0 Comments

Musda V MUI Kota Metro: Perkuat Peran Ulama Jaga Aqidah, Ukhuwah dan Persatuan Bangsa

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Metro menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-V dengan mengusung tema Meneguhkan Peran Ulama dalam Menjaga Aqidah, Ukhuwah, dan Persatuan Bangsa, di Aula Pemerintah Kota Metro, Sabtu (16/05/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, serta menjadi forum strategis dalam mengevaluasi kinerja organisasi, menyusun arah program kerja, sekaligus memilih kepengurusan baru MUI Kota Metro untuk periode mendatang. Dalam sambutannya, Bambang Iman Santoso menegaskan bahwa MUI memiliki posisi penting sebagai pelayan umat sekaligus mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga harmoni kehidupan masyarakat. Menurutnya, ulama dan pemerintah harus berjalan beriringan dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah, menjaga persatuan bangsa, serta memberikan panduan kepada masyarakat, khususnya terkait persoalan hukum dan akidah Islam. “Harapan saya, kepengurusan baru yang akan dipilih hari ini merupakan figur-figur terbaik yang memiliki integritas dan kapabilitas, membawa semangat baru, inovasi program, serta lebih solid dalam merangkul seluruh potensi ulama dan organisasi Islam di Kota Metro. Mereka juga harus memiliki komitmen tinggi untuk berkhidmat bagi umat dan bangsa,” ujar Bambang. Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tokoh agama dan pengurus MUI yang selama ini terus berkontribusi menjaga kondusivitas serta membangun kehidupan religius di Kota Metro. Ia optimistis sinergi antara pemerintah dan MUI akan terus terjalin dalam mendukung berbagai program keumatan. Sementara itu, Ketua MUI Kota Metro periode 2020–2025, Zakaria Ahmad, berharap kepengurusan baru nantinya mampu membawa organisasi semakin maju, solid, dan aktif membina umat. “Dalam estafet kepemimpinan yang baru, saya berharap mampu melanjutkan program-program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi dan semangat baru dalam menjalankan tugas keumatan,” ucapnya. Ia juga optimistis kepengurusan MUI periode selanjutnya dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan kehidupan yang harmonis, religius, serta penuh kebersamaan di Kota Metro. Ketua Panitia Musda MUI Metro 2026, Ihsan Dalchofany, menjelaskan bahwa rangkaian agenda Musda ke-V meliputi laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2021–2026, pembinaan kepengurusan untuk masa bakti 2026–2031, sidang komisi, hingga pembentukan kepengurusan harian MUI yang baru. “Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan dukungan dari Pemerintah Kota Metro, Wali Kota, Forkopimda, seluruh institusi, serta organisasi masyarakat sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan sukses,” kata Ihsan. Ia menambahkan, peserta Musda diperkirakan mencapai 150 orang dari berbagai unsur organisasi Islam dan elemen masyarakat. Sejumlah kandidat calon ketua dari berbagai kalangan pun disebut siap membawa MUI Kota Metro semakin baik dan lebih dekat dengan umat. Melalui Musda ke-V ini, MUI Kota Metro diharapkan semakin memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Metro agar seluruh program dan aktivitas organisasi dapat berjalan optimal dalam melayani umat, menjaga aqidah, serta memperkokoh persatuan bangsa. (Tm/Yud/Sr)

0 Comments

Hadiri Pengajian Sentral Annisa, Wali Kota Metro Ajak Warnganya Jaga Silaturahmi Lewat Pengajian Rutin

Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, mengajak masyarakat untuk terus memperkuat ukhuwah Islamiah dan memperdalam nilai-nilai keagamaan melalui kegiatan pengajian rutin yang digelar Sentral Annisa di Kota Metro, Jumat (15/5/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri para alim ulama, tokoh masyarakat, pimpinan majelis taklim, jajaran Pemerintah Kota Metro, Ketua TP-PKK Kota Metro, serta Muslimin dan Muslimat yang memadati lokasi pengajian dengan penuh antusias. Dalam sambutannya, Bambang Iman Santoso menegaskan bahwa pengajian bukan sekadar forum menuntut ilmu agama, tetapi juga menjadi ruang mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan di tengah kehidupan masyarakat. “Pengajian seperti ini memiliki peran penting, bukan hanya sebagai tempat menuntut ilmu, tetapi juga sebagai wadah membangun kebersamaan, memperkuat silaturahmi, dan menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Ia menyampaikan rasa syukur atas konsistensi Sentral Annisa dalam menghadirkan kegiatan keagamaan yang mampu menjadi penguat spiritual masyarakat. Menurutnya, pembinaan rohani melalui pengajian rutin sangat penting di tengah perkembangan zaman dan berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks. Wali Kota Metro juga menyoroti pentingnya peran keluarga, khususnya kaum ibu, dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia, cerdas, serta memiliki keimanan yang kuat. Ia menilai pendidikan karakter berbasis nilai agama harus dimulai dari lingkungan keluarga dan terus diperkuat melalui kegiatan keagamaan di masyarakat. Pemerintah Kota Metro, lanjutnya, berkomitmen mendukung berbagai kegiatan religius yang mampu mempererat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis dan penuh kedamaian. Melalui pengajian rutin tersebut, Bambang berharap semangat kebersamaan dan nilai-nilai kebaikan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus mendorong peningkatan kualitas ibadah dan kepedulian sosial di lingkungan masing-masing. Pengajian berlangsung penuh kekhusyukan dengan tausiyah agama yang disampaikan oleh Dr. Barius Salim yang mengajak jamaah untuk memperkuat iman, menjaga persaudaraan, serta menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. (Yd/Bsr/Sr)

