0 Comments

Hari Lahir Pancasila 2026, Wali Kota Metro Teguhkan Semangat Persatuan dan Pengabdian untuk Indonesia

Mentari pagi yang hangat menyinari halaman Kantor Wali Kota Metro, Senin (1/6/2026), saat Sang Saka Merah Putih berkibar gagah di angkasa. Dalam suasana penuh khidmat, jajaran Pemerintah Kota Metro bersama unsur Forkopimda dan seluruh elemen pemerintahan mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026. Upacara berlangsung tertib dan penuh semangat kebangsaan dengan Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso, bertindak sebagai pembina upacara. Turut hadir Wakil Wali Kota Metro, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Metro, para kepala perangkat daerah, camat dan lurah se-Kota Metro, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Suasana haru terasa ketika prosesi mengheningkan cipta dilaksanakan. Seluruh peserta menundukkan kepala untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa, yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Guna mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur mendahului kita sebagai Kusuma Bangsa seraya berdoa kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, marilah mengheningkan cipta dimulai,” ujar pemimpin upacara yang disambut suasana penuh penghormatan. Dalam amanatnya, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Pada peringatan tahun ini, tema yang diusung adalah Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya untuk Perdamaian Dunia. Disampaikan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan bintang penuntun yang telah terbukti menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan global. Dengan lebih dari 17 ribu pulau serta ratusan suku dan budaya, Indonesia mampu berdiri kokoh sebagai bangsa yang bersatu berkat nilai-nilai luhur Pancasila. Pancasila juga disebut sebagai jangkar moral bangsa dalam menghadapi dinamika dunia, mulai dari perkembangan teknologi hingga perubahan geopolitik internasional. Nilai musyawarah, gotong royong, kemanusiaan, dan keadilan sosial menjadi fondasi penting dalam menciptakan perdamaian dunia yang berkelanjutan. Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa Indonesia bukan hanya menjadi penonton dalam percaturan global, melainkan turut mengambil peran aktif dalam mewujudkan perdamaian dunia sebagaimana amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mediasi konflik regional, hingga perjuangan terhadap keadilan bagi bangsa-bangsa tertindas menjadi wujud nyata pengamalan sila kedua Pancasila, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Lebih lanjut, seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, diajak menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dalam keseharian. Nilai-nilai luhur Pancasila tidak boleh berhenti sebagai simbol atau slogan semata, melainkan harus tercermin dalam sikap, perilaku, dan kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Kepada para pemimpin daerah dan penyelenggara pemerintahan, disampaikan pula pesan agar setiap kebijakan dan pelayanan publik senantiasa berlandaskan semangat keadilan sosial, menjamin hak-hak masyarakat, serta tidak membiarkan satu pun warga tertinggal dari pembangunan. Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Kota Metro menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan. Di tengah derasnya arus perubahan zaman, Kota Metro menunjukkan tekad untuk terus menjaga persatuan, merawat keberagaman, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (Mdn/Sr)

0 Comments

Metro Raih WTP ke-16 Berturut-turut dari BPK RI, Bukti Tata Kelola Keuangan Daerah Tertib dan Akuntabel

