METRO – Pemerintah Kota Metro menggelar kegiatan halal bihalal pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang berlangsung di lingkungan Kantor Pemerintah Kota Metro, Senin (30/3/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), anggota Satlinmas, serta seluruh staf di lingkungan Pemkot Metro. Halal bihalal ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antarpegawai sekaligus memperkuat sinergi dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan tampak kental dalam kegiatan yang diisi dengan saling bersalaman dan bermaaf-maafan tersebut. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, dalam sambutannya menyampaikan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan memiliki makna mendalam dalam membangun kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai kebersihan hati. “Halal bihalal ini adalah momentum untuk saling memaafkan, membersihkan hati, serta memperkuat komitmen kita sebagai aparatur pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan hati yang bersih, kita dapat bekerja lebih optimal dan penuh keikhlasan,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan profesionalisme di lingkungan kerja, terutama setelah menjalani bulan suci Ramadan yang penuh dengan pembelajaran nilai-nilai kesabaran dan kedisiplinan. Kegiatan ini diharapkan dapat semakin mempererat hubungan antarpegawai, menciptakan suasana kerja yang harmonis, serta meningkatkan semangat dalam menjalankan tugas demi kemajuan Kota Metro.(tm/yd)
Kinerja Pemkot Metro 2025 Capai Hasil Positif, IPM Meningkat dan Ekonomi Tumbuh 5,2 Persen
METRO – Pemerintah Kota Metro merilis Ringkasan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2025 yang menunjukkan capaian kinerja positif di berbagai sektor pembangunan. Laporan ini menjadi bentuk akuntabilitas pemerintah daerah kepada masyarakat atas pelaksanaan program dan kegiatan selama satu tahun anggaran. Dalam laporan tersebut, Pemkot Metro mencatat realisasi pendapatan daerah mencapai Rp1,05 triliun atau 95,12 persen dari target yang ditetapkan. Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai Rp1,06 triliun atau 94,78 persen dari rencana anggaran. Dari sisi makro pembangunan, sejumlah indikator utama menunjukkan tren yang menggembirakan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Metro pada tahun 2025 mencapai 81,22 atau meningkat dibanding tahun sebelumnya sebesar 80,41. Pertumbuhan ekonomi juga tercatat sebesar 5,2 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata provinsi maupun nasional. Selain itu, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 6,44 persen, sedangkan tingkat pengangguran berada pada angka 3,54 persen. Pendapatan per kapita masyarakat juga mengalami peningkatan hingga mencapai Rp51,74 juta. Dalam sektor pelayanan dasar, capaian kinerja juga cukup signifikan. Di bidang kesehatan, hampir seluruh layanan dasar seperti pelayanan ibu hamil, bayi, hingga penanganan penyakit menular mencapai 100 persen sesuai standar. Prevalensi stunting pun tercatat rendah di angka 2,95 persen. Sementara di bidang pendidikan, partisipasi anak usia sekolah menunjukkan angka tinggi, meskipun masih terdapat pekerjaan rumah terkait peningkatan kualitas sarana prasarana seperti ruang kelas dan fasilitas sanitasi sekolah. Di sektor infrastruktur, akses air minum layak telah menjangkau 99,40 persen masyarakat, serta kondisi jalan dalam kategori mantap mencapai 71,11 persen. Tak hanya itu, tata kelola pemerintahan juga menunjukkan capaian membanggakan. Pemkot Metro kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK sebanyak 15 kali berturut-turut sejak 2010 hingga 2024. Sepanjang tahun 2025, berbagai prestasi turut diraih baik di tingkat nasional maupun provinsi, di antaranya penghargaan Kota Layak Anak kategori Nindya, Bhumandala Award, serta berbagai capaian di bidang kesehatan, pendidikan, dan pelayanan publik. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, dalam laporannya menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah dan dukungan masyarakat. Ke depan, Pemkot Metro akan terus meningkatkan kualitas pembangunan, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia sesuai tema pembangunan tahun 2025. “LPPD ini diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kinerja pemerintah daerah sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan pelayanan dan pembangunan di masa mendatang,” ujarnya. (Sr) Untuk data lengkapnya bisa dilihat di tautan Ringkasan LPPD Kota Metro Tahun Anggaran 2025
