Pemerintah Kota Metro bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Metro terus memperkuat tata kelola data daerah melalui pencanangan Kelurahan Cinta Statistik (Cantik) dan Pembinaan Statistik Sektoral Tahun 2026 yang digelar di Aula Pemerintah Kota Metro, Senin (25/05/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun sistem data yang akurat, terintegrasi, dan berkelanjutan guna mendukung pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran di Kota Metro. Pranata Komputer Ahli Muda BPS Kota Metro, Ariyanto, mengatakan pembangunan daerah yang efektif harus ditopang data yang kuat, tidak hanya pada tingkat makro, tetapi juga hingga level kelurahan dan organisasi perangkat daerah (OPD). “Kolaborasi ini merupakan bentuk nyata sinergi antara BPS Kota Metro dan Pemerintah Kota Metro dalam membangun ekosistem data yang tangguh. Kami mengapresiasi dukungan penuh Pemkot Metro sehingga pembinaan statistik daerah tahun 2026 dapat berjalan dengan baik,” ujarnya. Program Kelurahan Cantik sendiri merupakan program nasional BPS yang bertujuan meningkatkan literasi statistik, standarisasi pengelolaan data, serta optimalisasi pemanfaatan data di tingkat kelurahan. Melalui program ini, kelurahan didorong tidak hanya menjadi pengguna data, tetapi juga mampu menjadi produsen data yang aktif, cermat, dan bertanggung jawab. Sejak 2021 hingga 2025, BPS Kota Metro telah membina sembilan kelurahan, yakni Yosodadi, Banjarsari, Yosorejo, Rejomulyo, Tejosari, Tejo Agung, Mulyojati, Hadimulyo Timur, dan Iringmulyo. Kesembilan kelurahan tersebut diharapkan menjadi percontohan pengelolaan statistik di Kota Metro. Sementara pada tahun 2026, pembinaan difokuskan pada tiga kelurahan baru, yaitu Ganjaragung, Ganjarasri, dan Mulyosari. Selain pencanangan Kelurahan Cantik, BPS Kota Metro juga melaksanakan pembinaan statistik sektoral melalui Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS). Tahun ini, penilaian EPSS difokuskan pada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Metro sebagai OPD strategis pengelola data vital daerah. Dalam kesempatan itu, BPS turut mensosialisasikan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yakni basis data terpadu yang memuat kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan masyarakat hasil integrasi DTKS, Regsosek, dan P3KE. DTSEN kini menjadi rujukan utama berbagai program bantuan pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH), BPNT atau Program Sembako, hingga Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Masyarakat yang merasa data dirinya belum sesuai juga diberikan akses pengaduan melalui kelurahan, Dinas Sosial, aplikasi Cek Bansos, maupun layanan resmi Kementerian Sosial. Tak hanya itu, BPS Kota Metro juga menyampaikan kesiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang akan mendata seluruh aktivitas usaha, termasuk perkembangan ekonomi digital, transaksi QRIS dan e-wallet, hingga fenomena gig economy. Pendataan lapangan dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Metro, Yerri Ehwan, menegaskan bahwa data berkualitas menjadi fondasi utama dalam menentukan arah pembangunan daerah di era digital. “Program Kelurahan Cantik merupakan inisiasi luar biasa dalam meningkatkan literasi, kesadaran, dan peran aktif perangkat kelurahan dalam pengelolaan data statistik. Kelurahan sebagai ujung tombak pemerintahan harus memiliki kapasitas dan komitmen kuat dalam mengelola data yang akurat dan berkelanjutan,” kata Yerri. Menurutnya, tanpa data yang valid dan terintegrasi, kebijakan pembangunan berisiko tidak tepat sasaran. Karena itu, penguatan statistik hingga tingkat kelurahan menjadi langkah penting dalam mewujudkan pembangunan Kota Metro yang lebih efektif, tepat, dan berbasis data. (Tm/Sr)
Metro Perkuat Tata Kelola Data, BPS Canangkan Kelurahan Cantik dan Pembinaan Statistik 2026
Apel Mingguan Pemkot Metro: Persiapan Hari Lahir Pancasila hingga Doa untuk Jamaah Haji
