Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 Tahun 2026 dengan menggelar pelayanan Keluarga Berencana (KB), peluncuran inovasi SAI BANGGA (Saling Asah, Asuh, Asih Menuju Keluarga Tangguh, Berdaya, dan Bahagia), serta talk show bertema “Ayah Wajib Hadir” di RSUD Sumbersari Bantul, Kecamatan Metro Selatan, Selasa (7/7/2026). Kegiatan dihadiri oleh Ketua TP PKK Kota Metro Ny. Eni Sumiati Bambang, S.IP, Kepala Dinas P3AP2KB Kota Metro dr. Silfia Naharani, MM, Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro dr. Fitri Agustina, MKM, Direktur RSUD Sumbersari Bantul, organisasi profesi, kader PKK, tenaga kesehatan, serta berbagai unsur masyarakat. Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kota Metro, Ny. Eni Sumiati Bambang, S.IP, mengatakan bahwa Hari Keluarga Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun masyarakat yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing. “Keluarga merupakan tempat pertama membentuk karakter dan masa depan anak. Dari keluargalah lahir generasi penerus yang cerdas, sehat, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Karena itu, sinergi antara pemerintah, TP PKK, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat harus terus diperkuat untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya peran ayah dalam pengasuhan anak. Menurutnya, ayah tidak hanya bertugas sebagai pencari nafkah, tetapi juga menjadi pendidik, pelindung, teladan, sahabat, sekaligus sumber kasih sayang bagi anak-anaknya. “Kehadiran ayah yang aktif dalam pengasuhan akan membentuk karakter anak yang lebih percaya diri, bertanggung jawab, serta memiliki kesehatan emosional yang baik. Mari kita dorong lahirnya keluarga yang mengedepankan kerja sama antara ayah dan ibu dalam mendidik putra-putrinya,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Dinas P3AP2KB Kota Metro, dr. Silfia Naharani, MM, menjelaskan bahwa peringatan HARGANAS ke-33 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun keluarga yang tangguh sebagai fondasi pembangunan daerah. Ia mengatakan bahwa peluncuran inovasi SAI BANGGA (Saling Asah, Asuh, Asih Menuju Keluarga Tangguh, Berdaya, dan Bahagia) merupakan salah satu langkah strategis Pemerintah Kota Metro dalam memperkuat edukasi keluarga sekaligus meningkatkan kolaborasi lintas sektor. “SAI BANGGA bukan sekadar sebuah inovasi, tetapi menjadi gerakan bersama untuk memperkuat pola pengasuhan dalam keluarga, meningkatkan edukasi kepada masyarakat, serta membangun kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Melalui inovasi ini, kami berharap lahir keluarga-keluarga yang tangguh, berdaya, dan bahagia sebagai fondasi terwujudnya Generasi Emas Metro menuju Indonesia Emas 2045,” ujar dr. Silfia. Selain pelayanan KB yang diikuti oleh 40 akseptor, kegiatan juga diisi dengan talk show bertema “Ayah Wajib Hadir” yang menghadirkan narasumber dr. Hasril Sayhadu, MKM dan Joni Widodo, SH., MH. Kegiatan diskusi dipandu oleh moderator dari Generasi Berencana (GenRe) Universitas Muhammadiyah Metro, sehingga berlangsung interaktif dengan mengangkat pentingnya keterlibatan ayah dalam membangun ketahanan keluarga dari perspektif kesehatan, hukum, dan sosial. Melalui peringatan HARGANAS ke-33, Pemerintah Kota Metro berharap semakin tumbuh kesadaran masyarakat akan pentingnya membangun keluarga yang harmonis, sehat, mandiri, dan sejahtera. Sinergi seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu memperkuat ketahanan keluarga sebagai pondasi dalam mencetak generasi yang unggul menuju Indonesia Emas 2045 (Sr)
Peringati HARGANAS ke-33, Pemkot Metro Luncurkan Inovasi SAI BANGGA dan Gaungkan Peran Ayah dalam Pengasuhan
Wali Kota Metro Dorong Tabungan Umroh Lewat Bank Sampah Pesantren
Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, meresmikan peluncuran rekening nasabah Pesantren Bank Sampah yang bekerja sama dengan Bank Negara Indonesia (BNI) 46 Kota Metro, di Pesantren Bank Sampah, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Metro Utara, Senin (6/7/2026). Peluncuran program tersebut yang bertajuk “Dari Sampah Menuju Umroh”, menjadi langkah nyata dalam mengintegrasikan kepedulian terhadap lingkungan dengan peningkatan literasi keuangan masyarakat. Hasil pengelolaan sampah yang selama ini dipandang tidak bernilai, diharapkan mampu menjadi tabungan yang dapat membantu mewujudkan impian masyarakat untuk menunaikan ibadah umroh. Dalam sambutannya, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, menyampaikan apresiasi kepada Pesantren Bank Sampah atas inovasi yang terus dikembangkan bersama BNI Kota Metro, serta Pemkot Metro akan senantiasa memberikan dukungan terhadap berbagai program yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kami dari Pemerintah Kota Metro senantiasa memberikan dukungan kepada Pesantren Bank Sampah yang telah bekerja sama dengan BNI Kota Metro dalam meluncurkan program yang sangat baik, yaitu pembukaan rekening dengan konsep ‘Dari Sampah Menuju Umroh’ yang merupakan sebuah gagasan dan inovasi yang luar biasa dari pengelola Bank Sampah,” ujarnya. Dirinya berharap,program ini mampu membawa semangat baru di tengah tantangan ekonomi masyarakat, dengan menghadirkan sebuah ikhtiar yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi investasi ibadah. Bambang menambahkan, peluncuran rekening nasabah Pesantren Bank Sampah bukan sekadar membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemandirian, tanggung jawab, disiplin, serta meningkatkan literasi keuangan sejak dini yang dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk melalui kegiatan memilah dan mengelola sampah rumah tangga. Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan program tersebut, Wali Kota Metro turut memberikan tabungan awal kepada para penggerak Bank Sampah yang telah memiliki rekening. Dirinya juga akan memberikan sejumlah peralatan pendukung, untuk menunjang pengembangan berbagai produk kerajinan hasil olahan sampah jika diperlukan. Sementara itu, Owner Pesantren Bank Sampah, Slamet Riyadi, menjelaskan bahwa peluncuran rekening nasabah merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat tata kelola organisasi, baik dari sisi administrasi maupun peningkatan produktivitas dan kualitas pelayanan. “Hari ini kami meluncurkan rekening yang diawali oleh 30 orang penggerak Pesantren Bank Sampah sebagai wujud komitmen yang telah kami ikrarkan sejak bulan lalu bahwa sudah saatnya pengelolaan Bank Sampah ditata lebih baik, baik secara administrasi maupun produktivitas dan kualitas,”jelasnya. Menurut Slamet, program tersebut diharapkan mampu memberikan keyakinan kepada masyarakat, bahwa sampah memiliki nilai ekonomi yang nyata apabila dikelola dengan baik. Hampir seluruh jenis sampah, kecuali limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai jual. Sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan,” ungkapnya. Diakhir pertemuan Slamet juga mengungkap, bahwa melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor perbankan, dan masyarakat, program ini diharapkan menjadi inspirasi dalam membangun budaya peduli lingkungan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan.(tm/yd)
Pemkot Metro Dorong Penguatan Partisipasi Perempuan dalam Pembangunan Daerah
Metro, Senin (6/7/2026) – Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) menggelar Sosialisasi Partisipasi Perempuan dalam Pembangunan Daerah yang berlangsung di Aula Kelurahan Imopuro, Senin (6/7/2026). Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas P3AP2KB Kota Metro, dr. Sulfia Naharani, M.M., yang hadir mewakili Wali Kota Metro. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan yang inklusif hanya dapat terwujud apabila perempuan memperoleh kesempatan yang setara untuk berpartisipasi dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pengambilan keputusan. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari pembangunan yang berkelanjutan. Materi sosialisasi disampaikan oleh narasumber dari Kaukus Perempuan Parlemen, Ria Hartini, S.Sos., M.M. Dalam paparannya, Ria Hartini menjelaskan bahwa partisipasi perempuan bukan sekadar kehadiran dalam suatu kegiatan, tetapi keterlibatan aktif sebagai subjek pembangunan yang memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi, memberikan masukan, serta berkontribusi dalam penyusunan, pelaksanaan, dan evaluasi kebijakan publik. Ia juga menyampaikan bahwa Kota Metro telah menunjukkan capaian yang baik dalam pembangunan gender. Namun demikian, masih terdapat berbagai tantangan yang perlu dihadapi bersama, seperti kesenjangan partisipasi ekonomi, keterwakilan perempuan dalam posisi kepemimpinan, budaya patriarki, beban ganda perempuan, serta hambatan struktural yang membatasi akses perempuan terhadap berbagai peluang pembangunan. “Untuk itu diperlukan penguatan kepemimpinan perempuan, perlindungan hukum yang responsif gender, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan peran perempuan dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan,” terangnya. Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak Dinas P3AP2KB Kota Metro, Diah Bdn., S.Tr.Keb., S.K.M., M.Kes., menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kesetaraan gender dan mendorong keterlibatan aktif perempuan dalam pembangunan. “Melalui kegiatan ini diharapkan semakin banyak perempuan yang memiliki keberanian, kapasitas, dan kesempatan untuk berpartisipasi dalam berbagai forum pengambilan keputusan, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Metro,” ucapnya. (Sry/Sr)
2.202 Mahasiswa Universitas Malahayati Siap Mengabdi di Kota Metro, Dorong Pemberdayaan dan Ekonomi Lokal
