Metro – Wali Kota Metro menghadiri langsung kegiatan pengajian haul masyayikh sekaligus Haul ke-4 Al-Maghfurlah Buya KH Ahmad Abrori Akwan yang digelar di Pondok Pesantren Al-Hidayat Gerning, Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Minggu (08/02/2026). Kehadiran orang nomor satu di Kota Metro tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan keagamaan dan pelestarian nilai-nilai perjuangan ulama. Acara yang berlangsung khidmat itu diawali dengan istighotsah, majelis dzikir, serta manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jilani bersama jamaah Al-Khidmad Provinsi Lampung. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan maulid, tahlil akbar, serta pengajian rutin yang diikuti ratusan santriwan, santriwati, dan masyarakat dari berbagai daerah. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Metro menyampaikan apresiasi atas konsistensi Pondok Pesantren Al-Hidayat dalam menjaga tradisi keilmuan, spiritualitas, dan akhlak generasi muda. Ia menilai, haul bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum meneladani perjuangan dan keteladanan para ulama. “Haul ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk melanjutkan perjuangan para masyayikh, khususnya Buya KH Ahmad Abrori Akwan, dalam membangun pendidikan agama dan membina umat. Pemerintah Kota Metro sangat mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan seperti ini karena menjadi fondasi moral masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayat Gerning yang diwakili Buya Rusydi Ubaidillah Abror menyampaikan terima kasih atas kehadiran para tamu undangan, termasuk Wali Kota Metro, yang turut memeriahkan sekaligus memuliakan majelis haul tersebut. Ia mengenang perjuangan almarhum ayahandanya, KH Abrori Akwan, dalam merintis dan membesarkan pesantren di tengah berbagai keterbatasan. “Pesantren ini didirikan oleh ayahanda kami dengan penuh perjuangan dan rintangan. Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan banyak pihak, pesantren masih bertahan dan terus berkembang hingga hari ini. Semoga haul ini membuat kita bisa meneladani perjuangan beliau dan mengambil keberkahan ilmunya,” ungkapnya. Ketua Pengurus Besar Majelis Al-Khidmad, H. M. Uripan, juga mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai haul sebagai wujud bakti anak kepada orang tua sekaligus sarana mempererat ukhuwah Islamiyah. “Ini majelis yang sangat mulia. Kita diajak mengenang perjuangan Buya Abrori Akwan agar menjadi suri teladan bagi generasi penerus,” katanya. Suasana pengajian berlangsung penuh kekhusyukan hingga akhir acara. Kehadiran Wali Kota Metro bersama para tokoh agama dan masyarakat diharapkan semakin mempererat sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan dalam membangun karakter religius di tengah masyarakat.(Bsr/ydha)
Wali Kota Metro Hadiri Pengajian Haul Masyayikh dan Haul ke-4 Al-Maghfurlah Buya KH Ahmad Abrori Akwan di Ponpes Al-Hidayat Gerning
Polres Metro dan Pemkot Metro Gelar Aksi Korve, Wujudkan Sinergi dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan
Polres Metro bersama Pemerintah Kota Metro melaksanakan aksi Korve atau kerja bakti bersama di Lapangan Samber Park, yang merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap kebersihan lingkungan sekaligus untuk mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, Jumat (06/02/2026). Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menekankan pentingnya kebersihan lingkungan dan meminta seluruh jajaran pemerintah, TNI, Polri, hingga BUMN untuk terlibat langsung dalam kegiatan kerja bakti atau Korve pembersihan lingkungan yang disampaikan saat Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Jawa Barat pada tanggal 2 Febuari 2026. Kapolres Metro AKBP Hangga Utama Darmawan, S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan Korve ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Presiden RI yang disampaikan beberapa hari terakhir. “Kami bersama Wali Kota dan pejabat lainnya menindaklanjuti arahan Presiden RI untuk menyelenggarakan kegiatan Korve ini,kebersihan dan kerapihan lingkungan harus terus digalakkan dan dimulai dari Kota Metro dengan melibatkan seluruh dinas terkait,” ujar Kapolres. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial atau menunjukkan kemampuan satu instansi. “Ini bukan untuk menunjukkan siapa yang paling bisa, tetapi bagaimana kita berkolaborasi dengan seluruh instansi, dan ke depan akan dilaksanakan secara rutin di berbagai lokasi sesuai instruksi Presiden RI,” tambahnya. Sementara itu, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menyampaikan bahwa kegiatan kerja bakti ini merupakan wujud sinergi Forkopimda dalam mendukung program Presiden RI. “Hari ini kita bersama-sama Forkopimda, yang dimotori oleh Kapolres Metro melaksanakan tindak lanjut program Presiden yaitu ASRI untuk menjaga kebersihan lingkungan agar Kota Metro menjadi lebih indah,” jelasnya. Menurutnya, upaya menjaga kebersihan lingkungan sejalan dengan visi pembangunan daerah.“Kegiatan ini juga sejalan dengan visi misi kita yaitu Metro Bahagia, di mana lingkungan yang bersih dan tertata akan menciptakan kenyamanan dan kebahagiaan bagi masyarakat” pungkasnya.(Tm/Yd/Sr)