Pemerintah Kota Metro kembali menggelar apel mingguan pada Senin (25/5/2026) yang diikuti seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Metro. Kegiatan berlangsung tertib dan khidmat di halaman Pemerintah Kota Metro. Bertindak sebagai pembina apel, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Metro, Helmy Zain, menyampaikan sejumlah arahan penting kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan peserta apel. Dalam amanatnya, Helmy Zain meminta seluruh OPD mulai mempersiapkan pelaksanaan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang akan diperingati pada 1 Juni 2026 mendatang. Ia menegaskan bahwa momentum tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan pengingat penting untuk terus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan pelayanan publik. “Seluruh OPD saya minta agar dapat mempersiapkan dan melaksanakan upacara Hari Lahir Pancasila dengan baik dan penuh tanggung jawab. Momentum ini bukan hanya seremonial semata, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Helmy Zain. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antarp perangkat daerah agar seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Lahir Pancasila dapat berjalan lancar dan khidmat. Selain itu, dalam kesempatan tersebut Helmy Zain turut mengajak seluruh peserta apel untuk mendoakan para jamaah haji yang saat ini tengah menjalankan ibadah di Tanah Suci Mekkah. Menurutnya, doa bersama menjadi bentuk dukungan moral agar seluruh jamaah diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran selama menjalankan rangkaian ibadah haji. “Saya mengajak seluruh peserta apel untuk bersama-sama mendoakan saudara-saudara kita yang sedang menunaikan ibadah haji di Mekkah. Semoga seluruh jamaah diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran dalam menjalankan ibadahnya serta dapat kembali ke tanah air dengan selamat dan menjadi haji yang mabrur,” katanya. Suasana apel berlangsung penuh kekhidmatan. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib, mulai dari penghormatan, penyampaian amanat pembina apel, hingga doa bersama. Apel mingguan ini menjadi agenda rutin Pemerintah Kota Metro sebagai upaya memperkuat disiplin aparatur sekaligus menyampaikan arahan strategis terkait pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. (Md/Sr)
Hadiri Haflah Akhirus Sanah Al Ishlah, Wali Kota Metro Ajak Santri Jaga Akhlak dan Amalkan Ilmu di Masyarakat
Wali Kota Metro H. Bambang Iman Santoso, S.Sos., M.Pd.I. menghadiri kegiatan Haflah Akhirus Sanah dalam rangka Wisuda wa Tasyakur Khotmil Qur’an 30 Juz, Sab’atul Munjiyat, Juz 30 Bil Ghoib dan Tahtiman Kitab Tafsir Jalalain sekaligus Pelepasan Siswa/Siswi RA, MI, MTs dan MA Al Ishlah Tahun Ajaran 2025/2026 di Lampung Selatan, Minggu (24/05/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, beserta jajaran dan menjadi momentum penuh makna bagi para santri, orang tua, tenaga pendidik, serta para alumni yang memiliki kedekatan dengan lembaga pendidikan tersebut. Bagi Wali Kota Metro, kehadiran pada kegiatan tersebut memiliki arti tersendiri, dimana Al Ishlah bukan sekadar lembaga pendidikan yang dikunjungi dalam agenda pemerintahan, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan hidup dan pendidikan yang pernah membentuk nilai serta karakter dirinya. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Metro menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar Al Ishlah yang terus menjaga tradisi pendidikan berbasis keislaman dan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi akhlak dan spiritual yang kuat. Menurutnya, prosesi wisuda khatmil Qur’an dan pelepasan siswa bukan hanya menjadi penanda selesainya jenjang pendidikan, tetapi juga awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam mengamalkan ilmu ditengah masyarakat. “Kembali hadir di tempat yang pernah menjadi bagian dari perjalanan pendidikan saya tentu menghadirkan rasa syukur dan kebanggaan tersendiri. Al Ishlah bukan hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan nilai kehidupan, kedisiplinan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an yang menjadi bekal