Peluncuran EPIK (Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah) resmi digelar di Pondok Pesantren Al Muhsin Kota Metro Provinsi Lampung dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari Pemerintah Kota Metro, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung, hingga sektor perbankan syariah. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan syariah berbasis lingkungan di kalangan santri. Direktur Pondok Pesantren Al Muhsin Ahmad Nurwahid, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. “Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, kepada Pemerintah Kota Metro, serta semua pihak yang telah mendukung sehingga hari ini launching EPIK dapat terlaksana,” ujarnya. Ia menjelaskan program EPIK yang diluncurkan di lingkungan pesantren merupakan hasil pembinaan dari tim Bank Sampah Sahabat Gajah Provinsi Lampung. Berbagai produk hasil pengelolaan sampah telah dipamerkan seperti kursi dari ecobrick dan aromaterapi berbahan minyak jelantah. “Di bawah pohon sawo itu ada kursi dari ecobrick, ada aromaterapi dari minyak jelantah, dan masih banyak karya lainnya,” kata Ahmad Nurwahid. Menurutnya keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran para ustaz dan ustazah serta tenaga pendidik yang membina para santri. Ia menegaskan, mimpi besar Pondok Pesantren Al Muhsin adalah mampu mengelola sampah secara mandiri dan berkontribusi dalam mengurangi persoalan sampah di Kota Metro. “Kami bermimpi pondok ini bisa mengelola sampah secara mandiri dan membantu menyelesaikan persoalan sampah di Kota Metro,” ucapnya. Sementara itu Deputi Direktur PEPK dan LMS Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung Ety Elyati, menjelaskan bahwa peluncuran EPIK merupakan bagian dari program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Metro yang berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Ia menegaskan EPIK mengintegrasikan nilai keislaman, literasi keuangan syariah, dan kepedulian lingkungan. “Program EPIK bukan sekadar tentang menabung, tetapi membangun ekosistem keuangan syariah yang holistik di lingkungan pesantren,” ujar Ety Elyati. Ia menambahkan santri diajak memahami bahwa sampah memiliki nilai ekonomis dan dapat mendukung ekonomi sirkular berbasis syariah. Ety juga memaparkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan tahun 2025 yang menunjukkan indeks literasi keuangan syariah masih berada pada angka 43,42% dan inklusi 13,41%. Kondisi tersebut menurutnya masih memerlukan upaya peningkatan melalui berbagai program edukasi terutama menyasar kelompok usia muda 15–25 tahun. Program bank sampah di lingkungan pesantren lanjutnya, diintegrasikan dengan produk Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel). Santri yang aktif mengumpulkan sampah dapat memanfaatkan produk keuangan tersebut sebagai sarana menabung dan belajar mengelola keuangan sejak dini. Plt. Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Lampung Ir. August Riko, S.A., yang hadir mewakili Ketua TPAKD Provinsi Lampung menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia menilai aktivitas harian pesantren dengan ratusan hingga ribuan santri berpotensi menghasilkan sampah dalam jumlah besar yang apabila dikelola dengan baik dapat menjadi sumber nilai ekonomi. “Jika satu hari menghasilkan 300 hingga 500 kilogram sampah, maka dalam satu bulan bisa mencapai 9 hingga 15 ton. Kalau dibuang selesai tetapi kalau dikelola akan menjadi nilai ekonomi,” ujarnya. Ia menegaskan sampah organik dapat diolah menjadi kompos atau pakan ternak sedangkan sampah anorganik dapat dipilah dan ditabung sebagai modal usaha kecil santri. Sambutan Wali Kota Metro yang diwakili Asisten I Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kusbani, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Metro dalam mendukung pengembangan pesantren. Ia menyebut Kota Metro dikenal sebagai kota pelajar sekaligus kota pondok pesantren yang berkontribusi terhadap perputaran ekonomi daerah. “Kami mendukung penuh hadirnya EPIK di Kota Metro. Ini bukan hanya seremoni, tetapi harus menjadi gerakan berkelanjutan dalam membangun budaya menabung, disiplin, dan peduli lingkungan,” kata Kusbani. Melalui peluncuran EPIK di Pondok Pesantren Al Muhsin, seluruh pihak berharap terbentuk generasi santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga cakap dalam literasi keuangan syariah, mandiri secara ekonomi, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Program ini diharapkan menjadi model pengembangan inklusi keuangan syariah berbasis pesantren di Kota Metro dan Provinsi Lampung secara luas.(Md/Sr)
OJK Lampung dan Pemkot Metro Luncurkan EPIK untuk Tingkatkan Literasi Keuangan Santri