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Lampung menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 kepada pemerintah kabupaten/kota di Lampung secara serentak Pemerintah Kota Metro kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pengelolaan keuangan daerah dengan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Provinsi Lampung. Predikat bergengsi tersebut diraih berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Metro Tahun Anggaran 2025. Capaian ini sekaligus menjadi raihan opini WTP ke 16 kalinya secara berturut-turut dari tahun 2010. Penyerahan laporan hasil pemeriksaan diberikan langsung oleh Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung, Nugroho Heru Wibowo, kepada Ketua DPRD Kota Metro,Ria Hartni dan Pj.Sekretaris Daerah Kota Metro, Kusbani di Auditorium BPK RI Perwakilan Lampung, Jumat (29/5/2026). Selain menerima LHP, Ketua DPRD Kota Metro, dan Pj.Sekretaris Daerah Kota Metro, bersama para kepala Daerah se-Provinsi Lampung juga melakukan penandatanganan berita acara serah terima laporan hasil pemeriksaan BPK RI Provinsi Lampung. Dikesempatan ini Pj.Sekretaris Daerah Kota Metro, Kusbani menyampaikan apresiasi kepada BPK RI Perwakilan Lampung atas pelaksanaan pemeriksaan laporan keuangan daerah. Menurut Kusbani, LHP BPK menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dan DPRD dalam menilai pengelolaan keuangan daerah agar berjalan tertib, transparan, dan akuntabel. “LHP BPK merupakan bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah dan DPRD untuk melihat sejauh mana pengelolaan keuangan daerah telah dilaksanakan secara tertib, transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” katanya. Ia mengatakan, capaian opini yang baik perlu diikuti dengan upaya perbaikan berkelanjutan agar tata kelola keuangan daerah semakin berkualitas dan memberi manfaat bagi masyarakat. Dikesempatan yang sama Ketua DPRD Kota Metro, Ria Hartini juga menyatakan DPRD Kota Metro berkomitmen menjadikan LHP BPK sebagai salah satu rujukan dalam mengawal perbaikan tata kelola keuangan daerah, termasuk mendorong tindak lanjut atas rekomendasi BPK. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung Nugroho Heru Wibowo beserta jajaran, ketua DPRD kabupaten/kota se-Lampung, bupati dan wali kota, sekretaris daerah, inspektur, serta kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) se-Provinsi Lampung. (BSR/YDA)

0 Comments

Pemkot Metro Pastikan Hewan Kurban Sehat, Semangat Kebersamaan Warnai Idul Adha 1447 H

Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Pertanian memastikan mayoritas hewan kurban di wilayahnya dalam kondisi sehat dan layak konsumsi menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Dari total 3.495 ekor hewan kurban yang tersebar di 382 titik pemotongan, sekitar 95,16 persen dinyatakan sehat setelah melalui pemeriksaan tim satgas hewan kurban. Pemeriksaan tersebut dilakukan secara intensif guna memastikan keamanan pangan dan kualitas hewan kurban yang akan disalurkan kepada masyarakat. Meski demikian, tim masih menemukan sekitar 169 ekor hewan yang terindikasi kurang sehat, didominasi kasus fasciolasis atau cacing hati yang umum menyerang ternak. Hal itu disampaikan Plt. Kepala Dinas Pertanian Kota Metro, Pipi Puspitasari, saat menghadiri penyembelihan hewan kurban di halaman Sekretariat Masjid Taqwa Kota Metro, Kamis (28/05/2026). “Alhamdulillah, secara umum kondisi hewan kurban di Kota Metro sangat baik dengan tingkat kesehatan mencapai 95 persen. Temuan penyakit cacing hati langsung kami tindak lanjuti agar tidak mengganggu kualitas hewan kurban yang akan disalurkan kepada masyarakat,” ujarnya. Ia menegaskan, organ hewan kurban yang mengalami kerusakan tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi demi menjaga keamanan masyarakat. “Kami memastikan jaringan atau organ hewan kurban yang kurang sehat tidak layak untuk dikonsumsi. Dokter hewan akan memeriksa tingkat kerusakannya. Jika organ hati mengalami kerusakan, kami mengimbau agar tidak dikonsumsi, namun bagian organ lainnya masih diperbolehkan apabila dinyatakan aman,” tambahnya. Sementara itu, suasana penyembelihan hewan kurban di Masjid Taqwa Kota Metro berlangsung lancar, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Momentum Hari Raya Idul Adha tahun ini juga menjadi ajang mempererat kepedulian sosial antarwarga. Ketua Tim Penggerak PKK Kota Metro, Ny. Eni Sumiyati Bambang, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan rasa syukur atas pelaksanaan ibadah kurban tahun ini. “Tahun ini, Bapak Wali Kota Metro juga turut berkurban sebagai bentuk rasa syukur dan kepedulian kepada masyarakat. Semoga daging kurban yang dibagikan membawa manfaat, keberkahan, serta mempererat silaturahmi antarwarga Kota Metro,” katanya. Diketahui, Wali Kota Metro menyumbangkan dua ekor sapi kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Satu ekor sapi disembelih di Masjid Taqwa Kota Metro, sementara satu ekor lainnya disembelih di halaman Korem 043/Garuda Hitam (Gatam). Pembagian daging kurban dilakukan kepada masyarakat yang membutuhkan dengan melibatkan panitia dan relawan Masjid Taqwa Kota Metro, sebagai wujud semangat berbagi dan kepedulian sosial di momen Idul Adha. (Bsr/Sr)