BNN Provinsi Lampung dan Pemkot Metro Perkuat Sinergi P4GN, Tekankan Pencegahan Sejak Dini
Metro – Pemerintah Kota Metro terus memperkuat komitmen dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui sinergi bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung. Bertempat di Aula Pemerintah Kota Metro, Kamis (5/2/2026) kunjungan kerja Kepala BNN Provinsi Lampung, Brigjen Pol. Sakeus Ginting, , yang menjadi momentum strategis untuk mempererat kolaborasi lintas pemerintahan dalam menghadapi tantangan penyalahgunaan narkotika yang kian berkembang. Dalam paparannya, Brigjen Pol. Sakeus Ginting menjelaskan bahwa pola peredaran gelap narkotika saat ini semakin adaptif dengan memanfaatkan teknologi digital dan media sosial, serta berbagai modus baru yang sulit terdeteksi. Oleh karena itu, pendekatan pencegahan dinilai menjadi langkah utama yang harus diperkuat bersama. “Upaya P4GN perlu lebih difokuskan pada pencegahan sejak usia dini. Saat ini BNN memiliki program Ananda Bersinar, yang menyasar anak-anak dan keluarga sebagai benteng pertama perlindungan dari bahaya narkoba,” ujarnya. Ia menegaskan, keterlibatan keluarga, sekolah, serta lingkungan pendidikan sangat penting dalam membangun ketahanan generasi muda. BNN juga mendorong keaktifan relawan dan penggiat anti narkotika di perguruan tinggi maupun sekolah agar edukasi bahaya narkoba dapat menjangkau lebih luas. Selain itu, BNN Provinsi Lampung mengajak seluruh pemerintah daerah, termasuk Kota Metro, untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan partisipasi masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. Sementara itu, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menyambut baik kunjungan kerja tersebut dan menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kota Metro dalam mendukung program P4GN secara berkelanjutan. “Kami berharap kunjungan ini semakin memperkuat sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kota Metro dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika. Ini adalah tanggung jawab bersama demi melindungi generasi muda,” kata Bambang. Ia menjelaskan, Pemkot Metro telah menyiapkan berbagai langkah konkret, baik dari sisi regulasi maupun implementasi di lapangan. Di antaranya melalui Peraturan Daerah Kota Metro Nomor 5 Tahun 2019 tentang P4GN serta Peraturan Wali Kota Metro Nomor 10 Tahun 2020 tentang Fasilitasi Pencegahan terhadap Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika. Tak hanya itu, upaya deteksi dini juga rutin dilakukan melalui tes urine bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Harian Lepas, pemasangan media kampanye anti narkoba di ruang publik, serta sosialisasi berkelanjutan di sekolah dan tempat hiburan. “Kami menyadari bahwa pemberantasan narkotika tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kerja sama, komitmen, serta pendampingan dari semua pihak. Karena itu, kami terus memperkuat kolaborasi dengan BNN agar pelaksanaan P4GN di Kota Metro semakin optimal dan berkelanjutan,” pungkasnya. Melalui sinergi ini, Pemerintah Kota Metro berharap tercipta lingkungan yang aman, sehat, dan bebas narkoba demi mendukung terwujudnya generasi yang produktif dan berdaya saing. (Bsr/Sr)
Pemerintah Kota Metro Terima Dua Piagam Penghargaan dari Kementerian Keuangan RI, Bukti Kinerja yang Baik
Pemerintah Kota Metro menerima dua Piagam Penghargaan dari Kementerian Keuangan RI melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Lampung dilaksanakan di Ruang Kerja Wali Kota Metro, Rabu (04/02/2026). Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso yang didampingi Kepala BKAD dan Kepala BPPRD Kota Metro. Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi Lampung, Purwadhi Adhiputranto, hadir bersama jajaran untuk menyerahkan piagam sekaligus menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Metro atas capaian kinerja pengelolaan keuangan daerah. Dalam sambutannya, Purwadhi mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan Pemerintah Kota Metro kepada jajaran DJPb Provinsi Lampung melalui sinergi yang terjalin sangat baik selama ini. “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Metro kepada kami, sehingga kami bisa melaksanakan tugas dengan baik, baik dalam penyaluran dana transfer ke daerah maupun dalam pengelolaan laporan keuangan pemerintah daerah,” ujarnya. Ia menjelaskan, berdasarkan