Digelar Rutin Setiap Minggu, Pemkot Metro Matangkan Persiapan Car Free Day
Pemerintah Kota Metro menggelar rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Car Free Day (CFD) yang dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Metro Kusbani. Rapat ini dihadiri oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Metro, sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung program tersebut. Dalam rapat tersebut disepakati bahwa kegiatan Car Free Day akan dilaksanakan secara rutin setiap hari Minggu di Kota Metro. Program ini bertujuan untuk menciptakan ruang publik yang sehat, ramah lingkungan, serta mendorong gaya hidup aktif dan interaksi sosial masyarakat. Pj Sekretaris Daerah Kota Metro menegaskan pentingnya kolaborasi antar OPD dalam memastikan kelancaran dan keberlanjutan pelaksanaan CFD. Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan UMKM, seni budaya, serta edukasi masyarakat. Kusbani selaku Pj Sekretaris Daerah Kota Metro, dalam arahannya menegaskan pentingnya komitmen bersama seluruh OPD dalam menyukseskan program ini. “Car Free Day bukan hanya sekadar kegiatan bebas kendaraan, tetapi juga menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk berolahraga, berinteraksi, serta mengembangkan potensi ekonomi dan budaya lokal. Oleh karena itu diperlukan sinergi dan kesiapan seluruh OPD agar pelaksanaannya berjalan optimal dan berkelanjutan”, ujar Kusbani. Sementara itu, Subehi selaku Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporapar) Kota Metro, menyampaikan bahwa pihaknya akan menjadi leading sector atau penyelenggara utama kegiatan CFD. Disporapar akan berkoordinasi dengan OPD terkait dalam hal pengaturan teknis, pengamanan, kebersihan, serta pengisian kegiatan selama CFD berlangsung. “Kami siap menyelenggarakan Car Free Day secara optimal dengan melibatkan berbagai pihak, sehingga kegiatan ini dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat Kota Metro”, ujar Subehi. Dengan adanya kegiatan Car Free Day setiap minggunya, diharapkan Kota Metro semakin dikenal sebagai kota yang peduli terhadap kesehatan, lingkungan, serta memiliki ruang publik yang aktif dan produktif. (Md/Sr)
Rafieq Hadiri Halal Bihalal di Kediaman dr. Wahdi, Tegaskan Pentingnya Silaturahmi dan Keteladanan Pemimpin
Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana, menghadiri acara halal bihalal yang digelar di kediaman mantan Wali Kota Metro periode 2021-2024, Dr. dr. Drs. Med. H. Wahdi Siradjuddin, Sp.OG (K)., S.H., MH. yang berlangsung di TMII Kota Metro, Kamis (26/03/2026). Kehadiran Wakil Wali Kota Metro dalam acara tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dengan para tokoh yang telah berjasa dalam pembangunan Kota Metro. Dimana kegiatan tersebut berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, dengan dihadiri berbagai elemen masyarakat, tokoh, serta undangan lainnya. Dalam kesempatan itu, M. Rafieq Adi Pradana menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan halal bihalal yang dinilai mampu memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat. “Alhamdulillah hari ini kita di acara halal bihalal yang diadakan oleh salah satu Wali Kota Metro, Bapak Wahdi Sirajudin. Kita lihat antusiasme masyarakatnya baik, menandakan bahwa beliau masih menjadi salah satu tokoh dan pemimpin yang memang dihormati dan disegani oleh masyarakat,” ujar Rafieq. Ia juga menilai, tingginya antusiasme masyarakat yang hadir menjadi bukti nyata bahwa sosok dr. Wahdi masih memiliki tempat khusus di hati masyarakat Kota Metro. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, persatuan, serta menghormati jasa para pemimpin terdahulu. Lebih lanjut, Rafieq mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendoakan kesehatan dan keberkahan bagi dr. Wahdi agar tetap dapat berkontribusi bagi kemajuan daerah. “Pesan-pesan kita, kita harus terus doakan semoga beliau selalu sehat, terus selalu juga beliau bisa memberikan kontribusi yang baik, terutama untuk Kota Metro,” tambahnya. Acara halal bihalal tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan, di mana para tamu yang hadir saling bersalaman, berbincang, serta mempererat tali persaudaraan pasca Hari Raya Idul Fitri. Momentum ini juga menjadi cerminan kuatnya budaya gotong royong dan kebersamaan yang terus terjaga di tengah masyarakat Kota Metro, sekaligus menunjukkan harmonisasi antara pemimpin saat ini dengan para pemimpin sebelumnya. Dengan terjalinnya silaturahmi yang baik, diharapkan sinergi dalam membangun Kota Metro ke depan semakin solid, serta mampu menghadirkan berbagai kemajuan yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat. (Tm/Yd/Yl)
Wali Kota Metro Bersama Istri Laksanakan Halal Bihalal ke Rumah Mantan Pj. Sekda dan Kepala OPD
Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso, bersama istri Ny. Eni Bambang melaksanakan kunjungan halal bihalal ke rumah mantan Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kota Metro serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Metro, dalam rangka mempererat tali silaturahmi pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Kehadiran Wali Kota Metro yang bersahaja membuat kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, serta menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan antara pimpinan daerah dengan jajaran perangkat pemerintahan. Dalam kunjungannya, Wali Kota Metro menegaskan bahwa halal bihalal merupakan sarana strategis untuk memperkuat hubungan kerja yang harmonis. “Halal bihalal ini bukan sekadar tradisi, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, mempererat silaturahmi, dan membangun komunikasi yang lebih baik antar jajaran pemerintahan,” ujar Wali Kota Metro. Lebih lanjut, Bambang juga menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kekompakan dan sinergi seluruh perangkat daerah. “Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Dibutuhkan kekompakan, kebersamaan, dan rasa saling mendukung agar program-program pembangunan dapat berjalan dengan optimal,” tegas Bambang. Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Metro juga ingin komunikasi seperti ini terus terjaga tidak hanya dalam forum resmi, tetapi juga dalam suasana santai sehingga kita bisa saling memahami dan menyamakan langkah dalam memajukan Kota Metro. Selain itu, Wali Kota Metro turut menekankan pentingnya menjaga integritas dan semangat pengabdian dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. “Sebagai aparatur pemerintah, kita memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan terbaik. Oleh karena itu, semangat kebersamaan harus diiringi dengan integritas dan profesionalisme,” lanjut Wali Kota Metro, Senin (23/03/2026). Tak hanya itu, Wali Kota Metro juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran atas dedikasi atas capaian yang diraih berkat kerja keras seluruh Kepala OPD yang ada dilingkungan Pemerintah Kota Metro dengan harapan momentum Idul Fitri dapat menjadi titik awal untuk meningkatkan kinerja ke depan. “Semoga setelah Idulfitri ini, kita semua dapat bekerja dengan semangat baru, menjaga kekompakan, dan terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kota Metro,” tambah Wali Kota Metro. (Yl/Tm)
Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso Takziah ke Rumah Duka Almarhum Mozes Herman
Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso, melaksanakan takziah ke rumah duka almarhum Mozes Herman pada Senin (23/03/2026), sebagai bentuk penghormatan dan duka cita mendalam atas wafatnya Wali Kota pertama Kota Metro. Mozes Herman (2 Juli 1951 – 22 Maret 2026) merupakan Wali Kota Metro pertama pasca pemekaran wilayah Kota Metro dari Kabupaten Lampung Tengah pada tahun 1999 dan menjabat pada periode 2000–2005. Sebagai tokoh penting yang dikenal dalam pengembangan tata kota yang baik serta menjadi sosok yang paling dikenang dalam perjalanan sejarah Kota Metro tersebut menghembuskan napas terakhir pada Minggu, 22 Maret 2026 sekitar pukul 17.08 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeluk. Dalam suasana duka, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, turut melaksanakan salat jenazah bersama keluarga dan masyarakat yang hadir. Kehadirannya menjadi bentuk nyata empati dan penghormatan Pemerintah Kota Metro terhadap jasa besar almarhum. Usai salat jenazah, Wali Kota Metro juga ikut mengiringi proses pemberangkatan jenazah hingga ke mobil ambulans dengan penuh khidmat bersama para pelayat, mengantarkan kepergian tokoh yang telah berjasa besar dalam membangun fondasi Kota Metro. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Metro juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Mozes Herman, dimana kepergian almarhum merupakan kehilangan besar bagi Pemerintah dan masyarakat Kota Metro. “Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Metro, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Bapak Mozes Herman. Dedikasi dan pengabdian beliau tidak terpisahkan dari sejarah Kota Metro,” ujar Bambang. Ia juga menambahkan bahwa jasa almarhum dalam menata dan mengembangkan Kota Metro akan selalu dikenang oleh seluruh masyarakat.“Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta keikhlasan,” tambahnya. Menurutnya, wafatnya Mozes Herman juga meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga seluruh masyarakat Kota Metro yang merasakan langsung kontribusi dan pengabdian beliau selama menjabat sebagai kepala daerah. (Yl/Tm)
Bambang Beserta Istri Kunjungi Rumah Jajaran OPD, Momen Idul Fitri yang Berbeda di Kota Metro
METRO – Ada suasana berbeda dalam momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun ini. Wali Kota Metro menunjukkan pendekatan yang lebih hangat dan humanis dengan melakukan silaturahmi secara langsung dari rumah ke rumah jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), bahkan hingga tingkat kepala bagian (kabag) dan Camat, pada Minggu (22/03/2026). Langkah ini menjadi simbol kedekatan dan kebersamaan antara pimpinan daerah dengan seluruh jajaran pemerintahan. Jika pada tahun-tahun sebelumnya para kepala OPD dan camat mendatangi rumah dinas Wali Kota, kali ini justru Wali Kota Metro yang menyambangi satu per satu kediaman bawahannya. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata membangun komunikasi yang lebih erat dan penuh kekeluargaan di lingkungan Pemerintah Kota Metro. “Momentum Idul Fitri ini adalah waktu yang tepat untuk saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi. Saya ingin hadir langsung di tengah-tengah jajaran OPD, tidak hanya sebagai pimpinan, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar Pemerintah Kota Metro,” ujar Bambang. Ia menambahkan, kedekatan emosional yang terbangun diharapkan dapat berdampak positif terhadap kinerja dan sinergi antar perangkat daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Dengan silaturahmi seperti ini, kita membangun rasa kebersamaan, saling memahami, dan memperkuat soliditas. Ini penting untuk menjaga kekompakan dalam menjalankan roda pemerintahan,” tambahnya. Sementara itu, Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Metro, Dedy Hasmara menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, langkah yang dilakukan Wali Kota memberikan kesan mendalam bagi jajaran OPD. “Kami merasa sangat dihargai dan diperhatikan. Kehadiran langsung Bapak Wali Kota ke rumah kami menjadi motivasi tersendiri untuk terus meningkatkan kinerja dan loyalitas dalam melayani masyarakat,” ungkapnya. Hal senada juga disampaikan oleh salah satu Camat Metro Timur, Ferry Handono yang mengaku terkejut sekaligus bangga atas kunjungan tersebut. “Ini menjadi momen yang sangat berkesan. Biasanya kami yang datang ke rumah dinas, namun kali ini justru Bapak Wali Kota yang hadir langsung ke rumah kami. Ini menunjukkan kepemimpinan yang dekat dan merangkul,” ujarnya. Kegiatan silaturahmi ini pun berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan. Interaksi yang terjalin tidak hanya mempererat hubungan kerja, tetapi juga membangun keharmonisan yang kuat di lingkungan Pemerintah Kota Metro. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pimpinan daerah dan seluruh jajaran OPD semakin solid dalam mewujudkan pembangunan Kota Metro yang lebih maju dan sejahtera. (Bsr)