0 Comments

Gema Takbir Menggema di Lapangan Samber, Wakil Wali Kota Metro Hadiri Sholat Idul Adha 1447 H

Langit pagi Kota Metro masih diselimuti cahaya lembut ketika gema takbir berkumandang dari segala penjuru. Ribuan masyarakat mulai memadati Lapangan Samber sejak selepas subuh untuk menunaikan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah bersama jajaran Pemerintah Kota Metro. Di tengah hamparan sajadah yang membentang rapih, Wakil Wali Kota Metro M. Rafiq Adipradana, hadir bersama jajaran Pemerintah Kota Metro, tokoh agama, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Kota Metro. Kehadiran mereka menyatu dalam suasana khusyuk dan penuh kebersamaan memperlihatkan eratnya hubungan antara pemerintah dan masyarakat dalam momentum hari raya kurban. Suasana religius terasa begitu mendalam saat ribuan jamaah serentak mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil. Cahaya matahari pagi perlahan menyinari lapangan menambah nuansa haru dan damai dalam pelaksanaan ibadah. Anak-anak hingga para orang tua tampak larut dalam kekhidmatan menjadikan Idul Adha bukan sekadar perayaan tetapi juga momentum memperkuat nilai pengorbanan, keikhlasan, dan persaudaraan. Momentum ini diharapkan mampu mempererat tali silaturahmi antar warga serta memperkuat persatuan di tengah kehidupan masyarakat Kota Metro yang harmonis dan religius. Pelaksanaan Sholat Idul Adha di Lapangan Samber berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhusyukan hingga selesai. Ribuan jamaah tampak saling bersalaman dan bermaafan menciptakan suasana hangat yang menjadi potret indah kebersamaan masyarakat Kota Metro dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. (Md/Sr).

0 Comments

Idul Adha 1447 H, Wali Kota Metro Salat Id Bersama Warga di Masjid Taqwa

Kota Metro — Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Taqwa Kota Metro, Rabu (27/05/2026). Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, turut melaksanakan Salat Id bersama ratusan jamaah yang memadati area masjid sejak pagi hari. Momentum Hari Raya Idul Adha tahun ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga, sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian sosial melalui ibadah kurban. Usai pelaksanaan Salat Id, pengurus Masjid Taqwa Kota Metro menyampaikan bahwa pada perayaan Idul Adha tahun ini, pihak masjid menyiapkan sebanyak tujuh ekor sapi dan tiga ekor kambing, untuk disembelih dan didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Metro mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai momentum untuk meningkatkan keikhlasan, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama. “Idul Adha bukan hanya tentang ibadah kurban, tetapi juga mengajarkan nilai keikhlasan, kebersamaan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujar Bambang. Setelah Salat Id berlangsung, kegiatan dilanjutkan dengan khutbah Id dan doa bersama, yang turut dipanjatkan untuk keselamatan serta kedamaian bagi kaum muslimin di Palestina. Sementara itu, proses penyembelihan hewan kurban dijadwalkan dilaksanakan setelah rangkaian Salat Id selesai, dengan melibatkan panitia kurban dan masyarakat sekitar Masjid Taqwa Kota Metro. (Bsr/Ydh)

0 Comments

Open House Idul Adha Wali Kota Metro Penuh Kehangatan, Warga Rasakan Kebersamaan Tanpa Sekat

