali Kota Metro, Rabu (20/05/2026). Rapat tersebut membahas hasil pelaksanaan STQ tingkat Kota Metro, strategi regenerasi peserta, hingga langkah efisiensi anggaran pembinaan menuju STQ tingkat Provinsi Lampung. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Metro, Abu Mansur Al Maturidi, menyampaikan bahwa jumlah peserta hasil seleksi tahun ini mengalami peningkatan dibanding kuota awal yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK). “Awalnya yang kita SK-kan sebanyak 40 orang, kemudian ada tambahan dari cabang 500 hadis putri, sehingga total peserta saat ini menjadi 42 orang,” ujarnya. Meski jumlah peserta bertambah, Abu menjelaskan anggaran pembinaan yang tersedia masih mengacu pada kuota tahun sebelumnya, yakni hanya untuk 35 peserta. “Posisi saat ini pesertanya 42 orang, sedangkan anggaran yang tersedia baru untuk 35 peserta seperti tahun lalu,” jelasnya. Ia juga mengungkapkan bahwa dana pembinaan telah mulai disalurkan kepada peserta sejak Senin lalu melalui dukungan sejumlah donatur dan lembaga mitra yang ikut berkontribusi mendukung pembinaan STQ Kota Metro. “Alhamdulillah dana pembinaan sudah kita serahkan. Bantuan yang terkumpul sesuai jumlah peserta yang telah di-SK-kan,” katanya. Adapun bantuan tersebut berasal dari Bank Eka berupa 20 e-money senilai masing-masing Rp1 juta, BMT Fajar sebesar Rp10 juta, serta Baznas sebesar Rp10 juta. Menurut Abu, penggunaan e-money dipilih untuk mempermudah peserta sekaligus mengurangi risiko kehilangan uang tunai. Selain sebagai bentuk dukungan pembinaan, bantuan tersebut juga menjadi upaya menjaga komitmen peserta agar tetap membela Kota Metro pada ajang STQ berikutnya. “Itu juga menjadi bentuk pengikat agar peserta tetap membela Kota Metro dan tidak berpindah daerah,” ujarnya. Dalam rapat tersebut, Abu juga mengungkapkan rencana penambahan jumlah peserta menjadi 46 orang guna memenuhi seluruh cabang lomba yang dipertandingkan di tingkat provinsi. Namun, langkah tersebut membutuhkan tambahan anggaran pembinaan. “Kita masih kekurangan peserta di cabang tafsir bahasa Arab dan tafsir bahasa Inggris. Kalau ingin dicukupkan menjadi 46 peserta, tentu membutuhkan tambahan anggaran,” ungkapnya. Ia menambahkan, metode pembinaan tahun ini juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya peserta menjalani pembinaan terpusat di luar daerah, kini peserta dipanggil ke Kota Metro untuk mengikuti pelatihan karena keterbatasan anggaran. “Kalau bicara efektivitas, tentu lebih maksimal jika peserta dikirim ke tempat pembinaan khusus. Tapi kami tetap menyiapkan draf penambahan anggaran untuk mendukung pembinaan,” katanya. Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, menegaskan bahwa hasil STQ tahun ini menjadi bahan evaluasi penting bagi LPTQ Kota Metro, khususnya dalam memperkuat regenerasi peserta di sejumlah cabang lomba. “Dari total 52 golongan yang dipertandingkan di tingkat provinsi, idealnya kita membutuhkan 46 peserta. Saat ini baru terpenuhi 42 peserta,” ujar Rafieq. Ia menjelaskan, masih terdapat kekurangan peserta di beberapa cabang, di antaranya tilawah putri 5 juz, tafsir bahasa Arab putra dan putri, serta tafsir bahasa Inggris putra. Tak hanya itu, Rafieq juga menyoroti tantangan regenerasi akibat regulasi perlombaan yang membatasi peserta juara pertama untuk kembali mengikuti cabang yang sama selama dua tahun berturut-turut. “Kita punya beberapa peserta juara satu di tahun sebelumnya yang belum bisa turun lagi tahun ini. Artinya, regenerasi harus terus berjalan,” katanya. Menurut Rafieq, penjaringan bibit unggul tidak bisa dilakukan secara instan menjelang perlombaan, melainkan harus dipersiapkan sejak dini melalui sekolah, madrasah, hingga pondok pesantren. “LPTQ ini harus seperti sekolah kader yang terus mencari dan membina bibit-bibit unggul,” ujarnya. Sebagai langkah solusi, Rafieq mengusulkan pelaksanaan audisi untuk memperluas penjaringan peserta sekaligus memperkuat regenerasi STQ Kota Metro di masa mendatang. Selain itu, demi mendukung efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas pembinaan, Rafieq juga membuka rumah dinas Wakil Wali Kota Metro sebagai tempat latihan gratis bagi peserta STQ. “Rumah dinas sudah saya siapkan menjadi guest house. Bisa dipakai latihan kapan saja untuk peserta yang akan mengikuti perlombaan,” katanya. Ia memastikan fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan peserta selama 24 jam penuh guna mendukung proses pembinaan secara maksimal. “Silakan digunakan untuk latihan dari subuh sampai malam. Yang penting semangat pembinaan dan prestasi tetap berjalan,” tutupnya. (Yol/Sr)

