0 Comments

Pengajian Akbar Maulid Nabi di Masjid Taqwa, Wali Kota Metro Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Keimanan

Pemerintah Kota Metro bersama Majelis Taklim Masjid Agung Taqwa Metro menggelar Pengajian Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Kamis (27/8/2026). Kegiatan yang menghadirkan penceramah Dr. H. Komarudin Cholil, M.Ag., dari Bandungtersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali mengenang keteladanan, perjuangan, serta akhlak mulia Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan di tengah masyarakat. Dalam sambutannya, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, berharap Pengajian Akbar hari ini dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kecintaan umat kepada Rasulullah SAW, sekaligus mempererat silaturahmi antara Pemerintah Kota Metro, majelis taklim, tokoh agama, dan masyarakat. Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, seluruh jamaah diajak untuk tidak hanya mengenang perjalanan dan perjuangan Rasulullah SAW, tetapi juga menerapkan nilai-nilai keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. “Alhamdulillah, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk meningkatkan kegiatan dakwah Islamiyah, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kekompakan di tengah masyarakat,” kata Bambang. Menurutnya, semangat kebersamaan dalam suasana peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 tersebut, terlihat dari para jamaah yang hadir dengan mengenakan busana bernuansa merah putih sebagai simbol semangat persatuan dan kebersamaan. “Ini menjadi momentum untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujarnya. Lebih lanjut, Bambang juga meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar Pemerintah Kota Metro dapat terus memberikan pelayanan terbaik dan menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat. Hal tersebut dinilai penting, mengingat pemerintah daerah masih menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan pembangunan, termasuk keterbatasan kondisi fiskal daerah. “Walaupun di tengah-tengah situasi yang sedang sulit, mungkin kondisi fiskal dan sebagainya, kami tidak pernah menyerah. Kami tetap optimis bisa memberikan persembahan yang terbaik, pelayanan yang terbaik buat warga masyarakat Kota Metro,” tuturnya. Sebagai Wali Kota Metro, Bambang berharap pembangunan dan pelayanan pemerintah ke depan dapat terus membawa perubahan positif bagi masyarakat sehingga Kota Metro menjadi kota yang masyarakatnya semakin sejahtera, hidup dalam kebersamaan, serta memperoleh kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat. “Kota Metro menjadi kota yang masyarakatnya semuanya sejahtera dan yang paling penting semuanya masyarakatnya nantinya menjadi masyarakat yang penuh dengan kebahagiaan,” ungkapnya. Bambang juga mengungkapkan kerinduannya untuk kembali mendengarkan nasihat dan wejangan dari Dr. H. Komarudin Cholil, M.Ag., yang selama ini tidak hanya dipandangnya sebagai seorang guru, tetapi juga sebagai mentor sekaligus kiai yang memberikan banyak arahan dan keteladanan dalam kehidupannya. “Mudah-mudahan dari apa yang Ustadz sampaikan nanti benar-benar menjadi bekal buat kami semuanya. Tentunya bekal dalam rangka menjalani kehidupan di dunia dan menjadi bekal juga nanti pada saat kembali kepada Allah Subhanahu wa ta’ala,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Majelis Taklim beserta seluruh anggota dan panitia yang telah menyukseskan pelaksanaan Pengajian Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW.Ia menilai kekompakan dan kebersamaan panitia menjadi salah satu faktor penting yang mendukung terselenggaranya kegiatan keagamaan tersebut dengan baik dan lancar. “Alhamdulillah, berkat kekompakan seluruh panitia, setiap kegiatan, khususnya yang berkaitan dengan pengajian dan kegiatan keagamaan lainnya, dapat dipersiapkan dengan baik. Bahkan ketika persiapannya dilakukan dalam waktu yang cukup singkat, insyaallah semuanya tetap dapat berjalan dengan lancar karena panitia sudah siap dan solid,” paparnya. Tidak hanya itu, Bambang juga mengajak seluruh jamaah untuk terus menjaga semangat kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Bambang juga berharap nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu memperkuat kerukunan dan kepedulian antarwarga. Sementara itu, Ustadz Dr. H. Komarudin Cholil, M.Ag., .dalam tausiyahnya mengajak seluruh jamaah untuk memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dengan memperbanyak selawat dan meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, salah satu tanda seseorang mencintai sesuatu adalah sering menyebut dan mengingat sesuatu yang dicintainya. Hal tersebut ia kaitkan dengan kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW. “Ciri cinta, man ahabba syai’an katsura dzikruhu. Siapa yang mencintai sesuatu, pasti banyak menyebut-nyebut sesuatu itu. Pikirannya, ucapannya, hatinya, pasti banyak tertuju pada sesuatu yang dicintainya,” ujar Dr. H. Komarudin Cholil. Komarudin juga mengajak para jamaah untuk memperbanyak selawat sebagai salah satu bentuk ikhtiar spiritual bagi umat Islam dalam menghadapi berbagai persoalan dan memohon pertolongan Allah SWT. “Siapa yang masih susah dengan hajatnya, belum terkabul doa-doanya, belum terwujud cita-citanya, hendaklah engkau memperbanyak kepadaku berselawat. Karena sesungguhnya dengan selawatmu dibukakan pintu kesusahan menjadi mudah, dibukakan pintu ijabah, diperbanyak rezekimu, dikabulkan doa-doamu,” tuturnya. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW tidak cukup hanya dengan memperbanyak selawat, tetapi juga harus diwujudkan dengan meneladani akhlak Rasulullah. (Yl/Yd)

0 Comments

Wakil Wali Kota Metro Dorong Mahasiswa Kembangkan Jiwa Kewirausahaan melalui Kantin Kontainer