Metro – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Rumah Dinas Wali Kota Metro pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/05/2026). Masyarakat dari berbagai kalangan tampak antusias menghadiri acara open house yang digelar usai pelaksanaan Shalat Id. Didampingi keluarga serta unsur Forkopimda, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, membuka langsung pintu kediamannya untuk menyambut masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam suasana penuh keakraban dan silaturahmi. Momentum Hari Raya Idul Adha tersebut tidak hanya menjadi ajang saling bermaafan, tetapi juga mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.Dalam sambutannya, Bambang menyampaikan bahwa Idul Adha memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar ritual penyembelihan hewan kurban. Menurutnya, hari besar keagamaan tersebut menjadi pengingat penting tentang nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial.“Momen perayaan Idul Adha mengajarkan kita semua tentang arti penting pengorbanan, kepatuhan atas perintah Tuhan, dan yang paling krusial adalah memperkuat kepekaan sosial,” ujarnya. Ia menambahkan, melalui ibadah kurban masyarakat diajak untuk saling berbagi dan memastikan kebahagiaan dapat dirasakan bersama, terutama bagi warga yang membutuhkan. “Melalui momentum ini, kita diajak untuk saling peduli dan berbagi, sehingga tidak ada saudara-saudara kita di Kota Metro yang merasa kekurangan pada hari kemenangan ini,” tambahnya. Bambang juga menilai tradisi open house menjadi salah satu bentuk nyata memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat. Menurutnya, interaksi tanpa sekat antara pemerintah dan warga menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan Kota Metro. “Silaturahmi seperti ini menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Saling memaafkan serta membangun kebersamaan adalah modal penting untuk menjaga ketenteraman dan kemajuan Kota Metro,” katanya. Suasana akrab tampak terlihat sepanjang kegiatan. Warga yang hadir menikmati kesempatan bersalaman, berbincang langsung dengan wali kota, hingga menikmati jamuan yang telah disiapkan.Salah seorang warga mengaku senang dapat hadir langsung bersama keluarga di rumah dinas wali kota. Menurutnya, momentum seperti ini memberikan kedekatan emosional antara pemimpin dan masyarakat. “Alhamdulillah, senang sekali bisa membawa keluarga ke sini, bersilaturahmi langsung, dan merasakan kehangatan dari Pak Wali Kota beserta jajaran Pemkot Metro. Semoga momentum Idul Adha tahun ini membawa berkah, kedamaian, dan kemajuan bagi seluruh masyarakat Kota Metro,” tuturnya. (All)

0 Comments

Wali Kota Metro Turunkan Tim Pengawas Kurban, Ribuan Hewan Dipastikan Sehat dan Aman Dikonsumsi

Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Metro bergerak memastikan pelaksanaan ibadah kurban berjalan aman, sehat, dan sesuai standar kesehatan pangan. Sebanyak puluhan personel diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan hewan kurban di ratusan titik penyembelihan yang tersebar di seluruh wilayah Kota Metro. Tim Pemeriksa Hewan Kurban tersebut dilepas langsung oleh Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso, di Rumah Dinas Wali Kota Metro, Rabu (27/05/2026). Kegiatan ini melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (KP3), dokter hewan, tenaga medis veteriner, relawan masyarakat, hingga pelajar SMK. Dalam arahannya, Bambang menegaskan bahwa pengawasan hewan kurban menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan masyarakat sekaligus memastikan ibadah kurban berlangsung dengan baik. “Pada hari ini kita melaksanakan rangkaian Idul Adha yang juga diikuti dengan pemotongan hewan kurban mulai tanggal 10 Zulhijah. Pemerintah Kota Metro ingin memastikan seluruh proses berjalan baik dan hewan yang dipotong benar-benar sehat serta layak dikonsumsi masyarakat,” ujar Bambang. Ia menyebut jumlah hewan kurban dan titik pemotongan tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan data sementara, terdapat ratusan lokasi penyembelihan dengan estimasi jumlah hewan kurban mencapai lebih dari dua ribu ekor selama hari tasyrik. Menurut Bambang, tingginya jumlah hewan kurban menjadi cerminan kuatnya semangat masyarakat dalam berbagi dan beribadah di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan. “Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan, masyarakat tetap menunjukkan keyakinan dan semangat berkurban. Ini menjadi kebahagiaan dan rasa syukur bagi kita semua,” katanya. Ia berharap distribusi daging kurban nantinya dapat dirasakan secara merata sehingga semakin banyak masyarakat yang menikmati kebahagiaan Hari Raya Idul Adha. Untuk mendukung pengawasan di lapangan, Pemerintah Kota Metro menyiapkan 14 dokter hewan dari lima kecamatan sebagai koordinator pemeriksaan. Mereka akan dibantu tenaga teknis dan relawan guna menjangkau seluruh titik penyembelihan. Menurut Bambang, tugas tersebut bukan hal ringan mengingat ribuan hewan harus diperiksa dalam waktu yang singkat demi memastikan seluruh daging kurban aman dikonsumsi masyarakat. “Kami berterima kasih kepada seluruh tim yang bertugas. Ini pekerjaan besar untuk memastikan hewan kurban yang dipotong benar-benar sehat dan layak dikonsumsi warga masyarakat,” ucapnya. Ia juga mengapresiasi dukungan lintas sektor, termasuk Baznas Kota Metro, para relawan, dan pelajar yang ikut membantu proses pengawasan di lapangan. Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (KP3) Kota Metro, Pipi Puspita, menjelaskan total personel pengawasan hewan kurban tahun ini mencapai 59 orang. Tim tersebut terdiri dari paramedik veteriner, tenaga teknis peternakan, relawan masyarakat, hingga siswa dari SMK Negeri 4 dan SMK Negeri 2 Kota Metro yang dilibatkan sebagai bagian dari pembelajaran lapangan. “Total tim pengawas hewan kurban ada 59 orang. Selain tenaga teknis dan paramedik veteriner, tahun ini kita juga melibatkan adik-adik dari SMK untuk belajar langsung dalam pengawasan hewan kurban,” jelas Pipi. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 382 titik pemotongan hewan kurban tersebar di Kota Metro. Namun, data tersebut masih terus diperbarui seiring adanya laporan tambahan dari masyarakat. Untuk sementara, jumlah hewan kurban yang telah terdata mencapai 794 ekor kambing, sementara pendataan sapi masih berlangsung. Pipi juga mengimbau masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan hewan kurban atau memiliki lokasi pemotongan yang belum terpantau agar segera menghubungi tim pengawas di masing-masing kecamatan. “Setiap kecamatan sudah memiliki koordinator dokter hewan beserta nomor kontaknya. Jadi masyarakat bisa langsung menghubungi apabila membutuhkan pemeriksaan atau pendampingan,” pungkasnya. (Yl/Bgs)

