0 Comments

Pemkot Metro Pererat Silaturahmi dengan Veteran, Teguhkan Semangat Mengisi Kemerdekaan

Pemerintah Kota Metro menggelar ramah tamah dan tatap muka bersama para Pejuang 45, keluarga pejuang, veteran, dan warakawuri dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan berlangsung di Halaman Rumah Dinas Wali Kota Metro, Senin (17/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Metro untuk memberikan penghormatan dan apresiasi kepada para pejuang, veteran, keluarga pejuang, dan warakawuri atas jasa serta pengabdian yang telah diberikan demi bangsa dan negara. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan veteran Kota Metro mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman. Menurutnya, perbedaan pilihan politik, pendapat, maupun kritik terhadap pemerintah tidak seharusnya menghilangkan rasa persaudaraan dan menjadi alasan untuk memecah belah bangsa. “Kemerdekaan merupakan rahmat Tuhan Yang Maha Esa sekaligus amanah yang harus dipertahankan dan dilanjutkan oleh seluruh generasi penerus melalui semangat gotong royong, kerja keras, kepedulian sosial, dan pengabdian sesuai peran masing-masing demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, bersatu, adil, dan makmur, khususnya bagi Kota Metro yang dicintai bersama,” ujarnya. Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata secara simbolis oleh Wali Kota Metro kepada para veteran dan warakawuri sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdian mereka kepada bangsa dan negara. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, mengatakan peringatan kemerdekaan tidak semata-mata dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang dan menghargai jasa para pahlawan, pejuang, veteran, dan perintis kemerdekaan yang telah berkorban demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Kemerdekaan yang kita nikmati saat ini merupakan hasil perjuangan panjang dan pengorbanan yang luar biasa. Karena itu, atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Metro, saya menyampaikan penghargaan, rasa hormat, dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak dan Ibu atas perjuangan dan pengabdian yang telah diberikan kepada bangsa dan negara,” ujarnya. Bambang menegaskan, semangat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa harus dibangun melalui persatuan, semangat gotong royong, serta keberpihakan terhadap kesejahteraan masyarakat. “Apabila dahulu para pejuang berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan, maka tugas generasi saat ini adalah mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, menjaga persatuan, serta membangun masa depan yang lebih baik,” tuturnya. Lebih lanjut, Wali Kota Metro, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengisi kemerdekaan sesuai amanah dan tanggung jawab masing-masing. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui pengabdian, pekerjaan, dan tanggung jawab yang telah diamanahkan, serta terus menebarkan kebaikan yang tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bagi sesama. “Marilah kita memberikan darma bakti terbaik bagi Indonesia sesuai dengan peran kita masing-masing,” ajaknya.Pada kesempatan tersebut, Bambang juga memohon doa dan dukungan dari para veteran, pejuang, serta para sesepuh Kota Metro agar Pemerintah Kota Metro mampu menghadapi berbagai tantangan pembangunan, termasuk kondisi fiskal yang tengah dihadapi. Ia menegaskan komitmennya untuk terus berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kota Metro. “Di tengah kondisi yang tidak mudah, kami tidak akan menyerah. Kami memohon doa dari para senior, orang tua, dan guru kami agar masyarakat Kota Metro senantiasa diberikan jalan kebaikan serta Kota Metro menjadi kota yang sejahtera dan bahagia,” ungkapnya. Menutup sambutannya, Bambang berharap silaturahmi yang terjalin dapat semakin mempererat hubungan antara Pemerintah Kota Metro dengan para pejuang, veteran, perintis kemerdekaan, dan para sesepuh. Ia juga menekankan pentingnya mewariskan nilai-nilai perjuangan, semangat pantang menyerah, serta kecintaan terhadap tanah air kepada generasi muda. Hal tersebut sejalan dengan pesan Bung Karno, “Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah” (Jas Merah). Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Metro, di antaranya Ketua DPRD Kota Metro, Kapolres Metro, Kasdim 0411/KM, Kepala Kejaksaan Negeri Metro, Ketua Pengadilan Agama Metro, dan Ketua Pengadilan Negeri Metro. (Tm/Md/Bsr/Sr)

0 Comments

Wakil Wali Kota Metro Pimpin Tabur Bunga, Teguhkan Semangat Perjuangan dan Pengabdian

Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana, memimpin prosesi tabur bunga dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Taman Makam Pahlawan Kota Metro, Minggu (16/08/2026). Prosesi berlangsung khidmat dan diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI dan Polri, jajaran Pemerintah Kota Metro, organisasi kemasyarakatan, serta para veteran. Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus penghargaan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan yang telah berjuang merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Rangkaian kegiatan diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, dilanjutkan peletakan karangan bunga dan tabur bunga di pusara para pejuang. Suasana khidmat tersebut menjadi momentum untuk kembali mengenang nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan oleh para pendahulu bangsa. Wakil Wali Kota Metro, Rafieq Adi Pradana, mengatakan tabur bunga tidak boleh dimaknai sebatas kegiatan seremonial dalam rangka memperingati kemerdekaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk merefleksikan kembali pengorbanan para pahlawan sekaligus meneguhkan semangat nasionalisme, persatuan, dan pengabdian kepada bangsa dan negara. “Melalui kegiatan tabur bunga ini, kita mengenang jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan Indonesia. Nilai perjuangan, persatuan, dan pengabdian yang mereka wariskan harus terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan membangun Kota Metro yang semakin maju,” ujar Rafieq. Menurutnya, makna kemerdekaan perlu terus diaktualisasikan dalam kehidupan masyarakat. Kemerdekaan bukan hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan secara fisik, tetapi juga sebagai semangat untuk membebaskan diri dari keterbelakangan, keterbatasan, dan berbagai tantangan yang dapat menghambat kemajuan. “Tugas kita saat ini sebagai generasi penerus, baik yang muda maupun yang tua, adalah melanjutkan perjuangan kemerdekaan terhadap diri sendiri. Jangan sampai kita berada dalam penjajahan terselubung. Walaupun orang tahu kita sudah merdeka, tetapi hidup kita tidak merdeka,” tegasnya. Rafieq menambahkan, perjuangan generasi saat ini harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas diri, penguatan persatuan, serta kontribusi nyata dalam pembangunan. Semangat tersebut, lanjutnya, harus menjadi energi bersama bagi seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kemerdekaan sekaligus mengisi pembangunan dengan karya dan pengabdian. Ia juga mengajak masyarakat Kota Metro untuk mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat, namun harus disikapi dengan komunikasi yang baik, berlandaskan fakta dan data. “Saya berharap kepada masyarakat Indonesia, khususnya warga Kota Metro, tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan musyawarah. Selalu kita lakukan secara tabayyun dengan tetap berpegang pada fakta dan data agar hasil musyawarah tersebut memberikan keputusan yang terbaik bagi semua pihak,” tambahnya. Prosesi tabur bunga tersebut ditutup dengan penghormatan kepada para pahlawan. Kegiatan ini menjadi simbol rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diwariskan sekaligus pengingat bagi generasi penerus bahwa kemerdekaan merupakan hasil perjuangan panjang yang harus dijaga dan diisi melalui karya, prestasi, persatuan, serta pengabdian untuk kemajuan bangsa dan Kota Metro. Dengan semangat mengenang jasa pahlawan, Pemerintah Kota Metro mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai perjuangan sebagai inspirasi dalam membangun daerah yang semakin maju, harmonis, dan berdaya saing. (Tm/Md/Sr)

