0 Comments

Wali Kota Metro Dukung Program Prioritas IPeKB, Perkuat Sinergi Wujudkan Keluarga Berkualitas Alternatif

Guna memperkuat sinergi dalam pelaksanaan berbagai program prioritas yang sejalan dengan visi dan misi pembangunan Kota Metro, Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Kota Metro menemui dan melakukan audiensi dengan Wali Kota Metro di Rumah dinasnya, Senin (08/06/2026) . Audiensi tersebut disambut baik oleh Wali Kota Metro,Bambang Iman Santoso sebagai bentuk dukungan terhadap program-program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga yang digagas pemerintah pusat. Ketua DPC IPeKB Kota Metro, Rika Tanti Lola Sari, mengatakan bahwa pihaknya telah mengajukan surat audiensi untuk membahas sejumlah program prioritas dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) yang pelaksanaannya diharapkan dapat berjalan seiring dengan arah pembangunan daerah. “Kami telah mengajukan surat audiensi mengenai program Kemendukbangga tentang program-program prioritas kami yang pelaksanaannya sesuai dengan visi dan misi Kota Metro,” ujar Rika. Ia menjelaskan, pada tahun 2026 pelaksanaan beberapa program sempat mengalami kendala akibat kebijakan refocusing anggaran. Meski demikian, dukungan dari Wali Kota Metro dan kepala dinas terkait menjadi motivasi bagi para penyuluh KB untuk tetap menjalankan program yang telah direncanakan. Dirinya menambahkan, terdapat sejumlah program prioritas yang saat ini menjadi fokus IPeKB Kota Metro, di antaranya Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Lansia Berdaya (SIDAYA), serta Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang bertujuan meningkatkan kualitas keluarga dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, program-program tersebut tidak hanya berfokus pada penguatan ketahanan keluarga, tetapi juga menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini hingga lanjut usia. Dalam audiensi tersebut,Rika menyatakan bahwa Wali Kota Metro mendukung berbagai program kementerian yang pelaksanaannya dipercayakan kepada para penyuluh keluarga berencana. Dukungan tersebut diharapkan mampu memperkuat pembinaan dan penggerakan masyarakat dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas. “Wali Kota sangat mendukung kegiatan kementerian yang dititipkan kepada penyuluh KB untuk penggerakan dan pembinaannya, serta membantu pelaksanaan program-program kami di lapangan,” katanya. Ia berharap ke depan koordinasi antara IPeKB, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan dapat terjalin lebih intensif melalui kolaborasi lintas sektor yang menjadi kunci utama dalam menyukseskan program pembangunan keluarga dan kependudukan. “Dengan bersinergi bersama, kami optimistis dapat mempercepat penurunan angka stunting, mencapai target zero stunting, serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.(Tm/Yd/Bsr)

0 Comments

Wali Kota Metro Dorong SDM Kompeten, Pelatihan Perhotelan dan Kelas Migran Lampung Resmi Dibuka

Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas peluang kerja bagi masyarakat terus dilakukan melalui pembukaan Pelatihan Perhotelan Batch 38 Lampung, peresmian Kelas Migran/Kelas Penempatan Kerja Luar Negeri, penandatanganan kerja sama, yang digelar di Ballroom Idea Grande Indonesia, Senin (8/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Kursus dan Pelatihan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Yaya Sutarya, Direktur Pembinaan Kelembagaan Vokasi Pekerja Migran Kementerian P2MI Abri Danar Prabawa, Kepala BP3MI Provinsi Lampung Kombes Pol. Mulia Nugraha, Direktur P3MI Binawan sekaligus CEO Vokati by Binawan Muh. Iqbal, Country Manager Indonesia, Wadhwani Foundation India, Herdian Mohamad, Ketua Forum PLKP Provinsi Lampung Caroline Idahone, serta sejumlah pejabat daerah dan pemangku kepentingan lainnya. Dalam sambutannya, Wali Kota Metro menyampaikan apresiasi atas kontribusi lembaga pelatihan vokasi dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja, baik di tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, keberadaan program pelatihan dan penempatan kerja luar negeri memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka akses lapangan pekerjaan yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk warga Kota Metro. “LKP Idea Indonesia telah membuktikan perannya dalam mencetak tenaga kerja profesional dengan ribuan alumni yang telah bekerja di berbagai sektor industri. Kehadiran Kelas Migran dan Job Fair internasional ini menjadi peluang besar bagi generasi muda untuk meningkatkan kompetensi dan meraih karier di tingkat global,” kata Wali Kota Metro. Ia menjelaskan, penghargaan yang diraih LKP Idea Indonesia sebagai Lembaga Kursus dengan Kinerja Terbaik Nasional Tahun 2025 menunjukkan bahwa pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi mampu menjadi solusi dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan saat ini. Bagi Kota Metro, program tersebut dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional. Wali Kota Metro juga mengajak para peserta pelatihan untuk memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal guna meningkatkan keterampilan, membangun etos kerja yang baik, serta memperluas wawasan profesional. “Kami berharap peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga memiliki karakter yang disiplin, adaptif, dan berintegritas. Bekal inilah yang akan menjadi modal penting untuk bersaing di dunia kerja dan membawa nama baik Kota Metro serta Indonesia di tingkat internasional,” tegasnya. Lebih lanjut, ia menilai pembukaan kelas penempatan kerja luar negeri menjadi langkah strategis dalam mendukung program pemerintah untuk menciptakan tenaga kerja yang siap bekerja secara profesional dan terlindungi di luar negeri. Di akhir sambutannya, Wali Kota Metro secara resmi memukul gong secara simbolis yang menandakan Pelatihan Perhotelan Batch 38 Lampung resmi dibuka dengan harapan seluruh peserta dapat memanfaatkan program tersebut sebagai sarana meningkatkan kapasitas diri dan meraih masa depan yang lebih baik. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, menekan angka pengangguran, serta membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat Kota Metro dan Provinsi Lampung secara umum. (Bsr/Yd)