Wakil Wali Kota Metro Dr. M. Rafieq Adi Pradana, menyampaikan sambutan pada Launching Program Pemberdayaan Ekonomi Dompet Dhuafa melalui Kantin Kontainer Universitas Muhammadiyah Metro, Kamis (27/8/2026). Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dompet Dhuafa, UPZDK Permata Bank Syariah, Universitas Muhammadiyah Metro dan Pemerintah Kota Metro sebagai upaya mendorong pemberdayaan ekonomi sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Dalam sambutannya, Rafieq mengapresiasi inisiatif tersebut karena dinilai sejalan dengan visi Pemerintah Kota Metro dalam mewujudkan Kota Metro sebagai kota jasa. Menurutnya, pemberdayaan mahasiswa melalui kegiatan kewirausahaan menjadi investasi penting untuk mempersiapkan generasi muda agar mampu mandiri secara ekonomi. “Dengan adanya pemberdayaan seperti ini, visi Kota Metro sebagai kota jasa pencapaiannya semakin tinggi. Apalagi yang kita berdayakan adalah para mahasiswa yang nantinya di masa depan akan menjadi para pemimpin,” ujar Rafieq. Ia mengatakan Kantin Kontainer tidak hanya menjadi tempat mahasiswa menjalankan usaha, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang berdiskusi, membangun kreativitas, serta mengembangkan berbagai ide dan inovasi.Rafieq menekankan pentingnya mengubah pola pemberian bantuan dari sekadar memberikan bantuan langsung menjadi pemberdayaan yang mampu menciptakan kemandirian. “Jangan lagi kita hanya memberikan ikan, tetapi berikan kail dan pancingnya. Inilah bentuk nyata dari filosofi tersebut, bagaimana mahasiswa diberikan wadah untuk berusaha, berdikari, dan terus berkembang,” katanya. Ia berharap mahasiswa yang terlibat dalam pengelolaan Kantin Kontainer dapat memanfaatkan kesempatan tersebut secara optimal. Pengalaman mengelola usaha sejak di bangku kuliah diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa ketika memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri. Wakil Wali Kota, juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Metro siap mendukung berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan secara kolaboratif. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga sosial, dan dunia usaha merupakan bagian penting dalam menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat. “Kami siap mendukung kegiatan-kegiatan untuk pemberdayaan masyarakat. Saya berharap program ini tidak berhenti di lingkungan akademisi saja tetapi juga dapat dikembangkan ke bidang-bidang lainnya,” ungkapnya. Rafieq turut berharap keberadaan Kantin Kontainer dapat menjadi ruang yang aktif bagi mahasiswa ketika kegiatan perkuliahan berlangsung. Selain sebagai pusat aktivitas ekonomi tempat tersebut diharapkan menjadi ruang interaksi yang melahirkan ide-ide kreatif dan inovatif. “Ketika perkuliahan sudah aktif saya berharap tempat ini menjadi salah satu ruang yang ramai untuk mahasiswa berdiskusi, beristirahat, maupun sekadar berkumpul bersama teman-temannya,” ujarnya. Sementara itu Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Metro, Dr. Eva Roliah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dompet Dhuafa, UPZDK Permata Bank Syariah, serta Pemerintah Kota Metro yang telah mendukung hadirnya Kantin Kontainer di lingkungan kampus. Eva mengatakan keberadaan Kantin Kontainer menjadi program pemberdayaan yang tidak hanya memberikan fasilitas bagi mahasiswa, tetapi juga membuka ruang bagi mereka untuk mengembangkan kreativitas, literasi, diskusi, dan jiwa kewirausahaan. “Kantin ini akan menjadi tempat literasi dan perkumpulan mahasiswa untuk berdiskusi. Selama ini ruang diskusi banyak dilakukan di dalam ruangan sementara tempat ini memberikan suasana yang lebih terbuka, nyaman, dan menyenangkan,” ujarnya. Ia menambahkan program tersebut juga memiliki nilai sosial karena keuntungan dari pengelolaan kantin diharapkan dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa termasuk membantu mahasiswa yang memiliki keterbatasan dalam pembiayaan pendidikan. Menurut Eva, konsep pemberdayaan tersebut sejalan dengan semangat Universitas Muhammadiyah Metro dalam memberikan ruang kepada mahasiswa untuk berkembang baik secara akademik maupun nonakademik. “Kami berharap dari sini akan tumbuh wirausahawan muda. Mahasiswa dapat belajar mengelola usaha dengan baik sekaligus memiliki kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan meskipun memiliki keterbatasan secara ekonomi,” katanya. Eva juga berharap program Kantin Kontainer dapat terus diperluas ke lingkungan kampus lainnya di Universitas Muhammadiyah Metro. Ia menyebut pihak universitas masih memiliki sejumlah lokasi yang berpotensi dikembangkan sebagai ruang pemberdayaan mahasiswa. “Kami berharap program ini dapat berlanjut ke kampus-kampus lainnya sehingga semakin banyak mahasiswa yang mendapatkan kesempatan untuk belajar berwirausaha dan mengembangkan potensinya,” ungkapnya. Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Metro bersama Dompet Dhuafa, UPZDK Permata Bank Syariah, dan Universitas Muhammadiyah Metro berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam menciptakan ekosistem pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan, khususnya bagi generasi muda. Keberadaan Kantin Kontainer diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan yang mampu melahirkan wirausahawan muda yang mandiri, kreatif dan berdaya saing (Md/Sr)

