Penguatan disiplin aparatur, peningkatan kualitas pelayanan publik, dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan menjadi perhatian Pemerintah Kota Metro. Hal tersebut disampaikan Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Metro, Helmy Zain, saat memimpin apel pagi mingguan di lingkungan Pemerintah Kota Metro, Senin (12/10/2026).
Dalam arahannya, Helmy menegaskan bahwa apel mingguan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen, mengevaluasi kinerja, serta menyelaraskan langkah seluruh aparatur dalam mewujudkan pemerintahan yang profesional dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Ia mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar menerapkan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK dalam setiap pelaksanaan tugas, yakni berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.
“Nilai-nilai BerAKHLAK bukan hanya menjadi slogan, tetapi harus tercermin dalam sikap, perilaku, dan kualitas pelayanan kita setiap hari. Sebagai ASN, kita telah mengikrarkan diri sebagai pelayan masyarakat,” tegasnya.

Pada apel tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro bertugas sebagai petugas apel. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya peran seluruh perangkat daerah dalam menjaga kebersihan, mengoptimalkan pengelolaan sampah, serta memelihara ruang terbuka hijau (RTH) publik.
Helmy menekankan, pengelolaan sampah harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengurangan sampah sejak dari sumbernya, pemilahan, pengolahan sampah yang masih memiliki nilai guna, hingga penanganan sampah yang tidak dapat dimanfaatkan sesuai ketentuan.
“Persoalan sampah bukan hanya menjadi tugas Dinas Lingkungan Hidup, melainkan tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah, instansi, dan masyarakat. Karena itu, edukasi serta sosialisasi harus terus diperkuat untuk membangun kesadaran menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kota Metro untuk menjadi teladan dalam menjaga kebersihan, membiasakan pemilahan sampah dari rumah, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, serta mencegah kebiasaan membuang sampah sembarangan.

Menurutnya, kesadaran menjaga lingkungan perlu dibangun secara berkelanjutan agar kebersihan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi juga menjadi budaya bersama dalam kehidupan sehari-hari.
Selain menyoroti kebersihan lingkungan, Helmy turut mengevaluasi capaian retribusi pelayanan persampahan Kota Metro. Hingga 11 Oktober 2026, realisasi retribusi tersebut tercatat mencapai Rp1,3 miliar atau 61,78 persen dari target Rp2,1 miliar.
Ia meminta DLH terus melakukan percepatan dan menghadirkan inovasi untuk mengoptimalkan penerimaan retribusi, dengan tetap memperhatikan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Helmy juga mengapresiasi pengembangan digitalisasi pembayaran retribusi sampah oleh DLH melalui kolaborasi dengan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kota Metro. Pembayaran secara nontunai diharapkan semakin memudahkan masyarakat, mempercepat proses pelayanan, serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan retribusi.
Lebih lanjut, ia mendorong DLH untuk bersikap proaktif dalam menangani persoalan lingkungan, melalui pemantauan langsung dan respons cepat terhadap permasalahan di lapangan, tanpa harus selalu menunggu laporan masyarakat.

Koordinasi lintas sektor juga dinilai penting untuk memperkuat efektivitas pengelolaan sampah dan pemeliharaan lingkungan. Karena itu, sinergi antara DLH, kecamatan, kelurahan, sekolah, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat perlu terus ditingkatkan.
Melalui apel pagi mingguan ini, Pemerintah Kota Metro mendorong seluruh ASN untuk memperkuat kedisiplinan, meningkatkan kinerja, dan menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas. Di sisi lain, kolaborasi seluruh elemen diharapkan mampu mendukung terwujudnya Kota Metro yang bersih, sehat, tertib, nyaman, dan berkelanjutan. (Tm/Sr)