0 Comments

Apel Kehormatan dan Renungan Suci HUT RI ke-81, Pemkot Metro Kenang Jasa Para Pahlawan

Pemerintah Kota Metro menggelar Apel Kehormatan dan Malam Renungan Suci dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut dipusatkan di Taman Makam Pahlawan Kota Metro, Senin dini hari, 17 Agustus 2026. Apel kehormatan dan renungan suci digelar tepat menjelang peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mengenang sekaligus memberikan penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Sekretaris Daerah Kota Metro bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Metro hadir dalam kegiatan yang berlangsung dengan suasana penuh khidmat tersebut. Kehadiran jajaran pemerintah daerah dan unsur Forkopimda menjadi wujud penghormatan sekaligus komitmen untuk terus menjaga nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan oleh para pahlawan bangsa. Sejak awal pelaksanaan, suasana di kawasan Taman Makam Pahlawan Kota Metro dibuat hening. Lampu-lampu utama di sekitar makam dipadamkan sehingga suasana malam semakin syahdu dan penuh penghormatan. Di tengah suasana gelap dan sunyi tersebut, cahaya obor dinyalakan sebagai simbol semangat perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang telah memberikan jiwa dan raganya bagi bangsa Indonesia. Apel kehormatan dan renungan suci bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran generasi penerus mengenai besarnya pengorbanan yang telah dilakukan para pejuang bangsa. Para pahlawan yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan merupakan bagian dari sejarah perjuangan bangsa. Jasa dan pengorbanan mereka menjadi fondasi penting bagi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Melalui renungan suci, seluruh peserta diajak untuk sejenak menundukkan kepala dan mengingat kembali perjuangan para kusuma bangsa yang telah gugur dalam membela tanah air. Semangat pengorbanan tersebut diharapkan dapat terus menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengisi kemerdekaan dengan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi bangsa dan negara. Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat semangat kebangsaan serta meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat. Di Kota Metro, semangat tersebut terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Nilai perjuangan para pahlawan menjadi landasan moral dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pembangunan daerah. Apel kehormatan dan renungan suci dilaksanakan secara rutin setiap tahun menjelang tanggal 17 Agustus. Tradisi tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Pelaksanaan kegiatan serupa juga berlangsung di berbagai daerah di Indonesia. Jajaran Forkopimda di sejumlah wilayah turut menggelar apel kehormatan dan renungan suci sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan. Keserentakan pelaksanaan kegiatan tersebut menunjukkan bahwa penghormatan terhadap jasa pahlawan merupakan nilai yang terus hidup di tengah masyarakat Indonesia. Dalam suasana yang hening, seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh kesungguhan. Renungan suci menjadi ruang refleksi untuk memahami bahwa kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini diperoleh melalui perjuangan panjang dan pengorbanan besar. Generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk menjaga kemerdekaan dengan memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta berkontribusi dalam pembangunan sesuai bidang masing-masing. Semangat perjuangan para pahlawan juga menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab untuk membangun Indonesia yang lebih maju, adil dan sejahtera. Pemerintah Kota Metro mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai momentum memperkuat rasa nasionalisme dan menghargai sejarah perjuangan bangsa. Dengan mengenang jasa para pahlawan melalui Apel Kehormatan dan Malam Renungan Suci, diharapkan semangat kepahlawanan terus tumbuh dan menjadi energi positif dalam mengisi kemerdekaan serta membangun daerah dan Indonesia secara berkelanjutan. (Yd/Sr)

0 Comments

Wali Kota Metro Dorong PATRI Perkuat Sinergi dan Kontribusi bagi Pembangunan Daerah

Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menghadiri Silaturahmi, Arisan, dan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia (PATRI) Kota Metro di Aula Universitas Wira Buana, Minggu (16/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi dan solidaritas antaranggota PATRI sekaligus merumuskan program kerja organisasi yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ketua DPC PATRI Kota Metro sekaligus Ketua Pelaksana, Warsono, mengatakan PATRI memiliki sejarah panjang dan peran strategis dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat. Karena itu, keberadaan organisasi tersebut perlu terus diperkuat agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memberikan manfaat bagi masyarakat. “PATRI memiliki tujuan untuk memberikan perlindungan, membela hak dan kepentingan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, serta membangun lingkungan yang menerapkan norma-norma kehidupan yang baik,” ujar Warsono. Senada, Ketua Harian DPD PATRI Provinsi Lampung, Andi Warisno, menegaskan PATRI bukan sekadar organisasi, melainkan bagian dari kekuatan yang dapat menjadi perekat persatuan dan kebersamaan masyarakat. Ia berharap Pemerintah Kota Metro dapat terus memberikan dukungan dan bimbingan, khususnya dalam membantu mencari solusi atas persoalan tanah transmigrasi yang masih berstatus kawasan hutan. Menurutnya, kepastian hukum terhadap lahan tersebut penting bagi masyarakat dan perlu ditempuh melalui koordinasi dengan instansi yang berwenang. Selain persoalan pertanahan, Andi juga mendorong pengembangan batik khas Lampung sebagai salah satu produk unggulan daerah yang dapat memperkuat identitas budaya sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Sementara itu, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso mengapresiasi kehadiran keluarga besar PATRI dari berbagai daerah di Provinsi Lampung dalam kegiatan tersebut. Menurut Bambang, silaturahmi dan Rakercab bukan hanya menjadi ruang berkumpul, tetapi juga momentum memperkuat komunikasi, persaudaraan, serta sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah dalam mendukung pembangunan. “Saya berharap Rakercab ini dapat menghasilkan program kerja yang realistis, bermanfaat, dan mampu menjawab kebutuhan organisasi maupun masyarakat. PATRI diharapkan terus menjadi organisasi yang solid, aktif, dan memberikan kontribusi positif dalam mendukung pembangunan daerah,” kata Bambang. Bambang menilai keberadaan keluarga besar PATRI di Lampung merupakan bagian dari perjalanan pembangunan daerah. Mayoritas anggotanya merupakan keturunan transmigran asal Pulau Jawa yang telah menetap dan membangun kehidupan di Lampung. Keberhasilan tersebut, lanjutnya, patut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi generasi muda anak-anak transmigran untuk terus berkarya dan mengambil peran dalam pembangunan daerah. “PATRI lahir dari gagasan tokoh-tokoh yang telah lama mengabdikan diri di Lampung. Ini harus menjadi kebanggaan bersama dan menjadi semangat untuk terus berbuat kebaikan serta membangun manajemen positif bagi anak-anak transmigran di Kota Metro,” ungkapnya. Menanggapi aspirasi terkait persoalan tanah transmigrasi, Bambang menegaskan Pemerintah Kota Metro siap memfasilitasi dan berkoordinasi dengan kementerian maupun instansi terkait guna mencari solusi terbaik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia juga membuka ruang sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Kota Metro dengan berbagai organisasi kemasyarakatan, termasuk PATRI. Menurutnya, semangat gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian sosial merupakan modal penting dalam mewujudkan Kota Metro yang maju, nyaman, dan sejahtera. “Silaturahmi ini harus terus kita jaga sebagai kekuatan untuk saling mendukung dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pesannya. Bambang pun berharap Rakercab DPC PATRI Kota Metro menghasilkan keputusan dan program kerja yang mampu memperkuat organisasi sekaligus memberikan kontribusi bagi pembangunan Kota Metro dan Provinsi Lampung. “Saya mengucapkan selamat melaksanakan Rakercab DPC PATRI Kota Metro. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Metro dan Provinsi Lampung,” pungkasnya. (tm/md)

0 Comments

Jelang HUT ke-81 RI, Wali Kota Metro Serahkan Duplikat Bendera Pusaka kepada Paskibraka

Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, menyerahkan duplikat Bendera Pusaka kepada Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Metro dalam rangkaian persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Penyerahan berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Metro, Minggu (16/08/2026). Penyerahan duplikat Bendera Pusaka tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang akan dilaksanakan pada Senin, 17 Agustus 2026. Bendera tersebut nantinya akan dikibarkan oleh Paskibraka Kota Metro dalam upacara yang dipusatkan di Lapangan Stadion Tejosari 24. Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Metro didampingi Asisten I Sekda Kota Metro dan Kepala Kesbangpol menjadi bentuk dukungan sekaligus sinergi dalam memastikan kesiapan Paskibraka menjelang pelaksanaan tugas pengibaran bendera. Wali Kota Metro menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah menjalani berbagai tahapan pembinaan dan latihan sebagai persiapan menjalankan tugas pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kesiapan tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui pelaksanaan tugas yang maksimal pada saat upacara berlangsung. “Duplikat Bendera Pusaka yang diserahkan kepada Paskibraka merupakan simbol amanah dan tanggung jawab dalam pelaksanaan upacara peringatan kemerdekaan yang dipercaya untuk menjalankan tugas penting tersebut dengan penuh kedisiplinan, ketelitian, dan rasa tanggung jawab,”ujarnya. Paskibraka Kota Metro juga diharapkan mampu menjaga kekompakan dan kedisiplinan selama menjalankan tugas sebagai petugas pengibar bendera,serta menjadi contoh bagi generasi muda dalam menumbuhkan semangat nasionalisme, persatuan, dan cinta Tanah Air. Pendampingan dari Purna Paskibraka Kota Metro unsur TNI dan Polri turut memberikan dukungan moril maupun teknis kepada para anggota Paskibraka. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh rangkaian persiapan hingga pelaksanaan pengibaran Bendera Merah Putih dapat berjalan dengan baik. “Amanah yang diberikan akan menjadi pengingat bahwa tugas mereka emban bukan sekadar menjalankan prosesi upacara, tetapi juga merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,”tegasnya. Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Metro akan dilaksanakan di Lapangan Stadion Tejosari 24, akan menjadi tempat pasukan paskibra menjalankan tugas utama mengibarkan Sang Merah Putih sebagai bagian dari prosesi peringatan hari kemerdekaan. Melalui pelaksanaan upacara tersebut, Bambang juga berharap semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, nasionalisme, dan semangat gotong royong masyarakat. (Yl)