0 Comments

KKP Dorong Budidaya Ikan Darat Tematik di Kota Metro, Pemkot Siapkan Lokasi

Pemerintah Kota Metro mendapat kunjungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia dalam rangka mendorong pengembangan program Budidaya Ikan Darat Tematik di Kota Metro. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan ketersediaan protein ikan, sekaligus membuka peluang usaha dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, di ruang kerjanya, Rabu (26/8/2026). Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor perikanan yang produktif dan berkelanjutan. Perwakilan KKP, Fernando Jongguran Simanjuntak, menyampaikan bahwa Budidaya Ikan Darat Tematik, merupakan salah satu program kerja prioritas nasional KKP yang diarahkan untuk dikembangkan di 40.000 titik yang tersebar di 500 kabupaten/kota di Indonesia. Kota Metro menjadi salah satu daerah yang masuk dalam penjajakan pengembangan program tersebut. “Program ini selaras dengan program kegiatan Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia. Saat ini kami sedang dalam proses mencari calon penerima lokasi dan pada periode pertama ini salah satunya berada di Provinsi Lampung, termasuk Kota Metro,” ujar Fernando. Ia menjelaskan, KKP telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Metro untuk memperoleh dukungan pemerintah daerah, terutama dalam menyiapkan lokasi yang dinilai potensial untuk pengembangan budidaya ikan tematik. “Kami berharap Wali Kota beserta jajaran dapat menyiapkan kelurahan-kelurahan yang nantinya bisa menjadi lokasi pembangunan budidaya ikan tematik berupa Recirculating Aquaculture System (RAS),” jelasnya. Konsep yang ditawarkan dalam program tersebut adalah satu kelurahan satu titik. Dengan 22 kelurahan yang tersebar di lima kecamatan, Kota Metro dinilai memiliki potensi untuk mengembangkan budidaya ikan air tawar secara lebih terarah dan terintegrasi. Data Pemerintah Kota Metro mencatat Kota Metro terdiri atas lima kecamatan dan 22 kelurahan. Menurut Fernando, pengembangan budidaya ikan darat tematik tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi ikan, tetapi juga memperkuat ketersediaan sumber protein masyarakat serta menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga. “Harapan kami, jika program ini berjalan di Kota Metro, kota ini akan memiliki swasembada protein berupa ikan. Kemudian, ini juga dapat menjadi mata pencaharian masyarakat serta menyuplai berbagai kebutuhan, salah satunya SPPG untuk mendukung pemenuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG),” katanya. Dalam pelaksanaannya, KKP akan memberikan dukungan berupa sarana dan prasarana serta pendampingan. Sementara itu, pengelolaan dan operasional unit budidaya diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan oleh masyarakat melalui kelembagaan di tingkat kelurahan. Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menyambut baik rencana pengembangan Budidaya Ikan Darat Tematik tersebut. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Metro dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mengoptimalkan potensi sektor perikanan daerah. “Kami menyambut baik program ini dan siap mendukung pelaksanaannya. Tentunya, kita akan melihat kesiapan lokasi serta masyarakat yang nantinya menjadi penerima manfaat program,” ujar Bambang. Ia menegaskan, Pemerintah Kota Metro akan mendorong keterlibatan kelurahan dan masyarakat agar program yang dikembangkan tidak berhenti pada pembangunan sarana, tetapi dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan. Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota Metro akan melakukan survei ke sejumlah lokasi untuk melihat potensi dan kesiapan lahan yang dapat dikembangkan sebagai titik budidaya ikan tematik. Survei tersebut juga akan menjadi dasar dalam menentukan lokasi yang sesuai dengan kebutuhan program, kondisi lingkungan, serta potensi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Bambang berharap, sinergi antara Pemerintah Kota Metro dan KKP dapat menghasilkan program budidaya ikan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dalam pemenuhan kebutuhan protein maupun peningkatan pendapatan. “Yang paling penting adalah bagaimana program ini nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan dapat berjalan secara berkelanjutan,” pungkasnya. Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Metro berkomitmen untuk terus mengoptimalkan potensi perikanan sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan daerah, pengembangan ekonomi masyarakat, serta penyediaan sumber protein hewani yang berkelanjutan.(Tm/Yl/Md/Sr)

0 Comments

Wali Kota Metro Lepas Peserta OJT Reguler Batch 38 IDEA Indonesia, Siap Ditempatkan di Hotel Bintang 3, 4 dan 5

Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menghadiri sekaligus melepas secara simbolis peserta On Job Training (OJT) Reguler Batch 38 IDEA Indonesia, yang digelar di Hotel IDEA Indonesia, Rabu (26/08/2026). Kegiatan tersebut menjadi tahapan penting bagi para peserta sebelum memasuki dunia industri, setelah sebelumnya mengikuti pelatihan intensif di IDEA Indonesia yang berasal dari seluruh kabupaten/kota di Lampung, Sumatera Selatan, serta sejumlah daerah di luar Pulau Sumatera. Presdir PT Aidea Indonesia Akademi Tbk, Eko Desriyanto, mengatakan kegiatan pelepasan tersebut menjadi momentum setelah para peserta menjalani pelatihan selama kurang lebih tiga bulan. “tiga bulan yang lalu kurang lebih Pak Wali turut menyambut adik-adik ini dan hari ini kita akan sama-sama melepas. Kalau kemarin penyambutan tidak ada para para wali, ini para wali hadir,” ujar Eko. Menurutnya, para peserta yang hari ini dinyatakan selesai mengikuti pelatihan akan segera menjalani OJT di berbagai hotel bintang 3, 4 dan 5 di Jakarta serta sejumlah kota lainnya. Eko menilai perubahan peserta terlihat signifikan selama mengikuti pelatihan selama dua hingga tiga bulan sebelumnya, dimana banyak peserta belum memiliki kemampuan dasar dalam hal make up, berpakaian maupun grooming yang baik. “Tiga bulan yang lalu, adik-adik kita belum bisa makeup, belum bisa dress atau grooming yang baik. Hari ini, karena saya tidak terlibat langsung dalam pelatihan sehari-hari secara intensif, beberapa wajah itu sempat membuat saya kaget,” katanya. Perubahan tidak hanya terlihat dari penampilan, tetapi juga kemampuan berbahasa Inggris. Eko menyebut, para peserta sebelumnya tidak terbiasa menggunakan bahasa Inggris secara aktif dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di sekolah. Namun, setelah menjalani pelatihan intensif, para peserta mampu mengikuti proses wawancara menggunakan bahasa Inggris dan mendapatkan penempatan di hotel bintang 3, 4 dan 5 serta mendapatkan penempatan 100%. Hal tersebut juga membuktikan bahwa pembelajaran bahasa Inggris yang diberikan secara intensif di IDEA Indonesia telah memberikan hasil yang baik. Selain kemampuan bahasa, Praktik di berbagai departemen perhotelan menjadi bukti bahwa pelatihan dalam beberapa bulan tersebut mampu membekali peserta dengan keterampilan yang dibutuhkan industri. “Maka nanti di hotel tugas kalian adalah membuktikan diri bahwa kalian layak untuk menjadi karyawan profesional,” tegasnya. Eko menjelaskan, meskipun disebut sebagai On Job Training, OJT di IDEA Indonesia pada dasarnya merupakan tahap pembuktian kemampuan peserta setelah mendapatkan pembelajaran. “On job training di IDI Indonesia itu sebenarnya adalah hanya pembuktian saja. Pembuktian bahwa apa yang kalian dapatkan dan kalian lakukan di IDI Indonesia telah membuat kalian menjadi lulusan profesional unggul,” jelasnya. Ia berharap melalui kegiatan ini, para peserta mampu menunjukkan kemampuan tersebut kepada manajemen hotel sehingga dapat meniti karier dan menjadi pemimpin di bidang hotel, hospitality dan tourism di masa depan. Eko juga mengingatkan bahwa peserta baru dapat disebut benar-benar selesai apabila telah mendapatkan pekerjaan secara definitif, untuk itu ia meminta orang tua dan seluruh pihak untuk terus memberikan dukungan ketika peserta memasuki lingkungan baru, menghadapi orang-orang baru, serta menjalani proses adaptasi di industri. “Seperti halnya mereka sudah berhasil beradaptasi dalam 3 bulan terakhir di ID Indonesia. Kita dukung bersama-sama juga agar masa adaptasinya di industri nanti juga bisa berhasil sesukses mereka beradaptasi dengan lingkungan baru di ID Indonesia,” ujarnya. Ia menegaskan, IDEA Indonesia masih memiliki tanggung jawab untuk memberikan bimbingan, coaching, mentoring dan motivasi kepada peserta hingga proses OJT selesai. “Target kita 90%. on job training ini langsung direkrut di mana mereka on job training,” katanya. Untuk mencapai target tersebut, lanjut Eko, peserta tidak hanya membutuhkan hard skill, tetapi juga soft skill yang telah diberikan selama pelatihan, mulai dari disiplin, positive behavior, attitude, sikap hingga mindset. Tak hanya itu, peserta juga tidak perlu ragu untuk kembali berkomunikasi dengan tim IDEA Indonesia apabila menemukan persoalan atau lupa terhadap materi yang telah dipelajari. Sementara itu, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menyampaikan bahwa OJT merupakan tahapan yang sangat penting dalam mempersiapkan peserta memasuki dunia kerja. “Peserta tidak hanya dituntut untuk memahami teori, tetapi juga belajar secara langsung mengenai dunia kerja, kedisiplinan, tanggung jawab, komunikasi, etika profesional, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja,” kata Bambang. Oleh karena itu, ia meminta seluruh peserta memanfaatkan kesempatan OJT dengan sebaik-baiknya dan tidak hanya menjadikan pekerjaan sebagai tujuan akhir. “Jangan hanya berpikir bahwa tujuan akhirnya adalah mendapatkan pekerjaan. Lebih dari itu, jadikan pengalaman ini sebagai proses untuk membentuk karakter, meningkatkan kompetensi, dan membangun kepercayaan diri,” pesannya. Bambang juga berpesan kepada seluruh peserta agar menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, lembaga pendidikan, IDEA Indonesia dan Kota Metro. “Tunjukkan bahwa generasi muda Kota Metro adalah generasi yang disiplin, berintegritas, mau belajar, bekerja keras, dan mampu bersaing,” tegasnya. Peserta juga diharapkan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan selama menjalani OJT, karena setiap tantangan harus dijadikan pengalaman dan pembelajaran. “Bertanyalah apabila belum memahami sesuatu, terbukalah terhadap masukan, dan teruslah meningkatkan kemampuan,” imbuhnya. Bambang berharap setelah menyelesaikan OJT, para peserta menjadi pribadi yang lebih siap memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri. “Jalani setiap proses dengan sungguh-sungguh, disiplin, penuh tanggung jawab, dan semangat untuk terus belajar,” pungkasnya.(Yl/Agp)

0 Comments

Rafieq: Persoalan TPAS Karangrejo Jadi Momentum Benahi Pengelolaan Sampah Metro

Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, menegaskan persoalan persampahan di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Karangrejo harus menjadi pembelajaran bersama untuk memperkuat tata kelola persampahan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Rafieq saat memimpin apel mingguan di Halaman Kantor Wali Kota Metro, Senin (24/8/2026). Menurut Rafieq, kembali dibukanya TPAS Karangrejo setelah pemerintah dan masyarakat mencapai kesepakatan menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Metro untuk melakukan pembenahan pengelolaan sampah secara menyeluruh. “Kita baru saja mengalami permasalahan terkait persampahan di TPAS Karangrejo. Ini menjadi pelajaran bagi kita semua karena tempat ini sempat ditutup dan pelayanan pengangkutan sampah mengalami gangguan,” ujar Rafieq. Ia menegaskan, dibukanya kembali TPAS Karangrejo bukan berarti seluruh persoalan persampahan telah selesai. Pemerintah Kota Metro masih memiliki sejumlah komitmen yang harus dijalankan, terutama dalam memperkuat pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Rafieq menilai penanganan persampahan tidak dapat dibebankan kepada satu perangkat daerah saja. Dibutuhkan koordinasi dan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) agar persoalan sampah dapat ditangani secara cepat dan tidak berkembang menjadi krisis. “Ini bukan hanya pekerjaan satu dinas. Penyelesaian persoalan ini membutuhkan koordinasi antar-OPD agar masalah ini tidak menjadi krisis dan kita sama-sama belajar dari kejadian ini,” tegasnya. Selain persoalan persampahan, Rafieq mengingatkan seluruh jajaran Pemerintah Kota Metro untuk semakin disiplin dan cermat dalam mengelola keuangan daerah. Menurutnya, kondisi perekonomian yang semakin menantang serta kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat menuntut pemerintah daerah lebih selektif dalam menentukan prioritas pembangunan. Penguatan kemandirian fiskal juga menjadi perhatian, seiring telah dilakukannya penandatanganan Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2027. Karena itu, Rafieq meminta setiap kepala OPD mampu memastikan penggunaan anggaran memberikan manfaat yang terukur dan berdampak nyata bagi masyarakat serta mendukung pencapaian target pembangunan daerah. Dalam bidang pelayanan publik, Rafieq turut menyoroti momentum evaluasi penyelenggaraan pelayanan publik, termasuk penilaian oleh Ombudsman. Ia menegaskan evaluasi pelayanan publik tidak boleh dimaknai sekadar sebagai upaya memperoleh nilai atau predikat yang baik. Menurutnya, kualitas pelayanan harus benar-benar dirasakan masyarakat dalam setiap proses pelayanan. “Saya tidak mau kita hanya sibuk menyiapkan dokumen karena kita akan diperiksa. Standar pelayanan terbaik adalah apa yang masyarakat alami ketika datang,” ujarnya. Rafieq meminta seluruh perangkat daerah, khususnya unit pelayanan, memberikan penjelasan mengenai prosedur layanan kepada masyarakat sebelum proses registrasi dilakukan. Ia juga mengingatkan aparatur agar tidak menjadikan alasan kewenangan sebagai hambatan dalam membantu masyarakat. Setiap perangkat daerah diharapkan mampu memberikan informasi yang jelas mengenai jenis layanan maupun instansi yang tepat untuk menyelesaikan persoalan masyarakat. Selain itu juga, Rafieq mengatakan apel mingguan merupakan bagian dari rutinitas Pemerintah Kota Metro untuk memperkuat komitmen, membangun semangat kebersamaan, mengevaluasi kinerja, sekaligus menyamakan langkah dalam mewujudkan pemerintahan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Ia menegaskan nilai dasar ASN BerAKHLAK—berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif—tidak boleh berhenti sebagai slogan. Nilai tersebut, lanjutnya, harus tercermin dalam sikap, perilaku, dan kualitas pelayanan aparatur dalam menjalankan tugas sehari-hari. “Sebagai aparatur, kita telah mengikrarkan diri sebagai pelayan masyarakat. Oleh karena itu, setiap tugas yang kita laksanakan harus berlandaskan pada nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK,” tuturnya. Memanfaatkan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Rafieq juga mengajak seluruh ASN merefleksikan makna kemerdekaan dalam pelaksanaan tugas. Menurutnya, mengisi kemerdekaan tidak cukup hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata, pelayanan yang berkualitas, dan pengabdian yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan demikian, persoalan TPAS Karangrejo, pengelolaan anggaran, hingga kualitas pelayanan publik diharapkan menjadi bagian dari evaluasi bersama untuk mendorong tata kelola Pemerintah Kota Metro yang semakin efektif, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. (Tm/Yd/Sr)

