Kota Metro — Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Taqwa Kota Metro, Rabu (27/05/2026). Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, turut melaksanakan Salat Id bersama ratusan jamaah yang memadati area masjid sejak pagi hari. Momentum Hari Raya Idul Adha tahun ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga, sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian sosial melalui ibadah kurban. Usai pelaksanaan Salat Id, pengurus Masjid Taqwa Kota Metro menyampaikan bahwa pada perayaan Idul Adha tahun ini, pihak masjid menyiapkan sebanyak tujuh ekor sapi dan tiga ekor kambing, untuk disembelih dan didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Metro mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai momentum untuk meningkatkan keikhlasan, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama. “Idul Adha bukan hanya tentang ibadah kurban, tetapi juga mengajarkan nilai keikhlasan, kebersamaan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujar Bambang. Setelah Salat Id berlangsung, kegiatan dilanjutkan dengan khutbah Id dan doa bersama, yang turut dipanjatkan untuk keselamatan serta kedamaian bagi kaum muslimin di Palestina. Sementara itu, proses penyembelihan hewan kurban dijadwalkan dilaksanakan setelah rangkaian Salat Id selesai, dengan melibatkan panitia kurban dan masyarakat sekitar Masjid Taqwa Kota Metro. (Bsr/Ydh)
Open House Idul Adha Wali Kota Metro Penuh Kehangatan, Warga Rasakan Kebersamaan Tanpa Sekat
Metro – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Rumah Dinas Wali Kota Metro pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/05/2026). Masyarakat dari berbagai kalangan tampak antusias menghadiri acara open house yang digelar usai pelaksanaan Shalat Id. Didampingi keluarga serta unsur Forkopimda, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, membuka langsung pintu kediamannya untuk menyambut masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam suasana penuh keakraban dan silaturahmi. Momentum Hari Raya Idul Adha tersebut tidak hanya menjadi ajang saling bermaafan, tetapi juga mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.Dalam sambutannya, Bambang menyampaikan bahwa Idul Adha memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar ritual penyembelihan hewan kurban. Menurutnya, hari besar keagamaan tersebut menjadi pengingat penting tentang nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial.“Momen perayaan Idul Adha mengajarkan kita semua tentang arti penting pengorbanan, kepatuhan atas perintah Tuhan, dan yang paling krusial adalah memperkuat kepekaan sosial,” ujarnya. Ia menambahkan, melalui ibadah kurban masyarakat diajak untuk saling berbagi dan memastikan kebahagiaan dapat dirasakan bersama, terutama bagi warga yang membutuhkan. “Melalui momentum ini, kita diajak untuk saling peduli dan berbagi, sehingga tidak ada saudara-saudara kita di Kota Metro yang merasa kekurangan pada hari kemenangan ini,” tambahnya. Bambang juga menilai tradisi open house menjadi salah satu bentuk nyata memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat. Menurutnya, interaksi tanpa sekat antara pemerintah dan warga menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan Kota Metro. “Silaturahmi seperti ini menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Saling memaafkan serta membangun kebersamaan adalah modal penting untuk menjaga ketenteraman dan kemajuan Kota Metro,” katanya. Suasana akrab tampak terlihat sepanjang kegiatan. Warga yang hadir menikmati kesempatan bersalaman, berbincang langsung dengan wali kota, hingga menikmati jamuan yang telah disiapkan.Salah seorang warga mengaku senang dapat hadir langsung bersama keluarga di rumah dinas wali kota. Menurutnya, momentum seperti ini memberikan kedekatan emosional antara pemimpin dan masyarakat. “Alhamdulillah, senang sekali bisa membawa keluarga ke sini, bersilaturahmi langsung, dan merasakan kehangatan dari Pak Wali Kota beserta jajaran Pemkot Metro. Semoga momentum Idul Adha tahun ini membawa berkah, kedamaian, dan kemajuan bagi seluruh masyarakat Kota Metro,” tuturnya. (All)
Wali Kota Metro Turunkan Tim Pengawas Kurban, Ribuan Hewan Dipastikan Sehat dan Aman Dikonsumsi
Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Metro bergerak memastikan pelaksanaan ibadah kurban berjalan aman, sehat, dan sesuai standar kesehatan pangan. Sebanyak puluhan personel diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan hewan kurban di ratusan titik penyembelihan yang tersebar di seluruh wilayah Kota Metro. Tim Pemeriksa Hewan Kurban tersebut dilepas langsung oleh Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso, di Rumah Dinas Wali Kota Metro, Rabu (27/05/2026). Kegiatan ini melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (KP3), dokter hewan, tenaga medis veteriner, relawan masyarakat, hingga pelajar SMK. Dalam arahannya, Bambang menegaskan bahwa pengawasan hewan kurban menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan masyarakat sekaligus memastikan ibadah kurban berlangsung dengan baik. “Pada hari ini kita melaksanakan rangkaian Idul Adha yang juga diikuti dengan pemotongan hewan kurban mulai tanggal 10 Zulhijah. Pemerintah Kota Metro ingin memastikan seluruh proses berjalan baik dan hewan yang dipotong benar-benar sehat serta layak dikonsumsi masyarakat,” ujar Bambang. Ia menyebut jumlah hewan kurban dan titik pemotongan tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan data sementara, terdapat ratusan lokasi penyembelihan dengan estimasi jumlah hewan kurban mencapai lebih dari dua ribu ekor selama hari tasyrik. Menurut Bambang, tingginya jumlah hewan kurban menjadi cerminan kuatnya semangat masyarakat dalam berbagi dan beribadah di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan. “Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan, masyarakat tetap menunjukkan keyakinan dan semangat berkurban. Ini menjadi kebahagiaan dan rasa syukur bagi kita semua,” katanya. Ia berharap distribusi daging kurban nantinya dapat dirasakan secara merata sehingga semakin banyak masyarakat yang menikmati kebahagiaan Hari Raya Idul Adha. Untuk mendukung pengawasan di lapangan, Pemerintah Kota Metro menyiapkan 14 dokter hewan dari lima kecamatan sebagai koordinator pemeriksaan. Mereka akan dibantu tenaga teknis dan relawan guna menjangkau seluruh titik penyembelihan. Menurut Bambang, tugas tersebut bukan hal ringan mengingat ribuan hewan harus diperiksa dalam waktu yang singkat demi memastikan seluruh daging kurban aman dikonsumsi masyarakat. “Kami berterima kasih kepada seluruh tim yang bertugas. Ini pekerjaan besar untuk memastikan hewan kurban yang dipotong benar-benar sehat dan layak dikonsumsi warga masyarakat,” ucapnya. Ia juga mengapresiasi dukungan lintas sektor, termasuk Baznas Kota Metro, para relawan, dan pelajar yang ikut membantu proses pengawasan di lapangan. Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (KP3) Kota Metro, Pipi Puspita, menjelaskan total personel pengawasan hewan kurban tahun ini mencapai 59 orang. Tim tersebut terdiri dari paramedik veteriner, tenaga teknis peternakan, relawan masyarakat, hingga siswa dari SMK Negeri 4 dan SMK Negeri 2 Kota Metro yang dilibatkan sebagai bagian dari pembelajaran lapangan. “Total tim pengawas hewan kurban ada 59 orang. Selain tenaga teknis dan paramedik veteriner, tahun ini kita juga melibatkan adik-adik dari SMK untuk belajar langsung dalam pengawasan hewan kurban,” jelas Pipi. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 382 titik pemotongan hewan kurban tersebar di Kota Metro. Namun, data tersebut masih terus diperbarui seiring adanya laporan tambahan dari masyarakat. Untuk sementara, jumlah hewan kurban yang telah terdata mencapai 794 ekor kambing, sementara pendataan sapi masih berlangsung. Pipi juga mengimbau masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan hewan kurban atau memiliki lokasi pemotongan yang belum terpantau agar segera menghubungi tim pengawas di masing-masing kecamatan. “Setiap kecamatan sudah memiliki koordinator dokter hewan beserta nomor kontaknya. Jadi masyarakat bisa langsung menghubungi apabila membutuhkan pemeriksaan atau pendampingan,” pungkasnya. (Yl/Bgs)
Jelang Idul Adha, Pasar Murah Pemkot Metro Diserbu Warga, Bantu Tekan Lonjakan Harga Pangan