Kota Metro Terpilih Sebagai Lokasi Uji Coba Digitalisasi Bansos, Ini Keuntungannya
Kota Metro menjadi salah satu dari 41 kabupaten/kota di Indonesia yang ditetapkan sebagai pilot project digitalisasi bantuan sosial oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada 2026. Penunjukan tersebut menandai langkah strategis pemerintah pusat dalam mempercepat reformasi tata kelola perlindungan sosial berbasis digital. Informasi itu disampaikan Wali Kota Metro yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Rosita, dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Pemerintah Kota Metro, Kamis (19/02/2026). Dalam sambutannya, Rosita menyebut penunjukan tersebut sebagai prestasi yang patut dibanggakan. “Suatu prestasi yang patut kita banggakan, Kota Metro menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Lampung yang akan menjadi pilot project digitalisasi program ini. Artinya, nama Kota Metro dipandang mampu mengemban tugas ini,” ujar Rosita. Ia menambahkan, pelaksanaan teknis program akan dijelaskan lebih lanjut oleh Dinas Sosial. Rosita berharap implementasi digitalisasi bansos di Kota Metro dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya penyandang disabilitas dan warga kurang mampu. Menurutnya, kolaborasi lintas perangkat daerah menjadi kunci keberhasilan program tersebut. “Di sini sudah ada Bappeda, Disdukcapil, juga Kominfo. Nanti kita siasati agar program ini dapat berjalan tanpa menggunakan dana APBD. Rencananya, pada bulan Oktober kegiatan ini akan diresmikan,” tambahnya. Secara nasional, Pemerintah Indonesia memperluas piloting digitalisasi bansos ke 41 kabupaten/kota pada 2026, menyusul keberhasilan uji coba di Banyuwangi sejak September 2025. Sistem ini menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan biometrik guna meningkatkan akurasi data penerima serta menekan inclusion dan exclusion error. Pendaftaran bantuan dilakukan melalui portal Perlinsos yang terintegrasi dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Bagi masyarakat yang tidak memiliki smartphone, disiapkan agen perlinsos seperti pendamping PKH, TKSK, dan operator desa untuk membantu proses pendaftaran. Kepala Dinas Sosial Kota Metro, AC Yuliwati, menjelaskan bahwa di Provinsi Lampung, hanya Kota Metro yang ditunjuk sebagai lokasi piloting. “Secara nasional awalnya 41 daerah dan dalam perkembangannya menjadi 44 piloting. Ini mengacu pada suksesnya piloting tahun 2025 di Banyuwangi, meskipun hasilnya baru terlihat dari sisi data dan akan diketahui lebih lanjut setelah sensus ekonomi oleh BPS pada Februari 2026,” jelasnya. Ia memaparkan, manfaat digitalisasi bansos antara lain meningkatkan transparansi dan akuntabilitas melalui akses data daring, mengurangi potensi penyalahgunaan, mempercepat distribusi bantuan, menjangkau daerah terpencil, serta memudahkan keluarga penerima manfaat. Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dirangkum oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Badan Pusat Statistik, digitalisasi dengan perbaikan akurasi data dinilai lebih efektif dalam menurunkan angka kemiskinan. Simulasi menunjukkan perbaikan akurasi target hingga 50–70 persen berpotensi menyumbang penurunan kemiskinan sebesar 0,53 persen serta penghematan anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) hingga Rp16,6 triliun. Dalam simulasi tersebut, ketika akurasi target masih 41 persen, tingkat kemiskinan tercatat 8,47 persen dengan anggaran PKH sebesar Rp29 triliun untuk 10 juta keluarga penerima manfaat. Namun, saat akurasi meningkat menjadi 70 persen, tingkat kemiskinan turun menjadi 7,85 persen dengan anggaran Rp23 triliun dan sasaran 8 juta keluarga penerima, berdasarkan hasil simulasi sensus ekonomi nasional. Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kota Metro, Sri Amanto, menyatakan pihaknya mendukung penuh pelaksanaan digitalisasi bansos. “Kami memastikan layanan internet tidak mengalami blind spot, khususnya di kantor-kantor kelurahan, agar pelayanan digitalisasi berjalan optimal. Sosialisasi juga akan kami lakukan melalui website resmi, media sosial pemerintah, dan Radio Metropolis agar masyarakat memahami program ini,” pungkasnya.(Tm/Sr)
Wali Kota Metro Pimpin Rakor Bulanan, Tekankan Stabilitas Harga dan Kesiapsiagaan Ramadan
Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, memimpin Rapat Koordinasi Bulanan yang digelar di Aula Pemerintah Kota Metro, Rabu (18/02/2026). Rapat tersebut dihadiri para asisten, kepala OPD, camat, dan lurah se-Kota Metro. Dalam arahannya, Wali Kota Metro menekankan pentingnya optimalisasi pemanfaatan aset milik pemerintah provinsi maupun kementerian pusat untuk pembangunan Koprasi Merah Putih yang ada di kelurahan agar dapat di pinjam pakai guna mendukung program Presiden RI prabowo Subianto yaitu Koperasi Merah Putih. “Terkait Koperasi Merah Putih, aset yang dimiliki provinsi ataupun kementerian pusat yang dipergunakan dengan sistem pinjam pakai harus dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat,” ujar Bambang. Ia menegaskan, rapat koordinasi kali ini memiliki titik tekan pada kesiapan Pemerintah Kota Metro dalam menghadapi Bulan Suci Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri yang membutuhkan perhatian bersama, baik dari sisi stabilitas ekonomi maupun keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). “Besok kita memasuki bulan suci Ramadan. Tentunya dari Ramadan sampai Idul Fitri banyak hal yang harus kita perhatikan bersama,” tegasnya. Wali Kota Metro menjelaskan bahwa menjaga kamtibmas bukan hanya menjadi tanggung jawab Satpol PP, TNI, dan Polri, tetapi merupakan kewajiban seluruh unsur pemerintahan hingga ke tingkat kelurahan yang memiliki peran dalam menghidupkan kembali kerja sama kamtibmas hingga ke tingkat RW dan RT di wilayah masing-masing agar tercipta situasi yang aman dan kondusif. Selain aspek keamanan, Bambang juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas harga bahan pokok di Kota Metro selama Ramadan dengan mengantisipasi potensi kenaikan harga melalui langkah konkret. “Operasi pasar harus menjadi salah satu solusi untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok, terutama pada minggu ketiga hingga akhir Ramadan,” ungkapnya. Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Metro menginstruksikan Kabag Perekonomian untuk berkoordinasi dengan instansi vertikal seperti Bulog dan Dinas terkait, khususnya dalam pemanfaatan stok beras yang masih tersedia di gudang Bulog agar dapat disalurkan kepada masyarakat dengan harga subsidi. Menurutnya, hal itu penting dilakukan dalam fokus pengendalian kebutuhan masyarakat pada setiap pekan Ramadan, mengingat pola kebutuhan masyarakat berbeda antara awal hingga akhir bulan suci. “Jika persoalan Ramadan dan Idul Fitri tidak ditangani secara serius, berbagai permasalahan sosial dan ekonomi dapat muncul dan berdampak luas bagi masyarakat, ” ujarnya. Wali Kota Metro juga mengingatkan seluruh jajaran untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih terjadi pada Februari hingga Maret, termasuk ancaman angin puting beliung yang tidak dapat diprediksi, agar nantinya dapat segera disampaikan dan diinformasikan kepada pihak terkait agar turun langsung ke lokasi kejadian. “Saya meminta camat dan lurah aktif melaporkan setiap kejadian di wilayahnya melalui grup komunikasi maupun berkoordinasi dengan OPD terkait, termasuk melakukan pendataan terhadap masayarakat yang terkena dampak bencana agar dapat bantuan sesuai ketentuan, “ungkapnya. Sebagai Wali kota Metro, Bambang menegaskan bahwa pemerintah harus peduli terhadap bencana yang terjadi akibat cuaca ekstrem dan data korban termasuk tingkat kerusakan yang terjadi agar segera dihimpun untuk penanganan cepat. “Pemerintah harus peduli terhadap bencana yang terjadi akibat cuaca ekstrem. Data korban dan tingkat kerusakan harus segera dihimpun untuk penanganan cepat,” tegasnya. Menjelang Idul Fitri, Bambang juga mengingatkan adanya potensi peningkatan angka kriminalitas sehingga seluruh OPD terkait diharapkan dapat turut serta dalam kegiatan Safari Siskamling bersama Kejaksaan, TNI, Polri, dan Forkopimda dari awal hingga akhir Ramadan. Sementara itu, Asisten II Setda Kota Metro, Kusbani, melaporkan perkembangan pembangunan Koperasi Merah Putih di 5 kecamatan yang beberapa beberapa kelurahan telah memasuki tahap pengerjaan, seperti Purwosari yang mencapai 25 persen, serta Tejosari dan Yosomulyo yang telah masuk tahap pemasangan batu bata. “Untuk beberapa Kelurahan lainnya seperti Tejo Agung, Iringmulyo, Rejomulyo, Imopuro, dan Karangrejo, pembangunan baru memasuki tahap penggalian pondasi,” paparnya. Namun dalam laporannya, Kusbani juga mengungkapkan sejumlah lokasi masih terkendala pengukuran ulang lahan dan penyesuaian ukuran minimal 2 x 30 meter yang ditentukan oleh Komite Nasional Koperasi Merah Putih (KMPI) dan aset yang berstatus milik provinsi. “Kita juga telah berkoordinasi dengan aset Bappeda dan dinas Koperasi dan Kecamatan yang terlibat dan kelurahan untuk menyikapi berkenaan dengan lokasi, guna menemukan solusi terbaik untuk menyelesaikan permasalahan terkait lokasi pembangunan koperasi merah putih yang sesuai dengan standar,” jelasnya. Selain pembangunan koperasi merah putih, Kusbani juga melaporkan tentang perkembangan pembangunan fisik yang dilakukan Pemkot Metro pada tahun 2025 di 3 OPD yaitu, Dinas PUTR, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan Dinas Kesehatan