0 Comments

Ratusan Jamaah Padati Pengajian Akbar BKMT Metro, Eni Sumiati : Jadikan Dzulhijjah Momentum Perbaiki Diri

Ratusan jamaah menghadiri Safari Dakwah Lampung dan Pengajian Akbar yang digelar Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Metro, dalam rangka menyambut Bulan Dzulhijjah 1447 Hijriah di Masjid Agung Taqwa Kota Metro, Kamis (14/05/2026). Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Metro, M.Rafieq Adi Pradana, Ketua TP-PKK Kota Metro, Eni Sumiati Bambang , Ketua GOW Kota Metro, Nidia Irine Sari Rafieq, beserta jajaran dan menghadirkan penceramah nasional Qotrunnada Syathiry. Ketua TP-PKK Kota Metro sekaligus Penasehat BKMT Kota Metro, Eni Sumiati Bambang, menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua BKMT Kota Metro yang baru, Yetti Herlina, untuk masa bakti 2026-2027 menggantikan almarhumah Netti Herawati yang wafat pada 19 Maret 2026 lalu. “Amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan dedikasi dalam mewujudkan visi BKMT sebagai majelis taklim yang berperan dalam meningkatkan kualitas iman, takwa, akhlakul karimah, serta pemberdayaan umat,” ujarnya. Ia berharap kepengurusan baru mampu mempererat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan syiar dakwah, serta membawa BKMT Kota Metro menjadi organisasi yang semakin maju, harmonis, dan bermanfaat bagi masyarakat. Eni juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya Safari Dakwah Lampung yang dirangkaikan dengan Pengajian Akbar BKMT Kota Metro mengusung tema “Menguatkan Keimanan di Bulan Dzulhijjah 1447 H”. Menurutnya, Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan mulia yang memiliki banyak keutamaan dan menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan amal ibadah, memperbanyak dzikir, sedekah, serta mempererat kepedulian sosial di tengah masyarakat. Ia mengajak jamaah menjadikan momen tersebut sebagai sarana memperkuat spiritualitas dan memperbaiki diri. “Melalui kegiatan Safari Dakwah ini, saya berharap menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah di antara kita semua. BKMT sebagai wadah pembinaan umat memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang religius, berakhlak mulia, serta mampu menjadi penyejuk di tengah kehidupan sosial yang penuh tantangan saat ini,” katanya. Dirinya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus dan anggota BKMT Kota Metro atas dedikasi dan semangat dakwah yang terus dijaga selama ini. Ia berharap BKMT Kota Metro tetap istiqamah dalam membina umat, khususnya kaum ibu, agar semakin berilmu, beriman, dan berakhlakul karimah. Di akhir sambutannya, Eni mengajak seluruh jamaah menyambut Bulan Dzulhijjah 1447 Hijriah dengan hati yang bersih dan niat yang tulus untuk menjadi pribadi yang lebih baik.“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita, memberikan keberkahan dalam kehidupan, serta menjadikan Kota Metro sebagai daerah yang aman, damai, religius, dan penuh keberkahan,” tutupnya.(Tm/Sr)

