Pelantikan Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Kohati (Korps HMI-Wati) Kota Metro masa bakti 2025–2026 berlangsung khidmat di Wisma Haji Al-Khairiyah, Rabu (24/12/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, bersama sejumlah tamu undangan dari unsur organisasi kemahasiswaan.
Pelantikan ini menandai berakhirnya masa kepengurusan HMI Kota Metro periode sebelumnya yang dipimpin oleh Chairul Aji Bangsawan, serta kepengurusan Kohati Kota Metro di bawah kepemimpinan Aisyah Salsabila. Estafet kepemimpinan resmi diserahkan kepada pengurus baru untuk menjalankan roda organisasi selama satu tahun ke depan.
Adi Herlambang Saputra resmi dilantik sebagai Ketua Umum HMI Kota Metro periode 2025–2026. Sementara itu, Anjar Novita Sari dipercaya memimpin Kohati Kota Metro sebagai ketua umum yang baru diharapkan mampu membawa semangat baru dalam penguatan peran mahasiswa di Kota Metro.
Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada HMI sebagai organisasi mahasiswa yang memiliki kontribusi historis dalam perjalanan bangsa, termasuk di tingkat daerah.

Ia menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang kritis namun tetap konstruktif.
“HMI harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan, khususnya dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing,” ujar Rafieq.
Menurut Rafieq, Pemerintah Kota Metro membuka ruang dialog dan kolaborasi dengan organisasi kemahasiswaan, termasuk HMI, dalam berbagai bidang pembangunan. Ia menilai kontribusi pemikiran mahasiswa sangat dibutuhkan untuk merespons tantangan sosial, ekonomi, dan pendidikan di daerah.

Sementara itu, Ketua Umum HMI Kota Metro yang baru, Adi Herlambang Saputra, menyatakan komitmennya untuk melanjutkan dan meningkatkan program kerja organisasi dengan mengedepankan kaderisasi, intelektualitas, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kami berkomitmen menjadikan HMI Kota Metro sebagai wadah pembinaan mahasiswa yang progresif, kritis, dan solutif, serta tetap berlandaskan nilai keislaman dan keindonesiaan,” kata Adi Herlambang. Ia juga menegaskan kesiapan HMI untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.
Di sisi lain, Ketua Umum Kohati Kota Metro yang baru, Anjar Novita Sari, menekankan pentingnya peran perempuan dalam organisasi dan pembangunan daerah. Ia berharap Kohati mampu melahirkan kader perempuan yang berdaya, berkarakter, dan aktif dalam ruang-ruang sosial kemasyarakatan.
Pelantikan pengurus HMI dan Kohati Kota Metro periode 2025–2026 ini diharapkan menjadi momentum penguatan peran mahasiswa sebagai motor penggerak perubahan yang berkontribusi nyata bagi kemajuan Kota Metro ke depan.(tm/dns)


