Wali Kota Metro yang diwakili Asisten I Sekda Kota Metro menghadiri pelantikan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Provinsi Lampung periode 2026–2028 yang dilaksanakan di Pondok Pesantren At-Tanwir Metro, Sabtu (23/08/2026).
Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi kader IPM Lampung untuk meneguhkan kembali amanah dan tanggung jawab dalam melanjutkan perjuangan dakwah di sektor pelajar.
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Lampung yang diwakili Sekretaris Umum Ma’ruf Abidin menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pimpinan yang baru dilantik dan mengajak para aktivis untuk tidak pernah berhenti menempuh pendidikan maupun beraktivitas dan meminta dukungan para senior agar memberikan ruang serta kesempatan kepada kader-kader muda untuk berkembang dan mengambil peran.

Dalam kesempatan tersebut, Ma’ruf juga menyampaikan terima kasih kepada Direktur Pondok At-Tanwir yang memiliki 1.000 lebih santri tersebut karena telah memberikan tempat untuk pelaksanaan kegiatan.
“Kita berharap bahwa IPM ke depan dapatenjadi lebih baik, mengingat organisasi tersebut menjadi wadah perkaderan yang melahirkan banyak kader-kader besar Muhammadiyah, “ungkapnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa menjadi alumni IPM atau aktivis Muhammadiyah tidak otomatis menjamin seseorang diterima di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
“Tapi saya percaya adik-adik ini punya mental yang kuat, punya semangat yang kuat dan punya gairah yang kuat untuk senantiasa melanjutkan perjuangan Muhammadiyah. Sebagai pelopor, pelaksana dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah, saya kira IPM punya porsi yang lebih dalam posisi perkaderan. Dari mulai SD, SMP, SLTA, bahkan dan lihat beberapa mahasiswa pun masih tergabung di IPM, “bebernya.
Namun, ia mengingatkan bahwa perjalanan karier dan jabatan terkadang dapat membuat kader meninggalkan organisasi, untuk itu ia berharap kader IPM yang dilantik tidak termasuk dalam kategori tersebut.

Sementara itu, Ketua IPM Kota Metro periode 2026–2028, Agustiar Rinaldi Al Qaidah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan pelantikan.
Agustiar menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar kegiatan seremonial maupun pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi momentum untuk meneguhkan amanah dan tanggung jawab dalam melanjutkan perjuangan-perjuangan dakwah di sektor pelajar di Provinsi Lampung.
Terhadap 53 personalia yang berasal dari masing-masing kabupaten/kota yang baru dilantik, ia berharap mampu terus berkomitmen memperjuangkan gerakan amar ma’ruf nahi munkar di sektor pelajar Muhammadiyah.
“Saya yakini kader-kader hebat yang insyaallah akan terus berkomitmen, berikhtiar, bergerak bagaimana membantu memperjuangkan perjuangan ayahanda kita di amar ma’ruf nahi munkar di sektor Pelajar Muhammadiyah di Provinsi Lampung,”tuturnya.

Dalam sambutannya, ia juga menyoroti perubahan karakter pelajar yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi.
“Hari ini kita bertumbuh dengan berdampingan dengan teknologi yang begitu pesat. Arus informasi yang selalu mengalir ini menjadikan banyak peluang untuk kita, tapi bahkan juga memberikan dampak yang begitu nyata untuk pelajar-pelajar yang di Provinsi Lampung,”terangnya.
Untuk itu, sejumlah persoalan yang yang terjadi di era digital ini perlu menjadi perhatian, termasuk perubahan sosial dan menurunnya literasi kesehatan mental di kalangan pelajar.
“Tentu ini menjadikan Ikatan Pelajar Muhammadiyah Provinsi Lampung harus menjadi agent of change dengan gerakan leadership impact-nya bagaimana mampu menjawab kebutuhan zaman saat ini serta memberikan solusi-solusi nyata sehingga mampu memberikan kebermanfaatan bagi sesama,”pintanya.
Untuk periode 2026–2028, pihaknya membawa tekad gerakan pelajar inklusif, unggul, dan berkarya yang bukan hanya sekedar aktif kegiatannya, bagus seremonialnya, tapi bagaimana mampu memberikan dampak yang nyata dan terukur untuk pelajar dan masyarakat di Provinsi Lampung.
“Gerakan pelajar inklusif unggul berkarya dalam satu periode ke depan akan berfokus pada kepemimpinan yang berdampak yang mana ini ditopang oleh gerakan kalau kita sebutnya gerakan tapis. informatif, adaptif, progresif, inklusif dan santun,”jelasnya.

Gerakan tersebut akan menjadi acuan bagi setiap bidang dalam merumuskan program kerja untuk menjawab berbagai persoalan sosial yang dihadapi pelajar di Provinsi Lampung.
“Kami hari ini di PW IPM Lampung sangat menyadari betul bagaimana pelajar dihadapi dengan tantangan yang begitu kompleks. dengan persoalan-persoalan yang begitu dinamis. Karena itu, IPM Lampung berkomitmen untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah Provinsi Lampung beserta dinas-dinas terkait dalam mengurai berbagai persoalan tersebut,”tutupnya. (Yl)