0 Comments

Pemkot Metro Fokus Efisiensi dan Mandatory Spending dalam Pengelolaan APBD

Wali Kota Metro Hi. Bambang Iman Santoso membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Aparatur di Lingkungan Pemerintah Kota Metro dengan tema “Transformasi Daerah dan Pengelolaan Strategi Keuangan Pemenuhan Mandatory Spending dan Pengendalian Belanja Pegawai” di Aula Pemerintah Kota Metro, Rabu (13/05/2026). Kegiatan yang dipimpin oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Metro tersebut, turut menghadirkan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah materi strategis dibahas, mulai dari kekuasaan pengelolaan keuangan daerah, struktur APBD, pergeseran dan perubahan APBD, kebijakan implementasi Instruksi Presiden dan Surat Edaran efisiensi anggaran, alternatif pembiayaan daerah, strategi peningkatan pertumbuhan ekonomi, hingga penyebab lambatnya realisasi belanja serta solusi percepatan penyerapan anggaran Dalam sambutannya, Wali Kota Metro menyampaikan ucapan selamat datang kepada Agus Fatoni dan berharap, kehadirannya dapat memberikan manfaat besar bagi Pemerintah Kota Metro, khususnya dalam memperkuat kapasitas aparatur di bidang pengelolaan keuangan daerah. “Atas nama Pemerintah Kota Metro, saya mengucapkan selamat datang di Kota Metro kepada Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri. Kehadiran Bapak merupakan suatu kehormatan bagi kami,” ujar Bambang. Bambang mengungkapkan bahwa kegiatan hari ini menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi antara Pemerintah Kota Metro dengan Direktorat Bina Keuangan Daerah Kemendagri, sekaligus memperluas wawasan aparatur mengenai reformasi tata kelola keuangan daerah. Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah menjadi landasan penting dalam menciptakan sistem keuangan yang adil, transparan, akuntabel, dan selaras. “Regulasi tersebut membawa perubahan besar dalam hubungan keuangan pusat dan daerah, termasuk mendorong peningkatan kualitas belanja daerah serta harmonisasi kebijakan fiskal. Untuk itu, hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah harus mampu mewujudkan pemerataan layanan publik serta menjaga kesinambungan fiskal,” katanya. Bambang juga menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memenuhi amanat mandatory spending dalam penyusunan APBD sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022. “Dalam aturan tersebut, pemerintah daerah diwajibkan mengalokasikan belanja pegawai di luar tunjangan guru paling tinggi 30 persen dari total belanja APBD, serta belanja infrastruktur pelayanan publik paling rendah 40 persen dari total APBD di luar transfer dan belanja bagi hasil,”tutur Bambang. Karena itu, Pemerintah Kota Metro perlu mengambil langkah strategis dalam penyusunan APBD agar proporsi belanja pegawai dan belanja infrastruktur dapat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mencerminkan upaya meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan keadilan dalam pengelolaan keuangan daerah,” ungkapnya. Sebagai Wali Kota Metro, ia juga berharap seluruh aparatur Pemerintah Kota Metro dapat meningkatkan pemahaman, kapasitas dan kemampuan teknis dalam pengelolaan keuangan daerah, karena pengelolaan keuangan daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab BKAD, melainkan tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah sebagai pengguna anggaran. “Oleh karena itu, koordinasi, sinkronisasi program, serta komitmen terhadap disiplin anggaran harus terus diperkuat,” tegas Bambang. Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni, menekankan beberapa poin salah satunya terkait penting pemahaman regulasi dan kebijakan dalam pengelolaan keuangan daerah terhadap besarnya anggaran. Hal ini tidak akan memberikan manfaat, apabila tidak dikelola secara baik dan tepat sasaran, seperti nilai peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang dilakukan Pemerintah Kota Metro, yang merupakan inti dari organisasi dan penggerak seluruh sumber daya lainnya. “Kepemimpinan sangat menentukan kinerja organisasi. Inti dari organisasi adalah manajemen.Dan inti dari manajemen adalah leadership, mulai dari tingkat kota, OPD, kecamatan hingga kelurahan, ” katanya. Dalam paparannya, Agus Fatoni, menjelaskan bahwa kekuasaan pengelolaan keuangan daerah berada di tangan kepala daerah, baik gubernur, bupati maupun wali kota, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. “Kepala daerah memiliki tanggung jawab penuh dalam mengelola keuangan daerah, termasuk memastikan perencanaan dan penganggaran dilakukan secara berkualitas. Untuk itu pentingnya konsep money follow program dalam pengelolaan anggaran. Dimana seluruh penganggaran harus berangkat dari perencanaan yang matang dan terukur, mulai dari Baperinda dan kepala OPD untuk menentukan kualitas penganggaran,” jelasnya. Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, juga menjelaskan bahwa mekanisme pergeseran anggaran dan perubahan APBD dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Kota Metro, dapat dilakukan melalui perubahan Peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran APBD, seperti pergeseran antar objek belanja, antar rincian objek belanja, maupun antar sub rincian objek belanja. Tak hanya itu, pergeseran anggaran juga dapat dilakukan dalam kondisi keadaan darurat dan keperluan mendesak melalui penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT), penjadwalan ulang pelaksanaan kegiatan, hingga pemanfaatan kas yang tersedia. “Pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan daerah, yakni kepala daerah yang mempunyai kewenangan mengambil tindakan tertentu dalam keadaan mendesak terkait pengelolaan keuangan daerah yang sangat dibutuhkan oleh daerah dan masyarakat sebagaimana diatur dalam Pasal 65 ayat (2) huruf d,” ujar Agus Fatoni. Ketentuan tersebut juga diperkuat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, dimana dalam kondisi darurat pemerintah daerah diperbolehkan melakukan pengeluaran yang belum tersedia anggarannya dan selanjutnya diusulkan dalam rancangan perubahan APBD maupun disampaikan dalam Laporan Realisasi Anggaran. “Pasal 28 ayat (4) menjelaskan bahwa pengeluaran tersebut termasuk belanja untuk keperluan mendesak yang kriterianya ditetapkan dalam Peraturan Daerah, tentang APBD masing-masing daerah,” terangnya dalam pertemuan tersebut. Dalam paparnya, Agus Fatoni juga menjelaskan bahwa Belanja Tidak Terduga merupakan pengeluaran APBD yang digunakan untuk penanganan keadaan darurat, kebutuhan mendesak, hingga pengembalian atas kelebihan pembayaran daerah pada tahun sebelumnya. “Namun apabila anggaran BTT tidak mencukupi, pemerintah daerah dapat menggunakan dana hasil penjadwalan ulang capaian program dan kegiatan lain dalam tahun anggaran berjalan maupun memanfaatkan kas yang tersedia,”jelasnya. Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa keadaan darurat sebagaimana diatur dalam Pasal 69 ayat (1) meliputi bencana alam, bencana nonalam, bencana sosial, kejadian luar biasa, pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan, hingga kerusakan sarana dan prasarana yang mengganggu pelayanan publik. Sementara itu, keperluan mendesak mencakup kebutuhan pelayanan dasar masyarakat yang belum tersedia anggarannya dalam tahun berjalan, belanja wajib dan mengikat, pengeluaran di luar kendali pemerintah daerah, hingga amanat peraturan perundang-undangan. Melalui pemaparan tersebut, Agus Fatoni berharap aparatur Pemerintah Kota Metro dapat semakin memahami tata kelola perubahan APBD dan pengelolaan keuangan daerah agar pelaksanaan program pemerintah tetap berjalan efektif, tepat sasaran, dan sesuai regulasi. (Yl/Sr)