0 Comments

Jelang Idul Adha, Pasar Murah Pemkot Metro Diserbu Warga, Bantu Tekan Lonjakan Harga Pangan

Metro – Tingginya antusiasme masyarakat mewarnai pelaksanaan pasar murah yang digelar Pemerintah Kota Metro menjelang Hari Raya Idul Adha. Program tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok sekaligus memperkuat stabilitas pasokan di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat. Sejak kegiatan dibuka, warga mulai memadati lokasi untuk mendapatkan berbagai komoditas kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibanding harga pasar. Berbagai produk yang disediakan seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, tepung, cabai, bawang merah, bawang putih, serta kebutuhan rumah tangga lainnya menjadi komoditas yang paling diminati masyarakat. Kehadiran pasar murah tidak hanya menjadi sarana pemenuhan kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan, tetapi juga menunjukkan peran aktif pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan daya beli masyarakat. Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Kota Metro, Komarudin, menyampaikan bahwa pelaksanaan pasar murah merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah yang dilakukan secara terukur melalui kolaborasi lintas perangkat daerah bersama Bulog dan distributor. “Momentum menjelang Idul Adha biasanya diikuti peningkatan kebutuhan masyarakat. Pemerintah Kota Metro hadir untuk memastikan masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau serta menjaga stabilitas pasar,” ujarnya saat ditemui di Halaman Pasar Cendrawasih, Selasa (26/05/2026). Komarudin menjelaskan, kegiatan tersebut memang rutin dilaksanakan sebagai upaya menjaga harga bahan pokok tetap terkendali di pasaran, terutama pada komoditas yang kerap mengalami fluktuasi menjelang hari besar keagamaan nasional. “Pemerintah Kota Metro melaksanakan kegiatan ini dalam rangka menstabilkan harga di pasar. Biasanya kebutuhan pokok seperti cabai, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, tepung, telur, gula, dan kebutuhan pokok lainnya mengalami peningkatan permintaan menjelang Idul Adha,” katanya. Menurut Komarudin, pelaksanaan pasar murah merupakan hasil koordinasi antara Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Perdagangan bersama Bulog dan para distributor yang telah membangun komunikasi serta memastikan ketersediaan stok. Subsidi yang diberikan berkisar antara Rp5.000 sampai Rp12.000 untuk setiap komoditas seperti Minyak Goreng Rp. 14.500, Tepung Terigu Rp. 6.000, Gula Pasir Rp. 13.500, Telur Rp. 23.000, Bawang Merah Rp. 23.000, Bawang Putih Rp. 11.000, Cabai Merah Rp. 26.000, Cabai Rawit Rp. 18.000, dan Beras Rp. 57.000. Komarudin berharap program tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga menjelang Idul Adha. “Kami berharap masyarakat bahagia dan merasa terbantu dengan kegiatan ini. Biasanya pasar murah dilaksanakan menjelang hari besar keagamaan atau dalam situasi tertentu yang memerlukan intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga,” tambahnya. Sementara itu, Ketua TP-PKK Kota Metro, Ny. Eni Sumiyati Bambang, turut menyapa warga yang telah mengantre sejak pagi dan mengajak masyarakat untuk tetap tertib selama pelaksanaan kegiatan. “Jangan khawatir, Insya Allah stok akan ditambah. Ibu-ibu dimohon untuk bersabar,” ujarnya. Eni juga memastikan kegiatan serupa masih akan terus dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Metro. “Tenang