data yang dimiliki DJPb, Pemerintah Kota Metro telah berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama 15 kali berturut-turut sejak tahun 2010 hingga 2024. Menurutnya, capaian tersebut merupakan prestasi yang luar biasa dan tidak semua pemerintah daerah mampu mempertahankan konsistensi tersebut dalam kurun waktu yang panjang. “Atas hasil opini BPK tersebut, kami menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Metro sekaligus menyerahkan Piagam Penghargaan dari Kementerian Keuangan Direktorat Jenderal Perbendaharaan kepada Kota Metro atas keberhasilannya meraih Opini WTP 15 kali berturut-turut,” jelasnya. Selain penghargaan atas capaian opini WTP, Kota Metro juga menerima Piagam Penghargaan sebagai Peringkat II Pemerintah Daerah dengan Kinerja Penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) Terbaik Tahun 2025. Purwadhi menuturkan bahwa dari 16 pemerintah daerah se-Provinsi Lampung, Kota Metro berhasil menempati peringkat kedua dalam kinerja penyaluran dana transfer. “Dari sisi penyaluran dan penyampaian syarat-syarat salur, Kota Metro nomor dua terbaik di antara seluruh pemda se-Provinsi Lampung. Ini artinya kinerjanya sangat baik,” katanya. Ia berharap, ke depan tidak hanya aspek administratif laporan keuangan yang terjaga, tetapi juga substansi pelaksanaan APBD dan APBN di Kota Metro benar-benar bebas dari penyimpangan. “Harapannya, tidak hanya administratifnya yang baik, tetapi substansinya juga dijaga, sehingga tidak ada penyimpangan dalam pelaksanaan APBD maupun APBN di Kota Metro,” tegasnya. Sementara itu, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, menyampaikan terima kasih kepada Kepala Kanwil DJPb Provinsi Lampung beserta jajaran yang telah hadir dan memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kota Metro. “Alhamdulillah kita mendapatkan penghargaan WTP 15 kali berturut-turut dan Piagam Penghargaan sebagai Peringkat II Pemerintah Daerah dengan Kinerja Penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) Terbaik Tahun 2025. Terima kasih kepada Kepala Kanwil DJPb Provinsi Lampung dan jajaran yang sudah hadir bersama-sama kami di Kota Metro,” ucap Bambang. Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukanlah akhir dari upaya, melainkan menjadi pemacu semangat untuk terus meningkatkan kinerja dan tata kelola keuangan daerah. “Alhamdulillah Kota Metro berhasil mendapatkan penghargaan ini, tapi semoga dengan penghargaan yang akan diberikan itu bukan bagian daripada meninakan bobokkan semangat kami, tetapi dengan penghargaan terbaik itu bagian dari semangat kami,” tambahnya. Bambang juga menekankan bahwa Pemerintah Kota Metro tidak hanya berfokus pada kelengkapan administrasi, melainkan memastikan pelaksanaan anggaran berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal tersebut juga bagian dari Pemerintah Kota Metro dalam berkomitmen untuk terus membenahi kualitas sumber daya manusia guna mempertahankan dan meningkatkan capaian yang telah diraih.(Yl/Md/Sr)
Pemkot Metro Beri Vaksin Anti-Rabies Pra-Pajanan bagi Petugas Lapangan, Perkuat K3 dan Target Bebas Rabies 2030
Vaksin Anti-Rabies (VAR) Pra-Pajanan bagi petugas lapangan Sebagai langkah nyata menjamin Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Kesehatan bersinergi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Metro menyelenggarakan pemberian Vaksin Anti-Rabies (VAR) PraPajanan bagi petugas lapangan di RSUD Sumbersari pada Senin, 2/02/2026. Langkah preventif ini merupakan wujud nyata kolaborasi lintas sektoral dalam melindungi para garda terdepan kesehatan hewan dari risiko paparan zoonosis, sekaligus mengakselerasi target Kota Metro Bebas Rabies Tahun 2030. Vaksinasi ini menyasar para pejuang garis depan kesehatan hewan yang memiliki risiko tinggi terpapar rabies, mulai dari dokter hewan, paramedik, hingga petugas handling atau penangkap Hewan Penular Rabies (HPR). Mengingat intensitas interaksi mereka dengan hewan seperti anjing, kucing, kera, hingga musang, pemberian kekebalan (imun) menjadi hal yang krusial. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Metro yang menekankan pentingnya perlindungan bagi petugas di lapangan. Mengingat tingginya intensitas pengendalian dan penanggulangan rabies di wilayah Metro, aspek keselamatan petugas tidak boleh terabaikan. “Ini adalah bentuk hubungan harmonis dan kolaborasi lintas sektoral antara Dinas Kesehatan dan DKP3. Kita ingin memastikan petugas yang melayani masyarakat dan hewan dalam keadaan terlindungi,” ujar Hery Wiratno SP, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Metro Senin (02/02). Langkah preventif ini juga menjadi bagian dari strategi besar Pemerintah Kota Metro dalam mewujudkan target Kota Metro Bebas Rabies Tahun 2030. Dengan petugas yang sehat dan terproteksi, pelayanan kesehatan hewan di Kota Metro diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan aman. (Sr)
