Pemerintah Kota Metro menerima kunjungan rombongan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) yang berlangsung di Aula Pemerintah Daerah Kota Metro, Rabu (20/05/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi pembelajaran lapangan mahasiswa dalam memperkuat wawasan strategis sekaligus memahami dinamika pembangunan daerah sebagai bagian dari ketahanan nasional. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada jajaran pimpinan Fakultas Strategi Pertahanan Unhan RI beserta 32 mahasiswa peserta KKDN yang hadir di Kota Metro, Bumi Sai Wawai. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dekan Fakultas Strategi Pertahanan Unhan RI, Mayor Jenderal TNI Dr. Oktaheroe Ramsi, S.I.P., M.Sc., bersama jajaran wakil dekan, kepala program studi, kepala perangkat daerah, serta tamu undangan lainnya. “Atas nama Pemerintah Kota Metro, saya mengucapkan selamat datang kepada Dekan Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan RI beserta rombongan mahasiswa peserta KKDN di Kota Metro. Kehadiran saudara-saudara sekalian merupakan suatu kehormatan sekaligus kebanggaan bagi kami,” ujar Bambang. Menurutnya, kegiatan Kuliah Kerja Dalam Negeri memiliki peran penting sebagai implementasi pembelajaran lapangan untuk membangun wawasan strategis, memperkuat pemahaman terhadap dinamika daerah, serta meningkatkan kemampuan analisis mahasiswa dalam menghadapi tantangan bangsa di masa depan. Ia juga menilai Universitas Pertahanan Republik Indonesia memiliki kontribusi besar dalam mencetak generasi muda yang unggul, berintegritas, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan wawasan kebangsaan yang kuat. “Kami menyambut baik pelaksanaan kegiatan KKDN ini karena menjadi sarana mempererat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah. Melalui kegiatan ini, para mahasiswa dapat melihat secara langsung berbagai potensi, tantangan, dan dinamika pembangunan daerah, khususnya di Kota Metro dan Provinsi Lampung,” katanya. Sementara itu, Dekan Fakultas Strategi Pertahanan Unhan RI, Mayor Jenderal TNI Dr. Oktaheroe Ramsi, S.I.P., M.Sc., menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Pemerintah Kota Metro terhadap rombongan KKDN Fakultas Strategi Pertahanan Unhan RI. Ia menjelaskan, kunjungan tersebut bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami kondisi daerah, tata kelola pemerintahan, serta potensi dan tantangan pembangunan yang dihadapi pemerintah daerah. Menurutnya, kegiatan KKDN menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran agar mahasiswa mampu mengintegrasikan teori akademik dengan kondisi nyata di lapangan, khususnya dalam perspektif strategi pertahanan dan pembangunan nasional. “Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa sekaligus memperkuat sinergi antara institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan nasional,” ujarnya. Lebih lanjut, Wali Kota Metro berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang diskusi dan pertukaran gagasan antara mahasiswa, perangkat daerah, dan masyarakat sehingga mampu melahirkan kontribusi positif bagi pembangunan daerah. “Kami percaya bahwa masukan, kajian, dan perspektif akademik dari para mahasiswa dapat menjadi kontribusi positif bagi pembangunan daerah di Kota Metro,” tandasnya. (Bsr/Bgs/Sr)
Pemkot Metro Sambut KKDN Unhan RI, Perkuat Sinergi Strategi Pertahanan dan Pembangunan Daerah
Harkitnas ke-118 di Kota Metro, Wali Kota Ajak Masyarakat Jaga Generasi Bangsa Demi Kedaulatan Indonesia
Pemerintah Kota Metro menggelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 di halaman Pemerintah Daerah Kota Metro, Rabu (20/05/2026). Upacara berlangsung khidmat dengan Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, bertindak langsung sebagai pembina upacara. Momentum nasional tersebut menjadi ajang refleksi bersama untuk memperkuat semangat persatuan, menjaga generasi muda, serta memperkokoh kedaulatan bangsa di tengah tantangan era digital. Upacara dihadiri oleh Wakil Wali Kota Metro, Ketua DPRD Kota Metro, jajaran Forkopimda, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Metro, Staf Ahli Wali Kota, para Asisten Sekda, Kepala OPD, Kabag Setda, Camat dan Lurah se-Kota Metro, hingga para peserta upacara dari berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat. Dalam kesempatan itu, Wali Kota Metro membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia secara utuh dengan mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar peringatan historis, melainkan momentum untuk mengingat kembali lahirnya organisasi Budi Utomo pada tahun 1908 sebagai tonggak awal bangkitnya kesadaran nasional bangsa Indonesia. “Sejarah mencatat bahwa peristiwa tersebut adalah fajar menyingsing bagi kesadaran berbangsa, di mana kaum terpelajar pribumi mulai mengonsolidasikan kekuatan