Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke sejumlah pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di Kota Metro, Senin (11/5/2026). Sidak tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Metro dalam memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berjalan optimal, cepat, dan humanis. Dalam kunjungannya, Wali Kota Metro mendatangi tiga fasilitas kesehatan, yakni Puskesmas Metro Pusat, Puskesmas Banjarsari dan Puskesmas Yosomulyo. Kedatangan orang nomor satu di Kota Metro itu dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya, agar dapat melihat langsung kondisi pelayanan yang sebenarnya di lapangan. Di sela-sela peninjauan, Bambang Iman Santoso tampak berinteraksi langsung dengan para pasien, petugas kesehatan, hingga masyarakat yang tengah mengantri untuk mendapatkan layanan pengobatan. la menanyakan secara langsung terkait kualitas pelayanan, kenyamanan fasilitas, hingga respons tenaga medis dalam melayani masyarakat. Bambang Iman Santoso, mengatakan bahwa sidak tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh puskesmas di Kota Metro benar-benar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, tanpa diskriminasi dan tanpa adanya keluhan berarti. “Kami ingin memastikan bahwa pelayanan di Puskesmas benar-benar memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Itu yang menjadi kunci utama. Karena itu, hari ini saya turun langsung meninjau pelayanan, dimulai dari Puskesmas Metro Pusat dan Puskesmas Yosomulyo. Alhamdulillah juga, kami berkesempatan berdialog langsung dengan para pasien yang sedang menerima layanan di kedua puskesmas tersebut,” ujar Bambang. Menurutnya, dari hasil dialog langsung dengan masyarakat, sebagian besar pasien mengaku puas terhadap pelayanan yang diberikan petugas kesehatan. Hal tersebut dinilai menjadi indikator positif bahwa pelayanan dasar kesehatan di Kota Metro terus mengalami peningkatan. “Dari pengakuan masyarakat bahwasanya selalu diberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Ini tentu harus dipertahankan dan terus ditingkatkan,” tambahnya. Meski demikian, Bambang juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Metro, tidak akan segan memberikan tindakan tegas apabila ditemukan adanya pelayanan yang buruk ataupun petugas yang tidak bekerja secara profesional. la pun menekankan bahwa pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak boleh dipermainkan. Oleh sebab itu, seluruh jajaran puskesmas diminta untuk bekerja secara maksimal, disiplin, dan mengedepankan etika pelayanan publik. “Pemerintah Kota Metro akan melakukan tindakan tegas apabila ada puskesmas atau petugas yang main-main dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena pelayanan kesehatan ini menyangkut kebutuhan dan keselamatan masyarakat,” tegasnya. Selain meninjau ruang pelayanan, Wali Kota juga memeriksa kondisi fasilitas penunjang seperti ruang tunggu pasien, kebersihan lingkungan puskesmas, ruang pemeriksaan, serta ketersediaan obat-obatan. la berharap seluruh fasilitas kesehatan di Kota Metro mampu memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang datang berobat.Sidak tersebut pun mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satu warga Metro Pusat, Tujo Bagio (64), mengaku puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh petugas di Puskesmas Metro Pusat. Menurutnya, pelayanan mulai dari proses antrean hingga pengobatan berjalan tertib dan cepat. “Pelayanannya sangat baik, mulai dari antrean sampai pengobatan juga bagus. Petugasnya ramah dan cepat melayani masyarakat,” ujar Tujo. Hal senada juga disampaikan warga Yosomulyo, Tentram (57). la menilai pelayanan di Puskesmas Yosomulyo sudah sangat baik dan petugas kesehatan memberikan perhatian penuh kepada pasien. “Puskesmas Yosomulyo ini pelayanannya sangat baik. Kami sebagai masyarakat merasa nyaman saat berobat di sini,” katanya. Pemerintah Kota Metro sendiri terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui pembenahan fasilitas, peningkatan kualitas sumber daya manusia tenaga kesehatan, serta penguatan pelayanan berbasis kepuasan masyarakat. Melalui sidak tersebut, diharapkan seluruh puskesmas di Kota Metro dapat terus menjaga kualitas pelayanan dan menjadikan masyarakat sebagai prioritas utama dalam setiap pelayanan kesehatan. (Bsr/Yd/Sr)
