Staf Ahli Wali Kota Metro Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Komarudin resmi menerima Sertifikat Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA) tahun 2025 dalam kegiatan Forum Konsultasi Publik (FKP) yang diselenggarakan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandar Lampung. Acara berlangsung di Ruang Sungkai Balai Keratun, Pemerintah Provinsi Lampung, pada Kamis (27/08/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi Inovasi Pelayanan Publik Inklusif dan Ramah Kelompok Rentan serta Pemberdayaan Masyarakat oleh BBPOM di Bandar Lampung bersama Pemerintah Daerah untuk Mewujudkan Keamanan Obat dan Makanan di Provinsi Lampung” ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang adil, transparan, dan akuntabel.
Kepala BBPOM di Bandar Lampung, Bagus Heri Purnomo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan FKP merujuk pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dan Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2012 yang mengamanatkan penyelenggara pelayanan publik untuk mengikutsertakan masyarakat. Hal tersebut juga diwujudkan melalui kerja sama, pemenuhan hak dan kewajiban, serta peran aktif yang diwadahi dalam Forum Konsultasi Publik.
“Maka dalam rangka peningkatan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik, Balai Besar POM di Bandar Lampung menyelenggarakan FKP hari ini,” ujar Bagus Heri Purnomo.

Dalam kegiatan yang sama, Balai Besar BPOM Bandar Lampung juga meluncurkan tiga inovasi layanan publik sekaligus sebagai wujud nyata inovasi dan apresiasi kepada masyarakat serta pemerintah daerah.
Pertama, Inovasi Caring is Loving, yaitu Pelayanan Publik Inklusif dan Ramah Kelompok Rentan, yang didedikasikan khusus untuk manula, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.
“Yang kedua, kami meluncurkan Inovasi ABSO (Ayo Buang Sampah Obat dengan Benar), yakni gerakan edukasi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Selanjutnya, Inovasi Sertifikasi SAI WIRA, sebuah program kolaborasi bersama wirausaha muda untuk menghasilkan produk yang aman, bermutu, dan berdaya saing tinggi,” paparnya.
Selain peluncuran inovasi, BBPOM di Bandar Lampung juga memberikan apresiasi atas komitmen dan kerja keras berbagai pihak dalam menjaga keamanan pangan.Menurutnya, Sertifikat KKPA tahun 2025 diserahkan kepada tiga dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung yang berhasil memenuhi syarat, yaitu Kabupaten Pringsewu, Kota Metro, dan Kabupaten Lampung Selatan.
“Perlu diketahui bahwa pada tahun 2025 ini, baru 3 dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung yang berhasil mendapatkan sertifikat KKPA,” tegas Bagus.

Selain penghargaan KKPA, BBPOM juga menyerahkan sertifikat Program Pemberdayaan Masyarakat pada kegiatan Program Prioritas Nasional BPOM tahun 2026 dengan lokus implementasi di Kabupaten Pringsewu.
“Penghargaan ini diberikan kepada delapan sekolah yang telah melakukan pembudayaan keamanan pangan, empat kelurahan/pekon berpredikat Desa Pangan Aman, serta satu pasar yang meraih predikat Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas,” tuturnya.
Tujuan penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik untuk menyosialisasikan layanan dan inovasi terbaru sekaligus mendapatkan masukan dan evaluasi langsung dari para pemangku kepentingan dan pengguna layanan.
“Kami berharap isu–isu dan permasalahan pelayanan pelanggan, khususnya terkait pemanfaatan inovasi Caring is Loving, ABSO, SAI WIRA, serta pendampingan UMKM dapat tergali dan terakomodir untuk perbaikan pelayanan kami ke arah yang lebih baik,” harap Bagus Heri Purnomo di akhir sambutannya.
Forum ini diharapkan menjadi ruang partisipasi aktif seluruh peserta untuk memberikan masukan dan saran perbaikan guna meningkatkan kualitas pelayanan BBPOM di Bandar Lampung ke depan.

Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Metro Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Komarudin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Balai Besar POM di Bandar Lampung atas pengakuan dan kepercayaan yang diberikan kepada Kota Metro.
“Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Balai Besar POM di Bandar Lampung atas pengakuan dan kepercayaan yang diberikan kepada Kota Metro. Mengetahui bahwa hanya 3 dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung yang berhasil meraih sertifikat ini, menjadikan capaian ini semakin berharga dan memotivasi kami untuk terus berupaya lebih baik lagi,”ungkapnya usai menerima Sertifikat Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA) tahun 2025.
Penghargaan ini, menurutnya bukan milik pribadi atau pemerintah semata, melainkan hasil kerja keras, sinergi, dan kolaborasi seluruh pihak mulai dari perangkat daerah, pelaku usaha, produsen pangan, hingga seluruh masyarakat Kota Metro yang telah bersama-sama menjaga standar keamanan pangan di lingkungannya.

“Keamanan pangan adalah fondasi utama kesehatan masyarakat sekaligus penggerak roda perekonomian daerah, sehingga komitmen ini harus terus kita pelihara dan tingkatkan. Sertifikat ini juga menjadi semangat sekaligus tantangan bagi kami untuk memperkuat pengawasan, meningkatkan literasi keamanan pangan, serta mendampingi UMKM dan pelaku usaha pangan agar terus menghasilkan produk yang aman, bermutu, dan berdaya saing tinggi,”terangnya.
Komarudin juga mengungkapkan Pemerintah Kota Metro akan terus bersinergi erat dengan BBPOM Bandar Lampung dalam mendukung berbagai inovasi layanan, termasuk program Caring is Loving, ABSO, maupun SAI WIRA, demi mewujudkan masyarakat yang sehat, aman, dan sejahtera.

“Semoga kepercayaan ini dapat kami jaga dengan sebaik-baiknya, dan Kota Metro senantiasa menjadi wilayah yang aman, sehat, dan terpercaya dalam penyelenggaraan keamanan pangan bagi seluruh masyarakat.”harapnya. (Yl/Sr)