Idul Fitri di Kota Metro, Wali Kota Tekankan Pentingnya Keharmonisan dan Persaudaraan
METRO – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa di Lapangan Samber Park saat Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, melaksanakan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah bersama ribuan masyarakat, Sabtu (21/03/2026). Sejak pagi, masyarakat dari berbagai penjuru Kota Metro telah memadati lapangan. Di tengah hamparan jamaah yang bersaf rapi, sosok Wali Kota tampak menyatu tanpa sekat, berdiri dan bersujud bersama warga, mencerminkan keharmonisan antara pemimpin dan masyarakatnya. Usai pelaksanaan sholat, Wali Kota Metro terlihat menyapa warga satu per satu, menyalami, serta berbincang hangat dengan masyarakat yang hadir. Momen tersebut menjadi gambaran kedekatan emosional yang terjalin erat di hari yang fitri. “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan semakin memperkuat silaturahmi di antara kita semua,” ucapnya dengan penuh kehangatan. Menurutnya, Idul Fitri bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga momentum untuk kembali mempererat hubungan antar sesama, memperkuat rasa persaudaraan, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Di tengah suasana yang penuh kekeluargaan tersebut, Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga keharmonisan dan ketertiban lingkungan.“Mari kita rayakan hari kemenangan ini dengan hal-hal yang positif, menjaga ketertiban, serta saling menghormati agar suasana damai ini terus kita rasakan bersama,” pesannya. Kehadiran jajaran Forkopimda, tokoh agama, serta perangkat daerah semakin menambah kekhidmatan pelaksanaan Sholat Idul Fitri, namun yang paling terasa adalah semangat kebersamaan yang terjalin tanpa batas antara pemerintah dan masyarakat. Momentum Idul Fitri di Kota Metro tahun ini pun menjadi potret nyata bahwa keharmonisan, kedekatan, dan rasa persaudaraan tetap terjaga kuat di tengah kehidupan masyarakat. (Bsr/Sr)
Ribuan Warga Padati Rumah Dinas Wali Kota Metro, Open House Idul Fitri jadi Momentum Kebersamaan
Ribuan masyarakat Kota Metro memadati Rumah Dinas Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, serta Rumah Dinas Wakil Wali Kota Metro, M. Rafiq Pradana dalam kegiatan open house yang digelar pada hari pertama Idul Fitri, Sabtu (21/03/2026). Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari dengan kehadiran mereka yang ingin bersilaturahmi secara langsung dengan pimpinan daerah. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tampak mewarnai acara, di mana warga berbagai etnis dan suku beserta jajaran Pemkot Metro saling bermaafan serta mempererat hubungan sosial usai menjalani ibadah puasa Ramadan. Open house yang terbuka untuk umum ini menjadi bagian dari tradisi halal bihalal yang rutin dilaksanakan setiap Idul Fitri. Momentum tersebut dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat komunikasi dan kedekatan antara pemerintah dengan masyarakat. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna penting dalam membangun kebersamaan. “Melalui open house ini, kami ingin mempererat tali persaudaraan serta membangun hubungan yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya. Salah satu warga Metro mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai open house menjadi kesempatan langka untuk bertemu langsung dengan kepala daerah. “Alhamdulillah, kami sangat senang bisa datang dan bersilaturahmi langsung dengan Wali Kota Metro, serta berterima kasih atas sambutan hangat dari Pak Bambang yang juga menyuguhkan berbagai hidangan khas lebaran yang ada di rumah dinas ini,” ungkapnya. Sebagai bagian dari tradisi Idul Fitri, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat nilai kebersamaan, saling memaafkan, serta menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat di Kota Metro.(tm/yl)