Bandar Lampung – Sebanyak 2.202 mahasiswa Universitas Malahayati akan melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (KKLPPM) di Kota Metro. Kehadiran ribuan mahasiswa tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat program pemberdayaan masyarakat, akan tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal melalui meningkatnya aktivitas pelaku UMKM, rumah makan, transportasi, hingga sektor penginapan dan rumah kos. Pelepasan secara simbolis mahasiswa KKLPPM dilaksanakan di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Senin (6/7/2026). Program yang mengusung tema “GREGET PPM BERDAMPAK (Gerak Revolusioner Keilmuan dan Generasi Tangguh untuk Transformasi Masyarakat yang Berkelanjutan)” akan berlangsung di Kota Metro mulai 13 Juli hingga 20 Agustus 2026, dengan penempatan mahasiswa di lima kecamatan, yakni Metro Pusat, Metro Barat, Metro Timur, Metro Utara, dan Metro Selatan. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menyambut baik kepercayaan yang diberikan Universitas Malahayati kepada Kota Metro sebagai lokasi pelaksanaan KKLPPM. Menurutnya, kehadiran lebih dari dua ribu mahasiswa menjadi momentum yang memberikan manfaat ganda, baik dari sisi pembangunan masyarakat maupun pertumbuhan ekonomi daerah. “Kami menyampaikan apresiasi kepada Universitas Malahayati yang telah mempercayakan Kota Metro sebagai lokasi pelaksanaan KKLPPM. Kehadiran 2.202 mahasiswa tentu akan membawa manfaat yang luas,” ungkapnya. Selain menjadi mitra pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat, Bambang juga menegaskan bahwa program ini pasti akan melalui berbagai inovasi dan pengabdian. “Dimana aktivitas mahasiswa selama berada di Metro juga dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Bambang. Ia menambahkan, tema GREGET PPM BERDAMPAK sangat selaras dengan arah pembangunan Kota Metro yang menekankan kolaborasi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. “Saya berharap seluruh mahasiswa mampu mengoptimalkan ilmu pengetahuan yang dimiliki dengan berkolaborasi bersama pemerintah daerah, aparatur kelurahan, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga. Jadilah agen perubahan yang mampu mendengar kebutuhan masyarakat, sehingga hasil pengabdian benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya. Ketua Pelaksana KKLPPM, Eka Yudha, mengatakan bahwa pelaksanaan KKLPPM tahun ini dirancang agar tidak hanya memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga menghasilkan program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung. “KKLPPM tahun ini kami desain agar mahasiswa hadir sebagai problem solver di tengah masyarakat. Mereka akan melakukan penelitian, pengabdian, serta pemberdayaan yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan wilayah. Kami berharap seluruh program yang dijalankan mampu memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat,” kata Eka Yudha. Sementara itu, Rektor Universitas Malahayati, Muhammad Khadafi, menegaskan bahwa mahasiswa harus mampu menjadi generasi yang membawa perubahan positif melalui ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat. “Tema GREGET PPM BERDAMPAK merupakan komitmen Universitas Malahayati untuk menghadirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Kami berharap seluruh mahasiswa menjaga nama baik almamater, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta menghasilkan inovasi yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi Kota Metro,” ujar Muhammad Khadafi. Melalui pelaksanaan KKLPPM ini, Pemerintah Kota Metro berharap sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dapat terus diperkuat dalam mendorong pembangunan yang inklusif, meningkatkan kualitas pemberdayaan masyarakat, sekaligus menumbuhkan aktivitas ekonomi lokal yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Metro. (BSR)
Sekda Kota Metro Tekankan Transformasi Pelayanan Kesehatan Berbasis Preventif dan Promotif pada Apel Mingguan Pemkot Metro
Sekretaris Daerah Kota Metro Drs. Ahmad Hariyanto, M.M. memimpin apel mingguan Pemerintah Kota Metro yang diikuti oleh jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Metro. Dalam amanatnya Sekda menegaskan pentingnya transformasi pelayanan kesehatan yang berorientasi pada upaya preventif dan promotif sebagai arah baru pembangunan kesehatan nasional. Apel mingguan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat disiplin, semangat kerja, dan komitmen seluruh aparatur dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sekda menyampaikan bahwa perubahan paradigma pembangunan kesehatan merupakan hasil dari audiensi strategis yang dilakukan jajaran manajemen RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. “Ke depan fokus utama pembangunan kesehatan tidak lagi hanya pada pengobatan masyarakat yang sakit tetapi lebih mengedepankan upaya pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan masyarakat. Kita ingin masyarakat Kota Metro tidak hanya mendapatkan pelayanan terbaik saat sakit, tetapi juga mampu menjaga pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit,” ujar Ahmad Hariyanto. Meski kondisi fiskal pemerintah saat ini masih menghadapi berbagai tantangan Sekda menegaskan bahwa kualitas pelayanan publik khususnya di sektor kesehatan tidak boleh mengalami penurunan. Ia mengungkapkan hasil kunjungannya ke