Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Metro mencatat perekonomian Kota Metro menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,20 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 4,88 persen, sekaligus mencerminkan membaiknya aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Berdasarkan publikasi Metro Terkini Edisi Agustus 2026, pertumbuhan ekonomi tersebut didukung oleh sejumlah lapangan usaha yang mengalami peningkatan signifikan. Sektor industri pengolahan tumbuh 9,24 persen, penyediaan akomodasi dan makan minum 10,85 persen, serta pertanian, kehutanan, dan perikanan yang meningkat hingga 9,11 persen. Di sisi lain, sektor perdagangan tetap menjadi penyumbang terbesar terhadap struktur ekonomi Kota Metro dengan kontribusi 18,29 persen, disusul industri pengolahan sebesar 16,80 persen.
Seiring dengan pertumbuhan ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Kota Metro juga meningkat dari Rp8,48 triliun pada 2024 menjadi Rp9,19 triliun pada 2025. Sementara itu, PDRB per kapita naik menjadi Rp51,74 juta, dibandingkan Rp48,26 juta pada tahun sebelumnya.

Dari sisi kesejahteraan masyarakat, angka kemiskinan di Kota Metro terus mengalami penurunan. Jumlah penduduk miskin berkurang dari 15,32 ribu jiwa pada 2021 menjadi 11,58 ribu jiwa pada 2025. Persentase penduduk miskin juga turun dari 8,93 persen menjadi 6,44 persen. Penurunan tersebut diikuti membaiknya Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dari 1,27 menjadi 0,55 dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) dari 0,28 menjadi 0,07, yang menunjukkan kondisi kemiskinan semakin berkurang baik dari sisi jumlah maupun tingkat keparahannya.
Kualitas pembangunan manusia di Kota Metro juga menunjukkan peningkatan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dari 80,41 pada 2024 menjadi 81,22 pada 2025. Peningkatan tersebut didukung oleh naiknya umur harapan hidup menjadi 75,86 tahun, harapan lama sekolah 14,97 tahun, rata-rata lama sekolah 11,19 tahun, serta meningkatnya pengeluaran riil per kapita masyarakat.
Pada sektor ketenagakerjaan, kondisi pasar kerja juga membaik. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun menjadi 3,54 persen pada 2025, sementara jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja meningkat menjadi 91.074 jiwa. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat sebesar 69,80 persen.
Sementara itu, perkembangan inflasi Kota Metro pada Juli 2026 secara tahunan (year-on-year) tercatat sebesar 2,48 persen, sedangkan secara bulanan (month-to-month) mengalami deflasi 0,26 persen. Angka tersebut masih berada dalam kisaran yang relatif terkendali.
Publikasi Metro Terkini Edisi Agustus 2026 yang diterbitkan BPS Kota Metro memuat berbagai indikator strategis sosial dan ekonomi sebagai gambaran perkembangan pembangunan daerah, sekaligus menjadi rujukan bagi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat dalam memahami kondisi perekonomian Kota Metro secara komprehensif.
Ingin mendapatkan versi lengkap? Silakan unduh melalui link berikut.https://drive.google.com/file/d/1wOrCa0diuRsCS0KksDA2xET4wpUMu8sj/view?usp=sharing

