Wakil Wali Kota Metro sekaligus Ketua LPTQ Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, memimpin rapat evaluasi dan pembahasan persiapan pembinaan peserta Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) di ruang kerja Wakil Wali Kota Metro, Rabu (20/05/2026).
Rapat tersebut membahas hasil pelaksanaan STQ tingkat Kota Metro, strategi regenerasi peserta, hingga langkah efisiensi anggaran pembinaan menuju STQ tingkat Provinsi Lampung.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Metro, Abu Mansur Al Maturidi, menyampaikan bahwa jumlah peserta hasil seleksi tahun ini mengalami peningkatan dibanding kuota awal yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK).

“Awalnya yang kita SK-kan sebanyak 40 orang, kemudian ada tambahan dari cabang 500 hadis putri, sehingga total peserta saat ini menjadi 42 orang,” ujarnya.
Meski jumlah peserta bertambah, Abu menjelaskan anggaran pembinaan yang tersedia masih mengacu pada kuota tahun sebelumnya, yakni hanya untuk 35 peserta. “Posisi saat ini pesertanya 42 orang, sedangkan anggaran yang tersedia baru untuk 35 peserta seperti tahun lalu,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dana pembinaan telah mulai disalurkan kepada peserta sejak Senin lalu melalui dukungan sejumlah donatur dan lembaga mitra yang ikut berkontribusi mendukung pembinaan STQ Kota Metro.
“Alhamdulillah dana pembinaan sudah kita serahkan. Bantuan yang terkumpul sesuai jumlah peserta yang telah di-SK-kan,” katanya.
Adapun bantuan tersebut berasal dari Bank Eka berupa 20 e-money senilai masing-masing Rp1 juta, BMT Fajar sebesar Rp10 juta, serta Baznas sebesar Rp10 juta.
Menurut Abu, penggunaan e-money dipilih untuk mempermudah peserta sekaligus mengurangi risiko kehilangan uang tunai. Selain sebagai bentuk dukungan pembinaan, bantuan tersebut juga menjadi upaya menjaga komitmen peserta agar tetap membela Kota Metro pada ajang STQ berikutnya.
“Itu juga menjadi bentuk pengikat agar peserta tetap membela Kota Metro dan tidak berpindah daerah,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, Abu juga mengungkapkan rencana penambahan jumlah peserta menjadi 46 orang guna memenuhi seluruh cabang lomba yang dipertandingkan di tingkat provinsi. Namun, langkah tersebut membutuhkan tambahan anggaran pembinaan.
“Kita masih kekurangan peserta di cabang tafsir bahasa Arab dan tafsir bahasa Inggris. Kalau ingin dicukupkan menjadi 46 peserta, tentu membutuhkan tambahan anggaran,” ungkapnya.
Ia menambahkan, metode pembinaan tahun ini juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya peserta menjalani pembinaan terpusat di luar daerah, kini peserta dipanggil ke Kota Metro untuk mengikuti pelatihan karena keterbatasan anggaran.
“Kalau bicara efektivitas, tentu lebih maksimal jika peserta dikirim ke tempat pembinaan khusus. Tapi kami tetap menyiapkan draf penambahan anggaran untuk mendukung pembinaan,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, menegaskan bahwa hasil STQ tahun ini menjadi bahan evaluasi penting bagi LPTQ Kota Metro, khususnya dalam memperkuat regenerasi peserta di sejumlah cabang lomba.
“Dari total 52 golongan yang dipertandingkan di tingkat provinsi, idealnya kita membutuhkan 46 peserta. Saat ini baru terpenuhi 42 peserta,” ujar Rafieq.
Ia menjelaskan, masih terdapat kekurangan peserta di beberapa cabang, di antaranya tilawah putri 5 juz, tafsir bahasa Arab putra dan putri, serta tafsir bahasa Inggris putra.
Tak hanya itu, Rafieq juga menyoroti tantangan regenerasi akibat regulasi perlombaan yang membatasi peserta juara pertama untuk kembali mengikuti cabang yang sama selama dua tahun berturut-turut.
“Kita punya beberapa peserta juara satu di tahun sebelumnya yang belum bisa turun lagi tahun ini. Artinya, regenerasi harus terus berjalan,” katanya.
Menurut Rafieq, penjaringan bibit unggul tidak bisa dilakukan secara instan menjelang perlombaan, melainkan harus dipersiapkan sejak dini melalui sekolah, madrasah, hingga pondok pesantren. “LPTQ ini harus seperti sekolah kader yang terus mencari dan membina bibit-bibit unggul,” ujarnya.

Sebagai langkah solusi, Rafieq mengusulkan pelaksanaan audisi untuk memperluas penjaringan peserta sekaligus memperkuat regenerasi STQ Kota Metro di masa mendatang.
Selain itu, demi mendukung efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas pembinaan, Rafieq juga membuka rumah dinas Wakil Wali Kota Metro sebagai tempat latihan gratis bagi peserta STQ.
“Rumah dinas sudah saya siapkan menjadi guest house. Bisa dipakai latihan kapan saja untuk peserta yang akan mengikuti perlombaan,” katanya.
Ia memastikan fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan peserta selama 24 jam penuh guna mendukung proses pembinaan secara maksimal. “Silakan digunakan untuk latihan dari subuh sampai malam. Yang penting semangat pembinaan dan prestasi tetap berjalan,” tutupnya. (Yol/Sr)