Metro – Tingginya antusiasme masyarakat mewarnai pelaksanaan pasar murah yang digelar Pemerintah Kota Metro menjelang Hari Raya Idul Adha. Program tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok sekaligus memperkuat stabilitas pasokan di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat. Sejak kegiatan dibuka, warga mulai memadati lokasi untuk mendapatkan berbagai komoditas kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibanding harga pasar. Berbagai produk yang disediakan seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, tepung, cabai, bawang merah, bawang putih, serta kebutuhan rumah tangga lainnya menjadi komoditas yang paling diminati masyarakat. Kehadiran pasar murah tidak hanya menjadi sarana pemenuhan kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan, tetapi juga menunjukkan peran aktif pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan daya beli masyarakat. Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Kota Metro, Komarudin, menyampaikan bahwa pelaksanaan pasar murah merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah yang dilakukan secara terukur melalui kolaborasi lintas perangkat daerah bersama Bulog dan distributor. “Momentum menjelang Idul Adha biasanya diikuti peningkatan kebutuhan masyarakat. Pemerintah Kota Metro hadir untuk memastikan masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau serta menjaga stabilitas pasar,” ujarnya saat ditemui di Halaman Pasar Cendrawasih, Selasa (26/05/2026). Komarudin menjelaskan, kegiatan tersebut memang rutin dilaksanakan sebagai upaya menjaga harga bahan pokok tetap terkendali di pasaran, terutama pada komoditas yang kerap mengalami fluktuasi menjelang hari besar keagamaan nasional. “Pemerintah Kota Metro melaksanakan kegiatan ini dalam rangka menstabilkan harga di pasar. Biasanya kebutuhan pokok seperti cabai, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, tepung, telur, gula, dan kebutuhan pokok lainnya mengalami peningkatan permintaan menjelang Idul Adha,” katanya. Menurut Komarudin, pelaksanaan pasar murah merupakan hasil koordinasi antara Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Perdagangan bersama Bulog dan para distributor yang telah membangun komunikasi serta memastikan ketersediaan stok. Subsidi yang diberikan berkisar antara Rp5.000 sampai Rp12.000 untuk setiap komoditas seperti Minyak Goreng Rp. 14.500, Tepung Terigu Rp. 6.000, Gula Pasir Rp. 13.500, Telur Rp. 23.000, Bawang Merah Rp. 23.000, Bawang Putih Rp. 11.000, Cabai Merah Rp. 26.000, Cabai Rawit Rp. 18.000, dan Beras Rp. 57.000. Komarudin berharap program tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga menjelang Idul Adha. “Kami berharap masyarakat bahagia dan merasa terbantu dengan kegiatan ini. Biasanya pasar murah dilaksanakan menjelang hari besar keagamaan atau dalam situasi tertentu yang memerlukan intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga,” tambahnya. Sementara itu, Ketua TP-PKK Kota Metro, Ny. Eni Sumiyati Bambang, turut menyapa warga yang telah mengantre sejak pagi dan mengajak masyarakat untuk tetap tertib selama pelaksanaan kegiatan. “Jangan khawatir, Insya Allah stok akan ditambah. Ibu-ibu dimohon untuk bersabar,” ujarnya. Eni juga memastikan kegiatan serupa masih akan terus dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Metro. “Tenang saja, masih ada tiga kali lagi gelaran pasar murah yang akan diadakan oleh Pemerintah Kota Metro,” katanya. Menurutnya, meskipun terdapat berbagai keterbatasan anggaran, pemerintah daerah tetap berupaya hadir memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pokok. “Mudah-mudahan kegiatan yang digelar hari ini dapat bermanfaat dan membantu masyarakat. Meski ada keterbatasan saat ini, Pemerintah Kota Metro tetap ingin membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok yang terjangkau dengan harga yang lebih murah,” ucapnya. Di akhir kegiatan, Eni juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang tetap tertib dan sabar mengantre di tengah cuaca panas. “Semoga stok yang disediakan cukup dan seluruh masyarakat yang mengantre bisa mendapatkan kebutuhan yang dibutuhkan. Terima kasih kepada masyarakat yang sudah sabar dari pagi. Tetap semangat, semoga semuanya sehat,” tutupnya. (Yl/Sr)
Wali Kota Metro Kukuhkan Forum Kota Sehat 2026–2028, Targetkan Raih Swasti Saba Wistara