Wali Kota Metro Sidak Puskesmas, Pastikan Pelayanan Kesehatan Maksimal untuk Warga
Pemkot Metro Perkuat Disiplin dan Semangat Gotong Royong dalam Apel
Pemerintah Kota Metro kembali menggelar apel mingguan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Apel tersebut dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Metro, Kusbani, serta diikuti jajaran aparatur pemerintah di lingkungan Pemkot Metro. Dalam arahannya, Kusbani menegaskan pentingnya kedisiplinan aparatur, penguatan koordinasi antarperangkat daerah, serta sinergi dalam mendukung pembangunan Kota Metro. Ia mengawali sambutannya dengan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta apel yang hadir dan mengikuti kegiatan dengan tertib. “Pertama saya ucapkan terima kasih kepada bapak ibu semua yang hari ini dapat melaksanakan apel,” ujarnya. Pada kesempatan itu, Kusbani juga memberikan penghargaan kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Metro atas suksesnya pelaksanaan seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dalam rangka persiapan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya, kerja keras jajaran Kesbangpol berhasil mengharumkan nama Kota Metro. Sejumlah putra-putri terbaik daerah berhasil lolos hingga tingkat provinsi bahkan masuk cadangan nasional. “Alhamdulillah, ada yang masuk cadangan tingkat nasional dan ada juga yang masuk tim provinsi. Ini merupakan prestasi yang tidak mudah dan menjadi kebanggaan bagi Kota Metro,” kata Kusbani. Selain memberikan apresiasi, ia juga mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah agar terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, menjaga kekompakan, serta memperkuat disiplin kerja demi terciptanya pemerintahan yang profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Di akhir arahannya, Kusbani mengajak seluruh aparatur pemerintah bersama masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi infrastruktur di lingkungan masing-masing. Ia menekankan pentingnya budaya gotong royong sebagai kekuatan utama dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga, merawat, dan memperbaiki lingkungan sekitar. Apel mingguan tersebut berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Metro dalam meningkatkan pelayanan publik serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan bagi masyarakat. (Md/Sr)
Wali Kota Metro Buka Fashion Show Say Waway 2026 “CATALYST”, Dorong Metro Jadi Kota Fashion Kreatif dan Berkelanjutan
Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso membuka acara Fashion Show Say Waway 2026 bertajuk “CATALYST” yang digelar di Gedung Sessat Agung Bumi Sai Wawai Kota Metro, Minggu (10/05/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu ruang kreativitas terbesar bagi pegiat fashion lokal sekaligus penguatan ekonomi kreatif berbasis keberlanjutan di Kota Metro. Dalam sambutannya, Wali Kota Metro menegaskan bahwa Say Waway menjadi bukti nyata bahwa Kota Metro memiliki sumber daya manusia kreatif dan kapabel di bidang fashion serta ekonomi kreatif. “Say Wawai adalah bukti nyata bahwa Kota Metro tidak kekurangan sumber daya manusia yang kreatif dan kapabel di berbagai bidang, salah satunya adalah fashion,” ujar Bambang Iman Santoso. Dunia fashion saat ini, menurut Bambang bukan hanya berbicara tentang gaya dan penampilan, tetapi juga tentang identitas budaya, kreativitas, hingga peluang ekonomi bagi masyarakat. “Atas nama Dekranasda Kota Metro, saya sangat bangga dengan munculnya berbagai kreasi positif yang turut memajukan Kota Metro, khususnya dalam dunia fashion. Dunia fashion saat ini tidak hanya berbicara tentang gaya dan penampilan tetapi juga tentang identitas budaya, kreativitas, dan peluang ekonomi,” katanya. Tema “CATALYST” yang diangkat pada Say Waway 2026 disebut memiliki makna kuat sebagai pemicu perubahan dan penggerak kreativitas bagi generasi muda serta pelaku usaha lokal. “Tema CATALYST memiliki makna yang sangat kuat, yaitu sebagai pemicu perubahan, penggerak kreativitas dan pendorong lahirnya ide-ide baru yang inspiratif. Saya berharap melalui fashion Say Wawai 2026 ini akan lahir karya-karya yang mengangkat kekayaan daya lokal dengan sentuhan modern dan inovatif,” tambahnya. Bambang