0 Comments

Wali Kota Metro Tegaskan SPMB 2026/2027 Harus Bersih, Transparan, dan Bebas Titipan

Pemerintah Kota Metro menegaskan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik gratifikasi maupun titipan. Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, saat menerima audiensi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung melalui Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) di Rumah Dinas Wali Kota Metro. Audiensi ini menjadi langkah koordinasi penting antara pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan pendidikan, guna memastikan proses penerimaan peserta didik baru berjalan sesuai aturan, serta memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh masyarakat. Kegiatan tersebut turut dihadiri kepala sekolah SMA/SMK, operator sekolah, pengawas pendidikan, dan berbagai unsur pendidikan di Kota Metro. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Provinsi Lampung, Indarti, menegaskan bahwa seluruh tahapan SPMB akan dilaksanakan secara terbuka dan dalam pengawasan ketat. Menurutnya, setiap sekolah wajib mengumumkan seluruh informasi penerimaan kepada masyarakat secara transparan, mulai dari persyaratan pendaftaran, jadwal, jalur penerimaan, daya tampung sekolah, hingga hasil seleksi. “Seluruh proses pendaftaran tidak dipungut biaya. Kami ingin memastikan pelaksanaan SPMB berjalan jujur, adil, dan sesuai ketentuan,” ujarnya (12/05/2026). Pada SPMB Tahun Ajaran 2026/2027, terdapat empat jalur penerimaan untuk jenjang SMA negeri, yakni jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Jalur domisili dialokasikan minimal 30 persen dari total daya tampung sekolah, jalur afirmasi minimal 30 persen bagi keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas. “Sedangkan pada jalur prestasi minimal 35 persen bagi siswa berprestasi akademik maupun nonakademik, serta jalur mutasi maksimal 5 persen untuk perpindahan tugas orang tua dan anak guru,” paparnya. Sementara itu, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB harus benar-benar bebas dari intervensi pihak mana pun. “Pemerintah Kota Metro mendukung penuh pelaksanaan SPMB yang transparan dan sesuai aturan. Jangan sampai ada praktik titipan ataupun pungutan liar yang dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan,” tegasnya. Ia juga mengajak seluruh pihak, mulai dari sekolah, panitia pelaksana, hingga masyarakat untuk bersama-sama mengawasi jalannya SPMB agar berlangsung tertib, profesional, dan akuntabel. Menurut Bambang, sinergi antara pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, dan pihak sekolah harus terus diperkuat demi mewujudkan sistem pendidikan yang berkualitas, berkeadilan, dan dapat diakses seluruh masyarakat Kota Metro. (Md/Sr)

0 Comments

Pemprov Lampung Gelar Operasi Pasar Minyakita, Warga Bisa Hemat hingga Rp7 Ribu per Liter