0 Comments

Jelang Hari Jadi Kota Metro, Kusbani Ajak ASN Perkuat Kebersamaan dan Cinta Daerah

Pemerintah Kota Metro melaksanakan apel mingguan yang berlangsung di halaman Pemerintah Kota Metro Senin pagi. Apel tersebut dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Metro Kusbani selaku pembina apel dan diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) serta tenaga kerja di lingkungan Pemerintah Kota Metro. Dalam arahannya Kusbani menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintah daerah yang telah menunjukkan kedisiplinan serta komitmen dalam melaksanakan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Ia juga mengajak seluruh peserta apel untuk senantiasa menjaga kesehatan dan keselamatan agar dapat terus menjalankan tugas dengan optimal. “Kegiatan apel bukan sekadar rutinitas tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan kedisiplinan serta semangat pengabdian dalam melayani masyarakat Kota Metro,” ujar Kusbani. Pada kesempatan tersebut Kusbani mengingatkan bahwa tanggal 9 Juni merupakan momentum penting bagi masyarakat Kota Metro karena bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kota Metro. Ia mengajak seluruh ASN untuk mengenang jasa para pendahulu dan tokoh pembangunan yang telah berjuang membangun serta membesarkan Kota Metro hingga menjadi daerah yang maju seperti saat ini. Sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya dan identitas daerah Kusbani mengimbau seluruh ASN untuk mengenakan pakaian khas Lampung pada peringatan Hari Jadi Kota Metro. Menurutnya penggunaan pakaian adat merupakan simbol kecintaan terhadap daerah sekaligus upaya menjaga dan melestarikan budaya lokal. “Kita harus bangga menjadi bagian dari Kota Metro. Jika bukan kita yang mencintai dan membanggakan daerah ini lalu siapa lagi yang akan melakukannya. Kecintaan terhadap daerah harus diwujudkan melalui tindakan nyata salah satunya dengan menghargai budaya dan identitas daerah,” tegasnya. Lebih lanjut Kusbani mengajak seluruh ASN untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam keberagaman yang selama ini menjadi kekuatan Kota Metro. Keharmonisan antara berbagai suku, budaya, dan latar belakang masyarakat harus terus dipelihara sebagai modal pembangunan daerah. Dalam arahannya Kusbani juga menginformasikan pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Jadi Kota Metro yang akan dilaksanakan pada 9 Juni 2026 mendatang di Stadion Tejosari. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta untuk mengoordinasikan kehadiran pegawainya agar dapat mengikuti upacara dengan tertib dan khidmat. Selain upacara di Stadion Tejosari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Metro juga akan dilaksanakan melalui kegiatan ziarah di Taman Makam Pahlawan serta sejumlah kegiatan kemasyarakatan lainnya. Salah satu kegiatan yang akan menjadi pusat perhatian masyarakat adalah penyelenggaraan festival kuliner dan pasar malam di Lapangan Samber yang diharapkan dapat menjadi sarana hiburan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Meski pelaksanaan Hari Jadi Kota Metro tahun ini diselenggarakan secara sederhana dan menyesuaikan kebijakan efisiensi anggaran, Kusbani berharap hal tersebut tidak mengurangi semangat seluruh ASN dan masyarakat dalam memeriahkan hari jadi daerah. “Meriahnya Hari Jadi Kota Metro bukan ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi oleh semangat kebersamaan dan rasa memiliki seluruh masyarakat terhadap Kota Metro,” ungkapnya. Pada akhir sambutannya Kusbani menyampaikan pesan dan permohonan maaf kepada seluruh ASN. Ia mengungkapkan bahwa masa tugasnya sebagai Pj Sekretaris Daerah Kota Metro telah berjalan selama tiga bulan dan akan berakhir pada 9 Juni 2026. Dengan penuh haru ia menyampaikan terima kasih atas dukungan, kerja sama, dan kebersamaan yang telah terjalin selama menjalankan amanah sebagai Pj Sekda Kota Metro. Ia juga memohon maaf apabila selama masa kepemimpinannya terdapat kekhilafan maupun kekurangan dalam menjalankan tugas. “Saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama seluruh jajaran Pemerintah Kota Metro. Apabila selama saya menjalankan tugas terdapat kesalahan maupun kekurangan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Mari kita terus bekerja dan mengabdi dengan sebaik-baiknya demi kemajuan Kota Metro,” tutup Kusbani. Apel mingguan tersebut berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat serta menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh ASN dalam mendukung pembangunan dan kemajuan Kota Metro (Md/Sr).