juga menegaskan dukungan Pemerintah Kota Metro terhadap kegiatan kreatif yang mampu membuka peluang usaha dan memperkuat citra Metro sebagai kota kreatif dan berdaya saing. Sebagai Wali Kota Metro, Bambang juga memberikan perhatian khusus kepada ajang fashion Say Waway 2026 yang dinilai berhasil membangun kolaborasi multipihak tanpa membebani anggaran pemerintah daerah di tengah kondisi fiskal daerah saat ini. “Alhamdulillah kegiatan ini sumber pembiayaannya sama sekali tidak merepotkan pemerintah daerah. Kegiatan ini murni digagas dan banyak sponsor-sponsor yang memberikan sumbangannya dalam rangka mensukseskan kegiatan seperti ini,” kata Bambang. Bambang berharap, model kolaborasi mandiri seperti ini dapat terus berkembang untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat Kota Metro. “Kita bisa berinovasi dan melakukan kreasi untuk meningkatkan perekonomian daerah tanpa terpaku dengan support APBD, tetapi bisa bekerja sama dengan para sponsor dan pelaku usaha di Kota Metro,” lanjutnya. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Metro juga mengapresiasi dukungan Bank Indonesia dan berbagai pihak yang terus mendorong perkembangan UMKM serta ekonomi kreatif di Kota Metro dengan berharap ke depan Kota Metro semakin dikenal melalui event kreatif berskala nasional bahkan internasional. Sementara itu, Panitia Compasion sekaligus penggiat komunitas fashion Kota Metro, Linda Soedibyo, menjelaskan bahwa Compasion merupakan komunitas pegiat fashion Metro yang mengusung semangat Creativity, Collaboration, Preserving Tradition. Tak hanya itu, kegiatan Say Waway merupakan gerakan kolaboratif fashion yang telah berjalan selama lima tahun tersebut juga diinisiasi oleh lima desainer Kota Metro, yakni Amy Kasiro-Amy’e Kasiro, Candra Kartini SK Klambie, Desy Dahlia-Deethnic, Linda Soedibyo-Jan Ayu, dan Rahayu Budiadi-Canting Batik Metro. “Say No Waste is Our Way atau Say Waway adalah aksi kolaboratif penggiat fashion dengan beragam stakeholder untuk melakukan gelaran fashion show dan mengkampanyekan nilai-nilai fashion berkelanjutan,” jelas Linda. Ia mengatakan, Say Waway 2026 bukan hanya menjadi ajang presentasi karya, tetapi juga ruang pertemuan gagasan bagi para pelaku kreatif, perajin, dan komunitas dalam memperkuat ekosistem fashion yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan budaya. “Melalui rangkaian kegiatan ini, kami berharap tumbuh sebuah kesadaran baru bahwa keindahan sebuah busana tidak hanya terletak pada bentuk karya, tetapi juga pada proses yang menghormati manusia dan alam,” katanya. Say Waway 2026 menghadirkan tiga kegiatan utama, yakni bazar UMKM dan senam sehat yang diikuti ratusan peserta, ruang edukasi anak dan forum diskusi remaja, hingga demo pemanfaatan limbah sebagai bagian dari kampanye pengurangan sampah dan sustainable fashion. Kegiatan ini juga melibatkan berbagai komunitas, pelaku UMKM, organisasi perempuan, komunitas fotografer, hingga dukungan dari Bank Indonesia, Dekranasda Kota Metro, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Koperasi UMKM dan sejumlah perangkat daerah lainnya.(Yl/Yd)
Pemerintah Kota Metro Buka Seleksi MTQ 2026, Targetkan Juara Umum Tingkat Provinsi Lampung
Pemerintah Kota Metro resmi membuka Seleksi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tahun 2026 sebagai langkah persiapan menghadapi MTQ tingkat Provinsi Lampung. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 86 peserta dari berbagai cabang lomba dan berlangsung di Aula Pemerinta Kota Metro, Sabtu (09/05/2025). Adapun cabang yang diperlombakan dalam seleksi tersebut meliputi khat atau kaligrafi Al-Qur’an, tilawah, tahfiz, hingga tafsir Al-Qur’an. Para peserta yang berasal dari berbagai kecamatan di Kota Metro tampak antusias mengikuti tahapan seleksi guna menjadi perwakilan daerah pada ajang MTQ tingkat provinsi. Pembukaan kegiatan dilakukan langsung oleh Pj.Sekretaris Daerah Kota Metro, Kusbani. Dalam sambutannya, Kusbani menegaskan bahwa pelaksanaan seleksi MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan bagian dari upaya pembinaan generasi muda Qur’ani yang berprestasi dan berakhlak mulia. “MTQ ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga bagaimana kita membentuk generasi muda yang