Pemerintah Kota Metro resmi mengukuhkan Pengurus Forum Kota Sehat Kota Metro Periode 2026–2028 dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di Aula Pemerintah Kota Metro. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, serta unsur masyarakat. Ketua pelaksana kegiatan, Ir. Yerry Ehwan, M.T., dalam laporannya menyampaikan bahwa pengukuhan Forum Kota Sehat bukan sekadar program pembangunan fisik, melainkan bagian dari pendekatan komprehensif yang mengintegrasikan aspek sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan. Menurutnya, Forum Kota Sehat dibentuk sebagai wadah partisipasi masyarakat yang akan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan Kota Metro yang bersih, nyaman, aman, dan layak huni. Dalam sambutan, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Metro untuk terus meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat melalui pembangunan lintas sektor yang berwawasan kesehatan. “Penyelenggaraan Kota Sehat merupakan upaya bersama untuk menciptakan kondisi kota yang bersih, nyaman, aman, dan sehat bagi masyarakat. Hal ini hanya dapat dicapai melalui kerja sama seluruh elemen pemerintah dan masyarakat,” ujar Bambang. Ia juga menyampaikan bahwa Kota Metro sebelumnya telah dua kali meraih penghargaan Kota Sehat kategori Padapa, yakni pada tahun 2023 dan 2025. Pemerintah Kota Metro kini menargetkan peningkatan prestasi dengan meraih penghargaan Swasti Saba Wistara pada tahun 2027. Untuk mencapai target tersebut, Wali Kota meminta seluruh OPD, kecamatan, dan kelurahan agar bersinergi memenuhi indikator penilaian sembilan tatanan Kota Sehat. Kesembilan tatanan tersebut meliputi, kehidupan masyarakat sehat mandiri, permukiman dan fasilitas umum, satuan pendidikan, pasar sehat, perkantoran dan perindustrian, pariwisata, transportasi dan tertib lalu lintas, perlindungan sosial, hingga pencegahan dan penanggulangan bencana. Wali Kota juga memberikan apresiasi kepada pengurus Forum Kota Sehat yang baru dikukuhkan dan berharap forum tersebut mampu menjadi motor penggerak dalam membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat. “Saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus Forum Kota Sehat Kota Metro Periode 2026–2028. Semoga dapat menjalankan amanah dengan baik dan membawa Kota Metro menjadi kota sehat yang mampu meraih penghargaan Swasti Saba Wistara,” pungkasnya. (Yd/Sr).
Pengawasan Pangan Jelang Idul Adha, Tim SKPT Kota Metro Temukan Produk Tidak Sesuai Standar
Pemerintah Kota Metro melalui Tim Sistem Keamanan Pangan Terpadu (SKPT) kembali memperkuat pengawasan terhadap bahan pangan yang beredar menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Iduladha. Pengawasan dilakukan melalui inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah titik sebagai langkah preventif untuk memastikan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat. Pelaksanaan pengawasan terpadu dilakukan di sejumlah lokasi ritel dan pusat distribusi pangan di Kota Metro dengan melibatkan lintas sektor yang tergabung dalam Tim Sistem Keamanan Pangan Terpadu yang dipimpin oleh Staf Ahli Wali Kota Metro Komarudin bersama Kepala BPOM Lampung, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro, Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Kota Metro, serta Tim Keamanan Pangan Terpadu Kota Metro. Staf Ahli Wali Kota Metro, Komarudin menyampaikan bahwa pengawasan ini menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat sebagai konsumen, dimana keamanan pangan merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas kesehatan masyarakat. “Pemerintah Kota Metro berkomitmen untuk terus menjaga keamanan pangan yang beredar di Kota Metro. Pengawasan ini bukan untuk mencari kesalahan, tetapi memastikan masyarakat mendapatkan pangan yang aman, sehat, dan layak konsumsi menjelang idul adha di Kota Metro, ” ujar Komarudin, Senin (25/05/2026). Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor bersama instansi terkait untuk meningkatkan kepatuhan pelaku usaha terhadap standar keamanan pangan yang berlaku. “Keamanan pangan menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah melakukan pengawasan, pelaku usaha memastikan standar dipenuhi, dan masyarakat juga perlu semakin cerdas dalam memilih produk yang dikonsumsi,” tambahnya. Pemerintah Kota Metro juga mengajak masyarakat untuk lebih teliti saat membeli bahan pangan dengan memastikan produk memiliki izin edar resmi, memperhatikan tanggal produksi dan kedaluwarsa, mengecek kondisi kemasan dan label, serta mengolah bahan pangan sesuai jenis dan peruntukannya. “Dengan kolaborasi seluruh pihak, diharapkan kualitas dan keamanan pangan di Kota Metro dapat terus terjaga,” terangnya. Sementara itu, plt. Kepala DKP3 sekaligus Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Kota Metro, Pipi Puspita, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas Tim SKPT Kota Metro