sejumlah rumah sakit menunjukkan adanya perkembangan positif yang harus terus ditingkatkan terutama dari sisi tata kelola dan manajemen pelayanan. Menurutnya seluruh perangkat daerah harus terus melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan meskipun berada dalam keterbatasan anggaran. “Dalam situasi yang kritis sekalipun jangan hanya diam. Harus ada kebijakan dan inovasi yang dilakukan demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya. Sekda juga mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membangun budaya introspeksi dan meningkatkan kualitas pelayanan agar masyarakat semakin nyaman dengan berbagai layanan yang diberikan Pemerintah Kota Metro. Dalam bidang kesehatan, Ahmad Hariyanto menekankan beberapa pilar utama yang harus menjadi perhatian bersama di antaranya menjadikan tenaga kesehatan sebagai teladan dalam menerapkan pola hidup sehat, memperkuat edukasi dan promosi kesehatan hingga ke tingkat komunitas, serta memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencegahan penyakit. Selain itu, transformasi pelayanan di RSUD Jenderal Ahmad Yani juga harus terus dilakukan melalui peningkatan mutu layanan kuratif dan rehabilitatif yang selama ini telah berjalan. Menurutnya pelayanan kesehatan harus semakin efisien, cepat, ramah, serta didukung oleh pemanfaatan teknologi medis yang modern. Ia menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh dimaknai sebagai pengurangan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Efisiensi anggaran bukan berarti efisiensi aksi. Dana boleh terbatas, tetapi dedikasi tidak boleh berkurang. Efisiensi berarti menggunakan sumber daya secara cerdas, menghindari pemborosan listrik, alat tulis kantor, maupun fasilitas lainnya. Namun pelayanan kepada pasien keramahan dan kepedulian tidak boleh dikurangi,” pesannya. Mengakhiri amanatnya, Sekda optimistis RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro mampu menjadi pelopor transformasi pelayanan kesehatan di Provinsi Lampung, melalui sinergi antara rumah sakit, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak seluruh ASN untuk menjadikan apel mingguan sebagai momentum memperkuat semangat pengabdian serta meningkatkan kualitas pelayanan baik di lingkungan perkantoran maupun melalui aksi nyata di tengah masyarakat. “Terima kasih atas dedikasi dan kerja keras seluruh jajaran. Mari terus menjaga kesehatan memperkuat kekompakan, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Metro,” tutupnya. (Md/Sr)
Rayakan HUT ke-3, Klinik Ciko Luncurkan Inovasi Pelayanan Kesehatan Haji Berbasis Digital Melalui Aplikasi SITI JUSILA
Sekretaris Daerah Kota Metro, Dr. Ahmad Hariyanto, M.M., membuka kegiatan Senam Haji Massal dan Launching Aplikasi SITI JUSILA yang digelar di Lapangan Mulyojati, Minggu (05/07/2026). Kegiatan yang diinisiasi Klinik Utama Rawat Inap Ciko tersebut menjadi rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-3 Klinik Ciko dengan mengusung tema “Inovasi Tiada Henti dalam Melayani”, sekaligus menghadirkan inovasi digital untuk mendukung kesiapan kesehatan calon jemaah haji. Direktur Klinik Utama Rawat Inap Ciko, dr. Agung Budi Prasetiyono, Sp.PD., M.Kes., FINASIM., FISQua., mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan tiga tahun Klinik Ciko yang terus berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan terbaik. “Alhamdulillah pada ulang tahun yang ketiga Klinik Ciko mengambil tema inovasi tiada henti dalam melayani dengan moto kami adalah sehat, inovatif, dan amanah,” ujarnya. Ia menjelaskan, salah satu layanan unggulan Klinik Ciko adalah pelayanan kesehatan haji dan umrah, termasuk vaksinasi haji dan umrah. “Salah satu unggulan Klinik Ciko adalah pelayanan klinik haji dan umrah, dan vaksinasi haji serta vaksinasi umrah. Dan kami sudah melakukan pelayanan klinik stem cell yang merupakan dari Kementerian Kemenkes,” katanya. Menurutnya, saat ini di Provinsi Lampung baru terdapat dua fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki layanan stem cell tersebut, yakni Klinik Ciko dan rumah sakit di Lampung Tengah dengan pendampingan dari Rumah Sakit Dr. Moewardi Solo. “Jadi kalau mau melakukan stem cell, kita ke Klinik Ciko. Dan insyaallah kami akan segera buka pelayanan hemodialisa,” tambahnya. Sebagai bentuk inovasi pelayanan kesehatan bagi calon jemaah haji, dr. Agung memperkenalkan Aplikasi SITI JUSILA yang merupakan hasil disertasinya dan masih dalam tahap uji coba. “Untuk meningkatkan inovasi pelayanan haji, kami membuat Aplikasi SITI JUSILA Haji yang ini merupakan disertasi saya. Jadi, ini merupakan uji coba, nanti ada guru-guru saya memberi masukan-masukan untuk aplikasi,” jelasnya. Direktur dari Klinik Ciko, ia juga memohon kepada Sekretaris Daerah Kota Metro untuk dapat berkenan me-launching uji coba aplikasi diberi nama Early Warning Score SITI JUSILA. “Penggunaan aplikasi ini merupakan penelitian yang berbasis pelayanan dan semoga bermanfaat bagi calon jamaah haji dalam mempersiapkan