cinta Al-Qur’an, memiliki akhlak yang baik, serta mampu membawa nama harum Kota Metro di tingkat Provinsi Lampung,” katanya. Ia mengatakan, Pemerintah Kota Metro terus berkomitmen memberikan dukungan terhadap pengembangan syiar Islam dan pembinaan peserta MTQ agar mampu bersaing secara maksimal di tingkat provinsi. “Kami berharap dari seleksi ini lahir peserta-peserta terbaik yang nantinya dapat mengharumkan nama Kota Metro. Dengan persiapan yang matang dan pembinaan yang berkelanjutan, kami optimistis tahun ini Kota Metro dapat meraih juara satu pada MTQ tingkat Provinsi Lampung,” ujarnya. Menurutnya, keberhasilan dalam ajang MTQ tidak hanya diukur dari prestasi, tetapi juga dari keberhasilan menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan generasi muda. Seleksi MTQ Tahun 2026 ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kota Metro dalam meningkatkan kualitas pembinaan keagamaan sekaligus mencetak generasi Qur’ani yang unggul, berprestasi, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Kepala Bagian Kesra, Abu Mansur AlMaturidi turut menambahkan bahwa pelaksanaan Seleksi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tahun 2026 mendapat dukungan dari sejumlah stakeholder, termasuk pihak perbankan, dalam menunjang kelancaran kegiatan tersebut. Pemerintah Kota Metro melalui Bagian Kesra berharap dukungan anggaran dan kerja sama yang telah diberikan dapat menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk mengikuti seleksi dengan maksimal. “Kegiatan ini mendapat dukungan dari beberapa stakeholder, termasuk pihak perbankan, terutama dalam mendukung kebutuhan anggaran pelaksanaan. Kami berharap para peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya sehingga nantinya lahir peserta-peserta unggul yang mampu membawa nama baik Kota Metro di tingkat Provinsi Lampung,” ujar Kepala Bagian Kesra. (Bsr/Mdn)
Pemkot Metro Serahkan Bentor untuk Pesantren Bank Sampah Banjarsari, Dorong Gerakan “Malu Buang Sampah Sembarangan”
Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyerahkan bantuan satu unit kendaraan roda tiga (bentor) kepada Yayasan Pusat Pesantren Bank Sampah di Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Metro Utara, Kamis (08/05/2026). Penyerahan bentor dilakukan langsung oleh Wali Kota Bambang Iman Santoso, kepada Ketua Yayasan Pusat Pondok Pesantren Bank Sampah Banjarsari, Slamet Riadi, dalam kegiatan Gotong Royong Pemberdayaan Sampah dengan Membudayakan Malu Buang Sampah Sembarangan. Kegiatan ini yang gelar di halaman Pesantren Bank Sampah Banjarsari. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala DLH Kota Metro, Kepala Dinas Koperasi, Transmigrasi dan UMKM, Sekretaris Kesbangpol, Camat Metro Utara, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Dalam sambutannya, Wali Kota Bambang Iman Santoso, mengapresiasi kiprah Pesantren Bank Sampah yang genap berusia satu tahun. Menurutnya, berbagai gerakan dan inovasi yang dilakukan telah menunjukkan hasil luar biasa dalam mendorong kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah. “Pemerintah Kota Metro sangat mengapresiasi gerakan Pesantren Bank Sampah ini. Meski baru satu tahun berjalan, pergerakan dan terobosannya sudah sangat luar biasa. Ke depan, pemerintah melalui dinas terkait akan memprioritaskan kebutuhan yang diperlukan untuk mendukung program ini,” ujarnya. Ia menilai persoalan sampah di Kota Metro dapat diatasi secara bertahap melalui perubahan pola pikir masyarakat. Salah satunya dengan membudayakan gerakan “Malu Buang Sampah Sembarangan”. “Kalau dalam lima tahun ke depan masyarakat Metro benar-benar terbiasa dengan budaya malu membuang sampah sembarangan, itu akan menjadi pencapaian besar bagi kota ini,” katanya. Bambang juga berharap konsep bank sampah yang diterapkan di Banjarsari dapat dikembangkan ke seluruh wilayah Kota Metro. Bahkan, ia berencana memberikan tambahan bentor untuk mendukung operasional pengelolaan sampah di setiap kecamatan. Sementara itu, Sekretaris DLH Kota Metro, Yerri Ehwan, mengatakan tasyakuran satu tahun Pesantren Bank Sampah menjadi bukti nyata partisipasi masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah. “Pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. Kondisi TPAS saat ini sudah