yang terdiri dari lintas sektor dan organisasi perangkat daerah (OPD) sebagaimana ditetapkan dalam Surat Keputusan Wali Kota Metro Nomor 526/KPTS/D-09/2023 yang dilakukan secara rutin sebanyak tiga kali setiap tahun, yakni menjelang Idulfitri, Iduladha, serta Natal dan Tahun Baru. “Kami bersama Kepala BPOM Lampung, Plt Kepala DKP3 Kota Metro dan Tim Keamanan Pangan Terpadu Kota Metro melakukan pengawasan di beberapa lokasi, di antaranya ritel Alfamidi di Kelurahan Yosorejo, Kecamatan Metro Timur serta Chandra Supermarket di Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat,” ujarnya. Hasil pengawasan yang dilakukan, Pipi mengungkapkan adanya penemuan sejumlah ketidaksesuaian yang berpotensi memengaruhi keamanan pangan. “Pada kategori Pangan Segar Asal Tumbuhan, kami menemukan buah, sayur, dan bumbu masak yang sudah layu dan mulai bertunas. Kami juga menemukan penyimpanan beras yang belum memenuhi standar karena masih menggunakan alas triplek sebagai pallet, serta terdapat kutu di dalam kemasan beras,” jelasnya. Pada kategori Pangan Segar Asal Hewan, Tim SKPT juga mendapati telur yang belum mencantumkan izin edar dalam bentuk Nomor Kontrol Veteriner (NKV). “Selain itu, kami menemukan pemajangan daging segar yang bercampur dengan produk ikan berupa belut. Kondisi ini tidak sesuai dengan standar penanganan pangan yang berlaku,” ungkapnya. Sementara pada kategori Pangan Segar Asal Ikan, ditemukan produk beku asal ikan yang dipajang bercampur dengan produk lain serta produk ikan kaleng dengan kondisi kemasan berkarat dan penyok. “Untuk kategori Pangan Olahan, kami menemukan pangan curah yang tidak menampilkan izin edar dan tanggal kedaluwarsa, kemasan pangan yang rusak, hingga produk yang belum memenuhi ketentuan pelabelan karena tidak mencantumkan kode batch maupun tanggal produksi. Tidak hanya itu, tim juga menemukan keberadaan serangga di area pemajangan pangan segar dan pangan olahan,” terangnya. Selain aspek sarana, pengawasan turut menemukan adanya karyawan yang menangani bahan pangan tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD) yang memadai, terutama masker yang langsung ditindaklanjuti di lokasi dengan pemberian teguran dan perbaikan oleh pihak ritel. Menurut Pipi, sejumlah temuan tersebut terjadi karena belum dijalankannya standar operasional prosedur (SOP) secara optimal, terutama pada proses penyortiran bahan pangan yang seharusnya dilakukan setiap hari, termasuk yang menjadi perhatian adalah kebersihan area yang kurang terjaga, minimnya sarana pengendalian hama, serta fasilitas pemajangan yang belum sesuai standar keamanan pangan. “Keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, produsen atau ritel, dan juga konsumen. Sebagai bentuk keseriusan menjaga keamanan pangan, pihak ritel harus segera menindaklanjuti saran perbaikan yang diberikan, mendokumentasikan hasil perbaikannya, dan menyampaikan bukti tindak lanjut kepada petugas terkait,” ujar Pipi. Dalam pengawasan tersebut, tim juga melakukan pengambilan sampel terhadap pangan segar asal tumbuhan, meliputi cabai merah, cabai rawit, bawang merah, kacang panjang, dan timun untuk diuji kandungan residu pestisida serta logam berat, dimana hasil pengujian seluruh sampel dinyatakan aman untuk dikonsumsi. “Kami mengimbau masyarakat agar lebih cermat dalam memilih bahan pangan dengan memastikan produk memiliki izin edar resmi seperti registrasi Kementerian Pertanian, PSAT, NKV, PIRT, BPOM, dan sertifikasi halal.”tuturnya. Menanggapi temuan yang ada, Kepala BBPOM Lampung Bagus Heri Purnomo, menyampaikan bahwa pengawasan pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional, khususnya Iduladha, dilakukan sebagai upaya preventif agar pangan yang sampai ke tangan masyarakat benar-benar aman untuk dikonsumsi. “Temuan ini menjadi perhatian bersama agar pelaku usaha semakin meningkatkan kepatuhan terhadap standar keamanan pangan,” ujarnya. Bagus menjelaskan bahwa meningkatnya aktivitas belanja masyarakat menjelang Iduladha juga perlu diimbangi dengan pengawasan yang lebih intensif, terutama terhadap pangan olahan, pangan segar, dan produk yang memiliki masa simpan tertentu. “Dalam hal ini pelaku usaha memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap produk yang dipasarkan memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk izin edar, pencantuman informasi produk, kondisi kemasan, serta sistem penyimpanan yang sesuai. Sementara masyarakat juga diimbau untuk menjadi konsumen yang cerdas dengan selalu memeriksa kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa sebelum membeli,”tambahnya. Sebagai Kepala BBPOM, menegaskan bahwa hasil pengawasan ini akan ditindaklanjuti melalui pembinaan dan pemantauan perbaikan oleh pihak pengelola agar kualitas dan keamanan pangan di Kota Metro dapat terus terjaga menjelang Iduladha.(Yl/Sr)