0 Comments

31 Calon Paskibraka Kota Metro Dikukuhkan, Wali Kota: Wujudkan Mimpi Saat Terjaga

Sebanyak 31 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Metro Tahun 2026, resmi dikukuhkan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.Pengukuhan berlangsung khidmat di Hotel Aidea Grande, Kota Metro, Sabtu (15/8/2026) malam. Prosesi tersebut menjadi momentum penting bagi para anggota Paskibraka untuk meneguhkan kesiapan, disiplin, keberanian, serta tanggung jawab dalam mengemban tugas negara. Suasana haru sekaligus penuh kebanggaan terasa ketika para anggota Paskibraka berdiri tegap di hadapan orang tua masing-masing. Dengan penuh keyakinan, mereka menunjukkan kesiapan untuk menjalankan amanah mengibarkan Sang Merah Putih pada momentum peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia. Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, dalam kesempatan tersebut mengatakan menjadi Paskibraka bukan hanya tentang menjalankan tugas mengibarkan bendera, tetapi juga merupakan proses pembentukan karakter generasi muda. Disiplin, tanggung jawab, keberanian, kekompakan, dan rasa cinta Tanah Air harus menjadi nilai yang terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari. “Jadikan pengukuhan ini bukan sebagai akhir dari perjuangan, tetapi sebagai awal untuk membuktikan bahwa kalian adalah generasi yang mampu membawa nama baik Kota Metro dan Indonesia. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, gagah berani, dan keyakinan,” ujarnya. Bambang juga mengingatkan para anggota Paskibraka untuk menjadikan pengalaman tersebut sebagai bekal dalam mengejar cita-cita.“Jangan takut untuk bermimpi besar. Tetapi setelah bermimpi, bangun dan kerjakan. Karena masa depan tidak ditentukan hanya oleh apa yang kita impikan, tetapi oleh apa yang kita lakukan untuk mewujudkan impian itu,” katanya. Dirinya juga berpesan kepada para anggota Paskibraka agar tidak sekadar memiliki mimpi, tetapi mampu memperjuangkannya melalui kerja keras dan keberanian mengambil langkah nyata. “Jika engkau punya mimpi, bermimpilah di saat terjaga. Jangan bermimpi di saat tertidur. Karena kalau engkau bermimpi di saat tertidur, seindah apa pun mimpimu, pada akhirnya engkau hanya akan mendapatkan kekecewaan,” pesan Bambang. Adapun petugas pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu:Pada upacara penaikan Bendera Merah Putih, tugas pembawa baki akan diemban oleh Nabila Aufa Nadhifa dari SMA Negeri 1 Kota Metro, dengan Ibadina Syafira Azmi dari MAN 1 Kota Metro sebagai pendamping baki. Sementara itu, petugas pengibar bendera terdiri atas Putu Gheta Agni Sivananda dari SMA Negeri 1 Kota Metro, Dewandra Qaisar M. Tarius dari SMA Negeri 1 Kota Metro, dan Muhammad Zaki Falih Arifin dari SMA Negeri 4 Kota Metro.Kemudian, pada upacara penurunan Bendera Merah Putih, tugas pembawa baki akan dilaksanakan oleh Putri Zievana Dores dari SMA Negeri 1 Kota Metro, dengan Brilianda Citra Ramadhani dari SMKS Muhammadiyah 1 Metro sebagai pendamping baki. Adapun petugas penurunan bendera terdiri atas Rendika Aditya dari SMA Negeri 5 Metro, Rodeo Rezky Pratama dari SMA Negeri 4 Metro, dan Christian Jeconia Lubis dari SMA Negeri 4 MetroPengukuhan tersebut sekaligus menandai kesiapan 31 anggota Paskibraka Kota Metro untuk menjalankan amanah pada rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dengan semangat persatuan, kedisiplinan, dan cinta Tanah Air, para anggota Paskibraka diharapkan mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menjadikan pengalaman tersebut sebagai bagian penting dalam perjalanan mereka meraih cita-cita. (Bsr/Bgs/Sr)

0 Comments

Pemkot Metro Dorong Perempuan Perkuat Literasi Keuangan, Eni Sumiyati Dikukuhkan sebagai Bunda SICANTIKS