hingga hari ini,”ungkapnya. Tak hanya itu, Bambang juga mengucapkan selamat tentunya kepada seluruh siswa dan santri yang hari ini diwisuda dan dilepas. “Jadikan capaian ini sebagai langkah awal untuk terus belajar, menjaga akhlak, dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta para guru yang telah mengabdikan diri membentuk generasi yang berilmu dan berkarakter,” ujarnya. Menurutnya, lembaga pendidikan berbasis pesantren memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, nilai keagamaan, dan kepedulian sosial. Kehadiran Wali Kota Metro pada kegiatan tersebut menjadi refleksi bahwa pendidikan dan nilai yang ditanamkan sejak masa belajar akan terus melekat serta menjadi fondasi dalam menjalankan peran dan tanggung jawab kepada masyarakat. (Yl/Bgs)
Walikota Metro Melayat Korban Penembakan di Ganjar Asri, Imbau Warga Waspada Pinjaman Ilegal
Wali Kota Metro H. Bambang Iman Santoso, S.Sos., M.Pd.I. di dampingi Ketua TP. PKK Kota Metro melayat ke rumah duka salah satu warga yang menjadi korban meninggal dunia dalam peristiwa penembakan yang diduga berkaitan dengan persoalan hutang dengan koperasi, di Jalan Bras RW 05, Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, Minggu (24/05/2026). Kedatangan Wali Kota Metro merupakan bentuk empati dan kepedulian Pemerintah Kota Metro terhadap keluarga korban sekaligus memastikan pemerintah hadir di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah. Korban diketahui bernama Dedi Kristian Agung (49), warga Jalan Fajar Asri RW 05, Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu malam, 23 Mei 2026 sekitar pukul 20.00 WIB. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga dan berharap keluarga diberikan kekuatan serta ketabahan menghadapi musibah tersebut. Wali Kota juga meminta masyarakat tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum agar seluruh fakta dapat terungkap secara objektif. “Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Metro, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa almarhum Bapak Dedi Kristian Agung. Kami hadir untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga dan memastikan pemerintah turut memberikan perhatian kepada warga yang sedang berduka.”ungkapnya. Sebagai Wali Kota Metro, ia juga mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas pinjam-meminjam, terutama kepada lembaga atau pihak yang legalitas dan mekanismenya tidak jelas. “Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua agar lebih bijak dan berhati-hati dalam urusan pembiayaan maupun pinjaman. Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan lembaga keuangan yang memiliki izin resmi dan mengedepankan penyelesaian persoalan secara baik serta sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya. Pemerintah Kota Metro juga akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan situasi di lingkungan masyarakat tetap kondusif pasca kejadian, sambil menunggu hasil pendalaman dan penanganan lebih lanjut dari aparat kepolisian. Sementara itu, Lurah Ganjar Asri, Ruben Nugroho, menjelaskan berdasarkan informasi awal yang diperoleh dari pihak kepolisian, peristiwa tersebut diduga bermula dari persoalan hutang-piutang antara korban dan pelaku yang disebut melakukan penagihan pada saat kejadian berlangsung. Menurut Ruben, berdasarkan informasi yang diterima dari jajaran Polres dan Polsek, pada malam kejadian korban tengah menjalankan aktivitas usaha UMKM bersama istri dan anaknya saat pelaku datang dengan tujuan melakukan penagihan kepada korban. Dari informasi sementara, interaksi antara keduanya kemudian berkembang menjadi cekcok hingga terjadi peristiwa kekerasan yang menyebabkan korban mengalami luka tembak, dimana senjata yang digunakan sudah dibawa sebelum kejadian. “Informasi yang kami terima sementara dari aparat penegak hukum, peristiwa ini berawal dari persoalan hutang-piutang yang kemudian berkembang menjadi perselisihan di lokasi kejadian. Saat ini seluruh proses pendalaman dan penanganan berada di bawah kewenangan kepolisian,” ujar