Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Metro bergerak memastikan pelaksanaan ibadah kurban berjalan aman, sehat, dan sesuai standar kesehatan pangan. Sebanyak puluhan personel diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan hewan kurban di ratusan titik penyembelihan yang tersebar di seluruh wilayah Kota Metro.
Tim Pemeriksa Hewan Kurban tersebut dilepas langsung oleh Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso, di Rumah Dinas Wali Kota Metro, Rabu (27/05/2026). Kegiatan ini melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (KP3), dokter hewan, tenaga medis veteriner, relawan masyarakat, hingga pelajar SMK.
Dalam arahannya, Bambang menegaskan bahwa pengawasan hewan kurban menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan masyarakat sekaligus memastikan ibadah kurban berlangsung dengan baik.
“Pada hari ini kita melaksanakan rangkaian Idul Adha yang juga diikuti dengan pemotongan hewan kurban mulai tanggal 10 Zulhijah. Pemerintah Kota Metro ingin memastikan seluruh proses berjalan baik dan hewan yang dipotong benar-benar sehat serta layak dikonsumsi masyarakat,” ujar Bambang.

Ia menyebut jumlah hewan kurban dan titik pemotongan tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan data sementara, terdapat ratusan lokasi penyembelihan dengan estimasi jumlah hewan kurban mencapai lebih dari dua ribu ekor selama hari tasyrik.
Menurut Bambang, tingginya jumlah hewan kurban menjadi cerminan kuatnya semangat masyarakat dalam berbagi dan beribadah di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.
“Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan, masyarakat tetap menunjukkan keyakinan dan semangat berkurban. Ini menjadi kebahagiaan dan rasa syukur bagi kita semua,” katanya.
Ia berharap distribusi daging kurban nantinya dapat dirasakan secara merata sehingga semakin banyak masyarakat yang menikmati kebahagiaan Hari Raya Idul Adha.

Untuk mendukung pengawasan di lapangan, Pemerintah Kota Metro menyiapkan 14 dokter hewan dari lima kecamatan sebagai koordinator pemeriksaan. Mereka akan dibantu tenaga teknis dan relawan guna menjangkau seluruh titik penyembelihan.
Menurut Bambang, tugas tersebut bukan hal ringan mengingat ribuan hewan harus diperiksa dalam waktu yang singkat demi memastikan seluruh daging kurban aman dikonsumsi masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada seluruh tim yang bertugas. Ini pekerjaan besar untuk memastikan hewan kurban yang dipotong benar-benar sehat dan layak dikonsumsi warga masyarakat,” ucapnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan lintas sektor, termasuk Baznas Kota Metro, para relawan, dan pelajar yang ikut membantu proses pengawasan di lapangan.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (KP3) Kota Metro, Pipi Puspita, menjelaskan total personel pengawasan hewan kurban tahun ini mencapai 59 orang.

Tim tersebut terdiri dari paramedik veteriner, tenaga teknis peternakan, relawan masyarakat, hingga siswa dari SMK Negeri 4 dan SMK Negeri 2 Kota Metro yang dilibatkan sebagai bagian dari pembelajaran lapangan.
“Total tim pengawas hewan kurban ada 59 orang. Selain tenaga teknis dan paramedik veteriner, tahun ini kita juga melibatkan adik-adik dari SMK untuk belajar langsung dalam pengawasan hewan kurban,” jelas Pipi.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 382 titik pemotongan hewan kurban tersebar di Kota Metro. Namun, data tersebut masih terus diperbarui seiring adanya laporan tambahan dari masyarakat.

Untuk sementara, jumlah hewan kurban yang telah terdata mencapai 794 ekor kambing, sementara pendataan sapi masih berlangsung.
Pipi juga mengimbau masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan hewan kurban atau memiliki lokasi pemotongan yang belum terpantau agar segera menghubungi tim pengawas di masing-masing kecamatan.
“Setiap kecamatan sudah memiliki koordinator dokter hewan beserta nomor kontaknya. Jadi masyarakat bisa langsung menghubungi apabila membutuhkan pemeriksaan atau pendampingan,” pungkasnya. (Yl/Bgs)