0 Comments

Pemkot Metro Sambut KKDN Unhan RI, Perkuat Sinergi Strategi Pertahanan dan Pembangunan Daerah

Pemerintah Kota Metro menerima kunjungan rombongan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) yang berlangsung di Aula Pemerintah Daerah Kota Metro, Rabu (20/05/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi pembelajaran lapangan mahasiswa dalam memperkuat wawasan strategis sekaligus memahami dinamika pembangunan daerah sebagai bagian dari ketahanan nasional. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada jajaran pimpinan Fakultas Strategi Pertahanan Unhan RI beserta 32 mahasiswa peserta KKDN yang hadir di Kota Metro, Bumi Sai Wawai. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dekan Fakultas Strategi Pertahanan Unhan RI, Mayor Jenderal TNI Dr. Oktaheroe Ramsi, S.I.P., M.Sc., bersama jajaran wakil dekan, kepala program studi, kepala perangkat daerah, serta tamu undangan lainnya. “Atas nama Pemerintah Kota Metro, saya mengucapkan selamat datang kepada Dekan Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan RI beserta rombongan mahasiswa peserta KKDN di Kota Metro. Kehadiran saudara-saudara sekalian merupakan suatu kehormatan sekaligus kebanggaan bagi kami,” ujar Bambang. Menurutnya, kegiatan Kuliah Kerja Dalam Negeri memiliki peran penting sebagai implementasi pembelajaran lapangan untuk membangun wawasan strategis, memperkuat pemahaman terhadap dinamika daerah, serta meningkatkan kemampuan analisis mahasiswa dalam menghadapi tantangan bangsa di masa depan. Ia juga menilai Universitas Pertahanan Republik Indonesia memiliki kontribusi besar dalam mencetak generasi muda yang unggul, berintegritas, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan wawasan kebangsaan yang kuat. “Kami menyambut baik pelaksanaan kegiatan KKDN ini karena menjadi sarana mempererat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah. Melalui kegiatan ini, para mahasiswa dapat melihat secara langsung berbagai potensi, tantangan, dan dinamika pembangunan daerah, khususnya di Kota Metro dan Provinsi Lampung,” katanya. Sementara itu, Dekan Fakultas Strategi Pertahanan Unhan RI, Mayor Jenderal TNI Dr. Oktaheroe Ramsi, S.I.P., M.Sc., menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Pemerintah Kota Metro terhadap rombongan KKDN Fakultas Strategi Pertahanan Unhan RI. Ia menjelaskan, kunjungan tersebut bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami kondisi daerah, tata kelola pemerintahan, serta potensi dan tantangan pembangunan yang dihadapi pemerintah daerah. Menurutnya, kegiatan KKDN menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran agar mahasiswa mampu mengintegrasikan teori akademik dengan kondisi nyata di lapangan, khususnya dalam perspektif strategi pertahanan dan pembangunan nasional. “Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa sekaligus memperkuat sinergi antara institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan nasional,” ujarnya. Lebih lanjut, Wali Kota Metro berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang diskusi dan pertukaran gagasan antara mahasiswa, perangkat daerah, dan masyarakat sehingga mampu melahirkan kontribusi positif bagi pembangunan daerah. “Kami percaya bahwa masukan, kajian, dan perspektif akademik dari para mahasiswa dapat menjadi kontribusi positif bagi pembangunan daerah di Kota Metro,” tandasnya. (Bsr/Bgs/Sr)

0 Comments

Harkitnas ke-118 di Kota Metro, Wali Kota Ajak Masyarakat Jaga Generasi Bangsa Demi Kedaulatan Indonesia