Kota Metro. “Kegiatan pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kota Metro pada tahun 2025 terhadap pembangunan fisik untuk 5 Kecamatan yang ada di PUTR ada 104 paket di Metro Pusat, 44 paket di Metro Utara, 85 paket Metro Timur, 29 paket di Metro Barat dan 35 paket di Metro Selatan dengan total 297 paket kegiatan,” terangnya. Lebih lanjut, Kusbani juga memaparkan capaian pembangunan fisik tahun 2025 yang ada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro yaitu, 40 paket di Metro Pusat , 22 paket di Metro Utara, 24 paket ada di Metro Timur, 15 paket di Metro Barat, 20 paket di Metro Selatan dengan total paket yaitu total 121 paket. “Sementara itu, di Dinas Kesehatan ada 54 paket di Metro Pusat, 3 paket di Metro Utara, 4 paket di Metro Timur, 4 paket di Metro Barat, 32 paket di Metro Selatan dengan total paket yang ada di Dinas Kesehatan yaitu 97 paket kegiatan, ” ungkapnya. Kusbani berharap laporan yang disampaikan dapat menjadi bahan evaluasi bersama agar seluruh program yang telah dilaksanakan benar-benar terjaga dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta kemajuan Kota Metro.(Yl/Sr)
Walikota Metro Turun Langsung Pimpin Gotong Royong Membersihkan Pohon Tumbang
Metro – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda sebagian wilayah Kota Metro pada Sabtu malam, menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan menutup akses jalan masyarakat (14/02/2026). Menyikapi kondisi tersebut, Wali Kota Metro bergerak cepat turun langsung ke lokasi terdampak untuk memastikan penanganan berjalan optimal. Di tengah guyuran hujan yang masih berlangsung, Wali Kota Metro bersama jajaran perangkat daerah dan masyarakat setempat bergotong royong membersihkan pohon-pohon tumbang yang menutup badan jalan. Langkah cepat tersebut dilakukan guna menjamin keselamatan warga serta mempercepat pemulihan akses lalu lintas. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan bencana maupun kondisi darurat. Ia memastikan, pemerintah daerah tidak akan tinggal diam dan selalu hadir di tengah masyarakat untuk memberikan respons cepat dan solusi nyata. “Keselamatan dan kenyamanan masyarakat adalah prioritas utama. Pemerintah harus hadir dan bergerak cepat ketika warga membutuhkan. Malam ini kita bersama-sama bergotong royong agar akses jalan segera kembali normal,” ujar Wali Kota Metro di sela-sela kegiatan pembersihan. Ia juga mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat yang turut membantu proses evakuasi dan pembersihan material pohon tumbang. “Terima kasih kepada seluruh warga yang dengan penuh kepedulian ikut membantu. Semangat kebersamaan dan gotong royong inilah yang menjadi kekuatan Kota Metro dalam menghadapi setiap tantangan,” tambahnya. Lebih lanjut, ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati mengingat cuaca akhir-akhir ini curah hujan sangatlah tinggi. “Selalu buang sampah pada tempatnya dan pastikan tidak ada genangan air di lingkungan sekitar agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Dikhawatirkan hal tersebut dapat memicu meningkatnya kasus demam berdarah (DBD),” ujarnya. Pemerintah Kota Metro melalui dinas terkait terus melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan serta menyiagakan personel untuk mengantisipasi potensi dampak cuaca ekstrem susulan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan situasi dapat segera pulih dan aktivitas warga kembali berjalan normal. (Bsr/rma)
Ribuan Warga Padati Masjid Taqwa, Wali Kota Metro Sambut Ustadz Abdul Somad
Wali Kota Metro menghadiri kegiatan Safari Dakwah dan Tabligh Akbar dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi yang digelar di Masjid Taqwa Kota Metro. Kegiatan keagamaan tersebut mengusung tema “Menyambut Ramadhan, Menjemput Ampunan” dan dihadiri ribuan masyarakat dari berbagai wilayah di Kota Metro, Jumat, 13 Februari 2026. Acara Safari Dakwah dan Tabligh Akbar ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Metro bekerja sama dengan Komunitas Ayo Cinta Masjid (ACM) Kota Metro yang menghadirkan penceramah nasional, Ustadz Abdul Somad, yang dikenal luas dengan dakwahnya yang menyejukkan dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan. Hal ini diselenggarakan dalam kegiatan agenda pembinaan keagamaan masyarakat. Kehadiran Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan nilai-nilai ke islaman di tengah masyarakat. Pada kesempatan ini, Wali Kota Metro juga turut menyambut langsung kedatangan Ustadz Abdul Somad di Rumah Dinas Wali Kota Metro, sebelum rangkaian kegiatan utama dilaksanakan. Penyambutan tersebut mencerminkan sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan tokoh agama dalam membangun kehidupan religius yang