Ruben. Menurutnya, pemerintah tidak dapat membatasi keputusan masyarakat dalam memilih sumber pembiayaan, namun masyarakat perlu memahami risiko yang dapat muncul apabila menggunakan jasa pinjaman yang tidak memiliki izin dan mekanisme yang jelas. “Sebagai pembelajaran bersama, kami mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dan memastikan legalitas lembaga keuangan atau koperasi sebelum melakukan pinjaman. Risiko yang ditimbulkan tidak hanya berkaitan dengan beban bunga, tetapi juga potensi tekanan, intimidasi, maupun persoalan lain yang dapat berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi keluarga,” tutupnya.(Yl/Bgs)
IDS Sumatra 2026 Resmi Mengaspal di Kalianda, Lampung Cetak Sejarah Baru Dunia Drift Nasional
Kalianda — Deru mesin dan kepulan asap ban memenuhi arena Way Handak Expo, Kalianda, Sabtu (23/5/2026), saat Indonesia Drift Series (IDS) Sumatra 2026 resmi dibuka. Ajang balap drifting bergengsi ini mencatat sejarah sebagai penyelenggaraan pertama di Provinsi Lampung sekaligus pertama di Pulau Sumatra. Ribuan penonton yang memadati arena tampak antusias menyaksikan aksi para drifter dari berbagai daerah. Suasana semakin semarak ketika puluhan mobil drift beradu teknik dan adrenalin di lintasan yang telah disiapkan khusus untuk kompetisi nasional tersebut. Opening ceremony IDS Sumatra 2026 turut dihadiri Wali Kota Metro bersama sejumlah kepala daerah dan tokoh penting lainnya. Kehadiran Wali Kota Metro menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan sport tourism serta kemajuan dunia otomotif di Provinsi Lampung. Turut hadir Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama bersama Ketua TP PKK Lampung Selatan sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani yang meninjau langsung paddock para peserta. Sebanyak 25 mobil drift dari berbagai daerah seperti Jakarta, Pekanbaru, Bandar Lampung, hingga tuan rumah Lampung Selatan memadati arena perlombaan. Para peserta datang membawa semangat untuk menjadikan IDS Sumatra 2026 sebagai panggung otomotif terbesar di wilayah Sumatra. Wali Kota Metro menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya event otomotif berskala nasional tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti IDS tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan sektor pariwisata daerah. “Ajang Indonesia Drift Series ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Lampung karena pertama kali digelar di Sumatra. Kami sangat mendukung kegiatan positif seperti ini karena dapat memperkenalkan potensi daerah, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta menjadi ruang kreativitas bagi generasi muda di bidang otomotif,” ujarnya. Sementara itu, Bupati Lampung Selatan menegaskan bahwa kehadiran IDS menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pariwisata melalui konsep sport tourism. “Selamat datang di Lampung Selatan, Spirit of Krakatoa. Lampung Selatan memiliki keindahan alam dan potensi luar biasa yang harus terus kita perkenalkan kepada masyarakat luas,” kata Egi di sela peninjauan arena. Ia berharap event nasional seperti IDS mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, menggerakkan perekonomian masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Lampung Selatan sebagai destinasi baru sport tourism di Sumatra. Aksi drifting para pembalap yang memukau ribuan penonton menutup pembukaan dengan meriah. IDS Sumatra 2026 pun menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga otomotif di Lampung yang kini mulai mendapat perhatian di tingkat nasional. (Bsr/Yud/Sr)
Delegasi Kota Metro Bersinar di Grand Final Muli Mekhanai Lampung 2026, Raih Top II dan Dua Gelar Bergengsi