0 Comments

Ribuan Warga Semarakkan CFD Kota Metro dan Peringatan HLUN ke-30

Ribuan warga memadati kawasan Car Free Day (CFD) Kota Metro pada Minggu pagi (07/06/2026). Momentum akhir pekan tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga, bersantai bersama keluarga, hingga menikmati beragam hiburan dan layanan kesehatan yang disiapkan Pemerintah Kota Metro bersama sejumlah komunitas olahraga. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa sejak pagi hari. Kegiatan CFD kali ini juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 yang dihadiri ribuan anggota Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) dari lima kecamatan di Kota Metro.Sejak pukul 06.00 WIB, masyarakat dari berbagai kalangan mulai memadati pusat kegiatan. Anak-anak tampak ceria bermain sepatu roda di halaman Masjid Agung Taqwa, sementara para orang tua dan remaja mengikuti jalan santai serta senam bersama yang menjadi pusat perhatian warga. Tak hanya menjadi ruang olahraga dan rekreasi, kawasan CFD juga membawa berkah bagi para pelaku UMKM. Beragam kuliner dan produk kerajinan lokal ramai diserbu pengunjung. Para pedagang mengaku mengalami peningkatan penjualan dibandingkan hari-hari biasa. Salah seorang pengunjung asal luar Kota Metro, Fani (25), mengaku senang mengikuti kegiatan CFD yang dinilainya ramah keluarga dan memberikan ruang rekreasi sehat bagi masyarakat. “Alhamdulillah saya senang sekali mengikuti Car Free Day di Kota Metro ini. Tempatnya cukup asri, banyak tenant jajanan yang bisa dikunjungi, dan juga ramah untuk anak-anak bermain,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dan para lansia yang hadir dalam peringatan HLUN ke-30. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi bagi para lansia, tetapi juga sarana edukasi kesehatan yang melibatkan berbagai komunitas dan instansi pelayanan kesehatan. “Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sudah cukup baik. Didukung fasilitas layanan kesehatan yang mudah diakses, mudah-mudahan kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan semakin mendorong warga untuk hidup sehat,” ujar Bambang. Ia juga menyoroti partisipasi anak-anak dari Rumah Sahabat Fiqih serta layanan edukasi kesehatan persendian gratis yang diberikan RSUD Ahmad Yani Metro kepada para lansia sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Sementara itu, Wakil Direktur RSUD Ahmad Yani Metro, Yulia Candra Sari, menjelaskan bahwa kegiatan EduMi (Edukasi Mingguan Rumah Sakit) rutin digelar setiap bulan bersamaan dengan CFD. Pada peringatan HLUN ke-30 kali ini, EduMi mengangkat tema “Lansia Sehat dan Mandiri untuk Indonesia yang Berdaya” dengan melibatkan sekitar 60 peserta dari LLI Kota Metro. Selain penyuluhan kesehatan, RSUD Ahmad Yani juga membuka layanan konsultasi gratis bagi masyarakat umum, meliputi fisioterapi, terapi wicara, hingga okupasi terapi. “Melalui kegiatan ini kami berharap dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan dan kualitas hidup, khususnya bagi para lansia,” kata Yulia. Ketua LLI Kota Metro, Lukman Hakim, turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Metro yang dinilai terus memberikan perhatian dan ruang bagi para lansia untuk tetap aktif di tengah masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Metro yang telah memberikan ruang gerak bagi lansia mulai dari tingkat RT hingga tingkat kota, serta menciptakan suasana yang kondusif dan penuh perhatian terhadap kesejahteraan lanjut usia,” ungkapnya. Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, CFD Kota Metro tidak hanya menjadi ruang olahraga dan hiburan, tetapi juga wadah mempererat kebersamaan, meningkatkan kesadaran hidup sehat, serta memperkuat kepedulian terhadap para lanjut usia di Kota Metro. (Tm/Yd/Bsr/Ag)

0 Comments

Sambut HUT ke 89, Pemkot Metro dan Dekranasda Siapkan “Pesona Kota Metro” Angkat Batik Leluwak Takhambur

Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Metro ke-89, Pemerintah Kota Metro bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Metro menggelar rapat persiapan kegiatan Pesona Kota Metro yang berlangsung di Guest House Rumah Dinas Wali Kota Metro, Jumat (5/6/2026). Rapat tersebut membahas berbagai persiapan teknis dan konsep acara yang akan menjadi salah satu rangkaian perayaan hari jadi kota setempat. Ketua Dekranasda Kota Metro, Eni Sumiati Bambang, mengatakan kegiatan Pesona Kota Metro merupakan wujud kolaborasi berbagai pihak dalam mengangkat potensi budaya dan ekonomi kreatif daerah, khususnya sektor wastra yang menjadi salah satu identitas Kota Metro. Menurut Eni, kegiatan yang sebelumnya hanya sebatas gagasan, kini mulai diwujudkan melalui perencanaan yang matang dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) serta dukungan berbagai pihak, termasuk sponsor yang turut berpartisipasi dalam menyukseskan acara tersebut. “Saya berharap kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik dan sukses terlaksana,karena kami ingin menampilkan karya-karya batik yang telah dilombakan serta berkolaborasi dengan OPD terkait dan pihak sponsorship untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Metro ke-89,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Ekonomi Kreatif Kota Metro, Subehi, menjelaskan bahwa kegiatan Pesona Kota Metro merupakan tindak lanjut dari pengembangan wastra daerah melalui lomba cipta motif Batik Leluwak Takhambur yang sebelumnya telah dilaksanakan. “Kegiatan ini bersifat kolaboratif karena kondisi kita saat ini sedang melakukan efisiensi anggaran. Namun demikian, semangat untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Metro ke-89 tetap harus diwujudkan melalui sinergi berbagai pihak,” tuturnya. Ia menambahkan, kegiatan tersebut mengusung tema “Merajut Warisan, Menenun Harapan” yang menjadi refleksi komitmen bersama dalam melestarikan warisan budaya sekaligus membangun optimisme terhadap masa depan industri kreatif Kota Metro. “Hari ini Dekranasda bersama Pemerintah Kota Metro sedang merencanakan sebuah acara yang mengangkat potensi wastra Kota Metro. Kami ingin mempromosikan Batik Leluwak Takhambur beserta pengembangan motif-motifnya, agar semakin dikenal masyarakat luas, sehingga mampu mendorong minat beli dan meningkatkan perekonomian para pengrajin wastra,” jelasnya. Selain menampilkan parade wastra, kegiatan Pesona Kota Metro juga akan menghadirkan pertunjukan teater yang mengangkat sejarah perjalanan Kota Metro. Acara tersebut direncanakan berlangsung pada 12 Juni 2026 pukul 19.00 WIB di halaman Dekranasda Kota Metro yang selama ini menjadi pusat pengembangan wastra daerah. Panitia memperkirakan kegiatan tersebut akan dihadiri sekitar 250 hingga 300 pengunjung. Subehi berharap melalui kegiatan Pesona Kota Metro, berbagai potensi unggulan daerah dapat semakin dikenal masyarakat luas. “Mudah-mudahan melalui kegiatan ini potensi Kota Metro semakin dikenal, baik dari sisi budaya, ekonomi kreatif maupun produk wastranya. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana promosi yang efektif sekaligus membantu pemasaran produk para pengrajin sehingga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.(Tm/Sr)

0 Comments

Suasana Hangat Warnai Temu Pamit Ketua Pengadilan Agama Metro Kelas IA

Wali Kota Metro menghadiri acara temu pamit Ketua Pengadilan Agama Metro Kelas IA yang berlangsung di Guest House Rumah Dinas Wali Kota Metro, Rabu (3/6/2026). Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi kepada Ketua Pengadilan Agama Metro Kelas IA, Zumrowi, S.Ag., M.H., yang mendapat tugas baru sebagai Ketua Pengadilan Agama di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pada kesempatan yang sama juga diperkenalkan Ketua Pengadilan Agama Metro Kelas IA yang baru, Yopie Azbandi Aziz, S.Ag., M.H., yang sebelumnya bertugas di Pengadilan Agama Kelas IA Bandar Lampung. Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan serta dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat pemerintah daerah, jajaran Pengadilan Agama, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Dalam sambutannya, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian Zumrowi selama memimpin Pengadilan Agama Metro. Menurutnya, sinergi yang telah terjalin antara Pemerintah Kota Metro dan Pengadilan Agama selama ini telah memberikan kontribusi positif dalam pelayanan kepada masyarakat. “Atas nama Pemerintah Kota Metro dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Zumrowi atas dedikasi, kerja sama, dan pengabdiannya selama bertugas di Kota Metro. Semoga sukses dalam menjalankan amanah di tempat yang baru dan senantiasa diberikan kesehatan serta kelancaran dalam menjalankan tugas,” ujar Wali Kota. Wali Kota juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada Yopie Azbandi Aziz sebagai Ketua Pengadilan Agama Metro yang baru. Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat guna mendukung pelayanan hukum dan keagamaan yang semakin baik bagi masyarakat. “Kami menyambut baik kehadiran Bapak Yopie Azbandi Aziz di Kota Metro. Semoga dapat melanjutkan berbagai program dan kerja sama yang telah berjalan serta membawa inovasi yang bermanfaat bagi kemajuan pelayanan kepada masyarakat,” katanya. Sementara itu, Zumrowi menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Metro dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan tugasnya selama bertugas di Kota Metro. Ia mengaku banyak mendapatkan pengalaman berharga dan hubungan baik yang terjalin dengan berbagai elemen masyarakat. Acara ditutup dengan pemberian cinderamata dan sesi foto bersama sebagai simbol penghargaan serta harapan untuk terus terjalinnya hubungan baik antara Pemerintah Kota Metro dan Pengadilan Agama Metro.(Bsr/Yd)