harmonis di Kota Metro. Selain itu juga masyarakat Kota Metro menyambut hangat kedatangan Ustadz Abdul Somad yang telah lama dinantikan untuk mengisi tausiyah menjelang bulan suci Ramadhan. Sebelum pelaksanaan Tabligh Akbar, Ustadz Abdul Somad dijadwalkan singgah di salah satu masjid di wilayah Metro Pusat. Sekira pukul 07.00 WIB, Ustadz Abdul Somad menghadiri agenda peresmian Masjid Nurus Sholihin yang berlokasi di Jalan Dr. Sutomo. Masjid tersebut berada di Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, dan diresmikan sebagai sarana ibadah serta pusat kegiatan keagamaan masyarakat setempat. Peresmian masjid berlangsung khidmat dan dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah dari berbagai lingkungan sekitar. Dalam kesempatan ini, Ustadz Abdul Somad menyampaikan pesan singkat tentang pentingnya memakmurkan masjid sebagai pusat pembinaan umat. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan akhlak dan ukhuwah. Setelah peresmian masjid, dilanjutkan dengan Safari Dakwah dan Tabligh Akbar yang menjadi puncak acara. Ustadz Abdul Somad mengingatkan jamaah pentingnya persiapan spiritual dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan, serta mengingatkan jamaah agar menjadikan Ramadhan sebagai momentum meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan kepedulian sosial. “Mari kita sebagai umat Islam perbanyak amal ibadah, menjaga lisan, serta mempererat persaudaraan antar sesama,” kata Abdul Somad. Tak luput Safari Dakwah dan Tabligh Akbar ini juga menjadi sarana silaturahmi antara pemerintah daerah, ulama, dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai keislaman dapat semakin tertanam kuat dalam kehidupan sehari-hari warga Kota Metro. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan. Momentum ini menjadi pengingat bagi seluruh umat Islam untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin menjelang Ramadhan. Dengan terselenggaranya Safari Dakwah dan Tabligh Akbar ini, Pemerintah Kota Metro berharap suasana religius dan kondusif dapat terus terjaga. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Kota Metro dalam membangun masyarakat yang religius, rukun, dan berakhlak mulia. (Yd/Sr)
Pemkot Metro Gelar Pasar Murah Jelang Ramadan di Pasar Cendrawasih
Pemerintah Kota Metro menggelar pasar murah menjelang Bulan Suci Ramadan di Pasar Cendrawasih Kota Metro. Kegiatan ini merupakan upaya pengendalian inflasi sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, Jumat (13/02/2026). Pasar murah tersebut diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Metro tersebut juga mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat yang sejak pagi hari telah memadati lokasi untuk mendapatkan berbagai komoditas dengan harga subsidi. Kepala Bidang Perdagangan Disdag Kota Metro, Eni Purwati, mengatakan bahwa kegiatan pasar murah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, khususnya menjelang Ramadan guna mengendalikan inflasi pada tahun 2026 dengan menggelar pasar murah. “Menjelang bulan puasa ini, kami sudah mengintervensi beberapa harga barang kebutuhan pokok yang sudah mengalami kenaikan. Contohnya daging ayam broiler, telur ayam ras , cabai rawit, cabai rawit japlak, bawang merah dan putih, serta minyak gula pun sudah mengalami kenaikan ,” ujar Eni Purwati. Menurutnya, selisih harga antara pasar murah dan harga eceran di pasaran terbilang cukup signifikan karena adanya subsidi dari pemerintah, sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. “Kalau di tingkat pengecer, selisih per item yang dijual di pasar murah bisa mencapai Rp6.000 sampai Rp10.000 dibandingkan harga yang kami jual hari ini,” jelasnya. Eni menambahkan, total kuota komoditas yang disediakan pada pasar murah kali ini mencapai kurang lebih 1,5 ton. “Insya Allah kuotanya hampir kurang lebih kita 1 ton setengah, karena memang untuk tahun ini cukup efisiensi tetap tidak semua komoditi,” terangnya. Untuk cabai dan bawang, Eni menuturkan bahwa Dinas Perdagangan Kota Metro menyediakan 200 hingga 300 Piece sesuai dengan efisiensi anggaran tahun ini. Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Metro, Kusbani, berharap kegiatan pasar murah ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Mudah-mudahan ini membawa kebahagiaan bagi kita semua. Pemerintah Kota Metro hadir membantu masyarakat melalui subsidi untuk memperkuat ketahanan pangan,” kata Kusbani. Ia menambahkan, berbagai komoditas yang dijual dalam pasar murah tersebut antara lain minyak goreng Rp. 13.000,- bawang putih Rp. 12.000,- bawang merah Rp. 14.000,- beras Rp. 57.000,-, gula pasir Rp. 14.000,- tepung terigu Rp. 6.000, serta telur Rp.22.500. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak, termasuk Bulog dan para pedagang serta distributor yang turut berpartisipasi untuk membantu masyarakat. Melihat ramainya antusiasme masyarakat, Kusbani berharap pada tahun 2026 Pemerintah Kota Metro dapat terus mengalokasikan anggaran untuk mendukung pelaksanaan program serupa guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Karena Bapak dan Ibu sudah antre sejak jam enam pagi, kami mohon bisa antre satu per satu,” ujarnya. Tak hanya itu, Kusbani juga mengingatkan dan menghimbau para petugas untuk melayani masyarakat dengan baik, khususnya para orang tua yang turut hadir agar dapat menyiapkan uang pas agar proses transaksi berjalan lebih cepat dan menghindari antrean agar tidak terlalu panjang. (Yl/Tm/Sr)
Pemkot Metro Rotasi Jabatan, Dua Pejabat Eselon III Diambil Sumpahnya
Pemerintah Kota Metro melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan bagi pejabat administrator Eselon III di lingkungan Pemerintah Kota Metro yang berlangsung di Ruang Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro. Kamis (12/02/2026), pelantikan dua pejabat ini dilantik oleh wali Kota yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum, Suwandi. Dalam sambutannya, Suwandi menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari upaya penyegaran, penyesuaian organisasi dan peningkatan kinerja birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Metro. “Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan amanah dan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas, profesionalisme, serta loyalitas kepada negara dan masyarakat,” ujarnya. Dirinya juga menekankan pentingnya peran sebagai motor penggerak dalam pelaksanaan program dan kebijakan pemerintah daerah danmeminta agar para pejabat yang baru dilantik dapat bekerja secara cepat, tepat, dan berorientasi pada pelayanan publik. Selain itu, Asisten Administrasi umum juga mengingatkan seluruh pejabat untuk terus meningkatkan koordinasi lintas perangkat daerah serta menjaga etika dan disiplin sebagai aparatur sipil negara (ASN)yang dinilai penting guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. Adapun pejabat yang di lantik yairu Omega Iriyani, S.STP., M.I.P menjadi Sekertaris pada Satuan Polisi Pamong Praja Kota Metro yang sebelumnya menjabat sebagai Analis Kebijakan Ahli Madya pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Metro. Selanjutnya Abdul Kadir Shofari, S.STP., MPA menjadi Inspektur Pembantu Bidang Pencegahan dan Investigasi pada Inspektorat Kota Metro yang sebelumnya menjabat sebagai Sekertaris pada Satuan Polisi Pamong Praja Kota Metro. (Tm/Bsr/Sr)
Metro Siapkan Strategi Pengendalian Inflasi Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026
Pemerintah Kota Metro menggelar acara High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Ruang OR Setda Kota Metro pada Kamis (12/02/2026). Pertemuan ini bertujuan untuk merumuskan langkah strategis dalam menghadapi potensi gejolak harga menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, membuka secara resmi kegiatan tersebut dengan menekankan pentingnya kewaspadaan dini. Ia menyebutkan bahwa momentum besar keagamaan selalu menjadi tantangan tersendiri bagi stabilitas ekonomi daerah. Dalam sambutannya, Wali Kota menjelaskan bahwa Ramadan dan Idul Fitri merupakan periode strategis yang secara konsisten memberikan tekanan terhadap pergerakan harga. Hal ini dipicu oleh lonjakan permintaan masyarakat yang sering kali tidak sebanding dengan ketersediaan stok. “Meningkatnya permintaan masyarakat pada masa tersebut berpotensi memicu kenaikan harga dan gangguan distribusi,” ujar Bambang Iman Santoso di hadapan para peserta rapat. Ia menegaskan bahwa pengendalian inflasi saat ini menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kota Metro sehingga upaya ini dilakukan melalui koordinasi intensif di bawah naungan TPID guna melindungi daya beli warga. Tak hanya itu, Pemerintah Kota Metro berkomitmen untuk memastikan keterjangkauan harga pangan bagi seluruh lapisan masyarakat. Langkah konkret terus diperkuat agar warga tidak merasa terbebani oleh lonjakan harga yang mendadak. Sebagai Wali Kota Metro, Bambang menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan pemantauan harga dan ketersediaan stok bahan pangan secara berkala. “Kami akan memperkuat pengamanan pasokan serta kelancaran distribusi barang di pasar-pasar,” tegasnya. Selain pemantauan, skema operasi pasar dan pasar murah kembali akan diaktifkan di berbagai titik strategis sehingga diharapkan menjadi instrumen efektif untuk mengintervensi harga jika terjadi tren kenaikan yang signifikan. “Koordinasi lintas sektor juga menjadi kunci, di mana Pemkot menggandeng BUMN, BUMD, serta para distributor