melalui pemikiran dan organisasi, melampaui sekat-sekat kedaerahan yang selama berabad-abad menjadi titik lemah perjuangan,” kutip Wali Kota Metro saat membacakan sambutan. Semangat Kebangkitan Nasional tahun 1908 disebut telah mengubah pola perjuangan bangsa dari perlawanan fisik menuju perjuangan intelektual, pendidikan, dan diplomasi demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat dan bermartabat. Memasuki tahun 2026, tantangan bangsa dinilai semakin kompleks. Jika dahulu perjuangan berfokus pada kedaulatan wilayah, kini tantangan bergeser menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital. Karena itu, tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” dinilai relevan sebagai ajakan menjaga generasi muda agar tumbuh menjadi sumber daya manusia unggul, cerdas, berkarakter, dan mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa. Dalam sambutan tersebut juga dipaparkan sejumlah program strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, di antaranya program makan bergizi gratis di sekolah, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah afirmasi, peningkatan kualitas guru, hingga pemberian beasiswa guna mengurangi ketimpangan kualitas sumber daya manusia. Tak hanya itu, pemerintah juga memperkuat sektor kesehatan melalui layanan cek kesehatan gratis secara masif bagi masyarakat sebagai bentuk pemerataan akses kesehatan nasional. Sementara di bidang ekonomi, pemerintah mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih guna menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat lokal. Perhatian serius juga diberikan terhadap perlindungan anak di ruang digital. Pemerintah telah memberlakukan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak. Sejak 28 Maret 2026, akses anak di bawah usia 16 tahun terhadap media sosial dan platform digital berisiko tinggi resmi dibatasi. Kebijakan tersebut diambil untuk memastikan anak-anak Indonesia memperoleh ruang digital yang sehat, aman, dan sesuai dengan usia serta tumbuh kembang mereka. Menutup sambutannya, Wali Kota Metro mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Hari Kebangkitan Nasional sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, serta menumbuhkan kembali semangat gotong royong dalam membangun bangsa. “Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 menjadi panggilan bagi seluruh elemen masyarakat, mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda untuk kembali menyalakan api Budi Utomo dalam setiap lini kehidupan,” tutupnya. (Md/Sr)
Metro Jadi Percontohan Nasional, Wali Kota Sambut Digitalisasi Bansos Demi Transparansi dan Tepat Sasaran
Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menyambut baik kunjungan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dalam rangka mendukung perluasan digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) agar semakin transparan, aman, dan tepat sasaran bagi masyarakat. Audiensi yang berlangsung di ruang kerja Wali Kota Metro, Rabu (20/05/2026), menjadi momentum penting bagi Kota Metro yang resmi terpilih sebagai salah satu daerah percontohan nasional dalam program perluasan digitalisasi bansos. Terpilihnya Kota Metro tidak lepas dari kesiapan infrastruktur digital serta komitmen pemerintah daerah dalam membangun tata kelola pemerintahan yang modern, akuntabel, dan berbasis pelayanan masyarakat. Direktur Integrasi Data Kependudukan Nasional (IDKN) Ditjen Dukcapil Kemendagri, Ningrum, menjelaskan bahwa audiensi tersebut dilakukan untuk memastikan program perlindungan sosial (Perlinsos) dapat berjalan optimal di Kota Metro. “Kota Metro menjadi salah satu daerah dalam perluasan digitalisasi program bansos dari 42 kabupaten/kota yang dikembangkan, yang sebelumnya diawali oleh Kabupaten Banyuwangi. Karena itu kami perlu bertemu langsung dengan Wali Kota dan jajaran untuk memastikan komitmen daerah demi keberhasilan program ini ke depan,” ujarnya. Menurut Ningrum, keberhasilan program digitalisasi bansos membutuhkan dukungan lintas sektor, mulai dari Dinas Sosial hingga Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik). Hal tersebut terutama berkaitan dengan penguatan jaringan aplikasi dan pengaktifan Identitas Kependudukan Digital (IKD) agar pelayanan dapat berjalan maksimal. “Tujuannya agar masyarakat memiliki pemahaman yang sama bahwa program ini hadir untuk membantu masyarakat, sekaligus memastikan bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran,” tambahnya. Ia juga memberikan apresiasi atas komitmen kuat yang ditunjukkan Wali Kota Metro dalam mendukung transformasi digital pelayanan publik tersebut. Menurutnya, komitmen kepala daerah menjadi salah satu indikator utama dalam penentuan daerah percontohan nasional. “Respons Wali Kota Metro sangat baik. Sejak awal beliau sudah menunjukkan komitmen yang kuat sehingga Kota Metro terpilih menjalankan program ini. Kami juga senang karena Bank Indonesia dan pihak terkait lainnya turut hadir sehingga program ini dapat diawasi bersama demi memastikan keberhasilannya,” katanya. Melalui program ini, pemerintah berharap digitalisasi penyaluran bantuan sosial dapat menghadirkan sistem yang lebih efektif, transparan, dan akurat sehingga manfaat bantuan benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan. Ningrum pun berharap program percontohan perlindungan sosial di 42 kabupaten/kota tersebut dapat berjalan sukses dan berkelanjutan demi mendukung kesejahteraan masyarakat di masa mendatang. (Tm/Sr)