Pemerintah Provinsi Lampung resmi menggelar Operasi Pasar Minyakita secara serentak di 15 kabupaten/kota mulai Selasa, 12 Mei 2026. Langkah ini dilakukan untuk menstabilkan harga minyak goreng sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok. Operasi pasar murah tersebut berlangsung di 20 titik pasar pantauan SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok) yang tersebar di seluruh wilayah Lampung. Dalam program ini, pemerintah menyiapkan sebanyak 1 juta liter minyak goreng Minyakita untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah, serta menjaga stabilitas harga agar tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Selain itu, pemerintah juga memastikan pasokan minyak goreng tetap tersedia dengan harga terjangkau. Pemerintah Kota Metro turut berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan menyediakan 350 dus Minyakita, atau setara 4.200 liter minyak goreng. Pelaksanaan operasi pasar di Kota Metro dipusatkan di Pasar Kopindo dan berlangsung selama tujuh hari kerja. Operasi pasar dilaksanakan secara bertahap. Tahap pertama berlangsung pada 12–13 Mei 2026. Sementara tahap kedua dijadwalkan pada 18–22 Mei 2026. Dalam kegiatan tersebut, minyak goreng Minyakita dijual seharga Rp15.500 per liter. Untuk menjaga pemerataan distribusi, setiap warga dibatasi membeli maksimal dua liter. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak hari pertama pelaksanaan. Salah seorang warga, Nur (32), mengaku sangat terbantu karena harga minyak goreng yang dijual jauh lebih murah dibandingkan di pasaran. “Untuk satu liter bisa selisih sampai Rp7 ribu dibandingkan harga di toko. Kami senang kalau kegiatan seperti ini terus dilakukan karena harga kebutuhan pokok sekarang semakin mahal,” ujarnya. Melalui operasi pasar ini, pemerintah berharap kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan tekanan kenaikan harga bahan pokok dapat ditekan, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan rumah tangga di berbagai daerah. (Tm/Sr)

0 Comments

Anggaran Rp 9,3 Miliar, Pemprov Lampung Mulai Perbaiki Jalan Pattimura Metro, Target Rampung September 2026

Keluhan masyarakat terkait kondisi Jalan Pattimura akhirnya mulai terjawab. Pemerintah Provinsi Lampung resmi memulai proses perbaikan ruas Jalan Pattimura sepanjang 1,176 kilometer, yang menghubungkan Kota Metro dengan Kabupaten Lampung Tengah dan ditargetkan selesai paling cepat pada September 2026 mendatang. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela saat menghadiri groundbreaking pembangunan Jalan Pattimura di Kota Metro, Senin (11/05/2026). Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso turut mendampingi Wakil Gubernur Lampung meninjau langsung proses pembangunan ruas Jalan Pattimura. Dalam sambutannya, Jihan mengatakan pembangunan Jalan Pattimura merupakan salah satu proyek yang telah lama dinantikan masyarakat Kota Metro. Perbaikan jalan tersebut menelan anggaran sebesar Rp 9,3 miliar dengan spesifikasi rigid beton, guna meningkatkan kualitas dan ketahanan jalan. “Secara umum, proyek pembangunan jalan di Kota Metro pada tahun 2026 telah ditandatangani dalam dua paket pekerjaan. Khusus ruas Pattimura memiliki total panjang 3,517 kilometer dengan panjang penanganan yang diperbaiki mencapai 1,176 kilometer,” kata Jihan. Ia menegaskan, hampir seluruh pembangunan ruas jalan provinsi di Lampung menggunakan spesifikasi rigid beton agar kualitas jalan lebih baik dan tahan lama. “Kami ingin kualitas rigid beton yang dikerjakan benar-benar sesuai spesifikasi dan tidak di bawah standar yang telah ditetapkan,” tegasnya. Menurut Jihan, pembangunan ruas Jalan Pattimura tidak hanya menjadi perhatian pemerintah, tetapi juga merupakan aspirasi masyarakat yang selama ini terus disuarakan agar segera direalisasikan. “Kami Pemerintah Provinsi Lampung pada tahun 2026 cukup progresif melakukan pembangunan jalan di seluruh ruas provinsi yang ada di kabupaten dan kota. Hampir seluruh dari 56 ruas jalan provinsi saat ini sedang menjadi prioritas pembangunan,” ujarnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi proses pembangunan agar pekerjaan berjalan sesuai perencanaan. Selain itu, Jihan mengingatkan pihak pelaksana proyek agar mengutamakan keselamatan kerja dan menjaga kualitas pembangunan. Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, M. Taufiqullah mengatakan, median jalan pada proyek pembangunan Jalan Pattimura memiliki ketinggian mencapai 40 sentimeter. “Untuk sementara, median jalan dibangun hingga ketinggian 40 sentimeter sampai di titik akhir median,” jelasnya. Ia juga meminta masyarakat bersabar selama proses pembangunan berlangsung karena akan dilakukan pengaturan lalu lintas demi keamanan pekerjaan proyek. “Insyaallah nanti akan kami pasang pengaman di sisi jalan untuk menjaga keselamatan. Namun, selama proses pekerjaan berlangsung, seluruh putar balik atau U-turn sepanjang 1,1 kilometer akan ditutup sementara,” ucapnya. Sementara itu, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung atas dimulainya pembangunan Jalan Pattimura yang selama ini menjadi harapan masyarakat Kota Metro. “Pemerintah Kota Metro terus berupaya membangun komunikasi dan sinergi yang baik dengan Pemerintah Provinsi Lampung. Alhamdulillah, hari ini masyarakat Kota Metro mulai merasakan perhatian dari pemerintah provinsi melalui pembangunan Jalan Pattimura ini,” kata Bambang. Ia berharap pembangunan jalan tersebut dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat serta memperlancar konektivitas antara Kota Metro dan Kabupaten Lampung Tengah. “Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar, selesai tepat waktu, dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas warga,” pungkasnya. (Bsr/ydha)