saja, masih ada tiga kali lagi gelaran pasar murah yang akan diadakan oleh Pemerintah Kota Metro,” katanya. Menurutnya, meskipun terdapat berbagai keterbatasan anggaran, pemerintah daerah tetap berupaya hadir memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pokok. “Mudah-mudahan kegiatan yang digelar hari ini dapat bermanfaat dan membantu masyarakat. Meski ada keterbatasan saat ini, Pemerintah Kota Metro tetap ingin membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok yang terjangkau dengan harga yang lebih murah,” ucapnya. Di akhir kegiatan, Eni juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang tetap tertib dan sabar mengantre di tengah cuaca panas. “Semoga stok yang disediakan cukup dan seluruh masyarakat yang mengantre bisa mendapatkan kebutuhan yang dibutuhkan. Terima kasih kepada masyarakat yang sudah sabar dari pagi. Tetap semangat, semoga semuanya sehat,” tutupnya. (Yl/Sr)

0 Comments

Wali Kota Metro Kukuhkan Forum Kota Sehat 2026–2028, Targetkan Raih Swasti Saba Wistara

Pemerintah Kota Metro resmi mengukuhkan Pengurus Forum Kota Sehat Kota Metro Periode 2026–2028 dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di Aula Pemerintah Kota Metro. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, serta unsur masyarakat. Ketua pelaksana kegiatan, Ir. Yerry Ehwan, M.T., dalam laporannya menyampaikan bahwa pengukuhan Forum Kota Sehat bukan sekadar program pembangunan fisik, melainkan bagian dari pendekatan komprehensif yang mengintegrasikan aspek sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan. Menurutnya, Forum Kota Sehat dibentuk sebagai wadah partisipasi masyarakat yang akan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan Kota Metro yang bersih, nyaman, aman, dan layak huni. Dalam sambutan, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Metro untuk terus meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat melalui pembangunan lintas sektor yang berwawasan kesehatan. “Penyelenggaraan Kota Sehat merupakan upaya bersama untuk menciptakan kondisi kota yang bersih, nyaman, aman, dan sehat bagi masyarakat. Hal ini hanya dapat dicapai melalui kerja sama seluruh elemen pemerintah dan masyarakat,” ujar Bambang. Ia juga menyampaikan bahwa Kota Metro sebelumnya telah dua kali meraih penghargaan Kota Sehat kategori Padapa, yakni pada tahun 2023 dan 2025. Pemerintah Kota Metro kini menargetkan peningkatan prestasi dengan meraih penghargaan Swasti Saba Wistara pada tahun 2027. Untuk mencapai target tersebut, Wali Kota meminta seluruh OPD, kecamatan, dan kelurahan agar bersinergi memenuhi indikator penilaian sembilan tatanan Kota Sehat. Kesembilan tatanan tersebut meliputi, kehidupan masyarakat sehat mandiri, permukiman dan fasilitas umum, satuan pendidikan, pasar sehat, perkantoran dan perindustrian, pariwisata, transportasi dan tertib lalu lintas, perlindungan sosial, hingga pencegahan dan penanggulangan bencana. Wali Kota juga memberikan apresiasi kepada pengurus Forum Kota Sehat yang baru dikukuhkan dan berharap forum tersebut mampu menjadi motor penggerak dalam membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat. “Saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus Forum Kota Sehat Kota Metro Periode 2026–2028. Semoga dapat menjalankan amanah dengan baik dan membawa Kota Metro menjadi kota sehat yang mampu meraih penghargaan Swasti Saba Wistara,” pungkasnya. (Yd/Sr).