Hadir Pelantikan DPW GAPEMBI Lampung, Wali Kota Metro : Sinergi Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Provinsi Lampung, yang dilaksanakan oleh DPP GAPEMBI di Ballroom Hotel Radisson Lampung Kedaton, Selasa (19/5/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., jajaran Forkopimda, serta perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Tengku Syahdana, selaku Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat di BGN. Hadir pula Ketua Umum DPP GAPEMBI H. Alven Stony, Ketua DPW GAPEMBI Lampung H. M. Muslih, bersama seluruh jajaran pengurus DPW GAPEMBI se-Provinsi Lampung dan berbagai unsur tamu undangan dari kalangan pemerintah maupun pelaku usaha. Pelantikan pengurus DPW GAPEMBI Lampung menjadi salah satu momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan sektor usaha guna mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Lampung. Rangkaian acara diisi dengan pembacaan surat keputusan kepengurusan, prosesi pelantikan organisasi, hingga pemaparan berbagai agenda pengembangan ekosistem MBG di daerah. Dalam sambutannya, Gubernur Lampung menyoroti ironi yang masih dihadapi Provinsi Lampung. Meski dikenal sebagai salah satu daerah penghasil pangan terbesar di Indonesia, tingkat konsumsi protein masyarakat Lampung masih berada sekitar 30–40 persen di bawah rata-rata nasional. Menurut Gubernur, kondisi tersebut berpengaruh terhadap tingginya angka kemiskinan dan kualitas sumber daya manusia di daerah. Oleh karena itu, Program Makan Bergizi Gratis dinilai sebagai langkah strategis yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan gizi anak-anak, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui perputaran ekonomi hingga ke tingkat desa. Ia juga menjelaskan bahwa implementasi tahap awal program MBG telah menunjukkan perkembangan positif dengan hadirnya sekitar 1.100 dapur MBG yang mulai memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Ke depan, pemerintah daerah terus mendorong penguatan program agar dapur MBG dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Badan Gizi Nasional (BGN), Tengku Syahdana, menekankan pentingnya peran mitra strategis seperti Gapembi dalam menyukseskan program MBG. Ia menargetkan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki sedikitnya 15 pemasok lokal agar distribusi manfaat ekonomi lebih merata. “Kita harapkan nantinya setiap SPPG minimal harus mempunyai 15 supplier. Wajib hukumnya. Jangan ada mekanisme ekonomi kapitalis di mana yang kaya semakin kaya,” ujarnya. Tengku menambahkan BGN akan memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung untuk memberdayakan pelaku UMKM, koperasi, dan kelompok tani agar masyarakat lokal dapat terlibat aktif dalam rantai pasok nasional. “Semuanya harus naik kelas. Kita ingin mewujudkan ekonomi yang merata hingga tingkat Desa,” katanya. Sementara itu Ketua Gapembi Lampung, M. Muslih menyatakan komitmennya untuk mengawal penuh program makan bergizi gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. “Kami di Gapembi Lampung berkomitmen penuh untuk mengawal dan mendukung program makan bergizi gratis sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Kehadiran kami bukan semata-mata untuk kepentingan bisnis, tetapi membawa misi kemanusiaan demi mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Muslih. (Bsr/Sr)
Wali Kota Metro Serahkan Dana Pembinaan Peserta MTQ, Dorong Kebangkitan Syiar Al-Qur’an di Kalangan Generasi Muda
Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menyerahkan uang pembinaan secara simbolis kepada sembilan peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di Rumah Dinas Wali Kota Metro, Senin (18/05/2026). Penyerahan tersebut menjadi bentuk perhatian dan dukungan kepada para peserta yang akan mewakili Kota Metro pada MTQ tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026. Kegiatan itu juga menegaskan kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan lembaga sosial dalam mendukung pembinaan generasi Qur’ani di Kota Metro. Kepala Bagian Kesra Kota Metro, Abu Mansur Al Maturidi, menjelaskan bahwa dana pembinaan peserta MTQ tahun ini tidak teranggarkan dalam kegiatan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ). Namun, kebutuhan tersebut dapat terpenuhi berkat dukungan dari sejumlah donatur.“Kami laporkan acara pemberian dana pemenang bahwa dikarenakan memang dalam anggaran STQ tidak teranggarkan untuk dana pembinaan peserta, kami kemarin sudah dibantu oleh tiga donatur besar,” ujarnya. Ia menyebutkan, Bank Eka Kota Metro memberikan 20 kartu e-money senilai Rp1 juta per peserta. Selain itu, Baznas dan KSPPS BMT Fajar turut memberikan bantuan uang tunai bagi peserta terpilih. “Alhamdulillah dari bantuan yang disupport oleh para donatur ini itu pas dengan jumlah peserta yang terpilih,” katanya. Dari total 84 peserta yang mengikuti seleksi, sebanyak 40 peserta berhasil terjaring untuk mendapatkan pembinaan dan bantuan dengan rinciannya, 20 peserta menerima bantuan e-money dari Bank Eka, 10 peserta menerima bantuan dari Baznas, dan 10 peserta lainnya dari KSPPS BMT Fajar. Abu Mansur juga mengungkapkan adanya peningkatan jumlah peserta yang direncanakan berangkat ke MTQ tingkat provinsi dibanding tahun sebelumnya. “Kalau tahun kemarin kita hanya mengirim itu 35. Nah, ini akan lebih banyak insyaallah dari tahun ini, bahkan ini ada rencana dengan teman-teman itu kita akan mencukupi jadi 46 orang,” jelasnya. Meski demikian, ia mengakui jumlah peserta yang telah teranggarkan saat ini masih sebanyak 35 orang, menyesuaikan kemampuan anggaran daerah dan evaluasi dari pelaksanaan tahun sebelumnya. “Alhamdulillah, insyaallah ini sudah kita jaring secara objektif tadi. Kita berharap ke depan mudah-mudahan bisa menjadi yang terbaik,” tambahnya. Dalam kesempatan tersebut, Abu Mansur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu pelayanan dan pembinaan peserta MTQ Kota Metro. Sementara itu, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menyampaikan terima kasih kepada Bank Eka, Baznas, dan KSPPS BMT Fajar yang telah berkontribusi dalam mendukung para peserta MTQ. “Pertama tentunya kami dari pemerintah daerah mengucapkan ribuan banyak terima kasih atas peran serta dan kepedulian dari pihak perbankan oleh Bank Eka Cabang Kota Metro, BMT Fajar dan dari Baznas,” kata Bambang. Menurutnya, bantuan dana pembinaan tersebut sangat berarti bagi para peserta yang tengah mempersiapkan diri menghadapi MTQ tingkat provinsi tahun 2026. “Tadi sudah disampaikan bahwasanya untuk dana pembinaan itu, pemerintah daerah tidak menganggarkan, tidak menganggarkan atau tidak ada duitnya,” ungkapnya. Meski demikian, Bambang menegaskan pemerintah daerah tetap memiliki komitmen untuk memberikan perhatian terbaik kepada generasi Qur’ani di Kota Metro. Ia menilai MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan bagian dari syiar Islam yang mampu menarik minat generasi muda untuk lebih mencintai Al-Qur’an. “MTQ ini juga bagian daripada syiar yang sifatnya show. Dan di dalam agama, show itu juga penting untuk menunjukkan ke khalayak ramai,” ujarnya. Menurut Bambang, perkembangan cabang lomba MTQ saat ini semakin beragam, mulai dari tilawah hingga kaligrafi yang dapat menjadi media syiar positif bagi masyarakat. “Semuanya itu bisa untuk dijadikan ajang pamer termasuk kaligrafi, pamer itu dalam artian pamer positif,” katanya. Ia juga mengaku bertekad menghidupkan kembali pelaksanaan MTQ tingkat Kota Metro yang beberapa tahun terakhir belum terlaksana. “Kalau untuk tahun 2026 ini memang belum bisa, nanti pokoknya tahun 2027 saya tekad mau saya adakan MTQ tingkat kota,” tegasnya. Bambang juga mengapresiasi semangat para peserta yang tetap berlatih dan berjuang dengan penuh keikhlasan meski keterbatasan anggaran masih terjadi. “Anak-anak ini juga bergerak dengan keikhlasan. Tetapi mestinya kalau sudah kayak gitu, tinggal kita saja yang mikir apa enggak,” ucapnya. Ia pun meminta agar ke depan pemerintah daerah dapat mulai mengalokasikan dana pembinaan secara langsung kepada peserta MTQ, meskipun sudah ada bantuan dari pihak luar. “Kalaupun misalkan tadi sudah dibantu dari bank, dari Baznas, dari BMT, ya paling tidak tetap dikasih dana pembinaan dari pemerintah,” pungkasnya.(Yl/Bsr/Yd)
Ribuan Pelajar Kota Metro Unjuk Prestasi, Ajang Minat dan Bakat 2026 Resmi Dibuka
Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi membuka kegiatan Perlombaan Minat, Bakat, dan Kreativitas Siswa jenjang SD dan SMP Tingkat Kota Metro Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi para pelajar untuk mengembangkan potensi di bidang olahraga, sains, dan seni sekaligus membentuk karakter generasi muda yang unggul, sportif, kreatif, dan berdaya saing. Sebanyak 1.853 siswa dari berbagai sekolah di Kota Metro turut ambil bagian dalam ajang bergengsi tersebut. Mereka akan berkompetisi dalam berbagai cabang perlombaan yang meliputi Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N), serta Gala Siswa Indonesia (GSI). Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, Agus Muhammad Septiana, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan talenta peserta didik, menumbuhkan jiwa sportivitas, kompetitif, rasa percaya diri, tanggung jawab, serta membangun karakter yang unggul. “Melalui kegiatan ini diharapkan lahir generasi muda Kota Metro yang sehat, kreatif, berprestasi, cinta tanah air, serta memiliki solidaritas dan persatuan yang kuat,” ujarnya. Ia menjelaskan, proses seleksi dilakukan secara bertahap mulai dari tingkat satuan pendidikan, kecamatan, hingga tingkat kota untuk selanjutnya mewakili Kota Metro di tingkat provinsi dan nasional. Pelaksanaan perlombaan berlangsung pada 18 hingga 23 Mei 2026 di sejumlah lokasi, di antaranya Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, Kolam Renang Tejosari, Padepokan Hadi Wiyoto, UIN Jurai Siwo Lampung (JUSILA), serta MuAD Center Kota Metro. Adapun rincian peserta terdiri dari OSN SD sebanyak 275 siswa, OSN SMP 325 siswa, FLS3N SD 200 siswa, FLS3N SMP 325 siswa, O2SN SD 150 siswa, O2SN SMP 200 siswa, serta GSI SMP sebanyak 378 siswa. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Asisten I Pemerintah Kota Metro, Helmy Zain, yang hadir mewakili Wali Kota Metro. Dalam sambutannya, Assisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Pemerintah Daerah Kota Metro, Helmy Zain, menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui pengembangan minat dan bakat peserta didik. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka yang menitikberatkan pada pembelajaran mendalam untuk membentuk karakter dan potensi siswa. “Tahun ini kegiatan mengusung tema ‘Menumbuhkan Karakter Bangsa melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Pembelajaran serta Talenta Sehat, Bugar, Berkarakter, dan Hebat melalui Olahraga,” katanya. Helmy juga menambahkan bahwa format perlombaan tahun 2026 diarahkan untuk menciptakan ekosistem yang mampu mendorong inovasi, kreativitas, dan prestasi peserta didik hingga ke tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, pengembangan karakter menjadi bagian penting dalam pembinaan talenta siswa. Hal itu sejalan dengan kebijakan nasional mengenai desain besar manajemen talenta nasional yang memberi ruang luas bagi siswa untuk terus mengasah kemampuan di bidang seni dan olahraga. “Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berkarakter. Unggul dalam prestasi, adaptif terhadap perubahan, serta memiliki sikap kerja keras dan kejujuran dalam berkompetisi,” ujar Helmy Zain. Di akhir kegiatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan prestasi siswa dan guru demi membawa Kota Metro meraih prestasi di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional. (Md/Ag/Sr)
Kusbani Tegaskan Disiplin ASN dan Matangkan Persiapan HUT ke-89 Kota Metro
Sekretaris Daerah Kota Metro, Kusbani, mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Metro untuk terus menjaga kebersihan, ketertiban, serta meningkatkan disiplin kerja. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin apel pagi di halaman Pemerintah Kota Metro, Senin (18/05/2026). Dalam arahannya, Kusbani menekankan pentingnya kesadaran dan tanggung jawab ASN terhadap lingkungan kerja, termasuk kedisiplinan dalam absensi kehadiran. “Seluruh ASN kami ingatkan untuk menjaga kebersihan dan ketertiban di lingkungan kerja, termasuk disiplin dalam absensi kehadiran. Saat ini aturan semakin ketat dan kebijakan semakin berkurang, sehingga hal ini perlu menjadi perhatian bersama dengan memulai dari diri kita sendiri,” ujarnya. Selain menyoroti kedisiplinan ASN, Kusbani juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Metro telah membuka seleksi Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) yang diikuti sekitar 86 peserta dari lima kecamatan dengan berbagai cabang lomba. Ia berharap proses seleksi tersebut mampu melahirkan peserta terbaik yang nantinya dapat mengharumkan nama Kota Metro di tingkat Provinsi Lampung. “Mudah-mudahan hasil seleksi ini dapat memilih peserta terbaik sesuai kemampuan masing-masing sehingga mampu mewakili Kota Metro di tingkat provinsi. Kami juga berkomitmen memberikan dukungan terhadap pengembangan syiar Islam dan pembinaan peserta MTQ agar mampu bersaing secara maksimal,” katanya. Pada kesempatan itu, Kusbani juga menyinggung persiapan peringatan Hari Jadi Kota Metro ke-89. Ia berharap momentum tersebut dapat menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap daerah, meskipun di tengah berbagai tantangan yang dihadapi saat ini. Berdasarkan hasil rapat persiapan, upacara peringatan Hari Jadi Kota Metro ke-89 direncanakan akan digelar di Stadion Tejosari. Untuk itu, Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Poraparekraf) bersama Dinas Lingkungan Hidup diminta segera berkoordinasi mempersiapkan lokasi. “Kami meminta Dinas Poraparekraf dan Dinas Lingkungan Hidup untuk berkoordinasi melakukan kerja bakti dan memastikan kondisi Stadion Tejosari siap digunakan untuk pelaksanaan upacara,” tandasnya. (Tm/Sr)