0 Comments

Pemkot Metro dan Forkopimda Perkuat Kolaborasi Tata TPAS Karangrejo, Utamakan Kepentingan Masyarakat

Demi mewujudkan tata kelola lingkungan yang bersih,sehat dan nyaman bagi masyarakat,Pemerintah Kota Metro bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus memperkuat perannya melalui kesepakatan rencana aksi berkolaborasi bersama masyarakat dengan mengedepankan pendekatan dialogis, membuka ruang komunikasi dan mencari titik temu terkait penanganan permasalahan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Karangrejo. Dalam proses penyelesaian tersebut, jajaran Forkopimda, khususnya Polres Metro, turut berperan menjaga situasi tetap aman dan kondusif serta mendukung terciptanya ruang komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Adapun kesepakatan rencana aksi bersama yang telah dilakukan diantaranya, mengedepankan pengelolaan sampah berkelanjutan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta peningkatan kualitas infrastruktur di kawasan TPAS,sehingga langkah ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemkot Metro dalam memastikan kenyamanan warga tetap terjaga, sekaligus bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memberikan pelayanan publik yang optimal. Pemkot Metro tidak hanya mendengarkan aspirasi masyarakat, tetapi juga hadir dengan solusi yang terukur dan berorientasi jangka panjang. Melalui pendekatan kolaboratif, pemerintah berupaya memastikan pengelolaan sampah dapat berjalan lebih baik tanpa mengabaikan kenyamanan dan kepentingan warga sekitar. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menegaskan bahwa transformasi pengelolaan sampah di TPAS Karangrejo akan dilakukan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Selain itu, Pemkot Metro juga terus melakukan pembenahan fasilitas umum secara bertahap sebagai bagian dari penataan kawasan yang lebih tertata dan ramah lingkungan. “Pemerintah Kota Metro akan menindaklanjuti seluruh kesepakatan tersebut secara optimal untuk memastikan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,serta kami akan terus perhatikan demi kebaikan masyarakat,” ujar Bambang. Dirinya juga menjelaskan, kondisi ini tidak hanya mendukung kebersihan kota, tetapi juga memberikan kepastian layanan bagi masyarakat, sehingga aktivitas sehari-hari dapat berlangsung dengan lebih nyaman. Sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menata kawasan TPAS, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Metro telah melakukan penanganan terhadap aliran air lindi dengan memasang serta memperbaiki saluran lindi di sejumlah titik. Upaya tersebut dilakukan untuk meminimalkan dampak lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di kawasan TPAS. Dinas PUTR juga melakukan pemisahan antara saluran air lindi dan saluran air hujan sebagai bagian dari penataan sistem drainase yang bertujuan untuk mencegah bercampurnya aliran air hujan dengan air lindi, sehingga pengelolaan lingkungan dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan. Kepala Dinas PUTR Kota Metro, Sri Mulyani, mengatakan bahwa pembenahan TPAS Karangrejo akan terus dilanjutkan melalui sejumlah pekerjaan fisik yang telah direncanakan. Salah satunya adalah pembangunan jalan lingkar TPAS sebagai bagian dari penataan kawasan yang lebih baik. “Selain itu, DPUTR akan melanjutkan pembangunan saluran air hujan dan saluran lindi pada sejumlah titik yang berpotensi menjadi jalur aliran lindi,” kata Sri Mulyani. Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkot Metro berharap pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi gerakan bersama antara pemerintah dan masyarakat. Dengan sinergi yang kuat, TPAS Karangrejo diharapkan mampu menjadi kawasan yang lebih tertata, aman, dan mendukung terwujudnya Kota Metro yang bersih, sehat, serta berkelanjutan. (Tm/Sr)