Metro Perkuat Tata Kelola Data, BPS Canangkan Kelurahan Cantik dan Pembinaan Statistik 2026
Pemerintah Kota Metro bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Metro terus memperkuat tata kelola data daerah melalui pencanangan Kelurahan Cinta Statistik (Cantik) dan Pembinaan Statistik Sektoral Tahun 2026 yang digelar di Aula Pemerintah Kota Metro, Senin (25/05/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun sistem data yang akurat, terintegrasi, dan berkelanjutan guna mendukung pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran di Kota Metro. Pranata Komputer Ahli Muda BPS Kota Metro, Ariyanto, mengatakan pembangunan daerah yang efektif harus ditopang data yang kuat, tidak hanya pada tingkat makro, tetapi juga hingga level kelurahan dan organisasi perangkat daerah (OPD). “Kolaborasi ini merupakan bentuk nyata sinergi antara BPS Kota Metro dan Pemerintah Kota Metro dalam membangun ekosistem data yang tangguh. Kami mengapresiasi dukungan penuh Pemkot Metro sehingga pembinaan statistik daerah tahun 2026 dapat berjalan dengan baik,” ujarnya. Program Kelurahan Cantik sendiri merupakan program nasional BPS yang bertujuan meningkatkan literasi statistik, standarisasi pengelolaan data, serta optimalisasi pemanfaatan data di tingkat kelurahan. Melalui program ini, kelurahan didorong tidak hanya menjadi pengguna data, tetapi juga mampu menjadi produsen data yang aktif, cermat, dan bertanggung jawab. Sejak 2021 hingga 2025, BPS Kota Metro telah membina sembilan kelurahan, yakni Yosodadi, Banjarsari, Yosorejo, Rejomulyo, Tejosari, Tejo Agung, Mulyojati, Hadimulyo Timur, dan Iringmulyo. Kesembilan kelurahan tersebut diharapkan menjadi percontohan pengelolaan statistik di Kota Metro. Sementara pada tahun 2026, pembinaan difokuskan pada tiga kelurahan baru, yaitu Ganjaragung, Ganjarasri, dan Mulyosari. Selain pencanangan Kelurahan Cantik, BPS Kota Metro juga melaksanakan pembinaan statistik sektoral melalui Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS). Tahun ini, penilaian EPSS difokuskan pada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Metro sebagai OPD strategis pengelola data vital daerah. Dalam kesempatan itu, BPS turut mensosialisasikan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yakni basis data terpadu yang memuat kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan masyarakat hasil integrasi DTKS, Regsosek, dan P3KE. DTSEN kini menjadi rujukan utama berbagai program bantuan pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH), BPNT atau Program Sembako, hingga Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Masyarakat yang merasa data dirinya belum sesuai juga diberikan akses pengaduan melalui kelurahan, Dinas Sosial, aplikasi Cek Bansos, maupun layanan resmi Kementerian Sosial. Tak hanya itu, BPS Kota Metro juga menyampaikan kesiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang akan mendata seluruh aktivitas usaha, termasuk perkembangan ekonomi digital, transaksi QRIS dan e-wallet, hingga fenomena gig economy. Pendataan lapangan dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Metro, Yerri Ehwan, menegaskan bahwa data berkualitas menjadi fondasi utama dalam menentukan arah pembangunan daerah di era digital. “Program Kelurahan Cantik merupakan inisiasi luar biasa dalam meningkatkan literasi, kesadaran, dan peran aktif perangkat kelurahan dalam pengelolaan data statistik. Kelurahan sebagai ujung tombak pemerintahan harus memiliki kapasitas dan komitmen kuat dalam mengelola data yang akurat dan berkelanjutan,” kata Yerri. Menurutnya, tanpa data yang valid dan terintegrasi, kebijakan pembangunan berisiko tidak tepat sasaran. Karena itu, penguatan statistik hingga tingkat kelurahan menjadi langkah penting dalam mewujudkan pembangunan Kota Metro yang lebih efektif, tepat, dan berbasis data. (Tm/Sr)
Apel Mingguan Pemkot Metro: Persiapan Hari Lahir Pancasila hingga Doa untuk Jamaah Haji