Pemerintah Kota Metro menyelenggarakan kegiatan Literasi Keuangan, Pasar Modal, dan Product Matching di Aula Pemerintah Kota Metro, Jumat (14/8/2026). Kegiatan edukatif tersebut ditujukan bagi kaum perempuan yang tergabung dalam Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), dan Majelis Ta’lim se-Kota Metro. Dalam kegiatan tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengukuhkan Ketua TP PKK Kota Metro, Eni Sumiyati Bambang, sebagai Bunda SICANTIKS (Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah). OJK juga menyerahkan secara simbolis pembukaan rekening efek dan saldo gratis kepada TP PKK, Dharma Wanita, dan Majelis Taklim Kota Metro. Kegiatan dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Metro, Kusbani. Dalam sambutannya, Kusbani menekankan pentingnya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Menurutnya, literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengelola uang, tetapi juga kemampuan keluarga dalam merencanakan masa depan, mengembangkan usaha, melindungi pendapatan, serta mengambil keputusan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab. “Untuk itu, pemahaman terhadap produk dan layanan keuangan, termasuk pasar modal, harus terus ditingkatkan. Masyarakat perlu memahami manfaat, risiko dan ketentuan sebelum menggunakan suatu produk keuangan,” paparnya. Dalam berinvestasi, Kusbani mengingatkan masyarakat agar selalu berpegang pada prinsip legal dan logis. Setiap produk maupun lembaga investasi yang digunakan harus dipastikan memiliki legalitas yang jelas, sementara keuntungan yang ditawarkan harus masuk akal dan sebanding dengan risiko yang menyertainya. “Jangan mudah tergiur keuntungan besar dalam waktu yang singkat,” tegasnya. Kusbani menilai perempuan memiliki peran strategis dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Peningkatan pengetahuan dan pemahaman mengenai keuangan, kata dia, akan turut memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Ia berharap semua peserta yang hadir dapat menjadi duta literasi keuangan di lingkungan masing-masing dengan menerapkan pengetahuan yang diperoleh serta membagikannya kepada keluarga dan masyarakat. “Saya berharap peserta dapat menjadi duta literasi keuangan di lingkungan masing-masing. Pengetahuan yang diperoleh hari ini hendaknya dapat memberikan manfaat serta dapat diterapkan dan dibagikan kepada keluarga serta masyarakat sekitarnya agar semakin cerdas dalam mengelola keuangan dan bijak dalam berinvestasi,” harapnya. Tidak hanya itu, ia juga menginginkan kegiatan tersebut dapat menambah wawasan dan cara pandang masyarakat dalam mengelola keuangan, baik di lingkungan keluarga maupun organisasi. “Mudah-mudahan kegiatan ini juga menjadikan suatu momentum yang berharga bagi kita semua, khususnya pada pemerintahan Kota Metro, bisa memberikan dampak kepada masyarakat yang ada di Kota Metro,” tambahnya. Sementara itu, Deputi Direktur PEPK Keuangan Daerah dan LSMT OJK Provinsi Lampung, Eti Eliyati, mengapresiasi Pemerintah Kota Metro yang telah menginisiasi kegiatan literasi keuangan tersebut serta mengapresiasi antusiasme para peserta yang hadir. “Semoga ibu-ibu semangat mengikuti proses literasi keuangan pada hari ini sampai akhir, karena perempuan merupakan salah satu kelompok yang memiliki peran penting dalam pengelolaan keuangan sehari-hari di rumah tangga,” ujarnya. Menurut Eti, peran perempuan sebagai aktivis dan pegiat menjadi salah satu alasan OJK menjadikan kelompok tersebut sebagai sasaran literasi keuangan. “Target atau sasaran dari literasi keuangan OJK memang diarahkan pada kelompok sasaran ini. Di mana di sini sudah hadir ibu-ibu sebagai aktivis atau pegiat dan juga ada beberapa kompetensi,” sambungnya. Harapannya, melalui kegiatan ini peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik setelah mengikuti kegiatan, sehingga pengetahuan tersebut dapat diterapkan bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan sekitar, hingga masyarakat. Dalam paparannya, Eti menyampaikan perkembangan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan yang telah dirilis secara resmi. Menurutnya, indeks literasi dan inklusi keuangan secara nasional mengalami peningkatan, sementara Provinsi Lampung berada di atas rata-rata nasional. “Saya ingin menyampaikan satu berita yang menggembirakan ya, yang patut kita syukuri bahwa Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan sudah dirilis secara resmi dan hasilnya sangat menggembirakan, khususnya bagi Provinsi Lampung. Secara nasional, indeks literasi dan inklusi keuangan meningkat dan juga di Provinsi Lampung keberadaannya di atas rata-rata nasional,” tambah Eti. Eti mengungkapkan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari peran dan kolaborasi pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, serta dukungan masyarakat, termasuk para ibu dan aktivis. Meski berada di atas rata-rata nasional, Eti menyebut masih terdapat ruang untuk menyelaraskan tingkat pemahaman masyarakat dengan akses maupun penggunaan produk dan layanan jasa keuangan. “Meski angka itu sudah bagus saat ini karena berada di atas nasional, namun levelnya kan masih berada di posisi 72 persen, sehingga masih dibutuhkan ruang untuk menyelaraskan pemahaman dengan akses atau penggunaan produk dan layanan jasa keuangan,” jelasnya. Untuk itu, OJK akan terus menginisiasi berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan literasi sekaligus membuka akses keuangan agar kebutuhan masyarakat maupun pengembangan usaha dapat terakomodasi melalui produk dan layanan jasa keuangan yang tepat. OJK juga berkolaborasi dengan TP PKK, khususnya Pokja 2 dengan harapan Bunda Literasi Keuangan Kota Metro dapat turut menyampaikan materi literasi keuangan kepada para ibu. “Dalam program ini kami juga memberdayakan atau berkolaborasi dengan TP PKK, khususnya nanti di Pokja 2, di mana dalam kesempatan ini nanti kami mohon kesediaan dari Bunda Literasi Keuangan Kota Metro untuk juga dapat menyampaikan materi literasi keuangan kepada ibu-ibu sekalian,” ungkapnya. Upaya peningkatan literasi keuangan, lanjut Eti, tidak berhenti di tingkat kabupaten/kota tetapi ke depan akan dibentuk struktur di tingkat kecamatan yang aktif melaksanakan kegiatan literasi, khususnya literasi keuangan. Selain itu, OJK mendorong pemanfaatan perpustakaan kota, kecamatan, sekolah, desa hingga perpustakaan komunitas sebagai sentra informasi yang valid dan mudah diakses masyarakat. “Ke depan nanti kita juga akan memberdayakan pemanfaatan ataupun juga keberadaan dari perpustakaan kota, perpustakaan kecamatan, perpustakaan sekolah, perpustakaan desa dan perpustakaan-perpustakaan komunitas lainnya menjadi sentra-sentra informasi yang valid,” jelas Eti. OJK juga akan melengkapi berbagai instrumen di perpustakaan dengan akses terhadap produk maupun buku-buku literasi keuangan. “Salah satu informasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat adalah layanan untuk mengecek pinjaman daring yang memiliki izin dan berada di bawah pengawasan OJK, sedangkan istilah umum yang digunakan dimasyarakat adalah pinjaman online, “tambahnya. Untuk mempermudah akses masyarakat, OJK akan menyediakan barcode yang dapat diakses melalui perangkat telepon seluler agar masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai lembaga jasa keuangan yang memiliki izin dan diawasi OJK. Barcode tersebut nantinya juga dapat digunakan untuk mengakses buku-buku literasi keuangan, peraturan perundang-undangan, informasi produk dan layanan jasa keuangan, informasi magang bagi mahasiswa, serta daftar pinjaman daring yang berizin. “Ke depan itu akan terus dilakukan pengembangan sehingga nantinya kami harapkan kebutuhan masyarakat terkait dengan literasi keuangan dapat terakomodir dan hadir lebih dekat di tengah-tengah kita sekalian,” ujarnya. Eti turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah

0 Comments

Pemkot Metro Ikuti Sidang Tahunan MPR RI 2026, Teguhkan Komitmen Persatuan dan Kepentingan Rakyat