penuh, sehingga diperlukan gerakan nyata dari masyarakat untuk mengurangi sampah yang dibuang ke TPA,” jelasnya. Menurutnya, keberadaan bank sampah menjadi garda terdepan dalam membantu pengurangan volume sampah di lingkungan masyarakat sebelum berakhir di TPAS Karang Rejo, Metro Utara. Di lokasi yang sama, Ketua Pesantren Bank Sampah, Slamet Riadi, menjelaskan bahwa bantuan bentor akan dimanfaatkan untuk menunjang operasional pengangkutan sampah dari masyarakat. Ia mengatakan sampah yang terkumpul dipilah berdasarkan jenisnya. Sampah kering diolah menjadi berbagai kerajinan seperti kursi dan produk kreatif lainnya, sementara sampah organik diubah menjadi pupuk kompos. “Kalau sampahnya banyak, kami jemput menggunakan bentor. Kalau sedikit, masyarakat mengantarkan sendiri ke bank sampah,” ungkapnya. Tak hanya fokus pada pengelolaan sampah, Pesantren Bank Sampah juga menghadirkan program pemberdayaan masyarakat, mulai dari tabungan sampah, senam sampah, hingga program belajar mengaji dengan “bayar sampah”. “Anak-anak yang belajar iqro di sini cukup membawa sampah. Bahkan ada bapak-bapak dan ibu-ibu yang belajar mengaji dengan membayar menggunakan sampah,” ujarnya. Slamet berharap Pemerintah Kota Metro terus bersinergi dengan gerakan bank sampah agar pengelolaan sampah berbasis masyarakat semakin berkembang hingga ke wilayah Metro Selatan. “Pesan kami kepada masyarakat, pilahlah sampah dari rumah sesuai jenisnya, jangan buang sampah sembarangan, dan ingat bahwa sampah juga punya nilai ekonomi,” pungkasnya. (Bsr/Yd/Sr)
Wali Kota Metro Terima Audiensi Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Pusat, Bahas Peningkatan Layanan Kesehatan
Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, didampingi Asisten I Setda Kota Metro, Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, serta Direktur RSUD Ahmad Yani Kota Metro, menerima audiensi Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Pusat di ruang kerja Wali Kota Metro, Jumat (08/05/2026). Pertemuan audiensi ini membahas berbagai persoalan dan penguatan pelayanan kesehatan di Kota Metro, termasuk evaluasi layanan fasilitas kesehatan (faskes), peningkatan mutu pelayanan BPJS Kesehatan, hingga pengembangan rumah sakit rujukan di Kota Metro. Perwakilan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Dr. Rukijo, S.E., M.M., melaporkan bahwa sebelum melakukan audiensi, pihaknya telah melakukan kunjungan langsung ke sejumlah fasilitas kesehatan di Kota Metro. “Kami dari BPJS Kesehatan sejak pagi mengunjungi fasilitas kesehatan, mulai dari Klinik Utama Santa Maria hingga RSUD Ahmad Yani Kota Metro untuk melihat langsung bagaimana pelayanan kepada pasien, khususnya peserta BPJS Kesehatan,” ujar Rukijo. Menurutnya, kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan proses pelayanan kesehatan berjalan dengan baik, mulai dari kemudahan akses masyarakat, kecepatan pelayanan, hingga kualitas layanan yang diberikan fasilitas kesehatan kepada peserta BPJS. “Alhamdulillah secara umum pelayanan berjalan baik, baik bagi peserta mandiri, PBI maupun PPU atau pekerja penerima upah. Mereka aktif menjadi peserta dan merasakan langsung manfaat jaminan kesehatan melalui pelayanan di fasilitas kesehatan,” katanya. Meski demikian, Rukijo mengakui masih terdapat sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian bersama, terutama terkait kapasitas fasilitas kesehatan yang masih terbatas. Rukijo juga megungkapkan bahwa hasil kunjungan lapangan yang dilakukan hari ini akan menjadi bahan evaluasi bagi BPJS Kesehatan, baik dalam peningkatan pelayanan maupun penyusunan kebijakan ke depan. “Kalau memang ada hal-hal yang perlu diperbaiki dalam pelayanan BPJS, tentu akan kami evaluasi. Begitu juga jika diperlukan kebijakan baru, hasil kunjungan ini bisa menjadi dasar untuk penyempurnaan kebijakan pelayanan kesehatan yang lebih baik,” tambahnya. Sementara itu, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Pusat ke Kota Metro, yang diharapkan tidak hanya menjadi agenda monitoring semata, tetapi juga dapat membawa dukungan nyata bagi pengembangan layanan kesehatan di Kota Metro. “Ada peningkatan efisiensi pelayanan kesehatan di Kota Metro, bahkan secara nasional. Kami berharap