0 Comments

Semarak HUT RI ke-81, Warga Hadimulyo Timur Ikuti Jalan Sehat Berhadiah Motor

Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kelurahan Hadimulyo Timur berlangsung meriah. Ribuan warga mengikuti kegiatan gebyar jalan sehat yang dipusatkan di Lapangan Hadimulyo Timur, Kota Metro, Minggu (23/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, Ketua LPM Kelurahan Hadimulyo Timur, jajaran pamong kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, pemuda, Karang Taruna, para donatur, serta warga Hadimulyo Timur dan sekitarnya. Ketua Panitia, Edi Susanto, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wali Kota Metro yang berkenan hadir sekaligus melepas peserta jalan sehat yang diselenggarakan atas prakarsa Kelurahan Hadimulyo Timur dan dukungan berbagai pihak. “Acara ini merupakan agenda Kelurahan Hadimulyo Timur. Hampir setiap tahun kami selalu mengadakan acara gebyar. Selain kegiatan di masing-masing RW, pada momen tertentu seluruh warga kami kumpulkan dalam rangka semarak kemerdekaan tingkat kelurahan,” ujar Edi. Menurutnya, kegiatan jalan sehat tidak hanya menjadi sarana memeriahkan HUT RI, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarwarga. Sebagai Ketua Panitia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan pendukung kegiatan yang telah berkontribusi sehingga berbagai hadiah dapat disediakan bagi masyarakat. “Janganlah dinilai dari besar kecilnya hadiah dari para donatur, tetapi nilailah rasa kebersamaan kita dalam rangka silaturahmi untuk memeriahkan HUT RI ke-81 di Hadimulyo Timur,” katanya. Kegiatan jalan sehat yang mengusung tema “Bersatu, Berkarya, Berprestasi, Berkembang Menuju Hadimulyo Timur Maju.” Selain jalan sehat, panitia juga menyediakan berbagai doorprize bagi peserta, dengan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor. Sementara itu, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso mengapresiasi antusiasme masyarakat Hadimulyo Timur dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi contoh nyata kecintaan masyarakat terhadap bangsa dan negara. “Ini merupakan satu contoh yang nyata, contoh konkret yang bisa kita lihat untuk menunjukkan kecintaan kita kepada Negara Republik Indonesia yang sedang memperingati HUT kemerdekaan ke-81,” kata Bambang. Selain itu, menurutnya semangat perjuangan di masa kini tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata, melainkan melalui upaya menjaga persatuan, kekompakan, kebersamaan, serta mengisi kemerdekaan dengan berbagai kegiatan positif. Bambang juga memberikan apresiasi kepada para donatur yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan dengan harapan seluruh bantuan yang diberikan menjadi amal saleh dan membawa keberkahan bagi para donatur. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari pola hidup sehat. Menurutnya, jalan sehat merupakan olahraga sederhana, terjangkau, namun memberikan manfaat bagi kebugaran tubuh. “Olahraga penting, sehat penting. Jalan kaki merupakan olahraga yang harus kita jaga untuk menjaga kebugaran tubuh, namun tidak membutuhkan pengorbanan yang cukup mahal. Mudah-mudahan warga masyarakat Hadimulyo Timur memiliki tubuh yang sehat, baik lahir maupun batin,” ujarnya. Tidak hanya itu, Bambang turut menyoroti persoalan kebersihan lingkungan, khususnya masalah sampah. Ia mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta mulai membiasakan memilah sampah. “Malu membuang sampah sembarangan. Pilah sampah dengan sebaik-baiknya agar kebersihan kota kita senantiasa terjaga,” tegasnya. Bambang berharap semangat kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan jalan sehat dapat terus dipertahankan dan menjadi modal penting dalam membangun Kota Metro sesuai dengan komitmen pemerintah untuk terus hadir di tengah masyarakat serta membuka ruang kebersamaan dalam berbagai kegiatan di tingkat kelurahan. (Yl/Yd/Bgs)

0 Comments

Wali Kota Metro Diwakili Asisten I Hadiri Pelantikan Pimpinan Wilayah IPM Lampung 2026–2028

