Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Metro ke-89, Pemerintah Kota Metro bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Metro menggelar rapat persiapan kegiatan Pesona Kota Metro yang berlangsung di Guest House Rumah Dinas Wali Kota Metro, Jumat (5/6/2026).
Rapat tersebut membahas berbagai persiapan teknis dan konsep acara yang akan menjadi salah satu rangkaian perayaan hari jadi kota setempat.
Ketua Dekranasda Kota Metro, Eni Sumiati Bambang, mengatakan kegiatan Pesona Kota Metro merupakan wujud kolaborasi berbagai pihak dalam mengangkat potensi budaya dan ekonomi kreatif daerah, khususnya sektor wastra yang menjadi salah satu identitas Kota Metro.
Menurut Eni, kegiatan yang sebelumnya hanya sebatas gagasan, kini mulai diwujudkan melalui perencanaan yang matang dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) serta dukungan berbagai pihak, termasuk sponsor yang turut berpartisipasi dalam menyukseskan acara tersebut.

“Saya berharap kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik dan sukses terlaksana,karena kami ingin menampilkan karya-karya batik yang telah dilombakan serta berkolaborasi dengan OPD terkait dan pihak sponsorship untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Metro ke-89,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Ekonomi Kreatif Kota Metro, Subehi, menjelaskan bahwa kegiatan Pesona Kota Metro merupakan tindak lanjut dari pengembangan wastra daerah melalui lomba cipta motif Batik Leluwak Takhambur yang sebelumnya telah dilaksanakan.
“Kegiatan ini bersifat kolaboratif karena kondisi kita saat ini sedang melakukan efisiensi anggaran. Namun demikian, semangat untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Metro ke-89 tetap harus diwujudkan melalui sinergi berbagai pihak,” tuturnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut mengusung tema “Merajut Warisan, Menenun Harapan” yang menjadi refleksi komitmen bersama dalam melestarikan warisan budaya sekaligus membangun optimisme terhadap masa depan industri kreatif Kota Metro.
“Hari ini Dekranasda bersama Pemerintah Kota Metro sedang merencanakan sebuah acara yang mengangkat potensi wastra Kota Metro. Kami ingin mempromosikan Batik Leluwak Takhambur beserta pengembangan motif-motifnya, agar semakin dikenal masyarakat luas, sehingga mampu mendorong minat beli dan meningkatkan perekonomian para pengrajin wastra,” jelasnya.
Selain menampilkan parade wastra, kegiatan Pesona Kota Metro juga akan menghadirkan pertunjukan teater yang mengangkat sejarah perjalanan Kota Metro. Acara tersebut direncanakan berlangsung pada 12 Juni 2026 pukul 19.00 WIB di halaman Dekranasda Kota Metro yang selama ini menjadi pusat pengembangan wastra daerah. Panitia memperkirakan kegiatan tersebut akan dihadiri sekitar 250 hingga 300 pengunjung.

Subehi berharap melalui kegiatan Pesona Kota Metro, berbagai potensi unggulan daerah dapat semakin dikenal masyarakat luas. “Mudah-mudahan melalui kegiatan ini potensi Kota Metro semakin dikenal, baik dari sisi budaya, ekonomi kreatif maupun produk wastranya. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana promosi yang efektif sekaligus membantu pemasaran produk para pengrajin sehingga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.(Tm/Sr)