Pemerintah Kota Metro kembali menggelar apel mingguan pada Senin (25/5/2026) yang diikuti seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Metro. Kegiatan berlangsung tertib dan khidmat di halaman Pemerintah Kota Metro. Bertindak sebagai pembina apel, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Metro, Helmy Zain, menyampaikan sejumlah arahan penting kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan peserta apel. Dalam amanatnya, Helmy Zain meminta seluruh OPD mulai mempersiapkan pelaksanaan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang akan diperingati pada 1 Juni 2026 mendatang. Ia menegaskan bahwa momentum tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan pengingat penting untuk terus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan pelayanan publik. “Seluruh OPD saya minta agar dapat mempersiapkan dan melaksanakan upacara Hari Lahir Pancasila dengan baik dan penuh tanggung jawab. Momentum ini bukan hanya seremonial semata, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Helmy Zain. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antarp perangkat daerah agar seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Lahir Pancasila dapat berjalan lancar dan khidmat. Selain itu, dalam kesempatan tersebut Helmy Zain turut mengajak seluruh peserta apel untuk mendoakan para jamaah haji yang saat ini tengah menjalankan ibadah di Tanah Suci Mekkah. Menurutnya, doa bersama menjadi bentuk dukungan moral agar seluruh jamaah diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran selama menjalankan rangkaian ibadah haji. “Saya mengajak seluruh peserta apel untuk bersama-sama mendoakan saudara-saudara kita yang sedang menunaikan ibadah haji di Mekkah. Semoga seluruh jamaah diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran dalam menjalankan ibadahnya serta dapat kembali ke tanah air dengan selamat dan menjadi haji yang mabrur,” katanya. Suasana apel berlangsung penuh kekhidmatan. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib, mulai dari penghormatan, penyampaian amanat pembina apel, hingga doa bersama. Apel mingguan ini menjadi agenda rutin Pemerintah Kota Metro sebagai upaya memperkuat disiplin aparatur sekaligus menyampaikan arahan strategis terkait pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. (Md/Sr)
Hadiri Haflah Akhirus Sanah Al Ishlah, Wali Kota Metro Ajak Santri Jaga Akhlak dan Amalkan Ilmu di Masyarakat
Wali Kota Metro H. Bambang Iman Santoso, S.Sos., M.Pd.I. menghadiri kegiatan Haflah Akhirus Sanah dalam rangka Wisuda wa Tasyakur Khotmil Qur’an 30 Juz, Sab’atul Munjiyat, Juz 30 Bil Ghoib dan Tahtiman Kitab Tafsir Jalalain sekaligus Pelepasan Siswa/Siswi RA, MI, MTs dan MA Al Ishlah Tahun Ajaran 2025/2026 di Lampung Selatan, Minggu (24/05/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, beserta jajaran dan menjadi momentum penuh makna bagi para santri, orang tua, tenaga pendidik, serta para alumni yang memiliki kedekatan dengan lembaga pendidikan tersebut. Bagi Wali Kota Metro, kehadiran pada kegiatan tersebut memiliki arti tersendiri, dimana Al Ishlah bukan sekadar lembaga pendidikan yang dikunjungi dalam agenda pemerintahan, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan hidup dan pendidikan yang pernah membentuk nilai serta karakter dirinya. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Metro menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar Al Ishlah yang terus menjaga tradisi pendidikan berbasis keislaman dan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi akhlak dan spiritual yang kuat. Menurutnya, prosesi wisuda khatmil Qur’an dan pelepasan siswa bukan hanya menjadi penanda selesainya jenjang pendidikan, tetapi juga awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam mengamalkan ilmu ditengah masyarakat. “Kembali hadir di tempat yang pernah menjadi bagian dari perjalanan pendidikan saya tentu menghadirkan rasa syukur dan kebanggaan tersendiri. Al Ishlah bukan hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan nilai kehidupan, kedisiplinan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an yang menjadi bekal hingga hari ini,”ungkapnya. Tak hanya itu, Bambang juga mengucapkan selamat tentunya kepada seluruh siswa dan santri yang hari ini diwisuda dan dilepas. “Jadikan capaian ini sebagai langkah awal untuk terus belajar, menjaga akhlak, dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta para guru yang telah mengabdikan diri membentuk generasi yang berilmu dan berkarakter,” ujarnya. Menurutnya, lembaga pendidikan berbasis pesantren memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, nilai keagamaan, dan kepedulian sosial. Kehadiran Wali Kota Metro pada kegiatan tersebut menjadi refleksi bahwa pendidikan dan nilai yang ditanamkan sejak masa belajar akan terus melekat serta menjadi fondasi dalam menjalankan peran dan tanggung jawab kepada masyarakat. (Yl/Bgs)