Pemerintah Kota Metro bersama DPRD Kota Metro mengikuti rangkaian Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 secara langsung dari Ruang Sidang DPRD Kota Metro, Jumat (14/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso didampingi Wakil Wali Kota Metro Muhammad Rafieq Adi Pradana, jajaran Pemerintah Kota Metro, serta 15 anggota DPRD Kota Metro. Sidang tahunan tersebut menjadi momentum penting untuk menyampaikan refleksi perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara sekaligus memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam menjaga persatuan, demokrasi, dan keberlanjutan pembangunan nasional. Ketua MPR RI Ahmad Muzani dalam pidatonya menegaskan, Sidang Tahunan MPR RI tidak sekadar menjadi agenda konstitusional, tetapi juga momentum untuk kembali meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. “Di forum yang terhormat ini, kita bukan sekadar menghadiri sebuah upacara konstitusional. Kita sedang meneguhkan janji kepada Republik kita tercinta,” ujar Ahmad Muzani. Menurutnya, janji tersebut merupakan komitmen untuk menjaga kemerdekaan yang telah diwariskan para pendiri bangsa sekaligus memastikan perbedaan politik tidak menjadi alasan untuk memecah persaudaraan kebangsaan. “Janji bahwa kemerdekaan yang kita warisi dari para pendiri bangsa akan terus kita jaga. Janji bahwa perbedaan politik tidak akan memecah belah persaudaraan kebangsaan,” tuturnya. Sementara itu, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menekankan pentingnya kekuatan daerah sebagai bagian dari fondasi kedaulatan Indonesia. Ia menyampaikan bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari kesepakatan dan persatuan berbagai daerah, bahasa, dan suku yang disatukan oleh tekad untuk membangun Indonesia yang merdeka, bersatu, dan berdaulat. “Dari ruang Sidang Bersama, dalam gedung yang sarat sejarah inilah, kita menggenapi tekad itu dengan satu keyakinan yang lebih spesifik, daerah kuat, Indonesia berdaulat,” ujar Sultan. Pesan tersebut menegaskan bahwa pembangunan nasional tidak dapat dilepaskan dari penguatan daerah. Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memastikan kebijakan pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan dan kemandirian daerah. Setelah rangkaian pidato pengantar sidang, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mengingat kembali momentum saat dirinya mengucapkan sumpah sebagai Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024 di hadapan Majelis, seluruh rakyat Indonesia, dan Tuhan Yang Maha Kuasa. “Pagi ini saya kembali berdiri di aula yang terhormat ini, di aula yang sama tempat saya telah ucapkan sumpah sebagai Presiden Republik Indonesia dan Saudara Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia,” ujar Presiden Prabowo. Presiden kemudian menegaskan kembali komitmennya untuk menjalankan amanah kepemimpinan negara dengan tulus dan jujur serta menempatkan kepentingan seluruh rakyat Indonesia sebagai prioritas utama. “Pada hari itu, 20 Oktober 2024, di hadapan Majelis terhormat, di hadapan seluruh rakyat Indonesia, dan yang paling penting di hadapan Tuhan Yang Mahakuasa, saya telah bersumpah akan menjalankan kepemimpinan negara dan bangsa dengan tulus dan jujur; mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya. Bagi Pemerintah Kota Metro dan DPRD Kota Metro, keikutsertaan dalam Sidang Tahunan MPR RI tersebut menjadi bagian dari upaya mengikuti arah kebijakan nasional sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menjalankan pembangunan. Rangkaian Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI 2026 turut dihadiri Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 RI Boediono, serta Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin. Hadir pula para duta besar negara sahabat, pimpinan lembaga negara, serta para menteri Kabinet Merah Putih. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan Indonesia membutuhkan konsistensi, persatuan, dan kolaborasi seluruh tingkatan pemerintahan, termasuk pemerintah daerah, untuk memastikan setiap kebijakan bermuara pada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. (Tm/Md/Sr)

0 Comments

SLB Insan Madani Metro Lepas Sembilan Peserta Didik, Dorong Lulusan Mandiri dan Berdaya

