Walikota Metro Hadiri Kegiatan Vaksin Mahasiswa Nasional

Walikota Metro Wahdi menghadiri Gerakan Vaksin Mahasiswa Nasional dengan tema “Kolaborasi Mahasiswa Bersama POLRI Dalam Rangka Penanggulangan Covid-19 Melalui Vaksinasi Nasional”, berlangsung di IAIN Metro, Rabu (22/09/2021).

Walikota Metro Wahdi melalui video converence menyaksikan arahan Presiden RI Joko Widodo yang menyampaikan pentingnya memakai masker.

“Vaksinasi sangat diperlukan dalam rangka melindungi kita semua dari Covid-19, dan juga jaga selalu protokol kesehatan, serta kepada masyarakat harus tahu bahwa sangat pentingnya memakai masker,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Walikota Metro Wahdi, juga lakukan pengecekan terhadap mahasiswa yang sedang melakukan vaksinasi. Dengan harapan capaian target memenuhi 70% kumulatif imunitif harus tercapai segera.

“Saat ini Kota Metro telah pencapaian sasaran mencapai 124.380 jiwa dari total penduduk Kota Metro 172.000 jiwa, saat ini sudah mencapai sasaran 50,5% untuk vaksin pertama dan 31% ada vaksin kedua. Untuk minggu ini akan menghabiskan 13.000 vaksin tahap pertama, dengan harapan pada bulan September bisa mencapai 60% ssehingga dapat dilakukan vaksinasi tahap kedua.(Lia/Ag)

780 KK Siap-Siap Terima Bantuan Sembako Dari Baznas

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Walikota dan Wakil Walikota Metro, melakukan penyerahan bantuan secara simbolis di Halaman Wisma Haji Al-Khairiyah  Metro, Selasa (14/09/2021).

Bantuan ini akan diberikan ke 780 Kartu Keluarga (KK) tersebut berupa sembako yang berisi 5 kg beras, minyak, gula, mie instan dan susu. Sedangkan sumber dana ini, dari zakat mal dari masyarakat yang masuk ke Baznas.

Walikota Metro Wahdi mengatakan Baznas dan Forum CSR merupakan penyangga Pemerintah Daerah yang tidak bisa menangani hal ini sendiri. Dari program ini masyarakat yang mampu untuk mengeluarkan zakat mal, dapat membantu masyarakat yang kurang mampu, terutama yang terdampak Covid-19.

Sedangkan dalam laporan Ketua Baznas Kota Metro Muhammad Yamin, menuturkan bahwa pada kesempatan ini, sembako akan dibagikan ke 22 kelurahan. Untuk setiap kelurahan akan diberikan 30 paket sembako.

“Sementara untuk sisa paket sembako akan kami distribusikan secara langsung sebanyak 120. Untuk penerima bantuan sembako kali ini, sudah terdata agar tepat sasaran. Sehingga harapannya semua kelurahan pada hari ini, selesai mengambil dan dapat mendistribusikan sembako untuk masyarakat yang membutuhkan,”  kata Muhammad Yamin. (Ag/Tm)

Walikota Metro Hadiri Launching Ambulance dan Mobil Jumat Berkah

Walikota Metro Wahdi Siradjuddin menghadiri acara Launching Ambulance dan mobil Jumat berkah. Hal ini merupakan hibah dari organisasi GML (Gema Masyarakat Lokal) di Aula Kelurahan Hadimulyo Barat, Jumat (10/09/2021).

Dalam sambutannya Walikota Metro Wahdi Siradjuddin, mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas bantuan ini.

“Semoga ORMAS GML, dapat bekerja sama dan bersinergi dengan Pemerintah Kota Metro dalam melayani masyarakat,” kata Wahdi.

Wahdi juga mengatakan, dengan adanya mobil ambulance kedepannya dapat membantu memberikan layanan kepada masyarakat. “Layanan ini akan mempermudah masyarakat mendapatkan pertolongan ketika sakit, serta menjadi ikhtiar melayani masyarakat dalam bidang sosial kemanusian,” ujarnya.

Sementara Ketua GML Slamet Riadi, memaparkan bahwa pemberian ambulance ini, nantinya akan berkeliling untuk melayani kesehatan masyarakat dan juga memberikan sembako setiap hari Jumat.

“Ambulance ini akan digunakan semaksimal mungkin agar berguna bagi warga sekitar. Untuk fasilitas bantuan ini, semoga dapat dijaga dan dikembangkan, sehingga bermanfaat bagi warga Kelurahan Hadimulyo Barat,” jelasnya.

Tambahnya, Slamet menginformasikan bahwa, pada kesempatan ini akan membagikan sembako kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 setiap hari Jumat. (Ins/Cv)

Pemerintah Kota Metro Tinjau Simulasi Tatap Muka di SMPN 1 Metro

Pemerintah Kota Metro meninjau pelaksanaan simulasi KBM tatap muka di SMPN 1 Metro. Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri di Indonesia, Senin (06/09/2021).

Wahdi dalam kunjungannya melakukan pengecekan terhadap Unit Kesehatan Sekolah (UKS), serta sarana prasarana dan fasilitas kesehatan sekolah.

“UKS merupakan tempat fasilitas yang penting, sehingga bisa dikatakan ujung tombak dalam menjaga kesehatan murid,” kata Wahdi.