Walikota Metro Melayat Korban Penembakan di Ganjar Asri, Imbau Warga Waspada Pinjaman Ilegal
Wali Kota Metro H. Bambang Iman Santoso, S.Sos., M.Pd.I. di dampingi Ketua TP. PKK Kota Metro melayat ke rumah duka salah satu warga yang menjadi korban meninggal dunia dalam peristiwa penembakan yang diduga berkaitan dengan persoalan hutang dengan koperasi, di Jalan Bras RW 05, Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, Minggu (24/05/2026). Kedatangan Wali Kota Metro merupakan bentuk empati dan kepedulian Pemerintah Kota Metro terhadap keluarga korban sekaligus memastikan pemerintah hadir di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah. Korban diketahui bernama Dedi Kristian Agung (49), warga Jalan Fajar Asri RW 05, Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu malam, 23 Mei 2026 sekitar pukul 20.00 WIB. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga dan berharap keluarga diberikan kekuatan serta ketabahan menghadapi musibah tersebut. Wali Kota juga meminta masyarakat tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum agar seluruh fakta dapat terungkap secara objektif. “Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Metro, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa almarhum Bapak Dedi Kristian Agung. Kami hadir untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga dan memastikan pemerintah turut memberikan perhatian kepada warga yang sedang berduka.”ungkapnya. Sebagai Wali Kota Metro, ia juga mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas pinjam-meminjam, terutama kepada lembaga atau pihak yang legalitas dan mekanismenya tidak jelas. “Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua agar lebih bijak dan berhati-hati dalam urusan pembiayaan maupun pinjaman. Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan lembaga keuangan yang memiliki izin resmi dan mengedepankan penyelesaian persoalan secara baik serta sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya. Pemerintah Kota Metro juga akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan situasi di lingkungan masyarakat tetap kondusif pasca kejadian, sambil menunggu hasil pendalaman dan penanganan lebih lanjut dari aparat kepolisian. Sementara itu, Lurah Ganjar Asri, Ruben Nugroho, menjelaskan berdasarkan informasi awal yang diperoleh dari pihak kepolisian, peristiwa tersebut diduga bermula dari persoalan hutang-piutang antara korban dan pelaku yang disebut melakukan penagihan pada saat kejadian berlangsung. Menurut Ruben, berdasarkan informasi yang diterima dari jajaran Polres dan Polsek, pada malam kejadian korban tengah menjalankan aktivitas usaha UMKM bersama istri dan anaknya saat pelaku datang dengan tujuan melakukan penagihan kepada korban. Dari informasi sementara, interaksi antara keduanya kemudian berkembang menjadi cekcok hingga terjadi peristiwa kekerasan yang menyebabkan korban mengalami luka tembak, dimana senjata yang digunakan sudah dibawa sebelum kejadian. “Informasi yang kami terima sementara dari aparat penegak hukum, peristiwa ini berawal dari persoalan hutang-piutang yang kemudian berkembang menjadi perselisihan di lokasi kejadian. Saat ini seluruh proses pendalaman dan penanganan berada di bawah kewenangan kepolisian,” ujar Ruben. Menurutnya, pemerintah tidak dapat membatasi keputusan masyarakat dalam memilih sumber pembiayaan, namun masyarakat perlu memahami risiko yang dapat muncul apabila menggunakan jasa pinjaman yang tidak memiliki izin dan mekanisme yang jelas. “Sebagai pembelajaran bersama, kami mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dan memastikan legalitas lembaga keuangan atau koperasi sebelum melakukan pinjaman. Risiko yang ditimbulkan tidak hanya berkaitan dengan beban bunga, tetapi juga potensi tekanan, intimidasi, maupun persoalan lain yang dapat berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi keluarga,” tutupnya.(Yl/Bgs)