besar. Sinergi ini diperlukan untuk memastikan rantai pasok dari produsen ke konsumen tetap berjalan tanpa hambatan, “paparnya. Bambang berharap melalui sinergi yang solid, pengendalian inflasi dapat terjaga secara berkelanjutan masyarakat Kota Metro dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa dikhawatirkan oleh urusan kebutuhan pokok. “Mudah-mudahan kerja TPID hari ini benar-benar menghasilkan sesuatu yang dapat mengendalikan harga saat Ramadan dan Idul Fitri,” harap Wali Kota menutup arahannya. Dalam kesempatan yang sama, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung, Achmad P. Subarkah, memberikan pemaparan terkait kondisi makro ekonomi, dimana capaian inflasi Kota Metro yang menunjukkan tren positif dibanding daerah lain. Achmad menjelaskan bahwa inflasi di Kota Metro berada di angka 2,09 persen, lebih rendah dibandingkan Bandar Lampung yang mencapai 2,44 persen. Hal ini mencerminkan pengelolaan ekonomi di Metro berjalan cukup baik sepanjang tahun lalu. Berdasarkan data BI, emas perhiasan menjadi komoditas yang paling sering muncul dalam indeks inflasi selama delapan bulan di tahun 2025 yang diikuti oleh cabai rawit, bawang merah, daging ayam, dan cabai merah yang berfluktuasi antara 4 hingga 6 kali setahun. Menariknya, Achmad mencatat adanya peningkatan frekuensi pada komoditas mobil yang menunjukkan kenaikan indeks kesejahteraan masyarakat. “Ini menunjukkan indeks kesejahteraan Kota Metro meningkat,” paparnya singkat. Namun, ia juga memberikan catatan khusus pada komoditas hortikultura yang sering menjadi langganan pemicu inflasi saat hari besar yaitu Terkait produksi bawang merah dan cabai besar secara provinsi dilaporkan mengalami penurunan luas lahan. Sebagai solusi, BI mengapresiasi inovasi smart farming yang mulai diterapkan di Kota Metro untuk meningkatkan produktivitas lahan terbatas. “Pilot project yang awalnya hanya satu hektar, kini telah berkembang menjadi dua hektar lahan produktif, ” tuturnya. Achmad berharap ke depannya produktivitas cabai dan bawang merah semakin meningkat melalui sentuhan teknologi yang dianggap sebagai langkah jangka panjang untuk memutus ketergantungan pasokan dari luar daerah. Terkait kondisi awal tahun, Achmad memaparkan bahwa Metro mengalami deflasi sebesar 0,34 persen pada Januari. Fenomena ini unik karena berkaitan erat dengan status Kota Metro sebagai kota pelajar. “Kondisi Kota Metro itu miniaturnya Jogja. Pada saat Januari, mahasiswa pada mudik sehingga tekanan terhadap komoditas makanan relatif berkurang,” jelas Achmad mengenai penyebab deflasi tersebut. Berbeda dengan daerah produsen seperti Mesuji dan Lampung Timur, tekanan inflasi di sana berkurang karena sedang musim panen. Kondisi ini membantu menjaga stabilitas harga pangan di wilayah sekitarnya. Menghadapi Ramadan, BI menyarankan penerapan strategi 4K yakni Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif kepada masyarakat diperlukan agar tidak terjadi aksi borong atau panic buying. Achmad juga memberikan evaluasi terkait pelaksanaan pasar murah yang dilakukan pada tahun sebelumnya. Menurut analisanya, efektivitas pasar murah sangat bergantung pada lokasi pelaksanaannya. “Alangkah efektifnya apabila operasi pasar itu langsung dipusatkan di pasar-pasar dibandingkan di wilayah lainnya seperti kantor kecamatan,” saran Achmad secara terbuka. Ia menjelaskan bahwa operasi pasar di lokasi yang jauh dari pusat perdagangan membutuhkan waktu lebih lama untuk menstabilkan harga pasar secara umum. Adanya intervensi langsung di titik pasar, diharapkan dampak kestabilan harga dapat dirasakan lebih cepat oleh seluruh masyarakat. (Yl/Sr)
Pemkot Metro Apresiasi Komitmen PT Maybank Indonesia Finance dalam Mendukung Program Sosial melalui Baznas
Metro – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro mengapresiasi komitmen dan kepedulian PT Maybank Indonesia Finance bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Apresiasi tersebut disampaikan Walikota Metro Bambang Iman Santoso, saat menghadiri penyerahan bantuan CSR berupa sumur bor yang disalurkan melalui Baznas RI dan diperuntukkan bagi RA TPQ Baitul Qur’an, Kelurahan Mulyojati, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro. “Alhamdulillah, hari ini kita menghadiri penyerahan CSR dari PT Maybank Indonesia Finance melalui Baznas RI. Kota Metro mendapatkan bantuan berupa sumur bor yang telah diserahkan dan sudah dapat digunakan,” ujar Bambang. Menurut Bambang, Baznas merupakan lembaga resmi pemerintah yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan dana zakat dan program sosial seperti bedah rumah, bantuan UMKM, serta program kesejahteraan lainnya. “Baznas memiliki otoritas sendiri dalam menjalankan