0 Comments

Pengawasan Pangan Jelang Idul Adha, Tim SKPT Kota Metro Temukan Produk Tidak Sesuai Standar

Pemerintah Kota Metro melalui Tim Sistem Keamanan Pangan Terpadu (SKPT) kembali memperkuat pengawasan terhadap bahan pangan yang beredar menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Iduladha. Pengawasan dilakukan melalui inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah titik sebagai langkah preventif untuk memastikan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat. Pelaksanaan pengawasan terpadu dilakukan di sejumlah lokasi ritel dan pusat distribusi pangan di Kota Metro dengan melibatkan lintas sektor yang tergabung dalam Tim Sistem Keamanan Pangan Terpadu yang dipimpin oleh Staf Ahli Wali Kota Metro Komarudin bersama Kepala BPOM Lampung, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro, Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Kota Metro, serta Tim Keamanan Pangan Terpadu Kota Metro. Staf Ahli Wali Kota Metro, Komarudin menyampaikan bahwa pengawasan ini menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat sebagai konsumen, dimana keamanan pangan merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas kesehatan masyarakat. “Pemerintah Kota Metro berkomitmen untuk terus menjaga keamanan pangan yang beredar di Kota Metro. Pengawasan ini bukan untuk mencari kesalahan, tetapi memastikan masyarakat mendapatkan pangan yang aman, sehat, dan layak konsumsi menjelang idul adha di Kota Metro, ” ujar Komarudin, Senin (25/05/2026). Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor bersama instansi terkait untuk meningkatkan kepatuhan pelaku usaha terhadap standar keamanan pangan yang berlaku. “Keamanan pangan menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah melakukan pengawasan, pelaku usaha memastikan standar dipenuhi, dan masyarakat juga perlu semakin cerdas dalam memilih produk yang dikonsumsi,” tambahnya. Pemerintah Kota Metro juga mengajak masyarakat untuk lebih teliti saat membeli bahan pangan dengan memastikan produk memiliki izin edar resmi, memperhatikan tanggal produksi dan kedaluwarsa, mengecek kondisi kemasan dan label, serta mengolah bahan pangan sesuai jenis dan peruntukannya. “Dengan kolaborasi seluruh pihak, diharapkan kualitas dan keamanan pangan di Kota Metro dapat terus terjaga,” terangnya. Sementara itu, plt. Kepala DKP3 sekaligus Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Kota Metro, Pipi Puspita, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas Tim SKPT Kota Metro yang terdiri dari lintas sektor dan organisasi perangkat daerah (OPD) sebagaimana ditetapkan dalam Surat Keputusan Wali Kota Metro Nomor 526/KPTS/D-09/2023 yang dilakukan secara rutin sebanyak tiga kali setiap tahun, yakni menjelang Idulfitri, Iduladha, serta Natal dan Tahun Baru. “Kami bersama Kepala BPOM Lampung, Plt Kepala DKP3 Kota Metro dan Tim Keamanan Pangan Terpadu Kota Metro melakukan pengawasan di beberapa lokasi, di antaranya ritel Alfamidi di Kelurahan Yosorejo, Kecamatan Metro Timur serta Chandra Supermarket di Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat,” ujarnya. Hasil pengawasan yang dilakukan, Pipi mengungkapkan adanya penemuan sejumlah ketidaksesuaian yang berpotensi memengaruhi keamanan pangan. “Pada kategori Pangan Segar Asal Tumbuhan, kami menemukan buah, sayur, dan bumbu masak yang sudah layu dan mulai bertunas. Kami juga menemukan penyimpanan beras yang belum memenuhi standar karena masih menggunakan alas triplek sebagai pallet, serta terdapat kutu di dalam kemasan beras,” jelasnya. Pada kategori Pangan Segar Asal Hewan, Tim SKPT juga mendapati telur yang belum mencantumkan izin edar dalam bentuk