0 Comments

Kepala Diskominfotik Kota Metro Ikuti Entry Meeting Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik 2026 dan Evaluasi E-Monev 2025

Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Metro, Deddy Hasmara, mengikuti acara Entry Meeting Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Tahun 2026 dan Evaluasi E-Monev Tahun 2025, yang diadakan oleh Komisi Informasi Provinsi Lampung secara virtual melalui Zoom Meeting yang dipusatkan di Metro Command Center (MCC) Kota Metro, Kamis (04/06/2026). Kegiatan tersebut juga diikuti oleh Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Lampung, pimpinan PPID Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, serta kepala atau pimpinan BUMD Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung yang dilaksanakan secara virtual. Ketua Komisi Informasi Provinsi Lampung, Erizal, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari sosialisasi keterbukaan informasi publik sekaligus evaluasi E-Monev terkait implementasi keterbukaan informasi publik di Provinsi Lampung tahun 2025. “Yang pertama, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu sekalian atas undangan kami terkait dengan sosialisasi ini. Ini pertemuan kedua yang sebelumnya dua minggu yang lalu kita juga sudah mengadakan sosialisasi dan evaluasi juga terhadap OPD dan BUMD yang ada di Provinsi Lampung,” jelasnya. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari penguatan implementasi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik yang telah berjalan lebih dari 15 tahun dan menjadi landasan hukum di badan publik yang ada di Provinsi Lampung. Dalam paparannya, Erizal menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan hak dasar masyarakat sebagai bentuk pertanggungjawaban pemerintah kepada rakyat. “Masyarakat kita ini adalah pemegang kedaulatan, tentu mereka harus tahu juga terkait dengan apa yang dikeluarkan oleh negara. Maka di dalam undang-undang kita di Pasal 28F itu sudah jelas bahwa informasi itu adalah hak dasar, hak asasi manusia yang itu harus dilindungi,” tambahnya. Selain itu, lahirnya Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik tidak terlepas dari tuntutan demokrasi dan kebutuhan transparansi di era reformasi. “Pada zaman sebelum reformasi, informasi itu begitu mahal, sehingga informasi yang terbuka sangat sedikit dan semuanya cenderung tertutup. Namun pada era reformasi, dengan lahirnya undang-undang ini, hanya sedikit informasi yang tertutup, sementara selebihnya bersifat terbuka,” jelasnya. Sedangkan informasi tertentu yang dikecualikan adalah informasi pribadi, rahasia negara, dan rahasia bisnis.“Jadi hanya terkait dengan informasi pribadi, kemudian informasi rahasia negara, kemudian rahasia pribadi, dan rahasia bisnis yang masuk dalam kategori informasi yang dikecualikan. Sisanya semuanya terbuka,” ujarnya. Untuk itu, Komisi Informasi Provinsi Lampung, mengajak eksekutif, legislatif, dan yudikatif untuk memaksimalkan tanggung jawab serta implementasi dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 ini. Ia juga menegaskan pentingnya keterbukaan informasi untuk membangun kembali kepercayaan publik terhadap pemerintah. “Ketika masyarakat sudah mengetahui transparansi terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan, maka akan muncul kepercayaan. Kepercayaan ini mahal. Jadi dengan adanya transparansi ini akan memunculkan trust terhadap penyelenggara negara,” ujarnya. Tidak hanya itu, Erizal juga mendorong penguatan struktur PPID hingga ke tingkat OPD, kecamatan, hingga desa.“Kami siap memberikan materi, nanti peserta bisa diatur per kelompok, mungkin OPD dulu, kemudian desa dan kelurahan. Kita atur per kabupaten agar lebih efektif,” ujarnya. Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kota Metro, Deddy Hasmara, memberikan tanggapan atas pelaksanaan Entry Meeting Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Tahun 2026 serta Evaluasi E-Monev Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Provinsi Lampung. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi seluruh badan publik, termasuk Pemerintah Kota Metro untuk memperkuat komitmen dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan informasi masyarakat. Evaluasi E-Monev juga dinilai sebagai instrumen strategis untuk mengukur sejauh mana implementasi keterbukaan informasi telah berjalan di setiap perangkat daerah.“Pemerintah Kota Metro pada prinsipnya mendukung penuh upaya penguatan keterbukaan informasi publik. Melalui PPID dan seluruh perangkat daerah, kami terus melakukan perbaikan, baik dari sisi pelayanan informasi, pengelolaan data, maupun pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat semakin mudah mengakses informasi yang dibutuhkan,” ujarnya. Hasil evaluasi E-Monev tahun sebelumnya akan menjadi bahan pembenahan agar capaian keterbukaan informasi di Kota Metro dapat terus meningkat dari tahun sebelumnya kategori ‘Menuju Informatif’, di tahun 2026 bisa menjadi kategori ‘Informatif’. Sebagai Plt. Kepala Diskominfotik yang juga menjabat PPID Utama Kota Metro, ia juga akan terus melakukan pendampingan teknis kepada PPID pembantu di seluruh OPD agar standar layanan informasi publik dapat berjalan lebih optimal sesuai ketentuan yang berlaku. (Yl/Tm)