Bandar Lampung — Delegasi Kota Metro kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang bergengsi Pemilihan Muli Mekhanai Provinsi Lampung Tahun 2026 yang digelar di Ballroom Hotel Radisson, Bandar Lampung, Kamis (21/05/2026) malam. Dalam ajang tersebut, perwakilan Kota Metro sukses meraih posisi Top II sekaligus membawa pulang gelar Muli Favorit dan Muli Intelegensia, mengukuhkan kualitas generasi muda Metro di tingkat Provinsi Lampung. Kegiatan ini turut dihadiri Wali Kota Metro, Gubernur Lampung yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Lampung, M. Firsada, serta sejumlah kepala daerah dan tamu undangan dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. Dalam sambutan tertulis Gubernur Lampung yang dibacakan M. Firsada, menyampaikan apresiasi atas semangat dan antusiasme para finalis Muli Mekhanai sebagai representasi generasi muda terbaik dari masing-masing daerah. Menurutnya, ajang Muli Mekhanai bukan hanya kompetisi kecantikan dan intelektualitas semata, tetapi juga menjadi wadah strategis dalam membentuk karakter, kepemimpinan, serta kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah. “Ajang Muli Mekhanai ini merupakan wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kualitas diri yang sesungguhnya. Tidak hanya cerdas dan pandai berbicara, tetapi juga memiliki karakter kuat, wawasan budaya, kepedulian sosial, dan kepekaan terhadap perkembangan zaman,” ujar M. Firsada. Ia juga menekankan pentingnya generasi muda Lampung untuk terus menjunjung tinggi nilai budaya daerah seperti Piil Pesenggiri dan Nemui Nyimah di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan era digital. “Anak muda Lampung harus percaya diri, kreatif, inovatif, dan melek teknologi agar mampu bersaing di masa depan,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Tony Ferdinansyah, menjelaskan bahwa ajang tahun ini diikuti oleh 45 finalis terbaik dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Para peserta telah melalui proses seleksi ketat dan pembekalan selama masa karantina, mulai dari materi kepariwisataan, budaya, public speaking, personal branding, entrepreneurship hingga etika kepribadian. Prestasi yang diraih delegasi Kota Metro pun mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota Metro. Bambang Iman Santoso, menyebut capaian tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda Metro memiliki potensi besar dalam bidang budaya, kreativitas, dan pengembangan diri. “Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kota Metro. Saya berharap capaian ini dapat memotivasi generasi muda lainnya untuk terus berkarya, meningkatkan kemampuan diri, dan mengharumkan nama daerah melalui prestasi serta kreativitas,” ujar Wali Kota Metro. (Bsr/Sr)
Metro Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak, RSUD Ahmad Yani Didorong Jadi Rujukan Unggulan Lampung
Pemerintah Kota Metro terus memperkuat kualitas layanan kesehatan ibu dan anak melalui audiensi bersama tim visitasi RS Persahabatan Jakarta dalam program pengampuan tenaga ahli kesehatan bagi RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro. Kegiatan yang berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Metro, Jumat (22/05/2026), menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring pelayanan kesehatan nasional sekaligus mendorong percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Ketua Tim Visitasi RS Persahabatan Jakarta, dr. Ernie Meliane Yulisye, A.Md.F.T., menjelaskan bahwa tim yang hadir merupakan bagian dari program pengampuan kesehatan ibu dan anak yang melibatkan Persatuan Dokter Anak bersama sejumlah tenaga kesehatan spesialis. “Program ini bertujuan mendampingi rumah sakit-rumah sakit di Provinsi Lampung dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan ibu dan anak,” ujarnya. Ia menambahkan, tim pengampu terdiri dari tenaga kesehatan ibu dan anak, dokter spesialis, tenaga elektromedik, hingga perawat intensif anak yang melakukan pendampingan teknis sekaligus evaluasi lapangan. Menurutnya, program monitoring dan evaluasi dari Kementerian Kesehatan tersebut diarahkan untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi yang masih menjadi tantangan nasional. Dalam visitasi tersebut, tim melakukan simulasi penanganan kegawatdaruratan ibu dan bayi secara menyeluruh, mulai dari proses penerimaan pasien di IGD, penanganan ibu hamil, resusitasi bayi, hingga tindakan