istitha’ah kesehatan haji,” ungkapnya. dr.Agung juga mengungkapkan bahwa istitha’ah kesehatan kini menjadi syarat utama yang wajib dipenuhi calon jemaah haji. “Karena istitha’ah kesehatan haji merupakan hal yang mutlak dan tidak bisa diganggu gugat. Sekarang istitha’ah haji adalah hal-hal yang utama,” tegasnya. Selain peluncuran aplikasi, kegiatan tersebut juga diisi dengan Senam Haji Massal yang diikuti oleh kurang lebih 300 calon jemaah haji yang berasal dari Kota Metro, Lampung Tengah, Lampung Timur, serta peserta dari LLI Metro Barat. “Saya juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama Kota Metro, pimpinan KBIH di Kota Metro, Lampung Tengah, Lampung Timur, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, “ungkapnya. Dalam rangka mendukung program pemeriksaan kesehatan gratis, Klinik Ciko juga menyediakan layanan cek kesehatan gratis bagi seluruh peserta, dimana hasil pemeriksaan kesehatan nantinya menjadi bagian dari data yang akan digunakan dalam aplikasi tersebut. “Jadi nanti Bapak Ibu sekalian, calon jamaah haji dan yang senam kita mengadakan cek kesehatan gratis karena salah satu poin-poin di situ akan masuk di aplikasi kita,” katanya. Selanjutnya, dr. Agung juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Kota Metro, Puskesmas Mulyojati, serta seluruh pihak yang telah membantu suksesnya kegiatan Klinik Ciko pada usia yang ke tiga tahun. “Klinik Ciko ingin terus menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pelayanan kesehatan calon jemaah haji,”terangnya. Menurutnya, saat ini istitha’ah kesehatan telah menjadi prasyarat pelunasan biaya haji dan terintegrasi melalui Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat). “Namun, waktu penerbitan hasil istitha’ah yang relatif singkat masih menyebabkan sebagian calon jemaah mengalami kendala sehingga keberangkatannya tertunda,”papar dr. Agung. Karena itu, melalui kerja sama dengan UIN JUSILA, Klinik Ciko mengembangkan Aplikasi SITI JUSILA agar calon jemaah haji dapat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal. “Sehingga apabila dia ada posisi tidak istitoah atau istitoah yang sementara bisa kita perbaiki dengan jangka waktu yang masih ada. Itu harapan kami dan semoga pada ulang tahun yang ketiga ini sekali lagi dapat berkontribusi untuk pelayanan kesehatan di Kota Metro,” katanya. Dalam sambutannya, dr. Agung menjelaskan bahwa sementara ini aplikasi telah terhubung dengan website Klinik Ciko sehingga calon jemaah cukup menggunakan email masing-masing untuk masuk ke aplikasi. “Calon jemaah haji tinggal memasukkan email-nya, kemudian login, langsung bisa masuk ke dalam aplikasi. Dan insyaallah penggunaan aplikasinya sangat mudah karena calon jemaah haji itu usianya adalah usia-usia yang tidak muda lagi. Jadi kami buat aplikasinya sangat sederhana dan bisa digunakan untuk semua orang yang akan mau berangkat jemaah haji,” jelasnya. Ia menambahkan, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan calon jemaah belum memenuhi syarat istitha’ah, mereka dapat berkonsultasi di Klinik Ciko agar kondisi kesehatannya dapat diperbaiki sebelum proses penilaian melalui Siskohat. Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Metro, Dr. Ahmad Hariyanto, M.M., mengatakan kegiatan senam bersama tersebut merupakan salah satu bentuk ikhtiar membangun budaya hidup sehat bagi calon jemaah haji dan masyarakat yang diikuti kurang lebih ada 300 orang yang difasilitasi oleh Klinik Ciko pimpinan beliau Dokter Agung. Hal tersebut mengingat, ibadah haji memerlukan kesiapan fisik yang baik sehingga menjaga kebugaran menjadi bagian penting dalam persiapan menuju Tanah Suci. “Kegiatan senam ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar kita dalam membangun budaya hidup sehat, khususnya bagi para calon jemaah haji dan masyarakat. Ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik yang prima, sehingga menjaga kebugaran menjadi bagian penting dalam mempersiapkan diri menuju Tanah Suci,” katanya. Tak hanya itu, sebagai Sekda ia juga mengapresiasi peluncuran Aplikasi SITI JUSILA sebagai inovasi mendukung pelayanan kesehatan calon jemaah haji yang diharapkan kehadirannya dapat menjadi sarana yang memudahkan masyarakat dalam memperoleh informasi dan layanan yang berkaitan dengan kesehatan serta pembinaan jemaah haji secara lebih cepat, mudah, dan terintegrasi. Ahmad Hariyanto menilai aplikasi tersebut merupakan terobosan yang dapat membantu calon jemaah haji mempersiapkan diri lebih awal sehingga tidak lagi terkendala saat proses penetapan istitha’ah melalui Siskohat. “Ini sebuah terobosan untuk memfasilitasi seluruh calon jemaah haji di Kota Metro. Kegiatan hari ini juga mempersiapkan fisik karena ibadah haji itu bukan sekadar ibadah rohani tapi juga ibadah fisik. Cuaca di sana berbeda dan ekstrem sehingga semua jemaah haji harus mempersiapkan fisiknya,” jelasnya. Tambahnya, Ahmad Hariyanto menegaskan Pemerintah Kota Metro akan terus mendukung transformasi pelayanan publik berbasis digital yang memberikan kemudahan bagi masyarakat. “Pemerintah Kota Metro mendukung semua proses perubahan, adaptasi, dan