0 Comments

Pemkot Metro Mulai Penyiapan Proyek KPBU Alat Penerangan Jalan, Kemenkeu berikan Fasilitas PDF

Pemerintah Kota Metro memulai tahapan rencana penyiapan Proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Alat Penerangan Jalan (APJ) melalui kegiatan Kick Off Meeting Project Development Facility (PDF) yang digelar di Aula Pemerintah Kota Metro, Rabu (03/06/2026). Kegiatan tersebut dipimpin Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kota Metro, Kusbani, yang mewakili Wali Kota Metro dan dihadiri perwakilan Kementerian Keuangan RI, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero), DPRD Kota Metro, serta sejumlah perangkat daerah terkait. Dalam sambutannya, Kusbani menyampaikan apresiasi kepada tim Kementerian Keuangan RI dan PT PII yang hadir secara langsung di Kota Metro untuk melaksanakan kick-off meeting PDF proyek KPBU APJ, dimana kehadiran pemerintah pusat merupakan bentuk dukungan nyata terhadap percepatan penyediaan infrastruktur pelayanan publik yang memadai dan berkualitas di Kota Metro. “Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kota Metro, saya mengucapkan selamat datang dan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tim dari Kementerian Keuangan RI dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero). Kehadiran pada hari ini sangat berarti sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah pusat terhadap percepatan penyediaan infrastruktur pelayanan publik yang memadai dan berkualitas di Kota Metro,” ujar Kusbani. Ia menjelaskan bahwa proyek KPBU APJ sejalan dengan visi pembangunan Kota Metro tahun 2025–2029 untuk mewujudkan Kota Metro cerdas berbasis jasa dan budaya yang religius, di mana salah satu fokus pembangunan tersebut adalah menciptakan kawasan perkotaan yang terintegrasi, termasuk melalui optimalisasi Penerangan Jalan Umum (PJU). Dalam pernyataannya, Kusbani mengungkapkan bahwa peningkatan kualitas penerangan jalan menjadi program prioritas karena berdampak langsung pada keselamatan dan keamanan masyarakat. Oleh karena itu, melalui proyek KPBU APJ, Pemerintah Kota Metro berupaya memodernisasi infrastruktur penerangan jalan secara menyeluruh. Berdasarkan data pada tahap awal, hasil studi pendahuluan tahun 2025 mengestimasi kebutuhan sebanyak 7.021 titik lampu baru dan retrofit atau pembaruan jenis lampu untuk 1.476 lampu eksisting. “Melalui skema kolaborasi KPBU, kita ingin memastikan bahwa pembangunan ini terukur, berkelanjutan, dan pembiayaannya dilakukan melalui mekanisme pembayaran atas ketersediaan layanan (Availability Payment) selama 10 tahun,” katanya. Meski demikian, Kusbani menegaskan bahwa angka kebutuhan tersebut masih perlu diperbarui mengingat dinamika pembangunan di lapangan selama tahun 2025 telah memunculkan tambahan titik lampu baru serta perubahan kebutuhan masyarakat yang harus diakomodasi dalam penyusunan dokumen pra-studi kelayakan. Selain aspek teknis, Pemerintah Kota Metro juga menaruh perhatian pada kondisi fiskal daerah yang akan menjadi dasar penyusunan skema pembayaran Availability Payment (AP) atau pembayaran atas ketersediaan layanan. “Kajian finansial harus dilakukan secara tajam dan mendalam mengingat kapasitas fiskal Kota Metro pada tahun 2026 mengalami perubahan dan penyesuaian yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun 2025,” ujarnya. Kusbani juga meminta dukungan DPRD Kota Metro agar proses penyusunan skema pembayaran dapat berjalan dengan bijak dan tidak mengganggu stabilitas fiskal daerah di masa mendatang. Untuk mendukung percepatan proyek, Kusbani menginstruksikan sejumlah perangkat daerah, antara lain Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Bapperida, BKAD, dan Bapenda, untuk berkolaborasi dalam menyediakan data yang akurat dan mutak. “Saya perintahkan seluruh perangkat daerah terkait untuk menyajikan pemutakhiran data yang komprehensif dan memberikan akses seluas-luasnya kepada