Dalam simulasi itu, SMPN 1 Metro menerapkan KBM tatap muka dengan 6 (enam) murid setiap ruangan dan 7 (tujuh) murid di ruang terbuka.

Tak segan, Wahdi dan rombongan yang terdiri dari Wakil Walikota Metro, Sekretaris Daerah berinteraksi langsung dengan para murid yang mengikuti simulasi KBM tatap muka tersebut. (gt/nv)

Wahdi dan Qomaru Tinjau Simulasi KBM Tatap Muka di SMA Negeri 1 Metro

Sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri di Indonesia, Kota Metro sudah menerapkan simulasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah-sekolah. Dengan begitu, Walikota Metro Wahdi dan Wakil Walikota Metro Qomaru Zaman, meninjau sekolah yang melakukan simulasi KBM tatap muka.

Pada hari Jumat 3 September 2021, Walikota dan Wakil Walikota melakukan peninjauan di SMA Negeri 1 Kota Metro.

Dalam peninjauannya, Walikota Metro, Wahdi, juga melakukan pengecekan terhadap Unit Kesehatan Sekolah (UKS), mulai dari sarana prasarana dan fasilitas kesehatan sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Wahdi menyampaikan agar kesehatan para anak didik harus diutamakan, UKS merupakan ujung tombak dalam menjaga kesehatan murid.

“Tentunya kedepankan pengecekan terhadap anak didik. Metro memiliki prestasi dalam melakukan analisis awal terhadap penyakit, sehingga Metro masuk dalam kategori vaksin tercepat, ke depan UKS harus mampu melakukan tracing terhadap berbagai macam penyakit, seperti penyakit bawaan maupun penyakit lain,” kata Wahdi.

Diketahui, dalam simulasinya SMA Negeri 1 Metro menerapkan KBM tatap muka di luar ruang kelas, yakni di bawah pohon yang rindang, agar teduh dan sejuk, serta meningkatkan oksigen di pagi hari. Walikota juga sempat berinteraksi dengan para murid yang mengikuti simulasi KBM tatap muka itu. (Rd)

Walikota dan Wakil Walikota Lakukan Vaksinasi Dosis 3

Bertempat di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Metro, Walikota Metro Wahdi Siradjuddin dan Wakil Walikota Metro Qomaru Zaman, melakukan vaksinasi Covid-19 tahap tiga, Jumat (03/09/2021).

Kepala daerah ini melakukan suntik vaksin setelah dinyatakan lulus beberapa proses sebelum vaksinasi dosis ke-3 Covid-19. Hal ini dilakukan agar lebih melindungi diri dari berbagai varian baru atau mutasi virus corona terutama varian delta, yang disebutnya lebih cepat menular, terutama untuk para tenaga medis.

“Vaksinasi dosis ke-3 ini dilakukan hanya kepada tenaga kesehatan, mengingat para nakes merupakan garda terdepan yang setiap hari bertemu dengan virus ini. Dimana seringnya bertemu, maka mereka harus kita lindungi mati-matian, agar bisa konsentrasi bekerja,” ungkap Wahdi.

Wahdi mengatakan, pandemi Covid-19 memberi tantangan besar dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kota Metro. Hal ini disebabkan prioritas pada penanggulangan pandemi Covid-19, serta adanya kekhawatiran masyarakat dan petugas terhadap penularan Covid-19.

“Saya rasa saat ini masyarakat Kota Metro sudah sadar akan pentingnya melakukan vaksinasi tahap 1 dan 2. Vaksin ini bertujuan untuk mengurangi penularan Covid-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19, mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (herd immunity) dan melindungi masyarakat agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi. Kekebalan kelompok hanya dapat terbentuk apabila cakupan vaksinasi tinggi dan merata di seluruh wilayah,” jelas Wahdi.

Dalam kesempatan ini, Wahdi juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, untuk  tidak takut melakukan vaksin karena melihat situasi saat ini, tubuh kita membutuhkan vaksin.

“Sementara itu pelayanan vaksinasi Covid-19 dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, dengan menerapkan upaya pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) dan menjaga jarak aman 1 – 2 meter, sesuai dengan petunjuk teknis pelayanan vaksinasi pada masa pandemi Covid-19,” kata Wahdi.

Adapun sebelum melakukan vaksinasi dosis-3 Walikota dan Wakil Walikota Metro melakukan peninjauan alat HRV (Heart Rate Variability) yang ada di Puskesmas Kota Metro.

Petugas Puskesmas Andin menjelaskan bahwa, HRV terjadi secara spontan dan perubahannya bergantung pada banyak hal, diantaranya adalah pernapasan, tekanan darah, hormon dan bahkan emosi.

Dari HRV memberikan informasi tentang Autonomic Nervous System (ANS) atau lazim disebut Sistem Saraf Otonom; yang terdiri atas Sistem Saraf Simpatis dan Parasimpatis. Sistem saraf tersebut dapat menggambarkan tentang kondisi stres fisik dan mental dari tubuh seseorang.

HRV Analyzer/ Stress Analyzer merupakan sebuah alat non invasif yang berfungsi memberi informasi tentang sistem saraf otonom untuk menggambarkan kondisi fisik dan mental stres dari tubuh individu. Untuk melakukan tindakan HRV diperlukan kepada pasien untuk istirahat selama 10 menit terlebih dahulu,” ungkapnya. (Ins/Cv)