Wali Kota Metro yang diwakili Asisten I Sekda Kota Metro menghadiri pelantikan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Provinsi Lampung periode 2026–2028 yang dilaksanakan di Pondok Pesantren At-Tanwir Metro, Sabtu (23/08/2026). Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi kader IPM Lampung untuk meneguhkan kembali amanah dan tanggung jawab dalam melanjutkan perjuangan dakwah di sektor pelajar. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Lampung yang diwakili Sekretaris Umum Ma’ruf Abidin menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pimpinan yang baru dilantik dan mengajak para aktivis untuk tidak pernah berhenti menempuh pendidikan maupun beraktivitas dan meminta dukungan para senior agar memberikan ruang serta kesempatan kepada kader-kader muda untuk berkembang dan mengambil peran. Dalam kesempatan tersebut, Ma’ruf juga menyampaikan terima kasih kepada Direktur Pondok At-Tanwir yang memiliki 1.000 lebih santri tersebut karena telah memberikan tempat untuk pelaksanaan kegiatan. “Kita berharap bahwa IPM ke depan dapatenjadi lebih baik, mengingat organisasi tersebut menjadi wadah perkaderan yang melahirkan banyak kader-kader besar Muhammadiyah, “ungkapnya. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa menjadi alumni IPM atau aktivis Muhammadiyah tidak otomatis menjamin seseorang diterima di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). “Tapi saya percaya adik-adik ini punya mental yang kuat, punya semangat yang kuat dan punya gairah yang kuat untuk senantiasa melanjutkan perjuangan Muhammadiyah. Sebagai pelopor, pelaksana dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah, saya kira IPM punya porsi yang lebih dalam posisi perkaderan. Dari mulai SD, SMP, SLTA, bahkan dan lihat beberapa mahasiswa pun masih tergabung di IPM, “bebernya. Namun, ia mengingatkan bahwa perjalanan karier dan jabatan terkadang dapat membuat kader meninggalkan organisasi, untuk itu ia berharap kader IPM yang dilantik tidak termasuk dalam kategori tersebut. Sementara itu, Ketua IPM Kota Metro periode 2026–2028, Agustiar Rinaldi Al Qaidah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan pelantikan. Agustiar menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar kegiatan seremonial maupun pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi momentum untuk meneguhkan amanah dan tanggung jawab dalam melanjutkan perjuangan-perjuangan dakwah di sektor pelajar di Provinsi Lampung. Terhadap 53 personalia yang berasal dari masing-masing kabupaten/kota yang baru dilantik, ia berharap mampu terus berkomitmen memperjuangkan gerakan amar ma’ruf nahi munkar di sektor pelajar Muhammadiyah. “Saya yakini kader-kader hebat yang insyaallah akan terus berkomitmen, berikhtiar, bergerak bagaimana membantu memperjuangkan perjuangan ayahanda kita di amar ma’ruf nahi munkar di sektor Pelajar Muhammadiyah di Provinsi Lampung,”tuturnya. Dalam sambutannya, ia juga menyoroti perubahan karakter pelajar yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi. “Hari ini kita bertumbuh dengan berdampingan dengan teknologi yang begitu pesat. Arus informasi yang selalu mengalir ini menjadikan banyak peluang untuk kita, tapi bahkan juga memberikan dampak yang begitu nyata untuk pelajar-pelajar yang di Provinsi Lampung,”terangnya. Untuk itu, sejumlah persoalan yang yang terjadi di era digital ini perlu menjadi perhatian, termasuk perubahan sosial dan menurunnya literasi kesehatan mental di kalangan pelajar. “Tentu ini menjadikan Ikatan Pelajar Muhammadiyah Provinsi Lampung harus menjadi agent of change dengan gerakan leadership impact-nya bagaimana mampu menjawab kebutuhan zaman saat ini serta memberikan solusi-solusi nyata sehingga mampu memberikan kebermanfaatan bagi sesama,”pintanya. Untuk periode 2026–2028, pihaknya membawa tekad gerakan pelajar inklusif, unggul, dan berkarya yang bukan hanya sekedar aktif kegiatannya, bagus seremonialnya, tapi bagaimana mampu memberikan dampak yang nyata dan terukur untuk pelajar dan masyarakat di Provinsi Lampung. “Gerakan pelajar inklusif unggul berkarya dalam satu periode ke depan akan berfokus pada kepemimpinan yang berdampak yang mana ini ditopang oleh gerakan kalau kita sebutnya gerakan tapis. informatif, adaptif, progresif, inklusif dan santun,”jelasnya. Gerakan tersebut akan menjadi acuan bagi setiap bidang dalam merumuskan program kerja untuk menjawab berbagai persoalan sosial yang dihadapi pelajar di Provinsi Lampung. “Kami hari ini di PW IPM Lampung sangat menyadari betul bagaimana pelajar dihadapi dengan tantangan yang begitu kompleks. dengan persoalan-persoalan yang begitu dinamis. Karena itu, IPM Lampung berkomitmen untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah Provinsi Lampung beserta dinas-dinas terkait dalam mengurai berbagai persoalan tersebut,”tutupnya. (Yl)

0 Comments

Wali Kota Metro Buka Kembali TPAS Karangrejo, Tiga Tuntutan Warga Disepakati

Polemik penutupan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Karangrejo, Kecamatan Metro Utara, akhirnya menemukan titik terang. Pasalnya, Pemerintah Kota Metro bersama masyarakat Karangrejo sepakat membuka kembali akses menuju kawasan TPAS, setelah hampir sepekan portal ditutup warga yang berdampak terhadap aktivitas pengangkutan dan pelayanan persampahan di wilayah Kota Metro. Pembukaan kembali TPAS menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Metro dan masyarakat dalam mengakhiri polemik yang terjadi sejak Sabtu (15/8/2026). Portal pintu masuk TPAS Karangrejo kembali dibuka langsung oleh Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso bersama perwakilan masyarakat dengan pendampingan pengamanan dari Polres Metro pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 18.40 WIB. Titik temu antara pemerintah dan masyarakat tercapai setelah tiga tuntutan utama warga Karangrejo disepakati untuk ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Metro yang diharapkan menjadi dasar bagi penyelesaian persoalan TPAS secara berkelanjutan. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso menegaskan akan menindaklanjuti berbagai keluhan masyarakat terkait pengelolaan TPAS Karangrejo dan berkomitmen mencari solusi yang dapat mengakomodasi kepentingan masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan pelayanan persampahan. “Ada beberapa hal yang kami lakukan demi kebaikan masyarakat dan kelancaran pelayanan terhadap masyarakat,terutama persampahan,dan kami dari Pemkot Metro akan betul-betul menindaklanjuti dengan sebaik-baiknya demi kepentingan bersama,” ujar Bambang. Dengan dibukanya kembali TPAS Karangrejo, aktivitas pelayanan persampahan di Kota Metro dapat kembali berjalan,serta memastikan pengelolaan sampah dilakukan secara lebih tertib, efektif, dan memperhatikan kondisi masyarakat di sekitar TPAS. Pemerintah Kota Metro bersama masyarakat Karangrejo berkolaborasi untuk terus menjaga komunikasi serta mengawal pelaksanaan kesepakatan,yang diharapkan dapat diselesaikan secara berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Tokoh masyarakat Karangrejo, Sudarsono, mengatakan keputusan membuka kembali portal dilakukan setelah masyarakat menyatakan tuntutan yang disampaikan melalui aliansi telah mendapatkan kesanggupan dari Pemerintah Kota Metro. Menurut Sudarsono, tuntutan pertama berkaitan dengan jenis sampah yang diperbolehkan masuk ke TPAS Karangrejo,salah satunya yaitu sampah yang dibuang tidak lagi didominasi sampah basah, melainkan lebih mengutamakan sampah yang telah melalui proses pemilahan. Untuk tuntutan kedua ,yaitu warga meminta agar tenaga kerja yang dibutuhkan dalam kegiatan di kawasan tersebut mengutamakan masyarakat Karangrejo .Hal ini diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar sehingga keberadaan TPAS tidak hanya dipandang dari sisi dampak lingkungan, tetapi juga dapat membuka peluang pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan warga. Selain itu, warga meminta agar tumpukan sampah yang selama ini menggunung di kawasan TPAS dapat dikelola dengan melibatkan masyarakat setempat yang diharapkan dapat memberikan ruang bagi masyarakat Karangrejo untuk terlibat secara langsung dalam proses pengolahan sampah. Sudarsono berharap kesepakatan yang telah dicapai tidak berhenti pada pernyataan semata. Menurutnya, masyarakat membutuhkan langkah konkret pemerintah untuk memastikan seluruh komitmen tersebut benar-benar diwujudkan di lapangan. Artinya,kesepakatan yang diminta oleh masyarakat Karangrejo yang diwakili aliansi sudah disetujui. Pemerintah Kota Metro akan terus memastikan setiap kesepakatan dapat direalisasikan secara bertahap dan terukur. Sudarsono meminta seluruh pihak menjaga kesepakatan yang telah dicapai dan menghindari pernyataan yang berpotensi kembali memperkeruh situasi serta ke depan dapat dikelola secara lebih baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. (Yd/sr).