Pemerintah Kota Metro menggelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 di halaman Pemerintah Daerah Kota Metro, Rabu (20/05/2026). Upacara berlangsung khidmat dengan Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, bertindak langsung sebagai pembina upacara. Momentum nasional tersebut menjadi ajang refleksi bersama untuk memperkuat semangat persatuan, menjaga generasi muda, serta memperkokoh kedaulatan bangsa di tengah tantangan era digital. Upacara dihadiri oleh Wakil Wali Kota Metro, Ketua DPRD Kota Metro, jajaran Forkopimda, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Metro, Staf Ahli Wali Kota, para Asisten Sekda, Kepala OPD, Kabag Setda, Camat dan Lurah se-Kota Metro, hingga para peserta upacara dari berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat. Dalam kesempatan itu, Wali Kota Metro membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia secara utuh dengan mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar peringatan historis, melainkan momentum untuk mengingat kembali lahirnya organisasi Budi Utomo pada tahun 1908 sebagai tonggak awal bangkitnya kesadaran nasional bangsa Indonesia. “Sejarah mencatat bahwa peristiwa tersebut adalah fajar menyingsing bagi kesadaran berbangsa, di mana kaum terpelajar pribumi mulai mengonsolidasikan kekuatan melalui pemikiran dan organisasi, melampaui sekat-sekat kedaerahan yang selama berabad-abad menjadi titik lemah perjuangan,” kutip Wali Kota Metro saat membacakan sambutan. Semangat Kebangkitan Nasional tahun 1908 disebut telah mengubah pola perjuangan bangsa dari perlawanan fisik menuju perjuangan intelektual, pendidikan, dan diplomasi demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat dan bermartabat. Memasuki tahun 2026, tantangan bangsa dinilai semakin kompleks. Jika dahulu perjuangan berfokus pada kedaulatan wilayah, kini tantangan bergeser menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital. Karena itu, tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” dinilai relevan sebagai ajakan menjaga generasi muda agar tumbuh menjadi sumber daya manusia unggul, cerdas, berkarakter, dan mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa. Dalam sambutan tersebut juga dipaparkan sejumlah program strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, di antaranya program makan bergizi gratis di sekolah, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah afirmasi, peningkatan kualitas guru, hingga pemberian beasiswa guna mengurangi ketimpangan kualitas sumber daya manusia. Tak hanya itu, pemerintah juga memperkuat sektor kesehatan melalui layanan cek kesehatan gratis secara masif bagi masyarakat sebagai bentuk pemerataan akses kesehatan nasional. Sementara di bidang ekonomi, pemerintah mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih guna menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat lokal. Perhatian serius juga diberikan terhadap perlindungan anak di ruang digital. Pemerintah telah memberlakukan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak. Sejak 28 Maret 2026, akses anak di bawah usia 16 tahun terhadap media sosial dan platform digital berisiko tinggi resmi dibatasi. Kebijakan tersebut diambil untuk memastikan anak-anak Indonesia memperoleh ruang digital yang sehat, aman, dan sesuai dengan usia serta tumbuh kembang mereka. Menutup sambutannya, Wali Kota Metro mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Hari Kebangkitan Nasional sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, serta menumbuhkan kembali semangat gotong royong dalam membangun bangsa. “Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 menjadi panggilan bagi seluruh elemen masyarakat, mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda untuk kembali menyalakan api Budi Utomo dalam setiap lini kehidupan,” tutupnya. (Md/Sr)

0 Comments

Metro Jadi Percontohan Nasional, Wali Kota Sambut Digitalisasi Bansos Demi Transparansi dan Tepat Sasaran

Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menyambut baik kunjungan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dalam rangka mendukung perluasan digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) agar semakin transparan, aman, dan tepat sasaran bagi masyarakat. Audiensi yang berlangsung di ruang kerja Wali Kota Metro, Rabu (20/05/2026), menjadi momentum penting bagi Kota Metro yang resmi terpilih sebagai salah satu daerah percontohan nasional dalam program perluasan digitalisasi bansos. Terpilihnya Kota Metro tidak lepas dari kesiapan infrastruktur digital serta komitmen pemerintah daerah dalam membangun tata kelola pemerintahan yang modern, akuntabel, dan berbasis pelayanan masyarakat. Direktur Integrasi Data Kependudukan Nasional (IDKN) Ditjen Dukcapil Kemendagri, Ningrum, menjelaskan bahwa audiensi tersebut dilakukan untuk memastikan program perlindungan sosial (Perlinsos) dapat berjalan optimal di Kota Metro. “Kota Metro menjadi salah satu daerah dalam perluasan digitalisasi program bansos dari 42 kabupaten/kota yang dikembangkan, yang sebelumnya diawali oleh Kabupaten Banyuwangi. Karena itu kami perlu bertemu langsung dengan Wali Kota dan jajaran untuk memastikan komitmen daerah demi keberhasilan program ini ke depan,” ujarnya. Menurut Ningrum, keberhasilan program digitalisasi bansos membutuhkan dukungan lintas sektor, mulai dari Dinas Sosial hingga Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik). Hal tersebut terutama berkaitan dengan penguatan jaringan aplikasi dan pengaktifan Identitas Kependudukan Digital (IKD) agar pelayanan dapat berjalan maksimal. “Tujuannya agar masyarakat memiliki pemahaman yang sama bahwa program ini hadir untuk membantu masyarakat, sekaligus memastikan bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran,” tambahnya. Ia juga memberikan apresiasi atas komitmen kuat yang ditunjukkan Wali Kota Metro dalam mendukung transformasi digital pelayanan publik tersebut. Menurutnya, komitmen kepala daerah menjadi salah satu indikator utama dalam penentuan daerah percontohan nasional. “Respons Wali Kota Metro sangat baik. Sejak awal beliau sudah menunjukkan komitmen yang kuat sehingga Kota Metro terpilih menjalankan program ini. Kami juga senang karena Bank Indonesia dan pihak terkait lainnya turut hadir sehingga program ini dapat diawasi bersama demi memastikan keberhasilannya,” katanya. Melalui program ini, pemerintah berharap digitalisasi penyaluran bantuan sosial dapat menghadirkan sistem yang lebih efektif, transparan, dan akurat sehingga manfaat bantuan benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan. Ningrum pun berharap program percontohan perlindungan sosial di 42 kabupaten/kota tersebut dapat berjalan sukses dan berkelanjutan demi mendukung kesejahteraan masyarakat di masa mendatang. (Tm/Sr)