kehadiran Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Pusat hari ini di Kota Metro dapat membawa berbagai program dari pemerintah pusat yang mampu mendukung kemajuan pelayanan kesehatan di Kota Metro,” ujar Bambang. Menurutnya, Kota Metro memiliki posisi strategis sebagai rumah sakit rujukan Regional II di Provinsi Lampung yang melayani masyarakat dari berbagai kabupaten/kota di sekitar Metro. “Pasien di Kota Metro justru sebagian besar berasal dari luar daerah. Rumah sakit di Metro menjadi rujukan masyarakat dari Lampung Timur, Lampung Tengah dan daerah lainnya,” ungkapnya. Untuk itu, adanya peningkatan infrastruktur rumah sakit dan layanan kesehatan, termasuk kemungkinan pengembangan rumah sakit yang lebih besar dan representatif di masa mendatang. “Kalau melihat kondisi rumah sakit saat ini tentu masih membutuhkan dukungan, baik perbaikan fisik maupun pengembangan fasilitas pelayanan kesehatan. Kami berharap ada afirmasi dan dukungan dari pusat,” katanya. Terlebih, pelayanan BPJS di Kota Metro saat ini sudah semakin baik, terutama karena didukung rumah sakit pemerintah maupun swasta yang terus meningkatkan kualitas pelayanan dan sarana prasarana. “Sekarang masyarakat yang menggunakan BPJS juga bisa merasakan pelayanan yang nyaman dan berkualitas karena fasilitas kesehatan terus berkembang,” ujarnya. Selain itu, Bambang juga menyampaikan harapannya terkait penambahan layanan kesehatan tertentu, seperti fasilitas cuci darah, mengingat tingginya kebutuhan masyarakat dan banyaknya pasien rujukan dari luar daerah sehingga harapannya dengan adanya berbagai regulasi dan dukungan pusat dapat lebih fleksibel sehingga pengembangan layanan kesehatan di Kota Metro dapat berjalan lebih optimal. Di akhir audiensi, Wali Kota Metro menegaskan bahwa kunjungan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Pusat menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. (Yl/Tm)
Pemkot Metro Luncurkan “Jumat Djajan Metro Bahagia”, UMKM Didorong Naik Kelas dan Tembus Pasar Modern
Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Koperasi, UMKM, dan Ketenagakerjaan resmi meluncurkan program Bazar Jumat Djajan Metro Bahagia sebagai langkah nyata mendorong pertumbuhan dan pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan perdana yang digelar di halaman kantor dinas setempat, Jumat (08/05/2026), berlangsung meriah dengan melibatkan 20 pelaku UMKM dan dua koperasi. Peluncuran program tersebut sekaligus dirangkaikan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) sebagai bentuk apresiasi terhadap para pekerja dan pelaku usaha yang menjadi penggerak roda ekonomi di Kota Metro. Beragam produk unggulan lokal mulai dari kuliner khas hingga kerajinan tangan dipamerkan dalam bazar yang diharapkan menjadi ruang promosi strategis bagi UMKM agar semakin dikenal masyarakat dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menegaskan bahwa program Jumat Djajan Metro Bahagia merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendampingi pelaku usaha lokal agar berkembang dan mampu “naik kelas”. “Melalui kegiatan ini, pelaku UMKM tidak hanya diberi ruang untuk berjualan, tetapi juga didorong meningkatkan kualitas produk serta manajemen usaha agar mampu bersaing dan berkembang lebih besar,” ujarnya. Menurut Bambang, sektor UMKM memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah berupaya menghadirkan ekosistem usaha yang berkelanjutan melalui bazar rutin yang akan digelar dua kali setiap bulan. Berbeda dengan bazar musiman pada umumnya, program ini dirancang sebagai agenda berkelanjutan guna menciptakan pasar yang stabil bagi para pelaku usaha lokal dalam memasarkan produknya secara konsisten. Tidak hanya menyediakan tempat promosi, Pemkot Metro juga memperkuat akses pemasaran UMKM melalui kerja sama strategis dengan sejumlah swalayan. Pada kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama PB Swalayan, Chandra Supermarket, Delfan Donat, dan MBC Swalayan untuk mendukung pemasaran produk UMKM lokal agar mampu masuk ke pasar modern. Bambang berharap program tersebut dapat menjadi stimulus kebangkitan ekonomi pascapandemi sekaligus memperkuat identitas Kota Metro sebagai kota jasa dan budaya yang religius. “Ekonomi kreatif merupakan salah satu tulang punggung pembangunan daerah yang harus terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Ketenagakerjaan Kota Metro, AC Yuliwati, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Bank Mandiri dan BPJS Ketenagakerjaan Kota Metro. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. “Kami ingin menghadirkan wadah yang bukan hanya mendukung pemasaran produk UMKM, tetapi juga membangun interaksi sosial yang sehat dan produktif di tengah masyarakat,” katanya. Dalam kesempatan itu, Pemkot Metro juga menyerahkan Tanda Daftar Merek Kolektif kepada lima KKMP (Koperasi Kelurahan Merah Putih) se-Kota Metro sebagai bentuk perlindungan hukum terhadap produk lokal. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat identitas produk, meningkatkan daya saing, serta mencegah klaim dari pihak lain. Penyerahan merek kolektif itu juga menjadi bukti bahwa koperasi dan UMKM di tingkat kelurahan semakin profesional dalam mengembangkan usahanya. Sejalan dengan semangat May Day, BPJS Ketenagakerjaan turut memberikan sosialisasi program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi pekerja dan pelaku UMKM. Melalui program Jumat Djajan Metro Bahagia, Pemerintah Kota Metro berharap UMKM lokal semakin berkembang, mandiri, dan mampu menjadi kekuatan utama dalam menggerakkan perekonomian daerah. (Tm/Ag/Md)
Wali Kota Metro Berbagi Berkah untuk Pasukan Orange Dinas LH
Metro, Jumat 8 Mei 2026 — Semangat kepedulian dan kebersamaan kembali terlihat dalam kegiatan Jumat Berkah di Kota Metro. Sebanyak 150 nasi kotak diserahkan langsung oleh Wali Kota Metro kepada para Pasukan Orange dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro. Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi para petugas kebersihan yang setiap hari bekerja menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan Kota Metro. Dengan penuh kehangatan, nasi kotak dibagikan kepada para petugas yang tetap semangat menjalankan tugas di lapangan sejak pagi hari. Dalam suasana penuh kebersamaan, program Jumat Berkah ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan para petugas pelayanan masyarakat. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat pentingnya menghargai peran Pasukan Orange sebagai garda terdepan dalam menjaga kebersihan kota. “Semoga kegiatan berbagi ini membawa keberkahan dan menjadi penyemangat bagi seluruh Pasukan Orange yang telah bekerja dengan penuh dedikasi untuk Kota Metro,” ujar perwakilan pemerintah daerah. Kegiatan sosial seperti ini pun mendapat sambutan positif dan diharapkan terus berlanjut sebagai wujud perhatian serta kepedulian kepada para pekerja layanan publik di Kota Metro. (Sr)
Wali Kota Metro Bangga, Dua Pelajar Metro Tembus Seleksi Paskibraka Tingkat Nasional
Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, mengapresiasi capaian membanggakan dua pelajar asal Kota Metro yang berhasil lolos sebagai Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional. Apresiasi tersebut disampaikan saat menerima audiensi di Rumah Dinas Wali Kota, Rabu (06/05/2026). Dalam kesempatan itu, Bambang menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih para pelajar tersebut, yang dinilai menjadi bukti kualitas generasi muda Kota Metro dalam bersaing di tingkat nasional. “Kami bersama Kesbangpol turut mendampingi anak-anak ini. Alhamdulillah, Pemerintah Kota Metro merasa bangga dan bahagia, terlebih lagi orang tua mereka yang menyaksikan langsung perjuangan anaknya hingga mampu mewakili daerah di tingkat nasional,” ujarnya. Ia juga berpesan agar para pelajar tetap menjaga semangat dan optimisme dalam menjalani tahapan seleksi selanjutnya. “Pesan saya kepada anak-anak untuk tetap semangat dan terus belajar. Semoga apa yang menjadi harapan dapat terwujud, sehingga mampu menjadi putra-putri berprestasi yang mengibarkan bendera di Istana Negara pada 17 Agustus mendatang,” tambahnya. Adapun pelajar yang terpilih adalah Jasmine Alya Nur Syarafana, siswi SMAN 1 Metro, yang mewakili Provinsi Lampung dalam seleksi Calon Paskibraka tingkat nasional. Sementara itu, Muhyi Dermawan Agung dari SMAN 3 Metro ditetapkan sebagai cadangan Paskibraka nasional sekaligus perwakilan di tingkat provinsi. Keberhasilan Jasmine diraih setelah melalui tahapan seleksi yang ketat, meliputi penilaian kemampuan