0 Comments

Wali Kota Metro Dukung Program Desaku Maju untuk Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung bersama pemerintah kabupaten/kota dan TNI memperkuat sinergi pembangunan desa melalui Penandatanganan Kesepakatan Bersama Sinergi Pembangunan Daerah dalam Mendukung Program DesaKu Maju di Provinsi Lampung yang dilaksanakan di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Jumat (21/08/2026). Kesepakatan bersama tersebut ditandatangani langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama para kepala daerah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung dan Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa kesepakatan tersebut bukan sekadar penandatanganan dokumen, tetapi menjadi momentum untuk menyatukan komitmen seluruh pihak dalam membangun desa secara terarah dan terpadu. “Pertemuan hari ini bukan sekadar penandatanganan dokumen bersama. Hari ini kita sedang menyatukan komitmen, bagaimana Pemerintah Provinsi Lampung, pemerintah kabupaten dan kota, serta program dari TNI bergerak dalam satu arah membangun desa-desa di Provinsi Lampung,” ujar Gubernur. Menurutnya, sinergi tersebut juga diharapkan mampu memperkuat stabilitas dan memastikan kehadiran negara di tengah masyarakat. Kehadiran TNI di wilayah, kata Gubernur, dapat menjadi bagian penting dalam mendukung pemerintah daerah sekaligus membantu menciptakan suasana yang kondusif di masyarakat. “Saya punya cita-cita Lampung harus kompak. Masyarakat kita harus punya semangat berjuang,” katanya. Gubernur menjelaskan, Pemerintah Provinsi Lampung saat ini terus mendorong berbagai program pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat desa. Di sektor pertanian, Pemprov Lampung mengembangkan Pupuk Hayati Cair (PHC) dan menargetkan distribusinya dapat menjangkau petani di seluruh Provinsi Lampung. Program pembangunan desa juga mencakup penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan koperasi serta pembangunan infrastruktur jalan desa. Seluruh program tersebut, lanjut Gubernur, menjadi bagian dari komitmen Pemprov Lampung untuk menjadikan desa sebagai salah satu fokus utama pembangunan daerah. Orang Nomor satu di Lampung menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah dan TNI tidak dimaksudkan untuk mengambil alih kewenangan pemerintah kabupaten/kota. Pemerintah daerah tetap menjadi penanggung jawab dalam aspek perencanaan, penetapan prioritas, dukungan program dan anggaran, serta pengendalian dan evaluasi. “Sinergi ini bukan mengambil alih tugas bupati, bukan mengambil alih wewenang masing-masing, tetapi justru untuk memperkuat kapasitas kita agar mencapai tujuan bersama,” tegasnya. Menurutnya, apresiasi kepada Pangdam XXI/Radin Inten, jajaran TNI, para bupati dan wali kota, serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan Program DesaKu Maju. Melalui Program Desaku Maju, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong berbagai bentuk akselerasi pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut mencakup pengembangan dan peningkatan infrastruktur, konektivitas wilayah, penguatan perekonomian masyarakat, serta pengembangan potensi unggulan di tingkat desa dan kelurahan. Sementara itu, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan, keterlibatan TNI dalam pembangunan daerah merupakan bagian dari tugas TNI untuk membantu pemerintah daerah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Menurutnya, program DesaKu Maju yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Lampung memiliki ruang kolaborasi yang luas dengan satuan TNI di wilayah. “Kami punya tugas untuk membantu pembangunan di daerah. Oleh karena itu, program yang telah dicanangkan oleh Pak Gubernur Lampung tentunya sangat tepat dan bisa berkolaborasi dengan satuan TNI yang ada di wilayah,” kata Pangdam. Pangdam menegaskan, pemerintah daerah tetap menjadi leading sector dalam pembangunan, sementara TNI hadir untuk memberikan dukungan sesuai tugas dan kewenangannya. “Leading sector-nya tetap adalah pemerintah daerah. Kami hanya membantu, sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang memang disebutkan dalam undang-undang,” katanya. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menyambut baik pelaksanaan Program Desaku Maju. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan semangat Pemerintah Kota Metro dalam memperkuat pembangunan yang berbasis pada kebutuhan masyarakat serta mengoptimalkan potensi yang dimiliki setiap wilayah. “Pemerintah Kota Metro menyambut baik Program Desaku Maju. Bagi kami, program ini menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi pembangunan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota, sehingga berbagai potensi dan kebutuhan masyarakat dapat ditangani secara lebih terarah dan terintegrasi,” ujar Bambang. Menurut Bambang, Kota Metro memiliki berbagai potensi yang dapat terus dikembangkan, khususnya dalam sektor perdagangan dan jasa, pendidikan, ekonomi kreatif, UMKM, pertanian, serta pengembangan sumber daya manusia. Ia mengatakan, optimalisasi potensi tersebut perlu didukung dengan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat, serta kemudahan akses terhadap berbagai layanan pemerintah. “Yang paling penting adalah bagaimana pembangunan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Kita ingin setiap potensi yang ada dapat dikembangkan, ekonomi masyarakat semakin kuat, pelayanan publik semakin baik, dan kualitas hidup masyarakat terus meningkat,” ungkapnya. Penandatanganan Kesepakatan Bersama Program Desaku Maju tersebut sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah se-Provinsi Lampung untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan pemerataan pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, mengembangkan potensi daerah, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Bsr/Sr)