Ribuan Warga Penuhi CFD Metro, Ruang Publik Jadi Panggung Kebahagiaan Sederhana
Minggu pagi di pertigaan Alun-alun Taman Merdeka Kota Metro berubah jadi pesta rakyat. Ribuan warga dari segala usia memadati Car Free Day Pemkot Metro, bikin kawasan bebas kendaraan itu hidup penuh warna, Minggu (05/07/2026). Ribuan warga dari berbagai kalangan mengikuti acara ini, termasuk para Lansia semangat ikut senam bersama di barisan depan. Anak-anak berlarian riang tanpa khawatir motor melintas. Pemuda mengelilingi taman sambil jogging. Suasana makin meriah saat kelompok Persatuan Pensiunan Indonesia PPI Kota Metro mengalunkan angklung, nada bambu itu langsung mengundang tepuk tangan warga. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Metro, Subehi mengatakan bahwa Car Free Day telah menjadi agenda rutin yang ketujuh dilaksanakan sepanjang tahun 2026 dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. “Kami ucapkan terima kasih ke seluruh warga yang hadir. CFD ini ruang buat hidup sehat, olahraga, sekaligus mempererat kebersamaan. Terima kasih juga ke para sponsor yang bikin acaranya makin meriah. Semoga kolaborasi ini terus jalan,” ujar Subehi. Di sisi jalan, terlihat pelaku UMKM lokal buka lapak kuliner dan produk kreatif. Orang tua duduk santai sambil lihat anaknya main bebas di ruang publik. Bagi sebagian warga, Car Free Day bukan sekadar olahraga, tapi sudah jadi tradisi mingguan. “Selain jaga kebugaran, Car Free Day juga mempererat hubungan sosial, menghadirkan ruang interaksi yang sederhana namun bermakna di tengah kesibukan kehidupan sehari-hari,” kata salah satu pengunjung. Melalui Car Free Day, Pemerintah Kota Metro terus mendorong terciptanya budaya hidup sehat sekaligus memperkuat ruang publik yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjadi bukti bahwa ruang publik mampu menghadirkan kebahagiaan yang sederhana, sekaligus mempererat ikatan sosial di tengah masyarakat.(Tm/Bsr/Sr)
Sekda Metro Buka Pelatihan Gizi Dashat 2026, 70 Peserta Siap Jadi Agen Perubahan
Metro – Sekretaris Daerah Kota Metro, Dr. Ahmad Hariyanto, M.M., membuka Kegiatan Pelatihan Edukasi Gizi melalui Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPPAPPKB) Kota Metro di OR Setda Kota Metro, Jumat (03/07/2026). Dalam sambutannya, Ahmad Hariyanto menegaskan bahwa Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting merupakan landasan hukum nasional dalam pelaksanaan percepatan penurunan stunting yang dilakukan secara holistik, integratif, dan berkualitas melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta berbagai pemangku kepentingan. Ahmad Hariyanto juga menjelaskan bahwa regulasi tersebut mengatur strategi nasional percepatan penurunan stunting, penyelenggaraan program, koordinasi lintas sektor, pemantauan, evaluasi, pelaporan, hingga pendanaan dengan sasaran utama remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, serta anak usia 0–59 bulan guna mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif. “Dalam rangka mendukung percepatan penurunan stunting di Kota Metro, diperlukan upaya yang berkesinambungan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemenuhan gizi keluarga. Salah satu strategi yang dilaksanakan adalah melalui kegiatan Pelatihan Edukasi Gizi melalui Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB),” jelasnya. Melalui kegiatan tersebut, Ahmad Hariyanto berharap kebutuhan gizi balita stunting, ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga berisiko stunting dapat terpenuhi. Selain itu, masyarakat diharapkan memiliki keterampilan dalam menyiapkan pangan sehat dan bergizi berbasis sumber daya lokal, serta meningkatnya kesejahteraan keluarga melalui keterlibatan dalam kelompok usaha keluarga maupun masyarakat yang berkelanjutan. “Dengan demikian, kita dapat mencegah kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah serta tidak ada lagi anak yang berada di bawah garis merah grafik tumbuh kembang pada Kartu Menuju Sehat (KMS),” pungkasnya. Sementara itu, Kepala Dinas PPPAPPKB Kota Metro, dr. Silfia Naharani, M.M., menjelaskan bahwa pelaksanaan Kegiatan Pelatihan Edukasi Gizi melalui Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Kampung KB dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mendukung percepatan penurunan stunting di Kota Metro. Menurutnya, percepatan penurunan stunting membutuhkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga. “Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Pelatihan Edukasi Gizi melalui Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB),” ungkapnya. Ia menjelaskan, Dinas PPPAPPKB Kota Metro melaksanakan Kegiatan Pelatihan Edukasi Gizi melalui DASHAT Tahun 2026 sebagai bentuk dukungan percepatan penurunan stunting melalui peningkatan kapasitas kader dan masyarakat dalam memahami pentingnya gizi seimbang serta pemanfaatan pangan