fisik, wawasan kebangsaan, serta aspek kepribadian. Dalam proses tersebut, ia mampu unggul di antara peserta dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Metro, Bangkit Haryo Utomo, turut mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai, prestasi ini menunjukkan bahwa generasi muda Kota Metro memiliki potensi besar untuk bersaing di level yang lebih tinggi. “Jasmine berhasil menjadi wakil Lampung ke tingkat nasional, sementara Muhyi juga membawa nama baik Kota Metro di tingkat provinsi. Ini merupakan hasil kerja keras dan proses panjang yang patut diapresiasi,” katanya. Menurut Bangkit, keberhasilan ini tidak terlepas dari kedisiplinan, komitmen, serta semangat kebangsaan yang ditunjukkan para peserta selama mengikuti seluruh tahapan seleksi. Ia menambahkan, Jasmine masih akan menghadapi satu tahapan penting di tingkat nasional dan dijadwalkan berangkat pada Minggu mendatang.Hasil dari seleksi tersebut nantinya akan menentukan apakah Jasmine dapat terpilih sebagai bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka di Istana Negara pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.(Tm/Sr)
Wali Kota Metro Dorong Lahirnya Generasi Bahagia Lewat Penguatan Kepemimpinan Sekolah
Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, secara resmi membuka kegiatan peningkatan kompetensi kepala sekolah jenjang SD dan SMP se-Kota Metro tahun 2026. Mengusung tema “Generasi Metro Bahagia: Investasi Pendidikan Demi Kebahagiaan Masa Depan”, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan melalui kepemimpinan sekolah yang adaptif dan visioner. Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang mampu bersaing di tengah perkembangan zaman. “Pendidikan harus menjadi fokus utama pembangunan. Dari sinilah kita mencetak generasi yang produktif, kompeten, dan berakhlak mulia,” ujar Bambang, Rabu (06/05/2026). Ia menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kecakapan hidup. Menurutnya, keseimbangan antara iman, ilmu, dan amal menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang tangguh. “Pendidikan bukan sekadar soal kelulusan, tetapi bagaimana anak-anak mampu menjalani kehidupan yang bermakna dan bertanggung jawab,” tambahnya. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memperkenalkan konsep Generasi Metro Bahagia, sebuah pendekatan pendidikan jangka panjang yang menempatkan kebahagiaan sebagai bagian penting dari kapasitas hidup. “Konsep ini menjadi fondasi untuk menciptakan generasi masa depan yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan karakter,” jelasnya. Wali Kota turut menyoroti pentingnya peran kepala sekolah sebagai pemimpin perubahan di lingkungan pendidikan. Ia berharap kegiatan ini mampu memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan visi tersebut melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, Agus Muhammad Septiana, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan kepemimpinan kepala sekolah, baik dalam pengelolaan satuan pendidikan maupun evaluasi kinerja secara mandiri. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, termasuk Darmawan Purba. Sebanyak 106 peserta dari jenjang SD dan SMP mengikuti kegiatan yang berlangsung selama dua hari di Aula Ahmad Dahlan. Agus juga menyoroti tantangan perkembangan teknologi yang turut memengaruhi karakter anak. Menurutnya, peran pendidik dan orang tua sangat penting dalam membangun kembali nilai-nilai integritas. “Integritas itu sederhana, yaitu kesesuaian antara apa yang dipikirkan, dikatakan, dan dilakukan,” tegasnya. Ia berharap para kepala sekolah mampu menjadi teladan dalam menanamkan nilai saling menghormati, toleransi, gotong royong, serta cinta tanah air di lingkungan sekolah. Selain itu, mereka juga dituntut untuk terus bertransformasi dalam kepemimpinan dan manajemen pendidikan. “Kita ingin kepala sekolah mampu mengimplementasikan kurikulum secara kreatif di tengah pesatnya perkembangan teknologi,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, para kepala sekolah diharapkan semakin siap memimpin, mengelola, serta menciptakan lingkungan belajar yang inovatif dan menyenangkan. Kolaborasi dengan berbagai pihak juga dinilai penting guna mendukung terwujudnya Generasi Metro Bahagia di masa depan. (Bgs/Yud/Sr)