Sebanyak sembilan peserta didik SLB Insan Madani Metro resmi dilepas setelah menyelesaikan pendidikan pada jenjang SDLB, SMPLB, dan SMALB. Momentum tersebut menjadi penanda berakhirnya satu tahapan pendidikan, sekaligus awal bagi para lulusan untuk melanjutkan perjalanan menuju kemandirian dan kehidupan yang lebih produktif. Kegiatan pelepasan yang dirangkai dengan tasyakuran ke-15 SLB Insan Madani Metro tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Metro, Helmi Zain, yang mewakili Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso. Kepala SLB Insan Madani Metro, Dwi Septi Handayani, S.Pd., mengatakan, sembilan peserta didik yang dilepas terdiri atas empat siswa jenjang SDLB, empat siswa SMPLB, dan satu siswa SMALB. Ia menjelaskan, proses kelulusan peserta didik dilaksanakan melalui tahapan evaluasi sesuai ketentuan pendidikan, termasuk ujian tertulis dan praktik. Peserta didik yang memenuhi persyaratan memperoleh ijazah sebagai bukti telah menyelesaikan pendidikan. Menurut Dwi, keberhasilan pendidikan di SLB tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan peserta didik untuk menjalani kehidupan secara mandiri. “Yang pertama mereka bisa mandiri, dalam artian tidak bergantung dengan orang lain. Kedua, mereka memiliki life skill atau kecakapan yang nantinya berguna bagi kehidupan kelak tanpa merepotkan orang tua,” ujarnya, Kamis (13/08/2026) Dwi menegaskan, kelulusan bukan berarti berakhirnya perhatian sekolah terhadap peserta didik. Pihaknya tetap membangun komunikasi dengan orang tua untuk memantau perkembangan serta tingkat kemandirian para alumni. Sementara itu, Pembina Yayasan Insan Madani Metro, Prof. Dr. Sowiyah, menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada SLB Insan Madani. Ia menilai, keberadaan guru yang kompeten, sabar, serta mengedepankan ketulusan dan kasih sayang menjadi kekuatan penting dalam memberikan layanan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Menurut Sowiyah, sekolah juga terus menggali bakat dan minat peserta didik sejak jenjang pendidikan menengah. Upaya tersebut dilakukan agar setiap siswa memiliki keterampilan yang sesuai dengan potensi masing-masing sebagai bekal setelah menyelesaikan pendidikan. “Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat menemukan dan mengembangkan potensi anak. Kami ingin setiap anak memiliki bekal keterampilan untuk menjalani kehidupannya secara mandiri,” katanya. Ia menyebutkan, sejumlah alumni SLB Insan Madani telah menunjukkan kemandirian melalui berbagai aktivitas, mulai membantu usaha orang tua, berwirausaha, hingga mengembangkan kemampuan di bidang musik. Di sisi lain, Sowiyah menilai, kesempatan kerja yang ramah dan terbuka bagi penyandang disabilitas di Lampung masih perlu terus diperluas. Menurutnya, dukungan terhadap penyandang disabilitas tidak cukup hanya dalam bentuk bantuan fisik, tetapi harus disertai pendampingan dan pembinaan secara berkelanjutan. “Saya berharap pemerintah tidak hanya memberikan dukungan dalam bentuk bantuan fisik, tetapi juga menghadirkan pendampingan dan pembinaan secara berkelanjutan bagi sekolah dan peserta didik penyandang disabilitas,” ungkapnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang memberikan ruang bagi anak berkebutuhan khusus untuk berkembang. Menurutnya, SLB hadir bukan untuk bersaing dengan sekolah lain, melainkan menjadi bagian dari upaya memberikan layanan pendidikan sesuai potensi dan kebutuhan setiap anak. “Kami bukan bersaing, tetapi ingin melayani. Semua tidak ada beda. Allah menciptakan anak-anak dengan kelebihan masing-masing,” jelasnya. Sowiyah pun mengajak para orang tua untuk terus memberikan dukungan dan tidak menyerah dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus. Potensi anak, kata dia, perlu digali secara berkelanjutan sesuai bakat dan minat agar mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, dan memiliki keterampilan yang bermanfaat. Mewakili Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Metro, Helmi Zain, menyampaikan apresiasi kepada SLB Insan Madani Metro yang telah konsisten memberikan pelayanan pendidikan, pembinaan, dan pendampingan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Ia mengatakan, pelepasan peserta didik bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan menjadi momentum penting untuk menguatkan kemandirian, mengembangkan potensi, serta mempersiapkan para lulusan agar mampu berperan di tengah masyarakat. “Atas nama Pemerintah Kota Metro, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada SLB Insan Madani yang selama ini telah memberikan pelayanan pendidikan, pembinaan dan pendampingan kepada anak-anak berkebutuhan khusus,” ujar Helmi. Menurutnya, pendidikan bagi penyandang disabilitas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mewujudkan pendidikan yang inklusif, setara, dan berkeadilan. “Anak-anak kita memiliki potensi yang luar biasa. Tugas kita bersama adalah memberikan kesempatan, pendampingan dan lingkungan yang mendukung agar potensi tersebut dapat berkembang menjadi kemampuan dan keterampilan yang bermanfaat,” katanya. Helmi juga mengapresiasi para guru dan tenaga pendidik SLB Insan Madani yang telah menjalankan tugas dengan penuh kesabaran, ketulusan, dan kasih sayang. Ia berharap para lulusan tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah, tetapi terus mengembangkan keterampilan dan kemandirian sehingga mampu menjadi pribadi yang produktif serta memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat. “Kami berharap para lulusan tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah. Terus kembangkan keterampilan, keberanian dan kemandirian. Pemerintah Kota Metro juga berharap sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga dan masyarakat dapat terus diperkuat dalam memberikan ruang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk berkarya,” ungkapnya. Lebih lanjut, Helmi berharap SLB Insan Madani Metro dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah, setara, dan memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk tumbuh sesuai dengan potensi yang dimilikinya. “Semoga SLB Insan Madani semakin maju, terus memberikan pelayanan terbaik dan menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia di Kota Metro. Kepada para lulusan, selamat melanjutkan perjalanan. Jadilah pribadi yang mandiri, percaya diri dan terus berkarya,” pungkasnya. (Md/Sr)