tim konsultan. Data yang akurat dan akuntabel adalah fondasi agar output kajian kita kuat dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya. Sebagai Pj. Sekretaris Daerah Kota Metro, Kusbani, menekankan bahwa kick-off meeting tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan penanda dimulainya proses kerja yang intensif hingga penyusunan pra-studi kelayakan dapat segera diselesaikan. “Saya minta Tim KPBU APBD Kota Metro memantau ketat progres mingguan sesuai jadwal. Jangan ada hambatan birokrasi yang memperlambat laju kerja tim konsultan di lapangan,” katanya. Sementara itu, Direktur Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Keuangan RI, Heri Setiawan, menjelaskan bahwa kegiatan hari ini merupakan tindak lanjut atas surat permohonan Pemerintah Kota Metro yang diajukan pada 30 Desember 2025 untuk memperoleh fasilitas pengembangan proyek atau PDF untuk proyek KPBU APJ. Heri juga menyebutkan bahwa persetujuan permohonan yang diberikan oleh Menteri Keuangan tertulis melalui Surat Menteri Keuangan Nomor 108/MK.09/2026 tanggal 26 Februari 2026. “Fasilitas ini dikelola oleh Menteri Keuangan RI, dan atas permohonan tersebut, sudah diberikan persetujuan. Kementerian Keuangan RI memberikan fasilitas Project Development Facility untuk KPBU Alat Penerangan Jalan Kota Metro,” jelasnya. Berdasarkan surat tersebut, Menteri Keuangan kemudian menugaskan PT PII untuk melaksanakan penyiapan proyek, pendampingan transaksi, hingga penyediaan penjaminan sebagai bagian dari fasilitas KPBU dengan merekrut tiga konsultan yang terdiri dari konsultan teknis, konsultan keuangan, dan konsultan hukum guna mendukung proses penyiapan proyek. “Ini merupakan tindak lanjut riil dari permohonan Bapak Wali Kota Metro yang telah diluluskan oleh Menteri Keuangan,” ujarnya.Heri juga, menambahkan bahwa skema KPBU berbeda dengan proyek yang dibiayai melalui APBD maupun APBN karena berorientasi pada kualitas pelayanan yang harus dipenuhi selama masa kerja sama. “Kalau lampu padam, dalam 2 jam harus menyala kembali. Jika tidak terpenuhi, akan dikenakan penalti bagi badan usaha. Sampai masa kerja sama berakhir, standar layanan harus tetap terjaga,” jelas Heri. Bahkan, penerapan KPBU untuk penerangan jalan saat ini menjadi tren global karena tidak hanya meningkatkan keamanan dan aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak sosial yang lebih luas. “Tahun ini, ada sekitar 50 kota dan kabupaten di Indonesia yang menjalankan proyek serupa. Harapan kami, proses penyiapan proyek di Metro berjalan lancar sehingga mampu menarik minat pihak swasta,” katanya. Heri memperkirakan proses transaksi dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 9 bulan. Jika seluruh rencana tahapan berjalan sesuai jadwal, pemenang lelang dapat ditetapkan pada awal tahun 2027 dan pelaksanaan proyek rampung pada akhir tahun yang sama. “Harapannya, pada akhir tahun 2027 seluruh Kota Metro sudah terang,” ujarnya. Pada Kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kota Metro, Ria Hartini, menyampaikan dukungan terhadap proses penyusunan proyek, namun menegaskan bahwa DPRD masih memerlukan pemaparan lanjutan sebelum memberikan persetujuan. Tak hanya itu, Ria juga mengatakan bahwa DPRD Kota Metro ingin memperoleh rincian lebih lengkap, terutama terkait hasil kajian dan dampaknya terhadap kondisi fiskal daerah, mengingat masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dibahas secara mendalam bersama pihak terkait. “Kami, pimpinan dan anggota DPRD Kota Metro, meminta waktu khusus dari pihak PT PII untuk bertemu dan melakukan audiensi agar kita bisa membahas ini dengan jelas, tegas, dan dengan perencanaan yang matang sehingga memberikan kemaslahatan bagi masyarakat Kota Metro,” ujarnya. Diakhir penyampaian, Ria juga menegaskan bahwa DPRD siap membuka ruang diskusi bersama seluruh komisi, agar dapat terbangun kesepahaman mengenai perencanaan proyek yang