penyelamatan nyawa bayi dalam kondisi kritis. Tim visitasi juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kesiapan sarana dan prasarana RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro, khususnya fasilitas MICU yang dinilai memiliki peralatan modern dan lengkap. “Untuk sarana dan prasarana MICU di RSUD Ahmad Yani Metro ini luar biasa. Peralatannya sangat baik dan bahkan ada yang belum dimiliki rumah sakit lain,” ungkap dr. Ernie. Meski demikian, pihaknya menilai penguatan sumber daya manusia tetap menjadi prioritas penting melalui pelatihan berkelanjutan dan resertifikasi tenaga kesehatan agar kualitas pelayanan berjalan seimbang dengan teknologi yang tersedia. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso menyambut baik hasil visitasi tersebut dan menegaskan bahwa masukan dari tim pengampu menjadi bahan evaluasi penting dalam memperkuat layanan kesehatan daerah. Menurutnya, pengembangan rumah sakit tidak hanya sebatas penyediaan alat kesehatan modern, tetapi juga harus dibarengi peningkatan kualitas SDM serta sistem manajemen rumah sakit berbasis digital. “Sistem pelayanan rumah sakit ke depan harus semakin modern, terintegrasi, dan berbasis digital agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat dan optimal,” ujarnya. Bambang juga berharap pendampingan dari RS Persahabatan dapat membuka akses yang lebih luas terhadap dukungan pemerintah pusat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan alat kesehatan dan tenaga dokter subspesialis yang masih terbatas di daerah. Ia menegaskan, penguatan RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro memiliki dampak strategis karena Kota Metro menjadi salah satu daerah penyangga layanan kesehatan di Provinsi Lampung yang melayani pasien dari berbagai kabupaten/kota. Karena itu, sinergi antara Pemerintah Kota Metro, Dinas Kesehatan, Pemerintah Provinsi Lampung, dan RS Persahabatan diharapkan terus diperkuat demi menghadirkan layanan kesehatan ibu dan anak yang semakin berkualitas, cepat, dan berstandar nasional. (Yol/Sr)
Kota Metro Jadi Percontohan Nasional Digitalisasi Bansos 2026
Pemerintah Kota Metro resmi mendukung pelaksanaan Program Digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) Tahun 2026 sebagai bagian dari transformasi pelayanan sosial nasional yang lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Kota Metro bahkan dipercaya menjadi salah satu dari 42 kabupaten/kota di Indonesia sebagai daerah percontohan digitalisasi bansos berbasis Digital Public Infrastructure (DPI). Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Digitalisasi Bantuan Sosial Tahun 2026, yang dihadiri perwakilan Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP), Bank Indonesia Provinsi Lampung, OPD terkait, camat, lurah, hingga berbagai unsur pelayanan masyarakat. Dalam sambutan Wali Kota Metro yang dibacakan Helmi Zain, sebagai Assisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Kota Metro, disebutkan bahwa program digitalisasi bansos menjadi langkah penting untuk memperbaiki persoalan penyaluran bantuan sosial, yang selama ini masih menimbulkan keluhan masyarakat akibat data penerima yang belum sepenuhnya akurat. “Kita masih sering mendengar masyarakat yang dinilai mampu justru tetap menerima bantuan, sementara warga yang benar-benar membutuhkan belum tersentuh bantuan sosial,” ujarnya. Menurut Helmi, kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari subjektivitas pendataan, lemahnya sistem verifikasi, hingga keterlambatan pembaruan data penerima bantuan. Karena itu, digitalisasi dinilai menjadi solusi untuk meminimalkan kesalahan data sekaligus meningkatkan ketepatan sasaran bantuan sosial. Melalui sistem baru ini, penyaluran bansos akan terintegrasi dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sistem administrasi kependudukan nasional, serta menggunakan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai sarana verifikasi utama guna mencegah duplikasi penerima bantuan. Program digitalisasi bansos juga dirancang dengan pendekatan