0 Comments

Pemerintah Kota Metro Perkuat Persiapan Hari Jadi ke-89, Usung Tema “Harmoni Nyata, Cerdas Bahagia”

Pemerintah Kota Metro menggelar rapat koordinasi dalam rangka memperkuat persiapan Hari Jadi Kota Metro ke-89 yang akan diperingati pada 9 Juni 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di OR Setda Kota Metro, dengan melibatkan sejumlah OPD dan panitia pelaksana guna mematangkan seluruh rangkaian kegiatan peringatan hari jadi, Senin (11/05/2026). Dalam arahannya, Pj. Sekretaris Daerah Kota Metro, Kusbani, menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi Kota Metro harus menjadi amanah bersama demi mewujudkan harapan masyarakat terhadap kemajuan daerah. “Ini juga menjadi suatu amanah, sehingga apa yang menjadi harapan kepada kita semua juga menjadi harapan warga Kota Metro,” ujar Kusbani. Ia menjelaskan, berdasarkan hasil rapat sebelumnya, panitia kecil telah dibentuk untuk membahas berbagai persiapan, mulai dari tema, logo, hingga draf Surat Keputusan (SK) kepanitiaan. “Rapat hari ini juga mengacu pada rapat sebelumnya. Panitia kecil sudah tersusun berkaitan dengan rencana kegiatan Hari Jadi Kota Metro, termasuk pembahasan tema, logo, dan draf SK,” katanya. Meski demikian, Kusbani menegaskan bahwa seluruh rancangan tersebut masih bersifat draf dan terbuka terhadap berbagai masukan dari seluruh pihak terkait. “Mudah-mudahan dengan inisiatif efisiensi anggaran dan hemat waktu bersama, hari ini sudah bisa dimunculkan rencana peringatan Hari Jadi Kota Metro Tahun 2026,” lanjutnya. Menurutnya, momentum Hari Jadi Kota Metro juga menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk menghargai perjuangan para perintis yang telah membangun Kota Metro sejak awal berdiri. “Sebagai masyarakat, kita memiliki tanggung jawab untuk meneruskan cita-cita dan perjuangan para pendahulu yang telah lebih dahulu membangun Kota Metro,” ujarnya. Terkait draf SK kepanitiaan, Kusbani meminta seluruh OPD memberikan masukan apabila terdapat posisi atau pembagian tugas yang belum sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. “Itu juga nantinya bisa diusulkan untuk dipindahkan sesuai dengan poksi-poksi yang ada. Jadi, hal ini belum menjadi acuan yang baku dan masih dapat disesuaikan dengan masukan dari Bapak/Ibu sekalian,” jelasnya. Dalam rapat tersebut, Sekretaris Dinas Kominfotik Kota Metro, Mulia Apriani, turut memaparkan logo resmi Hari Jadi Kota Metro ke-89 yang akan diusulkan sebagai identitas visual peringatan tahun 2026 tersebut terdiri dari tiga warna utama yang memiliki makna filosofis tersendiri. “Warna biru tua pada logo melambangkan kepercayaan dan stabilitas pemerintahan, sedangkan biru muda menggambarkan inovasi dan digitalisasi sebagai representasi transformasi Metro menuju Smart City,” terangnya. Sementara itu, warna hijau mencerminkan pertumbuhan berkelanjutan dan komitmen pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang ramah lingkungan, serta inklusif. “Warna hijau mencerminkan pertumbuhan yang berkelanjutan, sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Metro dalam menjaga pembangunan yang ramah lingkungan, inklusif, dan berorientasi masa depan,” jelasnya. Mulia juga memaknai angka 8 pada logo sebagai simbol fleksibilitas pemerintah dalam membangun kolaborasi bersama masyarakat. “Angka 8 itu mengartikan bahwa pemerintah tidak ‘kaku’. Pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat bersama-sama, berkolaborasi, berdampingan memajukan pembangunan Kota Metro secara berkelanjutan menuju Kota Cerdas dan Berbudaya,” ungkapnya. Sementara angka 9 dimaknai sebagai simbol semangat dan optimisme masyarakat Kota Metro dalam membangun daerah yang diilustrasikan sebagai kepala tangan. Di sisi lain, Kepala Bapperida Kota Metro, Yerri Ehwan, menjelaskan bahwa tema disusun dengan mempertimbangkan sejarah panjang Kota Metro sebagai kota multikultur yang dibangun melalui semangat gotong royong antara masyarakat pendatang dan pribumi. “Kita semua harus memahami bahwa Metro dibangun dari perpaduan kolonisasi masyarakat Pulau Jawa dengan masyarakat asli pribumi dari Marga Nuban sehingga terjadi asimilasi budaya,” jelasnya. Tak hanya itu, istilah Metro maupun Mitra dalam bahasa Jawa juga memiliki makna persahabatan dan kemitraan yang menjadi dasar filosofi pembangunan Kota Metro hingga saat ini. “Tahun ini kami mengambil tema harmoni. Harmoni berarti kekompakan, kebersamaan, dan persaudaraan yang kemudian menginspirasi tema dan tagline yang diusung,” tambahnya. Selain membahas tema dan logo resmi, rapat tersebut juga mematangkan rangkaian kegiatan Hari Jadi Kota Metro ke-89, mulai dari upacara bendera di Stadion Tejosari, ziarah makam pahlawan, rapat paripurna DPRD, hingga rencana karnaval, kegiatan UMKM, dan pagelaran budaya daerah. Seluruh rangkaian ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga mampu memperkuat semangat kebersamaan, menggerakkan ekonomi masyarakat, serta meneguhkan identitas Kota Metro sebagai kota yang harmonis, cerdas, dan membahagiakan. (Yl)