UMKM Street Bangjo Jadi Motor Baru Penggerak Ekonomi Kreatif Kota Metro
Keberadaan UMKM Street Bangjo di pertigaan Taman Merdeka Kota Metro mulai menunjukkan perannya sebagai pusat aktivitas ekonomi kreatif dan penguatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Metro. Hal tersebut ditandai dengan dibukanya Grand Opening 31 tenan (Stand Pameran) Komunitas UMKM Street Bangjo oleh Wakil Wali Kota Metro M. Rafieq Adi Pradana, Minggu (17/05/2026). Kegiatan yang menghadirkan puluhan pelaku UMKM lokal, menjadi langkah nyata dalam memperkuat sektor UMKM sekaligus menghidupkan pusat kuliner dan ekonomi kreatif di Kota Metro. Tidak hanya menghadirkan ruang usaha, Street Bangjo juga diproyeksikan menjadi pusat interaksi masyarakat dan wadah pengembangan ekonomi berbasis komunitas. Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Metro M. Rafieq Adi Pradana, menyampaikan bahwa keberadaan 31 tenan tersebut bukan hanya sekadar tempat berjualan, tetapi menjadi simbol tumbuhnya semangat kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Kota Metro. “Ini adalah bukti bahwa UMKM tetap menjadi tulang punggung perekonomian daerah yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan, menggerakkan ekonomi kerakyatan, dan memperkuat daya saing daerah,” ujarnya. Rafieq yang didampingi Ketua GOW Kota Metro, juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Metro terus berkomitmen mendukung perkembangan UMKM melalui berbagai program pembinaan, pelatihan, digitalisasi pemasaran, hingga penguatan akses permodalan. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar UMKM Kota Metro mampu naik kelas, semakin kreatif dan inovatif, serta mampu bersaing tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga regional hingga nasional. Ia berharap UMKM Street Bangjo dapat berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus ruang berkumpul yang nyaman, tertib, bersih, dan menjadi daya tarik baru Kota Metro. “Jaga kualitas produk, pelayanan, kebersihan lingkungan, serta kekompakan antar pelaku usaha agar kawasan ini terus berkembang dan diminati masyarakat,” katanya. Rafieq juga mengajak masyarakat untuk mendukung produk lokal dengan membeli dan menggunakan hasil karya UMKM Kota Metro sendiri. Menurutnya, pertumbuhan UMKM akan berdampak langsung terhadap penguatan ekonomi masyarakat. “Ketika UMKM tumbuh, maka ekonomi masyarakat juga akan semakin kuat,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Ketenagakerjaan Kota Metro, Ace Yuliwati, mengatakan bahwa launching Street Food Komunitas UMKM Bangjo merupakan bagian dari dukungan terhadap visi Kota Metro sebagai kota cerdas berbasis jasa dan budaya yang religius. Ace menilai pusat kuliner Street Food Bangjo bukan sekadar tempat transaksi jual beli biasa, tetapi langkah konkret dalam mendukung pembangunan daerah melalui penguatan sektor ekonomi kreatif berbasis jasa. “Di mana sektor kuliner, tradisional maupun modern merupakan salah satu pilar penggerak ekonomi kreatif berbasis jasa,” ujarnya. Ia juga menjelaskan, keberadaan wadah terpusat seperti Street Food Bangjo tidak hanya memanjakan pecinta kuliner, tetapi juga memperkuat daya tarik wisata dan menggerakkan roda ekonomi lokal dari hulu hingga hilir. Sebagai Kepala Dinas UMKM dan Ketenagakerjaan Kota Metro, ia juga memastikan Pemerintah Kota Metro akan terus hadir memberikan pendampingan kepada para pelaku usaha, mulai dari penguatan kelembagaan, fasilitas, legalitas usaha seperti NIB dan sertifikat halal, hingga membuka akses pasar yang lebih luas. “Dinas UMKM akan terus hadir memberikan pendampingan, baik dari segi penguatan kelembagaan, fasilitas, legalitas usaha seperti NIB dan sertifikat halal, hingga akses pasar yang lebih luas,” terangnya. Dukungan terhadap pengembangan UMKM Bangjo juga datang dari sektor perbankan. Kepala Cabang Bank Mandiri Kota Metro, Putu Budi Putranto, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi Bank Mandiri untuk mendukung digitalisasi transaksi pelaku UMKM melalui program Merchant dan QRIS. “Ini sejalan dengan komitmen kami untuk memudahkan usaha Bapak Ibu semua agar bisa naik kelas dan transaksi jadi lebih cepat dan praktis,” katanya. Melalui kegiatan tersebut, para pelaku UMKM di jajaran Bangjo dapat langsung menerima manfaat transaksi non tunai, mulai dari pembayaran menggunakan QRIS, debit, hingga kartu kredit melalui Livin’ Bank Mandiri. Selain itu, pelaku usaha juga dimudahkan dalam pencatatan penjualan otomatis melalui Livin Merchant sehingga lebih mudah memantau omzet penjualan serta membuka akses