people centric atau berorientasi pada masyarakat. Nantinya, masyarakat dapat melakukan pendaftaran bantuan sosial secara mandiri, melalui Portal Perlinsos maupun dengan bantuan agen pendamping melalui proses verifikasi biometrik dan integrasi data lintas lembaga. Selain meningkatkan akurasi penyaluran bantuan, program ini juga diharapkan mampu memperkuat transparansi, efisiensi anggaran, serta mempercepat penurunan angka kemiskinan. Bahkan, berdasarkan estimasi pemerintah pusat, digitalisasi bansos berpotensi menghemat anggaran negara hingga Rp101 triliun sampai Rp127 triliun secara nasional. Pemerintah pusat, melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Dr. Handayani Ningrum, S.E., M.Si mengatakan, Pemerintah Kota Metro terus mempersiapkan penerapan Program Digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) Tahun 2026 sebagai bagian dari transformasi pelayanan sosial nasional berbasis teknologi digital. Program ini bertujuan mewujudkan penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel melalui integrasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), Identitas Kependudukan Digital (IKD), serta sistem pembayaran digital. Masyarakat nantinya dapat mendaftar bansos secara mandiri melalui aplikasi Perlinsos, sementara dana bantuan akan langsung masuk ke rekening penerima dan dapat digunakan melalui mobile banking, QRIS, ATM, maupun agen perbankan. “Digitalisasi bansos juga diharapkan mampu mengurangi kesalahan data penerima bantuan, mempercepat pelayanan, meningkatkan inklusi keuangan masyarakat, serta mendukung percepatan penurunan angka kemiskinan di Kota Metro,” papar Handayani Ningrum. Aulia Fahrunnisa dari Bank Indonesia Provinsi Lampung, menyampaikan bahwa DPI ke 42 kabupaten/kota merupakan program yang menggunakan Portal Perlinsos dengan verifikasi biometrik dan Identitas Kependudukan Digital (IKD), serta terhubung dengan data lintas lembaga guna memastikan validitas penerima bantuan. Pilot project di Banyuwangi, menunjukkan hasil positif dengan 359 ribu keluarga berhasil terdaftar dalam waktu kurang dari satu bulan. Pemerintah menilai sistem digital ini mampu mengurangi kesalahan sasaran penerima bansos dan meningkatkan akuntabilitas penyaluran bantuan. “Selain itu, digitalisasi bansos juga diharapkan meningkatkan efisiensi anggaran negara serta menjadi persiapan menuju implementasi sistem bansos digital secara nasional,” harapnya di akhir sambutan. (Md/Sr)
Pemkot Metro Umumkan Hasil Penilaian Kompetensi Seleksi JPT Pratama 2026
Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemerintah Kota Metro resmi mengumumkan hasil penilaian kompetensi (assessment) dalam rangka seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama Tahun 2026. Berikut dasar-dasar yang tercantum dalam dokumen pengumuman tersebut: Pemerintah Kota Metro menegaskan seleksi dilakukan secara terbuka dan kompetitif sesuai ketentuan manajemen ASN, guna mendapatkan pejabat yang profesional dan berintegritas dalam mendukung pelayanan pemerintahan daerah. Untuk melihat data lebih lengkapnya sudah terlampiran berikut ini PENGUMUMAN PENILAIAN KOMPETISI SALTER JPTP KOTA METRO
Wakil Wali Kota Metro Siapkan Strategi Pembinaan STQ Lebih Efektif
Wakil Wali Kota Metro sekaligus Ketua LPTQ Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, memimpin rapat evaluasi dan pembahasan persiapan pembinaan peserta Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) di ruang kerja Wakil Wali Kota Metro, Rabu (20/05/2026). Rapat tersebut membahas hasil pelaksanaan STQ tingkat Kota Metro, strategi regenerasi peserta, hingga langkah efisiensi anggaran pembinaan menuju STQ tingkat Provinsi Lampung. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Metro, Abu Mansur Al Maturidi, menyampaikan bahwa jumlah peserta hasil seleksi tahun ini mengalami peningkatan dibanding kuota awal yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK). “Awalnya yang kita SK-kan sebanyak 40 orang, kemudian ada tambahan dari cabang 500 hadis putri, sehingga total peserta saat ini menjadi 42 orang,” ujarnya. Meski jumlah peserta bertambah, Abu menjelaskan anggaran pembinaan yang tersedia masih mengacu pada kuota tahun sebelumnya, yakni hanya untuk 35 peserta. “Posisi saat ini pesertanya 42 orang, sedangkan anggaran yang tersedia baru untuk 35 peserta seperti tahun lalu,” jelasnya. Ia juga mengungkapkan bahwa dana pembinaan telah mulai disalurkan kepada peserta sejak Senin lalu melalui dukungan sejumlah donatur dan lembaga mitra yang ikut berkontribusi mendukung pembinaan STQ Kota Metro. “Alhamdulillah dana pembinaan sudah kita serahkan. Bantuan yang terkumpul sesuai jumlah peserta yang telah di-SK-kan,” katanya. Adapun bantuan tersebut berasal dari Bank Eka berupa 20 e-money senilai masing-masing Rp1 juta, BMT Fajar sebesar Rp10 juta, serta Baznas sebesar Rp10 juta. Menurut Abu, penggunaan e-money dipilih untuk mempermudah peserta sekaligus mengurangi risiko kehilangan uang tunai. Selain sebagai bentuk dukungan pembinaan, bantuan tersebut juga menjadi upaya menjaga komitmen peserta agar tetap membela Kota Metro pada ajang STQ berikutnya. “Itu juga menjadi bentuk pengikat agar peserta tetap membela Kota Metro dan tidak berpindah daerah,” ujarnya. Dalam rapat tersebut, Abu juga mengungkapkan rencana penambahan jumlah peserta menjadi 46 orang guna memenuhi seluruh cabang lomba yang dipertandingkan di tingkat provinsi. Namun, langkah tersebut membutuhkan tambahan anggaran pembinaan. “Kita masih kekurangan peserta di cabang tafsir bahasa Arab dan tafsir bahasa Inggris. Kalau ingin dicukupkan menjadi 46 peserta, tentu membutuhkan tambahan anggaran,” ungkapnya. Ia menambahkan, metode pembinaan tahun ini juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya peserta menjalani pembinaan terpusat di luar daerah, kini peserta dipanggil ke Kota Metro untuk mengikuti pelatihan karena keterbatasan anggaran. “Kalau bicara efektivitas, tentu lebih maksimal jika peserta dikirim ke tempat pembinaan khusus. Tapi kami tetap menyiapkan draf penambahan anggaran untuk mendukung pembinaan,” katanya. Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, menegaskan bahwa hasil STQ tahun ini menjadi bahan evaluasi penting bagi LPTQ Kota Metro, khususnya dalam memperkuat regenerasi peserta di sejumlah cabang lomba. “Dari total 52 golongan yang dipertandingkan di tingkat provinsi, idealnya kita membutuhkan 46 peserta. Saat ini baru terpenuhi 42 peserta,” ujar Rafieq. Ia menjelaskan, masih terdapat kekurangan peserta di beberapa cabang, di antaranya tilawah putri 5 juz, tafsir bahasa Arab putra dan putri, serta tafsir bahasa Inggris putra. Tak hanya itu, Rafieq juga menyoroti tantangan regenerasi akibat regulasi perlombaan yang membatasi peserta juara pertama untuk kembali mengikuti cabang yang sama selama dua tahun berturut-turut. “Kita punya beberapa peserta juara satu di tahun sebelumnya yang belum bisa turun lagi tahun ini. Artinya, regenerasi harus terus berjalan,” katanya. Menurut Rafieq, penjaringan bibit unggul tidak bisa dilakukan secara instan menjelang perlombaan, melainkan harus dipersiapkan sejak dini melalui sekolah, madrasah, hingga pondok pesantren. “LPTQ ini harus seperti sekolah kader yang terus mencari dan membina bibit-bibit unggul,” ujarnya. Sebagai langkah solusi, Rafieq mengusulkan pelaksanaan audisi untuk memperluas penjaringan peserta sekaligus memperkuat regenerasi STQ Kota Metro di masa mendatang. Selain itu, demi mendukung efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas pembinaan, Rafieq juga membuka rumah dinas Wakil Wali Kota Metro sebagai tempat latihan gratis bagi peserta STQ. “Rumah dinas sudah saya siapkan menjadi guest house. Bisa dipakai latihan kapan saja untuk peserta yang akan mengikuti perlombaan,” katanya. Ia memastikan fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan peserta selama 24 jam penuh guna mendukung proses pembinaan secara maksimal. “Silakan digunakan untuk latihan dari subuh sampai malam. Yang penting semangat pembinaan dan prestasi tetap berjalan,” tutupnya. (Yol/Sr)