0 Comments

Hadir Pelantikan DPW GAPEMBI Lampung, Wali Kota Metro : Sinergi Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Provinsi Lampung, yang dilaksanakan oleh DPP GAPEMBI di Ballroom Hotel Radisson Lampung Kedaton, Selasa (19/5/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., jajaran Forkopimda, serta perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Tengku Syahdana, selaku Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat di BGN. Hadir pula Ketua Umum DPP GAPEMBI H. Alven Stony, Ketua DPW GAPEMBI Lampung H. M. Muslih, bersama seluruh jajaran pengurus DPW GAPEMBI se-Provinsi Lampung dan berbagai unsur tamu undangan dari kalangan pemerintah maupun pelaku usaha. Pelantikan pengurus DPW GAPEMBI Lampung menjadi salah satu momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan sektor usaha guna mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Lampung. Rangkaian acara diisi dengan pembacaan surat keputusan kepengurusan, prosesi pelantikan organisasi, hingga pemaparan berbagai agenda pengembangan ekosistem MBG di daerah. Dalam sambutannya, Gubernur Lampung menyoroti ironi yang masih dihadapi Provinsi Lampung. Meski dikenal sebagai salah satu daerah penghasil pangan terbesar di Indonesia, tingkat konsumsi protein masyarakat Lampung masih berada sekitar 30–40 persen di bawah rata-rata nasional. Menurut Gubernur, kondisi tersebut berpengaruh terhadap tingginya angka kemiskinan dan kualitas sumber daya manusia di daerah. Oleh karena itu, Program Makan Bergizi Gratis dinilai sebagai langkah strategis yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan gizi anak-anak, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui perputaran ekonomi hingga ke tingkat desa. Ia juga menjelaskan bahwa implementasi tahap awal program MBG telah menunjukkan perkembangan positif dengan hadirnya sekitar 1.100 dapur MBG yang mulai memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Ke depan, pemerintah daerah terus mendorong penguatan program agar dapur MBG dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Badan Gizi Nasional (BGN), Tengku Syahdana, menekankan pentingnya peran mitra strategis seperti Gapembi dalam menyukseskan program MBG. Ia menargetkan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki sedikitnya 15 pemasok lokal agar distribusi manfaat ekonomi lebih merata. “Kita harapkan nantinya setiap SPPG minimal harus mempunyai 15 supplier. Wajib hukumnya. Jangan ada mekanisme ekonomi kapitalis di mana yang kaya semakin kaya,” ujarnya. Tengku menambahkan BGN akan memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung untuk memberdayakan pelaku UMKM, koperasi, dan kelompok tani agar masyarakat lokal dapat terlibat aktif dalam rantai pasok nasional. “Semuanya harus naik kelas. Kita ingin mewujudkan ekonomi yang merata hingga tingkat Desa,” katanya. Sementara itu Ketua Gapembi Lampung, M. Muslih menyatakan komitmennya untuk mengawal penuh program makan bergizi gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. “Kami di Gapembi Lampung berkomitmen penuh untuk mengawal dan mendukung program makan bergizi gratis sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Kehadiran kami bukan semata-mata untuk kepentingan bisnis, tetapi membawa misi kemanusiaan demi mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Muslih. (Bsr/Sr)