0 Comments

Disporapar dan Ekraf Kota Metro Dorong Kalender Event 2027 untuk Dongkrak PAD

Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) dan Ekonomi Kreatif Kota Metro mendorong penyusunan Kalender Event Daerah Tahun 2027, sebagai strategi memperkuat sektor pariwisata sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kepala Disporapar dan Ekraf Kota Metro, Subehi, mengatakan penyusunan kalender event tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja ke Kementerian Pariwisata yang dilaksanakan atas perintah Wali Kota Metro. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mencari strategi pengembangan pariwisata Kota Metro agar memberikan dampak terhadap perekonomian daerah. “Dua minggu yang lalu, kami telah melaksanakan tugas dinas atas perintah Bapak Wali Kota Metro. Beliau mengarahkan agar Kota Metro terus mengembangkan sektor pariwisata, termasuk menyusun strategi yang tepat untuk meningkatkan potensi pariwisata di Kota Metro. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Subehi, saat memimpin rapat di Dinas Disporapar dan Ekraf Kota Metro, Kamis (13/08/2026). Subehi menilai kondisi fiskal daerah saat ini menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Karena itu, pemerintah daerah perlu mencari berbagai terobosan untuk meningkatkan PAD dan tidak hanya bergantung pada transfer dari pemerintah pusat. “Kita semua menyadari bahwa saat ini kondisi keuangan fiskal kita sangat tidak baik. Karena itu, Kota Metro tidak bisa hanya berjalan seperti biasa tanpa melakukan terobosan untuk meningkatkan PAD. Kita harus mencari langkah dan strategi baru melalui berbagai sektor agar PAD dapat terus meningkat,” jelasnya. Menurutnya, sektor pariwisata menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan karena mampu memberikan efek berganda terhadap berbagai sektor ekonomi masyarakat.Ia mencontohkan daerah seperti Bali dan Nusa Tenggara Barat yang mampu menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah. “Seperti provinsi yang sudah maju, Bali, Lombok, NTB dan sebagainya, itu sangat menggantungkan dari pariwisata. Pariwisata memiliki keunggulan karena dapat terus dikembangkan selama masyarakat mampu berinovasi dan kreatif,” paparnya. Sebagai langkah konkret, Disporapar dan Ekraf Kota Metro mendorong penerapan konsep one week, one event, yakni penyelenggaraan kegiatan secara rutin setiap pekan, sesuai arahan yang diperoleh saat kunjungan ke Kementerian Pariwisata. “Kami mendapat solusi, petunjuk dan arahan bahwa Kota Metro harus segera menyusun kalender event daerah. Kalender event daerah ini nantinya kita akan membuat event satu minggu satu kali. One week, one event,” tuturnya. Dengan sekitar 52 minggu dalam satu tahun, Kota Metro ditargetkan dapat memiliki hingga 52 event yang dikemas dengan berbagai konsep sesuai karakteristik penyelenggara.Namun, Subehi menegaskan bahwa sasaran utama event bukan hanya masyarakat Kota Metro, melainkan masyarakat dari luar daerah. “Satu tahun terdapat sekitar 52 minggu, sehingga kita menargetkan 52 event dalam satu tahun. Hal yang paling penting adalah menentukan sasaran kegiatan tersebut. Event yang diselenggarakan diharapkan mampu menarik masyarakat dari luar Kota Metro untuk hadir sebagai peserta maupun undangan,” katanya. Menurut Subehi, event akan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar apabila mampu mendatangkan peserta dari luar daerah dan membuat mereka tinggal serta menginap di Kota Metro. “Kalau event ini hanya dihadiri orang Metro, efeknya tidak terlalu besar. Tapi kalau event ini dihadiri orang dari luar Metro, akan ada pendapatan daerah di situ, baik dari hotel, restoran, kuliner dan sebagainya,” ujarnya. Dalam mendukung strategi tersebut, Disporapar dan Ekraf juga telah berkoordinasi dengan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Metro untuk mengetahui kapasitas akomodasi yang tersedia. “Kemarin kami sudah mengundang teman-teman dari PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia) Kota Metro untuk berdiskusi dalam rangka menyambut tahun 2027. Dalam pertemuan tersebut, kami menanyakan berapa jumlah kamar hotel yang layak dan tersedia di Kota Metro,” katanya. Berdasarkan informasi yang diterima, dari 14 hotel di Kota Metro, baik hotel berbintang maupun nonbintang, ketersediaan sekitar 300 kamar tersebut diharapkan mampu dirancang untuk mendatangkan peserta dari luar daerah dalam jumlah yang signifikan. Subehi menyebut terdapat 27 OPD di luar kecamatan yang dapat mengambil peran dalam penyusunan Kalender Event Daerah 2027 guna merancang sedikitnya satu kegiatan dalam setahun yang mampu menarik peserta dari luar Kota Metro. “Kita berharap peningkatan aktivitas event dapat memberikan dampak langsung terhadap sektor hotel, restoran, kuliner, UMKM dan berbagai sektor ekonomi lainnya,”ungkapnya. Kepala Disporapar dan Ekraf itu, juga menyampaikan pengalaman saat bertemu dengan Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Wisata Kementerian Pariwisata yang sebelumnya pernah menjadi Kepala Bidang Pariwisata Banyuwangi, dimana konsep yang diterapkan di Banyuwangi terkait pemanfaatan peningkatan PAD dari sektor pariwisata. Untuk mewujudkannya dibutuhkan kerja bersama seluruh unsur pemerintah daerah agar Kota Metro tidak terus bergantung pada dana transfer pemerintah pusat. “Sebagai tindak lanjut, Disporapar dan Ekraf Kota Metro akan melakukan pendataan terhadap potensi event yang dapat diselenggarakan oleh masing-masing OPD maupun organisasi yang berada di bawah pembinaan perangkat daerah dengan mengundang Kementerian Pariwisata sebagai narasumber,”terangnya. Selain 27 OPD, organisasi profesi, asosiasi, komunitas dan organisasi yang menjadi binaan perangkat daerah juga didorong untuk menyelenggarakan kegiatan event sesuai dengan bidang masing-masing, termasuk organisasi kesehatan, pendidikan, koperasi, UMKM hingga organisasi olahraga. “Event tidak harus selalu berupa atraksi budaya atau hiburan. Rapat koordinasi pun dapat dikemas menjadi sebuah event. Semuanya dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik kegiatan. Namun, apabila ada OPD yang ingin menyelenggarakan kegiatan dengan konsep atraksi, tentu hal tersebut juga dipersilakan dan tidak menjadi masalah,” jelasnya. Yang terpenting, lanjutnya, kegiatan tersebut mampu menghadirkan masyarakat dari luar Kota Metro dan membuat mereka tinggal serta menginap di Kota Metro. Untuk memperpanjang waktu kunjungan wisatawan, Disporapar dan Ekraf juga menyiapkan konsep paket wisata yang menghubungkan berbagai potensi wisata, kuliner, kerajinan dan destinasi di Kota Metro. “Paket tersebut nantinya dapat mencakup kunjungan ke sentra kerajinan, kuliner, peternakan, UMKM dan lokasi menarik lainnya,”bebernya. Subehi menilai Kota Metro sebenarnya memiliki potensi yang tidak kalah dengan daerah lain, namun membutuhkan pengemasan, pemasaran dan branding yang lebih kuat.Selain sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, berbagai cabang olahraga juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi event berskala regional maupun provinsi. “Kita juga punya beberapa cabang olahraga yang bisa kita nanti jadi tuan rumahnya. Ada karate, ada boxing, tenis dan segala macam. Itu bisa kita buat nanti event-event dan kita lakukan data semuanya,” pungkasnya. (Yl/Sr)