0 Comments

42 ASN Pemkot Metro Masuki Masa Purnabakti, Wali Kota: Pengabdian Tak Berakhir Saat Pensiun

Sebanyak 42 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Metro resmi memasuki Batas Usia Pensiun (BUP) untuk periode 1 Januari hingga 1 Juni 2026. Pelepasan para ASN purnabakti tersebut dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, di Aula Pemerintah Kota Metro, Selasa (02/06/2026). Suasana haru dan penuh penghormatan mewarnai kegiatan pelepasan yang menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kota Metro atas dedikasi dan pengabdian para ASN selama menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) turut memfasilitasi layanan perubahan identitas kependudukan bagi para pensiunan. Rangkaian acara juga diisi dengan penyerahan piagam penghargaan sebagai simbol penghormatan kepada ASN yang telah menyelesaikan masa baktinya. Dalam sambutannya, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menegaskan bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian seseorang kepada masyarakat. “Masa pensiun bukan akhir dari proses aktivitas dan pengabdian. Semangat dan optimisme harus tetap menyala. Kontribusi seorang pensiunan justru semakin nyata dan diperlukan saat terjun langsung di tengah kehidupan bermasyarakat,” ujarnya. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada seluruh ASN yang memasuki masa purnabakti atas loyalitas, dedikasi, serta semangat dalam memberikan pelayanan terbaik selama bertugas di lingkungan Pemerintah Kota Metro. “Terima kasih atas pengabdian dan kerja keras yang telah diberikan selama ini. Semoga masa purnatugas menjadi babak baru yang penuh kebahagiaan, kesehatan, dan keberkahan,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Metro, Elmanani, menjelaskan bahwa pelepasan ASN purnabakti dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020, serta Peraturan BKN Nomor 2 Tahun 2018 tentang Pedoman Pemberian Pertimbangan Teknis Pensiun Pegawai Negeri Sipil dan Pensiun Janda/Duda PNS. Ia memaparkan, dari total 42 ASN yang memasuki BUP, terdiri dari 7 orang pada Januari, 9 orang Februari, 6 orang Maret, 6 orang April, 4 orang Mei, dan 10 orang pada Juni 2026. “Jabatan yang ditinggalkan meliputi 18 jabatan struktural, 8 jabatan fungsional tertentu, serta 16 jabatan guru dan pengawas,” jelasnya. Di hari yang sama, Pemerintah Kota Metro juga melaksanakan serah terima jabatan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Metro. Jabatan yang sebelumnya diemban Supriyadi dan berakhir karena memasuki masa pensiun, kini diserahkan kepada Ade Erwinsyah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BKAD Kota Metro. Momentum tersebut menjadi penanda regenerasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Metro, sekaligus penghormatan atas dedikasi para ASN yang telah mengabdi untuk kemajuan daerah dan pelayanan kepada masyarakat. (Tm/ Mdn/Sr)

0 Comments

Pemkot Metro Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan, RSUD A Yani Raih Penilaian Positif dari BPJS

Pemerintah Kota Metro menegaskan komitmennya dalam terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui berbagai pembenahan di RSUD Ahmad Yani Metro. Di tengah perhatian publik terhadap pelayanan kesehatan, rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut mendapatkan penilaian positif dari BPJS Kesehatan berdasarkan hasil kunjungan dan evaluasi langsung. Sebelumnya pada Jumat, 8 Mei 2026, Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Pusat, Rukijo, saat melakukan kunjungan ke RSUD Ahmad Yani Metro, menyampaikan bahwa pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sudah berjalan dengan baik. Penilaian serupa sebelumnya juga disampaikan Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah III, Anurman Huda, saat melakukan kunjungan pada Rabu, 15 April 2026. Dalam kunjungan tersebut, pihak BPJS turut berdialog langsung dengan sejumlah pasien untuk memastikan kualitas pelayanan yang diterima masyarakat. Berdasarkan data indikator nasional mutu rumah sakit, tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan di RSUD Ahmad Yani Metro pada tahun 2025 mencapai 85 persen. Capaian tersebut dinilai memenuhi target yang telah ditetapkan sekaligus menunjukkan peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) tercatat sebesar 71,59 persen. Angka tersebut masih berada dalam kategori ideal sesuai standar Kementerian Kesehatan yang menetapkan BOR rumah sakit berada pada kisaran 60 hingga 80 persen. Kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan RSUD Ahmad Yani Metro juga terlihat dari tingginya rata-rata kunjungan poliklinik yang mencapai 384 pasien per hari. Pemerintah Kota Metro menyampaikan bahwa berbagai capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus melakukan perbaikan dan peningkatan layanan kesehatan. RSUD Ahmad Yani Metro saat ini terus berbenah melalui penguatan sarana dan prasarana, penyediaan alat kesehatan modern, peningkatan profesionalisme sumber daya manusia, serta penguatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Selain fokus pada pelayanan kesehatan, RSUD Ahmad Yani Metro juga terus didorong menjadi rumah sakit yang unggul dalam bidang pendidikan dan pelatihan kesehatan, sekaligus mewujudkan tata kelola dan kemandirian pengelolaan keuangan yang lebih baik. (Sr)