Sekretaris Daerah Kota Metro, Ahmad Hariyanto, mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Metro untuk memperkuat pelaksanaan urban farming sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kota Metro yang mandiri pangan.
Pesan tersebut disampaikan Ahmad Hariyanto saat memimpin apel mingguan di halaman Kantor Wali Kota Metro, Senin (10/8/2026). Dalam kesempatan itu, ia juga mencanangkan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih untuk menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ahmad Hariyanto mengatakan, pelaksanaan urban farming merupakan tindak lanjut Instruksi Wali Kota Nomor 3 Tahun 2026 tentang pelaksanaan urban farming bagi perangkat daerah dan ASN Kota Metro. Program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan nyata dan berkelanjutan.
“Kota mandiri pangan bukan sekadar slogan. Kita ingin kebutuhan pangan, khususnya sayuran masyarakat, dapat dipenuhi dari hasil produksi sendiri sehingga ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat dikurangi,” kata Ahmad Hariyanto.

Menurutnya, penguatan ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga hingga lingkungan perangkat daerah memiliki dampak yang lebih luas. Selain menjaga ketersediaan pangan, langkah tersebut dinilai dapat membantu menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Keberhasilan program ini tidak cukup hanya mengandalkan petani. ASN harus menjadi contoh nyata bagi masyarakat. Karena itu, saya menginstruksikan seluruh perangkat daerah melaksanakan urban farming secara nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.
Untuk mendukung gerakan tersebut, Pemerintah Kota Metro melalui Gerakan Tanam Pangan Keluarga menyediakan stimulus berupa bibit cabai, tomat, dan terong secara gratis bagi perangkat daerah maupun ASN yang berminat.
Ahmad meminta fasilitas tersebut dimanfaatkan secara optimal. Pengajuan bibit dapat dilakukan melalui tautan permohonan yang telah disediakan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro.

Ia menjelaskan, pelaksanaan urban farming dapat dilakukan di dua lokasi, yakni lingkungan kantor perangkat daerah dan rumah masing-masing ASN.
“Manfaatkan setiap lahan kosong yang tersedia menjadi lahan produktif. Di rumah pun bisa dilakukan di pekarangan, bahkan menggunakan pot, polybag, atau ember untuk menanam sayuran maupun membudidayakan perikanan dan peternakan skala rumah tangga,” jelasnya.
Ahmad menambahkan, dokumentasi pelaksanaan urban farming nantinya menjadi bagian dari penilaian kinerja melalui Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) tahunan. Sementara itu, camat dan lurah diharapkan menjadi motor penggerak pelaksanaan program di wilayah masing-masing.
Adapun Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro memiliki peran dalam memberikan pendampingan teknis agar pelaksanaan urban farming berjalan optimal. “Seluruh jajaran pemerintah harus menjadi teladan sebelum mengajak masyarakat melaksanakan gerakan ini,” tegasnya.

Selain mendorong ketahanan pangan, apel mingguan tersebut juga menjadi momentum pencanangan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ahmad mengatakan, gerakan tersebut merupakan salah satu bentuk nyata untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara sekaligus memperkuat semangat persatuan di tengah masyarakat.
“Bendera Merah Putih bukan sekadar kain dua warna, melainkan lambang kedaulatan, persatuan, pengorbanan para pahlawan, serta identitas bangsa Indonesia yang harus kita hormati dan kita kibarkan dengan penuh kebanggaan,” katanya.

Ia mengajak seluruh perangkat daerah, camat, lurah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan gerakan tersebut.
Pembagian dan pengibaran bendera diharapkan dilakukan di berbagai lingkungan, mulai dari rumah warga, fasilitas umum, perkantoran, tempat usaha hingga ruang-ruang publik lainnya.
“Mari kita pastikan sepanjang bulan Agustus Kota Metro dihiasi kibaran Sang Saka Merah Putih. Semoga gerakan ini menjadi simbol semangat persatuan, nasionalisme, dan optimisme dalam membangun daerah yang kita cintai,” tuturnya.
Di akhir amanatnya, Ahmad mengajak seluruh ASN menjadi pelopor dalam kedua gerakan tersebut, yakni gerakan menanam sebagai wujud kepedulian terhadap ketahanan pangan dan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih sebagai bentuk kecintaan terhadap bangsa dan negara.
“Keduanya merupakan bentuk pengabdian yang dapat kita mulai dari lingkungan kerja, keluarga, dan masyarakat sekitar. Saya meyakini, apabila seluruh ASN bergerak secara serentak, masyarakat akan mengikuti,” ujarnya.
Ia optimistis, langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dan bersama-sama dapat memberikan dampak besar bagi Kota Metro. “Dengan gerakan ini, kita ingin Metro semakin mandiri dalam pangan, semakin kuat semangat kebangsaannya, dan semakin maju pembangunannya,” pungkas Ahmad Hariyanto. (Yl/Sr)