programnya. Dana yang disalurkan tidak hanya berasal dari muzaki di Kota Metro, tetapi juga dari Baznas RI. Semua itu tentunya untuk masyarakat,” katanya. Walikota juga mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) serta para pengusaha di Kota Metro untuk mempercayakan penyaluran zakat dan infak melalui Baznas. “Baznas adalah lembaga yang amanah, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pengelolaan zakat ini bukan hanya tanggung jawab dunia, tetapi juga akhirat,” tegasnya. Sementara itu, Ketua Baznas Kota Metro, Joko Suroso, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Wali Kota Metro terhadap program-program Baznas. “Pak Walikota selalu hadir dalam setiap kegiatan kami jika tidak ada agenda luar kota. Bahkan Baznas Kota Metro dipinjamkan satu unit mobil plat merah selama lima tahun sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah,” ujarnya. Joko menjelaskan, dalam periode kemarin Baznas Kota Metro telah menyalurkan berbagai bantuan, di antaranya bantuan tunai sebesar Rp40 juta lebih untuk TK Khodijah di Mulyojati yang terdampak kebakaran. Selain itu, terdapat program ternak bergulir kambing bagi 10 kepala keluarga, masing-masing menerima dua ekor kambing senilai Rp2.000.000,- per keluarga. Baznas juga memberikan bantuan modal bergulir sebesar Rp. 2.000.000,- kepada 20 pelaku UMKM. “Untuk program bedah rumah, kami memberikan bantuan senilai Rp.30.000.000 kepada Bapak Rudi Anto. Kami juga mengajak pemerintah kelurahan dan masyarakat untuk bergotong royong agar rumah tersebut segera terwujud,” jelasnya. Di waktu yang sama, Branch Manager Maybank Indonesia Finance Cabang Lampung, Okta, mengatakan program CSR ini merupakan agenda rutin tahunan perusahaan yang saat ini dilaksanakan di delapan provinsi, termasuk Lampung. “Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan seremoni CSR di Kota Metro. Ke depan, diharapkan dapat terus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta berkolaborasi dengan Baznas dan pemerintah daerah,” ungkapnya. Ia menambahkan, bantuan sumur air bersih di Metro merupakan bagian dari program sosial yang akan terus berlanjut ke kota-kota lain. “Harapannya program ini berkelanjutan dan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” pungkasnya. (Bsr/Sr)
Pemkot Metro dan Kodim 0411/KM Bersinergi dengan Gerakan Korve, Jaga Kebersihan Lingkungan
METRO –Pemerintah Kota (Pemkot) Metro bersama Kodim 0411/KM menggelar Gerakan Bersih-Bersih Serentak (korve) yang dipusatkan di fasilitas umum. Kali ini, kegiatan dilaksanakan bersama Kodim 0411/KM di Terminal Mulyojati 16C. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi Presiden Republik Indonesia serta arahan Gubernur Lampung dalam menjaga kebersihan lingkungan dan fasilitas publik. Dimana kegiatan ini diawali dengan apel besar yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, serta diikuti jajaran Forkopimda, personel TNI, ASN, camat, lurah, dan masyarakat, Rabu (11/02/2026). Dalam arahannya, Bambang menegaskan bahwa kebersihan lingkungan harus menjadi budaya bersama, bukan sekadar kegiatan insidental atau ceremonial. “Saya instruksikan kepada seluruh jajaran perangkat daerah, camat, hingga lurah untuk memastikan gerakan korve ini tidak berhenti hari ini saja. Jadikan ini agenda rutin minimal satu kali dalam seminggu. Kita harus menjemput bola, jangan menunggu lingkungan kotor baru bergerak,” tegas Bambang Iman Santoso di hadapan peserta apel. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan menjaga wajah kota. Keterlibatan TNI, kata dia, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang lingkungan. “Sinergi lintas elemen, terutama dukungan penuh dari personel Kodim 0411/KM, adalah kunci. Saya minta seluruh elemen masyarakat, termasuk pelaku usaha dan pelajar, ikut terlibat aktif dalam menjaga estetika dan kesehatan lingkungan kita, budayakan dalam diri budaya malu membuang sampah sembarangan” ujarnya. Personel Kodim 0411/KM bersama ASN dan warga terlihat bahu-membahu membersihkan sejumlah titik strategis, mulai dari saluran drainase, bahu jalan, dan lingkungan di sekitar terminal, yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Kegiatan ini sekaligus memperkuat semangat gotong royong antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Pemkot Metro berharap gerakan serentak tersebut dapat mendukung terwujudnya Kota Metro yang ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah) seperti program Presiden serta menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan gerakan berkelanjutan, pemerintah optimistis kualitas lingkungan hidup di Kota Metro akan terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi kesehatan serta kenyamanan masyarakat. (Bsr/Sr)