Nomor Kontrol Veteriner (NKV). “Selain itu, kami menemukan pemajangan daging segar yang bercampur dengan produk ikan berupa belut. Kondisi ini tidak sesuai dengan standar penanganan pangan yang berlaku,” ungkapnya. Sementara pada kategori Pangan Segar Asal Ikan, ditemukan produk beku asal ikan yang dipajang bercampur dengan produk lain serta produk ikan kaleng dengan kondisi kemasan berkarat dan penyok. “Untuk kategori Pangan Olahan, kami menemukan pangan curah yang tidak menampilkan izin edar dan tanggal kedaluwarsa, kemasan pangan yang rusak, hingga produk yang belum memenuhi ketentuan pelabelan karena tidak mencantumkan kode batch maupun tanggal produksi. Tidak hanya itu, tim juga menemukan keberadaan serangga di area pemajangan pangan segar dan pangan olahan,” terangnya. Selain aspek sarana, pengawasan turut menemukan adanya karyawan yang menangani bahan pangan tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD) yang memadai, terutama masker yang langsung ditindaklanjuti di lokasi dengan pemberian teguran dan perbaikan oleh pihak ritel. Menurut Pipi, sejumlah temuan tersebut terjadi karena belum dijalankannya standar operasional prosedur (SOP) secara optimal, terutama pada proses penyortiran bahan pangan yang seharusnya dilakukan setiap hari, termasuk yang menjadi perhatian adalah kebersihan area yang kurang terjaga, minimnya sarana pengendalian hama, serta fasilitas pemajangan yang belum sesuai standar keamanan pangan. “Keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, produsen atau ritel, dan juga konsumen. Sebagai bentuk keseriusan menjaga keamanan pangan, pihak ritel harus segera menindaklanjuti saran perbaikan yang diberikan, mendokumentasikan hasil perbaikannya, dan menyampaikan bukti tindak lanjut kepada petugas terkait,” ujar Pipi. Dalam pengawasan tersebut, tim juga melakukan pengambilan sampel terhadap pangan segar asal tumbuhan, meliputi cabai merah, cabai rawit, bawang merah, kacang panjang, dan timun untuk diuji kandungan residu pestisida serta logam berat, dimana hasil pengujian seluruh sampel dinyatakan aman untuk dikonsumsi. “Kami mengimbau masyarakat agar lebih cermat dalam memilih bahan pangan dengan memastikan produk memiliki izin edar resmi seperti registrasi Kementerian Pertanian, PSAT, NKV, PIRT, BPOM, dan sertifikasi halal.”tuturnya. Menanggapi temuan yang ada, Kepala BBPOM Lampung Bagus Heri Purnomo, menyampaikan bahwa pengawasan pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional, khususnya Iduladha, dilakukan sebagai upaya preventif agar pangan yang sampai ke tangan masyarakat benar-benar aman untuk dikonsumsi. “Temuan ini menjadi perhatian bersama agar pelaku usaha semakin meningkatkan kepatuhan terhadap standar keamanan pangan,” ujarnya. Bagus menjelaskan bahwa meningkatnya aktivitas belanja masyarakat menjelang Iduladha juga perlu diimbangi dengan pengawasan yang lebih intensif, terutama terhadap pangan olahan, pangan segar, dan produk yang memiliki masa simpan tertentu. “Dalam hal ini pelaku usaha memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap produk yang dipasarkan memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk izin edar, pencantuman informasi produk, kondisi kemasan, serta sistem penyimpanan yang sesuai. Sementara masyarakat juga diimbau untuk menjadi konsumen yang cerdas dengan selalu memeriksa kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa sebelum membeli,”tambahnya. Sebagai Kepala BBPOM, menegaskan bahwa hasil pengawasan ini akan ditindaklanjuti melalui pembinaan dan pemantauan perbaikan oleh pihak pengelola agar kualitas dan keamanan pangan di Kota Metro dapat terus terjaga menjelang Iduladha.(Yl/Sr)