0 Comments

Harga Cabai Bergejolak, Kemendagri Desak Daerah Bergerak Cepat Kendalikan Inflasi

Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, menegaskan kepada delapan kabupaten/kota yang belum mendaftar dan dua daerah yang menolak mengikuti gerakan menanam cabai, agar segera mengambil langkah konkret untuk mengendalikan lonjakan harga cabai di daerah masing-masing. Penegasan tersebut disampaikan Tomsi saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diikuti Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Metro di Aula Pemerintah Kota Metro secara virtual, Senin (11/05/2026). Dalam rapat itu, Tomsi menyoroti masih tingginya gejolak harga cabai merah di 242 daerah di Indonesia. Meski demikian, ia menilai penolakan mengikuti gerakan menanam cabai tidak menjadi persoalan selama pemerintah daerah mampu menjaga harga tetap stabil. Namun, ia mengingatkan daerah tidak boleh pasif ketika harga mulai melonjak. Menurutnya, masih banyak wilayah mengalami kenaikan harga cukup tinggi meskipun daerah tetangga berada dalam kondisi stabil. “Daerah yang memiliki selisih harga mencolok harus segera melakukan koreksi dan turun langsung ke lapangan. Cari tahu apa penyebabnya dan dengarkan keluhan pedagang terkait kesulitan mengatasi kenaikan harga komoditas,” tegas Tomsi. Ia meminta TPID di seluruh daerah lebih aktif memantau pasar serta memanfaatkan berbagai program pemerintah pusat untuk pengendalian inflasi, terutama pada komoditas pangan strategis seperti cabai. Sementara itu, Direktur Statistik Harga Badan Pusat Statistik (BPS), Sarpono, mengungkapkan bahwa inflasi pasca-Lebaran Iduladha 2026 mulai menunjukkan tren melandai. Berdasarkan rilis BPS awal Mei 2026, laju inflasi April tercatat lebih rendah dibandingkan Maret 2026. Penurunan tersebut dipengaruhi turunnya harga pada kelompok makanan, minuman, tembakau, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya. Beberapa komoditas bahkan menjadi penyumbang deflasi, di antaranya daging ayam ras sebesar 0,11 persen, emas dan perhiasan minus 0,09 persen, cabai rawit minus 0,06 persen, telur ayam ras minus 0,04 persen, serta tarif angkutan antarkota minus 0,03 persen. Tak hanya membahas inflasi, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi hasil kolaborasi Komisi Pemberantasan Korupsi, Kemendagri RI, dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menegaskan pendidikan menjadi langkah strategis dalam membangun budaya antikorupsi sejak dini. “Pendidikan harus menjadi fondasi membangun generasi berintegritas. Penguatan integritas pendidikan dari pusat hingga daerah harus memiliki arah dan semangat yang sama,” ujar Setyo. KPK mencatat hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2024 menunjukkan Indeks Integritas Pendidikan berada di angka 69,50 dari skala 100. Angka tersebut menandakan budaya integritas mulai terbentuk, namun belum sepenuhnya mengakar secara konsisten di seluruh ekosistem pendidikan. Sebagai tindak lanjut evaluasi SPI Pendidikan 2024, buku panduan Pendidikan Antikorupsi tersebut akan didukung lima bahan ajar bagi guru mulai jenjang PAUD, SD, SMP hingga SMA dan SMK guna memperkuat pendidikan karakter dan integritas generasi muda Indonesia. (Tm/Sr)