Pemerintah Kota Metro Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul
Pemerintah Kota Metro yang diwakili Wakil Wali Kota Metro bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Senin (2/2/2026). Rakornas tersebut dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebagai wujud komitmen pemerintah dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah guna memastikan kesinambungan pembangunan nasional. Kegiatan diawali dengan penyanyian lagu “Maju Tak Gentar” yang disusul lagu kebangsaan Indonesia Raya dan diikuti secara khidmat oleh seluruh peserta. Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya persatuan, semangat pengabdian, serta kerja sama yang solid antara seluruh unsur pemerintahan. Ia menyampaikan rasa bangga dapat bertemu langsung dengan para kepala daerah dan jajaran pemerintahan dari seluruh Indonesia dalam Rakornas tersebut. “Hati saya bergetar melihat, mendengar, dan merasakan semangat saudara-saudara sekalian. Jika semangat ini sungguh-sungguh berasal dari hati yang paling dalam, saya yakin masa depan bangsa kita akan aman dan kita akan berhasil,” ujar Presiden Prabowo. Presiden juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada kekompakan dan keselarasan langkah antara pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, tidak boleh ada sekat dalam menjalankan tugas negara, karena seluruh elemen pemerintahan memiliki tanggung jawab yang sama untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo turut mengajak seluruh kepala daerah untuk menjaga integritas, bekerja dengan penuh dedikasi, serta mengedepankan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Ia berharap Rakornas ini dapat menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam menjalankan amanah pembangunan. Rakornas ini juga menayangkan video bertajuk “Indonesia Berdikari” yang menggambarkan rangkaian kebijakan, capaian, dan arah strategis nasional dalam mendukung program prioritas pemerintah. Forum nasional ini dihadiri ribuan peserta dari perwakilan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyampaikan bahwa jumlah peserta Rakornas diperkirakan mencapai 4.473 orang. Dengan tingginya jumlah peserta, masyarakat diimbau untuk mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas di kawasan Sentul dan sekitarnya selama kegiatan berlangsung. Untuk menjaga kelancaran aktivitas masyarakat, Kementerian Dalam Negeri bersama Pemerintah Kabupaten Bogor dan instansi terkait telah menyiapkan langkah-langkah pengaturan lalu lintas dan pengamanan terpadu dengan melibatkan personel gabungan dari Kepolisian, TNI, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan. Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 diharapkan mampu menghasilkan rumusan kebijakan strategis yang memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus memastikan pelaksanaan agenda nasional berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Perpustakaan Daerah Kota Metro Gelar Nongki Bedah Buku, Wujudkan Sinergi dalam Membangun Budaya Literasi
Guna menciptakan ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan, Perpustakaan Daerah Kota Metro bekerja sama dengan Pengurus Perpustakaan MA Muhammadiyah Metro menggelar kegiatan Nongki Bedah Buku bertajuk “Meniti Tangga Mengemban Amanah”. Kegiatan ini berlangsung di area Taman Kota Metro dan menyasar berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas literasi, pelajar, hingga masyarakat umum yang memanfaatkan ruang publik sebagai sarana edukatif. Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antara institusi pendidikan dan pemerintah daerah dalam menghadirkan kegiatan intelektual yang terbuka dan mudah diakses oleh masyarakat luas, menumbuhkan budaya baca sekaligus memperluas ruang diskusi literasi di tengah masyarakat Kota Metro. Selain melibatkan komunitas literasi, kegiatan Bedah Buku juga menampilkan Tari Kreasi dari MA Muhammadiyah Metro, hafalan kosakata bahasa Inggris oleh Perpustakaan Cahaya Ilmu Ganjar Asri, serta pembacaan puisi dari perwakilan MA Muhammadiyah Metro dan SMPN 8 Metro yang dimulai sejak pukul 06.30 WIB. Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusarda) Kota Metro, Eka Syafrianto, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan Nongki Literasi ini merupakan pertemuan kelima yang digelar di Kota Metro. “Kegiatan Nongki ini adalah pertemuan yang ke-5 dalam kegiatan literasi di Kota Metro, dan hari ini juga terdapat lapak baca dari sembilan komunitas literasi yang hadir,” ujar Eka Syafrianto, Minggu (01/02/2026). Ia juga menjelaskan bahwa geliat literasi saat ini di Kota Metro menunjukkan perkembangan yang positif dan semakin diminati oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Dimana budaya membaca tidak hanya sebatas membaca buku, tetapi juga membaca kondisi sosial dan lingkungan sekitar agar masyarakat menjadi lebih adaptif dan bijak. “Kami berharap masyarakat Kota Metro menjadi masyarakat yang religius serta mampu menerapkan terus membaca kondisi baik secara literasi buku maupun membaca kondisi hari ini,” katanya. Eka juga mengapresiasi dukungan serta support yang telah diberikan komunitas literasi dalam mendukung program-program literasi Pemerintah Daerah Kota Metro.Ia berharap ke depan jumlah lapak baca yang dibuka dalam kegiatan serupa semakin bertambah dan dapat menjadi magnet bagi masyarakat setelah beraktivitas olahraga di Taman Merdeka Kota. “Kami ingin setelah olahraga, masyarakat bisa mampir membaca. Selain kebugaran fisik, kebugaran otak juga penting agar kita mampu mencari peluang dan mendapatkan inspirasi,” ungkapnya. Dalam kesempatan tersebut, Eka Syafrianto juga berharap kegiatan bedah buku ini dapat menjadi motivasi bagi peserta untuk menulis dan menerbitkan karya sendiri, seperti inspirasi yang diberikan Kepala MA SD Muhammadiyah Metro yang mampu menerbitkan buku dalam waktu singkat. “Kami berharap nanti bapak kepala sekolah dapat memberikan tips dan trik kepada teman-teman yang hadir pada hari ini agar bisa menerbitkan sebuah buku yang menceritakan tentang “Meniti Tangga Mengembang Amanah” dalam kurun waktu 3 bulan. Sehingga nanti bisa menjadi inspirasi bagi kita semua untuk mengikuti jejak langkah yang beliau lakukan,”tuturnya. Sementara itu, Budiyanto, S.Pd., selaku pemantik Bedah Buku menjelaskan bahwa buku “Meniti Tangga Mengemban Amanah” merupakan perjalanan hidupnya hingga diamanahi sebagai Kepala MA SD Muhammadiyah Metro. “Buku ini pada dasarnya adalah perjalanan hidup saya, dari seorang anak petani hingga akhirnya dipercaya oleh persyarikatan Muhammadiyah menjadi kepala madrasah,” ujar Budiyanto. Budiyanto menceritakan bahwa cita-citanya menjadi guru telah tumbuh sejak kecil, meskipun harus melalui berbagai tantangan dan keterbatasan ekonomi. Meskipun begitu, dirinya tetap berjuang menempuh pendidikan, bekerja, hingga akhirnya kuliah dan memulai karier sebagai guru di SD Muhammadiyah Metro pada tahun 2003. “Sejak Agustus 2003, saya sebagai guru bahasa Inggris di SD Muhammadiyah Kota Metro, sekaligus menyadarkan saya bahwa jika keinginan kita kuat dalam meraih cita-cita insya Allah bisa, “ungkapnya. Menurutnya, kekuatan tekad dan konsistensi menjadi kunci utama dalam meraih cita-cita, meskipun jalan yang ditempuh tidak selalu mudah. “Adik-adik yang memiliki cita-cita untuk tanamkan dalam hati apapun itu raih, supaya nanti cita-citanya bisa terwujud, “pesannya. Ia juga meminta kepada para pelajar agar berani bermimpi dan menuliskan gagasan sejak dini, karena menulis tidak selalu membutuhkan waktu panjang.“Menulis bisa dilakukan di sela-sela waktu luang, kumpulkan inspirasi, dan Insya Allah bisa menjadi sebuah buku,” katanya. Harapannya, kegiatan Bedah Buku ini dapat memotivasi generasi muda Kota Metro untuk mencintai literasi dan berani menuangkan ide dalam bentuk karya tulis serta dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun budaya literasi yang kuat dan inklusif di Kota Metro.(Yl/Agp/Md/Sr)
Satu-satunya di Lampung, Kota Metro Raih Penghargaan UHC Award 2026 Kategori Madya
Jakarta – Pemerintah Kota Metro kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan pada ajang Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2026 yang diselenggarakan di Balroom JIEXPO Kemayoran Jakarta, Selasa, (27/01/2026). Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil mencapai cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) secara menyeluruh bagi masyarakatnya, sehingga akses layanan kesehatan dinilai dapat dinikmati secara merata dan berkeadilan. Kategori UHC dibagi menjadi tiga yaitu, kategori utama dengan kriteria cakupan kepesertaan minimal 99 persen, tingkat keaktifan minimal 95 persen, kategori madya dengan cakupan kepesertaan minimal 98 persen dan tingkat keaktifan minimal 85 persen. Terakhir adalah kategori pratama dengan cakupan kepesertaan minimal 98 persen dan keaktifannya minimal 80 persen. Dalam hal ini Kota Metro masuk dalam kategori daerah Madya, capaian ini bedasarkan Cakupan Kepesertaan JKN Kota Metro per 1 Januari 2026 yaitu 99,96% dan Tingkat Keaktifan Peserta JKN mencapai 86,06% sebanyak 183.676 Jiwa penduduk telah terdaftar dalam Program JKN dari total jumlah penduduk Kota Metro sebanyak 183.746 jiwa. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Dr. HC. Drs. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si., kepada Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso dalam acara yang dihadiri sejumlah kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia. Sebanyak 31 pemerintah provinsi serta 397 pemerintah kabupaten dan kota, menerima penghargaan pada ajang Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2026. Di sesi wawancara Kepala Dinas Kesahatan Kota Metro, Eko Hendro menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Metro akan terus berupaya dalam memberikan perlindungan dan jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan program jaminan kesehatan, sehingga warga dapat mengakses layanan medis tanpa terkendala biaya. Lebih lanjut dirinya menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah daerah harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya dalam sektor kesehatan yang menjadi kebutuhan dasar. “Di sini Pemerintah Kota Metro hadir memberikan jaminan kepada masyarakat. Kami memastikan seluruh warga Kota Metro mendapatkan layanan kesehatan yang layak, termasuk pembiayaannya yang dijamin oleh pemerintah,” ujarnya. Dikesempatan yang sama Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kota Metro, Bellza Rizky Ananta, menyampaikan bahwa pelaksanaan UHC Award tahun ini menunjukkan adanya peningkatan komitmen dibanding tahun-tahun sebelumnya, khususnya dalam peran nyata pemerintah daerah dalam memberikan jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat. Menurutnya, Kota Metro berhasil meraih penghargaan kategori Madya, yang menjadi capaian istimewa karena merupakan satu-satunya daerah di Provinsi Lampung yang menerima penghargaan bergengsi tersebut. “UHC Award tahun ini menilai peran nyata pemerintah daerah dalam memberikan jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat. Yang membanggakan, Kota Metro berhasil meraih penghargaan Madya dan menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Lampung yang mendapatkan penghargaan ini,” ujar Bellza. Bellza juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran pimpinan daerah, para pemangku kepentingan, serta fasilitas kesehatan yang terus bersinergi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya peserta JKN. Menurutnya, penghargaan tersebut tidak mungkin diraih tanpa koordinasi dan kolaborasi yang baik dari seluruh pihak. “Dengan adanya koordinasi dan hubungan yang baik antara pemerintah daerah, stakeholder, dan fasilitas kesehatan, pelayanan kepada peserta JKN dapat berjalan optimal. Tanpa kolaborasi ini, penghargaan ini tentu tidak akan tercapai,” pungkasnya. (Bsr/Sr)
Perkuat Garda Terdepan, Kota Metro Gelar Rapat Koordinasi Tim Respon Cepat Pengendalian Penyakit Hewan
Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Metro menggelar rapat koordinasi internal Tim Respon Cepat (TRC) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS). Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan kesehatan hewan di seluruh wilayah Kota Metro pada Selasa, (27/02/2026). Tim Respon Cepat ini terdiri dari tenaga profesional yang meliputi Dokter Hewan, Paramedik Veteriner, serta tenaga teknis terkait lainnya. Sebagai garda terdepan, TRC memegang peranan vital dalam mendeteksi secara dini dan menangani ancaman penyakit hewan menular yang berisiko menyebabkan kerugian ekonomi tinggi maupun penyakit zoonosis (penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia). Dalam arahannya, Kepala DKP3 Kota Metro Hery Wiratno, SP. , menekankan pentingnya dedikasi tim di tengah situasi yang penuh tantangan. Beliau memberikan motivasi khusus terkait keterbatasan sumber daya yang ada saat ini. “Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Bapak Wali Kota Metro yang sangat fokus terhadap penanganan penyakit hewan, baik yang mengancam kesehatan manusia maupun yang merugikan ekonomi masyarakat. Saya memahami tahun ini kita menghadapi tantangan efisiensi anggaran yang berat, namun semangat pengabdian tidak boleh terpangkas. Tim harus segera tancap gas melaksanakan surveilans dan vaksinasi,” tegasnya di hadapan seluruh anggota tim. Sejak dibentuk pada tahun 2022, TRC DKP3 Kota Metro telah mencatatkan keberhasilan dalam mengendalikan berbagai wabah, mulai dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), hingga Avian Influenza (AI) dan Rabies. Vaksinasi PMK Massal menindaklanjuti instruksi tersebut, agenda terdekat yang akan segera dilaksanakan adalah percepatan surveilans dan vaksinasi PMK secara menyeluruh di Kota Metro. Langkah ini krusial karena PMK bersifat sangat menular dan fatal bagi ternak ruminansia, yang jika tidak ditangani, akan memicu kerugian ekonomi besar bagi peternak. Vaksinasi massal menjadi langkah wajib untuk membangun kekebalan ternak dan memastikan wilayah Kota Metro tetap terlindungi dari ancaman penyebaran penyakit. Dengan semangat pengabdian yang tinggi. Maka itu, DKP3 berkomitmen menjaga stabilitas sektor peternakan meskipun di tengah keterbatasan anggaran.