lokal yang bergizi. “Melalui kegiatan ini, kami berharap kader DASHAT dan keluarga sasaran dapat meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dalam pengolahan makanan bergizi serta menjadi penggerak edukasi gizi di masyarakat guna mendukung terwujudnya keluarga yang sehat dan bebas stunting,” jelasnya. Silfia menambahkan bahwa pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan kader serta masyarakat dalam pemenuhan gizi keluarga sebagai upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kota Metro. “Tidak hanya itu, kami juga berharap kegiatan hari ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pembiasaan pola konsumsi gizi seimbang sejak dini, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, dan remaja sebagai investasi kesehatan jangka panjang dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal,” terangnya. Melalui kegiatan tersebut, peserta juga diharapkan mampu memahami pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi serta meningkatkan peran keluarga dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara sehat, berkualitas, dan bebas stunting. Silfia menyebutkan bahwa pelatihan yang diikuti sekitar 70 peserta itu akan ditindaklanjuti dengan pertemuan di tingkat kelurahan. “Selanjutnya, kami akan melaksanakan pertemuan lanjutan di setiap kelurahan dengan alokasi satu kali pertemuan untuk masing-masing Kader DASHAT,” tuturnya. Pada kegiatan lanjutan tersebut, setiap Kader DASHAT diharapkan dapat memberikan edukasi kepada sedikitnya 10 Keluarga Berisiko Stunting (KRS) sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran keluarga dalam pemenuhan gizi serta pencegahan stunting. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada minggu ketiga Juli 2026, tepatnya pada 13–17 Juli 2026. Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Dalduk PPPAPPKB Kota Metro, Dyah Sukmawati, S. Ag, M.Si., menjelaskan bahwa langkah pendampingan Keluarga Berisiko Stunting (KRS) melalui DASHAT merupakan salah satu program yang diemban Dinas PPPAPPKB sebagai penugasan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. “Saat ini, Kota Metro memiliki 10 kelurahan yang menjadi lokus pelaksanaan Program DASHAT diadakan di setiap kelurahan didukung oleh lima orang Kader DASHAT yang masing-masing melakukan pendampingan terhadap 10 keluarga sasaran untuk memantau pola konsumsi gizi, memberikan edukasi, serta mendorong penerapan pola hidup sehat dalam keluarga sebagai langkah nyata mencegah stunting,”terangnya.(Yl/Sr)
Walikota Metro Hadiri Rakernas XVIII APEKSI di Medan, Sepakat 10 Rekomendasi Strategis untuk Kota Tangguh
MEDAN – Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menghadiri Penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang berlangsung di Ballroom Hotel Grand City Hall, Kota Medan, Kamis (3/7/2026). Rakernas XVIII APEKSI yang mengusung tema “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat” menjadi forum strategis bagi pemerintah kota se-Indonesia untuk memperkuat sinergi, membangun kolaborasi, serta merumuskan kebijakan bersama dalam menjawab tantangan pembangunan perkotaan. Penutupan kegiatan turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Dewan Pengurus APEKSI sekaligus Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas selaku tuan rumah, serta para wali kota dan delegasi dari berbagai daerah di Indonesia. Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso mengatakan, keikutsertaan Pemerintah Kota Metro dalam Rakernas APEKSI merupakan bagian dari komitmen untuk terus memperkuat kerja sama antardaerah dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat. “Rakernas APEKSI menjadi wadah yang sangat penting bagi pemerintah kota untuk saling bertukar pengalaman, memperkuat kolaborasi, serta mencari solusi bersama atas berbagai tantangan pembangunan daerah. Hasil yang disepakati dalam forum ini akan menjadi bekal bagi Kota Metro untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat ketahanan fiskal daerah, dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Bambang. Selama pelaksanaan Rakernas yang berlangsung sejak 28 Juni hingga 4 Juli 2026, para peserta mengikuti berbagai agenda strategis, mulai dari sidang pleno hingga forum tematik, seperti Forum Kepala Bappeda, Forum Lingkungan Hidup, Forum Komunikasi Digital, Forum Pangan, Forum Bisnis dan Investasi, Youth City Changers (YCC), Indonesia City Expo (ICE), Karnaval Budaya Nusantara, serta sejumlah kegiatan lainnya yang membahas berbagai isu pembangunan perkotaan. Melalui sidang pleno, seluruh peserta menyepakati sepuluh rekomendasi strategis sebagai arah bersama pembangunan kota di Indonesia. Rekomendasi tersebut meliputi penguatan kapasitas fiskal daerah, reformasi hubungan keuangan pusat dan daerah, penataan kebijakan ASN dan PPPK, percepatan pembangunan infrastruktur, transformasi digital pelayanan publik, penguatan ketahanan lingkungan, pengembangan ekonomi lokal, penguatan tata ruang dan kerja sama antardaerah, peningkatan