Pastikan Keamanan Malam Takbiran, Forkopimda Metro Cek Pospam dan Posyan
METRO — Menjelang hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang jatuh pada Sabtu (21/3/2026), jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Metro bergerak cepat memastikan kondisi keamanan tetap terkendali pada malam takbiran. Tidak hanya mengandalkan laporan administratif, para pimpinan daerah turun langsung meninjau sejumlah pos pengamanan (Pospam) dan pos pelayanan (Posyan), Jumat Malam (20/3/2026). Langkah ini menjadi krusial, mengingat Kota Metro merupakan salah satu jalur lintasan arus mudik di Provinsi Lampung. Puncak pergerakan kendaraan yang terjadi pada H-1 Lebaran membuat potensi kerawanan meningkat, baik dari sisi lalu lintas maupun gangguan ketertiban masyarakat di malam takbiran. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menegaskan bahwa pengecekan ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam memastikan masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman. “Kita hari ini bersama Forkopimda meninjau sejumlah pos untuk membantu mengamankan arus mudik. Untuk di Kota Metro insyaallah aman. Hari ini merupakan puncak mudik, jadi kita pastikan kesiapan di pos-pos karena Metro merupakan perlintasan arus mudik. Alhamdulillah semuanya terjaga dengan aman dan terkendali,” ujarnya. Menurutnya, situasi kondusif yang tercipta tidak lepas dari peran serta masyarakat yang mulai menunjukkan kedewasaan dalam merayakan malam takbiran. Pemerintah mengklaim bahwa imbauan untuk tidak melakukan konvoi takbir keliling mulai dipatuhi. “Alhamdulillah masyarakat sudah kita imbau, dan hari ini tidak ada konvoi-konvoi takbir. Mudah-mudahan semuanya tetap terkendali, sehingga masyarakat bisa menikmati Lebaran dengan sebaik-baiknya dan besok melaksanakan Idul Fitri dengan nyaman,” lanjutnya. Namun demikian, pernyataan optimisme tersebut tetap menyisakan catatan penting. Malam takbiran selama ini dikenal sebagai momentum yang rawan berubah arah dari euforia ke potensi gangguan keamanan, terutama jika mobilitas kendaraan tidak terkendali. Di sinilah fungsi pos pengamanan dan pelayanan diuji secara nyata, bukan sekadar formalitas tahunan.Kapolres Metro, Hangga Utama Darmawan, menyampaikan bahwa Polres Metro telah menyiapkan empat titik pos utama untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan di lapangan. “Kita sediakan empat pos, terdiri dari tiga pos pengamanan dan satu pos pelayanan. Malam ini bersama Bapak Wali Kota kita sudah lakukan pengecekan. Selanjutnya kita tinggal menguatkan sarana dan prasarana Polres Metro,” jelasnya. Ia menambahkan, pendekatan humanis tetap menjadi prioritas dalam pengamanan malam takbiran. Aparat tidak hanya melakukan penjagaan, tetapi juga mengedepankan langkah preventif melalui imbauan kepada masyarakat. “Untuk malam takbiran keliling, kita menghimbau masyarakat agar melaksanakan kegiatan di masjid-masjid, sehingga dapat mengurangi mobilitas kendaraan di pusat kota,” tegasnya. Langkah tersebut mencerminkan strategi pengamanan yang tidak hanya berorientasi pada tindakan represif, tetapi juga pada pengendalian sosial berbasis kesadaran kolektif. Forkopimda tampaknya menyadari bahwa stabilitas tidak bisa hanya dijaga oleh aparat, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Di lapangan, sejumlah pos yang ditinjau telah dilengkapi fasilitas pendukung, mulai dari layanan kesehatan hingga pengaturan arus lalu lintas. Personel gabungan dari kepolisian, TNI, dinas perhubungan, sampai tenaga medis disiagakan untuk merespons situasi darurat dengan cepat. Meski situasi hingga Jumat malam terpantau aman dan terkendali, kewaspadaan tetap menjadi kata kunci. Pengamanan malam takbiran bukan sekadar agenda rutin, melainkan ujian konsistensi bagi pemerintah daerah dalam menjaga kepercayaan publik. (Bsr/Sr)