Upaya Pemerintah Kota Metro Pastikan Pembangunan Tetap Berjalan di Tengah Keterbatasan Fiskal
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Metro Selatan digelar di Aula Kantor Kecamatan Metro Selatan, Selasa (27/01/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mengevaluasi capaian pembangunan, khususnya realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta penetapan usulan prioritas tahun perencanaan berikutnya. Musrenbang dihadiri Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, Camat Metro Selatan Kuswidaryanto, para lurah se-Kecamatan Metro Selatan, unsur forkopimcam, tokoh masyarakat, serta perwakilan lembaga kemasyarakatan. Camat Metro Selatan, Kuswidaryanto, dalam laporannya menyampaikan bahwa Kecamatan Metro Selatan merupakan salah satu kawasan strategis di Kota Metro yang terdiri dari empat kelurahan, yakni Rejomulyo, Margodadi, Margorejo, dan Sumbersari Bantul. “Kecamatan Metro Selatan memiliki luas wilayah mencapai 14,33 kilometer persegi dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Lampung Timur dan Kabupaten Lampung Tengah, “terangnya. Dalam kesempatan tersebut, Kuswidaryanto menyoroti data capaian realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di wilayahnya per Januari 2026 yang telah mencapai 76,35 persen. “Capaian ini merupakan hasil kerja bersama antara kecamatan, kelurahan, kolektor, dan masyarakat,” ujar Kuswidaryanto. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pihak kecamatan bersama para lurah dan kolektor PBB akan terus mengupayakan peningkatan realisasi dengan melakukan pendekatan persuasif kepada warga yang belum melaksanakan kewajiban pajak. “Kami akan terus mengingatkan masyarakat agar segera melakukan pembayaran PBB, karena pajak ini sangat penting untuk mendukung pembangunan daerah,” tegasnya. Selain PBB, Camat Metro Selatan juga melaporkan perkembangan program Koperasi Merah Putih yang telah direncanakan di empat kelurahan dengan lokasi dan luasan yang berbeda-beda. “Adapun lokasi Koperasi Merah Putih tersebut berada di Kelurahan Rejomulyo seluas 1.134 meter persegi, Kelurahan Margodadi seluas 900 meter persegi, Kelurahan Sumbersari Bantul seluas 816 meter persegi, dan Kelurahan Margorejo seluas 852 meter persegi, “jelasnya. Dari empat kelurahan tersebut, Kuswidaryanto menyampaikan bahwa Kelurahan Rejomulyo telah melampaui target kriteria yang ditetapkan dalam rencana pembangunan gedung Koperasi Merah Putih. Kuswidaryanto juga memaparkan sejumlah kegiatan yang telah dilaksanakan di Kecamatan Metro Selatan, di antaranya tanam padi serentak bersama petani mitra Adhyaksa di Kelurahan Sumbersari Bantul beberapa bulan lalu. “Selain itu, kami juga melakukan sosialisasi dan pembentukan pengurus Koperasi Merah Putih di setiap kelurahan, pembinaan LINMAS, penertiban rumah kos, serta upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, “paparnya. Berbagai kegiatan pendukung lainnya turut dilakukan, seperti pengaktifan ronda malam, monitoring dan pengaspalan jalan, pembinaan aparatur kelurahan dan kecamatan, serta kegiatan kemasyarakatan berupa kerja bakti, senam bersama, dan kegiatan keagamaan. Untuk tahun perencanaan berikutnya, Camat Metro Selatan tersebut menyampaikan bahwa usulan prioritas pembangunan dibagi ke dalam tiga bidang utama, yaitu bidang perekonomian, sosial budaya, dan fisik. “Pada bidang perekonomian, Kelurahan Rejomulyo mengusulkan bantuan bibit ikan air tawar dan terpal HDPE untuk Pokdakan Mina Sejahtera, serta bantuan kolam bioflok dan pompa celup untuk KLP Mina Makmur, ” katanya. Sementara itu, Kelurahan Margodadi mengajukan hibah handsprayer elektrik, bantuan pakan dan bibit pertanian, serta hibah gabah guna mendukung produktivitas petani. “Kelurahan Margorejo mengusulkan perbaikan jalan di Jalan Kencana Indah, sedangkan Kelurahan Sumbersari Bantul mengajukan perbaikan jalan rusak untuk kelompok tani Maju Perkasa, Sri Makmur, dan Makmur, ” ujarnya. Pada bidang sosial budaya, Kelurahan Rejomulyo mengusulkan pemeliharaan