kepastian regulasi, hingga pelibatan generasi muda dalam pembangunan kota. Bagi Pemerintah Kota Metro, rekomendasi tersebut menjadi acuan penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat, sekaligus memperluas peluang kolaborasi dengan pemerintah kota lain maupun pemerintah pusat. Sebanyak 88 wali kota, empat wakil wali kota, dua sekretaris daerah, dan satu kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) hadir mewakili 98 kota anggota APEKSI. Sementara itu, Karnaval Budaya Nusantara melibatkan sekitar 2.800 peserta, sedangkan Indonesia City Expo dan bazar UMKM diikuti oleh 375 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Melalui penyelenggaraan Rakernas XVIII APEKSI, Kota Medan tidak hanya menjadi pusat pertemuan pemerintah kota se-Indonesia, tetapi juga memperoleh dampak ekonomi yang signifikan. Pemerintah Kota Medan memperkirakan ajang tersebut menghasilkan potensi perputaran transaksi sekitar Rp72 miliar, yang turut menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, UMKM, dan ekonomi lokal. Keikutsertaan Wali Kota Metro dalam seluruh rangkaian Rakernas XVIII APEKSI juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Metro untuk terus mengambil peran aktif dalam membangun jejaring antarpemerintah daerah, mendorong inovasi pembangunan, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas guna mewujudkan Kota Metro yang maju, berdaya saing, dan menyejahterakan masyarakat. (Bsr/Yd/Sr)
Wali Kota Metro Hadiri Pembukaan Rakernas XVIII APEKSI 2026, Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembangunan Daerah
MEDAN – Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso, menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 yang digelar di Grand City Hall, Medan, Sumatera Utara, Rabu (1/7/2026) malam. Kehadiran Wali Kota Metro bersama para kepala daerah dari seluruh Indonesia menjadi wujud komitmen memperkuat sinergi antarpemerintah kota dalam mendukung pembangunan nasional yang inovatif dan berkelanjutan. Rakernas XVIII APEKSI secara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh pemerintah kota untuk meninggalkan pola pembangunan yang bersifat konvensional dan terus menghadirkan inovasi sebagai fondasi utama transformasi daerah. Menurut Bima Arya, pemerintah kota memiliki peran strategis sebagai penggerak pembangunan nasional, melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan tata kelola pemerintahan, serta optimalisasi kapasitas fiskal daerah. Ia juga menegaskan bahwa berbagai praktik terbaik pembangunan telah banyak lahir dari daerah di Indonesia dan layak menjadi inspirasi bagi pemerintah kota lainnya. Selain mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Bima Arya mengajak pemerintah daerah memanfaatkan skema pendanaan alternatif melalui Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) guna mempercepat pembangunan infrastruktur tanpa bergantung sepenuhnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sementara itu, selaku tuan rumah, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan bahwa Rakernas XVIII APEKSI harus menjadi forum yang menghasilkan langkah-langkah konkret bagi kemajuan daerah, bukan sekadar melahirkan rekomendasi administratif. Mengusung tema “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat”, Rakernas XVIII APEKSI 2026 menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi antarpemerintah kota dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, mulai dari penguatan ekonomi daerah, transformasi digital, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga penguatan tata kelola pemerintahan yang adaptif. Di sela kegiatan, Wali Kota Metro H. Bambang Iman Santoso, menyampaikan bahwa keikutsertaan Pemerintah Kota Metro dalam Rakernas XVIII APEKSI, merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring kerja sama sekaligus menyerap berbagai inovasi pembangunan yang dapat diterapkan di Kota Metro. “Forum APEKSI ini menjadi ruang strategis bagi pemerintah daerah untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat kolaborasi, serta membangun komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Bambang. Selain mengikuti agenda utama Rakernas, Wali Kota Metro juga dijadwalkan menghadiri sejumlah forum strategis yang membahas transformasi pemerintahan digital, penguatan ketahanan informasi, serta peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan di era global. Melalui partisipasi aktif dalam Rakernas XVIII APEKSI 2026, Pemerintah Kota Metro berharap dapat mengadopsi berbagai praktik terbaik dari pemerintah kota di seluruh Indonesia sebagai referensi dalam memperkuat kebijakan pembangunan daerah. Berbagai hasil dan rekomendasi yang diperoleh dari forum tersebut, diharapkan mampu mempercepat transformasi pelayanan publik, meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahan, memperkuat daya saing daerah, serta mendorong terwujudnya Kota Metro sebagai kota yang maju, adaptif, berdaya saing, dan berkelanjutan. (Bsr/Yd/Sr)