0 Comments

Wali Kota Metro Sidak Puskesmas, Pastikan Pelayanan Kesehatan Maksimal untuk Warga

Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke sejumlah pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di Kota Metro, Senin (11/5/2026). Sidak tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Metro dalam memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berjalan optimal, cepat, dan humanis. Dalam kunjungannya, Wali Kota Metro mendatangi tiga fasilitas kesehatan, yakni Puskesmas Metro Pusat, Puskesmas Banjarsari dan Puskesmas Yosomulyo. Kedatangan orang nomor satu di Kota Metro itu dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya, agar dapat melihat langsung kondisi pelayanan yang sebenarnya di lapangan. Di sela-sela peninjauan, Bambang Iman Santoso tampak berinteraksi langsung dengan para pasien, petugas kesehatan, hingga masyarakat yang tengah mengantri untuk mendapatkan layanan pengobatan. la menanyakan secara langsung terkait kualitas pelayanan, kenyamanan fasilitas, hingga respons tenaga medis dalam melayani masyarakat. Bambang Iman Santoso, mengatakan bahwa sidak tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh puskesmas di Kota Metro benar-benar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, tanpa diskriminasi dan tanpa adanya keluhan berarti. “Kami ingin memastikan bahwa pelayanan di Puskesmas benar-benar memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Itu yang menjadi kunci utama. Karena itu, hari ini saya turun langsung meninjau pelayanan, dimulai dari Puskesmas Metro Pusat dan Puskesmas Yosomulyo. Alhamdulillah juga, kami berkesempatan berdialog langsung dengan para pasien yang sedang menerima layanan di kedua puskesmas tersebut,” ujar Bambang. Menurutnya, dari hasil dialog langsung dengan masyarakat, sebagian besar pasien mengaku puas terhadap pelayanan yang diberikan petugas kesehatan. Hal tersebut dinilai menjadi indikator positif bahwa pelayanan dasar kesehatan di Kota Metro terus mengalami peningkatan. “Dari pengakuan masyarakat bahwasanya selalu diberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Ini tentu harus dipertahankan dan terus ditingkatkan,” tambahnya. Meski demikian, Bambang juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Metro, tidak akan segan memberikan tindakan tegas apabila ditemukan adanya pelayanan yang buruk ataupun petugas yang tidak bekerja secara profesional. la pun menekankan bahwa pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak boleh dipermainkan. Oleh sebab itu, seluruh jajaran puskesmas diminta untuk bekerja secara maksimal, disiplin, dan mengedepankan etika pelayanan publik. “Pemerintah Kota Metro akan melakukan tindakan tegas apabila ada puskesmas atau petugas yang main-main dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena pelayanan kesehatan ini menyangkut kebutuhan dan keselamatan masyarakat,” tegasnya. Selain meninjau ruang pelayanan, Wali Kota juga memeriksa kondisi fasilitas penunjang seperti ruang tunggu pasien, kebersihan lingkungan puskesmas, ruang pemeriksaan, serta ketersediaan obat-obatan. la berharap seluruh fasilitas kesehatan di Kota Metro mampu memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang datang berobat.Sidak tersebut pun mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satu warga Metro Pusat, Tujo Bagio (64), mengaku puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh petugas di Puskesmas Metro Pusat. Menurutnya, pelayanan mulai dari proses antrean hingga pengobatan berjalan tertib dan cepat. “Pelayanannya sangat baik, mulai dari antrean sampai pengobatan juga bagus. Petugasnya ramah dan cepat melayani masyarakat,” ujar Tujo. Hal senada juga disampaikan warga Yosomulyo, Tentram (57). la menilai pelayanan di Puskesmas Yosomulyo sudah sangat baik dan petugas kesehatan memberikan perhatian penuh kepada pasien. “Puskesmas Yosomulyo ini pelayanannya sangat baik. Kami sebagai masyarakat merasa nyaman saat berobat di sini,” katanya. Pemerintah Kota Metro sendiri terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui pembenahan fasilitas, peningkatan kualitas sumber daya manusia tenaga kesehatan, serta penguatan pelayanan berbasis kepuasan masyarakat. Melalui sidak tersebut, diharapkan seluruh puskesmas di Kota Metro dapat terus menjaga kualitas pelayanan dan menjadikan masyarakat sebagai prioritas utama dalam setiap pelayanan kesehatan. (Bsr/Yd/Sr)