sarana dan prasarana poskeskel dan posyandu, serta pembangunan jamban posyandu. Kelurahan Margodadi mengajukan pembangunan ruang marbot dan kamar mandi atau WC Mushola Al-Huda, sedangkan Kelurahan Margorejo mengusulkan pembangunan kamar mandi untuk Posyandu Dahlia dan Bunga Tanjung. Sementara pada bidang fisik, Kelurahan Rejomulyo mengusulkan penyediaan lampu jalan, rehabilitasi Jalan Patimura II, serta pembangunan drainase di Jalan Budi Utomo. “Kelurahan Margodadi mengusulkan rehabilitasi Jalan Pingled serta pembangunan drainase dan gorong-gorong di Jalan Nusantara, sedangkan Kelurahan Margorejo mengajukan rehabilitasi Jalan Kapten Tendean dan pembangunan drainase serta gorong-gorong di Jalan Nusantara, “jelasnya. Terakhir, Kelurahan Sumbersari Bantul mengusulkan pembangunan jalan hotmix di Jalan Husodo serta peningkatan Jalan Gembira. Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, dalam arahannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Musrenbang Kecamatan Metro Selatan berjalan dengan baik dan partisipatif, dimana sebelumnya Musrenbang telah dilaksanakan di seluruh kelurahan dan mendengarkan langsung aspirasi masyarakat dari tingkat paling bawah. “Kami sudah mendengarkan suara, masukan, kritik, dan saran dari masyarakat di empat kelurahan di Metro Selatan,” ujar Wakil Wali Kota. Selain menampung aspirasi, pihaknya juga melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi dan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan. Ia menanyakan apakah masih ada warga yang kesulitan mengakses sekolah negeri maupun layanan kesehatan. Menurutnya, secara umum akses pendidikan dan layanan kesehatan di Metro Selatan sudah cukup baik. “Alhamdulillah, dari hasil pengecekan kami, insya Allah sudah tersedia dan dapat diakses oleh masyarakat,” katanya. Namun demikian, Wakil Wali Kota Metro mengakui masih terdapat persoalan terkait kepesertaan BPJS Kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang tergolong tidak mampu tetapi belum terdata sebagai penerima bantuan. Untuk itu ia meminta lurah, camat, dan pamong untuk terus memperbarui data masyarakat kurang mampu. Dalam pertemuan tersebut, Rafieq juga menyoroti persoalan bantuan sosial yang masih mengalami ketidaktepatan sasaran yang disebabkan oleh perubahan sistem pendataan nasional yang kini menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di bawah Kementerian Sosial. “Standar kategori tidak mampu saat ini dinaikkan oleh pemerintah pusat. Akibatnya, ada warga yang sebelumnya menerima bantuan, kini tidak lagi terdata sebagai penerima,” jelasnya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah pusat tetap membuka ruang perbaikan data terhadap masyarakat yang dinilai layak namun belum menerima bantuan dapat melapor melalui Dinas Sosial untuk diusulkan melalui program asistensi. Selaras dengan tema Musrenbang tahun 2027, yaitu penguatan modal manusia dan modal sosial, Rafieq mengingatkan bahwa modal manusia dimulai dari kondisi masyarakat yang sehat dan terjamin akses kesehatannya. Termasuk stunting yang masih menjadi pusat perhatian, dimana jumlah kasus di Kecamatan Metro Selatan tercatat sebanyak 36 kasus. “Stunting tidak bisa disembuhkan, namun dapat dicegah sejak masa kehamilan. Peran keluarga, terutama ayah, sangat penting. Stunting bukan terjadi saat lahir, tapi sejak dalam kandungan,” tegasnya. Selain modal manusia, Wakil Wali Kota Metro juga menekankan pentingnya modal sosial berupa kepedulian antarwarga, terutama apabila mengetahui adanya tetangga atau kerabat yang berhak menerima bantuan belum terdata. Rafieq juga menjelaskan bahwa kondisi keuangan daerah yang mengalami penurunan dengan APBD Kota Metro berkurang hingga Rp161 miliar, pemerintah tetap akan berupaya agar anggaran kecamatan dan kelurahan tidak mengalami penurunan signifikan. Pada kesempatan yang sama, Rafieq berharap pembangunan Koprasi Merah Putih dapat tercapai di 22 kelurahan, supaya bisa mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat di seluruh kelurahan