terhadap kebutuhan modal usaha dan pengembangan bisnis ke depan. “Saya ucapkan terima kasih kepada Bangjo dan seluruh tim yang sudah membuka ruang kolaborasi ini. Semoga kerja sama Bank Mandiri dan jajanan Bangjo bisa terus berlanjut dan memberikan dampak yang baik bagi pertumbuhan UMKM di Kota Metro,” pungkasnya. Ketua Panitia Pelaksana, Rosida Sari Saleh, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka mendukung, mengembangkan, dan memberdayakan pelaku UMKM di Kota Metro melalui Komunitas Bazar UMKM Bangjo sebagai wadah promosi dan pemasaran produk lokal. Rosida menerangkan bahwa tujuan digelarnya bazar UMKM yang diikuti 31 peserta atau tenan tersebut sebagai bentuk awal pengenalan dan dukungan terhadap keberlanjutan kegiatan UMKM Bangjo agar terus berkembang dan berjalan secara rutin setiap minggunya. Tak hanya itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Metro, Bank Mandiri, dan Le Minerale atas dukungan dalam pelaksanaan kegiatan bazar UMKM tersebut. “Harapannya, melalui kegiatan ini paguyuban bazar UMKM Bangjo dapat menjadi agenda rutin mingguan yang memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan masyarakat, serta mampu meningkatkan perputaran ekonomi lokal di Kota Metro,” tuturnya. (Yl/Sr)
Wali Kota Metro Hadiri Soft Launching Nasional Bersama Presiden RI, Metro Targetkan 18 Titik Koperasi Merah Putih
Wali Kota Metro H. Bambang Iman Santoso, S.Sos., M.Pd.I., menghadiri peresmian atau Soft Launching 1.061 Gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) seluruh Indonesia yang dilaksanakan secara hybrid oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dari Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/05/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Kelurahan Yosomulyo tersebut, menjadi tonggak penting dalam penguatan ekonomi kerakyatan berbasis desa dan kelurahan melalui pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai pusat distribusi, pelayanan, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam kesempatan itu, Komandan Korem 043/Garuda Hitam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, S.E., M.HAN., menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya peluncuran program nasional yaitu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang dilakukan secara nasional. “Kita hari ini wajib patut bersyukur atas segala limpah rahmat dan hidayah-Nya dan kita patut berbangga karena hari ini momen penting bangsa kita yaitu dimana Bapak Presiden langsung meresmikan launching pertama Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih ini secara nasional,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dukungan, sinergi, dan kerja sama seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, serta anggota Forkopimda, khususnya di wilayah Provinsi Lampung dan Kota Metro dalam mendukung pembangunan Koperasi Merah Putih. “Alhamdulillah kami hari ini ditemani oleh Pak Wali Kota Metro, Ketua DPRD yang diwakili dan juga teman-teman dari Polres dan dari Kejaksaan dan juga Kodim. Inilah bentuk kolaborasi kita, kerjasama kita, sehingga hari ini khususnya di Kota Metro kita bisa melaksanakan launching yang sama-sama diresmikan oleh Bapak Presiden RI Prabowo Subianto,”lanjutnya. Dalam kesempatan tersebut, Brigjen TNI Sumarlin mengungkapkan terkait perkembangan pembangunan koperasi dari 1.061 unit yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Provinsi Lampung ditargetkan sebanyak 1.258 unit. “Kita ketahui bersama bahwa secara nasional terdapat 1.061 unit koperasi yang diresmikan oleh Presiden RI. Khusus di Provinsi Lampung, dari target 1.258 titik, Alhamdulillah hari ini sudah tercapai sekitar 350 lebih unit. Angka ini mungkin akan bertambah per hari ini, sehingga persentasenya kurang lebih mencapai 28 persen,” jelasnya. Untuk Kota Metro sendiri, ia menyebutkan bahwa dari total 18 titik yang direncanakan, lima titik telah selesai dan siap diluncurkan. “Khusus di Kota Metro, dari total 18 titik yang ditargetkan, Alhamdulillah 5 titik di antaranya sudah mencapai 100 persen kesiapan. Harapan kami dalam waktu 1 hingga 2 bulan ke depan, 18 titik yang ada di seluruh Kota Metro ini dapat terwujud sepenuhnya,”harapnya. Lebih lanjut, Brigjen TNI Sumarlin menekankan bahwa keberadaan Koperasi Merah Putih nantinya akan menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa yang berfungsi untuk menyerap hasil pertanian masyarakat sekaligus memenuhi kebutuhan dasar warga seperti obat-obatan, gas, PLN, dan lain-lain. Terkait program unggulan di Lampung, ia mengatakan Koperasi Merah Putih akan dikembangkan berdasarkan potensi dan kearifan lokal masing-masing daerah yang akan menyesuaikan dengan program unggulan atau potensi lokal masing-masing. “Di Lampung, khususnya Metro yang dikenal sebagai penghasil beras, maka keunggulan koperasi di sini berfokus pada komoditas beras. Koperasi Merah Putih akan langsung menyerap gabah maupun beras dari petani yang nantinya juga akan mendukung program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), di mana kebutuhan beras akan dipasok dari koperasi ini. Dengan demikian, ekonomi masyarakat dapat terus berputar dan tumbuh di lingkungan desa sendiri.”katanya. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi desa, program Koperasi Merah Putih juga diproyeksikan membuka lapangan pekerjaan baru, dimana di setiap titik koperasi akan melibatkan puluhan tenaga kerja. “Setiap satu titik koperasi akan dikelola oleh 29 orang tenaga kerja. Saat ini, pemerintah telah membuka rekrutmen melalui skema SPPI yang diprioritaskan bagi warga masyarakat desa, lulusan SMA hingga sarjana. Mereka yang mendaftar akan ditempatkan di desa masing-masing dan nantinya akan mengelola operasional Koperasi Merah Putih secara profesional, “ungkapnya. Sementara itu, Wali Kota Metro H. Bambang Iman Santoso, S.Sos., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh Pemerintah Kota Metro terhadap peresmian atau Soft Launching DKMP Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang dipusatkan di Kelurahan Yosomulyo. Sebagai Wali Kota Metro, Bambang menegaskan bahwa Pemerintah Kota Metro akan memberikan dukungan penuh terhadap seluruh inisiatif yang digagas oleh Komandan Korem 043 untuk mengisi posisi pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang dilakukan melalui program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dan rekrutmen tenaga operasional, dimana masyarakat berkesempatan menjadi penggerak ekonomi desa dengan syarat yang jelas dan terukur. “Terkait pendidikan kelas merah putih, tentunya kami dari Pemerintah Kota Metro sangat memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan tentunya juga support dari apa yang disampaikan Pak Danrem,”terangnya. Tak hanya itu, Bambang juga menilai keberadaan koperasi merah putih yang digagas oleh Presiden RI Bapak Prabowo Subianto bukan sekadar bangunan fisik atau program seremonial semata, melainkan sebuah lembaga ekonomi yang hidup dan akan memberikan dampak nyata bagi wilayah yang bersangkutan. “Keberadaan Koperasi Merah Putih nanti juga akan berdampak kepada desa dan kelurahan yang pada saat ini sudah siap untuk melaksanakan kegiatan launching pembukaan Koperasi Merah Putih,” tutupnya. (Yl/Sr)
Bambang Imam Santosa : Panen Raya Jagung Bukti Kolaborasi, Pemkot, Polres dan Petani Dukung Swasembada Pangan
Pemerintah Kota Metro bersama Polres Kota Metro mengikuti kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026, yang digelar secara virtual bersama Presiden Republik Indonesia, bertempat di lahan jagung Kelompok Tani Horti Asri, Pakde Wanto, Kelurahan Ganjar Asri, Kota Metro, sabtu (16/05/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Polres Kota Metro tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional dan upaya mewujudkan swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia. Secara nasional, kegiatan panen raya dipusatkan di Dusun Kedung Sari, Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Agenda tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam menjaga produktivitas sektor pertanian, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan global. Kabupaten Tuban sendiri dikenal sebagai salah satu sentra penghasil jagung terbesar di Jawa Timur, dengan sekitar 629 hektare lahan yang memasuki masa panen tahun ini. Potensi tersebut dinilai mampu mendukung target swasembada jagung nasional. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah, kepolisian, dan para petani dalam mendukung ketahanan pangan nasional. “Panen raya ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, aparat kepolisian, dan kelompok tani mampu memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan. Pemerintah Kota Metro akan terus mendukung sektor pertanian agar produktivitas petani semakin meningkat dan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud,” ujar Bambang. Sementara itu, Kapolres Metro, AKBP Hangga Utama Darmawan, mengatakan bahwa keterlibatan Polres Metro dalam program pertanian merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan nasional di bidang pangan. “Kegiatan ini merupakan komitmen Polres Metro dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Kami berharap sinergi bersama pemerintah daerah dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga ketahanan pangan di Kota Metro semakin baik dan berkelanjutan,” katanya. Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 tersebut juga menjadi momentum untuk mendorong semangat para petani dalam meningkatkan hasil produksi pertanian, khususnya komoditas jagung yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional. (Bsr/Mdn/Sr)